Your browser does not support JavaScript!
 21 Jan 2019    18:00 WIB
10 Kesalahan Utama yang Sering Terjadi Dalam Pernikahan
Tahukah Anda bahwa ada banyak hal selain perselingkuhan yang dapat menghancurkan sebuah pernikahan? Di bawah ini Anda dapat melihat berbagai kesalahan, yang tampaknya sederhana, tetapi justru dapat memicu terjadinya perceraian.   Kurangnya Rasa Saling Menghormati Jangan terus berbicara buruk mengenai pasangan Anda pada teman atau keluarga Anda. Anda seharusnya berterima kasih, menghargai, dan menghormati pasangan Anda. Tunjukkan pada pasangan Anda bahwa Anda menghargai dan menghormati dirinya.   Tidak Mendengarkan Pasangan Saat pasangan Anda sedang berbicara pada Anda, dengarkan. Tidak mendengarkan berarti Anda memikirkan hal lain saat pasangan Anda berbicara, lebih memperhatikan komputer atau televisi, tidak memperhatikan bahasa tubuh pasangan Anda, dan menginterupsinya saat bercerita. Akan tetapi, juga jangan menganggap pasangan Anda dapat membaca pikiran Anda. Beritahu apa yang Anda pikirkan dan rasakan merupakan cara komunikasi yang lebih baik.   Kurangnya Keintiman Jika Anda tidak lagi merasa tertarik untuk berhubungan intim dengan suami atau istri Anda, segera cari pertolongan medis. Keadaan ini tidak adil bagi Anda dan pasangan, bahkan dapat merusak kehidupan pernikahan Anda.   Selalu Merasa Diri Sendiri Benar Ingatlah bahwa sangat sedikit orang yang dapat terus mencintai seseorang yang selalu merasa dirinya benar. Akuilah kesalahan Anda atau bahwa Anda tidak mengetahui semua hal. Selain itu, jangan bertele-tele saat menjawab pertanyaan pasangan Anda dan jangan menguliahi pasangan Anda.   Perbuatan Tidak Sama Dengan Perkataan Tahukah Anda bahwa perbuatan jauh lebih penting daripada perkataan? Jadi, saat Anda mengatakan akan melakukan sesuatu, lakukanlah. Tepatilah janji dan perkataan Anda.   Baca juga: Apa yang Dapat Kulakukan Untuk Menyelamatkan Pernikahanku???   Menghina Jika pasangan Anda mengatakan bahwa godaan Anda terasa menyakitkan atau tidak pantas baginya, segera hentikan candaan Anda tersebut. Jangan pernah mengatakan bahwa pasangan Anda tidak memiliki selera humor atau terlalu sensitif karena hal ini akan membuat Anda tampak tidak peduli dan jahat.   Tidak Jujur Berbohong dan memiliki rahasia dapat menyebabkan timbulnya jarak dan rasa tidak percaya di antara Anda dan pasangan. Oleh karena itu, bersikaplah jujur terhadap pasangan Anda.   Bersikap Menyebalkan Beberapa contoh bersikap menyebalkan adalah kurang menjaga kebersihan diri, selalu datang terlambat, dan selalu mengkritik semua hal yang dilakukan oleh pasangan Anda. Jadi, berhentilah bersikap menyebalkan dan ubahlah kebiasaan Anda tersebut.   Egois atau Serakah Salah satu contohnya adalah saat Anda menghabiskan banyak uang untuk diri Anda sendiri, tetapi mempermasalahkan bila pasangan Anda hanya menghabiskan sedikit uang untuk dirinya. Contoh lainnya adalah tidak ingin ada tamu atau keluarga datang ke rumah karena Anda lebih ingin menyendiri dan bersantai atau hanya menonton acara televisi yang Anda inginkan dan tidak membiarkan pasangan Anda menonton acara yang diinginkannya.   Mudah Marah Setiap pasangan harus memiliki cara untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang ada. Akan tetapi, marah besar hanya agar Anda memenangkan sebuah pertengkaran bukanlah sikap yang bijaksana. Belajarlah untuk bertengkar dengan adil dan jadikan pernikahan Anda sebagai yang utama.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: about
 30 Jun 2017    08:00 WIB
Cerai Sering Terjadi Bukan Karena Selingkuh, Tetapi Karena Hal Ini....!
Anda mungkin sudah sering mendengar mengenai berbagai macam alasan mengapa sepasang suami istri akhirnya memutuskan bercerai; mulai dari adanya perselingkuhan, tidak lagi memiliki pandangan atau prinsip hidup yang sama, hingga tidak lagi mencintai pasangannya tersebut.   Apapun penyebabnya, pernahkah Anda berpikir apa sebenarnya yang menyebabkan sepasang suami istri yang merasa sangat bahagia saat menikah dapat berakhir dengan perceraian? Sesuatu pasti terjadi di antara kedua peristiwa tersebut bukan? Dan terjadinya perceraian justru sangat jarang berhubungan dengan ketidaksetiaan salah satu atau kedua belah pihak atau tidak ada rasa cinta lagi di antara sepasang suami istri.   Di bawah ini Anda dapat melihat 3 hal utama yang seringkali menyebabkan terjadinya perceraian, yang ternyata sangat berhubungan dengan sang suami dan sang istri.   Baca juga: Tahukah Anda Bahwa Wanita Ternyata Lebih Sulit Menerima Perceraian?   Rasa Malas Yang dimaksud dengan rasa malas di sini adalah salah satu atau kedua belah pihak tidak mau berusaha untuk menjaga pernikahannya. Banyak orang mengira bahwa menikah akan membuatnya merasa bahagia, seolah-olah pernikahan adalah sesuatu hal di luar diri orang tersebut yang dapat bertahan dan berjalan dengan sendirinya tanpa usaha dari sang suami dan sang istri.   Akan tetapi, apa yang terjadi bila kedua belah pihak kecewa dengan pernikahan mereka? Mereka pun mulai mencari apa masalah yang menyebabkan terjadinya kehancuran di dalam pernikahan mereka tetapi tidak pernah bertanya pada diri mereka sendiri apa sebenarnya yang dapat mereka lakukan untuk memperbaiki keadaan.   Memang akan lebih mudah bagi mereka untuk menyalahkan pasangan atau pernikahan itu sendiri daripada harus bertanggung jawab dan mencari tahu perubahan apa yang harus mereka lakukan agar pernikahan tersebut dapat diperbaiki dan terus berlanjut.   Secara keseluruhan, kedua belah pihak terlalu malas untuk mengintrospeksi diri mereka sendiri, belajar memperbaiki hubungan, dan berusaha untuk mempertahankan pernikahan mereka tersebut. Kesimpulannya adalah sebuah pernikahan membutuhkan kerja keras agar dapat bertahan, jadi bila salah satu atau kedua belah pihak tidak memiliki komitmen yang cukup untuk bekerja keras, maka pernikahannya pun tidak akan dapat bertahan.   Kurangnya Kemampuan Berkomunikasi Satu hal yang juga sering menjadi penyebab dari terjadinya perceraian adalah karena baik suami maupun istri tidak tahu bagaimana caranya berbicara satu sama lain dan bahkan tidak dapat saling mendengarkan. Selain itu, banyak pasangan suami istri juga menghindari suatu pembicaraan karena takut hal yang akan dibicarakan tersebut akan menyakiti diri mereka dan pasangan mereka.   Jika Anda tidak dapat berkomunikasi dengan pasangan Anda, maka Anda dan pasangan pun tidak akan dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di dalam pernikahan Anda. Jadi, berbicara dan mendengarkan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan pernikahan untuk menjaga pernikahan tetap langgeng.   Memiliki Harapan yang Terlalu Tinggi Memiliki harapan yang tinggi memang baik dalam beberapa hal, kecuali pernikahan. Baik pria maupun wanita memiliki banyak asumsi mengenai pernikahan dan apa yang ia harapkan dari sebuah pernikahan. Asumsi ini dipengaruhi oleh beberapa hal dan masalah dapat terjadi saat kenyataan dari kehidupan pernikahannya tidak sesuai dengan asumsi atau harapannya tersebut.   Oleh karena itu, sangat penting bagi sepasang kekasih untuk membicarakan berbagai hal termasuk seks sebelum menikah. Hal ini dikarenakan memiliki komunikasi yang baik sebelum menikah dapat mencegah kedua belah pihak memiliki harapan yang terlalu tinggi (tidak realistis) dari pernikahannya tersebut.   Kesimpulannya adalah perceraian tidak selalu terjadi akibat perselingkuhan atau rasa tidak bahagia. Perceraian dapat dihindari bila kedua belah pihak mau bekerja keras untuk merawat pernikahannya dan berkomunikasi secara efektif serta memiliki harapan yang realistis.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: divorcesupport
 24 Apr 2017    15:00 WIB
Dia Selingkuh, Apa Yang Harus Anda Lakukan?
Mengetahui pasangan berselingkuh merupakan pengalaman paling menyakitkan. Ketika Anda sudah memberikan kasih sayang yang besar dan waktu kebersamaan yang indah namun dibalas dengan sebuah pengkhianatan. Keadaan ini pasti akan menguji ketahanan mental dan menghancurkan perasaan Anda. Namun jangan biarkan Anda terbawa perasaan. Apabila memang Anda mengalami hal ini maka ada beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk mendapatkan kejelasan dari hubungan Anda dan apa yang harus dilakukan selanjutnya. 1.      Tanya alasannya Karena dalam emosi hampir kebanyakan orang tidak mau mendengarkan penjelasan dari pasangan yang berselingkuh. Namun dalam menghadapi masalah ini maka sebaiknya Anda berusaha untuk lebih dewasa, hadapi keadaan ini dengan kepala dingin. Tanyakan alasan mengapa dia selingkuh. Dengan jawaban tersebut Anda bisa mengambil keputusan untuk memutuskan langkah selanjutnya dan menjadi bahan introspeksi diri Anda. 2.      Katakan apa yang Anda rasakan Katakan saja apa yang Anda rasakan saat Anda melihatnya berselingkuh. Buat dia sadar bahwa tindakannya telah menyakiti hati Anda dan mungkin saja menghancurkan hati dari keluarga Anda yang sudah mempercayai dan memberi dia ijin untuk memiliki hubungan dengan Anda. Cara ini akan membuat Anda merasa lebih lega meski nanti pada akhirnya Anda harus mengakhiri hubungan. 3.      Menentukan langkah selanjutnya Setelah Anda mendengarkan penjelasan darinya dan mengungkapkan rasa sakit yang dirasakan. Maka Anda harus segera menentukan pilihan Anda. Memaafkan dan kembali merajut hubungan yang baru dengannya atau melepaskannya dan memilih untuk meninggalkannya. Jangan ambil keputusan saat Anda merasa emosi. Coba tenangkan diri Anda sejenak, teriakkan semua rasa kesedihan Anda. Setelahnya Anda baru dapat mengambil keputusan.  4.      Jika Ingin Melanjutkan hubungan Apabila Anda sudah mendengar penjelasannya dan memutuskan untuk kembali padanya. Ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan. Apabila alasan utama dia berselingkuh karena kesalahan Anda dan Anda dapat menerimanya, hal ini mungkin tidak menjadi masalah. Namun bagaimana bila Anda tidak menerima namun kembali padanya hanya karena merasa bersalah, dia bisa menggunakan senjata tersebut untuk kembali mengkhianati Anda lagi. Selain itu tidak mudah membangun kembali hubungan yang sudah dinodai perselingkuhan. Anda akan mudah curiga dan cemburuan terhadap wanita lain.  5.      Jika Harus Berakhir Perpisahan adalah hal yang menyakitkan. Namun satu hal yang perlu Anda sadari bahwa diri Anda sangat berharga. Jangan biarkan perasaan sedih membuat Anda terpuruk. Lupakan semua kesedihan, mulailah hidup yang baru dan bersiap-siaplah untuk mendapatkan kehidupan yang jauh lebih menyenangkan. Perselingkuhan bukan alasan Anda menjadi takut untuk memiliki hubungan yang baru. Di luar sana masih banyak calon-calon pasangan setia yang bisa menerima Anda apa adanya. Harus Anda sadari bahwa saat seseorang berselingkuh hal ini menunjukkan ada sesuatu yang kurang dari Anda menurut dia. Jangan sampai Anda menghabiskan waktu dengan seseorang yang tidak bisa mencintai dan menerima Anda apa adanya. Baca juga: Apakah Dia Cinta Atau Nafsu? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: femalefirst
 16 Apr 2017    08:00 WIB
Pesta Pernikahan Gambarkan Kehidupan Pernikahan Anda Lho!
Pada zaman sekarang ini, bisnis pernikahan tampaknya sedang maju. Pesta pernikahan saat ini tampaknya semakin hari semakin mahal saja, mulai dari biaya fotografer yang cukup tinggi hingga biaya sewa tempat acara yang sangat mahal. Akan tetapi, apakah semua kemewahan tersebut benar-benar diperlukan? Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di the University of Virginia, para peneliti menemukan bahwa semakin mewah dan semakin formal pesta pernikahan sepasang kekasih, maka pasangan tersebut pun cenderung akan hidup lebih bahagia ke depannya dibandingkan dengan pasangan yang hanya melangsungkan sebuah pesta pernikahan sederhana. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 418 pasangan suami istri yang baru saja menikah dan menganalisa hubungan antara bagaimana pesta pernikahan mereka dengan kualitas pernikahan mereka. Hal pertama yang ditemukan oleh para peneliti adalah semakin besar dan mewah pesta pernikahannya, maka pasangan pengantin baru itu pun semakin bahagia. Hampir sebagian pasangan yang mengundang lebih dari 150 orang tamu mengatakan bahwa mereka bahagia dengan kehidupan pernikahan mereka. Hal ini berbeda dengan pasangan yang melangsungkan pesta pernikahan yang lebih sederhana dengan hanya mengundang sekitar 51-149 orang tamu, di mana hanya sekitar 37% pasangan tersebut mengaku bahagia dengan pernikahannya. Sementara itu, pada pasangan yang hanya mengundang 50 orang tamu atau kurang pada pesta pernikahannya, para peneliti menemukan bahwa hanya 31% di antara pasangan tersebut yang merasa cukup bahagia dengan pernikahannya. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa semakin formal pesta pernikahan yang dilakukan oleh sepasang kekasih, maka mereka pun merasa semakin bahagia seiring dengan berlalunya waktu. Yang dimaksud dengan formal di sini adalah bukan pernikahan yang tak direstui alias kawin lari atau hanya mencatatkan pernikahan di catatan sipil tanpa melangsungkan pesta. Mengapa demikian? Para peneliti menduga hal ini dikarenakan pasangan kekasih tersebut secara tidak sadar ingin membuktikan bahwa kehidupan pernikahan mereka sama hebat dan romantisnya dengan pesta pernikahan yang telah mereka gelar sebelumnya. Akan tetapi, bukan berarti Anda harus melangsungkan suatu pesta pernikahan besar dan mewah bila Anda ingin rumah tangga Anda awet. Hal ini dikarenakan adanya beberapa keterbatasan di dalam penelitian ini, diantaranya adalah jumlah peserta penelitian yang kecil dan hasil penelitian ini hanya menemukan adanya hubungan antara pesta pernikahan dan kualitas pernikahan, bukan hubungan sebab akibat.   Baca juga: Apa Hubungan Antara Cincin Pertunangan Dengan Kehidupan Pernikahan Anda?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: womenshealthmag
 18 Nov 2015    20:00 WIB
Ini Dia Tanda Berakhirnya Pernikahan Anda!
Pada sebagian besar kasus perceraian, salah satu pihak merasa terkejut saat mereka menerima surat panggilan pengadilan karena pasangannya telah menggugat cerai mereka. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk memperhatikan apa saja tanda-tanda bahaya yang menunjukkan bahwa pernikahan Anda dan pasangan mungkin sedang berada di ujung jurang.Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tanda peringatan yang menunjukkan bahwa pernikahan Anda sedang berada di ambang pintu perceraian.  1.      Anda dan Si Dia Tidak Lagi Memiliki KesamaanApakah Anda dan pasangan masih tinggal serumah, pergi ke berbagai acara bersama, dan masih melakukan berbagai kegiatan rutin; tetapi hampir tidak pernah mengobrol? Bila ya, maka hal ini merupakan tanda utama bahwa Anda dan pasangan memiliki suatu masalah dalam pernikahan yang telah Anda bina selama ini.Komunikasi dan menceritakan berbagai hal yang Anda alami di sepanjang hari serta memberitahu si dia apa yang Anda pikirkan dan rasakan adalah hal yang sangat penting yang dapat membentuk ikatan dalam hubungan Anda dan pasangan. Oleh karena itu, bila Anda merasa semakin jarang mengobrol dengan pasangan Anda, mulailah dengan membuka percakapan terlebih dahulu dan berbicaralah. 2.      Apapun yang Anda Lakukan Selalu SalahApakah Anda merasa apapun yang Anda lakukan selalu dianggap salah oleh pasangan Anda? Atau apakah si dia terus mengkritik segala sesuatu yang Anda lakukan? Kritik dan kata-kata pedas yang terus-menerus keluar dari mulut pasangan Anda dapat merupakan pertanda adanya masalah besar dalam kehidupan pernikahan Anda.Ajaklah pasangan Anda untuk duduk dan berdiskusi bersama mengenai apa sebenarnya yang membuat ia merasa kesal pada Anda. Mencari tahu masalah yang ada dan apa jalan keluar terbaik untuk menyelesaikannya dapat membantu memperbaiki hubungan Anda dan pasangan. Baca juga: Perceraian dan Akibatnya Pada Anak 3.      Selalu Menjadi Orang Terakhir yang TahuApakah si dia mulai jarang memberitahu Anda apapun mengenai pekerjaannya, masalahnya, atau bahkan kesuksesannya? Apakah Anda baru mengetahui berbagai hal tersebut dari orang lain atau secara tidak sengaja mendengarnya sedang bercerita dengan temannya? Bila ya, maka Anda dan pasangan berarti sedang memiliki masalah besar dalam hal komunikasi! Bila si dia enggan memulai percakapan, Anda pun dapat memulainya. Jangan merasa gengsi! Karena harga diri Anda tidak dapat menyelamatkan pernikahan Anda. 4.      Perubahan Penampilan Pada PasanganSeiring dengan berlalunya waktu, rasa nyaman yang ada di antara Anda dan pasangan memang akan membuat Anda dan pasangan mulai enggan terlihat sempurna di hadapan masing-masing. Akan tetapi, perubahan drastis dalam hal penampilan dan kebersihan diri (menjadi lebih buruk) yang dialami oleh pasangan Anda dapat merupakan pertanda bahwa si dia tidak lagi perduli atau karena ia tidak menghargai Anda dan pernikahannya.Jika pasangan Anda mulai tidak memperhatikan penampilan fisiknya, ajaklah si dia berdiskusi secara baik-baik dan beritahu si dia bahwa Anda akan lebih menghargai dan menghormatinya bila ia memperbaiki penampilannya. 5.      Tidak Saling BerbicaraApakah Anda dan pasangan selalu terlihat sibuk dengan urusan masing-masing saat berada di rumah? Bila ya, maka hal ini dapat merupakan petunjuk adanya masalah di dalam pernikahan Anda dan si dia.Merupakan hal yang umum bagi seseorang untuk mencari pengalih perhatian untuk menghindari berbagai masalah yang ada di dalam kehidupan pernikahannya. Oleh karena itu, segera ajak si dia berdiskusi untuk mencari tahu apa sebenarnya masalah yang ada di dalam pernikahan Anda dan cari jalan keluarnya. Bila tidak, Anda mungkin akan bertemu dengan pasangan di hadapan hakim nantinya! 6.      Selalu Bertengkar Mengenai Hal yang SamaJika Anda dan pasangan selalu bertengkar mengenai hal yang sama dan tetap tidak menemukan jalan keluar bagi permasalahan tersebut, maka ada 2 kemungkinan yang akan terjadi, yaitu pernikahan Anda akan tetap bertahan atau justru cepat berakhir. Anda mungkin membutuhkan bantuan seorang terapis professional untuk mencari tahu apa sebenarnya masalah yang ada di antara Anda dan pasangan. 7.      Kemesraan Sudah Tidak Ada LagiSalah satu tanda bahaya yang paling mudah dikenali adalah jarangnya kontak fisik di antara Anda dan pasangan. Keintiman adalah suatu hal yang penting untuk menjaga hubungan asmara di antara Anda dan pasangan. Jika pasangan Anda tidak atau jarang sekali menunjukkan ketertarikan fisik terhadap Anda, maka hal ini berarti mereka tidak terlalu memperdulikan hubungan emosional di antara Anda dengannya. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  Sumber: divorcesupport
 28 Oct 2015    09:00 WIB
Sebelum Nikah, Coba Bicarakan Hal Ini Dengan Pasangan
Jatuh cinta adalah sebuah perasaan yang indah, namun untuk bertahan membutuhkan sebuah perjuangan Setiap pasangan memerlukan kemampuan berkomunikasi untuk dapat terus mempertahankan hubungan. Terlebih lagi untuk Anda yang ingin menjalani hubungan yang lebih serius yaitu pernikahan. Agar pernikahan Anda selalu langgeng atau beberapa hal yang harus Anda bicarakan dengan pasangan. Terkadang banyak pasangan yang merasa enggan untuk membicarakan hal yang sifatnya terlalu pribadi. Padahal ini penting untuk langgengnya hubungan pernikahan Anda dengan pasangan. Berikut adalah lima topik yang harus diskusikan dengan pasangan sebelum mengikat janji sehidup semati: 1.      Uang Bagaimana cara Anda berdua dalam mengelola keuangan? Siapa yang akan membayar tagihan?  Siapa yang akan mengelola keuangan? Apakah memiliki tabungan bersama? Apakah memegang uang masing-masing? Bagaimana rencana pengeluaran? Apakah akan hidup sederhana atau lebih royal? Aset apa saja yang dimiliki? Berapa gaji yang di dapat? Apakah ada pekerjaan tambahan? Uang adalah topik besar yang harus dibicarakan antar pasangan. Jangan sampai Anda berdua mengabaikan hal ini dan kemudian menyesal. Karena banyak pasangan yang bercerai karena masalah yang satu ini. 2.      Anak Berapa banyak anak yang ingin Anda berdua miliki? Bagaimana cara merawat mereka? Siapa yang mengurus mereka nantinya? Apakah Anda dan pasangan bergantian dalam menjaga anak? Seperti apa gaya Anda sebagai orang tua nantinya? Pendidikan apa yang akan ditempuh anak? Bagaimana cara menjaga kedisplinan anak? Apa yang akan Anda berdua lakukan bila banyak hal yang diinginkan pada anak namun tidak tercapai? Anak juga merupakan hal yang penting untuk dibahas, karena salah satu tujuan utama dari pernikahan adalah memiliki penerus dalam keluarga. Anak adalah anugerah, namun bisa menjadi masalah untuk hubungan pernikahan bila tidak berjalan dengan baik. 3.      Kerja dan Karir Apakah Anda berdua akan bekerja? Jam kerja seperti apa? Apakah tidak apa-apa bila hanya Anda atau pasangan yanng bekerja? Apabila Anda atau pasangan ditawarkan kesempatan berkarir di lokasi yang jauh dari keluarga, apakah Anda akan mengikutinya? Seperti apa tingkat ambisi Anda dalam mencapai puncak karir, sama atau berbeda/ Apakah ada masalah apabila ambisi tersebut berbeda? Apabila sama, apakah akan menyebabkan persaingan di antara Anda berdua dan bagaimana Anda mengatasi hal ini? Kerja dan karir adalah bagian penting dan besar dalam hidup Anda, karena hampir kebanyakan orang menghabiskan waktunya di tempat kerja, sehingga sangat penting bagi Anda berdua memahami hal ini dan hasilnya nanti untuk kehidupan Anda bersama di masa depan. 4.      Seks dan Keintiman Apakah Anda atau pasangan pernah berhubungan seks sebelumnya? Apakah seks merupakan hal yang sangat penting atau tidak? Apakah Anda atau pasangan memiliki masalah dalam fantasi seksual? Perlukan Anda dan pasangan memamerkan hubungan Anda berdua ke publik? Meski hubungan seks adalah salah satu masalah yang sering tabu untuk dibicarakan. Namun hal ini merupakan hal yang sangat penting. Dalam berhubungan seks maka Anda dan pasangan dapat menyampaikan perasaan dan menunjukkan cinta kasih yang dimiliki. Sehingga Anda dan pasangan bisa mengatakan apa yang diinginkan dan tidak diinginkan mengenai hubungan seks. Sehingga antar dan pasangan akan ada kejujuran dan tidak ada rasa keterpaksaan. 5.      Kebiasaan buruk Apakah Anda merokok, peminum alkohol ataukah sering berjudi? Bila iya, apakah hal ini menjadi masalah untuk Anda dan pasangan? Apakah Anda atau pasangan memiliki gangguan kesehatan mental atau penyakit keturunan? Kebiasaan buruk lain apa yang sering dilakukan? Jangan menganggap remeh mengenai kebiasaan buruk karena terkadang sulit untuk merubah kebiasaan yang sudah sejak lama dilakukan oleh seseorang. Ketika Anda memberikan begitu banyak pertanyaan pada pasangan. Usahakan untuk melakukan di tempat dan suasana yang memadai. Karena dalam hal ini dibutuhkan kejujuran dan kemampuan untuk menerima kenyataan dari setiap jawaban yang ada, meski hal ini pahit. Semua pembicaraan yang Anda lakukan ini bukan untuk memicu pertengkaran namun untuk mendapatkan jawaban dan solusi yang terbaik untuk Anda dan pasangan. Baca juga: Ingin Menikah? Baca dulu Hal-hal berikut! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: yourtango
 28 Sep 2015    20:00 WIB
Ingin Menikah? Cari Tahu Hal Ini Dulu!
Bingung apakah pasangan Anda saat ini memang merupakan pasangan yang terbaik bagi diri Anda? Bila ya, maka 7 hal di bawah ini mungkin dapat membantu Anda menemukan jawaban dari pertanyaan yang terus bergulir di dalam hati dan pikiran Anda tersebut. Baca juga: 5 Alasan Mengapa Pria Senang Memiliki Pacar  1.      Di Mana Ia Ingin Tinggal?Saat Anda akan menikah dengan seseorang, pastikanlah terlebih dahulu bahwa Anda dan si dia memiliki keinginan yang sama atau setidaknya dapat berkompromi mengenai di mana Anda dan si dia akan tinggal nantinya. Hal ini sangat penting untuk membantu menghindari terjadinya pertengkaran di antara Anda dan pasangan nantinya. 2.      Apakah Ia Taat Beribadah?Satu hal lainnya yang sangat penting saat Anda dan si dia berencana untuk menikah adalah apakah Anda dan si dia memiliki pandangan yang sama mengenai kehidupan agama dan kepercayaan apa yang ingin ia tanamkan pada anak-anaknya kelak. Hal ini bukan berarti Anda dan pasangan harus memiliki keyakinan yang sama (walaupun lebih baik demikian), akan tetapi ada beberapa hal yang mungkin harus didiskusikan terlebih dahulu bersama pasangan Anda sebelum Anda memasuki kehidupan rumah tangga bersamanya. 3.      Apakah Ia Berkeinginan Untuk Menjadi Seorang Ayah?Sebelum Anda dan pasangan menikah, pastikan Anda dan si dia memiliki harapan yang sama mengenai keturunan, apakah si dia atau Anda menginginkan kehadiran seorang anak atau tidak. Selain itu, Anda juga perlu mencari tahu bagaimana ia ingin mendidik anak-anaknya nanti, di mana ia ingin menyekolahkannya dan bahkan makanan apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh anak-anaknya kelak.Hal ini dikarenakan memiliki anak merupakan suatu hal yang sangat tidak terduga, tidak perduli seberapa baik Anda telah merencanakan masa depan Anda tersebut. Oleh karena itu, memiliki pandangan dan cara didik yang sama dapat sangat membantu Anda dan pasangan dalam membesarkan anak-anak Anda nantinya. 4.      Bagaimana Caranya Mengatur Keuangannya?Sebelum Anda menikah dengan seseorang, pastikan Anda mengetahui terlebih dahulu bagaimana keadaan keuangannya, apakah ia memiliki hutang atau apakah ia dapat menyesuaikan pengeluarannya dengan pendapatannya. Hal ini bukan berarti Anda matre, akan tetapi Anda perlu mengetahui apakah Anda dan si dia memiliki pandangan yang sama mengenai uang dan keuangan, karena uang merupakan suatu hal yang seringkali memicu terjadinya pertengkaran dan bahkan perpisahan di antara pasangan suami istri. 5.      Bagaimana Ia Memperlakukan Ibunya?Ingin tahu bagaimana masa kecilnya? Lihatlah bagaimana ia memperlakukan ibu atau ayahnya. Bila si dia memiliki hubungan yang baik dengan orang tuanya dan memperlakukan mereka dengan hormat, maka hal ini berarti orang tuanya telah memberikannya cukup perhatian dan kasih sayang.Akan tetapi, perlu diingat bahwa bila hubungan si dia dengan orang tuanya tidak baik bukan berarti hal ini merupakan pertanda bahwa si dia bukanlah orang yang baik. Hal ini mungkin dikarenakan orang tuanya yang tidak memperlakukan ia sebagaimana mestinya. 6.      Bagaimana Sikapnya Terhadap Pelayan Restoran atau Toko?Ingin tahu bagaimana kepribadian si dia yang sebenarnya? Perhatikanlah bagaimana ia memperlakukan pelayan restoran atau supir taksi atau orang lain yang melayaninya. Hal ini sangat penting terutama saat si dia sedang menghadapi hari yang buruk. Orang yang dapat tetap memperlakukan orang lain dengan baik walaupun ia sedang stress merupakan seseorang yang mampu menghadapi stress dan berbagai hal tak terduga dalam kehidupan, yang merupakan aset yang sangat penting saat Anda dan si dia menjalani kehidupan rumah tangga nantinya. 7.      Seberapa Sering (Banyak) Ia Ingin Berhubungan Seks?Selain rasa cinta dan kasih sayang, seks merupakan suatu hal yang penting dalam kehidupan pernikahan. Oleh karena itu, ada baiknya bila Anda dan pasangan telah saling mengetahui apa harapan masing-masing akan kehidupan seksual setelah kalian menikah nantinya.Anda sebaiknya mencari tahu seberapa sering ia ingin berhubungan seks dan seberapa pandai Anda dan si dia dalam berhubungan seks (bila memungkinkan). Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang . Sumber: womenshealthmag
 23 Sep 2015    20:00 WIB
6 Mitos Salah Mengenai Pernikahan
Apakah Anda sudah menikah? Bila belum maka Anda mungkin sudah sering mendengar berbagai mitos mengenai apa itu sebenarnya pernikahan yang bahagia dan apa jadinya hubungan sepasang kekasih setelah mereka menikah dan menjadi suami istri. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa mitos yang salah mengenai pernikahan dan apa yang sebenarnya terjadi di dalam kehidupan pernikahan.  1.      50% Pernikahan Berakhir Dengan PerceraianAnggapan salah ini dimulai pada tahun 1970an saat pengadilan memutuskan perceraian diperbolehkan dan banyak orang mulai melakukannya. Pada pertengahan tahun 80an, angka perceraian bahkan mencapai puncaknya hingga 66%. Akan tetapi, angka ini telah menurun sekarang. Menurut sebuah data dari lembaga sensus di Amerika pada tahun 2009, hanya sekitar 30.8% pernikahan berakhir dengan perceraian. Dan pada sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011, hanya sekitar 3.6 orang yang bercerai di antara 1.000 orang yang telah menikah. Baca juga: Kunci Bahagia Dalam Kehidupan Pernikahan 2.      Pasangan yang Bahagia Tidak Pernah BertengkarTahukah Anda bahwa jarang bertengkar justru merupakan pertanda bahwa Anda dan pasangan tidak pernah menyelesaikan permasalahan yang ada di antara kalian? Menurut seorang ahli yang telah meneliti sekitar 350 orang pasangan selama 28 tahun, kebahagiaan selalu diiringi dengan pertengkaran. Menurutnya, apa yang membedakan pernikahan yang bahagia dan tidak adalah kemampuan kedua belah pihak untuk belajar menghadapi konflik dan perbedaan pendapat dengan cara yang sehat dan produktif.Selain itu, sebuah penelitian dari the University of Tennessee menunjukkan bahwa pasangan yang mengakui bahwa mereka pun pernah bertengkar justru merasa lebih bahagia mengenai hubungan mereka dalam jangka panjang. 3.      Pasangan yang Memiliki Anak Lebih Bahagia Daripada yang Tidak Memiliki AnakSebuah penelitian dari United Kingdom’s Open University menemukan bahwa pasangan suami istri yang tidak memiliki anak, rata-rata, justru merasa lebih bahagia dalam kehidupan asmara mereka dibandingkan dengan pasangan yang telah memiliki anak.Penurunan rasa bahagia ini bukan berarti bahwa rasa sayang yang dirasakan oleh pasangan suami istri yang telah memiliki anak tersebut juga berkurang. Akan tetapi, hal ini hanya menunjukkan bahwa semakin banyak tanggung jawab dan peran yang harus mereka jalani (misalnya menjadi pasangan, orang tua, karyawan, pelajar, dan lain sebagainya) membuat mereka memiliki waktu dan energi yang lebih sedikit untuk pasangannya. 4.      Kehidupan Seks Orang yang Telah Menikah BurukSebuah penelitian yang dilakukan oleh the Center for Sexual Health Promotion di Indiana University menunjukkan bahwa seorang wanita yang telah menikah justru melakukan hubungan seks lebih sering dibandingkan dengan wanita yang telah memiliki pasangan tetapi belum menikah.Sebuah penelitian lainnya yang dilakukan oleh Penn State juga menunjukkan bahwa rasa cinta dan komitmen yang ada di dalam kehidupan pernikahan cenderung membuat hubungan seks terasa lebih memuaskan bagi seorang wanita. 5.      Jika Telah Tinggal Bersama Sebelum Menikah, Maka Resiko Perceraian Pun Lebih TinggiMenurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011, para peneliti menemukan bahwa status pernikahan (sudah menikah atau belum) sepasang kekasih saat mereka memutuskan untuk tinggal bersama tidak terlalu mempengaruhi kebahagiaan mereka dalam kehidupan pernikahan.Pada penelitian yang dilakukan pada lebih dari 7.000 orang pasangan, para peneliti dari the University of North Carolina di Greensboro justru menemukan bahwa berapa usia pasangan tersebut saat mulai tinggal bersamalah yang lebih menentukan.Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa bila pasangan baru berusia 18 tahun saat memutuskan untuk tinggal bersama atau menikah, maka resiko perceraian mereka pun mencapai angka 60%. Sementara itu, bila sepasang kekasih telah berusia 23 tahun saat mereka memutuskan untuk tinggal bersama atau menikah, maka resiko perceraian mereka pun hanya sekitar 30%. 6.      Jika Anda Sungguh-sungguh Mencintai Pasangan Anda, Maka Gairah Tidak Akan Pernah PudarGairah sangat dipengaruhi oleh ada tidaknya hal baru dan misteri. Hal inilah yang seringkali membuat gairah di antara sepasang suami istri mulai memudar saat pernikahan telah berusia 12-16 bulan. Walaupun gairah memang akan berkurang seiring dengan berjalannya waktu, akan tetapi gairah ini biasanya akan digantikan oleh jenis rasa cinta lainnya yang membuat kehidupan pernikahan sepasang suami istri menjadi langgeng dan penuh kebahagiaan. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang . Sumber: womenshealthmag
 17 Jul 2014    08:00 WIB
7 Tanda-Tanda Anda Memerlukan Konseling Pernikahan
Apabila Anda berpikir hubungan Anda dengan pasangan tidak terlalu baik. Namun Anda berpikir untuk memperbaiki hal tersebut, mungkin Anda memerlukan konseling pernikahan. Berikut adalah tanda-tanda memerlukan konseling pernikahan: Komunikasi yang buruk Apabila Anda mempunyai komunikasi yang buruk dengan pasangan dan mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan pasangan.  Saling menjaga rahasia Setiap orang memiliki hak privasi meski Anda sudah menikah, namun apabila Anda menjaga rahasia terhadap pasangan dalam jangka waktu yang lama, hal ini dapat membahayakan hubungan Anda dan pasangan Anda akan kehilangan kepercayaan terhadap  Anda. Sering terjadi perselisihan Apabila Anda sering mengalami perselisihan dengan pasangan Anda. Kejadian ini sering berulang dan Anda dengan pasangan tidak pernah menemukan solusi yang tepat. Anda berpikir untuk berselingkuh Apabila Anda sudah berpikir untuk berselingkuh berarti ada permasalahan dalam hubungan Anda. Saat Anda berfantasi tentang orang lain mungkin sering terjadi, namun bila ini terjadi terus menerus hal ini akan membahayakan hubungan Anda. Kekerasan dalam rumah tangga Apabila sudah terjadi kekerasan dalam rumah tangga, ini merupakan tanda utama Anda memerlukan konseling pernikahan. Anda merasa diabaikan Salah satu dari Anda memerlukan konseling pernikahan adalah saat Anda sering merasa diabaikan oleh pasangan. Menahan perhatian sebagai hukuman Saat Anda memiliki masalah dengan pasangan Anda dan menahan untuk memberikan perhatian dan kasih sebagai hukuman.  Apabila Anda dan pasangan memiliki permasalahan seperti diatas. Hal ini menunjukkan bahwa Anda memerlukan penasehat dalam konseling pernikahan.  Mempunyai pernikahan yang indah itu tidak mudah. Anda dan pasangan memerlukan usaha yang keras, pengorbanan dan komunikasi yang baik. Sumber:  allwomenstalk