Your browser does not support JavaScript!
 11 Aug 2019    16:00 WIB
Mengapa Darah Haid Encer, Kental Atau Berlendir ?
Setiap wanita akan mengalami periode menstruasi dan hal ini adalah hal yang normal. Namun ada beberapa wanita yang bisa mengalami perubahan saat haid. Ada yang mengalami keterlambatan, terlalu cepat, darah yang keluar sedikit atau terlalu banyak. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai konsistensi dari darah haid. Faktanya adalah darah haid berbeda dengan darah di bagian tubuh yang lain, yaitu tidak mudah menggumpal. Bila mudah menggumpal maka tentu akan sulit keluar. Kemudian bagaimana konsistensi darah haid yang normal, konsistensi yang normal yaitu tidak seencer obat merah dan sekental saus tomat.   Kental Seperti Bergumpal Sesekali dalam periode menstruasi yang berat, setiap wanita akan melihat segumpal darah di toilet mereka, dan itu tidak masalah. Menurut CDC, bekuan darah yang kurang dari ukuran seperempat darah yang keluar bukanlah masalah besar. Tapi bila semakin banyak gumpalannya, maka bisa jadi ini tidak normal. Gumpalan darah yang keluar terlalu besar maka pertanda gangguan hormonal atau pertumbuhan benjolan kecil di dalam rahim yang disebut fibroid rahim. Kondisi ini bisa dialami oleh wanita sebelum usia 50 tahun dan bisa saja menyebabkan gangguan kehamilan dan menimbulkan rasa nyeri.   Encer Seperti Berair Terkadang Anda juga bisa mengalami hal ini, darah yang keluar seperti encer dan berair. Apabila Anda sering mengalami hal ini, atau dirasakan terlalu encer sampai warna sepertinya memudar bisa jadi ini dikarenakan adanya tumor ovarium atau tumor tuba falopi.   Licin dan Berlendir Jika Anda memperhatikan bahwa menstruasi Anda sedikit lebih licin daripada biasanya, itu mungkin hanya karena darah menstruasi Anda telah bercampur dengan lendir serviks. Di kanal yang mengarah ke rahim, ada sel penghasil lender. Lendir ini justru membantu melindungi dan mengarahkan sperma ke sel telur atau bisa juga menebal bila dipengaruhi oleh kontrasepsi hormonal untuk mencegah kehamilan. Apapun, ini bukan masalah besar jika sebagian bercampur dengan darah haid.   Kondisi diatas merupakan penyebab konsistensi darah haid Anda berubah, apabila Anda merasa ada yang salah dengan tubuh Anda maka ada baiknya Anda melakukan kontrol ke dokter spesialis kandungan.   Baca juga: Bercinta Saat Menstruasi Picu Terjadinya Berbagai Penyakit Berbahaya, Masa Sih?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: womenshealthmag
 28 Jun 2019    16:00 WIB
Ngidam Makanan Manis dan Berlemak Sebelum Menstruasi, Mengapa Demikian?
Apakah Anda merupakan salah satu dari para wanita yang selalu ingin mengkonsumsi makanan manis penuh lemak saat menstruasi Anda akan segera datang? Bila Anda bingung mengenai mengapa hal ini terus terjadi, maka hormon Anda mungkin merupakan penyebabnya. Masa premenstruasi merupakan saat di mana kadar hormon stress, yaitu hormon kortisol meningkat dan kadar hormon serotonin (hormon yang membuat Anda merasa bahagia) menurun. Perubahan kadar hormonal ini membuat tubuh Anda menginginkan berbagai jenis makanan yang mengandung banyak gula dan lemak karena keduanya dapat meningkatkan kadar hormon serotonin dan menurunkan produksi hormon kortisol, yang tentu saja dapat membuat Anda merasa lebih bahagia dan rileks. Jadi, apa yang harus Anda lakukan untuk mengatasi hal ini? Walaupun banyak wanita mengira tidak ada yang dapat mereka lakukan untuk mencegah keinginan untuk mengkonsumsi makanan manis dan berlemak tersebut, akan tetapi sebenarnya terdapat suatu cara. Caranya adalah pastikan Anda menghindari berbagai jenis makanan olahan, kafein, dan karbohidrat olahan 2 minggu sebelum menstruasi Anda dimulai dan tingkatkan konsumsi serat dan protein Anda. Hal ini dapat membantu menjaga keseimbangan kadar hormonal di dalam tubuh Anda dan menjaga kadar gula darah Anda tetap stabil di sepanjang hari. Mengapa harus menghindari ketiga jenis makanan di atas? Hal ini dikarenakan kafein dapat meningkatkan kadar hormon kortisol dan karbohidrat olahan dapat meningkatkan kadar gula darah Anda dalam waktu singkat. Jika Anda sedang menstruasi saat ini dan tidak dapat berhenti mengkonsumsi makanan berlemak, maka mulailah hari Anda dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak protein, misalnya roti isi telur atau selai kacang, untuk menjaga kadar gula darah Anda tetap stabil di sepanjang hari. Di siang hari, pastikan anda mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang diolah dari sayuran segar, yang mengandung banyak air dan serat, yang dapat mengurangi rasa perut kembung dan rasa lapar, serta keinginan Anda untuk mengkonsumsi suatu makanan tertentu. Akan tetapi, bukan berarti Anda tidak boleh tergoda sama sekali. Sesekali mengkonsumsi makanan manis atau berlemak tinggi di saat Anda sangat menginginkannya merupakan hal yang normal dan boleh dilakukan, hanya saja dalam suatu batasan tertentu.     Sumber: womenshealthmag
 12 Jun 2019    16:00 WIB
Mengapa Darah Menstruasi Hanya Sedikit ?
Hipomenorea merupakan suatu keadaan di mana darah menstruasi yang keluar sangat sedikit, yaitu lebih sedikit daripada normal. Penyebabnya dapat bermacam-macam, mulai dari yang ringan sehingga tidak membutuhkan pengobatan hingga cukup berat sehingga membutuhkan pengobatan segera. Beberapa penyebab ringan dari hipomenorea adalah: Faktor genetika Penggunaan pil KB Pernah melakukan operasi untuk memperkecil rahim   Faktor Genetika Yang dimaksud dengan faktor genetika adalah beberapa orang wanita memang normalnya hanya mengeluarkan sedikit darah saat menstruasi dan hal ini tidak menyebabkan gangguan pada kesuburannya serta tidak menyebabkan gangguan lainnya. Bila demikian, biasanya tidak dibutuhkan pengobatan.   Penggunaan Pil KB Pil KB dan alat kontrasepsi hormonal lainnya dapat menyebabkan volume darah menstruasi menjadi lebih sedikit.   Tindakan Pembedahan Rahim Tindakan pembedahan rahim yang menyebabkan ukuran rahim berkurang tentu saja akan menyebabkan volume darah menstruasi menjadi lebih sedikit. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada masalah lain yang terjadi akibat tindakan pembedahan.   Baca juga: 5 Cara Mengatasi Kram Perut Saat Menstruasi   Stress dan Gangguan Makan Selain penyebab ringan di atas, ada beberapa hal lain yang dapat menyebabkan terjadinya hipomenorea. Salah satunya adalah tingkat stress yang sangat tinggi. Mengalami gangguan makan atau berdiet terlalu ketat juga dapat menyebabkan penurunan volume darah menstruasi. Bila hipomenorea disebabkan oleh kedua hal di atas, maka gejala biasanya hanya berlangsung sementara, misalnya hanya selama 1-2 bulan. Segera periksakan diri ke dokter bila gejala semakin memburuk akibat stress berkepanjangan atau karena Anda mengalami kekurangan nutrisi berat.   Gangguan Keseimbangan Kadar Hormonal Penyebab lain dari hipomenorea yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dan pengobatan adalah gangguan keseimbangan kadar hormonal. Hormon yang terganggu dapat beragam, misalnya hormon seksual seperti estrogen dan progesteron atau hormon tiroid. Pemeriksaan darah biasanya diperlukan untuk mengetahui berapa kadar hormon di dalam tubuh Anda. Kadangkala, gangguan keseimbangan kadar hormonal ini akan membuat kehamilan lebih sulit terjadi karena tubuh tidak dapat membentuk lapisan rahim yang mencukupi untuk mempertahankan kehamilan setiap bulannya.   Satu hal yang perlu Anda ingat adalah segera periksakan diri Anda ke seorang dokter spesialis kandungan bila Anda mengalami hipomenorea, terutama bila hipomenorea juga disertai oleh berbagai gejala lain atau bila menstruasi benar-benar berhenti. Jangan menunggu terlalu lama, terutama bila Anda masih ingin memiliki momongan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: wisegeekhealth
 13 May 2019    18:00 WIB
Apakah Makanan Dapat Mempengaruhi Menstruasi?
Tahukah Anda bahwa makanan yang Anda makan atau tidak makan dapat mempengaruhi menstruasi dan mood Anda. Beberapa jenis makanan bahkan dapat memicu terjadinya menstruasi beberapa hari lebih awal daripada seharusnya. Satu hal yang perlu Anda ingat bahwa setiap wanita berbeda. Oleh karena itu, jenis makanan yang mempengaruhi siklus menstruasinya pun dapat berbeda-beda. Sindrom Premenstrual Sindrom premenstrual merupakan suatu kumpulan gejala yang sering dialami oleh para wanita sebelum menstruasi terjadi. Beberapa gejala tersebut adalah perut kembung, nyeri kepala, dan mood berubah-ubah. Terdapat beberapa jenis makanan yang dapat membuat gejala premenstrual ini semakin memburuk seperti kafein, gula, garam, dan makanan berlemak. Sementara itu, beberapa jenis makanan yang dapat membantu mengatasi berbagai gejala premenstrual adalah buah-buahan, sayuran, dan air putih. Siklus Menstruasi Tidak Teratur Wanita yang memiliki pola makan tidak sehat atau kurang gizi mungkin dapat mengalamimenstruasi tidak teratur, misalnya tidak mendapat menstruasi sama sekali selama beberapa bulan. Keadaan ini sangat sering dialami oleh para penderita anoreksia. Selain pola makan tidak sehat dan kurang gizi, mengkonsumsi terlalu banyak minuman beralkohol dan karbohidrat juga dapat menyebabkan menstruasi menjadi tidak teratur. Menstruasi Berat Mengkonsumsi banyak nanas pada awal menstruasi Anda dapat membuat darah yang keluarmenjadi sangat banyak. Menstruasi Datang Lebih Cepat Daripada Biasanya Pada beberapa orang wanita, perubahan pola makan dapat menyebabkan menstruasi terjadi beberapa hari lebih awal daripada seharusnya. Hal ini dapat dialami oleh seorang vegetarian yang tiba-tiba mengkonsumsi daging. Selain itu, mengkonsumsi banyak nanas atau pepaya juga dapat membuat menstruasi Anda datang lebih cepat daripada biasanya. Beberapa wanita bahkan mendapat menstruasi lebih awal daripada biasanya setelah mengkonsumsi buah golongan citrus seperti jeruk. Bila Anda biasanya tidak mengkonsumsi banyak garam, mengkonsumsi lebih banyak garam juga dapat membuat menstruasi Anda datang lebih cepat daripada biasanya. Terlambat Menstruasi Wanita yang sedang berdiet untuk menurunkan berat badan atau sedang mengikuti banyak kegiatan olahraga mungkin akan mendapat menstruasi lebih lambat daripada biasanya. Sumber: knoji  
 05 Apr 2019    08:00 WIB
Mengapa Menstruasi Dapat Terhenti ?
Pada umumnya, wanita tidak mendapat menstruasi saat hamil, sebelum pubertas, dan setelah menopause. Amenorea atau terhentinya siklus menstruasi secara tiba-tiba kadang-kadang dapat terjadi pada beberapa wanita. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai hal. Terdapat dua macam amenorea, yaitu primer dan sekunder. Amenorea primer merupakan suatu keadaan di mana seorang anak perempuan belum pernah mendapat menstruasi sampai ia berusia 16 tahun. Amenorea sekunder adalah suatu keadaan di mana siklus menstruasi tiba-tiba berhenti selama 3 bulan atau lebih, yang mana sebelumnya anda telah mendapat menstruasi setiap bulannya.   Berbagai Penyebab Amenorea Amenorea dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari perubahan pada fungsi organ, kelenjar, dan hormon yang mempengaruhi siklus menstruasi. Amenorea Primer Sebagian besar penyebab amenorea primer tidak diketahui. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya amenorea primer adalah: Kegagalan fungsi ovarium (indung telur) Gangguan pada sistem saraf pusat (otak dan medulla spinalis) atau kelenjar pituitary (suatu kelenjar yang terletak di otak yang berfungsi untuk menghasilkan berbagai hormon yang mempengaruhi siklus menstruasi) Kelainan bentuk organ reproduksi   Amenorea Sekunder Beberapa hal yang biasanya menyebabkan amenorea sekunder adalah: Kehamilan Menyusui Penghentian penggunaan pil KB Menopause Penggunaan beberapa pil atau implant KB Penyebab Lainnya Berbagai hal lainnya yang dapat menyebabkan terjadinya amenorea sekunder adalah: Stress Malnutrisi Depresi Penggunaan obat-obatan tertentu Penurunan berat badan yang mencolok Olahraga berlebihan Menderita suatu penyakit kronik tertentu Peningkatan berat badan tiba-tiba Obesitas Gangguan keseimbangan hormon akibat sindrom polikistik ovarium Gangguan kelenjar tiroid Tumor pada ovarium atau otak (jarang) Tidak lagi mempunyai rahim atau ovarium (setelah tindakan pengangkatan rahim dan indung telur)
 26 Mar 2019    18:00 WIB
Posisi Jerawat Bisa Menandakan Penyakit Yang Dialami
Tahukah Anda bahwa kulit ternyata merupakan "iklan berjalan" bagi keadaan kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan? Jerawat merupakan salah satu cara tubuh "memberitahu" apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam tubuh Anda. Jadi, jerawat bukanlah suatu gangguan kulit yang timbul di sembarang tempat yang disukainya. Jerawat dapat merupakan petunjuk mengenai kesehatan dan kebersihan tubuh Anda. Di bawah ini Anda dapat melihat apa sebenarnya arti jerawat pada wajah Anda berdasarkan pada tempat di mana ia tumbuh.   Jerawat Pada Dagu, Rahang, dan Leher Penyebab timbulnya jerawat pada daerah wajah ini adalah karena Anda akan segera mendapat menstruasi. Hal ini dikarenakan kadar hormon testosteron akan mengalami fluktuasi selama Anda menstruasi dan membuat kelenjar minyak di wajah Anda memproduksi lebih banyak minyak, yang tentu saja dapat menyebabkan pori-pori kulit Anda tersumbat dan terbentuklah jerawat.   Jerawat Pada Hidung dan Dahi Penyebab timbulnya jerawat pada daerah wajah ini adalah karena Anda sedang merasa stress. Saat stress tubuh Anda akan menghasilkan adrenalin, yang akan meningkatkan produksi minyak dan memicu timbulnya jerawat.   Baca juga: Ini Dia Diet Anti Jerawat!   Jerawat Pada Garis Rambut Penyebab timbulnya jerawat pada daerah wajah ini adalah karena Anda menggunakan produk perawatan rambut secara berlebihan. Saat Anda ingin menggunakan gel rambut, pastikan Anda tidak mengoleskannya hingga ke kulit wajah Anda. Selain itu, cucilah tangan Anda hingga bersih sebelum Anda menyentuh kulit wajah Anda setelah menggunakan gel pada rambut karena dapat membuat pori-pori kulit Anda tersumbat.   Jerawat Pada Pipi Penyebab timbulnya jerawat pada daerah wajah ini adalah karena Anda sering menyentuh pipi Anda dengan tangan yang kotor atau kulit bertempelan dengan telepon genggam yang kotor. Benda apapun yang menempel cukup lama pada kulit wajah Anda dapat menyebabkan pori-pori kulit Anda tersumbat oleh kotoran dan bakteri.   Jerawa di Sekitar Mulut Penyebab timbulnya jerawat pada daerah wajah ini adalah karena makanan yang Anda konsumsi. Sisa makanan yang berasal dari makanan asam dapat mengiritasi kulit Anda dan memicu terjadinya peradangan. Selain itu, makanan yang digoreng pun juga dapat memicu timbulnya jerawat pada kulit Anda karena akan menyumbat pori-pori kulit.   Jerawat Pada Dada dan Punggung Penyebab timbulnya jerawat pada daerah wajah ini karena Anda menggunakan bra atau pakaian yang salah. Pakaian berbahan katun memang dapat membantu menyerap keringat Anda, tetapi juga membuat keringat tersebut terus melekat pada kulit Anda. Oleh karena itu, bila Anda berolahraga dengan mengenakan pakaian berbahan katun, maka hal ini akan membuat kulit Anda lembab. Daerah lembab merupakan daerah yang paling baik bagi perkembangbiakan bakteri penyebab jerawat.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cosmopolitan
 10 Mar 2019    08:00 WIB
Ketahui 6 Penyebab Utama Haid Datang Terlambat
Ladies tentu merasakan kalau mengalami datang bulan terlambat menjadi harap-harap cemas, apalagi mereka yang tidak mengharapkan kehamilan terlebih dahulu. Nah, artikel kali ini akan membahas mengenai penyebab seorang mengalami terlambat datang bulan. Stress Mengalami stress dalam waktu yang cukup lama bisa mempengaruhi siklus menstruasi wanita, bisa lebih pendek atau lebih lama. Sebab itu agar haid lancer perlu menghindari situasi yang menyebabkan kita stress dengan melakukan kegiatan seperti olah raga teratur dan tidur yang cukup. Jika mengalami stress yang parah, ladies disarankan untuk menemui dokter atau konselor. Perimenopause Seorang mulai mengalami menopause sekitar usia 52 tahun dimana dia tidak mengalami haid lagi. Banyak wanita mengalami gejala dini menauposue 10 hingga 15 tahun sebelum menopause. Masa ini disebut sebagai perimenopause dimana kadar estrogen mulai berfluktuasi. Kadar estrogen yang tidak teratur atau berfluktuasi inilah yang menyebabkan seorang wanita mengalami haid tidak teratur. Turun berat badan Turun berat badan cukup banyak yang disebabkan karena olahraga bisa menyebabkan haidnya tidak teratur bahkan tidak mengalami haid bulan itu. Ini disebabkan karena kehilangan berat badan atau lemak tubuh mengakibatkan perubahan tingkat hormon reproduksi. Kelebihan berat badan atau obesitas Ladies, bukan hanya berat badan turun bisa mempengaruhi siklus haid. Namun kelebihan atau obesitas juga mempengaruhi siklus haid. Ini dikarenakan obesitas bisa merupakan suatu tanda seseorang mengalami kondisi polycystic ovary syndrome (PCOS). PCOS merupakan salah satu gangguan hormonal dimana kadar hormonnya tidak normal. Selain PCOS menyebabkan obesitas, ternyata juga dapat menyebabkan kista kecil berkembang pada ovarium, jerawat, kelebihan rambut wajah dan tubuh. Untuk memastikan hal ini ladies perlu datang ke dokter agar dilakukan evaluasi. Dokter mungkin merekomendasikan tes darah atau ultrasound untuk melihat indung telur agar didapatkan diagnosis yang benar. Tidak adanya menstruasi dalam masa subur jika tidak diobati bisa menyebabkan kanker endometrium. So, ladies jangan ragu-ragu datang ke dokter untuk memastikan hal ini. Kondisi hormonal Ketidakseimbangan hormon jelas bisa mempengaruhi sesorang tidak mengalami atau terlambat datang bulan. Untuk memastikan hal ini tentu harus dilakukan tes darah. Hormon yang menyebabkan hal ini terutama adalah hormon prolactin atau thyroid. Hamil Yang terakhir tentu kalau kita mengalami terlambat datang bulang, bisa jadi kita sedang hamil. Untuk memastikan saat ini banyak alat untuk mengetes kehamilan atau bisa juga pergi ke dokter kandungan untuk memastikan Jadi ladies kiranya kita tidak galau atau susah hati ketika kita mengalami terlambat haid. Sebaliknya kita perlu memastikan kondisi kita berdasarkan keterangan di atas. Jika ladies mengalami terlambat bulan berturut-turut, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter yang bersangkutan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: www.medicalnewstoday.com
 24 Feb 2019    11:00 WIB
4 Tanda Infertilitas pada Wanita Yang Harus Dikenali
Saat ini, di era generasi fastfood, infertilitas menjadi masalah yang umum terjadi. Infertilitas secara sederhana didefinisikan sebagai ketidakmampuan mengandung anak. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari ketidakseimbangan hormonal, riwayat penyakit kronis yang pernah diderita, gangguan makan, merokok, alkohol, kelebihan berat badan, berat badan kurang dari normal, kista ovarium dan lain-lain. Saat ini banyak tersedia pengobatan untuk mengatasi kondisi-kondisi tersebut. Menjalani pola hidup sehat merupakan cara terbaik untuk menghindari komplikasi yang terjadi, walaupun memang sulit untuk mengenali gejala awal dari infertilitas karena beberapa kasus infertilitas tidak menunjukkan gejala apapun. Gejala yang timbul dapat berbeda pada tiap-tiap orang, tergantung dari kasus yang terjadi. Semakin awal deteksi infertilitas ditegakkan, semakin besar kemungkinan Anda untuk hamil. Berikut berbagai tanda umum infertilitas pada wanita yang harus Anda kenali: Lebih dari satu tahun hubungan seksual tanpa kontrasepsiTanda pertama infertilitas adalah kegagalan untuk hamil setelah mencoba selama lebih dari 1 tahun. Jika anda sudah menjalani hubungan seksual secara teratur tanpa menggunaan kontrasepsi lebih dari 1 tahun tetapi tidak berhasil untuk hamil, maka sudah waktunya Anda menghubungi dokter untuk berkonsultasi. Kriteria 1 tahun ini juga sangat bergantung pada usia. Untuk Anda yang berusia dibawah 35 tahun, maka Anda harus menunggu 1 tahun, sementara jika Anda lebih dari 35 tahun maka Anda hanya harus menunggu selama 6 bulan. Tetapi untuk Anda yang berusia lebih dari 35 tahun disarankan untuk mencoba selama 2 tahun sebelum menyerah. Siklus menstruasi yang tidak teratur dan nyeriJika Anda tidak mendapat menstrusi secara teratur diikuti dengan jarak antara menstruasi terlalu jauh atau terlalu dekat, maka ini sudah merupakan tanda peringatan. Terdapat gejala-gejala lain seperti nyeri punggumg, nteri pinggang, kram perut, darah menstruasi terlalu banyak atau terlalu sedikit atau pada beberapa kasus siklus menstruasi berhenti samasekali. Ketidakteraturan menstruasi ini merupakan bisa saja tanda dari gangguan ovulasi. Tetapi bisa saja tanda ini tidak ada hubungannya dengan ovulasi. Jadi segera periksa ke dokter jika Anda memiliki tanda-tanda diatas. Ketidakseimbangan hormonalJika Anda mendapat siklus menstruasi yang tidak teratut, nyeri, periode menstruasi yang terlalu pendek atau terlalu panjang, hal tersebut juga merupakan tanda ketidakseimbangan hormonal. Ketidakseimbangan hormonal dapat merupakan tanda adanya infertilitas. Anda dapat mengalami gejala seperti rambut menipis, depresi, jantung berdebar-debar, penurunan nafsu seksual. Walaupun tanda yang disebutkan tadi tidak berarti Anda menderita infertilitas, tetapi tidak ada salahnya Anda mencoba mengkonsultasikannya dengan dokter Anda. Keguguran berulang kaliKeguguran adalah keluarnya janin sebelum usia kehamilan menginjak 20 minggu. Umumnya dokter akan menduga adanya infertilitas setelah mengalami keguguran 2 kali atau lebih secara berturut-turut. Memang tanda ini belum pasti, tetapi jika Anda mengalami 3 kali keguguran berturut-turut Anda bisa menduga penyebabnya adalah infertilitas. Tetapi kabar baiknya adalah walaupun Anda mengalami kegugran berkali-kali, kemungkinan Anda untuk hamil lebih besar, tetapi Anda tetap perlu memeriksakan ke dokter untuk mencari tahu penyebab keguguran yang Anda alami.Sumber: magforwomen
 27 Jan 2019    16:00 WIB
Mengapa Lama Menstruasi Anda Menjadi Lebih Singkat?
Hampir semua wanita merasa bahwa menstruasi merupakan suatu beban. Menstruasi membuat badan terasa tidak enak, perut kembung, nyeri perut, dan bahkan membuat mood berubah-ubah. Akan tetapi, lama menstruasi yang berubah menjadi lebih singkat merupakan suatu hal yang perlu Anda perhatikan, terutama bila lama menstruasi Anda biasanya lebih panjang. Setiap wanita memiliki siklus menstruasi dan lama menstruasi yang berbeda. Sebagian besar wanita memiliki lama menstruasi antara 5-7 hari. Siklus menstruasi yang normal adalah antara 21-45 hari. Variasi siklus menstruasi ini terutama tergantung pada gaya hidup dan obat-obatan apa saja yang dikonsumsi oleh seorang wanita. Menstruasi biasanya dimulai saat seorang wanita berusia 12-15 tahun dan akan terus terjadi setiap bulannya hingga mencapai masa menopause. Beberapa remaja perempuan yang aktif berolahraga seringkali mengalami keterlambatan menarke (menstruasi pertama). Pada sebagian besar wanita, lama menstruasi yang lebih singkat dari biasanya mungkin tidak berhubungan dengan gangguan kesehatan apapun. Seiring dengan semakin bertambahnya usia seorang wanita, siklus menstruasi dan lama menstruasinya pun dapat menjadi lebih singkat atau bahkan hanya 2 hari saja. Bila Anda khawatir mengapa lama menstruasi Anda menjadi lebih singkat, dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter Anda.   Penyebab Siklus menstruasi dan lama menstruasi seorang wanita seringkali dipengaruhi oleh lingkungan dan gaya hidupnya. Stress akibat pekerjaan atau akibat adanya masalah dengan pasangan mungkin dapat menyebabkan menstruasi menjadi lebih berat (volume darah yang keluar lebih banyak) daripada biasanya atau lama menstruasi justru menjadi lebih singkat daripada biasanya. Pada beberapa orang wanita, meningkatnya aktivitas fisik seperti olahraga juga dapat membuat lama menstruasi menjadi lebih singkat. Alasan lainnya mengapa siklus menstruasi atau lama menstruasi seorang wanita menjadi lebih singkat mungkin adalah wanita lainnya yang tinggal bersamanya. Menurut sebuah penelitian di Amerika, wanita yang tinggal bersama dengan wanita lain seringkali memiliki siklus menstruasi yang sama atau mirip dengan yang lainnya. Selain itu, pindah tempat tinggal juga dapat membuat lama menstruasi Anda menjadi lebih singkat.  Beberapa gangguan makan berat seperti anoreksia dan bulimia nervosa juga dapat mempengaruhi siklus dan lama menstruasi. Pada kasus yang berat, menstruasi bahkan dapat terhenti sama sekali atau menjadi sangat singkat seiring dengan semakin menurunnya berat badannya. Salah satu alasan tersering dari mengapa lama menstruasi menjadi lebih singkat atau lebih panjang atau malah berhenti sama sekali adalah gangguan keseimbangan hormonal. Wanita yang mengalami gangguan keseimbangan hormonal mungkin memerlukan terapi hormonal atau obat-obatan untuk mengembalikan siklus menstruasi normalnya. Selain itu, seorang wanita yang mengalami gangguan kesehatan tertentu seperti sindrom ovarium polikistik juga dapat mengalami gangguan siklus dan lama menstruasi. Mereka mungkin memerlukan pengobatan untuk membuat siklus menstruasinya kembali normal. Walaupun pada sebagian besar wanita lama menstruasi yang menjadi lebih singkat bukanlah suatu gejala adanya gangguan kesehatan, akan tetapi bila hal ini berlangsung selama beberapa bulan, maka Anda mungkin harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apa penyebab perubahan lama menstruasi Anda tersebut. Sumber: ehow
 19 Jan 2019    18:00 WIB
Seks Saat Mens, Seksi Atau Jijik?
Melakukan hubungan intim  saat wanita sedang menstruasi mungkin sesuatu yang dianggap tabu untuk dilakukan. Kebanyakan kepercayaan tertentu melarang melakukan hubungan intim saat menstruasi. Namun dalam segi medis apakah melakukan hubungan seks saat menstruasi aman untuk dilakukan? Melakukan hubungan intim saat menstruasi memiliki beberapa risiko seperti:   1. Risiko tertular penyakit menular seksual meningkat Saat menstruasi, kondisi leher rahim akan terbuka sehingga memungkinkan darah untuk masuk ke dalamnya. Hal tersebut memudahkan bakteri untuk menuju rongga panggul. Pada saat melakukan penetrasi biasanya ada gesekan terus menerus yang dapat menyebabkan luka di daerah vagina dan penis. Darah menstruasi yang tidak steril dan sperma yang mungkin mengandung kuman bisa masuk kedalam tubuh melalui luka tersebut. Apabila sang wanita menderita salah satu dari sekian banyak penyakit STD (Sexually Transmitted Diseases) seperti herpes dan gonorrhea, maka darah haid merupakan medium yang sangat baik untuk berpindahnya virus atau bakteri penyebab penyakit tersebut kepada pasangan. 2. Infeksi jamur atau bakteri Mudah mengalami infeksi jamur atau bakteri karena saat menstruasi pH vagina menjadi lebih rendah dan kadar keasamannya berkurang. pH yang asam di daerah vagina berguna untuk membunuh bakteri yang berbahaya. Saat haid, vagina dipastikan dalam kondisi yang sangat sensitif. Jika dipaksakan melakukan penetrasi, maka wanita akan merasa kesakitan, daerah vagina mudah mengalami luka dan membutuhkan waktu lama untuk penyembuhan. 3. Emboli Para pakar kesehatan mengatakan, saat terjadinya penetrasi kemungkinan akan timbul gelembung udara. Saat menstruasi kemungkinan ada pembuluh darah yang terbuka, apabila gelembung udara tersebut masuk ke aliran darah jantung, maka dapat menyumbat pembuluh 4. Endometriosis Saat melakukan penetrasi waktu haid biasanya akan menyebabkan kontraksi yang kuat pada rahim. Saat kontraksi terjadi aliran balik darah haid dari dalam rahim ke saluran indung telur dan masuk ke dinding perut. Endometriosis adalah suatu penyakit dimana bercak-bercak jaringan endometrium tumbuh di luar rahim, padahal dalam keadaan normal endometrium hanya ditemukan di dalam lapisan rahim. Melakukan hubungan intim dengan melakukan penetrasi memang akan menimbulkan banyak risiko. Namun bukan berarti Anda tidak dapat menikmati kemesraan dengan pasangan. Karena ternyata orgasme juga dapat meringankan rasa sakit seperti kram, rasa sakit akibat premenstrual syndrome (PMS). Selain itu, orgasme juga bisa melepaskan endorfin. Endorfin adalah hormon yang bisa membuat seseorang merasa senang sehingga bisa meredakan depresi atau bad mood. Selain itu biasanya pada saat menstruasi, terjadi perubahan hormon sehingga wanita menjadi lebih bergairah. Lalu bagaimana cara "lain" untuk Anda agar tetap bisa menikmati saat-saat intim dengan pasangan ?  1. Pijatan sensual Hubungan intim tidak hanya melakukan penetrasi. Anda bisa menikmati hubungan intim dengan memberikan pijatan sensual. Pijatan ini dilakukan untuk menggoda pasangan dan membangkitkan libidonya. Pijat dengan perlahan-lahan bagian-bagian tubuh pasangan Anda yang sensitif, terutama bagian paha dan bokong. 2. Mandi bersama Dengan mandi bersama, Anda tidak perlu takut darah menstruasi akan mengotori kasur. Anda bisa memulainya dengan mencuci rambutnya sambil memijat kulit kepalanya dan mengusap seluruh tubuhnya terutama dibagian intimnya. 3. Oral seks Bila Anda dan pasangan ingin aman, tapi tetap dapat menikmati hubungan intim. Maka si wanita bisa coba melakukan oral seks untuk suami.nya. Hubungan intim dengan pasangan adalah hal yang penting dalam urusan rumah tangga. Untuk bisa sama-sama menikmati hubungan adalah dengan melakukan komunikasi yang baik dengan pasangan. Bila Anda merasa tidak nyaman untuk berhubungan intim saat menstruasi maka katakanlah. Agar pasangan mengerti kondisi Anda. Lakukanlah hubungan intim dengan nyaman, hal ini akan meningkatkan rasa cinta Anda dengan pasangan. Baca juga: Strategi Bikin Seks Oral Jadi Lebih Seru Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya Dokter sekarang Sumber: wikihow