Your browser does not support JavaScript!
 21 Sep 2017    11:00 WIB
Mengharukan! Jantung Sang Anak Akhirnya Kembali ke Pelukan Ibunya
Adalah Stephen Norris, seorang bocah berusia 14 tahun yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas yang dialaminya di Yorkshire. Dua puluh tiga tahun kemudian, ibunya bertemu dengan pria yang menerima donor jantungnya.   Hampir seperempat abad setelah kematian putranya akibat kecelakaan lalu lintas, sang ibu pun bertemu dengan penerima donor jantung sang anak dan dapat mendengar suara detak jantung anaknya di dada pria tersebut.   Reuni mengharukan ini terjadi setelah sang penerima donor, Daniel Titley, memutuskan untuk mencari tahu lebih banyak tentang siapa bocah lelaki yang memberikannya jantung yang telah menyelamatkan hidupnya tersebut.   Baca juga: Suksesnya Transplantasi Penis Untuk Pertama Kali di Dunia!   Dilahirkan dengan gangguan jantung berat, Titley yang sekarang telah berusia 35 tahun menerima transplantasi jantungnya pada tahun 1992, beberapa bulan setelah para dokter memberitahunya bahwa ia tidak dapat lagi diselamatkan melalui tindakan operasi biasa.   Sang donor, Stephen Norris, baru berusia 14 tahun saat ia meninggal di Yorkshire. Jantungnya pun melalui perjalanan panjang sejauh 288 km menuju ke Aberystwyth. Titley pun kembali melakukan perjalanan yang sama saat ia datang untuk bertemu dengan ibu Stephen, Gillian Norris, di Leeds, setelah memutuskan untuk mencari tahu siapa nama anak lelaki yang telah meninggal sehingga ia dapat hidup.   Titley mengatakan bahwa saat ia bertemu dengan Gillian, ibu dari Stephen tersebut langsung menempelkan kepalanya ke dadanya untuk mendengar suara detak jantung dari anaknya yang telah meninggal. Gillian pun menjadi sedikit emosional. Ia bahkan memeluk Titley untuk mendengar suara detak jantung anaknya dengan lebih jelas.   Saat melihat reaksi Gillian saat bertemu dengannya, Titley merasa sedih karena melihat bahwa ada seseorang yang harus menderita agar dirinya dapat hidup.   Pada tahun 1992, Daniel Titley baru berusia 11 tahun dan sangat sakit. Para dokter yang merawatnya memberitahunya bahwa tidak ada tindakan operasi (pada jantungnya) lagi yang dapat dilakukan untuk menyelamatkannya. Titley memang telah mengalami kelainan jantung sejak lahir. Para dokter memberitahunya bahwa ia membutuhkan jantung baru.   Beberapa bulan kemudian, kematian Stephen akibat kecelakaan lalu lintas di Yorkshire membuatnya memperoleh jantung yang dibutuhkannya. Saat meninggal, Stephen sebenarnya sedang bersepeda dan karena ia memiliki kartu donor, maka berbagai organ tubuhnya pun pergi ke berbagai penjuru Inggris untuk menyelamatkan banyak orang lain.   Setelah hidup selama 23 tahun dengan jantung barunya, Titley pun memutuskan bahwa sekarang adalah saat yang tepat baginya untuk mencari tahu pendonor jantung barunya tersebut. Ia pun memutuskan untuk pergi ke Leeds dan memeriksa data kematian di daerah tersebut untuk mencari tahu nama pendonornya.   Selain itu, ia pun menuliskan pencariannya tersebut di akun Facebooknya dan seorang temannya pun memberitahunya bahwa ada satu acara televisi baru yang mencari sebuah kisah unik sehingga mereka mungkin dapat membantunya mencari tahu nama pendonor yang dicarinya. Ia pun menghubungi stasiun televisi tersebut dan mereka pun tertarik untuk membantunya menemukan pendonor jantungnya tersebut.   Para produser acara televisi berjudul "Real Stories" itu pun berhasil menemukan nama pendonor jantung Titley dan mengatur pertemuannya dengan sang ibu, Gillian Norris, yang telah ditayangkan pada tanggal 30 Juli 2015 lalu.   Saat pertemuan tersebut, Titley mengucapkan terima kasih pada Gillian karena telah memperbolehkan para petugas medis mengambil organ anaknya. Gillian pun mengatakan bahwa ia senang bahwa jantung anaknya dapat bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkan. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: mirror
 28 Mar 2015    09:00 WIB
Lem ‘Super’ Perekat Jantung
Menutup luka pada organ tubuh, terutama organ tubuh vital seperti paru-paru dan jantung tentu tak semudah menutup luka pada kulit luar yang bisa dilakukan dengan perban atau plester. Dalam film atau cerita fiksi, seorang tokoh yang jantungnya terluka bisa pulih kembali berkat alat perekat luka. Kini alat semacam itu benar-benar ada di dunia nyata. Ilmuwan telah menemukan bahan perekat yang bisa memperbaiki luka pada jantung. Peneliti menemukan sebuah teknologi terbaru berupa lem yang bisa digunakan untuk menutup luka pada jantung. Lem tersebut dapat merekatkan jaringan jantung sekuat staples atau jahitan. Kabar baiknya, lem tersebut dapat menyegel luka tanpa menyebabkan komplikasi. Demikian ungkap sang penemu, Jeffrey M. Karp, profesor kedokteran di Harvard Medical School, dan Dr. Pedro del Nido, ahli bedah jantung di Boston Children’s Hospital. Lem ini dianggap sebagai solusi yang ideal karena jahitan atau staples bisa menyebabkan masalah. setiap kali jarum jahitan menembus jaringan, peneliti harus kembali merekatkan jaringan. Sementara itu staples bisa merusak jaringan dan harus dikunci pada tepatnya, yang bisa menyulitkan. Seringkali staples juga terbuat dari logam sehingga harus dikeluarkan dari tubuh. Untuk mengatasi masalah-masalah itu, ilmuwan berusaha membuat perekat polimer kedap air yang dapat mengeras dengan cepat. Mereka juga berusaha membuat segel yang dapat menahan tekanan pada pembuluh darah atau tekanan ketika jantung berdetak. Demikian tertulis dalam jurnal Science Translational Medicine. Viskositas atau kekentalan lem tersebut menyerupai madu. Dokter bisa mengoleskannya pada sebuah medium lantas menempelkan medium tersebut pada jantung untuk menutupi luka, persis seperti cara kerja tambal ban. Cara lain, dokter bisa mengoleskan lem secara langsung pada luka di pembuluh darah atau dinding usus, kemudian menjepit ujung-ujung jaringan yang rusak sampai lem mengeras. Begitu diaplikasikan, molekul lem bekerja di antara serat-serat kolagen pembentuk jaringan. Dokter bedah kemudian menyinarinya dengan sinar ultraviolet agar terbentuk ikatan rantai yang sangat kuat. Hasilnya, terbentuklah sebuah substansi menyerupai karet yang setiap molekulnya menyatu dengan serat kolagen jantung. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science Translational Medicine ini menunjukkan bahwa lem tersebut telah diuji pada babi dan tikus. Pada tikus, peneliti membuat sebuah lubang kecil di jantung, persis seperti lubang pada bayi yang terlahir dengan jantung cacat. Kemudian lubang itu ditambal dengan menggunakan material yang memungkinkan jaringan tumbuh kembali untuk menyegel lubang.  Peneliti membandingkan cara tradisional untuk menutup luka pada jantung dengan lem terbaru. Diketahui bahwa lem tersebut bisa menutup luka pada jaringan jantung dengan lebih cepat. Lem bisa digunakan dengan terlebih dulu menaruhnya pada patch jantung, kemudian menggunakan patch tersebut untuk menutup lubang pada jaringan. Namun dokter juga bisa langsung menggunakan lem pada bagian yang luka pada dinding jantung atau pembuluh darah. Setelah digunakan, molekul lem akan bekerjasama dengan serat kolagen pada jaringan. Ahli bedah kemudian akan menyinari lem tersebut dengan sinar UV untuk menghilangkan radikal bebas dan membuat lem mengeras dan menutup luka. Hasilnya, lem tersebut akan menyerupai karet dengan molekul yang terikat pada kolagen pada jantung itu sendiri. Dengan lem temuan Karp, operasi akan berjalan lebih mudah karena tidak lagi membutuhkan penjahitan. Sebelum lem Karp bisa digunakan di klinik, percobaan pada manusia tentu harus dilakukan terlebih dahulu. Karp dan beberapa rekannya telah membentuk perusahaan untuk memasarkan Gecko Biomedical, lem super temuannya. Para peneliti mengatakan perusahaan itu akan mendapat izin untuk menggunakan Gecko Biomedical di Eropa sekitar akhir 2015.