Your browser does not support JavaScript!
 15 May 2019    16:00 WIB
Ini Alasan Mengapa Banyak Makan Serat Sangat Dianjurkan
Mungkin Anda sering mendengar nasihat yang diberikan dokter yaitu perbanyak makan serat dan olahraga. Seolah kata-kata ini menjadi kata wajib yang selalu akan dikatakan. Serat memang dianggap sebagai bahan terbaik yang akan memberikan banyak manfaat sehingga Anda harus memasukkanya ke dalam menu harian Anda. Serat akan membantu membuat Anda merasa lebih kenyang. Dan bukan hanya itu serat memiliki banyak manfaat lain. Berikut Adalah Manfaat Dari Serat: Menurunkan Kolesterol Serat larut memiliki kemampuan untuk mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh dengan cara mengurangi jumlah empedu yang diserap dalam usus. Serat menyela penyerapan empedu dalam usus dan empedu diekskresikan dalam tinja. Jadi, tubuh menggunakan lebih banyak kolesterol yang disimpan untuk membuat empedu. Meningkatkan Fungsi Saluran Pencernaan Serat membantu dalam meningkatkan fungsi saluran pencernaan serta berperan dalam mengatasi sembelit. Serat akan membantu menjaga saluran pencernaan dan membuat kotoran di dalam saluran pencernaan keluar dengan lancar. Pastikan untuk minum cukup air setelah mengkonsumsi makanan kaya serat untuk menjaga diri terhidrasi. Mengurangi Risiko Diabetes Jika Anda telah bertanya-tanya apa saja manfaat serat maka manfaat berikutnya adalah mengurangi risiko diabetes mellitus. Penyakit ini bisa menghinggapi siapa saja yang memiliki pola makan yang tidak baik. Serat akan membantu mencegah diabetes karena serat lebih mudah dicerna bila dibandingkan dengan karbohidrat lainnya. Sebagian dari serat melewati sistem pencernaan secara utuh dan ini membantu mengurangi risiko diabetes Meningkatkan Kesehatan Jantung Serat dikenal dapat mengurangi kadar kolesterol LDL yang dikenal dapat meningkatkan resiko penyakit jantung. Serat membantu menangkal LDL (kolesterol jahat) dan oleh karena itu melindungi jantung. Mengurangi Sembelit Salah satu manfaat kesehatan dari serat adalah bahwa serat larut dikenal menambahkan lebih banyak air untuk tinja, sehingga lebih mudah untuk melewati usus dan karenanya dapat mencegah sembelit. Mencegah Radang Usus Radang usus dikenal sebagai divertikulitis, dapat menimbulkan banyak ancaman bagi tubuh jika tidak diobati. Kebiasaan konsumsi makanan rendah serat meningkatkan kemungkinan mengalami diverticulitis dan cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan mengonsumsi makanan yang kaya serat. Kontrol Kadar Gula Darah Anda sudah melihat serat memiliki kemampuan untuk mencegah risiko diabetes dan dengan cara itu juga membantu mencegah lonjakan kadar gula darah. Makanan kaya serat memiliki kemampuan untuk memperlambat penyerapan gula dalam tubuh. Ini adalah salah satu manfaat kesehatan terbaik dari makan makanan kaya serat. Beberapa makanan kaya serat termasuk roti gandum, sereal, pasta, buah-buahan, sayuran, beras merah, kacang kering, oatmeal. Jadi bila Anda ingin sehat makanlah banyak serat seperti yang dianjurkan oleh para dokter. Baca juga: Makanan yang Mengandung Serat Tinggi Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: boldsky
 21 Aug 2016    11:00 WIB
Makanan yang Harus Dihindari Saat Mengalami Gangguan Pencernaan
1.  Makanan yang DigorengMengkonsumsi makanan yang digoreng (tinggi lemak) dapat memicu terjadinya diare. Berbagai makanan berlemak lainnya seperti saus, daging berlemak, dan mentega atau makanan penutup yang mengandung banyak krim juga dapat menyebabkan terjadinya diare. Untuk menghindari terjadinya diare, pilihlah makanan yang dipanggang atau dibakar dengan saus ringan dari sayuran daripada mentega atau krim.2.  Buah Golongan CitrusKarena buah golongan citrus mengandung banyak serat, maka buah ini dapat menyebabkan gangguan pada pencernaan pada beberapa orang. Batasi konsumsi jeruk, anggur, dan buah golongan citrus lainnya jika saluran pencernaan anda sedang terasa tidak nyaman.3.  Pemanis BuatanMengkonsumsi terlalu banyak permen karet bebas gula yang mengandung sorbitol ternyata dapat menyebabkan terjadinya diare dank ram perut. Mengkonsumsi sorbitol lebih dari 50 gram setiap harinya dapat menyebabkan gangguan pada usus anda. Hal ini dikarenakan tubuh anda tidak dapat mencerna sorbitol.4.  Mengkonsumsi Terlalu Banyak Makanan BerseratMakanan yang mengandung banyak serat seperti gandum dan sayur-sayuran baik bagi pencernaan anda. Akan tetapi, bila anda mengkonsumsi terlalu banyak makanan berserat, maka sistem pencernaan anda akan sulit beradaptasi dan menyebabkan perut terasa kembung dan sering buang angin. Tingkatkan konsumsi makanan berserat anda secara bertahap sehingga sistem pencernaan anda dapat beradaptasi dengan lebih baik.Walaupun semua jenis serat dapat membantu kerja sistem pencernaan anda, serat yang terdapat pada oat dan gandum tampaknya cukup efektif untuk mencegah terjadinya diare.5.  Kacang-kacanganKandungan gula yang tidak dapat dicerna pada kacang-kacangan dapat menyebabkan perut terasa kembung dan kram. Karena tubuh anda tidak memiliki cukup banyak enzim untuk mencerna gula ini, maka bakteri di dalam usus andalah yang harus mencerna gula ini. Akan tetapi, proses pencernaan gula oleh bakteri ini menghasilkan gas yang dapat membuat perut anda terasa kembung.Untuk mengurangi kandungan gula di dalam kacang-kacangan tersebut, rendamlah kacang kering di dalam air selama setidaknya 4 jam, kemudian buang air rendaman tersebut.6.  Kol dan Sayuran SejenisKol, brokoli, dan berbagai sayuran lain yang sejenis juga mengandung gula yang tidak dapat dicerna seperti pada kacang yang membuat perut terasa kembung. Selain itu, tingginya serat pada sayuran ini juga membuat mereka lebih sulit dicerna jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Masaklah sayuran ini terlebih dahulu untuk mengurangi gangguan pada saluran pencernaan anda.7.  Makanan yang Mengandung FruktosaMakanan yang dimaniskan dengan menggunakan fruktosa seperti minuman bersoda, permen, jus buah, dan kue sulit dicerna oleh beberapa orang dan menyebabkan terjadinya diare, perut kembung, kram perut, dan berbagai gangguan pencernaan lainnya.8.  Makanan PedasBeberapa orang dapat mengalami gangguan pencernaan atau nyeri ulu hati setelah mengkonsumsi makanan pedas, terutama bila mengkonsumsi makanan pedas dalam jumlah banyak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa capsaicin yang terdapat di dalam cabai dapat memicu terjadinya nyeri ulu hari.9.  Susu dan Produk OlahannyaJika anda mengalami diare, perut kembung, dan sering buang angin setelah mengkonsumsi susu dan berbagai produk olahannya; maka anda mungkin mengalami intoleransi laktosa.Intoleransi laktosa diakibatkan oleh kurangnya enzim laktase di dalam tubuh anda, yang diperlukan untuk mencerna laktosa (suatu jenis gula yang terdapat di dalam susu dan produk olahannya).Untuk mencegah diare dan gangguan pencernaan lainnya, hindari atau batasilah konsumsi susu dan produk olahannya tersebut. 10.  PeperminPepermin dapat menyebabkan otot di bagian atas lambung berelaksasi sehingga membuat makanan di dalam lambung dapat kembali naik ke dalam kerongkongan (refluks) dan membuat dada anda terasa seperti terbakar atau panas. Hal lainnya yang juga dapat menyebabkan terjadinya refluks adalah coklat dan kopi. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk menurunkan tekanan di dalam perut dan mencegah terjadinya refluks adalah:•  Menurunkan berat badan•  Makan dalam porsi yang lebih kecil dan tidak berbaring segera setelah makan•  Hindari berbagai makanan yang mungkin memicu terjadinya refluks Diare berat dan atau diare yang telah berlangsung cukup lama dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi. Oleh karena itu, pastikan bahwa anda mengkonsumsi cukup banyak cairan (setidaknya 8 gelas air putih setiap harinya) untuk mencegah terjadinya dehidrasi.Selama diare, konsumsilah makanan lunak, rendah lemak, dan tidak pedas. Lalu makanlah seperti biasa setelah anda tidak lagi mengalami diare selama 24-48 jam untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anda. Baca juga: 7 Makanan yang Dapat Membantu Mengatasi Gangguan Pencernaan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd