Your browser does not support JavaScript!
 09 Oct 2016    18:00 WIB
Berbagai Terapi Untuk Mengatasi Kantong Mata
Kantong mata biasanya paling jelas terlihat saat Anda baru bangun di pagi hari, akan tetapi pembengkakan dan lingkaran hitam di bawah mata biasanya dapat terlihat di sepanjang hari. Walaupun bukan merupakan suatu pertanda adanya gangguan kesehatan tertentu, kantong mata dapat membuat seseorang tampak lebih tua dan lelah. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa pilihan terapi untuk membantu mengatasi kantong mata.   1.      Mengatasi Gangguan Saluran Pernapasan Hidung tersumbat akibat sinusitis (radang sinus), alergi, dan infeksi saluran pernapasan atas merupakan penyebab tersering dari kantong mata. Hal ini dikarenakan sumbatan dan retensi cairan menyebabkan daerah di sekitar mata membengkak. Selain itu, hidung tersumbat juga menyebabkan pelebaran pembuluh darah di bawah mata, yang menyebabkan timbulnya lingkaran hitam di bawah mata dan membuat mata bengkak semakin terlihat. Pilihan terapi untuk mengatasi kantong mata akibat gangguan saluran pernapasan adalah dengan menggunakan obat anti histamin dan dekongestan. Sinusitis atau sumbatan hidung kronik mungkin dapat berespon terhadap pemberian antibiotika dan kortikostroid yang langsung disemprotkan ke dalam hidung. Selain itu, tingkatkanlah kelembaban lingkungan di sekitar Anda dan konsumsilah lebih banyak air putih untuk membantu mengurangi gejala hidung tersumbat.   2.      Tindakan Pembedahan Beberapa pilihan tindakan pembedahan untuk mengatasi kantong mata adalah pembedahan kelopak mata atau blefaroplasti. Pada tindakan blefaroplasti, dokter akan mengangkat lemak berlebih dan kulit di kelopak mata bagian atas dan bawah untuk mengurangi pembengkakan pada mata. Walaupun cukup mahal, akan tetapi terapi ini memberikan hasil permanen dan merupakan solusi untuk mengatasi kantong mata kronik yang tidak disebabkan oleh adanya sumbatan jalan napas atau gaya hidup.   3.      Ubah Gaya Hidup Beberapa hal yang dapat membantu mengatasi kantong mata adalah: Cukup tidur Hindari konsumsi minuman beralkohol dan kafein sebelum tidur sehingga Anda pun dapat tidur dengan nyenyak Pastikan posisi kepala terletak lebih tinggi daripada badan saat tidur untuk mencegah terjadinya peradangan sinus dan mencegah terjadinya penumpukkan cairan di daerah mata   4.      Pengobatan Lainnya Kompres dingin pada daerah mata selama 10-20 menit dapat membantu mengurangi pembengkakan pada mata. Karena lingkaran hitam pada daerah mata dapat membuat kantong mata semakin jelas, maka hindarilah paparan sinar matahari untuk mencegah pembentukan lebih banyak melanin di bagian bawah mata Konsumsilah banyak air putih, obat anti radang, dan oleskan krim mata pada bagian bawah mata untuk membantu mengurangi pembengkakan pada mata.  Baca juga: Tips Untuk Melindungi Mata Dari Cedera Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: livestrong
 08 Oct 2016    15:00 WIB
7 Cara Sederhana Untuk Membuat Mata Anda Tampak Lebih Cerah
Bila Anda tidak ingin keluar dari rumah dan tampak seperti baru bangun tidur, di bawah ini terdapat beberapa cara yang dapat membantu Anda tampak lebih segar walaupun Anda baru saja bangun tidur.   Gunakan Eyeliner Putih Anda harus sangat berhati-hati saat mengenakan eyeliner putih untuk mendapatkan efek yang Anda inginkan. Gunakanlah eyeliner berwarna putih tulang hanya pada sudut dalam mata Anda secara hati-hati.    Tutupi Lingkaran Hitam Mata Jika Anda memiliki lingkaran hitam di bagian bawah mata Anda, maka menggunakan foundation yang benar dapat membantu menutupi lingkaran hitam ini. Pilihlah foundation yang sesuai dengan warna kulit Anda.   Gunakan Eye Shadow Dengan Efek Shimmer Anda tidak perlu menggunakan glitter untuk membuat mata Anda tampak lebih cerah. Anda hanya perlu menggunakan sedikit shimmer untuk membuatnya tampak lebih cerah. Kenakanlah shimmer pada sudut dalam mata Anda dan pada bagian bawah alis mata Anda.   Memiliki alis mata yang tebal dapat membuat mata seseorang tampak gelap. Bentuklah alis mata Anda sehingga mata Anda pun dapat terlihat lebih cerah.   Gunakan Perona Pipi Berwarna Merah Muda Perona pipi ternyata tidak hanya dapat membuat wajah Anda tampak lebih cerah, akan tetapi juga dapat membuat mata Anda tampak lebih cerah.   Gunakan Eyeliner Hitam Gunakanlah eyeliner hitam pada kelopak mata Anda, tepat di atas dan di bawah mata. Hal ini akan membuat bagian putih mata Anda tampak lebih cerah.   Bentuk Bulu Mata Anda Membentuk bulu mata Anda (mengkeriting bulu mata) dapat membuat bulu mata Anda tampak lebih panjang dan lebih tebal serta membuat mata Anda terlihat lebih menonjol dan cerah. Gunakanlah penjepit bulu mata untuk membentuk mata Anda, kemudian gunakan maskara untuk membuatnya semakin nyata.   Baca juga: Turunkan Risiko Mata Minus Dengan Bahan Alami! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: allwomenstalk
 07 Oct 2016    15:00 WIB
Serba-Serbi Seputar Operasi Mata, Vitrektomi…
Vitrektomi merupakan tindakan pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat cairan mata, vitreus, yang ada di mata bagian tengah. Operasi ini biasanya dilakukan untuk mengatasi lepasnya retina dari dinding belakang mata (ablasio retina). Hal ini bertujuan untuk menyingkirkan cairan vitreus sehingga dokter spesialis mata dapat melihat bagian belakang mata dengan lebih jelas. Selain itu, vitrektomi juga dilakukan untuk membuang darah di dalam cairan vitreus (vitreus hemoragik) yang tidak dapat diserap sendiri oleh tubuh. Saat vitrektomi, dokter akan memasukkan suatu instrumen kecil ke dalam mata, memotong lapisan mata, dan mengeluarkan cairan vitreus. Setelah cairan vitreus dikeluarkan, dokter akan mengobati kerusakan retina dengan laser (fotokoagulasi), memotong atau mengangkat jaringan parut di dalam retina, mengembalikan retina yang telah lepas, atau memperbaiki robekan atau lubang yang ada di dalam retina atau makula. Untuk mengatasi ablasio retina, pada akhir operasi, dokter biasanya akan menyuntikkan minyak silikon atau gelembung udara ke dalam mata untuk menekan retina ke dinding belakang mata. Karena minyak silikon ini tidak dapat diserap oleh tubuh, maka diperlukan tindakan operasi kedua untuk mengeluarkannya setelah retina yang lepas telah kembali ke tempatnya semula. Perlu diingat bahwa vitrektomi hanya dapat dilakukan oleh seorang dokter spesialis mata yang memang khusus menangani berbagai masalah pada retina.   Kapan Vitrektomi Perlu Dilakukan? Vitrektomi biasanya dilakukan untuk: Memperbaiki atau mencegah terjadinya ablasio retina, terutama bila telah mengancam makula Memperbaiki robekan yang sangat besar di dalam retina Mengurangi penurunan ketajaman penglihatan yang disebabkan oleh perdarahan di dalam cairan vitreus, terutama bila perdarahan yang terjadi cukup berat atau bila darah tidak menghilang dengan sendirinya setelah beberapa bulan Mengobati retinopati proliferatif berat yang menyebabkan terbentuknya jaringan ikat parah atau bila pertumbuhan pembuluh darah baru pada permukaan retina (neovaskularisasi) terus berlanjut walaupun telah dilakukan terapi laser berulang kali Dokter biasanya akan lebih memilih untuk menggunakan minyak silikon karena minyak silikon tidak terlalu sering bergerak di dalam mata seperti halnya gelembung gas. Penggunaan minyak silikon akan mempermudah proses penyembuhan paska operasi terutama pada orang lanjut usia, anak-anak kecil, dan siapa pun yang sulit mempertahankan posisi kepala atau matanya dalam posisi tertentu. Vitrektomi telah terbukti dapat memperbaiki ketajaman penglihatan pada banyak orang yang menderita vitreus hemoragik berat. Selain itu, secara keseluruhan tindakan pembedahan juga dapat mengembalikan sebagian fungsi penglihatan yang hilang akibat ablasio retina dan mungkin dapat mencegah terjadinya ablasio retina berikutnya. Vitrektomi biasanya memberikan hasil yang memuaskan, terutama bila ablasio tidak mengenai pusat retina (makula).   Apa Resiko Vitrektomi? Vitrektomi dapat meningkatkan tekanan di dalam mata, terutama pada orang yang menderita glaukoma. Selain itu, terdapat beberapa hal lain yang juga dapat terjadi akibat tindakan vitrektomi, seperti: Perdarahan di dalam cairan vitreus Ablasio retina Edema kornea, penumpukkan cairan di kornea Infeksi di dalam mata (endoftalmitis) Katarak       Hal Apa yang Mungkin Terjadi Paska Operasi Setelah vitrektomi, Anda mungkin harus dirawat inap selama 1 hari di rumah sakit, akan tetapi pada beberapa kasus Anda mungkin diperbolehkan rawat jalan. Tindakan operasi sendiri biasanya berlangsung selama 2-3 jam. Dokter mata Anda biasanya akan menentukan apakah tindakan pembedahan dapat dilakukan dengan anestesi lokal (bius lokal) atau anestesi umum (bius umum). Dokter biasanya akan meminta Anda untuk tidur dengan posisi tertentu selama beberapa waktu. Hal ini bertujuan agar gelembung udara atau minyak silikon dapat menekan bagian retina yang terlepas dengan tepat. Segera hubungi dokter Anda jika Anda mengalami beberapa komplikasi di bawah ini, yaitu: Ketajaman penglihatan menurun Rasa nyeri meningkat Mata tampak semakin merah Sekeliling mata tampak bengkak Keluar cairan abnormal dari dalam mata Kembali melihat floater (benda melayang), kilatan cahaya, atau perubahan lapang pandang   Apa yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Melakukan Operasi? Salah satu tujuan utama dari vitrektomi adalah untuk menyingkirkan darah dari dalam mata bagian tengah (vitreus hemoragik). Akan tetapi, saat vitreus hemoragik terjadi, beberapa orang dokter mata mungkin akan menganjurkan Anda untuk menunggul selama beberapa bulan atau bahkan 1 tahun untuk melihat apakah darah di dalam cairan vitreus dapat menghilang dengan sendirinya atau tidak sebelum memutuskan untuk melakukan tindakan operasi yang memiliki resiko. Akan tetapi, bila perdarahan ini menyebabkan penurunan ketajaman penglihatan yang berat atau mengganggu pengobatan retinopati berat, maka tindakan operasi biasanya dilakukan lebih cepat. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa efek jangka panjangnya akan lebih baik bila tindakan vitrektomi dilakukan sedini mungkin (pada kasus ini). Untuk mengatasi ablasio retina, sebenarnya terdapat beberapa pilihan operasi lainnya selain vitrektomi; tergantung dari penyebab, lokasi, dan tipe ablasio retina yang terjadi. Selain itu, adanya gangguan mata lainnya juga turut menentukan apakah tindakan vitrektomi memang merupakan pilihan terapi yang paling tepat. Anda mungkin membutuhkan lebih dari 1 kali operasi untuk mengembalikan retina ke tempatnya semula bila jaringan parut dari tindakan operasi sebelumnya tumbuh pada permukaan retina Anda.  Baca juga: Fakta Menarik Seputar "Benda Melayang" Pada Lapang Pandang Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 02 Oct 2016    15:00 WIB
Mengapa Warna Rambut dan Mata Dapat Berubah?
Tahukah Anda bahwa banyak bayi yang dilahirkan dengan mata berwarna biru ternyata mengalami perubahan warna mata seiring dengan semakin bertambahnya usia mereka? Hal ini disebabkan oleh perkembangan genetik yang terus berlangsung di dalam tubuh mereka. Warna rambut pun juga mengalami hal yang sama, kadangkala, seorang bayi yang dilahirkan dengan rambut berwarna terang akan memiliki rambut yang berwarna lebih gelap seiring dengan semakin bertambahnya usia mereka. Bagian mata yang berwarna adalah iris. Iris berfungsi untuk mengatur seberapa banyak cahaya yang dapat masuk ke dalam bola mata. Warna iris ini tergantung pada seberapa banyak melanin di dalamnya seperti halnya warna kulit dan rambut. Warna mata yang lebih gelap menyerap lebih banyak cahaya, sedangkan warna mata yang lebih terang memantulkan lebih banyak cahaya. Warna mata ditentukan oleh beberapa faktor gentika yang berbeda, tetapi yang terutama adalah OCA2. OCA2 berfungsi untuk memproduksi melanosit atau sel pembentuk melanin. Melanin merupakan suatu jenis protein yang berfungsi untuk membentuk warna pada kulit, mata, dan rambut. Semakin banyak kandungan melanin, maka semakin gelaplah warna mata, rambut, atau kulit seseorang. Warna melanin pada mata sendiri sebenarnya dipengaruhi oleh 3 gen lainnya, yaitu EYCL1, 2, dan 3. Saat digabungkan bersamaan, mereka akan membentuk warna coklat, hijau, dan biru; akan tetapi tidak membentuk warna abu-abu atau merah kecoklatan. Para peneliti sampai saat ini masih mencari tahu bagaimana seorang manusia dapat memiliki kedua warna tersebut pada matanya. Semua orang yang bermata biru dapat menelusuri nenek moyangnya yaitu seorang manusia yang lahir antara 6.000-10.000 tahun lalu. Karena mutasi genetik, maka seseorang dapat dilahirkan dengan suatu tombol yang sangat kecil pada gen OCA2, yang membatasi ekspresi melanin pada orang tersebut. Orang ini akan mengalami albinisme atau albino, yang disebabkan oleh tidak berfungsinya gen OCA2. Hal ini menyebabkan seluruh kulit, mata, dan rambutnya tidak mengandung melanin sama sekali. Saat seorang bayi dilahirkan, ia memang telah memiliki gennya sendiri, akan tetapi tubuhnya belum bereaksi terhadap semua gen di dalam DNAnya tersebut. Pada warna mata, melanin yang dikendalikan oleh OCA2 akan berdilusi (menipis) dan membuat mata berwarna biru dan akan tetap berwarna biru hingga dewasa. Akan tetapi, pada beberapa orang lainnya, saat lahir gen OCA2 ini akan aktif dan memicu melanosit untuk membentuk banyak protein yang membuat warna mata berubah dalam waktu 9 bulan hingga 2 tahun setelah lahir. Melanin dalam jumlah sedang akan membuat mata berwarna hijau atau merah kecoklatan, sedangkan melanin dalam jumlah banyak akan membuat mata berwarna coklat. Pada rambut, melanin juga akan terbentuk dengan cara yang sama seperti di dalam mata, yang membuat rambut berwarna gelap. Seiring dengan semakin bertambahnya usia seorang bayi, maka kadar melanin di dalam tubuhnya pun akan meningkat dan membuat warna rambutnya menjadi lebih gelap. Warna rambut masih dapat berubah hingga anak memasuki masa pubertas. Akan tetapi, para beberapa keadaan, beberapa gen tidak teraktivasi hingga produksi hormon meningkat di dalam tubuh sehingga perubahan baru terjadi saat anak memasuki usia dewasa. Pada umumnya, saat memasuki usia 30 tahun, rambut manusia tidak lagi memproduksi melanin dan mulai berubah menjadi abu-abu. Jadi, pada dasarnya, rambut tidak lagi bertambah gelap. Memutihnya rambut ini lebih cepat terjadi pada ras Kaukasia dan terjadi lebih lambat pada ras Asia. Perlu diingat bahwa tidak semua bayi dilahirkan dengan mata berwarna biru, terutama pada ras Kaukasia, Asia, Afrika, dan Hispanik. Para bayi dari ras tersebut biasanya akan dilahirkan dengan mata berwarna gelap yang tidak akan mengalami perubahan warna seiring dengan semakin bertambahnya usia mereka.  Baca juga: 5 Cara Mudah Untuk Memperoleh Alis Mata yang Lebih Tebal Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: aol
 01 Oct 2016    18:00 WIB
Loa Loa, Cacing Menjijikan yang Menggerogoti Mata Manusia
Loa Loa atau yang biasanya disebut juga cacing mata merupakan parasit yang menyebabkan terjadinya loiasis. Parasit ini memasuki tubuh manusia melalui gigitan lalat rusa yang telah terinfeksi oleh cacing. Lalat rusa ini terinfeksi cacing loa loa saat mereka menghisap darah manusia yang telah terinfeksi oleh cacing. Kebanyakan cacing ini dapat ditemui di daerah Afrika dan India. Infeksi cacing ini tidak dapat ditularkan antar manusia (manusia ke manusia). Sebagian besar orang yang terinfeksi biasanya tidak mengalami gejala apapun, bahkan hingga beberapa bulan atau beberapa tahun setelah terinfeksi. Cacing akan tinggal diam di dalam tubuh inangnya, tersembunyi di balik kulit selama bertahun-tahun. Gejala loiasis yang biasa ditemukan adalah gatal dan pembengkakan (hilang-timbul) pada bagian tubuh yang tidak terasa nyeri. Pembengkakan ini dapat terjadi di bagian tubuh manapun, tetapi lebih sering terjadi berdekatan dengan daerah persendian. Selain itu, penderita juga dapat menemukan adanya cacing yang keluar di permukaan bawah bola matanya. Kadangkala, penderita juga menemukan adanya cacing yang keluar dari dalam kulitnya. Gejala lainnya yang lebih jarang ditemukan adalah rasa gatal di seluruh tubuh, nyeri otot, nyeri sendi, dan merasa sangat lelah. Pada pemeriksaan darah biasanya ditemukan peningkatan kadar eosinofil. Pengeluaran cacing pada mata melalui tindakan pembedahan tidak dapat menyembuhkan infeksi cacing, karena cacing mungkin juga terdapat pada bagian tubuh lainnya. Pemberian obat anti parasit harus dipertimbangkan karena dapat menimbulkan efek samping berbahaya. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum mulai mengkonsumsi obat-obatan apapun.   Baca Juga: Berbagai Jenis Parasit Paling Mengerikan di Dunia! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: WOW Fact, cdc
 01 Oct 2016    15:00 WIB
Penyebab dan Cara Mengatasi Mata Bengkak
Kulit di sekitar mata sangat sensitif dan tipis. Oleh karena itu, setiap pembengkakan kecil pasti akan terlihat. Yang menjadi permasalahan pada kantung mata biasanya hanyalah kosmetika semata dan jarang disebabkan kondisi medis yang serius. Namun biasanya dokter akan mendeteksi dan menyingkirkan kemungkinan penyebab lain yang dapat berkontibusi terhadap pembengkakan, seperti masalah ginjal atau tiroid atau alergi Dalam banyak kasus, bengkak akan hilang dengan sendirinya dengan pengobatan tertentu atau hanya dengan cukup istirahat. Namun, jika bengkak disertai dengan iritasi, gatal, nyeri, demam, atau gangguan penghilatan, hal tersebut bisa menjadi tanda terjadinya masalah lain pada mata. Berikut adalah beberapa penyebab pembengkakan di bawah mata:•  MenangisMenangis dalam waktu lama membuat seluruh mata membengkak karena retensi cairan pada kelenjar mata di sekitar kelopak mata•  Demam, flu, infeksi sinusSama seperti menangis, saat demam juga dapat terjadi retensi cairan pada kelenjar mata sehingga menyebabkan kelopak mata membengkak•  Kurang tidur atau kurang istirahatKurang tidur atau bekerja dengan komputer dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kelelahan mata, ketegangan mata yang dapat menyebabkan mata membengkak•  GenetikMata bengkak dan lingkaran hitam pada mata juga ditentukan oleh faktor genetik•  DietDiet kaya yodium yang banyak memasukkan garam akan menyebabkan tubuh menahan banyak cairan, dan membuat mata bengkak•  UsiaSaat usia semakin menua, kulit tipis di sekitar mata mulai kehilangan elastisitasnya dan akan menggantung sehingga terlihat seperti membengkak.Bayangkan Anda terbangun dengan mata bengkak pada hari yang sangat penting untuk Anda. ternyata ada beberapa perawatan alami yang bisa menghilangkan bengkak pada mata.Berikut adalah cara menghilangkan bengkak pada mata dan mencegahnya timbul kembali:•  Percikkan air dingin ke sekitar mata Anda•  Minum banyak air putih•  Kompres mata Anda menggunakan es yang dibungkus kain•  Tidur yang cukup•  Lakukan pijatan didaerah sekitar mata•  Batasai asupan sodiumTerkadang bengkak pada mata diikuti gejala-gejala lain yang dapat menjadi tanda kondisi serius. Jika hal ini terjadi segeralah memeriksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan menyeluruh. Gejala-gejalanya adalah:•  Pembengkakan terjadi hanya pada satu mata•  Pembengkakan mata yang diikuti nyeri, gatal atau kemerahan•  Pembengkakan mata dalam waktu yang lama Baca juga: Pemeriksaan Mata Menggunakan Smartphone Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: healthmeup
 02 May 2014    14:00 WIB
Ketahui Resiko Gangguan Penglihatan Sedini Mungkin
Penelitian menemukan bahwa retinopati berat akibat prematuritas dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan motorik, gangguan mental, dan hilangnya pendengaran (tuli). Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa bayi prematur yang mengalami gangguan penglihatan yang dapat mengancam fungsi penglihatannya memiliki resiko yang lebih tinggi (3-4 kali) untuk mengalami berbagai gangguan kesehatan berat lainnya saat berusia 5 tahun. Retinopati berat pada bayi prematur terjadi akibat paparan terhadap oksigen dosis tinggi saat bayi berada di dalam neonatal intensive care unit (NICU). Oksigen yang berlebihan ini menyebabkan kerusakan berat pada retina. Kerusakan pada retina dapat berupa perdarahan retina dan terlepasnya retina dari dasar mata, yang dapat menyebabkan terjadinya kebutaan. Anak-anak yang mengalami kerusakan retina berat memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai gangguan mental dan motorik serta gangguan pendengaran berat (3-4 kali lipat lebih tinggi). Dokter harus lebih berhati-hati dalam memberikan dosis oksigen bagi bayi prematur. Penelitian ini mengamati bayi yang lahir antara tahun 1999-2004, yang memiliki berat badan lahir antara 550-1.400 gram. Pengamatan dilakukan hingga anak berusia 5 tahun. Para peneliti menemukan bahwa di antara 1.600 bayi yang diamati, sekitar 40% bayi yang mengalami retinopati berat juga mengalami gangguan lainnya saat berusia 5 tahun. Sekitar 15% anak yang mengalami retinopati berat mengalami lebih dari 1 gangguan lain. Sumber: nlm.nih