Your browser does not support JavaScript!
 12 Dec 2019    18:00 WIB
Merokok Dapat Menghapus Kromosom Seks, Benarkah?
Tahukah Anda bahwa merokok ternyata benar-benar dapat menghapus kromosom seks? Kromosom seks merupakan sejenis kromosom yang berfungsi untuk menentukan jenis kelamin dan dapat mempengaruhi kesuburan seseorang. Kromosom seks terdiri dari 2 jenis, yaitu kromosom X dan kromosom Y. Walaupun banyak orang, terutama pria, mengira mereka akan tampak lebih keren saat merokok, akan tetapi merokok ternyata justru dapat membuat seorang pria kehilangan kromosom Y nya, yang dapat membuat mereka menjadi mandul karena berkurangnya jumlah sperma. Sebuah penelitian baru yang dilakukan di Swedia menemukan bahwa seorang pria yang merokok memiliki resiko yang lebih tinggi, bahkan hingga 3 kali lipat, untuk kehilangan kromosom Y nya dibandingkan dengan pria yang tidak merokok. Para peneliti mengatakan bahwa menghilangnya kromosom Y inilah yang mungkin merupakan salah satu penyebab mengapa pria lebih rentan menderita kanker tertentu yang terjadi akibat merokok dibandingkan dengan wanita. Kromosom Y merupakan kromosom seks yang hanya terdapat pada pria dan kromosom ini merupakan salah satu hal yang membuat pria menjadi seorang pria sesungguhnya. Kromosom Y ini juga mempengaruhi perkembangan buah zakar. Pada penelitian ini, para peneliti menganalisa lebih dari 6.000 orang pria dan juga memasukkan berbagai hal lain yang mungkin mempengaruhi hasil penelitian seperti usia, kebiasaan olahraga, kadar kolesterol darah, tingkat pendidikan, berapa banyak minuman beralkohol yang dikonsumsi, gaya hidupnya, kebiasaan merokok, dan sebagainya. Para peneliti menemukan bahwa seorang pria yang merokok memiliki resiko yang lebih tinggi untuk kehilangan kromosom Y nya dibandingkan dengan pria yang tidak pernah merokok atau yang telah menghentikan kebiasaan buruk tersebut. Akan tetapi, para peneliti menemukan bahwa menghilangnya kromosom Y ini mungkin bukanlah sesuatu hal yang permanen. Hal ini dikarenakan para peneliti menemukan bahwa hampir tidak ada perbedaan antara keadaan kromosom Y pada pria yang pernah merokok tetapi berhenti dengan seorang pria yang memang tidak pernah merokok. Seberapa banyak kromosom Y yang hilang tampaknya juga dipengaruhi oleh berapa banyak rokok yang Anda konsumsi. Hal ini berarti bahwa semakin banyak jumlah rokok yang Anda konsumsi, maka semakin banyak pula kromosom Y Anda yang hilang. Hasil penelitian ini mungkin merupakan salah satu jawaban dari pertanyaan mengapa seorang pria tampaknya memiliki usia yang lebih pendek dibandingkan dengan wanita.   Sumber: healthline
 11 Nov 2019    11:00 WIB
Inilah yang Terjadi Saat Anda Berhenti Merokok
Anda ingin berhenti merokok? Jika jawabannya "iya", Anda harus mencari beberapa alasan lagi untuk menguatkan tekad Anda untuk berhenti merokok, terutama untuk alasan kesehatan. Krena tidak perduli berapa lama Anda sudah menjadi perokok, apakah itu 30 hari atau 30 tahun, tubuh Anda mampu untuk membersihkan diri dari racun-racun kimia yang sudah anda hisap dari rokok. Seperti yang Anda ketahui, merokok adalah salah satu kebiasaan yang tidak sehat dan berdampak buruk untuk tubuh Anda. Rokok dapat merusak paru-paru, tenggorokan dan mulut, dan terbukti meningkatkan resiko terkena penyakit jantung dan saluran pernafasan. Sayangnya, karena zat-zat adiksi yang terkandung dalam rokok, seperti misalnya nikotin, berhenti merokok akan menjadi sangat sulit untuk beberapa orang Karena kekurangan motivasi, beberapa orang dapat dengan mudah kambuh karena stres atau faktor-faktor lain dan kemudian harus memulai lagi proses berhenti merokok dari awal. Tapi untuk sebagian besar orang mungkin tidak mengerti betapa sehat hidup mereka akan jika mereka belajar  untuk berhenti merokok, untuk selamanya. Sayangnya, Anda harus mengingat bahwa ada beberapa kemunduran yang mungkin terjadi saat Anda ingin berhenti merokok, terutama 4 permasalahan ini: Pencernaan: Anda mungkin mengalami nyeri ulu hati, lambat mencerna makanan, mual dan diare. Gejala-gejala ini mungkin akan bertambah berat. Penafasan: mungkin akan terjadi penyumbatan sinus, batuk, dahak dan suara serak Syaraf : Anda mungkin akan merasa pusing, kaku atau kejang,  kesemutan di kaki dan tangan Gangguan Tidur: Anda mungkin akan mengalami insomnia Efek ini merupakan akibat langsung dari tubuh Anda yang sedang memperbaiki kerusakan yang diakibatkan oleh merokok, dan mulai kembali merokok  hanya akan mengacaukan kembali rencana Anda untuk sehat. Jika Anda berhasil melalui masa ingin kembali merokok (yang seharusnya hanya berlangsung 3-4 minggu), Anda akan melihat perbaikan kesehatan dengan segera dan lebih lama. Untuk memberikan gambaran tentang manfaat yang akan Anda dapatkan setelah Anda berhenti merokok, American Cancer Society telah menciptakan kerangka waktu agar Anda dapat melihat keuntungan-keuntungan yang dapat Anda peroleh setelah berhenti merokok, bahkan hanya dalam waktu 20 menit berhenti merokok akan memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan Anda. Penasaran dengan apa yang terjadi dengan tubuh sejak Anda mulai berhenti merokok? 20 Menit setelah berhenti merokok Berhenti merokok akan mempengaruhi arteri dan tekanan detak jantung. Dalam waktu 20 menit setelah berhenti merokok, detak jantung dan tekanan darah Anda akan langsung menurun. 12 Jam setelah berhenti merokok Setelah 12 jam berhenti merokok, tingkat karbon monoksida pada darah akan menurun. 2 minggu hingga 3 bulan setelah berhenti merokok Sirkulasi dan fungsi paru-paru akan mulai membaik setelah berhenti merokok selama dua minggu hingga 3 bulan. 1 sampai 9 bulan setelah berhenti merokok Batuk dan napas yang pendek akan berkurang. Silia (rambut halus pada saluran pernapasan yang menggerakkan lendir keluar dari paru-paru) akan mulai berfungsi dengan normal dan semakin efektif untuk menghilangkan lendir serta membersihkan paru-paru. Hal ini juga menurunkan risiko terjadinya infeksi. 1 tahun setelah berhenti merokok Setelah berhenti merokok selama satu tahun, risiko terkena penyakit jantung koroner akan berkurang.  5 tahun setelah berhenti merokok Jika berhasil berhenti merokok selama lima tahun, risiko terkena kanker mulut, kanker tenggorokan, laring, dan kandung kemih akan berkurang hingga 50 persen. Risiko terkena kanker serviks juga akan berkurang dan hampir menyamai risiko orang yang tak pernah merokok. Risiko terkena stroke juga menurun drastis dalam jangka waktu 2-5 tahun setelah berhenti merokok. 10 Tahun setelah berhenti merokok Setelah 10 tahun, risiko meninggal akibat kanker paru-paru akan menurun hingga 50 persen dibandingkan dengan orang yang masih merokok. Begitu juga dengan kanker laring yang menyerang kotak suara dan penyakit pankreas. 15 Tahun setelah berhenti merokok Setelah tak merokok selama 15 tahun, risiko terkena penyakit jantung koroner akan menurun drastis dan hampir sama dengan orang yang tak pernah merokok. Menghentikan kebiasaan merokok memang sulit.  Jika Anda ingin berhenti merokok, Anda harus benar-benar tegas dan kuat, terutama bila Anda mengalami keinginan untuk kembali merokok yang kuat, atau bahkan jika Anda sedang kambuh. Pada perokok lama akan mengalami pertempuran yang kuat untuk mengalahkan kecanduannya dibanding perokok yang baru, tetapi manfaat yang akan Anda dapatkan dalam jangka pendek dan jangka panjang akan lebih berharga.   Sumber: dailyhealthpost
 01 Nov 2019    11:00 WIB
Berapa Lama Nikotin Bertahan Didalam Tubuh?
Nikotin adalah bahan aktif dalam produk tembakau seperti cerutu, rokok, tembakau pipa Ketika Anda merokok, nikotin akan masuk ke dalam aliran darah. Berapa lama waktu yang dibutuhkan nikotin untuk benar-benar meninggalkan tubuh tergantung beberapa faktor, seperti: Berapa banyak tembakau yang Anda gunakan Jenis tes yang dilakukan untuk mengukur tingkat nikotin Bagaimana kemampuan tubuh memetabolisme racun. Berapa lama nikotin berada di dalam tubuh? Saat seseorang menghisap nikotin maka nikotin akan masuk dalam tubuh dan akan dirubah menjadi kotinin di paru-paru sebelum keluar dari dalam tubuh melalui urin. Nikotin dan kotinin dapat dideteksi dalam darah, urin, air liur dan rambut. Nikotin dalam Darah Saat lab menguji tingkat nikotin, biasanya nikotin akan hilang dalam waktu 1-3 hari setelah Anda berhenti menggunakan tembakau. Jika lab menguji untuk tingkat kotinin, kotinin akan terus terdeteksi selama 1-10 hari setelah penggunaan terakhir tembakau. Nikotin dalam Urin Kadar nikotin dan kotinin dalam urin biasanya tidak terdeteksi dalam waktu 3-4 hari setelah berhenti menggunakan produk tembakau. Namun, bagi perokok pasif, tes urin nikotin bisa positif selama 15 sampai 20 hari. Kotinin juga bisa lebih lama untuk dibuang bila menggunakan rokok mengandung mentol Nikotin dalam air liur Tes air liur dapat mendeteksi tingkat kotinin sampai 4 hari. Nikotin di Rambut Tes folikel rambut bisa dilakukan selama berbulan-bulan setelah merokok. Hal ini sangat akurat untuk 1-3 bulan setelah Anda berhenti merokok dan nikotin dapat terdeteksi sampai satu tahun. Ini merupakan tes khusus yang digunakan bila tes lain mempunyai hasil yang kurang memuaskan Sumber: newhealthguide
 05 Oct 2019    08:00 WIB
Berbagai Kebiasaan yang Dapat Merusak Kulit Anda
Ekspresi sedih Saat anda sedih, wajah anda akan mengekspresikannya dengan cara mengerutkan alis, mengerutkan bibir, dan menegangkan otot-otot wajah. Semua hal ini dapat mengganggu kesehatan kulit anda dan mempercepat pembentukan keriput pada kulit. Tidak Memakai Pelindung Tabir Surya Pelindung tabir surya merupakan salah satu hal penting bagi pencegahan penuaan kulit akibat paparan sinar matahari. Sekitar 90% keriput pada kulit disebabkan oleh paparan sinar matahari. Oleh karena itu, gunakanlah krim pelindung tabir surya denan SPF 30 setiap harinya. Selain itu, gunakanlah pelindung tabir surya yang juga melindungi anda dari UVA dan UVB. UVA dapat menyebabkan kulit anda terbakar, sedangkan UVB dapat membuat kulit anda lebih hitam dan menyebabkan pembentukan keriput. Paparan sinar matahari yang mengandung UVA dan UVB juga dapat meningkatkan resiko terkena kanker kulit. Menyukai Makanan Manis Terlalu banyak mengkonsumsi gula dapat mempercepat proses penuaan kulit anda (glikation). Gula mempengaruhi kadar kolagen dan elastin di dalam kulit anda. Kolagen dan elastin berfungsi untuk menjaga kekencangan dan kelenturan kulit anda. Dengan demikian, mengkonsumsi gula secara berlebihan dapat menyebabkan pembentukan keriput dan kulit anda lebih longgar. Kurang Tidur Saat anda tidur, kulit anda juga memperbaiki dirinya. Tidur yang kurang berarti kulit anda juga memiliki waktu yang lebih sedikit untuk memperbaiki dirinya. Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya keriput dan menurunnya elastisitas kulit anda. Orang dewasa biasanya membutuhkan tidur selama sekitar 7-8 jam setiap harinya. Selain itu, posisi tidur anda juga mempengaruhi kulit anda. Tidur dengan posisi menyamping membuat wajah anda tertekan dan menyebabkan terbentuknya keriput. Gunakanlah bantal yang lembut dan tidak terlalu menekan wajah anda. Merokok Selain menyebabkan gangguan pada jantung dan paru-paru anda, merokok juga sangat buruk bagi kesehatan kulit anda. Pada saat anda menghisap rokok, maka anda menyebabkan terbentuknya keriput pada daerah di sekitar bibir anda. Merokok juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker kulit, membuat kulit tampak lebih pucat, dan luka lebih lambat menyembuh. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya infeksi dan terbentuknya jaringan parut, termasuk jaringan parut akibat jerawat.   sumber: webmd
 02 Oct 2019    11:00 WIB
Tips Mengatasi Kecanduan Merokok
Rokok merupakan salah satu kebiasaan yang paling sulit dihilangkan. Dibutuhkan tekad dan kemauan yang kuat untuk menghentikan kebiasaan ini. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang mungkin dapat membantu anda menghentikan kebiasaan merokok anda, walaupun memang sulit.   Tunggu Setiap kali anda merasa ingin merokok, katakanlah pada diri anda untuk menunggu selama 10 menit dan lakukanlah hal lainnya. Hal ini pada akhirnya akan membuat anda melupakan keinginan anda tersebut. Lakukan dan ulangilah hal ini sesering mungkin.   Jangan Tergoda Buanglah jauh-jauh pikiran bahwa anda hanya akan merokok satu batang saja. Bila anda tergoda dan akhirnya mulai merokok, maka akan sangat sulit bagi anda untuk berhenti. Dari satu batang rokok, anda dapat meneruskannya menjadi beberapa batang hingga satu bungkus, yang pada akhirnya membuat anda kembali merokok.   Kenali Pemicu Anda Setiap orang mempunyai kebiasaan yang berbeda mengenai kapan mereka biasa merokok. Bila anda terbiasa merokok setelah makan atau saat menonton televisi, maka pada saat-saat inilah anda akan merasakan keinginan yang kuat dan sulit ditahan untuk merokok. Pada saat-saat seperti ini, sebaiknya anda melakukan hal lainnya. Setelah makan, anda dapat mengunyah permen untuk menghentikannya. Saat menonton televisi, anda dapat menggantikan kebiasaan merokok anda dengan mengisap permen atau memakan buah-buahan.   Olahraga Berolahraga dan tetap menyibukkan diri anda dapat membuat anda melupakan keinginan anda untuk merokok. Berolahragalah selama 30 menit setiap harinya, hal ini dapat membantu anda mengurangi keinginan merokok. Bila anda tidak menyukai olahraga, anda dapat melakukan kegiatan lain yang anda sukai, seperti membaca, menulis, menjahit, atau hal lainnya yang dapat membuat anda sibuk sepanjang hari dan melupakan keinginan anda untuk merokok.   Terapi Pengganti Nikotin Saat ini telah banyak obat dan berbagai hal lainnya yang dapat digunakan sebagai pengganti nikotin pada rokok yang membuat anda merasa terus ingin merokok. Berbagai jenis koyo nikotin atau permen dapat digunakan sebagai pengganti rokok.   Kunyahlah Sesuatu Mengunyah permen karet atau menghisap permen dapat membantu anda di saat keinginan untuk merokok terasa sangat kuat. Untuk membantu perokok menghentikan kebiasaan diperlukan kesadaran perokok akan akibat buruk dari rokok bagi dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Selain itu, diperlukan dukungan keluarga dan orang-orang terdekat untuk terus menyemangati dan mendukung perokok untuk menghentikan kebiasaannya. Setiap kali anda berhasil melawan keinginan untuk merokok, maka semakin cepat anda dapat menghentikan kebiasaan merokok tersebut. Baca juga: Tips Membantu Remaja Berhenti Merokok Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang sumber: webmd
 11 Sep 2019    18:00 WIB
Pengaruh Rokok Pada Kesehatan Tulang
Berapa pun usia anda, rokok tetaplah memiliki pengaruh buruk terhadap kesehatan tulang anda. Pembentukan massa tulang telah dimulai sejak masa kanak-kanak dan mencapai puncaknya hingga usia 30 tahun. Seorang perokok tidak akan memperoleh pertumbuhan tulang yang maksimal. Perokok biasanya akan memiliki tulang yang lebih kecil dan lebih tipis daripada orang yang tidak merokok. Wanita yang telah memasuki masa menopause akan mengalami penurunan hormon estrogen yang penting bagi tulang. Penurunan kadar estrogen disertai kebiasaan merokok dapat membuat penipisan tulang berlangsung semakin cepat.   Pengaruh Rokok Terhadap Kesehatan Tulang Nikotin dan berbagai racun lainnya yang terdapat di dalam rokok dapat mempengaruhi kesehatan tulang anda dari berbagai aspek. Merokok dapat meningkatkan radikal bebas (suatu molekul yang menyerang dan membunuh sel-sel pertahanan tubuh anda. Hal ini dapat menyebabkan suatu reaksi kerusakan beruntun di dalam tubuh anda, termasuk berbagai sel, organ, dan hormon yang berpengaruh dalam menjaga kesehatan tulang anda. Racun yang terdapat di dalam rokok dapat mempengaruhi keseimbangan hormon (estrogen) yang diperlukan oleh tulang agar tetap kuat. Merokok membuat hati anda menghasilkan lebih banyak enzim penghancur hormon, yang pada akhirnya juga dapat menyebabkan penipisan tulang, terutama saat anda memasuki masa menopause. Selain itu, merokok juga dapat memicu berbagai perubahan yang juga dapat merusak kesehatan tulang anda, yaitu meningkatkan kadar hormon kortisol yang menyebabkan penghancuran tulang. Merokok juga mengganggu kerja hormon kalsitonin (membantu pembentukan tulang). Nikotin dan radikal bebas juga membunuh sel osteoblast, yaitu suatu sel yang berfungsi untuk membuat sel tulang baru. Merokok juga dapat merusak pembuluh darah anda sehingga aliran darah yang menyuplai oksigen ke berbagai organ juga terganggu. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa apabila seorang perokok mengalami patah tulang, maka proses penyembuhannya pun biasanya berlangsung lebih lambat karena gangguan aliran darah. Selain kerusakan pada pembuluh darah, merokok juga dapat merusak saraf pada kaki dan ibu jari kaki anda, yang membuat anda lebih mudah jatuh dan mengalami patah tulang. Perokok memiliki resiko patah tulang 2 kali lebih tinggi daripada bukan perokok. Perokok berat memiliki resiko patah tulang yang lebih tinggi lagi.   Dapatkah Berhenti Merokok Memperbaiki Kesehatan Tulang Anda? Pertumbuhan tulang merupakan suatu proses yang berlangsung lambat, oleh karena itu diperlukan waktu yang cukup lama untuk memperbaiki kerusakan yang telah terjadi, beberapa bahkan tidak dapat diperbaiki kembali. Semakin banyak konsumsi rokok anda, maka akan dibutuhkan waktu semakin lama untuk memperbaiki kesehatan tulang anda tersebut. Sebuah penelitian menemukan bahwa setelah setahun berhenti merokok, sekelempok wanita yang telah memasuki masa menopause dapat mengalami perbaikan kepadatan tulang daripada wanita yang terus merokok.   Tips Berhenti Merokok Terdapat berbagai cara untuk berhenti merokok, yaitu: Tentukan tanggal di mana anda akan mulai berhenti merokok dan bulatkan tekad anda untuk melakukannya Bila anda mengalami kesulitan langsung berhenti secara keseluruhan, anda dapat memulainya dengan mengurangi jumlah rokok yang anda hisap setiap harinya, terus lakukan hal ini hingga akhirnya anda dapat berhenti merokok sama sekali Terdapat beberapa obat-obatan yang dapat membantu anda Dukungan dari keluarga atau orang terdekat juga sangat penting Sibukkan diri anda untuk membuat keinginan anda merokok menjadi berkurang, terutama bila anda lebih sering merokok saat tidak ada kegiatan untuk dilakukan Bila anda merasakan desakan untuk merokok, cobalah untuk menunda merokok, katakana pada diri anda bahwa anda akan melakukannya 10 menit lagi, dan terus ulangi hal ini hingga anda akhirnya tidak ingin merokok lagi Bila anda mengalami kesulitan, hubungi dokter anda untuk memperoleh bantuan   Sumber: webmd
 11 Jul 2019    11:00 WIB
Hal-hal Yang Membuat Flu Semakin Memburuk
Kebanyakan dari kita mempunyai mitos-mitos yang salah mengenai flu.  Anda tidak akan membuat flu anda semakin buruk hanya karena anda keluar dengan kepala yang basah atau karena kamar anda berangin. Tapi ada beberapa mitos yang benar. Ketika anda sakit, ada beberapa hal yang umumnya anda lakukan yang justru akan membuat anda bertambah sakit. Berikut ini hal-hal yang dapat memperburuk flu anda : -  Bepura-pura tidak sakit Berpura-pura sedang sakit tidak akan berhasil, anda tidak dapat mengabaikan flu begitusaja. Anda perlu beristirahat. Tubuh anda membutuhkan energy lebih untuk melawan infeksi. Jika anda tetap memaksakan untuk beraktifitas saat anda sedang batuk atau bahkan demam, maka anda hanya akan membuat tubuh anda kelelahan dan flu anda semakin memburuk. -  Tidur tidak cukup Tidur yang cukup adalah kunci untuk mendapatkan sistem imunitas yang sehat. Salah satu studi menunjukkan jika anda tidur kurang dari 7 jam sehari, maka anda tiga kali lebih rentan terkena flu disbanding orang yang tidur 7 jam sehari. Jika gejala-gejala flu membuat anda sulit tidur dan terjaga sepanjang  malam, cobalah tidur lebih awal atau tidur siang. Anda memerlukan istirahat ekstra, kapan saja anda bisa. -  Mendapat stress Ternyata stress dapat membuat anda lebih mudah terkena flu. Bekerja lewat waktu, peningkatan level dari hormon stress dapat mencegah sistem imunitas bekerja secara normal. -  Minum terlalu sedikit Anda membutuhkan banyak minum ketika sedang sakit. Karena air akan membantu mengencerkan dahak dan melancarkan aliran sinus. Cairan apapun akan sangat membantu. Air putih, jus buah, the hangat dan sup. Bahkan susu juga baik, bertolak belakang dengan mitos yang selama ini ada, jika susu akan memperburuk lender dan dahak. -  Minum alkohol Minum alkohol terlalu banyak akan menyebabkan anda dehidrasi dan memperburuk gejala-gejala flu anda. Dehidrasi juga akan menekan sistem imunitas dan alkohol juga beresiko berinteraksi dengan obat flu yang anda minum. -  Menggunakan decongestan berlebihan Hati-hati dalam menggunakan decongestan spray. Obat ini terlihat bekerja dengan baik pada awalnya, tetapi jika anda menggunakanya lebih dari 3 hari, hidung anda akan tersumbat lebih buruk saat anda menghentikan penggunaan decongestan tersebut. -  Merokok Perokok lebih sering terkena flu dibanding orang yang tidak merokok. Perokok juga sering mendapat flu yang berat dan sembuh dalam waktu yang lebih lama. Merokok dapat merusak sel-sel di paru-paru, sehingga mempersulit proses penyembuhan flu. Jika anda menderita flu, jangan merokok ! hindari juga berada di lingkungan perokok. Baca juga: Apa pengaruh menggunaka masker saat flu? Sumber : webmd 
 17 Apr 2019    08:00 WIB
Berbagai Terapi Untuk Bekuan Darah (DVT)
Terdapat beberapa cara untuk mengobati trombosis vena dalam (DVT), mulai dari obat pengencer darah, penggunaan stoking, dan filter vena cava.   Obat Antikoagulan Obat pengecer darah atau antikoagulan dapat mencegah bekuan darah yang telah anda semakin membesar atau terlepas dari dinding pembuluh darah dan masuk ke dalam paru-paru, jantung, atau otak. Selain itu, obat ini juga dapat mencegah pembentukan bekuan darah. Obat antikoagulan biasanya diberikan melalui suntikan saat pertama kali karena kerjanya lebih cepat daripada yang diminum melalui mulut. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi obat antikoagulan apapun dan periksakan diri anda secara teratur untuk memastikan bahwa dosis yang anda gunakan sudah tepat. Salah satu obat antikoagulan yang sering digunakan adalah warfarin. Walaupun harganya tidak terlalu mahal, tetapi obat ini berinteraksi dengan berbagai jenis makanan dan obat-obatan lainnya sehingga penggunanya harus berhati-hati terhadap makanan dan obat-obatan. Terdapat obat antikoagulan yang lebih baru tidak berinteraksi dengan makanan dan tidak membutuhkan pemeriksaan darah rutin, yaitu eliquis, pradaxa, dan xarelto. Salah satu efek samping terbesar dari obat antikoagulan adalah resiko perdarahan. Bahkan luka kecil pun dapat menyebabkan perdarahan. Segera hubungi dokter anda bila perdarahan tidak berhenti atau bila anda terjatuh atau membentur sesuatu. Anda biasanya harus mengkonsumsi obat antikoagulan ini selama 3 bulan atau lebih atau bahkan seumur hidup anda. Konsultasikan dengan dokter anda mengenai berapa lama dan dosis obat yang anda perlukan.   Stoking Kompresi Selain obat antikoagulan, dokter biasanya juga akan menyarankan agar anda mengenakan stoking kompresi. Stoking ini digunakan mulai dari tumir hingga bagian atas atau bawah lutut anda. Stoking ini dapat membantu mengurangi nyeri, pembengkakan pada kaki, dan mencegah pembentukan bekuan darah lainnya. Terdapat 3 jenis stoking kompresi, yaitu: Support pantyhose yang memberikan tekanan paling sedikit Stoking yang dijual bebas memberikan tekanan yang lebih besar daripada support pantyhose Stoking kompresi khusus yang memberikan tekanan terbesar Anda mungkin harus menggunakan stoking kompresi ini selama 2 tahun atau lebih setelah terdiagnosa menderita DVT. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda mengenai jenis stoking mana yang sesuai untuk anda.   Filter Vena Cava Jika obat antikoagulan tidak dapat menghentikan pembentukan bekuan darah atau bila anda tidak dapat menggunakan obat antikoagulan, maka anda dapat menggunakan filter vena cava. Filter ini dimasukkan melalui pembuluh darah vena besar di perut untuk menangkap bekuan darah sebelum bekuan darah ini mengalir masuk ke dalam paru-paru anda. Filter ini berbentuk seperti saringan kecil sehingga darah dapat melewatinya, tetapi bekuan darh tidak dapat.   Pencegahan DVT Selain penggunaan stoking kompresi, terdapat beberapa cara lain untuk mencegah terjadinya DVT, yaitu: Turunkan berat badan anda bila berat badan anda berlebih Berhenti merokok Jika anda harus duduk dalam waktu lama, maka usahakanlah untuk berjalan-jalan setiap 1 atau 2 jam Jika anda duduk lama dan tidak dapat berjalan-jalan, maka tekuklah betis dan bagian bawah kaki anda sehingga sirkulasi darah di kaki anda tetap lancar  Baca juga: Tekanan Darah Tinggi dan Gangguan Fungsi Seksual Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 16 Apr 2019    16:00 WIB
Paru-Paru Bengkak Emphysema Karena Asap Rokok
Hai guys! Salam sehat dari Dokter.ID untuk para follower di Indonesia. Hari ini kita akan membahas tentang Emphysema. Bagi para perokok berat, siap-siap mendengarkan yah! Karena ini ada hubungannya dengan kalian. Mari kita pelajari bersama. Apa itu Emphysema? Emphysema (pembengkakan paru-paru) adalah salah satu penyakit yang terdiri dari COPD (penyakit paru obstruktif kronis). Emphysema melibatkan kerusakan bertahap pada jaringan paru-paru, khususnya penipisan dan penghancuran alveoli atau kantung udara. Mengapa Emphysema bisa terjadi? ada banyak penyebab perkembangan Emphysema. Namun, sebagian besar kasus Emphysema (COPD) di Amerika Serikat dan negara-negara lain disebabkan oleh paparan asap rokok. Meskipun genetika mungkin berperan, peradangan yang dimediasi oleh sel-sel tubuh (neutrofil, makrofag, dan limfosit) biasanya dipicu oleh paparan senyawa inflamasi, banyak di antaranya ditemukan dalam asap tembakau. Respon sistem kekebalan tubuh mengarah pada penghancuran elastin dan elemen struktural lainnya di paru-paru, yang pada akhirnya menghasilkan area di paru-paru yang tidak dapat berfungsi secara normal. Orang dengan kekurangan alpha-1 antitrypsin memiliki kondisi autosomal yang diwariskan yang menghasilkan peningkatan kerusakan elastin di paru-paru, yang mengakibatkan COPD (emphysema). Ketika iritasi dan zat asing memasuki alveoli, biasanya melalui inhalasi, proses inflamasi dimulai. Pesan kimia dikirim merekrut sel darah putih untuk menghilangkan bahan asing ini. Sel-sel ini melepaskan enzim yang menghancurkan zat ini. Biasanya, enzim-enzim ini, seringkali trypsins (protein desolving enzymes) bekerja untuk menghilangkan bahan ini. Tubuh memiliki enzim anti-trypsin yang menghancurkan trypsin ketika zat asing tidak ada lagi. Dalam kasus defisiensi alfa satu antitripsin genetik, enzim-enzim ini terus bekerja tanpa henti menghancurkan jaringan paru-paru normal yang berdekatan, menghasilkan Emphysema. Banyak dari mereka yang didiagnosis dengan Emphysema secara bertahap menurunkan berat badan dan kurus. Bagi sebagian orang, Emphysema berkembang lambat, dan bagi yang lain, Emphysema berkembang cepat. Namun, gejala Emphysema serupa dan termasuk: Batuk Tiada Henti - Juga dikenal sebagai batuk perokok, batuk persisten adalah tanda kerusakan dan iritasi pada paru-paru akibat emfisema. Desah - Ketika udara melewati saluran pernapasan bronkiolus yang sempit atau rusak (atau struktur seperti pohon), udara bergerak secara tidak normal dan menyebabkan suara siulan saat bernapas. Dada serasa tertekan - Bagi banyak orang dengan Emphysema, sesak dada atau perasaan tidak mampu bernapas sangat menakutkan dan sering diperburuk oleh kecemasan. Sesak Nafas - ini adalah perasaan bahwa bernafas membutuhkan lebih banyak usaha daripada yang biasanya diperlukan. Napas pendek bisa terjadi saat mengerahkan diri, duduk atau berbaring rata. Merokok adalah faktor risiko terbesar untuk penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), yang meliputi bronkitis kronis dan Emphysema. Ini meningkatkan risiko kita meningkat dan mati karena COPD. Sekitar 85 hingga 90 persen dari kasus COPD disebabkan oleh merokok. Perokok wanita hampir 13 kali lebih mungkin meninggal akibat COPD dibandingkan wanita yang tidak pernah merokok; pria perokok hampir 12 kali lebih mungkin meninggal akibat COPD dibandingkan pria yang tidak pernah merokok. Faktor risiko lain untuk COPD termasuk: Paparan polusi udara. Menghirup asap rokok bekas. Bekerja dengan bahan kimia, debu, dan asap. Kondisi genetik yang disebut defisiensi Alpha-1. Riwayat infeksi pernapasan pada anak-anak. Ada tiga jenis Emphysema morfologis; 1) centriacinar, 2) panacinar, dan 3) paraseptal. Centriacinar dimulai pada bronkiolus pernafasan dan menyebar secara perifer terutama di bagian atas paru-paru dan biasanya dikaitkan dengan merokok lama. Panacinar mendominasi di bagian bawah paru-paru dan menghancurkan jaringan alveolar dan dikaitkan dengan defisiensi antitripsin alpha-1 homozigot, suatu penyakit genetik. Emphysema paraseptal yang berlokasi di sekitar septa paru-paru atau pleura, sering dikaitkan dengan proses inflamasi, seperti infeksi paru-paru sebelumnya. Cara Menguji Emphysema ada beberapa cara: Pemeriksaan fisik akan dilakukan. Dokter akan memberi perhatian khusus pada bunyi pernapasan, bunyi jantung, dan penampilan fisik umum kita. Rontgen. Tes fungsi paru-paru. Untuk kasus genetik seperti alpha-1-antitrypsin, dokter mungkin menganjurkan tes darah untuk mengevaluasi penyakit genetik ini. Perawatan Emphysema bisa dimulai dari hal kecil, seperti: berhentilah merokok. Terapi obat. Rehabilitasi paru-paru. Terapi oksigen. Pembedahan Jika kita menderita Emphysema berat dengan kerusakan paru-paru lanjut. Vaksinasi (vaksinasi influenza, vaksin pneumokokus) ini akan membantu mengurangi eksaserbasi yang efektif. Diuretik– Jika kita memiliki komplikasi gagal jantung kanan, kita mungkin dirawat dengan tablet untuk menghilangkan kelebihan cairan. Eksaserbasi akut - Serangan akut harus ditangani dengan bronkodilator, oksigen tambahan, antibiotik, dan glukokortikoid. Anti Depresi - Karena Emphysema dapat menyebabkan kecacatan yang signifikan, tidak jarang pasien menjadi depresi. Obat konseling dan antidepresan dapat membantu kita mengatasi hal ini. Kontrol berat badan - Adalah penting bahwa kita menjaga berat badan dan nutrisi yang sehat, makan-makanan yang sehat dan bernutrisi, vitamin, banyak minum air putih dan olah raga secara teratur (ciptakan pola hidup sehat). Demikianlah pembahasan kita hari ini tentang Emphysema, pasti bermanfaat bagi kita semua, dan penting sekali punya paru-paru yang sehat, so dimulai dari berhenti merokok yah! Sampai jumpa!.