Your browser does not support JavaScript!
 29 Jun 2019    16:00 WIB
Pusing Setelah Makan? Berikut Pencegahannya
Apa Anda pernah merasakan kepala pusing setelah makan. Ada beberapa penyebab mengapa bisa terjadinya pusing setelah makan yaitu salah satunya adalah gangguan sistem saraf yang gagal mengatur tekanan darah sehingga akan timbul rasa pusing. Berikut adalah cara untuk mencegah terjadinya pusing setelah makan: Hindari Minuman bersoda Usahakan untuk menghindari minuman bersoda karena minuman ini dapat menyebabkan rasa pusing. Minum air yang cukup Apabila tubuh terhidrasi dengan baik maka akan mencegah terjadinya pusing. Usahakan minum minimal 8 gelas setiap hari. Minumlah saat Anda merasa haus. Jaga pola makan yang baik Jangan melewatkan waktu makan yang normal, seperti sarapan, makan siang dan makan malam karena hal ini dapat menyebabkan penurunan gula darah dalam tubuh yang akan menimbulkan rasa pusing dan mual. Cobalah untuk menjaga pola waktu makan Anda dengan baik. Tambahkan gandum utuh dalam makanan Anda Jenis makan ini akan dimetabolisme secara perlahan dan menjaga kadar gula darah tetap normal dalam tubuh. Makan buah-buahan dan sayuran Buah-buahan dan sayuran merupakan antioksidan, selain itu mengandung banyak vitamin dan mineral untuk membantu Anda tetap sehat dan menjaga sistem tubuh Anda berfungsi secara optimal. Istirahat sejenak setelah makan Istirahat sejenak setelah makan akan memberikan waktu untuk tubuh Anda mencerna makanan. Apabila Anda merasa pusing setelah makan usahakan untuk beristirahat. Hindari konsumsi bumbu secara berlebihan Selain bumbu, saus, alkohol, teh kental, kopi, permen dan hindari merokok setelah makan   Sumber: newhealthguide
 13 Feb 2019    08:00 WIB
Wow Minum Soda Bebas Gula Malah Bikin Berat Badan Naik
Apakah Anda suka minum minuman bersoda? Saya yakin Anda pernah minum minuman bersoda. Rasa kecanduan akan minum minuman bersoda mungkin tidak dapat Anda hindari. Namun yang harus Anda ketahui minuman bersoda tidak baik untuk tubuh Anda dan dapat menaikkan berat badan. Untuk Anda yang menyukai minum minuman bersoda mungkin merasa dapat solusi untuk keinginan Anda dengan meminum soda diet. Dikatakan minum soda diet maka Anda akan terhindar dari kenaikkan berat badan. Benarkah? Soda diet diberi label "bebas gula", "nol karbohidrat" atau "tidak berkalori" hal ini dilakukan untuk menarik pembeli. Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa soda diet tidak membantu dalam menurunkan berat badan. Namun yang pasti dapat membahayakan kesehatan Anda! Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Texas Health Science Centre di San Antonio, mengamati bahwa mereka yang minum dua kaleng/ botol atau lebih soda diet dalam sehari akan terjadi peningkatan ukuran perut mereka enam kali lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak minum soda diet. Demikian pula, penelitian yang dilakukan pada beberapa pasien obesitas (berat badan berlebih) di New York menyatakan bahwa pasien yang beralih dari minum minuman soda reguler ke soda diet tidak terjadi penurunan berat badan. Hal ini disebabkan karena pemanis buatan dalam soda diet menyebabkan peningkatan nafsu makan, yang pada gilirannya menyebabkan kenaikan berat badan, selain itu soda diet meningkatkan nafsu makan dan tidak mengandung gizi sama sekali. Sehingga bila Anda ingin menurunkan berat badan hindari konsumsi soda diet, sebaiknya Anda perbanyak minum air putih. Sumber: stylecraze
 20 Jan 2019    11:00 WIB
Kenapa Tidak Boleh Minum Obat Dengan Minuman Bersoda ?
Anda mungkin sudah sering mendengar ibu Anda melarang Anda untuk minum obat dengan menggunakan kopi, teh, minuman bersoda, atau jus buah. Akan tetapi, tahukah Anda mengapa demikian?   Baca juga: Menghentikan Kebiasaan Minum Soda Diet   Memang benar bahwa Anda sebaiknya tidak mengkonsumsi obat dengan berbagai jenis minuman yang mengandung kafein, jus buah golongan sitrus (jeruk, jeruk bali, lemon, dll), atau susu. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja penyebab yang membuat Anda sebaiknya tidak melakukan hal tersebut.   Membuat Obat Kurang Efektif Berbagai jenis minuman di atas dapat memetabolisme obat dan menyebabkan obat menjadi kurang efektif. Misalnya asam tannin yang ada di dalam teh dapat mengganggu proses pencernaan obat. Jus apel dan jeruk juga dapat menghambat kinerja sejumlah obat. Hal ini akan membuat hanya sekitar setengah dosis obat yang dapat diserap masuk ke dalam aliran darah.   Mengganggu Penyerapan Obat Berbagai jenis minuman di atas juga dapat mengganggu penyerapan sejumlah zat aktif di dalam otak, misalnya zat besi.   Dapat Berinteraksi Dengan Obat Yang paling buruk adalah berbagai jenis minuman di atas dapat berinteraksi dengan sejumlah obat. Asam karbonat di dalam minuman bersoda dan jus buah serta protein di dalam susu dapat berinteraksi dengan zat kimia di dalam otak.   Tips lainnya yang perlu Anda ingat saat akan mengkonsumsi obat adalah jangan minum obat segera setelah sarapan. Tunggu setidaknya 1 jam bila Anda mengkonsumsi susu, teh, atau kopi sebelum mengkonsumsi obat. Jika Anda terbiasa minum susu sebelum tidur, maka konsumsilah obat Anda setidaknya 1 jam sebelum tidur.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: munfitnessblog
 04 Dec 2018    11:00 WIB
Ternyata Ada 7 Jenis RACUN di Dalam Minuman Soda
Udara panas membuat Anda sangat haus? Minuman bersoda biasanya merupakan pilihan banyak orang untuk melepas dahaga pada saat cuaca panas. Minuman bersoda atau yang juga dikenal dengan nama soft drink biasanya mengandung air bersoda, pemanis, dan perasa alami atau buatan. Minuman bersoda juga mungkin mengandung kafein, pewarna, pengawet, dan berbagai bahan lainnya. Selain karena banyaknya iklan dan promosi, rasanya yang enak, mudah didapat, dan murah membuat minuman ini sangat populer. Bahkan, sebenarnya banyak orang mengalami kecanduan akan minuman bersoda. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa minuman bersoda memiliki banyak dampak negatif pada tubuh Anda? Minuman bersoda mengandung banyak sekali gula, yang tidak baik bagi kesehatan Anda. Gula akan meningkatkan kadar hormon insulin, yang dapat memicu terjadinya diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gangguan jantung, penuaan dini, dan banyak dampak negatif lainnya. Selain itu, minuman bersoda juga tidak mengandung nutrisi penting sama sekali. Minuman bersoda bahkan telah diketahui berhubungan dengan terjadinya berbagai jenis gangguan kesehatan seperti obesitas, gangguan gigi, dan gangguan persendian. Di bawah ini Anda dapat melihat 7 jenis bahan beracun di dalam minuman bersoda yang dapat berbahaya bagi kesehatan Anda.   Asam Fosfat Asam fosfat merupakan unsur dasar dari minuman bersoda. Fungsi utamanya adalah untuk memberikan rasa yang kuat dan mencegah perkembangbiakan jamur dan bakteri di dalam minuman bersoda. Saat digunakan dalam jumlah yang terbatas, asam fosfat tidak berbahaya bagi tubuh, akan tetapi bila digunakan dalam dosis tinggi, asam fosfat dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan tulang menjadi lemah dan bahkan dapat membuat gigi menjadi lebih rapuh dan mudah berlubang. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2006 menemukan bahwa minuman bersoda (cola) diketahui berhubungan dengan rendahnya kadar mineral di dalam tulang wanita lanjut usia karena kandungan kafein dan asam fosfat di dalamnya. Selain itu, tingginya kadar asam fosfat di dalam minuman bersoda juga dapat mempengaruhi fungsi lambung, yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan dan perut kembung.   Sirup Jagung Tinggi Fruktosa Sirup jagung tinggi fruktosa merupakan bentuk gula yang diperoleh dari jagung. Gula ini lebih murah dan lebih mudah digunakan daripada gula alami. Sebagian besar pabrik minuman bersoda menggunakan gula ini sebagai ganti gula biasa. Selain itu, gula ini juga memiliki masa kadarluarsa yang lebih lama. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2004 menemukan bahwa mengkonsumsi minuman bersoda berkalori tinggi dan mengandung sirup jagung tinggi fruktosa secara berlebihan merupakan salah satu penyebab utama terjadinya obesitas. Obesitas akan meningkatkan resiko terjadinya sindrom metabolik, kumpulan gejala yang terdiri dari tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, lemak tubuh berlebih di daerah perut, dan kadar kolesterol yang abnormal atau kadar trigliserida yang tinggi. Sindrom metabolik akan meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung, serangan jantung, stroke, dan diabetes.   Asam Sitrat Asam sitrat yang terdapat di dalam soda diet dan soda biasa merupakan bahan berbahaya lainnya, terutama bagi kesehatan mulut Anda. Hal ini dikarenakan asam sitrat dapat merusak lapisan email gigi. Kerusakan lapisan ini akan membuat gigi lebih mudah berlubang, mengalami perubahan warna, dan akhirnya membusuk. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 menemukan bahwa asam sitrat yang ada di dalam minuman bersoda dapat menyebabkan erosi gigi. Mengunyah permen karet bebas gula atau berkumur dengan air putih setelah mengkonsumsi minuman bersoda dapat membantu meningkatkan produksi air liur untuk menetralkan keasaman mulut akibat minuman bersoda.   Baca juga: Bahaya Soda Diet   Bisphenol A (BPA) Botol plastik minuman bersoda mengandung sejenis zat kimia yang disebut dengan bisphenol A (BPA) yang digunakan untuk mengeraskan plastik, mencegah terjadinya karat dan mengeliminasi bakteri. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2012 menemukan bahwa paparan BPA telah diketahui berhubungan dengan terjadinya gangguan jantung dan pembuluh darah. Zat kimia ini juga diketahui dapat menyebabkan berbagai gangguan organ reproduksi pada pria dan terjadinya pubertas dini pada wanita. Selain itu, BPA juga dapat mengganggu aktivitas hormonal, yang dapat memicu terjadinya berbagai gangguan kesehatan.   Natrium Benzoat Natrium benzoate atau yang juga dikenal sebagai E211, biasanya digunakan sebagai bahan pengawet dalam minuman bersoda, acar, bumbu salad, jus buah, selai, dan jelly untuk mencegah terbentuknya jamur. Akan tetapi, E211 ini dapat menyebabkan terjadinya kerusakan sel berat dan mempercepat proses penuaan sel. Jadi, sering mengkonsumsi minuman bersoda dapat memicu terjadinya penyakit metabolik karena penuaan dini. Efek samping lainnya dari E211 adalah hiperaktivitas, pusing, kepala terasa ringan, dan sulit tidur.   Perwarna Karamel dan Pewarna Buatan Pewarna karamel akan memberikan warna cokelat klasik pada cola. Pewarna ini dan pewarna buatan lainnya dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker. Kedua zat kimia ini juga diketahui dapat meningkatkan frekuensi serangan asma dan memicu terjadinya gejala asma.   Kafein Sebagian besar minuman bersoda mengandung kafein, yang berfungsi untuk memberikan sedikit rasa pahit dan menetralisir rasa gula dan pemanis di dalam minuman bersoda. Jumlah kafein di dalam minuman bersoda dapat bervariasi, tergantung pada merk minuman bersoda. Akan tetapi, kandungan kafein yang biasa ditemukan di dalam minuman bersoda adalah antara 34-38 mg untuk setiap 240 ml. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 menemukan bahwa mengkonsumsi kafein secara berlebihan dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung pada orang dewasa muda yang sudah menderita tekanan darah tinggi (hipertensi) ringan. Seiring dengan berlalunya waktu, hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya hipertensi berat dan diabetes. Kafein juga telah diketahui merupakan salah satu penyebab gangguan kesuburan. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2012 menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi minuman bersoda secara teratur akan mengalami gangguan kesuburan. Selain itu, karena kafein merupakan sebuah stimulan, maka konsumsi kafein juga dapat menyebabkan terjadinya insomnia. Kafein juga dapat membuat tubuh mengalami dehidrasi.   Beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi jumlah minuman bersoda yang Anda konsumsi dan meminimalisir efeknya adalah: Mengganti minuman bersoda dengan minuman yang lebih sehat seperti jus buah segar, smoothies, atau teh herbal Untuk mengatasi rasa haus, air putih merupakan pilihan terbaik Jika Anda tidak suka rasa tawar air putih, Anda dapat menambahkan buah-buahan segar di dalamnya (infused water) Jika Anda ingin mengkonsumsi minuman bersoda, minumlah dalam jumlah sedang dan jangan dalam waktu yang lama Setelah minum minuman bersoda, pastikan Anda berkumur dengan air putih untuk menetralkan asam dan gula di dalam mulut Jangan mengkonsumsi minuman bersoda sebelum tidur   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies
 04 Nov 2018    08:00 WIB
5 Minuman yang Sebaiknya Jangan Dikonsumsi Sebelum Olahraga
Ingin meningkatkan performa Anda saat berolahraga? Jika ya, maka pastikan Anda menghindari berbagai jenis minuman di bawah ini. Hal ini dikarenakan minuman ini merupakan minuman terburuk untuk diminum sebelum berolahraga. Alkohol Jangan mengkonsumsi minuman beralkohol sebelum berolahraga, bahkan dalam jumlah yang sedikit sekalipun. Hal ini dikarenakan alkohol akan membuat tubuh Anda mengalami dehidrasi dan akan mengganggu keseimbangan tubuh Anda. Selain itu, alkohol juga dapat mengganggu kemampuan Anda membuat keputusan dan meningkatkan proses radang di dalam tubuh. Hal ini berarti resiko Anda untuk mengalami cedera pun akan menjadi lebih tinggi. Minuman Energi yang Mengandung Susu Jika Anda ingin mengkonsumsi minuman yang mengandung susu, tunggulah hingga Anda selesai berolahraga. Hal ini dikarenakan susu mengandung banyak protein, karbohidrat, dan lemak; yang membutuhkan waktu yang lama untuk dicerna. Selain itu, susu juga dapat membuat perut Anda kembung dan akan membuat Anda ingin buang gas. Jus Buah/Minuman Buah Sebagian besar minuman buah atau jus buah alami sekalipun mengandung banyak sekali gula. Bila Anda ingin mengkonsumsi berbagai jenis minuman tersebut, maka dianjurkan untuk mengkonsumsi minuman ini setelah Anda selesai berolahraga. Baca juga: Tips Olahraga Bagi Anda yang Sangat Sibuk Minuman Bersoda Berbagai jenis minuman bersoda dapat menyebabkan nyeri perut, perut kembung, dan sering buang gas. Selain itu, minuman bersoda juga mengandung banyak natrium, yang akan memicu terjadinya dehidrasi, termasuk soda diet. Berbagai jenis pemanis buatan yang terdapat di dalam soda diet, terutama aspartam, dapat memicu terjadinya gangguan daya ingat, perubahan mood, pusing, dan migrain. Minuman Energi Sebagian besar minuman bersoda justru tidak bermanfaat bagi kesehatan. Mengkonsumsi minuman bersoda sebelum berolahraga justru akan membuat Anda mengalami peningkatan dan penurunan kadar gula darah dengan sangat cepat. Selain itu, minuman ini juga dapat mengganggu keseimbangan kadar hormonal di dalam tubuh Anda dan memperpanjang waktu penyembuhan paska olahraga. Intinya adalah minuman terbaik yang sebaiknya dikonsumsi sebelum berolahraga adalah air putih. Para ahli menganjurkan agar anda mengkonsumsi sekitar 600 ml air putih sekitar 2 jam sebelum berolahraga, 240 ml saat pemanasan, dan 240 ml lagi setiap 10-20 menit, tergantung pada seberapa berat olahraga yang Anda lakukan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: fitstylelife
 30 Sep 2018    08:00 WIB
Hobi Minum Soda? Lihat Apa Akibatnya Pada Tubuh
Tahukah Anda bahwa mengkonsumsi minuman bersoda sangat buruk bagi kesehatan Anda secara keseluruhan? Di bawah ini Anda dapat melihat apa yang akan terjadi di dalam tubuh Anda dalam waktu 60 menit setelah Anda mengkonsumsi minuman bersoda.   Dalam 10 Menit Dalam waktu 10 menit pertama, 10 sendok teh gula yang terdapat di dalam minuman bersoda akan mulai dicerna oleh tubuh. Jumlah ini merupakan jumlah harian gula yang dianjurkan dan satu-satunya alasan Anda tidak muntah karena merasa terlalu manis adalah karena asam fosfat yang juga terdapat di dalam minuman bersoda akan mengurangi rasa manis tersebut.   Dalam 20 Menit Dalam 20 menit, kadar gula darah Anda akan meningkat tajam dan hati Anda akan bereaksi dengan meningkatkan pelepasan insulin untuk mengubah gula yang sangat banyak tersebut menjadi lemak.   Dalam 40 Menit Dalam 40 menit, kafein yang ada di dalam minuman bersoda akan terserap sempurna ke dalam tubuh dan menyebabkan pupil mata Anda berdilatasi, tekanan darah meningkat, dan hati akan mengeluarkan lebih banyak gula ke dalam aliran darah Anda.   Dalam 45 Menit Setelah sekitar 45 menit, tubuh Anda akan meningkatkan produksi dopamin, yang akan menstimulasi bagian otak yang berfungsi untuk membuat Anda merasa senang. Efek ini persis sama dengan respon tubuh terhadap heroin.   Dalam 60 Menit Setelah 60 menit, kadar gula darah akan turun drastis.   Baca juga: Bahaya Soda Diet   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: mercola
 09 Oct 2015    20:00 WIB
Waspada 5 Makanan di Sekitar Anda Yang Mengandung Gula Tinggi!
Kebanyakan orang merasa takut apabila banyak makan lemak, karena mereka sadar bahwa terlalu banyak lemak dapat berakibat buruk bagi tubuh. Namun sebaiknya Anda jangan hanya khawatir dengan makanan berlemak namun Anda juga harus memperhatikan makanan yang banyak mengandung gula. Karena ternyata berdasarkan berbagai penelitian telah mengatakan bahwa kadar gula tinggi dapat meningkatkan faktor risiko terkena penyakit, mulai dari obesitas, kencing manis hingga kanker. Namun yang menjadi masalah adalah Kita sudah terbiasa makan gula sejak kecil, sehingga sulit untuk dipisahkan. Selain itu, banyak produsen makanan dan minuman memproduksi produk berkadar gula tinggi. Agar Anda terhindar dari berbagai penyakit akibat terlalu banyak konsumsi gula kenali beragam jenis makanan dengan kadar gula tinggi di sekitar Anda. Seperti di bawah ini! 1.      Gula pasir, cair, maupun pemanis lain Gula pasir atau gula cair sudah tentu merupakan makanan manis. Namun jangan hanya memperhatikan gula biasa saja. Pemanis buatan pun juga mengandung gula yang tinggi seperti brown sugar memiliki kandungan 97 % gula. Madu memiliki kandungan gula sebanyak 82 %, sirup sebesar 75 %.  Jika harus memilih pemanis alami, maka pilihlah gula tebu yang memiliki 55 % kadar gula. 2.      Minuman sachet dan minuman soda Minuman sachet biasanya mengandung kadar gula tinggi yang bahkan bisa mencapai 94 %. Minuman bersoda biasanya mengandung sekitar 38 gram gula dalam setiap 0,3 liter.  3.      Permen dan nougat Nougat mengandung gula sekitar 83 %. Permen buah bisa memiliki kadar hingga 81 %, sementara permen karet dan permen keras memiliki kadar gula sekitar 63 %. 4.      Kue, biskuit, dan pie Gula adalah bahan baku penting dalam pembuatan kue. Di antara makanan sejenis, macaroon mengandung 71 % gula, yang membuatnya salah satu makanan dengan kadar gula tertinggi di kelasnya. Rata-rata kue memiliki kadar gula hingga 63 %. 5.      Es krim dan milk shakes Es krim makanan enak ini juga mengandung banyak gula, yaitu sekitar 26%, di mana dalam setengah scoop es krim terkandung  14 gram gula di dalamnya. Sementara, milk shakes mengandung 23% gula, di mana dalam setiap 0,5 liter milkshake terkandung 84 gram gula. Selain makanan yang telah disebutkan diatas sebenarnya masih ada banyak makana lain yang mengandung gula oleh karena itu usahakan untuk selalu cek label kemasan untuk mengetahui kandungan gula didalam minuman atau makanan yang Anda konsumsi. Ingat semakin banyak makanan yang mengandung gula yang Anda makan maka kadar gula dalam tubuh pun akan semakin meningkat. Baca juga: Kadar Gula Darah dan Efeknya Pada Tubuh Anda Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: readersdigest
 14 Sep 2015    20:00 WIB
Minum Soda = Minum Bahan Bakar?!
Hobi minum minuman bersoda? Anda mungkin harus berpikir ulang! Selain mengandung banyak gula yang dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan Anda dan meningkatkan resiko terjadinya diabetes, minuman bersoda ternyata memiliki efek buruk lainnya seperti yang dapat Anda lihat di bawah ini.   Mengandung Bahan Bakar Tahukah Anda bahwa minuman bersoda ternyata mengandung sejenis zat kimia yang juga berfungsi sebagai bahan bakar? BVO atau brominated vegetable oil sebenarnya merupakan suatu zat yang berfungsi untuk membuat plastik tidak mudah terbakar. Negara Eropa dan Jepang telah melarang para pabrik pembuat minuman bersoda untuk memasukkan zat kimia berbahaya tersebut.   Membuat Tulang Menjadi Rapuh Tahukah Anda bahwa mengkonsumsi minuman bersoda ternyata juga berbahaya bagi kesehatan tulang dan gigi Anda? Minuman bersoda dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang dan membuat gigi menjadi rapuh. Selain itu, konsumsi minuman bersoda juga dapat menyebabkan terjadinya gangguan ginjal.   Memperpendek Umur Minuman bersoda, baik yang biasa maupun soda diet tetap mengandung asam fosfor, yang dapat membuat seseorang mengalami kecanduan. Hal inilah yang membuat Anda ingin terus mengkonsumsi minuman bersoda.  Selain dapat menyebabkan terjadinya kecanduan, asam fosfor di dalam minuman bersoda juga membuat umur tikus percobaan menjadi lebih pendek.   Jadi, bagi Anda para penggemar minuman bersoda, ada baiknya bila Anda mulai mengurangi atau bahkan menghentikan kebiasaan Anda tersebut, terutama bila Anda ingin hidup lama dan sehat!   Baca juga: Konsumsi Minuman Bersoda Membuat Umur Anda Menjadi Lebih Pendek, Benarkah?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: huffingtonpost
 19 Dec 2014    12:00 WIB
Benarkah Konsumsi Minuman Bersoda Tingkatkan Resiko Terjadinya Kanker?
Minuman bersoda dapat meningkatkan resiko terjadinya beberapa jenis kanker seperti kanker pankreas, kanker rahim, dan kanker esophagus (kanker kerongkongan). Sebuah penelitian di Cina menemukan bahwa mengkonsumsi minuman beralkohol sebanyak 2 botol atau lebih setiap minggunya dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker pankreas hingga 2 kali lipat dibandingkan dengan orang yang tidak mengkonsumsi minuman bersoda. Hal ini dikarenakan tingginya kadar gula di dalam minuman bersoda dapat meningkatkan kadar insulin di dalam tubuh, yang diduga dapat memicu pertumbuhan sel kanker pankreas. Sebuah penelitian lainnya yang mengamati lebih dari 23.000 orang wanita paska menopause menemukan bahwa satu-satunya kebiasaan yang menunjukkan adanya hubungan yang cukup signifikan dengan kanker endometrium adalah mengkonsumsi minuman manis. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi minuman manis sebanyak 2 botol atau lebih setiap minggunya memiliki resiko yang lebih tinggi (78% lebih tinggi) untuk menderita kanker endometrium tipe 1 yang bergantung pada kadar estrogen di dalam tubuh dibandingkan dengan wanita yang tidak mengkonsumsi minuman manis. Para peneliti di Inggris menemukan bahwa natrium benzoat (pengawet) yang digunakan untuk mencegah kerusakan pada minuman bersoda bila digabungkan dengan vitamin C dapat membentuk suatu zat karsinogenik, yaitu benzena. Penelitian lainnya di India menemukan adanya hubungan yang sangat signifikan antara konsumsi minuman bersoda dan peningkatan resiko terjadinya kanker kerongkongan.     Sumber: newsmaxhealth