Your browser does not support JavaScript!
 28 Jun 2019    16:00 WIB
Ngidam Makanan Manis dan Berlemak Sebelum Menstruasi, Mengapa Demikian?
Apakah Anda merupakan salah satu dari para wanita yang selalu ingin mengkonsumsi makanan manis penuh lemak saat menstruasi Anda akan segera datang? Bila Anda bingung mengenai mengapa hal ini terus terjadi, maka hormon Anda mungkin merupakan penyebabnya. Masa premenstruasi merupakan saat di mana kadar hormon stress, yaitu hormon kortisol meningkat dan kadar hormon serotonin (hormon yang membuat Anda merasa bahagia) menurun. Perubahan kadar hormonal ini membuat tubuh Anda menginginkan berbagai jenis makanan yang mengandung banyak gula dan lemak karena keduanya dapat meningkatkan kadar hormon serotonin dan menurunkan produksi hormon kortisol, yang tentu saja dapat membuat Anda merasa lebih bahagia dan rileks. Jadi, apa yang harus Anda lakukan untuk mengatasi hal ini? Walaupun banyak wanita mengira tidak ada yang dapat mereka lakukan untuk mencegah keinginan untuk mengkonsumsi makanan manis dan berlemak tersebut, akan tetapi sebenarnya terdapat suatu cara. Caranya adalah pastikan Anda menghindari berbagai jenis makanan olahan, kafein, dan karbohidrat olahan 2 minggu sebelum menstruasi Anda dimulai dan tingkatkan konsumsi serat dan protein Anda. Hal ini dapat membantu menjaga keseimbangan kadar hormonal di dalam tubuh Anda dan menjaga kadar gula darah Anda tetap stabil di sepanjang hari. Mengapa harus menghindari ketiga jenis makanan di atas? Hal ini dikarenakan kafein dapat meningkatkan kadar hormon kortisol dan karbohidrat olahan dapat meningkatkan kadar gula darah Anda dalam waktu singkat. Jika Anda sedang menstruasi saat ini dan tidak dapat berhenti mengkonsumsi makanan berlemak, maka mulailah hari Anda dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak protein, misalnya roti isi telur atau selai kacang, untuk menjaga kadar gula darah Anda tetap stabil di sepanjang hari. Di siang hari, pastikan anda mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang diolah dari sayuran segar, yang mengandung banyak air dan serat, yang dapat mengurangi rasa perut kembung dan rasa lapar, serta keinginan Anda untuk mengkonsumsi suatu makanan tertentu. Akan tetapi, bukan berarti Anda tidak boleh tergoda sama sekali. Sesekali mengkonsumsi makanan manis atau berlemak tinggi di saat Anda sangat menginginkannya merupakan hal yang normal dan boleh dilakukan, hanya saja dalam suatu batasan tertentu.     Sumber: womenshealthmag
 18 May 2019    16:00 WIB
Buka Puasa Dengan Buah-buahan Manis Yuk!
Pada saat Anda berpuasa, mungkin Anda sudah memikirkan makanan apa saja yang akan dimakan saat berbuka. Saat berbuka puasa memang tidak disarankan untuk langsung menyantap makanan yang terlalu berat. Biasanya yang disantap saat berbuka puasa adalah buah-buahan. Buah apa saja yang baik dimakan saat berbuka puasa?   Berikut buah-buahan manis yang baik dikonsumsi saat buka puasa: - Kurma Sudah tentu Anda semua mengenal buah wajib ini. Kurma mengandung zat gula yang tinggi mengandung vitamin A, B2, B12 sehingga baik dikonsumsi saat berbuka dimana kadar gula tubuh sudah menurun. - Pisang Buah kuning ini mengandung vitamin A, B1, B2 dan C yang dapat membantu mengurangi asam lambung. Selain itu pisang juga bisa membantu menjaga keseimbangan air dalam tubuh. - Apel Buah yang satu ini memang terkenal baik. Apel mengandung vitamin A, B dan C, apel dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah selain itu mengatasi masalah nafsu makan yang terlalu besar. - Blewah Buah ini mengandung beta karoten yang cukup tinggi sehingga membantu menangkal radikal bebas. Sehingga cocok untuk Anda yang sedang berbuka puasa. Selain itu kandungan gula buah blewah tidak terlalu tinggi sehingga cocok untuk penderita kencing manis.   Yang perlu Anda perhatikan adalah gula sudah memiliki kandungan gula alami jadi sebaiknya saat Anda menyajikannya jangan memberikan gula terlalu banyak terutama untuk yang menderita kencing manis.   Jadi sekarang Anda dapat menyiapkan makanan pembuka untuk buka puasa. Selamat menjalankan ibadah puasa.    
 08 Apr 2018    11:00 WIB
5 Alasan Untuk Berhenti Makan Manis
Mengapa Anda harus berhenti makan makanan manis secepatnya? Alasan yang paling benar adalah karena baik untuk kesehatan Anda. Berikut adalah berbagai alasan mengapa Anda harus berhenti makan makanan manis: 1.  Menambah berat badanTentu saja hal ini menjadi hal pertama yang muncul di pikiran Anda saat Anda makan pastries dan cake bukan? Gula adalah bahan makanan yang sangat mudah dicerna menjadi sumber energi yang kita perlukan untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Untuk mengilangkan efek dari separuh batang coklat yang Anda makan Anda harus melakukan lari selama satu jam. Bayangkan berapa banyak aktifitas yang harus Anda lakukan untuk menghabiskan kalori dari satu batang coklat. 2.  BakteriMakanan manis adalah tempat tinggal ideal untuk bakteri. Saat Anda memakan makanan manis, sama saja dengan Anda membiarkan bakteri masuk dan tinggal di permukaan gigi Anda. Bakteri ini dapat menyebabkan karies gigi dan kerusakan pada lapisan enamel gigi. 3.  PankreasPankreas merupakan organ yang harus bekerja keras saat Anda memakan makanan manis. Saat Anda memakan makanan manis Anda cenderung akan mengunyah dengan cepat sehingga makanan itu tidak dicerna dengan baik. Sebagai hasilnya, makanan manis tersebut akan segera masuk ke usus Anda, melewati berbagai organ pencernaan dan berakhir di pankreas yang harus melakukan kerja ekstra untuk mencerna makanan itu.Ingatlah semakin lama makanan Anda kunyah, maka semakin baik proses pencernaan berlangsung. 4.  KelelahanMakanan manis memang bisa membuat seseorang aktif dan merasa berenergi. Namun ingat, ini hanya terjadi dalam waktu yang singkat. Makanan manis akan memberikan efek tidak stabil pada kadar gula darah sehingga Anda dapat mengalami hiperglikemia. Efek sampingnya adalah Anda akan merasa sangat kelelahan ketika rasa manis itu hilang dari tubuh Anda. Fakta tersebut tidak bermaksud untuk membuat Anda terintimidasi, hanya ingin mengingatkan Anda konsekuensi dari memakan makanan manis, yaitu kelelahan yang luar biasa dan kelemahan tubuh. 5.  Kesehatan kulitGula dalam makanan manis tak hanya berpengaruh pada kesehatan tubuh, tetapi juga kulit. Makanan manis akan memicu munculnya jerawat dan bisul. Jika Anda tidak ingin berjerawat, kulit menjadi kusam, atau memiliki bisul, sebaiknya kurangi makanan manis.   Sumber: geniusbeauty
 11 Sep 2015    18:00 WIB
Hamil? Jangan Lakukan Hal Ini!
Saat hamil, Anda mungkin tidak dapat melakukan berbagai hal yang Anda inginkan dengan bebas. Orang tua Anda pun pasti akan melarang Anda untuk melakukan ini dan itu karena takut mempengaruhi kesehatan bayi di dalam kandungan Anda dan juga kesehatan Anda sendiri.   Ingin tahu apa saja yang sebenarnya tidak boleh dilakukan saat Anda hamil untuk menjaga kesehatan Anda dan bayi di dalam kandungan Anda? Di bawah ini Anda dapat melihat apa sajakah sebenarnya yang tidak boleh dilakukan oleh seorang wanita saat ia hamil dan mengapa demikian.   1.      Kurang Tidur Karena kehamilan merupakan suatu fase kehidupan yang sangat penting bagi seorang wanita, maka kurang tidur bukanlah suatu hal yang baik untuk dilakukan. Berbagai perubahan kadar hormonal dan perubahan fisik yang Anda alami selama hamil membuat Anda harus tidur dengan cukup agar tetap sehat. Oleh karena itu, tidurlah selama setidaknya 7 jam setiap malamnya.   2.      Mengkonsumsi Obat-obatan Tanpa Berkonsultasi Dengan Dokter Mengkonsumsi berbagai jenis obat-obatan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan Anda dapat berdampak buruk pada kesehatan bayi Anda lho! Hal ini dikarenakan ada beberapa jenis obat-obatan dapat meningkatkan resiko terjadinya kelainan kongenital atau cacat bawaan pada bayi Anda. Oleh karena itu, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan Anda saat akan mengkonsumsi obat apapun.   3.      Bertengkar Atau Mengalami Stress Emosional Hal ini mungkin merupakan saran yang paling sering Anda dengar dari dokter kandungan Anda, yaitu jangan stress saat Anda hamil. Stress saat hamil dapat meningkatkan resiko terjadinya depresi paska melahirkan pada sang ibu dan dapat mengganggu perkembangan bayi di dalam kandungan Anda.   Baca juga: Dampak Depresi Pada Kehamilan Anda   4.      Makan Secara Berlebihan Memang benar bahwa Anda tidak lagi makan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian Anda saja tetapi bayi Anda juga, akan tetapi bukan berarti Anda boleh makan secara berlebihan. Seorang wanita hamil biasanya hanya membutuhkan sekitar 300 kalori lebih banyak dibandingkan orang dewasa lainnya (2.000 kalori). Peningkatan berat badan yang berlebihan selama hamil dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai penyakit lain seperti preeklampsia dan diabetes gestasional.   5.      Kurang Minum Air Putih Kehamilan Anda tentu saja akan membuat Anda dan pasangan merasa bahagia, akan tetapi tahukah Anda bahwa kehamilan merupakan salah satu keadaan yang membuat tubuh Anda sangat stress? Karena banyak “kotoran” yang terkumpul di dalam tubuh Anda saat hamil, yang berasal dari Anda dan bayi di dalam kandungan Anda, maka tubuh Anda pun harus melakukan proses detoksifikasi lebih sering, sehingga tubuh pun membutuhkan lebih banyak air putih. Oleh karena itu, pastikan Anda mengkonsumsi 1.7-2 liter air putih setiap harinya.   6.      Tidak Berbicara Pada Bayinya Memang bayi Anda belum dilahirkan dan Anda memang tidak dapat berbicara sambil berhadapan wajah dengannya, akan tetapi Anda tetap perlu menjalin komunikasi sejak dini dengan bayi Anda sehingga ikatan yang terbentuk nantinya pun akan menjadi lebih kuat. Sentuhlah perut Anda, terutama di bagian di mana Anda dapat merasakan bagian tubuh bayi Anda.   7.      Mengkonsumsi Makanan Manis Secara Berlebihan Jangan terlalu sering mengkonsumsi permen atau makanan manis saat Anda telah memasuki trimester kedua kehamilan Anda karena hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetes gestasional dan berbagai komplikasi lainnya. Akan tetapi, bukan berarti Anda sama sekali tidak boleh mengkonsumsi makanan manis atau cokelat, Anda hanya perlu mengurangi dan membatasi jumlahnya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: womenshealthline
 29 Dec 2014    12:00 WIB
Menyukai Makanan dan Minuman Manis? Waspadai Penyakit Berikut Ini!
Untuk mengetahui apa dampak konsumsi gula berlebihan pada keadaan kesehatannya, seorang pria Australia bernama Damon Gameau mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak gula selama 60 hari. Pria ini tidak mengkonsumsi berbagai jenis minuman dan makanan manis seperti yang Anda kira. Ia justru mengikuti diet “sehat” dengan mengkonsumsi makanan rendah lemak, tetapi mengandung banyak gula. Hanya dalam waktu 3 minggu, Gameau yang sebelumnya sehat mulai menjadi moody (mood mudah berubah) dan tampak lesu. Dokter pun kemudian memberitahunya bahwa ia menderita perlemakkan hati (fatty liver), yang dapat menyebabkan terjadinya kegagalan fungsi hati bila keadaan ini terus berlangsung. Gameau mengatakan bahwa ia sama sekali tidak mengkonsumsi minuman bersoda, coklat, es krim, atau berbagai jenis makanan dan minuman yang memang telah diketahui mengandung banyak gula. Ia mengatakan bahwa ia justru mengkonsumsi yogurt rendah lemak, sereal, jus buah, dan minuman energi. Dengan mengkonsumsi berbagai jenis makanan di atas, Gameau diperkirakan telah mengkonsumsi sekitar 40 sendok teh gula setiap harinya. Berapa sebenarnya anjuran harian gula? Menurut AHA, rekomendasi gula harian adalah 6 sendok teh gula bagi wanita dan 9 sendok teh gula bagi pria. Selain menyebabkan perubahan mood dan mengalami perlemakkan hati, ia pun telah mulai mengarah pada obesitas dengan semakin bertambahnya ukuran lingkar perutnya. Ia mengatakan bahwa mengkonsumsi makanan tinggi gula ini justru membuatnya selalu merasa lapar, tidak perduli berapa banyak makanan yang telah dikonsumsinya. Mengkonsumsi diet tinggi gula juga dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai gangguan jantung dan pembuluh darah, yang dapat berujung pada kematian.     Sumber: foxnews