Your browser does not support JavaScript!
 23 May 2014    14:00 WIB
Mengatasi Migrain dan Nyeri Kepala
Setiap orang yang pernah mengalami migrain dan nyeri kepala yang membandel karena migrain dan nyeri kepala dapat melemahkan mereka. Rasa nyeri yang berlebihan dapat membuat tubuh bisa berfungsi dengan baik. Tetapi dengan tehnik pengobatan yang baik maka para penderita migrain dapat hidup dengan lebih baik. Anda dapat menemukan pengobatan dengan obat-obatan, pengobatan alternatif dan mempelajari cara-cara mengurangi stress dan rileks.Berikut adalah cara mengatasi migrain dan nyeri kepala:    •    Ikutilah rencana pengobatan nyeri kepalaHindari pengobatan yang tidak dianjurkan oleh dokter Anda    •    Mengurangi stress emosionalAmbillah waktu untuk lebih rileks dan menjauh dari situasi yang menimbulkan stress. Pelajari tehnik relaksasi seperti bernafas dalam dan relaksasi otot.    •    Mengurangi stress fisikIstirahat yang cukup dan tidur yang cukup akan membuat Anda lebih rileks lagi sehingga Anda bisa menghadapi masalah di esok hari. Saat Anda duduk dalam waktu yang lama, cobalah berdiri setiap 1 jam. Tenangkan rahang, leher dan bahu Anda.    •    Berolahraga dengan teraturBerolahraga secara teratur minimal 20 menit tiga kali seminggu    •    Tetap menjaga rutinitasJagalah rutinintas hidup Anda seperti makan dengan teratur dan tidur dengan waktu yang sama setiap harinya    •    Berhenti merokokMerokok dapat memicu munculnya nyeri kepala, terutama nyeri kepala cluster menjadi lebih buruk lagi. Tanyakan kepada dokter Anda mengenai program untuk berhenti merokok yang efektif.    •    Mengetahui faktor pemicu dari nyeri kepalaCatatlah apa saja yang bisa menimbulkan nyeri kepada, dan hindarilah di waktu akan datang.    •    Terapi pencegahanWanita yang sering mengalami nyeri kepala pada masa menstruasi dapat melakukan terapi pencegahan ketika mereka mengetahui masa menstruasi akan datang.Sumber: webmd
 10 May 2014    16:00 WIB
Mengapa Berat Badan Meningkat Saat Berhenti Merokok?
Berhenti merokok merupakan tindakan yang dapat menyelamatkan nyawa Anda, tetapi beberapa orang tampak enggan untuk berhenti merokok karena kemungkinan akan mengalami peningkatan berat badan. Hal ini merupakan hasil penelitian terbaru yang diterbitkan di International Journal of Clinical Practice. Peneliti dari  the Penn State College of Medicine menganalisa 186 perokok yang tengah menjalani terapi untuk berhenti merokok (yang diindikasikan dengan partisipasinya didalam sesi terapi studi) dan 102 perokok yang tidak menjalani terapi (diindikasikan dari ketidaktertarikan mereka untuk menghadiri terapi). Semua perokok yang terlibat dalam penelitian ini merokok minimal lima batang rokok setiap harinya. Para peneliti kemudian menanyakan para peserta tentang masalah yang mungkin mereka miliki saat akan berhenti merokok dan peningkatan berat badan yang mereka alami saat menjalani proses berhenti merokok. Para peneliti juga menanyakan apakah para peserta merasa takut akan peningkatan berat badan di kemudian hari saat mereka sudah berhenti merokok. Para peneliti mengungkapkan sekitar separuh dari peserta mengalami rasa takut akan peningkatan berat badan yang diperoleh akibat berhenti merokok. Dan diantara mereka yang memiliki kepeduan akan berat abdan akan menghindari terapi untuk berhenti merokok. Peningkatan berat badan sudah lama dihubungkan dengan berhenti merokok. Pada penelitian yang diadakan oleh the British Medical Journal pada tahun 2012 menunjukkan bahwa mantan perokok bisa mengalami peningkatan berat badan sampai 5 Kg setelah mereka berhenti merokok. Para peneliti menyimpulkan penyebab dari peningkatan berat badan tersebut mungkin karena kemampuan dari nikotin untuk memberi tahu sel otak untuk berhenti makan karena sudah merasa kenyang. Walaupun proses berhenti merokok itu akan diikuti peningkatan berat badan, tetap saja tindakan tersebut dapat menurunkan resiko serangan jantung dan stroke dibandingkan mereka yang tetap merokok.Sumber: huffingtonpost
 10 May 2014    14:00 WIB
Apa Penyebab Dari Nyeri Kronik?
Nyeri, walaupun bukanlah hal yang menyenangkan, tetapi merupakan cara tubuh Anda memperingatkan ada sesuatu yang salah. Rasa kaku, kesemutan, merupakan tanda bahwa otot Anda mengalami kerusakan syaraf atau telah bekerja terlalu berat. Nyeri yang berkepanjangan (paling tidak berlangsung minimal tiga bulan atau lebih) dianggap sebagai nyeri kronik. Nyeri kronik dapat menyerang berbagai bagian tubuh, terutama di bagian bawah tubuh dan rentang sakit bisa dari ringan sampai berat. Nyeri dapat bersifat tajam, tumpul, sensasi seperti terbakar, gatal atau ditandai dengan kekakuan. Nyeri yang ditimbulkan oleh cedera atau trauma adalah hal yang lumrah, tetapi nyeri yang bersifat kronik dapat mengganggu kehidupan Anda sehari-hari dan juga pekerjaan Anda. Nyeri kronik dapat merusak emosi dan fisik Anda. rasa stress yang Anda alami bahkan dapat memperlemah sistem imunitas tubuh Anda dan dapat menyebabkan infeksi, kelelahan dan depresi.Pemicu dari nyeri kronik Sebanyak satu dari tiga orang di Amerika mengalami nyeri kronik, yang dapat berlangsung selama berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan tahunan. Akar penyebab dari nyeri kronis bisa berupa:•  Kimia: jika keseimbangan kimiawi di otak Anda terganggu maka Anda bisa merasakan nyeri yang berlangsung lama•  Neurogenik: jenis nyeri ini dapat dihasilkan oleh kerusakan sistem syaraf pusat yang menyebabkan gangguan pada syaraf pengatur nyeri•  Psikogenik: nyeri ini dapat dipicu oleh gangguan emosional dan masalah mental•  Psikologis: nyeri ini ditimbulkan karena gangguan personalistas atau masalah kejiwaan yang bermanifestasi menjadi nyeri secara fisik•  Tidak teridentifikasi: saat tes yang dilakukan tidak dapat memastikan penyebab pasti dari nyeri maka dokter akan menggolongkannya ke dalam nyeri yang tidak dapat diidentifikasi. Faktor resiko dari nyeri kronikDengan mengetahui penyebab dari nyeri kronis yang Anda rasakan maka Anda dapat mengatasi dan mencegah munculnya nyeri. Berbagai penyebab dari nyeri adalah:•  Usia: nyeri kronis memang bukanlah sesuatu yang normal terjadi, tetapi beberapa penyakit seperti arthritis dan diabetes dapat menyebabkan munculnya berbagai nyeri kronis karena gangguan sendi dan kerusakan nervus•  Kondisi kesehatan: fibromialgia, depresi atau gangguan kecemasan, cedera sendi, amputasi kaki dan operasi dapat menimbulkan nyeri yang bersifat kronik.•  Sistem imunitas: sistem imunitas yang melemah dapat menimbulkan berbagai ganguan seperti infeksi dan penyakit lainnya.•  Merokok: merokok dapat menyebabkan nyeri kronik dan menghambat penyerapan obat yang digunakan untuk meredakan sakit tersebut.•  Diet dan gaya hidup: memakan junk food, gaya hidup tidak sehat, mengkonsumsi alkohol dan kebiasaan tidak sehat lainnya dapat menyebabkan timbulnya nyeri kronik.Sumber: healthline
 09 May 2014    11:00 WIB
Berbagai Fakta Mengenai Rokok Elektronik
Rokok elektronik atau E-cigarettes diperkenalkan sebagai produk nikotin yang lebih aman dan lebih murah. Rokok elektronik terlihat dan terasa seperti rokok biasa tetapi tidak seperti rokok biasa, rokok elektronik dikabarkan tidak memiliki bahaya seperti rokok biasa. Pada suatu penelitian, hampir 70% perokok mengungkapkan bahwa mereka mempertimbangkan untuk berhenti merokok dan lebih dari 42% mengatakan mereka sudah berusaha untuk berhenti sejak tahun lalu. Saat ini semakin banyaknya orang yang mencoba rokok elektronik ini dan menjadikan rokok elektronik sebagai pengganti rokok biasa yang lebih nyaman. Sebelum Anda juga memutuskan untuk memilih produk ini, berikut adalah fakta mengenai rokok elektronik yang harus Anda ketahui.•  Rokok elektronik sama sekali tidak sama dengan rokok yang biasa Anda gunakan. Dengan bahasa yang lebih mudah rokok elektronik ini adalah suatu nikotin vaporiser. Alat ini memerlukan batere sebagai sumber tenaganya, yang akan menghangatkan cairan nikotin didalamnya dan mengubah cairan itu menjadi berbentuk asap yang dapat Anda hirup.•  Tidak diperlukan api seperti pada rokok biasa untuk menghidupkannya. Selain dari nikotin, produk ini tidak mengandung bahan kimia berbahaya lainnya seperti karbon dioksida atau tar yang biasanya terdapat di rokok biasa.•  Rokok elektronik tidak akan membahayakan lingkungan disekitar perokok, karena tidak ada asap yang dihasilkan saat Anda menghirupnya.•  Cairan yang ada didalam rokok elektronik ini merupakan kombinasi dari nikotin dan zat perasa seperti permen karet atau semangka, media penyampur dan beberapa zat tambahan lainnya. jumlah nikotin tergantung pada cartridge yang terinstal pada alat tersebut.•  Walaupun rokok elektronik ini tidak sepenuhnya bebas nikotin, tetapi nikotin yang dihasilkan mempengaruhi lingkungan pada level yang rendah dan tidak mempunyai efek samping apapun.•  Rokok elektronik tidaklah sepenuhnya aman seperti yang sudah diiklankan. Beberapa produk rokok elektronik mengandung bahan berbahaya yang toksik dan bersifat karsinogenik, yang dapat mematikan. Jadi bacalah dengan baik bahan yang terkandung dalam rokok elektronik sebelum Anda memutuskan untuk menggunakannya.•  Banyak badan kesehatan yang tidak menyetujui penggunaan rokok elektronik sebagai alternatif pengganti rokok biasa karena belum ada konfirmasi mengenai efek jangka panjang yang mungkin ditimbulkan.•  Rokok elektronik tidak dijual secara perorangan. Contol gratis dan penjualan menggunakan mesin sangat dilarang.Sumber: healthmeup
 07 Apr 2014    14:30 WIB
Tips Mencegah Terjadinya Kematian Bayi di Dalam Kandungan
Kematian bayi di dalam kandungan dapat terjadi pada siapa saja, bahkan pada wanita yang tidak memiliki faktor resiko apapun, tanpa gejala apapun. Wanita yang beresiko tinggi adalah wanita yang menderita diabetes atau tekanan darah tinggi sebelum hamil atau selama hamil. Wanita yang memiliki resiko tinggi harus memperoleh pengawasan yang lebih dan harus memperhatikan pergerakan bayinya beberapa kali sehari setiap harinya, terutama bila kehamilan telah berusia lebih dari 26 minggu. Segera hubungi dokter anda bila tendangan atau gerakan bayi anda berkurang. Bila bayi anda meninggal di dalam kandungan (lahir mati), maka anda sebaiknya menunggu selama beberapa saat sebelum berusaha untuk kembali hamil. Beberapa wanita yang kembali hamil pada 12 bulan pertama setelah mengalami keadaan ini menderita gangguan cemas dan depresi berat, yang terjadi selama kehamilan hingga 1 tahun setelah persalinan. Tergantung pada penyebabnya, kehamilan anda berikutnya mungkin merupakan kehamilan yang beresiko tinggi. Kesempatan anda untuk memperoleh bayi yang sehat akan meningkat bila anda menjaga kesehatan anda sebelum hamil dan melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur dan sedini mungkin. Dengan demikian, bidan atau dokter anda dapat memeriksa riwayat kesehatan anda dan melakukan pengobatan sedini mungkin terhadap berbagai gangguan yang anda alami. Beberapa hal yang dapat membantu anda untuk menjaga kesehatan diri dan bayi anda selama kehamilan adalah:•  Lakukanlah kegiatan olahraga yang sesuai dengan anda dan konsumsilah diet sehat. Dianjurkan agar anda mengkonsumsi 400 mcg asam folat setiap harinya sebelum hamil hingga kehamilan anda berusia 12 minggu. Berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai berapa dosis asam folat yang anda butuhkan•  Jangan merokok•  Jangan mengkonsumsi alkohol•  Jangan mengkonsumsi obat-obatan atau suplemen apapun sebelum berkonsultasi dengan dokter anda•  Jangan berhenti mengkonsumsi obat-obatan yang telah anda konsumsi sebelum berkonsultasi dengan dokter anda•  Hindari berbagai makanan mentah atau setengah matang •  Jangan berada terlalu dekat dengan orang yang sedang sakitSumber: webmd