Your browser does not support JavaScript!
 02 Sep 2018    16:00 WIB
Kaki Terasa Kebas Saat Hamil, Normalkah?
Walaupun kehamilan memang dapat membuat seorang wanita mengalami berbagai gejala aneh dan tidak biasanya, akan tetapi salah satu hal paling aneh yang dapat Anda alami saat hamil justru terjadi saat Anda sedang berjalan, yaitu Anda tiba-tiba tidak dapat merasakan di mana kaki Anda.   Baca juga: Apakah Boleh Makan Kacang Saat Hamil?   Apakah hal aneh yang Anda alami ini memang normal terjadi pada ibu hamil? Para ahli mengatakan bahwa hal ini ternyata merupakan sesuatu hal yang normal terjadi. Sekitar seperempat ibu hamil mengalami rasa kebas alias mati rasa di daerah kaki, yang paling sering terjadi saat kehamilan memasuki trimester ketiga (7-9 bulan). Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan perut Anda yang membesar, yang mengakibatkan saraf skiatika Anda tertekan. Saraf skiatika merupakan saraf yang berasal dari panggul, yang "berjalan" turun ke kedua kaki Anda. Untuk mengatasi rasa kebas di daerah kaki Anda, maka dianjurkan untuk berbaring dengan menghadap ke arah kiri selama beberapa menit saat rasa kebas ini muncul. Keadaan ini akan membuat tekanan di daerah saraf Anda berkurang, sehingga rasa kebas di daerah kaki Anda pun akan segera menghilang dan diharapkan tetap demikian saat Anda duduk maupun berjalan. Akan tetapi, bila rasa kebas tidak juga hilang, dianjurkan agar Anda berbaring kembali selama beberapa menit dengan posisi yang sedikit berbeda sehingga isi rongga perut Anda pun sedikit bergeser. Jika rasa kebas ini menjadi sesuatu hal yang terus-menerus mengganggu Anda selama hamil, maka Anda dapat mencoba menggunakan penyangga perut, yang dapat membantu "mengangkat" rahim yang berat sehingga tidak lagi menekan saraf skiatika. Rasa kebas yang dirasakan pada kedua kaki saat hamil merupakan hal yang normal terjadi dan biasanya hanya berlangsung sementara. Rasa kebas pada kaki ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya setelah Anda melahirkan. Segera hubungi dokter Anda bila rasa kebas hanya mengenai salah satu kaki (kiri atau kanan) dan bila disertai dengan berbagai gejala lain seperti pembengkakan di daerah betis yang membuat ukuran kedua kaki Anda tampak berbeda. Hal ini dapat merupakan pertanda adanya bekuan darah yang menyumbat aliran darah di daerah betis Anda. Jika keadaan ini tidak segera diobati, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya komplikasi lain yang lebih serius seperti stroke.   Sumber: thestir.cafemom
 17 Jul 2018    08:00 WIB
Sering Merasa Kram? Ini Penyebab Utamanya
Apakah Anda sering merasa salah satu otot dibagian tubuh Anda mendadak terasa sakit karena = kram? Bila iya, maka sebaiknya simak ulasan dibawah ini untuk tahu lebih lanjut mengenai kram dan penyebab utamanya. Kebanyakan orang mengalami kondisi ini saat tertidur, kemudian terbangun karena merasa kesakitan atau melipat kaki terlalu lama. Lalu sebenarnya apa yang menyebabkan kram dan bagaimana cara mengatasinya? Kram adalah menegangnya otot di suatu bagian tubuh sehingga menimbulkan rasa sakit selama beberapa menit namun bisa juga berhari-hari. Kram di bagian kaki adalah yang paling umum terjadi karena kaki bertugas berat menyangga tubuh  sepanjang hari selama berdiri dan berjalan. Selain kaki, kram juga terjadi pada bagian tubuh lain yang dapat bergerak seperti tangan, leher. Bagian-bagian tubuh ini dapat menegang dan rileks saat digunakan, pada suatu saat otot-ototnya bergerak, menegang sendiri tanpa diperintah entah karena kecapaian atau karena alasan lain. Namun bagian tubuh yang tidak bergerak seperti perut, dapat pula mengalami kram. Penyebab kram: 1.      Aktivitas yang berlebihan Kram sering terjadi pada orang-orang yang melakukan aktivitas berlebihan misalnya olahraga yang terlalu berat. Untuk mencegah hal ini terjadi maka diharuskan melakukan pemanasan sebelum berolahraga, diikuti dengan pendinginan. 2.      Aliran darah tidak lancar Posisi tidur dimana, bagian tubuh yang tertekan dapat menyebabkan terjadinya kram. Biasanya kram timbul karena kita meluruskan jari kaki ketika tidur sehingga otot betis meregang. 3.      Dehidrasi Kondisi tubuh yang kurang cairan juga bisa menyebabkan terjadinya kram. Hal ini bisa dialami oleh orang-orang yang melakukan olahraga terlalu berat dan cairan tubuh keluar melalui keringat. Kram juga dapat merupakan pertanda awal dari dehidrasi. Oleh karena itu usahakan untuk minum cairan yang banyak saat berolahraga. 4.      Kekurangan kalsium dan magnesium Kurangnya kalsium dan magnesium dalam darah dapat mengakibatkan otot dan saraf menjadi tegang sehingga menyebabkan timbulnya kram. Karena itu wanita hamil sering mengalami kram akibat dari perubahan hormon dalam tubuhnya yang menyebabkan berkurangnya kalsium dan magnesium dalam darahnya. 5.      Obat-obatan Beberapa obat seperti diuretik, dimana orang yang meminum obat ini akan sering buang air kecil, sehingga dapat menyebabkan orang kekurangan cairan, kalsium serta magnesium. 6.      Kencing manis Penderita kencing manis mengalami gangguan pada sarafnya yang disebut diabetic neuropathy. Kadar gula yang tinggi dalam darah merusak persarafan pada kaki sehingga penderitanya mudah mengalami kram. Cara mengatasi: Selain menghindari semua penyebab kaki mengalami kram Anda dapat melakukan latihan ringan, seperti dibawah ini: Saat Anda mengalami kram misalnya di betis, luruskan kaki dan urut perlahan-lahan. Untuk mengurangi kemungkinan mengalami kram lakukan latihan dengan cara. Berdirilah satu meter di depan tembok, rentangkan kedua tangan sampai menyentuh tembok, kedua telapak kaki rata di lantai, pertahankan posisi ini selama lima detik. Ulang latihan ini selama lima menit, tiga kali sehari, termasuk sekali sebelum tidur. Baca juga: Kram Otot Saat Olahraga? Cegah Dengan Cara Berikut Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: medicinenet
 21 May 2017    15:00 WIB
Mencegah Kram Kaki Saat Hamil
Kram kaki merupakan keluhan yang sering muncul pada masa kehamilan. Walaupun Anda tidak dapat menghindari sepenuhnya, tetapi Anda bisa mencegah supaya kram tidak sering muncul. Kram kaki muncul disebabkan oleh pembesaran perut atau penambahan beberapa kilo berat badan yang terjadi saat hamil. Hal tersebut akan menambah beban pada area pinggul dan juga menghambat aliran darah di kaki. Walaupun tidak ada waktu khusus di mana kram menyerang, tetapi biasanya kram kaki sering terjadi pada saat bangun tidur. Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mencegah munculnya kram kaki di masa kehamilan. Makan sehat Pada beberapa kasus kram kaki sering disebabkan karena kekurangan beberapa nutrisi penting seperti vitamin dan mineral di dalam tubuh misalnya saja seperti kalsium, magnesium atau fosfor. Untuk itu disarankan agar Anda mengkonsumsi makanan seperti pisang, kacang almond, dan sayuran hijau. Anda juga bisa mengkonsumsi suplemen untuk mencukupi kebutuhan nutrisi Anda, tetapi konsultasikan dulu dengan dokter Anda. Sering berjalan Mengambil waktu selama 10 menit untuk berjalan kaki setiap 1-2 jam bekerja sangat direkomendasikan saat trimester pertama masa kehamilan untuk membantu memperlancar aliran darah di kaki Anda. Jangan duduk sambil menyilangkan kaki Duduk dengan menyilangkan kaki akan menyumbat dan meminimalisir aliran darah di kaki Anda. kemudian saat Anda berbaring, jangan lupa untuk menggerakkan jari kaki Anda untuk memperlancar aliran darah di area tersebut. Melatih kaki Anda mungkin tidak dapat berolahraga dengan bebas karena kondisi Anda yang sedang hamil, tetapi Anda masih bisa melatih kaki Anda dengan bebas. Cobalah melatih kaki dengan gerakan-gerakan dasar saat Anda berbaring atau saat duduk. Gerakkan kaki Anda ke kanan dan ke kiri, kemudian tekuk dan renggangkan. Lakukan gerakan ini dalam satu set 30 kali. Kompres hangat Anda bisa menggunakan botol air yang diisi air hangat dan kompres ke kaki Anda untuk mengurangi tekanan. Hal ini baik dilakukan sebelum Anda pergi tidur. Posisi tidur yang benar Cobalah menjaga supaya kaki Anda tetap lurus saat Anda berbaring, atau Anda bisa berbaring ke sisi kiri. Hal ini akan membantu aliran darah lebih lancar.   Sumber: magforwomen
 20 May 2017    08:00 WIB
Mengapa Kaki Anda Terasa Sakit?
1.      Menggunakan Sepatu atau Sandal Berhak TinggiMenggunakan sepatu atau sandal berhak tinggi, walaupun hanya 5 cm dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan pada lutut, pergelangan kaki, dan tumit. Pada sebuah penelitian, para peneliti menemukan bahwa wanita yang menggunakan alas kaki setinggi 5 cm selama 40 jam setiap minggunya selama 2 tahun memiliki otot betis yang lebih pendek dan berbagai perubahan permanen lainnya yang dapat meningkatkan resiko terjadinya cedera pada kaki.Selain itu, menggunakan sepatu atau sandal berhak tinggi, terutama dengan ujung yang sempit (tempat jari kaki sempit) dapat meningkatkan resiko terjadinya tumor pada kaki, yang biasa dikenal dengan nama neuroma Morton. 2.      Berlari atau Berjalan Tanpa Menggunakan Alas KakiWalaupun berlari atau berjalan tanpa menggunakan alas kaki memang dapat meningkatkan kekuatan kaki dan keseimbangan tubuh, akan tetapi kurangnya perlindungan pada alas kaki dapat meningkatkan resiko terjadinya luka tusuk dan juga dapat meningkatkan tekanan pada daerah kaki. 3.      Menggunakan Alas Kaki Dengan Ukuran yang Tidak SesuaiMenggunakan alas kaki dengan ukuran yang tidak sesuai dapat meningkatkan resiko terjadinya bunion. Bunion merupakan suatu tonjolan tulang yang terbentuk pada persendian di dasar jari jempol kaki seseorang, yang membuat jempol kaki tampak miring ke arah jari telunjuk. Keadaan ini dapat membuat Anda merasa tidak nyaman saat menggunakan sepatu atau sandal. Selain karena sering menggunakan alas kaki dengan ukuran yang tidak sesuai, resiko terjadinya bunion juga dapat meningkat pada orang yang berkaki datar, menderita radang sendi, atau karena faktor genetika.Menggunakan sepatu atau sandal dengan ukuran yang tidak sesuai, terlalu sempit ternyata juga dapat meningkatkan resiko terjadinya sejenis tumor jinak saraf pada daerah kaki yang disebut dengan neuroma Morton.Tumor ini biasanya terjadi pada orang yang sering menggunakan alas kaki berhak tinggi dan sepatu yang sempit pada bagian jari kaki. Tumor ini lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pria.Selain akibat menggunakan alas kaki dengan ukuran yang tidak sesuai, tumor ini juga dapat terjadi bila Anda sering memposisikan jari kaki Anda pada posisi yang tidak normal, misalnya yang sering dilakukan oleh para pemain golf saat memukul bola. 4.      Berdiri Terlalu LamaBeberapa orang memang terlahir dengan bentuk kaki yang datar, yaitu tidak memiliki lengkungan kaki sama sekali. Walaupun biasanya tidak menimbulkan gejala apapun, akan tetapi orang yang memiliki kaki datar biasanya akan merasa nyeri atau cepat lelah saat berdiri, walaupun hanya sebentar atau setelah mereka selesai berolahraga.Selain itu, berdiri terlalu lama juga dapat memicu terjadinya fasciitis plantaris, yaitu peradangan jaringan di daerah tumit atau telapak kaki. Peradangan ini dapat membuat telapak kaki Anda terasa nyeri saat berjalan atau berdiri. 5.      Menderita GoutGejala awal yang biasanya timbul saat seseorang menderita gout adalah jari kaki yang membengkak, nyeri, dan terasa panas. Gout merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh tingginya kadar asam urat di dalam darah. Kadar asam urat yang tinggi ini menyebabkan terbentuknya kristal di dalam tubuh, terutama pada tempat bersuhu rendah dan jari kaki merupakan tempat dengan suhu terendah di dalam tubuh, karena letaknya yang paling jauh dari jantung. 6.      Kuku Tumbuh ke DalamMenggunting kuku kaki hingga terlalu pendek dapat meningkatkan resiko kuku kaki Anda tumbuh ke dalam dan membuat Anda merasa nyeri. Hal ini dikarenakan kuku kaki yang terlalu pendek dapat memicu jaringan kulit di sekitarnya untuk bertumbuh dan menutupi kuku, yang dapat membuat Anda merasa sangat kesakitan. 7.      Menggunakan Alas Kaki BaruSaat Anda sedang berencana untuk membeli sandal atau sepatu baru, maka pastikan Anda merasa nyaman sejak pertama kali Anda mencobanya di toko sepatu atau sandal tersebut. Jadi, bila sepatu atau sandal tersebut terasa tidak nyaman sejak pertama kali Anda mencobanya maka jangan membeli sepatu atau sandal tersebut. Sumber: webmd
 04 Oct 2015    18:00 WIB
7 Hal Menarik Tentang Anjing yang Mungkin Belum Anda Ketahui
Apakah Anda memiliki binatang peliharaan di rumah? Anjing, kucing, burung, hamster, bahkan landak telah banyak menjadi pilihan sebagai anggota keluarga baru di rumah. Bila Anda memilih anjing sebagai sahabat baru Anda, maka di bawah ini terdapat beberapa hal menarik yang mungkin belum Anda ketahui tentang sahabat baru Anda tersebut.   Bentuk Hidung Seperti halnya sidik jari tangan pada manusia, anjing memiliki sidik hidung yang berbeda-beda. Oleh karena itu, sidik hidung ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi seekor anjing secara akurat.    Suhu Tubuh Pada keadaan normal, suhu tubuh anjing lebih tinggi daripada suhu tubuh manusia. Anjing juga mempunyai kelenjar keringat, tetapi hanya pada telapak kakinya saja sehingga mereka tidak tampak berkeringat. Hal inilah yang membuat suhu tubuh anjing lebih tinggi daripada manusia.   Penglihatan Anjing tidak dapat melihat sejauh manusia, tetapi mereka memiliki penglihatan malam yang lebih baik daripada manusia. Anjing dapat mendeteksi adanya gerakan dan melihat suatu benda di saat gelap lebih baik daripada manusia.   Waktu Sendirian Apakah Anda merasa khawatir bila harus meninggalkan anjing Anda sendirian di rumah? Apa yang dilakukan oleh seekor anjing saat sendirian dapat berbeda-beda. Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir bila Anda harus meninggalkan anjing Anda selama beberapa jam untuk pergi bekerja. Anda dapat meninggalkan anjing Anda selama 6 jam dan anak anjing Anda selama 3 jam.   Bau dan Suara Indra penciuman seekor anjing jauh lebih sensitif dibandingkan dengan manusia. Selain itu, anjing juga dapat mendengar suara dengan frekuensi yang lebih tinggi dari manusia dan dapat menentukan asal suatu suara.   Makanan Sisa Jangan pernah memberikan anjing Anda sisa tulang ayam maupun tulang ikan karena dapat menyebabkannya mengalami diare. Selain itu, anjing Anda juga mungkin tersedak dan menyumbat jalan napasnya. Bila hal ini terjadi, maka mungkin perlu dilakukan tindakan pembedahan pada anjing Anda.   Permainan Berbahaya Anjing atau anak anjing Anda mungkin suka mengejar ekornya sendiri, akan tetapi hal ini dapat menyebabkan terjadinya cedera punggung. Oleh karena itu, jangan biarkan anjing Anda melakukan hal ini dan tariklah perhatiannya dengan hal lainnya. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: pets.amerikanki