Your browser does not support JavaScript!
 17 Jan 2017    12:00 WIB
Berbagai Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Nyeri Otot
Nyeri otot merupakan suatu hal yang sangat mengganggu dan menyiksa, akan tetapi apa jadinyabila Anda sendiri tidak mengerti mengapa Anda sering sekali mengalami nyeri otot? Hal ini tentusangat tidak menyenangkan.Sekitar 5 juta penduduk Amerika menderita fibromialgia, suatu gangguan kesehatan yanggejalanya adalah nyeri otot yang hilang timbul di seluruh tubuh. Penderita biasanya mengeluhnyeri otot di seluruh tubuh tanpa penyebab yang jelas.Bila Anda merupakan salah satu penderita fibromialgia, maka terdapat beberapa hal mengenaipenyakit ini yang mungkin belum pernah Anda ketahui seperti yang akan dibahas di bawah ini. Tidak Selalu NyeriSelain nyeri otot, banyak penderita fibromialgia juga mengalami kaku otot (terutama di pagihari), kesemutan, atau mati rasa pada tangan atau kakinya, gangguan tidur, nyeri kepala, danmerasa amat sangat lelah. Dapat DiketahuiHanya karena penyebab nyeri pada fibromialgia masih tidak jelas, akan tetapi bukan berarti paradokter tidak dapat mendiagnosa fibromialgia. Jika Anda mengalami nyeri otot pada 11-18 titikdan pemeriksaan telah mengeliminasi semua penyebab lain, maka fibromialgia pun terdiagnosa.Kemungkinan Besar Berhubungan Dengan Sistem SarafSebagian besar ahli menduga bahwa fibromialgia berhubungan dengan gangguan pada sistemsaraf, di mana telah terjadi perubahan ambang batas nyeri pada penderita. Menurut sebuahpenelitian yang dilakukan di Jerman pada tahun 2015, sistem saraf seorang penderitafibromialgia memberikan respon yang berbeda terhadap nyeri. Stress Dapat Memicu Terjadinya SeranganBanyak penderita fibromialgia mengeluhkan stress fisik dan psikologis yang menjadi pemicuserangan. Hal ini dikarenakan stress (entah bagaimana) menyebabkan perubahan atau kerusakanpada sistem kerja saraf di dalam tubuh penderita, yang mengakibatkan penderita mengalaminyeri otot. Kekurangan Vitamin D Juga Dapat Memicu Terjadinya SeranganMenurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2015, seseorang yang mengalami nyerikronik dan menyeluruh seringkali juga memiliki kadar vitamin D yang leibh rendahdibandingkan dengan orang yang tidak mengalami nyeri. Bila demikian, konsumsilah suplemenvitamin D sesuai dengan anjuran dokter Anda. Baca juga: Mencegah terjadinya Kram Otot Berhubungan Dengan Penyakit LainFibromialgia ternyata seringkali berhubungan dengan sindrom kelelahan kronik. Gejalakeduanya pun hampir sama, yaitu nyeri otot dan merasa sangat lelah. Perbedaannya adalah padapenderita fibromialgia, gejala yang lebih dominan adalah nyeri dan gejala biasanya terjadi secaraperlahan, yang akan memburuk seiring dengan berlalunya waktu; sedangkan pada penderitasindrom kelelahan kronik, gejala yang lebih dominan adalah rasa lelah dan gejala biasanyaterjadi dengan sangat cepat serta menjadi sangat berat hanya dalam waktu beberapa hari. Lebih Sering Ditemukan Pada Wanita Daripada PriaWanita memiliki resiko 3 kali lebih tinggi untuk menderita fibromialgia dibandingkan denganpria. Para ahli masih tidak mengetahui mengapa demikian. Selain itu, walaupun dapat terjadipada usia berapa pun, fibromialgia lebih sering mengenai wanita yang berusia 40 tahun ataulebih. Faktor genetika tampaknya juga memiliki peranan karena penyakit ini cenderung menurundalam keluarga. Obat-obatan Dapat MembantuUntuk mengatasi nyeri akibat fibromialgia, terdapat 3 jenis obat yang biasa diberikan olehdokter, yaitu duloxetine, milnacipran, dan pregabalin. Ketiganya merupakan obat yang dapatmenghambat sinyal nyeri, tetapi tidak mengatasi penyebab nyeri. Hal Lain yang Diperlukan Selain ObatSelain obat-obatan, rasa nyeri biasanya juga dapat membaik dengan melakukan aktivitas fisiktertentu, olahraga tertentu, yoga, dan mengkonsumsi diet sehat dan seimbang. Perubahan gayahidup dapat membantu mengatasi penyebab penyakit, bukan hanya rasa nyeri. Dapat DisembuhkanDengan menggunakan beberapa kombinasi obat dan perubahan gaya hidup, gejala fibromialgiadapat dihilangkan secara permanen. Beberapa penderita dapat mengalami perbaikan hinggatahap tertentu atau bahkan menyeluruh.Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya doktersekarang.Sumber: prevention
 28 Nov 2016    08:00 WIB
8 Penyebab Nyeri Saat Berhubungan Intim dan Cara Mengatasinya
Selalu atau kadang merasa nyeri saat berhubungan intim ternyata merupakan hal yang sering dialami oleh para wanita. Menurut sebuah survei yang dilakukan pada tahun 2009, sekitar 30% wanita mengalami nyeri saat berhubungan intim. Akan tetapi, hanya karena hal ini sering ditemui bukan berarti keluhan yang satu ini bisa dianggap wajar dan normal. Nyeri saat berhubungan intim tidak hanya dapat merusak momen kebersamaan dengan pasangan, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai konsekuensi lain seperti merasa takut saat berhubungan intim, gairah seksual yang rendah, dan hilangnya keintiman di antara Anda dan pasangan. Nyeri merupakan salah satu cara tubuh Anda memberitahu bahwa ada yang salah di dalamnya. Keluhan ini merupakan pertanda bagi Anda untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh Anda. Banyak wanita sering menganggap remeh keluhan ini, akan tetapi jangan sampai Anda melakukan kesalahan yang sama. Setiap wanita harus tahu bahwa rasa nyeri yang Anda rasakan adalah nyata dan perlu segera dicari tahu penyebabnya. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja yang dapat memicu terjadinya nyeri saat berhubungan intim dan bagaimana cara mengatasinya.   Kurang Pemanasan Berbeda dengan pria, wanita lebih sulit merasa bergairah dan membutuhkan pemanasan yang lebih lama. Untuk mengatasinya, jadikan pemanasan sebagai sesuatu hal yang menyenangkan. Bagi sejumlah wanita, pemanasan dapat berarti berciuman dan bermesraan dengan pasangannya. Bagi wanita lainnya, pemanasan dapat berarti menonton film porno bersama pasangan atau stimulasi oral. Mengetahui apa yang membuat Anda merasa bergairah merupakan kunci untuk meningkatkan aliran darah ke daerah kemaluan, yang berarti meningkatkan lubrikasi.   Kurang Lubrikasi Bila vagina Anda tidak cukup "basah" saat penetrasi penis, maka hal ini tentu saja akan membuat Anda merasa nyeri. Jaringan vagina membutuhkan waktu sekitar 5-7 menit untuk benar-benar terlubrikasi. Selain itu, mandi air hangat atau berendam air hangat juga dapat membuat jaringan vagina kering. Pil alergi dan pil KB dosis rendah juga memiliki efek yang sama pda jaringan vagina. Bila vagina Anda sering kering, ada baiknya bila Anda menyediakan cairan lubrikan di rumah Anda. Jadi, Anda dapat menggunakannya saat diperlukan.   Stress dan Tegang Pekerjaan Anda membuat Anda sangat sibuk dan Anda membawa rasa stress ini ke dalam kamar tidur Anda. Merasa rileks merupakan hal yang paling penting bagi seorang wanita agar siap dan merasa tertarik untuk berhubungan intim. Solusinya adalah buang rasa stress Anda sebelum mulai berhubungan intim. Salah satu caranya adalah dengan saling memijat atau mengikuti kelas yoga.   Ukuran Tidak Sesuai Bagi sedikit pasangan, ketidaksesuaian antara ukuran liang vagina dengan ukuran penis dapat menyebabkan sang wanita merasa nyeri saat berhubungan intim, misalnya karena penis pasangan terlalu besar atau karena vagina Anda terlalu kecil. Pada beberapa kasus, penggunaan cairan lubrikasi dapat membantu. Akan tetapi, bila penis mengenai leher rahim (serviks) atau menyebabkan luka lecet, maka mengganti posisi bercinta mungkin dapat membantu.   Baca juga: Sering Tersedak Saat Melakukan Seks Oral? Lakukan Hal Ini!   Penyakit Menular Seksual Beberapa jenis penyakit menular seksual, yang paling sering adalah herpes genitalis, trikomoniasis, dan infeksi jamur dapat membuat hubungan intim terasa tidak nyaman. Bahkan pada wanita yang tidak mengalami atau tidak menyadari gejala infeksi dapat mengalami perubahan kecil pada daerah vaginanya, yang akan membuat hubungan intim terasa nyeri. Sebagian besar penyakit menular seksual mudah dikendalikan atau disembuhkan. Pemeriksaanya pun mudah untuk dilakukan. Jika Anda merasa nyeri saat berhubungan intim, beritahu dokter Anda dan lakukan pemeriksaan yang diperlukan.   Endometriosis Endometriosis merupakan suatu keadaan di mana jaringan rahim mulai bertumbuh di luar area rahim. Endometriosis mengenai sekitar 7% wanita. Endometriosis dapat menyebabkan terjadinya nyeri saat berhubungan intim, di mana nyeri yang dirasakan sangat hebat. Untuk mengatasi endometriosis, prosedur pembedahan mungkin harus dilakukan. Jadi, bila Anda merasa nyeri saat menstruasi dan nyeri saat berhubungan intim, terutama bila ada anggota keluarga yang menderita endometriosis, dianjurkan agar Anda segera melakukan pemeriksaan ke seorang dokter.   Irritable Bowel Syndrome Walaupun irritable bowel syndrome merupakan gangguan saluran pencernaan, akan tetapi gangguan ini dapat menyebabkan seorang wanita mengalami nyeri saat berhubungan intim. Jadi, bila Anda sering mengalami gangguan pencernaan seperti kram perut, sering sembelit, dan atau diare; serta mengalami nyeri saat berhubungan intim, maka kedua hal ini mungkin berhubungan. Untuk mengatasinya, berkonsultasilah dengan seorang dokter mengenai apa pengobatan terbaik untuk mengatasi gangguan pencernaan Anda tersebut, misalnya mengubah pola makan, obat-obatan, mengurangi stress, dan terapi perilaku. Tidak diketahui apa sebabnya, bila gangguan pencernaan diobati, maka keluhan nyeri saat berhubungan intim pun akan berkurang.   Perubahan Pada Vagina Perubahan yang terjadi pada vagina selama masa menopause tidak hanya menyebabkan vagina menjadi kering, terutama bila Anda telah benar-benar memasuki masa menopause. Beberapa bagian dari vagina dan vulva dapat menjadi sangat sensitif. Untuk mengatasinya, berkonsultasilah dengan seorang dokter mengenai pengobatan apa yang dapat membantu mengurangi gejala menopause yang Anda alami.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: prevention
 04 Nov 2016    08:00 WIB
5 Bagian Tubuh yang SUPER Sensitif Terhadap Nyeri…
Bagi para pria, buah zakarnya mungkin adalah kelemahan terbesar di dalam tubuhnya. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ternyata ada banyak bagian tubuh lainnya yang juga akan terasa sangat sakit bila terpukul, tertusuk, atau terluka? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa bagian tubuh manusia yang juga SUPER sensitif terhadap rasa nyeri.   1.      Ujung Jari Menurut sebuah penelitian, ujung jari merupakan bagian tubuh yang lebih sensitif terhadap nyeri dibandingkan hampir semua bagian tubuh lainnya. Hal inilah yang menjadi penyebab mengapa luka kecil seperti tergores pisau atau tertusuk jarum dapat membuat seorang pria dewasa kesakitan. Ujung jari manusia dipenuhi oleh ujung-ujung saraf, yang akan mengirimkan sinyal rasa sakit langsung ke dalam otak Anda. Hal ini berarti semakin banyak ujung saraf pada suatu bagian tubuh, maka semakin besar rasa sakit yang akan Anda rasakan. Selain itu, bagian otak yang berfungsi untuk mengatur rasa nyeri juga banyak memusatkan "perhatiannya" pada ujung-ujung jari Anda lho. Jadi, saat ujung-ujung saraf pada jari Anda mengirimkan sinyal rasa sakit, maka sinyal ini akan jauh lebih kuat dibandingkan dengan sinyal rasa sakit dari bagian tubuh lainnya.   2.      Tulang Kering Tulang kering yang merupakan tulang yang terdapat di bagian depan betis dilapisi oleh sangat sedikit otot dan lemak. Hal ini berarti tidak ada bantalan yang dapat melindungi tulang bila terantuk. Jadi, sedikit saja benturan terhadap meja dapat membuat rasa nyeri yang timbul menjadi 2 kali lipat.   3.      Lengkung Kaki Tumit kaki terasa sakit saat secara tidak sengaja menginjak mainan anak Anda? Cobalah untuk mengulang hal yang sama tetapi pada bagian lengkung kaki Anda, Anda pasti akan berteriak kesakitan! Hal ini dikarenakan tumit dan bagian depan kaki telah berbenturan dengan permukaan tanah setiap harinya sehingga mereka pun biasanya memiliki lapisan kulit yang lebih tebal. Akan tetapi, karena lengkung kaki memiliki lapisan kulit yang lebih tipis maka ujung saraf di bawah kulit ini pun lebih mudah terstimulasi.   Baca juga: Vagina Anda Terasa Nyeri? Cari Tahu Penyebabnya!   4.      Lutut Bagian Depan dan Belakang Seperti halnya tulang kering, bagian depan lutut tidak memiliki banyak bantalan lemak dan otot. Selain itu, tempurung lutut juga dipenuhi oleh saraf-saraf sensorik. Bagian belakang lutut juga tidak memiliki perlindungan apapun dan terletak bersebelahan dengan tulang paha Anda. Jadi, saat bagian tubuh yang satu ini terbentur, maka rasa sakit akan berasal dari 2 bagian tubuh, belakang lutut dan paha, yang tentu saja akan membuat Anda merasa lebih sakit.   5.      Siku Bagian Dalam Siku bagian dalam dipenuhi oleh saraf ulnaris yang berasal dari bagian belakang siku. Saraf ini terletak di samping tulang lengan atas, humerus. Karena tidak adanya batalan pelindung untuk saraf yang satu ini, maka saraf ini pun lebih mudah terstimulasi saat bagian siku ini terbentur. Lebih parahnya lagi, saraf ini merupakan saraf yang berespon terhadap nyeri. Karena saraf ulnaris berjalan ke arah telapak tangan dan jari tangan, maka benturan di daerah ini juga akan menyebabkan nyeri pada seluruh lengan bawah hingga ke jari tangan Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth  
 26 Sep 2014    09:00 WIB
7 Alasan Mengapa Payudara Anda Terasa Nyeri
Anda Sedang Mengalami Sindrom Premenstrual Salah satu penyebab tersering dari nyeri payudara adalah perubahan kadar hormonal yang terjadi akibat akan datangnya menstruasi Anda. Perubahan kadar hormonal normal ini biasanya membuat payudara menjadi membengkak dan nyeri beberapa hari sebelum menstruasi dimulai.  Nyeri payudara akibat perubahan kadar hormonal ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya setelah menstruasi Anda selesai. Mengkonsumsi pil KB mungkin dapat membantu mengatasi nyeri payudara ini, karena pil KB dapat mencegah terjadinya ovulasi (terlepasnya sel telur dari dalam indung telur) sehingga kadar hormon estrogen pun tetap stabil.    Meningkatkan Intensitas Olahraga Anda Apakah Anda baru saja melakukan banyak push up atau mengangkat lebih banyak beban daripada biasanya saat fitness? Hal ini mungkin dapat membuat payudara Anda terasa nyeri, yang disebabkan oleh tertariknya otot dada di bawah payudara Anda. Melakukan kompres hangat dan mengkonsumsi obat anti nyeri dapat membantu mengurangi rasa nyeri pada payudara Anda.   Tertariknya Otot Dada Akibat Aktivitas Fisik Berat Apakah Anda baru saja memindahkan perabotan rumah Anda atau mengangkat sebuah tas berat? Hal ini juga dapat membuat otot dada Anda tertarik dan menimbulkan nyeri pada daerah payudara.    Ukuran Bra yang Anda Gunakan Tidak Sesuai Menggunakan bra dengan ukuran yang tidak sesuai dapat berdampak buruk pada payudara Anda. Jika bra yang Anda gunakan terlalu ketat atau terlalu kecil, maka kawat pada bagian bawah bra Anda dapat menekan payudara Anda dan membuat payudara Anda terasa nyeri. Selain itu, bila payudara Anda tidak disanggah dengan baik, maka gerakan naik turun payudara Anda sepanjang hari juga dapat membuat payudara Anda terasa nyeri.   Tidak Menggunakan Bra yang Tepat Saat Berolahraga Jika Anda memiliki payudara yang cukup besar, maka menggunakan bra yang tepat untuk menyangganya dengan baik merupakan hal yang penting, terutama saat berolahraga.    Menderita Gangguan Kesehatan Tertentu Jika Anda memiliki benjolan pada payudara Anda dan benjolan tersebut didiagnosa sebagai suatu fibrokistik jaringan payudara, maka Anda mungkin akan mengalami nyeri payudara setiap kali Anda akan mengalami menstruasi. Benjolan ini bukanlah suatu keganasan, akan tetapi sangat sensitif terhadap perubahan kadar hormonal.   Mengkonsumsi Terlalu Banyak Kafein Walaupun kopi dan teh tidak dapat menyebabkan nyeri pada payudara secara langsung, akan tetapi beberapa penelitian menemukan bahwa mengurangi konsumsi kafein Anda setiap harinya dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan tidak nyaman yang Anda alami, terutama bila Anda menderita fibrokistik jaringan payudara. Nyeri pada payudara biasanya bukanlah merupakan suatu tanda adanya gangguan berat, akan tetapi bila rasa nyeri ini terus berlangsung selama beberapa hari atau semakin berat, maka jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan seorang dokter.     Sumber: womenshealthmag