Your browser does not support JavaScript!
 01 Oct 2019    08:00 WIB
Apakah Kosmetik Anda Mengandung Paraben ?
Produk-produk kosmetik seperti sampo, conditioner, pasta gigi, bedak, lotion, krim dan lulur perawatan kulit adalah bagian dari kebutuhan sehari-hari yang tidak terpisahkan dari gaya hidup modern. Mereka memiliki banyak manfaat untuk memperindah, meremajakan dan bahkan menyehatkan rambut dan kulit. Namun, sebagian produk tersebut mungkin mengandung bahan-bahan berbahaya. Paraben adalah salah satunya. Apakah kosmetik itu  Kosmetik adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian luar) atau gigi dan mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik. Apakah Paraben itu? Paraben adalah senyawa kimia alami dan dapat pula dibuat secara sintetis yang mengandung asam para-hidroksibenzoat. Paraben sintetik telah digunakan sebagai pengawet dalam obat-obatan sejak tahun 1924. Saat ini, paraben juga banyak digunakan sebagai pengawet kosmetik serta makanan dalam batas tertentu. Terdapat beberapa jenis paraben yang digunakan dalam berbagai produk. Berikut ini adalah beberapa diantaranya. 1. Metil dan Etil Paraben Metil paraben digunakan untuk mengontrol pertumbuhan jamur pada obat-obatan, kosmetik, dan beberapa produk makanan. Penelitian menunjukkan substansi ini tidak beracun. Pada tahun 1974 sebuah komite bersama dari FAO dan WHO merekomendasikan asupan harian yang dapat diterima sebesar 10 mg untuk setiap kilogram berat badan. Namun, sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2008 oleh Meijo University di Jepang menunjukkan bahwa ketika terkena sinar ultraviolet, kulit yang diobati dengan produk yang mengandung metil paraben akan menjadi rusak. Etil paraben mirip dengan metil paraben. Namun beberapa studi terbaru menyimpulkan etil paraben berpotensi mempertinggi risiko berbagai penyakit termasuk kanker, masalah reproduksi, alergi, dan masalah kesehatan lainnya. 2. Propil Paraben Propil paraben diproduksi secara alami pada beberapa serangga dan tanaman. Namun propil paraben sistetislah yang digunakan sebagai pengawet dalam obat-obatan. Propil paraben terutama digunakan dalam produk-produk berbasis air karena sifatnya yang mudah larut. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2002 oleh Tokyo Metropolitan Research Laboratory of Public Health, propil paraben terindikasi bisa mempengaruhi sistem reproduksi laki-laki. 3. Butil Paraben Butil paraben digunakan untuk memerangi jamur dan bakteri dalam berbagai produk farmasi, kosmetik, makanan, dan produk lainnya. Butil paraben terbukti tidak beracun bila digunakan pada konsentrasi 0,05 persen. Larutan yang lebih pekat dapat mengiritasi kulit. Bahaya paraben Paraben memiliki sifat yang mirip dengan hormon estrogen. Terlalu banyak estrogen dapat meningkatkan risiko kanker payudara dan mempercepat perkembangannya. Hasil penelitian terbaru oleh tim dari Universitas Reading yang dipublikasikan dalam Journal of Applied Toxicology (Januari 2012) menyebutkan bahwa dari 160 sampel jaringan tumor payudara yang diangkat dalam operasi mastektomi pada 40 wanita, 99% mengandung paraben (158 sampel) dan 60% (96 sampel) di antaranya mengandung kelima jenis paraben. Apakah paraben menjadi sebab wanita-wanita itu menderita kanker payudara? Tidak ada yang tahu. Penelitian lebih lanjut tentang hal itu masih diperlukan. Menurut peraturan BPOM, paraben adalah bahan pengawet jenis ester (p-hydroxybenzoic acid) yang diperkenankan dengan kadar maksimum 0,4 persen untuk ester tunggal serta 0,8 persen untuk ester campuran (Peraturan Kepala BPOM No: HK.00.05.42.1018). Karena terdapat pada banyak produk, tanpa disadari Anda mungkin memasukannya ke dalam tubuh melebihi batas yang disarankan. Anda mungkin memakai produk-produk berbeda yang mengandung paraben beberapa kali sehari. Penggunaan dalam jangka panjang pada akhirnya dapat merugikan kesehatan Anda. Sejak tahun 2004, para peneliti menyarankan untuk menghindari paraben. Namun sebagian besar perusahaan kosmetik tetap penggunaannya dengan alasan bahwa pemakaiannya hanya dalam jumlah kecil. Namun mereka tidak menyebutkan bahwa paraben dari semua produk kosmetik dapat berakumulasi hari demi hari. Belum ada penelitian tentang hal itu sehingga akibat dari akumulasi itu tidak ada yang tahu.  
 15 Oct 2017    11:00 WIB
Efek Negatif Terlalu Sering Menggunakan Kosmetik
Menggunakan kosmetik seringkali merupakan kebutuhan wajib untuk seorang wanita. Namun ternyata ada beberapa efek akibat penggunaan kosmetik yang digunakan secara berlebihan, seperti: Reaksi kulit Apabila Anda menggunakan beberapa alat kosmetik yang mengandung bahan yang tidak sesuai dengan kulit Anda bisa saja akan menimbulkan penyakit dan reaksi kulit. Bila wajah Anda berminyak maka Anda bisa mudah berjerawat, bila wajah Anda kering maka akan mudah timbul bintik-bintik hitam diwajah. Alergi Untuk Anda yang sensitif pada bahan tertentu. Bisa juga timbul reaksi alergi. Apabila Anda mulai mengalami alergi sebaiknya hentikan penggunaan kosmetik tersebut.  Penuaan  Bila Anda menggunakan riasan wajah secara terus menerus dan tidak membersihkannya dengan baik maka bisa menyebabkan kerusakan kulit dan menimbulkan keriput. Kanker dan penyakit kronis lainnya  Kosmetik juga ternyata menimbulkan bahaya penyakit seperti kanker dan penyakit kronis lainnya. Bahan kimia zinc oxide, BHA, barium sulfat dll sangat berbahaya bagi tubuh dan dapat mengakibatkan banyak kegagalan organ seperti ginjal dan hati. Kerusakan kuku Cat kuku juga dapat merusak kuku. Kuku menjadi tipis, kehilangan warna alaminya dan  mulai terlihat pucat.  Berbahaya untuk mata Penggunaan berbagai macam riasan mata seperti pinsil mata, maskara, pinsil alis, lem untuk bulu mata palsu dapat membahayakan mata sang pengguna bila terkena mata.  Ketergantungan menggunakan kosmetik Untuk seseorang yang sering menggunakan kosmetik sering kali menjadi tidak pede bila tidak menggunakan kosmetik.   Sumber: listcrux
 03 Nov 2016    08:00 WIB
10 Bahan Alami Untuk Menyamarkan Stretch Mark
Stretch mark merupakan garis putih atau kemerahan pada permukaan kulit. Stretch mark paling sering ditemukan pada kulit di daerah perut, paha, lengan atas, bokong, dan dada. Kadangkala, stretch mark juga dapat ditemukan pada sebagian besar area kulit. Kehamilan memang merupakan penyebab utama timbulnya stretch mark. Penyebab lainnya adalah peningkatan atau penurunan berat badan secara mendadak, pertumbuhan tubuh yang cepat, keturunan, stress, dan perubahan kondisi fisik. Stretch mark terbentuk di dalam lapisan kulit bagian tengah (dermis) saat jaringan ikat meregang melebihi batas elastisitasnya karena pembesaran atau peregangan kulit yang sangat cepat. Saat kulit meregang, jaringan kolagen di dalamnya pun akan melemah dan produksi kolagen normal pun akan terganggu dan akhirnya rusak. Hal ini akan menyebabkan timbulnya suatu jaringan parut pada permukaan kulit (stretch mark). Pada awalnya, stretch mark biasanya berwarna merah mudah atau merah, tetapi seiring dengan berlalunya waktu, stretch mark akan menjadi berwarna putih keperakan. Stretch mark paling sering terjadi pada permukaan kulit yang cepat melebar atau pada bagian tubuh yang paling dulu mengalami pembesaran saat seseorang mengalami peningkatan berat badan. Untuk membantu menyamarkan stretch mark, di bawah ini ada beberapa bahan alami yang dapat membantu Anda.   1.      Minyak Jarak Minyak jarak telah banyak digunakan sebagai pengobatan bagi berbagai jenis gangguan kulit seperti keriput, bintik hitam karena penuaan, tahi lalat, flek, garis halus, dan jerawat. Selain itu, minyak jarak juga dapat digunakan untuk menyamarkan stretch mark. Caranya adalah: Oleskan minyak jarak pada daerah kulit yang mengalami stretch mark dan pijat daerah tersebut dengan gerakan memutar selama 5-10 menit Bungkus area kulit tersebut dengan kain tipis. Kemudian kompres bagian kulit tersebut selama setidaknya 30 menit Ulang proses ini setiap harinya selama setidaknya 1 bulan untuk mendapatkan hasil yang positif   2.      Lidah Buaya Lidah buaya telah diketahui dapat mengobati berbagai gangguan kulit. Lidah buaya mengandung zat yang dapat membantu proses penyembuhan, yang juga dapat menyamarkan stretch mark. Caranya adalah oleskan gel lidah buaya secara langsung pada area kulit yang mengalami stretch mark, diamkan selama 15 menit, kemudian bila dengan air hangat Cara lainnya adalah buatlah campuran antara ¼ cup gel lidah buaya, minyak dari 10 kapsul vitamin E, dan minyak dari 5 kapsul vitamin A. Kemudian, oleskan campuran ini pada daerah kulit yang mengalami stretch mark hingga terserap sempurna. Ulangi proses ini setiap hari.   3.      Putih Telur Telur merupakan makanan yang mengandung banyak protein. Untuk menyamarkan stretch mark, gunakanlah hanya bagian putih telur yang mengandung asam amino dan protein. Caranya adalah: Kocok putih telur yang berasal dari 2 butir telur dengan garpu. Bersihkan daerah kulit yang mengalami stretch mark dengan air kemduian oleskan putih telur tersebut pada kulit dengan menggunakan kuas riasan Biarkan putih telur mengering dan bersihkan kulit dengan air dingin Kemudian oleskan minyak zaitun pada kulit untuk melembabkannya Ulangi proses ini setiap hari selama setidaknya 2 minggu   4.      Sari Buah Lemon Cara mudah lainnya untuk menyamarkan stretch mark adalah dengan menggunakan sari buah lemon. Sari buah lemon merupakan asam alami yang dapat membantu proses penyembuhan dan menyamarkan stretch mark, jerawat, dan jaringan parut lainnya. Caranya adalah oleskan sari buah lemon segar pada kulit yang mengalami stretch mark dengan gerakan memutar. Biarkan sari buah lemon ini menyerap ke dalam kulit Anda selama setidaknya 10 menit sebelum membilasnya dengan iar hangat Cara lainnya adalah campurkanlah sari buah lemon dengan sari timun dengan takaran yang sama dan oleskan pada kulit yang mengalami stretch mark.   Baca juga: Stretch Mark Akibat Kehamilan      5.      Gula Gula putih merupakan salah satu bahan alami yang juga dapat digunakan untuk menyamarkan stretch mark. Anda dapat menggunakan gula untuk mengeksfoliasi kulit Anda. Caranya adalah: Campurkan 1 sendok makan gula dengan minyak almond dan beberapa tetes sari buah lemon. Aduk, kemudian oleskan pada kulit yang mengalami stretch mark Biarkan selama beberapa menit setiap harinya sebelum membersihkannya Lakukan hal ini selama sebulan atau lebih   6.      Sari Kentang Sari kentang mengandung banyak vitamin dan mineral yang dapat mempercepat pertumbuhan dan penyembuhan sel-sel kulit. Caranya adalah: Potonglah kentang berukuran sedang menjadi potongan-potongan tebal Ambil 1 potong kentang dan gosokan secara perlahan pada kulit yang mengalami stretch mark selama beberapa menit. Pastikan kanji dari kentang menutupi area kulit yang mengalami stretch mark Biarkan sari kentang ini mengering, kemudian bilaslah dengan air hangat   7.      Alfalfa Daun alfalfa mengandung 8 asam amino esensial yang baik bagi kesehatan kulit Anda. Daun alfalfa juga mengandung banyak protein, vitamin E, dan vitamin K; yang dapat menutrisi kulit. Caranya adalah: Campurkan sejumlah bubuk alfalfa dengan beberapa tetes minyak chamomile dan aduk hingga membentuk suatu pasta Oleskan pasta pada kulit yang mengalami stretch mark 2-3 kali sehari Ulangi proses ini setiap hari selama beberapa minggu   8.      Cocoa Butter Cocoa butter sangat penting dalam menyamarkan stretch mark karena merupakan pelembab alami yang luar biasa, yang dapat membantu menutrisi kulit dan menyamarkan stretch mark. Oleskanlah cocoa butter pada daerah kulit yang mengalami stretch mark setidaknya 2 kali setiap hari selama beberapa bulan.   9.      Minyak Zaitun Minyak zaitun mengandung banyak nutrisi dan antioksidan yang dapat mengatasi berbagai gangguan kulit, termasuk stretch mark. Caranya adalah: Oleskan extra virgin olive oil pada daerah kulit yang mengalami stretch mark, pijat dengan lembut. Hal ini akan meningkatkan aliran darah dan menyamarkan stretch mark Biarkan selama 30 menit agar vitamin A, D, dan E di dalam minyak zaitun dapat terserap masuk ke dalam kulit Cara lainnya adalah campurkan minyak zaitun dengan cuka dan air, kemudian gunakan sebagai krim malam. Campuran ini dapat membantu menjaga kelembaban kulit dan mengeksfoliasi kulit.   10.  Air Putih Menjaga tubuh Anda tetap terhidrasi dapat membantu melindugi kulit dari berbagai gangguan dan membantu proses detoksifikasi tubuh. Selain itu, kulit yang terhidrasi juga akan terasa lebih kenyal dan elastis. Konsumsilah setidaknya 8-10 gelas air putih setiap harinya untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Hal ini dapat membuat kulit Anda tetap halus dan menjaganya tetap elastis. Hindarilah konsumsi kopi, teh, dan minuman bersoda.   Berbagai jenis bahan alami ini hanya dapat membantu memudarkan stretch mark, tetapi tidak dapat menghilangkannya secara menyeluruh. Berkonsultasilah dengan dokter Anda bila Anda merasa khawatir dengan penampilan Anda akibat adanya stretch mark pada kulit Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies
 17 Apr 2016    12:00 WIB
Bahan Berbahaya Dalam Produk Kecantikan Anda
Apakah yang menjadi bahan pertimbangan Anda saat membeli produk kecantikan? Beberapa dari kita mungkin mempertimbangkan merk, warna, aroma, harga dan lain-lainnya. Tetapi seberapa banyak dari kita yang membalik produk untuk membaca komposisi pada label sebelum memutuskan untuk membeli? Saat Anda membeli sebuah produk kecantikan, bahan-bahan yang terkandung dalam produk tersebut akan terserap ke dalam kulit Anda dan berinteraksi dengan tubuh Anda. Oleh karena itu Anda harus berhati-hati dengan kandungan yang ada dalam produk tersebut karena beberapa bahan pembuatnya dapat berbahaya. Berikut adalah bahan-bahan kimia yang terdapat dalam produk kecantikan Anda dan harus Anda waspadai Parabens Parabens banyak digunakan dalam produk kosmetika sebagai bahan pengawet dan menghambat pertumbuhan bakteri didalamnya. Parabens biasanya ditemukan pada produk make up, deodoran, shampo dan losion. Tetapi yang harus Anda ingat adalah paraben juga dapat menyebabkan kanker payudara Sulfat Sulfat biasanya terdapat pada produk-produk yang mengandung busa seperti shampo, body wash, shower gel dan lainnya. Sulfat dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata. Selain iritasi sulfat juga dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan paru-paru jika dikombinasikan dengan bahan kimia berbahaya lainnya. Perwarna buatan Produk yang menggunakan bahan pewarna buatan biasanya mencantumkan lambang "F&DC" atau "D&C" pada labelnya, kemudian diikuti warna atau nomor. Pewarna buatan ini biasanya terbuat dari derivat batubara atau minyak bumi. Bahan-bahan ini sangat berbahaya karena diduga bersifat karsinogen, sehingga dapat menyebabkan kanker bagi manusia. Selain kanker bahan pewarna ini juga menyebabkan iritasi kulit. Formaldehid Formaldehid juga digunakan sebagai bahan pengawet dalam banyak produk karena sifatnya yang menghambat pertumbuhan bakteri. Tetapi bahan ini dapat menyebabkan kanker dan juga merusak sistem imunitas tubuh. Formaldehid biasanya ditemukan pada produk cat kuku, kondisioner, eye shadow dan lainnya.   Sumber: healthmeup
 12 Aug 2015    18:00 WIB
Waspada, Bahan-Bahan Produk Ini Buat Kulit Kering Loh!
Sering menggunakan produk-produk untuk perawatan kulit? Bila iya, sebaiknya Anda memperhatikan setiap kandungan bahan yang terdapat di dalam produk perawatan kulit yang Anda gunakan. Produk perawatan seperti lotion, gel, krim kulit wajah biasanya mengandung beberapa bahan kimia. Ternyata menurut pernyataan Jamie Davis, MD seorang dokter spesialis kulit dan kelamin di Minneapolis. Ada 5 bahan yang sebaiknya Anda hindari bila memiliki kulit kering. Apabila Anda memiliki jenis kulit yang kering dan kusam maka akan mudah mengalami keriput dan penuaan dini dibanding mereka yang memiliki jenis kulit normal atau berminyak. Sebelum kulit Anda makin kering ayo simak ulasan berikut ini mengenai bahan-bahan dalam produk perawatan yang buat kulit kering. Check it out! 1.      Retinoid Bahan ini merupakan bahan utama untuk mengatasi jerawat, kondisi kulit yang mengalami psoriasis atau kutil. Namun retinoid dapat menyebabkan kulit menjadi semakin kering. Selain itu bahan ini mudah mengiritasi kulit. Biasanya retinoid banyak terdapat di krim anti penuaan dan krim jerawat. 2.      Benzoil peroksida Bahan ini biasanya banyak terdapat di produk perawatan menumpas jerawat, seperti sabun pencuci wajah dan krim anti jerawat. Benzoil peroksida berguna untuk membunuh bakteri jerawat, mengurangi peradangan, dan membantu membuka pori-pori kulit yang tertutup. Namun bila digunakan untuk kulit kering, maka akan menimbulkan efek samping seperti kulit mengelupas, gatal, iritasi dan kemerahan. 3.      Alkohol Hampir semua produk perawatan mengandung alkohol, terlebih produk perawatan untuk mengatasi jerawat. Alkohol digunakan untuk mematikan bakteri jerawat, memudahkan dalam membersihkan kulit dan menyegarkan kulit, namun bila digunakan terlalu sering maka akan membuat kulit semakin kering.   4.      Bahan pengawet dan pewangi Davis mengatakan ini adalah penyebab utama terjadinya alergi kulit. Bahan seperti Polietilen Glikol (PEG), Paraben biasanya akan mengganggu kelembaban kulit. Bahan-bahan ini akan mengiritasi kulit Anda, mengubah kulit menjadi semakin kering dan bersisik. Baca juga: Tips Mendapatkan Kulit Indah dan Sehat 5.      Asam salisilat Asam salisilat berguna untuk mengatasi berbagai masalah kulit, seperti lapisan kulit yang menebal atau mengeras, yaitu kutil atau mata ikan, psoriasis, kulit bersisik, infeksi kuku dan kapalan. Namun penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan pengelupasan kulit dan mengiritasi, sehingga kulit akan semakin kering. Biasanya produk pencuci wajah, krim jerawat mengandung asam salisilat. Jadi hindari ya kelima bahan-bahan diatas supaya kulit Anda tidak semakin kering. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: prevention
 23 Oct 2014    12:00 WIB
Kosmetik Bisa Menyebabkan Migrain?
Kita semua pernah mendengar pepatah lama yang mengatakan “the beauty is pain”. Namun bila kosmetik yang Anda gunakan membuat Anda mengalami migrain, hal ini sudah tidak benar. Emilie Davidson Hoyt seorang pendiri perawatan kulit natural Lather mengungkapkan bahwa kejadian migrain ini merupakan alasannya untuk memulai perusahaan tersebut. Penasaran? Berikut kita akan menggali sedikit hubungan antara migrain dengan kosmetik. Dr Frank Lipman, seorang dokter dan pendiri Eleven Eleven Wellness Center, memberikan pernyataan yang mengejutkan "wewangian yang terdapat dalam produk riasan kecantikan sering kali menimbulkan efek negatif seperti ruam kulit, asma, dan bahkan sakit kepala”.  "Wewangian dianggap salah satu dari lima alergen yang diketahui dapat menyebabkan alergi pada satu dari setiap 50 orang yang kemungkinan menderita kerusakan sistem kekebalan tubuh”, menurut Komite Ilmiah Uni Eropa Produk Kosmetik dan Produk bukan makanan.  Ternyata sakit kepala dan migrain merupakan reaksi alergi yang disebabkan oleh wewangian sintetis. "Memiliki kepekaan terhadap aroma merupakan salah satu reaksi alergi," kata Dr Lipman. "Reaksi alergi tergantung pada bahan kimia yang digunakan untuk membuat aroma tersebut”. Sehingga anda harus mencatat Anda mengalami reaksi alergi pada aroma apa.  Jika Anda merasa riasan wajah dan parfum yang Anda gunakan bisa membuat migrain, sebaiknya Anda selalu membaca daftar bahan yang terkandung di sebuah produk dan memilih produk dengan jelas. “Carilah produk yang menggunakan minyak esensial bukan mengandung wewangian (parfum) dan memilih produk tanpa aroma tambahan”. kata Dr Lipman. Sumber: byrdie
 21 Oct 2014    14:00 WIB
Kosmetik Bisa Buat Kanker?
Apakah Anda sering menggunakan kosmetik? Bila iya sebaiknya Anda berhati-hati karena menggunakan kosmetik memang akan meningkatkan penampilan dan membuat seseorang merasa percaya diri. Namun ternyata bahan yang terkandung di dalam kosmetik bisa menyebabkan kanker. Beberapa macam kosmetik dan perlengkapan kecantikan lain yang tersedia di pasar saat ini ada yang mengandung beberapa bahan yang dapat menyebabkan kanker seperti kanker payudara, kanker kulit dan kanker darah.  Wewangian yang mengandung phthalates, sampo sintetis dan semprotan deodoran dan cat kuku yang mengandung benzena berpotensi bisa menyebabkan terjadinya kanker. Lipstik mengandung aluminium yang dapat menyebabkan anemia jangka panjang Bahan-bahan kimia lain yang perlu diwaspadai: Polythylene terephthalate Polymenthyl methacrylate Methylparaben Benzaldehyde Toluene Ethylparaben Aluminium zirconium Octinoxate Isophthalates Untuk menghindari terjadinya risiko kanker: Sebaiknya Anda selalu melakukan pengecekan bahan yang terkandung di dalamnya. Bersihkan bekas riasan yang Anda gunakan setiap hari dan mandi dengan bersih untuk membilas semua bahan-bahan yang mungkin masih tersisa di kulit Mengistirahatkan tubuh Anda menggunakan kosmetik, mungkin ada beberapa hari tanpa menggunakan kosmetik secara berlebihan Anda bisa selalu melakukan perawatan kecantikan di rumah dengan bahan-bahan alami Hindari bahan-bahan kimia tersebut mengenai bagian tubuh yang sensitif dan terluka Sumber: howyouliving
 21 Oct 2014    11:00 WIB
Bagaimana Caranya Untuk Melindungi Diri Terhadap Bahaya Kosmetik?
Kosmetik bisa menyebabkan banyak efek negatif, berikut adalah cara untuk melindungi diri terhadap bahaya kosmetik: Jangan berbagi alat riasan wajah. Usahakan selalu menggunakan spons baru saat Anda mencoba produk di toko. Meminta kepada penjual di toko untuk membersihkan dengan alkohol penutup alat riasan wajah dan membersihkan tangannya dengan alkohol sebelum mengoleskan produk tersebut di wajah Anda.  Usahakan untuk selalu menutup wadah alat riasan wajah saat tidak digunakan. Jauhkan alat riasan wajah Anda dari panas sinar matahari. Panas sinar matahari dapat membunuh pengawet yang terdapat di dalam alat riasan wajah, sehingga akan membantu bakteri untuk bertahan hidup. Jangan biarkan alat riasan wajah berada terlalu lama di dalam mobil yang panas.  Jangan gunakan riasan mata apabila Anda sedang mengalami infeksi pada mata. Apabila Anda mengalami infeksi pada mata, maka hal pertama yang harus Anda lakukan adalah tidak menggunakan riasan mata sementara waktu atau bahkan membuangnya. Jangan menambahkan cairan pada produk Anda kecuali memang disarankan. Buang semua alat riasan wajah bila terjadi perubahan warna, atau mulai berbau.  Jangan gunakan semprotan aerosol di dekat tempat yang panas atau saat merokok, karena bisa terbakar. Jangan menghirup dalam-dalam bedak atau hairpsrays. Karena hal ini dapat menyebabkan kerusakan paru-paru.  Hindari penggunaan warna tambahan yang tidak terdaftar, terlebih digunakan di daerah mata. Karena biasanya mengandung timbal. Sumber: womenshealth