Your browser does not support JavaScript!
 17 Sep 2019    08:00 WIB
Mencegah Terjadinya Kram Otot
Kram otot merupakan suatu keadaan di mana otot terasa keras, menonjol, dan menimbulkan nyeri. Terjadinya kram otot pun dapat dicegah dengan memperhatikan beberapa hal di bawah ini. Para ahli menyarankan agar anda melakukan peregangan sebelum dan setelah berolahraga, yang juga disertai dengan pemanasan dan pendinginan sebelum dan setelah berolahraga untuk mencegah kram otot akibat aktivitas fisik berat. Mengkonsumsi cairan dengan cukup sebelum, selama, dan setelah beraktivitas juga sangat penting, terutama bila aktivitas atau olahraga berlangsung lebih dari 1 jam dan menggantikan elektrolit yang kurang juga dapat membantu. Rasa lelah yang berlebihan terutama saat cuaca panas sebaiknya dihindari. Seberapa banyak cairan yang harus anda minum berbeda-beda pada setiap orang. Tujuan hidrasi adalah untuk mencegah terjadinya penurunan berat badan berlebihan (>2% berat badan). Timbanglah berat badan anda sebelum dan setelah berolahraga untuk melihat seberapa banyak cairan tubuh anda yang hilang melalui keringat. Satu liter air memiliki berat 1.125 kg. Tergantung pada lama dan beratnya olahraga, suhu dan kelembaban, berat badan dan berbagai faktor lainnya; kehilangan cairan yang anda alami dapat berkisar antara 0.4-1.8 liter setiap jamnya.   Hidrasi Sebelum Beraktivitas (Bila Diperlukan) Sebelum beraktivitas atau berolahraga, bila diperlukan, anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini, yaitu: Konsumsilah air sebanyak 0.5 liter setiap jamnya selama beberapa jam (3-4 jam) sebelum beraktivitas atau berolahraga (pada orang dengan berat badan 90 kg) Konsumsilah minuman yang mengandung natrium dan atau cemilan asin atau makanan lainnya yang mengandung natrium untuk membantu menimbulkan rasa haus dan menahan cairan yang telah dikonsumsi tetap berada di dalam tubuh   Hidrasi Selama Beraktivitas Selama beraktivitas atau berolahraga, langkah hidrasi yang dapat anda lakukan adalah: Konsumsilah 0.4-0.8 liter air setiap jamnya, akan tetapi hal ini tergantung pada penurunan berat badan yang terjadi Hindarilah minuman manis atau yang mengandung karbohidrat lebih dari 10%. Konsumsi karbohidrat hanya direkomendasikan 1 jam setelah beraktivitas atau berolahraga Mengkonsumsi minuman yang mengandung elektrolit (natrium dan kalium) dapat membantu menjaga keseimbangan elektrolit terutama pada saat anda belum makan, aktivitas fisik berlangsung selama lebih dari 4 jam, cuaca panas. Pada keadaan ini, mengkonsumsi minuman yang mengandung elektrolit dapat menggantikan elektrolit yang hilang melalui keringat dan mencegah berbagai gangguan medis yang mungkin timbul, seperti kram otot dan hiponatremia   Hidrasi Setelah Beraktivitas Setelah beraktivitas, lakukanlah beberapa hal di bawah ini untuk mencegah terjadinya kram otot, yaitu: Minumlah 0.5 liter air untuk menggantikan setiap penurunan berat badan sebanyak 0.5 kg Mengkonsumsi minuman dan makanan yang mengandung sodium dapat membantu menstimulasi rasa haus dan membuat tubuh menahan cairan lebih lama   Selama Kehamilan Mengkonsumsi suplemen kalsium dan magnesium telah terbukti dapat mencegah terjadinya kram saat kehamilan.   Kram Distonik Kram distonik merupakan kram yang terjadi akibat penggunaan bagian tubuh secara berulang-ulang, misalnya menulis. Kram ini dapat dicegah atau diminimalisasi dengan memperhatikan faktor ergonomis, seperti penggunaan peyangga pergelangan tangan, menghindari penggunaan sandal atau sepatu hak tinggi, mengubah posisi kursi, beristirahat sejenak dari aktivitas, membuat posisi senyaman mungkin, dan menggunakan peralatan yang nyaman saat beraktivitas. Mempelajari cara untuk mengurangi ketegangan otot yang berlebihan saat beraktivitas dapat membantu mencegah terjadinya kram. Akan tetapi, terjadinya kram kadang sulit dihindari saat melakukan kegiatan yang sulit dimodifikasi seperti saat memainkan alat music.   Kram Saat Beristirahat Kram di malam hari atau kram lainnya yang terjadi saat beristirahat dapat dicegah dengan melakukan peregangan saat berolahraga, terutama sebelum tidur. Peregangan sederhana pada otot betis selama 10-15 detik dan diulang sebanyak 2-3 kali dapat sebelum tidur dapat membantu mencegah terjadinya kram di malam hari (kram nokturnal). Gerakan ini dapat diulang setiap kali anda terbangun untuk pergi ke kamar mandi dan 1-2 kali di siang hari. Jika kram nokturnal yang anda alami cukup berat dan sering berulang, penggunaan alas kaki yang berbentuk seperti papan saat tidur dapat membantu agar kaki tidak berposisi aneh saat tidur yang seringkali menyebabkan terjadinya kram. Hal penting lainnya untuk mencegah kram nokturnal adalah mengkonsumsi cukup kalsium dan magnesium. Konsumsilah kalsium setidaknya 1 gram setiap harinya dan 1.5 gram bila diperlukan, terutama pada wanita dengan atau tanpa resiko osteoporosis. Mengkonsumsi kalsium tambahan sebelum tidur juga dapat mencegah terjadinya kram. Suplemen kalsium dapat sangat bermanfaat, terutama pada orang yang memang mengalami kekurangan magnesium. Akan tetapi, pemberian suplemen magnesium ini dapat sangat berbahaya pada orang yang mengalami kesulitan pengeluaran magnesium, seperti pada penderita gagal ginjal. Penggunaan obat diuretika dosis tinggi dapat meningkatkan pengeluaran magnesium. Selain itu, mengkonsumsi terlalu banyak kalsium juga dapat meningkatkan pengeluaran magnesium. Berbagai jenis makanan yang mengandung magnesium adalah sayuran, gandum, daging, ikan, pisang, apricot, kacang-kacangan, dan kedelai. Selain itu, magnesium juga dapat ditemukan pada beberapa obat pencahar dan antasida. Kebutuhan magnesium harian adalah antara 50-100 mg. Bagilah dosis suplemen kalsium yang anda gunakan menjadi beberapa kali sehari untuk mencegah terjadinya efek samping magnesium, yaitu diare. Vitamin E juga diduga dapat membantu mengurangi terjadinya kram otot, walaupun masih diperlukan penelitian lebih lanjut.   Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan Pada Lansia Orang lanjut usia yang menggunakan suplemen magnesium harus mengukur kadar magnesium secara teratur karena penurunan fungsi ginjal pada lansia dapat menyebabkan timbulnya toksisitas akibat tingginya kadar magnesium di dalam darah, walaupun dengan penggunaan suplemen magnesium dosis kecil. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa para lansia seringkali mengalami kekurangan vitamin D. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan penyerapan kalsium di dalam makanan. Oleh karena itu, dibutuhkan tambahan suplemen vitamin D sebanyak 400 unit setiap harinya. Akan tetapi, jangan mengkonsumsi suplemen vitamin D secara berlebihan karena dapat menyebabkan terjadinya toksisitas. Walaupun banyak obat diuretika yang menyebabkan pengeluaran kalsium dan magnesium, obat diuretika golongan hidroklorotiazid justru dapat menahan kalsium dan magnesium tetap berada di dalam tubuh. Oleh karena itu, obat ini banyak digunakan untuk mencegah terjadinya kram pada para pasien lansia yang juga menderita hipertensi (tekanan darah tinggi) dan memerlukan penggunaan obat diuretika. Efek samping diuretika lainnya yang juga perlu diperhatikan adalah penurunan kadar natrium dan kalium di dalam darah. Lansia seringkali tidak mengkonsumsi cukup cairan setiap harinya, hal ini diduga berhubungan dengan penurunan rasa haus akibat proses penuaan. Perhatikanlah konsumsi cairan, terutama bila anda juga mengkonsumsi obat diuretika. Konsumsilah setidaknya 6-8 gelas air putih setiap harinya untuk mencegah terjadinya kram akibat dehidrasi. Hindari konsumsi kopi karena kafein yang terdapat di dalam kopi dapat meningkatkan pengeluaran cairan tubuh. Penyebab pasti kram nokturnal pada lansia masih tidak diketahui. Pencegahan terbaik adalah dengan melakukan peregangan secara teratur, konsumsi cairan dengan cukup, konsumsi vitamin D, kalsium, dan vitamin E secukupnya. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi suplemen magnesium.   Obat Untuk Mencegah Kram Otot Satu-satunya obat yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya kram otot adalah isquinine. Quinine bekerja dengan cara menurunkan eksitabilitas otot-otot tubuh. Akan tetapi, quinine tidak dapat digunakan pada wanita hamil karena dapat menimbulkan kelainan kongenital pada bayi dan keguguran. Efek samping lainnya adalah timbulnya reaksi alergi, penurunan trombosit, gangguan penglihatan, dan denyut jantung tidak teratur. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum menggunakan obat ini.   Sumber: medicinenet
 03 Jul 2019    16:00 WIB
9 Pertolongan Pertama Ketika Otot Terasa Ngilu
Apakah Anda pernah mengalami otot terasa cekat-cekot? Bila iya, rasanya pasti sangat mengganggu. Otot terasa cekat-cekot atau nyeri otot bisa saja Anda alami saat melakukan aktivitas berat seperti setelah berolahraga atau aktivitas lain. Rasanya memang sangat mengganggu. Namun jangan biarkan aktivitas Anda malah akan terganggu Berikut adalah cara sederhana yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengatasi nyeri otot, silahkan disimak ulasan dibawah ini: 1.      Istirahatkan otot Apabila Anda mengalami nyeri otot maka segera istirahatkan otot yang terasa nyeri selama 24-48 jam setelah latihan atau aktivitas yang menyebabkannya sakit. Setelah itu untuk sementara waktu jangan melakukan latihan berat lagi, usahakan latihan yang Anda lakukan kurang dari 50% mulai dari berat, jarak dan kecepatan latihan yang membuat otot Anda terasa sakit. Ini merupakan adalah cara terbaik untuk menghindari rasa sakit yang berlebihan. 2.      Pijat tubuh Anda Saat Anda melakukan aktivitas yang berlebihan biasanya akan terjadi robekan kecil pada serat otot Anda. Respon alami tubuh terhadap robekan ini adalah terjadinya peradangan. Pijatan membantu mengurangi jumlah sitokin yang diproduksi oleh tubuh. Sitokin ini yang menimbulkan reaksi peradangan pada tubuh. Namun Anda harus mencari terapis pijat yang memang kompeten, terapi pijat akan membuat tubuh menjadi lebih rileks, sekaligus memiliki fungsi meditatif dan menyembuhkan. 3.      Memijat sendiri Tergantung pada lokasi rasa sakit yang Anda rasakan, Anda dapat mencoba untuk memijat sendiri otot yang sakit. Gunakan kombinasi ibu jari, buku-buku jari dan telapak tangan untuk memijat lebih dalam sampai ke jaringan otot. Saat Anda sedang memijat, jangan fokus pada bagian tengah otot yang sakit. Sebaliknya fokus pada ujung otot. Tindakan ini akan membuat otot menjadi rileks lebih cepat. Jika otot yang sakit berada di sepanjang punggung dan leher, minta bantuan terapis pijat. Daerah ini berbahaya untuk dipijat tanpa latihan yang memadai. 4.      Lakukan peregangan otot Latihan ini juga akan membantu untuk mengeluarkan asam laktat dari otot-otot Anda. Melakukan peregangan setelah aktivitas berat berfungsi mencegah otot kaku dan terasa nyeri. 5.      Dinginkan otot secara tidak langsung Dokter menyarankan untuk mendinginkan otot setelah beraktivitas berat seperti berolahraga untuk mengurangi peradangan dan memberikan rasa lega yang lebih lama.Saat mendinginkan otot, cara terbaik adalah membungkus kompres es supaya tidak langsung mengenai kulit 6.      Gunakan panas Hari pertama rasa sakit otot muncul, panas dapat digunakan untuk membantu mengalirkan darah ke otot. Cara ini akan membantu proses pemulihan serta berfungsi menenangkan otot. 7.      Mandi dengan air pancuran Biarkan air hangat menyirami otot-otot Anda, membuat otot-otot menjadi lebih rileks. Gunakan air hangat dan dingin secara bergantian untuk perawatan hidroterapi sendiri. 8.      Lakukan peregangan saat mandi Berendam dengan air hangat dan gunakan sabun cair akan membantu menenangkan otot. Berendamlah kira-kira sekitar 15-25 menit untuk hasil maksimal. 9.      Gunakan obat untuk mengatasi rasa nyeri Golongan obat yang digunakan untuk mengatasi rasa nyeri adalah obat golongan NSAID, atau obat-obatan antiinflamasi non steroid seperti Ibuprofen, Naproxen atau aspirin Mudahkan cara untuk mengatasi otot yang cekat-cekot, selain cara diatas usahakan untuk minum banyak air putih terutama saat Anda berolahraga. Otot-otot Anda membutuhkan air untuk dapat berfungsi maksimal, dan tubuh Anda membutuhkan air untuk memperbaiki otot-otot Anda. jadia jangan lupa untuk minum air putih yang banyak. Baca juga: Mengapa Otot Terasa Nyeri Setelah Berolahraga? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: stylecraze
 17 Jan 2019    14:00 WIB
Penyebab dan Pencegahan Tangan Kram
Tangan lagi-lagi kram, pas tenang-tenangnya bekerja, wah merepotkan kita semua yah! Nah, sahabat setia Dokter.Id, kita semua tahu bahwa tangan merupakan bagian terpenting dalam hidup kita, karena itu ketika tangan kita sakit, otomatis semua aktifitas harian kita akan terganggu. Lalu apa yang menyebabkan hal itu bisa terjadi? kram tangan dapat disebabkan oleh banyak kondisi. Terlalu sering menggunakan tangan, jari, atau lengan bawah dapat menyebabkan kram dan nyeri. Dalam banyak kasus, kram tangan dapat diobati dengan pengobatan rumahan. Meskipun biasanya serangan kram tangan tidak lama , namun kram ini dapat menyebabkan nyeri otot yang hebat. Kram tangan bisa sangat tidak nyaman dan sporadis atau kronis. Ketika tangan kita kram, kita mungkin mengalami kesulitan membuat kepalan tangan atau menyatukan jari-jari kita. Kita mungkin mengalami kram di bagian lain dari tubuh kita juga. Walaupun kram tangan tidak berbahaya pada diri kita, tidak tutup kemungkinan menjadi pertanda masalah yang lebih besar ketika gejala lain hadir. Penyebab lain yang menyebabkan kram tangan juga seperti: Kekurangan magnesium. Magnesium membantu menjaga tulang yang kuat dan mengendurkan otot. Mineral ini dapat membantu mencegah kram otot, termasuk kram tangan, serta sindrom kaki gelisah dan mata berkedut. Dehidrasi. Jika kita tidak minum cukup air, kita mungkin mengalami dehidrasi. Dehidrasi terjadi ketika tubuh kekurangan air, untuk berfungsi dengan benar. Dehidrasi mempengaruhi fungsi otot dan menyebabkan kita kram. Sirkulasi yang buruk. Ketika tubuh kita kekurangan aliran darah yang cukup. Sirkulasi mengirimkan darah, nutrisi, dan oksigen ke seluruh tubuh kita. Kita mungkin merasakan masalah sirkulasi di tangan, lengan, dan kaki kita. Sindrom Lorong Karpal (adalah penyakit di pergelangan tangan karena saraf yang tertekan dan menimbulkan gejala nyeri, mati rasa, dan parestesia (kesemutan atau seperti terbakar). Sindrom tangan kaku, juga dikenal sebagai sindrom tangan kaku diabetik dan diabetes cheiroarthropathy, adalah komplikasi diabetes di mana penebalan dan waxiness tangan mulai membatasi gerakan jari-jari. Rheumatoid arthritis (RA) dapat menyebabkan kram tangan, serta kram di bagian lain dari tubuh. Penyakit autoimun ini menyerang sendi, menyebabkan peradangan yang membuat jaringan sendi menebal. Pada waktunya, sendi dapat kehilangan mobilitasnya. Penyakit ginjal, atau yang berhubungan dengan ginjal. Terjadi ketika ginjal kita tidak dapat membuang kotoran dari tubuh kita dengan cukup baik atau menjaga cairan kita seimbang. Penyakit ginjal dapat menyebabkan kram, karena ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, masalah aliran darah atau kerusakan saraf. Kram - terutama kram kaki - sering terjadi pada kita yang menderita penyakit ginjal. Ini disebabkan oleh ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, atau oleh kerusakan saraf atau masalah aliran darah. Serta beberapa kegiatan yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkan kram tangan atau cedera yang berlebihan termasuk hal-hal, seperti: menulis atau mengetik untuk waktu yang lama, bermain Instrumen musik, menggunakan cengkeraman yang berlebihan pada benda-benda, seperti pena, perkakas, sekop, alat, atau smartphone, fleksi pergelangan tangan yang berlebihan, elevasi siku, ekstensi jari. Setelah mengetahui gejala dan penyebabnya, kita tidak perlu kuatir sahabat, karena ada beberapa pencegahan atau langkah pengobatan yang bisa kita lakukan. Yaitu seperti: Pengobatan rumah umum untuk kram tangan meliputi peregangan, berenang, meningkatkan asupan cairan kita, dan mengonsumsi suplemen vitamin D. Mengkonsumsi lebih banyak sayuran hijau, polong-polongan, dan biji-bijian utuh. Minumlah suplemen magnesium (atau magnesium dan kalsium). Obat-obatan yang diresepkan dokter. Peregangan yang cukup. Menghindari dehidrasi. Berlatih latihan penguatan otot. Melakukan latihan dampak rendah, seperti bersepeda, berenang, atau berjalan. Menggunakan alat-alat tangan yang benar untuk menghindari mengerahkan kekuatan yang berlebihan. Jadi pada dasarnya kram tangan tidak berbahaya atau mengancam jiwa, tapi ketika kita sudah sering mengalaminya dalam jangka waktu yang panjang, sangat mengganggu dan menimbulkan sakit ke bagian yang lain, lebih baik segera datangi dokter kita.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber : www.medicalnewstoday.com, www.healthline.com, www.everydayhealth.com
 13 Jan 2019    18:00 WIB
Apa itu Kram Otot?
Apa Itu Kram Otot? Spasme otot merupakan kontraksi otot yang tidak disadari yang menyebabkan otot tidak dapat berelaksasi. Bila spasme ini terjadi terus-menerus dan kuat, maka terjadilah kram otot. Kram otot biasanya dapat diketahui melalui meraba atau melihat adanya pengerasan otot yang kram. Kram otot dapat berlangsung selama beberapa detik hingga 15 menit atau mungkin lebih lama (jarang). Kram otot biasanya tidak terjadi berulang kali. Kram otot dapat mengenai bagian otot, seluruh otot, atau beberapa otot yang memiliki kerja yang sama, seperti pada jari-jari tangan. Kram otot ini dapat terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Hampir setiap orang pernah mengalami kram otot dalam kehidupannya. Kram otot biasa terjadi pada dewasa dan menjadi lebih sering seiring dengan penuaan. Walaupun demikian, kram otot pun dapat terjadi pada anak-anak. Setiap otot yang dikendalikan secara sadar (otot skeletal) dapat mengalami kram. Kram otot paling sering terjadi pada kaki, terutama pada betis. Otot-otot yang bekerja tanpa anda sadari, seperti pada berbagai organ anda (rahim, pembuluh darah, usus, kandung empedu, dan otot pengendali saluran kemih dan saluran pernapasan) juga dapat mengalami kram otot. Terdapat empat jenis kram otot yang dibedakan oleh penyebab serta bagian otot yang terkena.   Penyebab Terjadinya Kram Otot Obat-obatan Terdapat berbagai jenis obat yang dapat menyebabkan terjadinya kram otot, seperti obat diuretika yang dapat memicu terjadinya kram otot akibat pengeluaran cairan tubuh yang berlebihan (dehidrasi) dan perubahan distribusi cairan tubuh serta menurunkan kadar kalsium, kalium, dan magnesium di dalam darah. Obat-obatan lain yang dapat menyebabkan terjadinya kram otot adalah: Donepezil (obat Alzheimer) Neostigmine (obat miastenia gravis) Asraloxifene (obat untuk mencegah terjadinya osteoporosis pada wanita paska menopause) Tolcapone (obat Parkinson) Nifedipin (obat anti angina dan anti hipertensi) Terbutalin dan albuterol (obat asma) Lovastatin (obat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah) Selain itu, kram juga kadang terjadi pada orang yang menghentikan penggunaan obat-obatan atau zat yang memiliki efek sedatif seperti alkohol, barbiturat, benzodiazepine, alprazolam, narkotika, dan berbagai obat sedatif lainnya. Defisiensi Vitamin Kekurangan beberapa jenis vitamin dapat menyebabkan terjadinya kram otot, baik secara langsung maupun tidak langsung. Vitamin tersebut adalah kekurangan vitamin B1 (tiamin), vitamin B5 (asam pantotenat), dan vitamin B6 (piridoksin). Penyebab mengapa kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan kram masih tidak diketahui. Gangguan Sirkulasi Gangguan sirkulasi darah di kaki dapat menyebabkan jaringan otot kekurangan oksigen dan menyebabkan nyeri hebat pada otot (nyeri klaudikasia atau klaudikasia intermiten) yang dapat terjadi saat berjalan atau berolahraga dan biasa mengenai otot betis. Walaupun nyeri klaudikasia terasa mirip dengan nyeri akibat kram otot berat, rasa nyeri ini diduga bukan diakibatkan oleh kram otot. Nyeri ini diduga terjadi akibat akumulasi asam laktat dan berbagai zat kimia lainnya di dalam jaringan otot. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami nyeri otot seperti ini.   Gejala Nyeri akibat kram otot seringkali terasa sangat nyeri yang menyebabkan penderitanya harus menghentikan segala aktivitasnya karena tidak dapat menggunakan otot yang kram tersebut. Kram berat dapt disertai oleh luka dan pembengkakan yang biasanya berlangsung selama beberapa hari setelah kram mereda. Pada saat kram, otot yang terkena akan terasa sangat keras dan menonjol.   Jenis Kram Otot Tetani Pada keadaan tetani, semua sel-sel saraf di dalam tubuh teraktivasi yang kemudian menstimulasi berbagai otot. Hal ini menyebabkan terjadi spasme atau kram otot di seluruh tubuh. Tetani dapat disebabkan oleh racun tetanus pada saraf serta kadar kalsium dan magnesium yang rendah di dalam darah. Kadar kalsium dan magnesium yang rendah di dalam darah dapat meningkatkan aktivitas saraf sehingga menyebabkan terjadinya tetani. Pada keadaan ini, kram biasanya juga diikuti oleh hiperaktivitas berbagai saraf lainnya yang menyebabkan stimulasi otot. Rendahnya kadar kalsium di dalam darah tidak hanya menyebabkan spasme otot tangan dan pergelangan tangan, tetapi  juga menyebabkan timbulnya sensasi geli atau mati rasa pada daerah mulut dan berbagai daerah lainnya. Kadang-kadang tetani tidak dapat dibedakan dari kram sebenarnya karena tertutupinya perubahan sensasi dan gangguan fungsi saraf lainnya oleh rasa nyeri akibat kram otot.   Distonia Distonia merupakan suatu keadaan di mana otot-otot yang tidak diperlukan untuk suatu pergerakan tertentu ikut terstimulasi dan berkontraksi. Otot-otot yang biasa terkena kram jenis ini adalah otot-otot yang bekerja berlawanan dengan gerakan yang dimaksud dan atau menyebabkan gerakan otot yang berlebihan. Kram distonia biasanya mengenai sekumpulan otot-otot kecil seperti otot kelopak mata, rahang, leher, tenggorokan, dan sebagainya. Tangan dan lengan dapat terkena saat melakukan suatu gerakan berulang-ulang, seperti saat menulis, mengetik, memainkan alat musik, dan lain sebagainya. Setiap gerakan berulang ini juga dapat menyebabkan terjadinya kram otot yang sebenarnya akibat kelelahan otot. Kram distonia ini jarang terjadi.   Diagnosa Tidak ada pemeriksaan khusus untuk mendiagnosa kram otot dan biasanya terdiagnosa melalui pemeriksaan fisik berupa otot terasa keras dan menonjol. Sebagian besar orang mengetahui bahwa mereka mengalami kram otot tanpa perlu pergi ke dokter.   Diagnosa Banding Kram Otot Keadaan atau kelainan lainnya yang menyerupai kram otot adalah kontraktur. Kontraktur merupakan suatu keadaan di mana adanya jaringan parut pada jaringan halus yang berperan dalam pergerakan otot. Pada kontraktur, jaringan yang terkena tidak dapat bergerak sebagaimana mestinya baik saat otot berkontraksi atau berelaksasi. Hal ini disebabkan oleh jaringan parut tidak bergerak seiring dengan pergerakan otot. Keadaan ini menyebabkan gangguan pergerakan tubuh yang menyebabkan terbatasnya jangkauan pergerakan bagian tubuh tersebut. Bagian tubuh yang paling sering mengalami kontraktur adalah telapak tangan dan biasanya mengenai tendon yang berfungsi untuk membuat jari-jari menekuk saat menggenggam sesuatu. Kontraktur ini seringkali mengenai jari manis dan dikenal dengan nama kontraktur Dupuytren.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: medicinenet
 17 Jul 2018    08:00 WIB
Sering Merasa Kram? Ini Penyebab Utamanya
Apakah Anda sering merasa salah satu otot dibagian tubuh Anda mendadak terasa sakit karena = kram? Bila iya, maka sebaiknya simak ulasan dibawah ini untuk tahu lebih lanjut mengenai kram dan penyebab utamanya. Kebanyakan orang mengalami kondisi ini saat tertidur, kemudian terbangun karena merasa kesakitan atau melipat kaki terlalu lama. Lalu sebenarnya apa yang menyebabkan kram dan bagaimana cara mengatasinya? Kram adalah menegangnya otot di suatu bagian tubuh sehingga menimbulkan rasa sakit selama beberapa menit namun bisa juga berhari-hari. Kram di bagian kaki adalah yang paling umum terjadi karena kaki bertugas berat menyangga tubuh  sepanjang hari selama berdiri dan berjalan. Selain kaki, kram juga terjadi pada bagian tubuh lain yang dapat bergerak seperti tangan, leher. Bagian-bagian tubuh ini dapat menegang dan rileks saat digunakan, pada suatu saat otot-ototnya bergerak, menegang sendiri tanpa diperintah entah karena kecapaian atau karena alasan lain. Namun bagian tubuh yang tidak bergerak seperti perut, dapat pula mengalami kram. Penyebab kram: 1.      Aktivitas yang berlebihan Kram sering terjadi pada orang-orang yang melakukan aktivitas berlebihan misalnya olahraga yang terlalu berat. Untuk mencegah hal ini terjadi maka diharuskan melakukan pemanasan sebelum berolahraga, diikuti dengan pendinginan. 2.      Aliran darah tidak lancar Posisi tidur dimana, bagian tubuh yang tertekan dapat menyebabkan terjadinya kram. Biasanya kram timbul karena kita meluruskan jari kaki ketika tidur sehingga otot betis meregang. 3.      Dehidrasi Kondisi tubuh yang kurang cairan juga bisa menyebabkan terjadinya kram. Hal ini bisa dialami oleh orang-orang yang melakukan olahraga terlalu berat dan cairan tubuh keluar melalui keringat. Kram juga dapat merupakan pertanda awal dari dehidrasi. Oleh karena itu usahakan untuk minum cairan yang banyak saat berolahraga. 4.      Kekurangan kalsium dan magnesium Kurangnya kalsium dan magnesium dalam darah dapat mengakibatkan otot dan saraf menjadi tegang sehingga menyebabkan timbulnya kram. Karena itu wanita hamil sering mengalami kram akibat dari perubahan hormon dalam tubuhnya yang menyebabkan berkurangnya kalsium dan magnesium dalam darahnya. 5.      Obat-obatan Beberapa obat seperti diuretik, dimana orang yang meminum obat ini akan sering buang air kecil, sehingga dapat menyebabkan orang kekurangan cairan, kalsium serta magnesium. 6.      Kencing manis Penderita kencing manis mengalami gangguan pada sarafnya yang disebut diabetic neuropathy. Kadar gula yang tinggi dalam darah merusak persarafan pada kaki sehingga penderitanya mudah mengalami kram. Cara mengatasi: Selain menghindari semua penyebab kaki mengalami kram Anda dapat melakukan latihan ringan, seperti dibawah ini: Saat Anda mengalami kram misalnya di betis, luruskan kaki dan urut perlahan-lahan. Untuk mengurangi kemungkinan mengalami kram lakukan latihan dengan cara. Berdirilah satu meter di depan tembok, rentangkan kedua tangan sampai menyentuh tembok, kedua telapak kaki rata di lantai, pertahankan posisi ini selama lima detik. Ulang latihan ini selama lima menit, tiga kali sehari, termasuk sekali sebelum tidur. Baca juga: Kram Otot Saat Olahraga? Cegah Dengan Cara Berikut Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: medicinenet
 13 Jan 2018    08:00 WIB
Tanda Anda Melakukan Olahraga Terlalu Banyak
Berolahraga tentu sangat baik untuk kesehatan Anda, tetapi terlalu banyak melakukan olahraga justru dapat melemahkan tubuh dan pikiran Anda. Jadi bagaimana Anda bisa tahu jika Anda sudah melakukan olahraga yang berlebihan? Berikut adalah 7 tanda Anda sudah melakukan olahraga yang berlebihan. Anda merasa kelelahan sepanjang waktu Pola latihan yang baik akan membuat tubuh Anda terasa segar dan tubuh juga akan terasa lebih berenergi juga memiliki staminayang cukup untuk melakukan aktivitas harian. Tetapi jika Anda merasa kelelahan dan kekurangan energi, kemungkinan hal tersebut adalah tanda Anda melakukan olahraga secara berlebihan. Anda mudah terganggu dan bingung Bersamaan dengan munculnya kelelahan fisik maka mental Anda juga akan merasa kelelahan. Ketika tubuh Anda lelah dan stress, tubuh akan melepaskan hormon stress yang memicu terjadinya perubahan mood. Jadi jika Anda merasa mudah terganggu, cepat marah, depresi dan kebingungan, maka ini adalah tanda Anda untuk mendengarkan tubuh Anda dan beristirahat. Kemampuan Anda menurun Penurunan performa saat melakukan latihan rutin merupakan indikasi bahwa tubuh Anda sudah digunakan secara berlebihan. Kehilangan motivasi untuk berolahraga Ketika olahraga sudah melampaui kemampuan fisik, maka olahraga menjadi aktivitas yang tidak menyenangkan lagi. Jika hal ini terjadi maka Anda harus segera mengganti jenis olahraga Anda. berolahraga secara berlebihan, stress dapat membuat Anda kehilangan motivasi untuk melakukannya kembali. Anda sering mengalami kram otot dan nyeri otot Jika Anda menyadari bahwa Anda sangat sering mengalami nyeri otot dan kram otot lebih dari biasanya maka ini adalaha tanda tubuh Anda membutuhkan istirahat. Dengan meneruskan olahraga dapat memperburuk kondisi Anda. Tubuh Anda memerlukan waktu lebih banyak untuk pulih Jika tubuh Anda memerlukan lebih banyak waktu untuk pulih misalnya dari kram otot dan nyeri otot maka ini adalah tanda Anda harus berhenti berolahraga. Anda sering jatuh sakit Secara jangka panjang olahraga berlebihan dapat merusak sistem imunitas tubuh karena sistem imunitas menjadi lemah disebabkan oleh stress fisik dan kelelahan mental.   Jika tubuh Anda berusaha memberitahu Anda untuk berhenti maka dengarkanlah dan berhenti berolahraga. Segala sesuatu yang terlalu berlebih akan berakibat buruk, pada kasus ini berhubungan dengan olahraga.   Sumber: magforwomen
 24 Sep 2017    11:00 WIB
Kram Otot Saat Olahraga? Cegah Dengan Cara Berikut
Apakah Anda pernah merasakan kram otot, kemudian terasa kesemutan pada otot Anda setelah berolahraga. Hal ini bisa terjadi apabila Anda olahraga secara berlebihan, dehidrasi ataupun tidak berolahraga dan sudah lama tidak melakukan olahraga. Paling sering dirasakan pada otot paha, pergelangan kaki dan otot tungkai atas. Apabila Anda merasakan kram otot maka hal ini akan mempengaruhi Anda saat melakukan olahraga. Berikut adalah 6 cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kram otot: Minum air yang cukup Dengan minum air cukup maka hal ini akan membantu pemeliharaan sirkulasi dalam tubuh yang sehat. Tingkatkan asupan air Anda setidaknya 2 sampai 2,5 liter per hari dan sering-seringlah beristirahat dan minum air apabila Anda berolahraga dalam cuaca panas yang lembab. Meningkatkan asupan makanan yang bergizi Kram otot juga dapat disebabkan karena kekurangan vitamin dan mineral esensial yang dibutuhkan tubuh. Dengan meningkatkan asupan makanan yang kaya akan nutrisi berkualitas seperti vitamin A, B-kompleks, C dan vitamin D, magnesium dan seng untuk mengoptimalkan kontraksi otot tanpa kram otot. Makan Makanan Kaya Kalium Anda dapat meningkatkan asupan kalium secara alami dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan kalium seperti; sayuran, alpukat, kedelai, brokoli, kentang dan buah-buahan (pisang, aprikot, jus jeruk dan kismis) Jangan olahraga segera setelah makan Salah satu alasan terjadinya kram otot saat berolahraga adalah melakukan olahraga pada waktu yang salah. Olahraga segera setelah makan dapat menyebabkan terjadinya kram di perut serta otot tungkai dan lengan, selain itu timbul gejala yang tidak menyenangkan lainnya seperti mual, muntah dan pusing. Pemanasan sebelum melakukan olahraga Usahakan untuk melakukan pemanasan dan peregangan sebelum melakukan olahraga. Pelajari teknik pernapasan Dengan mempertahankan oksigen yang tinggi dalam darah Anda akan membantu mencegah keadaan kekurangan oksigen yang memicu terjadinya kram otot.   Sumber: newhealthguide
 31 Jan 2016    11:00 WIB
Pengobatan Kram Otot
Peregangan Otot Sebagian besar kram otot dapat diatasi dengan cara merenggangkan otot yang kram. Merenggangkan otot kaki biasanya dapat dilakukan dengan berdiri atau berjalan. Untuk mengatasi kram pada daerah betis, anda dapat melakukan gerakan di bawah ini, yaitu: Berdirilah kurang lebih 60-76 cm dari dinding (lebih jauh pada orang yang lebih tinggi) Letakkan telapak tangan anda pada dinding dengan posisi lutut dan punggung lurus serta tumit tetap berada di atas lantai Cara lainnya untuk mengatasi kram pada betis adalah dengan menekuk ibu jari kaki anda ke arah kepala sambil berbaring terlentang dengan kaki diluruskan selurus mungkin. Bagi kram yang diakibatkan karena terlalu banyak menulis, tekankan punggung tangan pada dinding dengan jari-jari menghadap ke bawah. Hal ini dapat meregangkan otot-otot penekuk jari.   Memijat Otot Memijat otot yang keram secara perlahan seringkali dapat membantu otot berelaksasi. Begitu juga dengan mengkompres otot yang kram dengan kompres hangat.   Mengganti Cairan Tubuh Jika kram terjadi akibat kehilangan cairan seperti saat melakukan aktivitas fisik berat, maka menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang dapat mengatasi kram.   Obat-obatan Pemberian obat-obatan untuk mengatasi kram otot biasanya tidak diperlukan karena kram otot biasanya akan mereda sebelum obat-obatan tersebut terserap oleh tubuh dan bekerja. Pemberian obat pelemas otot mungkin dapat diberikan pada kram otot tertentu, yang terjadi akibat cedera atau lainnya. Pemberian suntikan botox dapat digunakan untuk mengatasi gangguan otot distonik yang diberikan pada otot-otot tertentu. Efek ini biasanya dapat bertahan selama beberapa bulan atau lebih dan suntikan harus kembali diulang.   Pengobatan Lainnya Pengobatan kram yang disebabkan oleh gangguan kesehatan lainnya berfokus pada pengobatan penyakit penyebab kram. Jika anda mengalami kram berat, sering, terus-menerus, tidak membaik dengan pengobatan kram lainnya atau bila kram tidak berhubungan dengan suatu penyebab tertentu, maka segera hubungi dokter anda. Kram ini dapat disebabkan oleh berbagai gangguan keseahtan seperti: Gangguan pada sirkulasi darah Gangguan pada saraf Gangguan pada metabolisme Gangguan pada hormon Obat-obatan Kekurangan nutrisi Kram otot yang disebabkan oleh gangguan kesehatan lainnya biasanya disertai dengan gejala medis lainnya yang berhubungan dengan penyebab kram tersebut.   Sumber: medicinenet