Your browser does not support JavaScript!
 21 Jan 2018    13:00 WIB
Bahaya Konsumsi Makanan Olahan Berlebihan
Apakah Anda sering mengkonsumsi makanan olahan? Mungkin ada beberapa kelebihan saat Anda mengkonsumsi makanan olahan, namun dibalik itu ada bahaya yang dapat disebabkan karena mengkonsumsi makanan olahan secara berlebihan.   Kelebihan mengkonsumsi makanan olahan: Makanan olahan  biasanya sudah dilakukan proses untuk membunuh bakteri berbahaya atau mikroorganisme lainnya, sehingga aman untuk dikonsumsi Beberapa makanan olahan seperti selai kacang, selai blueberi, jus cranberi, jus apel, jus anggur, adalah pilihan sehat yang mungkin tidak berbahaya. Makanan olahan yang diawetkan, biasanya dikemas dalam kaleng, botol yang kedap udara, sehingga makanan yang dikemas bebas dari bakteri. Makanan olahan yang mudah untuk mendapatkan, seperti yang tersedia kapan saja dan hampir diseluruh toko. Makanan olahan yang dikemas seperti sayuran dan daging dalam kemasan  dirasakan lebih praktis bagi orang-orang sibuk dan tidak sempat pergi kepasar tradisional untuk membeli sayuran dan daging yang alami.  Namun kelebihan yang dirasakan saat mengkonsumsi makanan olahan tidak sebanding dengan kerugian yang didapat saat mengkonsumsi makanan olahan.   Kerugian mengkonsumsi makanan olahan: Proses pengolahan biasanya menghilangkan beberapa nutrisi, vitamin dan serat yang terkandung di dalam makanan.  Makanan olahan biasanya berasal laboratorium dan bukan berasal dari alam. Makanan yang dimodifikasi secara genetik dapat menyebabkan gangguan pencernaan, infertilitas dan dapat merusak organ-organ Anda Terlalu sering mengkonsumsi makanan olahan dapat membuat orang mudah marah dan mudah  tersinggung. Mengkonsumsi makanan yang berasal dari alami akan membantu memperbaiki suasana hati seseorang, meningkatkan energi seseorang dan membuat lebih relaks. Lemak trans dan gula yang dikandung oleh makanan olahan bisa menyebabkan peradangan, kondisi tidak sehat yang mengarah ke asma. Mengkonsumsi harian makanan olahan setiap hari bisa menyebabkan  penuaan dini dan kerusakan pada ginjal karena mengandung fosfat dan bahan-bahan rekayasa genetika.   Oleh karena itu mulai sekarang  kurangi atau bahkan hindari mengkonsumsi terlalu berlebihan makanan olahan. Untuk hidup yang lebih sehat   Sumber: medindia
 18 Jul 2016    18:00 WIB
Berhati-hatilah Saat Mengkonsumsi Berbagai Jenis Makanan Olahan!
Proses pengolahan makanan memang memiliki beberapa manfaat seperti membuat makanan lebih tahan lama dan lebih mudah dimasak. Akan tetapi, terlalu sering mengkonsumsi makanan olahan pun dapat berdampak negatif pada kesehatan anda. Makanan mentah dan makanan yang hanya sedikit diolah seperti sayuran beku tanpa tambahan saus apapun, cenderung lebih baik bagi kesehatan anda. Menurut WHO, makanan olahan disebut makanan yang tidak sehat karena mengandung banyak lemak, gula, dan garam; sehingga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.Tambahan Garam (Natrium)Salah satu sumber utama dari natrium di dalam makanan adalah makanan olahan. Natrium perlu ditambahkan pada berbagai makanan untuk membuatnya lebih tahan lama, menambahkan rasa, dan memperbaiki tekstur makanan. Batasi konsumsi natrium anda hanya sebanyak 2.300 mg setiap harinya bila anda memiliki keadaan kesehatan yang sehat. Sedangkan bagi orang yang memiliki resiko penyakit jantung, maka batasi konsumsi natrium anda sebanyak 1.500 mg setiap harinya.Tambahan GulaAnda memang tidak perlu membatasi konsumsi gula alami dari berbagai makanan mentah seperti buah segar. Akan tetapi, mengkonsumsi terlalu banyak gula seperti pada makanan olahan dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung, obesitas, gigi berlubang, dan diabetes tipe 2. The American Heart Association menganjurkan agar anda membatasi konsumsi gula anda yaitu tidak lebih dari 100 kalori atau 25 gram setiap harinya bagi seorang wanita dan tidak lebih dari 155 kalori atau 38.75 gram setiap harinya. Rendah NutrisiProses pengolahan makanan seringkali menyebabkan makanan kehilangan nutrisi pentingnya. Memanaskan makanan pada suhu yang sangat tinggi dapat menyebabkan hilangnya kandungan vitamin C di dalamnya. Gandum yang telah diolah pun memiliki lebih sedikit serat, vitamin, dan mineral dibandingkan dengan gandum yang belum diolah. Sebuah penelitian di Amerika pada tahun 2007 menemukan bahwa mengkonsumsi gandum yang telah diolah dapat meningkatkan kadar kolesterol darah anda, meningkatkan resiko diabetes, dan obesitas.Lemak TransMakanan yang telah melalui proses pengolahan, seperti beberapa jenis makanan yang dipanggang, makanan penutup, margarin, pizza beku, popcorn microwave, dan krimer kopi kadangkala mengandung lemak trans. Lemak trans merupakan jenis lemak yang paling tidak sehat yang dapat meningkatkan kadar kolesterol anda, meningkatkan resiko penyakit jantung, dan stroke. Oleh karena itu, konsumsilah sesedikit munkgin lemak trans.Dampak Buruk LainnyaBerdasarkan sebuah penelitian di tahun 2010, proses pencernaan makanan yang telah diolah sebenarnya membutuhkan lebih sedikit energi daripada mencerna makanan utuh. Hal ini membuat lebih banyak kalori yang tersisa di dalam tubuh anda sehingga dapat meningkatkan berat badan. Makanan olahan juga cenderung lebih mudah menyebabkan terjadinya reaksi alergi daripada makanan mentah. Selain itu, berbagai kandungan zat kimia di dalamnya pun dapat berbahaya bagi kesehatan anda. Berbagai contoh zat kimia tersebut adalah sulfit, pemanis buatan, pewarna makanan, penguat rasa, natrium nitrat, BHA, BHT, olestra, kafein, dan MSG.Sumber: healthyeating.sfgate