Your browser does not support JavaScript!
 17 Oct 2015    18:00 WIB
Manfaat Akupuntur Untuk Wanita Menopause
Akupuntur merupakan terapi tradisional yang berasal dari China dengan sarana menggunakan jarum yang ditusukkan ke tubuh. Terapi ini juga telah digunakan untuk pengobatan tradisional dari gejala-gjala menopause pada wanita. Berikut adalah keuntungan dari akupuntur terhadapa wanita menopause : Mengurangi timbulnya bercak kemerahan yang panas (hot flashes) Seorang ilmuwan Turki terkenal mengakui bahwa akupunktur dapat membantu menurunkan kejadian timbulnya bercak kemerahan yang panas pada wanita menopause atau dikenal sebagai hot flashes. Subyek uji penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat 35 persen wanita memiliki kemungkinan lebih rendah terkena hot flashes setelah melalui pengobatan akupunktur. Membantu menyeimbangkan mood Teori akupuntur menyatakan jika ketidakseimbangan antara energy yin dan yang dapat mengakibatkan ketidakseimbangan system hormonal, yang menyebabkan mood menjadi naik-turun. Akupuntur membantu untuk memperkuat dan menyeimbangkan energy tersebut dan terbukti dapat memperbaiki mood menjadi lebih seimbang. Melawan kelelahan Perubahan hormonal dalam tubuh seorang wanita yang mengalami masa menopause sering menimbulkan kelelahan tubuh. Akupunktur dapat membantu mengobati kondisi ini dengan meningkatkan tingkat energi dalam tubuh. Mengobati nyeri otot Para wanita yang menjalani terai akupuntur juga melaporkan jika akupuntur dapat meredakan nyeri otot. Sebagai terapi, akupuntur dikenal dapat mengurangi tekanan darah yang tinggi dan meningkatkan sirkulasi, secara alami akupuntur melepaskan zat kimia alami yang dapat menghilangkan rasa sakit  yang disebut endorfin untuk mengobati nyeri tersebut. Mengurangi depresi Seiring dengan mengobati sakit dan menyeimbangkan hormon, akupunktur juga mengurangi depresi yang terkait dengan menopause.   Sumber: healthmeup  
 17 Oct 2015    12:00 WIB
10 Gejala Menopause dan Cara Mengatasinya
Menopause merupakan suatu keadaan di mana anda tidak lagi mengalami menstruasi selama 1 tahun. Masa peri menopause merupakan suatu periode di mana wanita mulai mengalami berbagai perubahan di akhir usia produktifnya. Setiap wanita mengalami menopause pada usia yang berbeda-beda. Perubahan kadar hormon estrogen, progesteron, dan testosteron selama masa peri menopause dan menopause dapat menyebabkan berbagai gejala, yaitu: 1. Menstruasi tidak teratur 2. Jumlah menstruasi banyak 3. Mengalami gejala pra menstruasi yang berat 4. Gangguan tidur 5. Badan terasa panas 6. Vagina kering 7. Penurunan atau hilangnya gairah seksual 8. Nyeri sendi 9. Gangguan daya ingat 10. Mood berubah-ubah Selain itu, rendahnya kadar hormon estrogen juga dapat mempengaruhi jantung dan kepadatan tulang anda.   Tips Mengatasi Berbagai Gejala Menopause Sebagian besar wanita yang memasuki masa menopause biasanya telah disibukkan oleh berbagai kegiatan, mulai dari bekerja, mengurus anak remajanya, dan mengurus orang tuanya yang telah memasuki usia lanjut usia. Hal ini dapat menyebabkan anda tidak dapat berolahraga secara teratur, makan tidak teratur, atau bahkan kurang tidur. Semua tekanan dan stress yang anda alami dapat membuat anda semakin sulit mengatasi berbagai perubahan yang terjadi pada tubuh anda. Olahraga Berolahraga secara teratur seperti berjalan cepat atau jogging dapat membantu melindungi jantung dan tulang anda. Untuk mengatasi gangguan tidur di malam hari, cobalah untuk berolahraga di malam hari tetapi jangan terlalu dekat dengan waktu tidur anda. Anda juga dapat mencoba yoga atau pilates untuk mengurangi stress. Selain itu, yoga, akupuntur, dan latihan pernapasan dapat membantu mengurangi rasa panas yang anda rasakan. Berolahraga juga dapat membantu mengatasi penurunan gairah seksual yang anda rasakan karena saat anda merasa percaya diri dan puas dengan tubuh anda, maka anda pun akan merasa lebih seksi dan tetap bergairah. Diet Sehat Diet sehat yang juga mengandung banyak kalsium dan vitamin D dapat membantu mengatasi gejala dan mencegah peningkatan berat badan yang kadang terjadi saat anda memasuki masa peri menopause. Hindarilah juga makanan pedas, anggur merah, dan minuman panas untuk mengurangi rasa panas yang anda rasakan. Obat-obatan Meningkatkan Gairah Seksual Krim yang mengandung estrogen atau pelumas dapat membantu mengatasi vagina yang kering dan mengurangi rasa nyeri saat berhubungan seksual. Sayangnya belum ada pengobatan tertentu yang dapat mengembalikan gairah seksual anda. Diskusikanlah masalah ini dengan pasangan anda dan bersabarlah. Gangguan Tidur dan Pencegahan Osteoporosis Hubungi dokter anda mengenai berbagai obat-obatan atau hal yang dapat anda gunakan untuk membantu mengatasi gangguan tidur anda. Untuk mencegah dan mendeteksi osteoporosis secara dini, maka dokter akan menyarankan anda untuk melakukan pemeriksaan kepadatan tulang. Ingatlah bahwa berbagai gejala menopause ini tidak akan berlangsung selamanya.   Sumber: webmd
 01 Jul 2014    11:00 WIB
Migrain Dapat Semakin Memburuk Saat Menopause
Penelitian terbaru mengungkapkan jika banyak wanita yang mengidap migrain mengeluh kepada dokternya jika serangan migrain yang mereka rasakan semakin memburuk sebelum dan selama masa menopause. Wanita yang menderita migrain, ternyata mengalami kenaikan serangan migrain sampai 50-60% saat mereka memasuki masa pre-menopause dan waktu menopause. Sebenarnya hal ini sudah banyak dikeluhkan oleh para wanita, dan saat ini para ahli sedang mencari bukti-buktinya. Masa pre-menopause adalah waktu dimana tubuh mengalami transisi ke masa menopause (saat menstruasi berhenti). Masa pre-menopause dapat berlangsung beberapa tahun, dan seringnya ditandai pada menstruasi yang tidak teratur, rasa panas pada pipi dan masalah tidur. Masa pre-menopause biasanya dimulai pada usia 40 tahunan dan menopause biasanya terjadi rata-rata pada usia 51 tahun. Pada penelitian ini, para ilmuwan melakukan survey terhadap lebih dari 3.600 wanita berusia 35-65 tahun. Wanita-wanita tersebut diklasifikasi berdasarkan frekuensi nyeri kepalanya. Jika wanita tersebut mengalami nyeri kepala lebih dari 10 hari dalam sebulan maka wanita tersebut akan masuk ke kelompok nyeri kepala frekuensi tinggi. Kelompok wanita tersebut juga dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok premenopause, perimenopause dan postmenopause. Ternyata ditemukan sebanyak 8% wanita premenopause mengalami peningkatan serangan migrain, 12,2% pada kelompok wanita perimenopause dan sebanyak 12% pada kelompok wanita menopause. Wanita mengalami serangan migrain biasanya pada beberapa hari sebelum menstruasi, saat hormon estrogen dan progesteron mengalami penurunan. Para peneliti menduga jika penyebab yang sama juga menjadi alasan mengapa serangan migrain semakin meningkat pada wanita yang masuk menopause. Untuk meredakan nyeri migrain tersebut, para peneliti menyarankan untuk mengkonsultasikan dengan dokter mengenai pengobatan migrain, apakah mereka harus menambahkan dosis obat migrain atau menggantinya dengan jenis obat migrain yang lain.   Sumber: webmd