Your browser does not support JavaScript!
 09 Aug 2019    16:00 WIB
Kenali Infeksi HPV Pada Pria
Infeksi HPV (human papilloma virus) lebih sering diketahui masyarakat sebagai salah satu penyebab terjadinya kanker serviks. Akan tetapi, HPV ternyata juga menginfeksi pria. Infeksi HPV pada pria dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker kemaluan pada pria. Selain itu, HPV juga dapat menyebabkan terbentuknya kutil pada kemaluan baik pada pria atau wanita.  Kadang-kadang infeksi HPV pada pria tidak menimbulkan gejala apapun dan akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan.   Resiko Infeksi HPV Pada Pria Berbagai hal yang dapat terjadi akibat infeksi HPV pada pria adalah: Meningkatkan resiko kanker kemaluan, seperti kanker anus atau kanker penis. Kedua jenis kanker ini jarang terjadi pada pria, terutama bila pria tersebut memiliki daya tahan tubuh yang baik Kutil pada kemaluan   Gejala Infeksi HPV Pada Pria Infeksi HPV yang beresiko tinggi menyebabkan kanker biasanya tidak bergejala, baik pada pria maupun wanita. Gejala pertama yang biasanya terjadi adalah timbulnya kutil pada kemaluan. Hal ini biasanya disebabkan oleh HPV yang beresiko kanker rendah. HPV jenis ini biasanya menyebabkan timbulnya kutil dan bukan kanker.   Apakah Saya Beresiko Terkena Kanker ? Untuk mendiagnosa kutil pada kemaluan biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Tidak ada pemeriksaan rutin pada pria untuk mengidentifikasi HPV beresiko kanker tinggi. Akan tetapi, dokter biasanya sangat menganjurkan agar pria homoseksual dan biseksual yang beresiko tinggi menderita kanker anus maupun penis untuk melakukan pemeriksaan pap smear anal.   Pengobatan Bagi Infeksi HPV Tidak ada pengobatan khusus yang dapat diberikan bagi penderita yang tidak mengalami gejala apapun. Untuk mengobati kutil pada kemaluan, dokter biasanya memberikan salep atau melakukan tindakan pembedahan untuk mengangkat kutil. Dokter biasanya tidak menyarankan terapi dini bagi penderita kutil pada kemaluan, karena kutil biasanya dapat hilang dengan sendirinya. Selain itu, kutil biasanya membutuhkan jangka waktu tertentu untuk timbul seluruhnya, sehingga pada penderita yang melakukan pengobatan dini mungkin memerlukan pengobatan ulangan untuk mengatasi kutil yang tumbuh setelah pengobatan pertama selesai. Kanker anus dapat diobati dengan kombinasi kemoterapi dan radiasi atau dengan tindakan pembedahan. Pengobatan khusus pada kanker anus ini tergantung pada stadium kanker, ukuran kanker, dan seberapa jauh kanker telah menyebar. Vaksin HPV (gardasil) biasanya diberikan pada pria berusia 9-26 tahun untuk mencegah terjadinya kutil kemaluan yang disebabkan oleh HPV 6 dan 11. Selain itu, gardasil juga merupakan salah satu pencegahan kanker anus.   Infeksi HPV dan Seks Bila anda atau pasangan anda menderita infeksi HPV, maka baik anda berdua kemungkinan besar telah terinfeksi HPV. Infeksi HPV lebih mudah diatasi pada pria daripada wanita yang biasanya memerlukan waktu 2 tahun atau kurang. HPV yang menyebabkan kanker serviks biasanya tidak menimbulkan gangguan kesehata bagi pasangan anda. Jika pasangan anda terinfeksi HPV bukan berarti pasangan anda telah berhubungan seksual dengan orang lain, karena virus ini dapat berada di dalam tubuh anda tanpa menimbulkan gejala apapun.   Pencegahan Penyebaran HPV Tidak berhubungan seksual merupakan salah satu cara pencegahan infeksi HPV yang terbaik. Resiko penyebaran HPV rendah bila anda hanya berhubungan seksual dengan satu orang dan orang tersebut hanya berhubungan seksual dengan anda. Penggunaan kondom juga dapat mencegah penyebaran HPV, walaupun tidak 100% karena HPV menyebar melalui kontak kulit. HPV masih dapat menular melalui kulit yang tidak tertutup oleh kondom.  
 17 Oct 2018    18:00 WIB
5 Fakta Menarik Tentang Kondom
Walaupun para peneliti sudah melakukan banyak penelitian tentang kondom dan juga telah mengakui bahwa kondom merupakan metode terbaik untuk mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan, penyakit menular seksual dan akhir-akhir ini tingkat efisiensi dari kondom banyak diperdebatkan dalam berbagai forum. Saat ini banyak sekali informasi yang salah mengenai bagaimana menggunakan kondom, dan keuntungan pemakaian kondom. Dan banyak orang yang menjadi bingung karena berbagai informasi yang salah ini. Berikut ini adalah 5 fakta menarik tentang kondom.1.  Sebenarnya tingkat kegagalan pemakaian kondom tidak lebih dari 2%. Kebanyakan faktor kegagalan pemakaian kondom karena tidak menggunakannya dengan benar. Kondom harus segera dipasang saat penis mengalami ereksi untuk mencegah masuknya sperma ke dalam vagina. Anda harus menggunakan kondom yang terbuat dari lateks, polyurethene dan polyisoprene karena mereka dapat melakukan proteksi maksimal untuk menghindari kehamilan dan penyakit menular seksual. 2.  Jika Anda alergi terhadap lateks, hindari penggunaan kondom yang menggunakan lateks. 3.  Beberapa orang cenderung percaya menggunakan dua kondom lebih baik daripada hanya menggunakan satu, padahal hal tersebut tidaklah benar. Faktanya, dengan penggunaan dua kondom Anda justru akan meningkatkan terjadinya robekan karena semakin tingginya gesekan yang terjadi. 4.  Beberapa penyebab terjadinya robekan kondom adalah panjangnya durasi seks, kekasaran yang terjadi saat berhubungan, menggunakan lubrikan berbahan dasar minyak, anal seks, vagina yang kering dan membuka bungkus kondom dengan benda tajam. 5.  Simpanlah kondom di tempat yang sejuk dan kering karena suhu panas dan lembab akan membuat kondom menjadi rapuh dan akan rusak saat digunakan.Sumber: healthmeup
 16 Oct 2018    18:00 WIB
Pernah Cium Bau Aneh Setelah Bercinta, Kenapa Ya?
Setelah bercinta adalah saat yang romantis dimana Anda dan pasangan berpelukan dengan mesra sambil mengingat kegiatan bercinta sebelumnya yang luar. Bamun bagaimana bila disaat yang romantis ini terjadi Anda mencium bau yang  kurang sedap? Hal ini bisa saja mengganggu kemesraan Anda berdua. Kebanyakan orang menganggap bahwa ini adalah bau khas after sex. Lantas bau apakah ini? Ternyata bau ini adalah bau yang muncul dari tubuh. Setelah bercinta, terjadi pencampuran air mani, cairan lubrikasi dari vagina dan aroma ini bergabung dengan keringat dari tubuh Anda dan si dia. Air mani bersifat basa dan memiliki pH tinggi kemudian cairan vagina bersifat asam, pH rendah. Sebenarnya kedua bahan ini tidak dapat menyatu.Sehingga ketika asam dan basa menyatu, maka terjadi reaksi satu sama lain dan menimbulkan bau seperti cairan kimia yang baru. Selain itu ada beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya bau aneh setelah bercinta, seperti: Gaya bercinta Anda dengan pasangan Gaya bercinta yang kasar bisa membuat tubuh Anda dan pasangan menjadi lebih berkeringat. Penggunaan kondom Tercampurnya cairan mani, lubrikasi vagina dan bahan kondom terkadang juga bisa menimbulkan bau tidak sedap Pola hidup Pola hidup dan kebiasaan sehari-hari dapat mempengaruhi pH Anda dan pasangan. Cairan yang berubah pH nya dapat menimbulkan bau yang tidak sedap.  Makanan yang dimakan Makanan yang memiliki bau yang menyengat dapat menimbulkan bau tidak sedap pada daerah vagina. Terlebih makanan yang mempunyai bau amis dan menyengat. Infeksi vagina Apabila seorang wanita terkena infeksi bakteri vaginosis maka dapat merubah pH cairan vagina dan hal ini dapat meinumbulkan bau tidak sedap nantinya Baca juga: Bagaimana Cara Mencuci Vagina Yang Baik? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: cnn
 03 Jul 2018    11:00 WIB
Berbagai Metode Mencegah Kehamilan
Jaman dulu orang berpendapat "banyak anak, banyak rejeki." Namun, di jaman ini seringkali orang berpikir untuk membatasi jumlah anak mereka karena mungkin sisi ekonomi atau alasan lainnya. Pemerintah sendiri ada suatu program yang disebut dengan Keluarga Berencana dengan slogan "Dua anak cukup." Apapun itu yang menjadi pertimbangan untuk mencegah kehamilan, berikut adalah beberapa metode yang ada 1.         Cara alami Ini adalah cara tradisional yang tidak membutuhkan obat atau alat tertentu untuk mencegah kehamilan. Pertama adalah pantang melakukan atau menghindari hubungan seksual. Kedua adalah dengan senggama putus atau disebut juga coitus interruptus yaitu suatu metode dengan cara menarik penis dari vagina sebelum mengalami ejakulasi. Teori atau tujuannya adalah agar sperma tidak masuk atau tersimpan ke dalam vagina yang bisa mengakibatkan kehamilan. Cara senggama putus ini memerlukan pengendalian diri sehingga ketika menarik penis dari vagina pada waktu yang tepat. Namun juga perlu dipahami bahwa cara ini tidak sepenuhnya efektif karena tergantung pengendalian dan waktu yang tepat tadi. Menurut the United States Health and Human Services (HHS) Office for Population Affairs, dari 100 wanita yang menggunakan metode ini, 20 diantaranya hamil. Sedangkan penelitian lainnya dari 100 perempuan, 28 diantaranya hamil. Jadi tingkat keberhasilannya sekitar 80%. Namun, ada pasangan yang berpendapat bahwa metode ini mengganggu kesenangan seksual karena harus ejakulasi di luar yang menuntut untuk mengendalikan diri. 2.         Menggunakan alat bantu Kondom Alat bantu yang umum dipakai adalah kondom yang terbuat dari latek. Kondom bukan saja mencegah sperma masuk ke dalam vagina, namun juga mencegah penularan penyakit yang disebabkan dari hubungan seksual. Saat ini ada kondom untuk pria dan juga kondom untuk wanita. Untuk kondom pria tingkat efektifitas mencegah kehamilan 82% sedangkan kondom wanita 79%. Diafragma Alat lainnya disebut dengan diafragma yaitu karet yang berbentuk kubah yang dimasukan ke dalam vagina dan bersifat elastis. Tingkat keefektifan dalam mencegah kehamilan sekitar 88% jika digunakan dengan spermisida dan sekitar 77% - 83% jika digunakan tanpa spermisida. Cervical Cap Cervical cap atau tutup serviks ini memiliki bentuk seperti tudung saji yang terbuat dari karet latek. Alat ini diletakan di atas serviks atau dinding Rahim dengan tujuan untuk menghalabi sperma masuk. Tingkat keefetifannya 77%-83% dan jika digunakan dengan spermisida sekitar 88%.   3.         Suntikan Suntikan ini perlu dilakukan setiap 3 bulan sekali. Tujuan dari suntikan ini adalah menghentikan wanita untuk melepaskan sel telurnya agar tidak terjadi kehamilan. Tingkat keefektifannya sekitar 94%   4.         Pil kontrasepsi Pil ini harus dikonsumsi setiap hari. Pil ini merupakan kombinasi dari dua hormone yaitu estrogen dan progestin yang berfungsi untuk menghentikan ovulasi dan juga membuat dinding rahim lebih tipis. Tingkat keefektifannya antara 91%-95%.   Ini adalah sebagian dari metode mencegah kehamilan. Masih ada cara-cara lainnya seperti implant maupun vasektomi. Selain itu juga masih ada alat bantu lainnya baik yang sifatnya hormonal maupun non-hormonal. Sebab itu jika sobat sehat ingin mengenal lebih jauh dan mana yang lebih sesuai, ada baiknya sobat sehat bisa konsultasi ke dokter yang bersangkutan.
 08 Feb 2018    16:00 WIB
Mitos Tentang Kondom Yang Perlu Diluruskan
Penyakit menular seksual menyebabkan komplikasi seperti gangguan kesuburan bahkan kematian. Ada beberapa cara mencegahnya maka bisa menggunakan kondom. Kondom merupakan alat kontrasepsi yang mudah digunakan dan juga cukup efektif dalam mencegah kehamilan dan penyakit menular seksual. Ada beberapa mitos kondom yang beredar dan perlu diluruskan seperti ini.   Berikut Mitos Tersebut Yang Sering Beredar: Kondom Biasanya Memiliki Lubang atau Cacat Manufaktur Lainnya FAKTA: Kondom dianggap sebagai Alat Kesehatan Kelas II. Ini berarti pembuatan kondom diatur secara ketat, sehingga kondom harus memenuhi standar industri BPOM dan yang diakui. Produsen kondom menguji setiap kondom untuk menghindari adanya lubang dan cacat lainnya. Mereka juga melakukan pengujian tambahan pada kondom secara acak. Biasanya melibatkan tes kebocoran air untuk mendeteksi lubang dan tes peledakan udara untuk memeriksa kekuatan kondom. Pemeriksaan fasilitas manufaktur kondom secara berkala untuk memastikan kualitas kondom.   2 Kondom Lebih Baik Daripada 1 Kondom FAKTA: Meski kelihatannya masuk akal, kondom "double" tidak memberikan perlindungan lebih. Bahkan bisa membuat kondom menjadi kurang efektif. Bila dua kondom digunakan bersamaan, gesekan lebih bisa terjadi di antara keduanya; Hal ini membuat lebih mudah robek.   Kondom Lateks Adalah Kondom Yang Benar-benar Efektif FAKTA: Mitos ini agak rumit karena tergantung bagaimana Anda mendefinisikan efektif. Ada empat jenis kondom pria: lateks, polyurethane, polyisoprene, dan natural / lambskin. Kondom lateks, poliuretan, dan poliisoprene efektif dalam mencegah kehamilan serta melindungi terhadap PMS. Dalam tes laboratorium, kondom poliuretan telah terbukti sama efektifnya dengan penghalang sperma dan PMS seperti kondom lateks. Tapi, ada beberapa kekhawatiran bahwa saat digunakan, kondom poliuretan mungkin tidak menawarkan keefektifan yang sama seperti kondom lateks. Ini karena kondom poliuretan tidak elastis dan lebih longgar daripada kondom lateks, jadi kondom ini mungkin cenderung pecah atau terlepas saat melakukan hubungan intim. Penelitian menunjukkan bahwa bila dibandingkan dengan kondom lateks, kondom poliuretan 3-5 kali lebih mungkin pecah saat berhubungan seks. Kondom kulit domba mengandung pori-pori kecil. Pori-pori terlalu kecil untuk dilewati sperma, jadi kondom ini efektif dalam mencegah kehamilan; Namun, bakteri / virus yang menyebabkan PMS bisa melewati pori-pori ini. Jadi, kondom kulit domba tidak menawarkan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.   Ukuran Kondom Bukan Masalah FAKTA: Bila menggunakan kondom, ukuran memang membuat perbedaan. Karena ukuran penis bisa bervariasi, dengan menggunakan kondom yang memiliki ukuran yang benar itu adalah hal yang penting. Agar lebih efektif, kondom harus pas. Kegagalan penggunaan kondom bisa terjadi jika Anda menggunakan kondom dengan ukuran yang salah seperti terlalu kecil atau terlalu kencang kemungkinan akan pecah sedangkan kondom yang terlalu besar atau longgar mungkin lebih cenderung mudah lepas.   Kondom Tidak Mudah Digunakan Dan Tidak Nyaman FAKTA: Banyak kondom sebenarnya memiliki fitur tambahan yang sebenarnya bisa membuat seks lebih menyenangkan bagi pria dan wanita. Jika kondom tidak nyaman karena terlalu ketat, ada berbagai ukuran dan jenis kondom yang bisa menawarkan kenyamanan yang lebih baik dan lebih nyaman. Namun segala sesuatu hal yang baru, maka Anda perlu latihan saat memakai kondom agar lebih nyaman dan tentunya efektif.   Mitos tentang kondom sering membuat bingung beberapa orang, namun dengan menggunakan kondom akan membantu untuk mencegah kehamilan dan mencegah PMS.   Baca juga: Penyakit Menular Seksual Mengakibatkan Kemandulan?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: verywell
 30 Dec 2017    18:00 WIB
6 Tindakan Aman Saat Pertama Kali Berhubungan Seksual
Seks sering kali dipandang sebagai sesuatu yang berlebihan bagi mereka yang belum pernah berhubungan seksual atau baru akan melakukan hubungan seksual untuk pertama kalinya. Seks bukanlah sesuatu yang harus ditakuti atau membuat panik. Tetepi Anda tetap harus memperhatikan detail dan keamanannya.   Berikut adalah 6 tindakan aman untuk mereka yang belum pernah berhubungan seksual:1.  Anda perlu membersihkan tubuhJika Anda mempunyai rencana untuk berhubungan seksual dengan pasangan Anda, maka penting untuk membersihkan tubuh terlebih dahulu misalnya dengan bercukur, waxing atau perawatan tubuh lainnya. Juga jangan lupa membersihkan tubuh dan organ intim Anda agar bersih dan wangi. 2.  Dapatkan informasi dari orang yang berpengalamanSangat penting untuk bertanya dan memperoleh informasi dari orang-orang yang Anda kenal dan sudah berpengalaman. Tanyakanlah kepada mereka semua pertanyaan yang membuat Anda bingung dan ragu. 3.  Tetap amanSeks yang aman harus menjadi prioritas utama Anda. Pastikan pasangan Anda atau Anda sendiri mempunyai kondom. Dengan penggunaan kondom akan melimitasi kemungkinan penyebaran penyakit menular seksual dan mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. 4.  Pastikan ini adalah hal yang benar-benar Anda inginkanSebelum melakukan hubungan seksual Anda harus yakin jika memang Anda siap untuk melakukannya. Hal ini harus merupakan keputusan Anda sendiri dan tanpa paksaan dari siapapun. 5.  Tetap dalam kondisi sadarSaat Anda mabuk, Anda tidak dapat berpikir secara jelas. Itu bukanlah waktu yang baik untuk berhubungan seksual. Kapanpun Anda memutuskan untuk berhubungan, pastikan Anda dalam kondisi sadar dan aman. 6.  Cari tahu tentang metode KB alternatifSebagai seorang wanita Anda harus mengetahui secara pribadi mengenai hubungan seksual yang aman. Jika Anda mempunyai jadwal menstruasi yang tetap maka Anda bisa menggunakan metode kalender dan berhubungan seksual di masa Anda tidak subur. Pilihan lain yang bisa Anda gunakan adalah pil kb dan diafragma. Sumber: megforwomen
 05 Nov 2017    11:00 WIB
7 Cara Menurunkan Resiko Tertular Herpes Pada Kemaluan
Herpes pada kemaluan (herpes genital) merupakan salah satu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual, baik melalui vagina maupun anus. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah tertular infeksi herpes ini.   1.  Gunakanlah Kondom Setiap Kali Berhubungan Seksual Menggunakan kondom setiap kali anda berhubungan seksual tidak hanya dapat mencegah penularan herpes tetapi juga berbagai penyakit menular seksual lainny seperti klamidia, gonorea, sifilis, dan bahkan HIV   2.  Tanya Pasangan Anda Sebagian besar penderita herpes genital tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi, oleh karena itu tanyakan pada pasangan anda apakah mereka pernah mengalami infeksi penyakit menular seksual lainnya. Orang yang pernah terinfeksi oleh penyakit menular seksual lain cenderung lebih mudah terinfeksi oleh herpes genital ini. Selain itu, orang yang memiliki banyak pasangan seksual lebih mudah tertular oleh virus herpes ini.   3.  Jangan Berganti-ganti Pasangan Seksual Semakin sedikit pasangan seksual yang anda miliki, maka semakin rendah pula resiko anda tertular virus herpes.   4.  Jangan Berhubungan Seksual Dengan Penderita Jangan berhubungan seksual dengan penderita saat terdapat gejala infeksi herpes (saat penyakit terjadi atau kambuh). Selain itu, bila anda melihat adanya luka pada kemaluan pasangan anda, jangan berhubungan seks dengannya hingga anda yakin bahwa itu bukan disebabkan oleh infeksi penyakit menular seksual.Jangan melakukan seks oral dengan seseorang yang memiliki luka di daerah mulutnya atau orang yang anda ketahui sedang menderita infeksi herpes pada mulutnya karena anda dapat tertular.   5.  Minta Pasangan Anda Memeriksakan Diri Jika anda menduga pasangan anda memiliki resiko tinggi menderita herpes genital, mintalah ia untuk melakukan pemeriksaan sebelum berhubungan seksual. Anda pun dapat ikut melakukan pemeriksaan ini.   6.  Jangan Berhubungan Seksual Saat Mabuk Mengkonsumsi alkohol dan berbagai obat-obatan terlarang dapat menurunkan kemampuan anda menilai ataupun menolak sesuatu sehingga seringkali membuat anda tidak memikirkan akibat tindakan anda (berhubungan seks tanpa kondom).   7.  Jangan Berhubungan Seksual Sebelum Menikah Pencegahan terbaik dari infeksi penyakit menular seksual adalah jangan berhubungan seksual hingga anda menikah dengan pasangan yang juga tidak menderita penyakit menular seksual.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 17 Oct 2015    09:00 WIB
Tips Memilih Kondom Dengan Tepat
Sekarang ini, kondom telah tersedia dalam berbagai bentuk, ukuran, tekstur, dan bahkan rasa. Bila anda tidak menyukai rasa karet pada kondom, sekarang ini kondom telah tersedia dalam berbagai rasa, seperti anggur, cola, pisang, dan bahkan cherry. Selain itu, terdapat pula kondom yang juga mengandung spermisida (suatu zat yang dapat membunuh sperma) dan pelumas yang bertujuan untuk memperpanjang kepuasan seksual anda dan mencegah terjadinya ejakulasi prematur. Bagi anda yang menyukai “permainan kasar” juga tersedia kondom yang lebih kuat, yang dibuat dari bahan lateks yang sedikit lebih tebal daripada kondom pada umumnya.   Manfaat Kondom Penggunaan kondom merupakan salah satu langkah pencegahan penularan berbagai penyakit menular seksual, terutama bila anda memiliki banyak pasangan seksual. Berbagai penyakit menular seksual ini adalah HIV/AIDS, hepatitis B, gonorea, sifilis, dan HPV. Selain itu, kondom juga efektif untuk mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan. Akan tetapi, dengan menggunakan kondom bukan berarti anda langsung terbebas dari kemungkinan terinfeksi penyakit menular seksual atau kehamilan. Menggunakan kondom dengan benar dan tepat juga penting. Gunakanlah kondom setiap kali anda berhubungan seksual.   Tips Memilih dan Menyimpan Kondom Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk memilih dan menyimpan kondom anda dengan tepat, yaitu: Simpanlah kondom di tempat yang dingin dan kering, jauh dari paparan langsung sinar matahari. Anda dapat menyimpannya di dalam dompet anda, akan tetapi jangan gunakan kondom yang telah tersimpan selama 1 tahun Periksalah tanggal kadarluarsanya. Buanglah kondom tersebut bila telah melewati tanggal kadarluarsanya Jangan menggunakan satu kondom berulang kali. Gunakanlah kondom yang baru setiap kali anda berhubungan seksual, baik melalui vagina maupun anus Gunakanlah kondom yang terbuat dari lateks, karena kondom yang terbuat dari kulit binatang memiliki pori-pori kecil yang memungkinkan transmisi HIV, virus herpes, dan virus hepatitis Bila anda juga ingin menggunakan pelumas dan menggunakan kondom, maka gunakanlah pelumas berbahan dasar air bila anda menggunakan kondom berbahan dasar lateks Jika anda alergi terhadap lateks, gunakanlah kondom sintetik. Kondom jenis ini memiliki waktu simpan yang lebih lama dan dapat digunakan bersamaan dengan pelumas berbahan dasar air ataupun minyak. Akan tetapi, kemampuan kondom sintetik mencegah penularan penyakit menular seksual masih tidak diketahui Hindari penggunaan kondom yang juga mengandung spermisida karena memiliki efek yang sama dengan kondom biasa untuk mencegah terjadinya kehamilan. Kondom jenis ini memiliki waktu simpan yang lebih singkat. Selain itu, kondom ini juga dapat menyebabkan terjadinya iritasi kulit yang justru dapat mempermudah penularan penyakit menular seksual, termasuk HIV. Jadikanlah penggunaan kondom sebagai salah satu bagian dari kesenangan saat “pemanasan”, dengan demikian ereksi anda dapat tetap berlangsung meskipun menggunakan kondom Jika anda mengalami ejakulasi dini, gunakanlah kondom yang dapat mengurangi sensitivitas kulit anda. Kondom jenis ini biasanya mengandung benzocaine (sejenis obat bius lokal) yang menurunkan sensitivitas kulit anda dan mencegah terjadinya ejakulasi dini   Sumber: webmd  
 01 Sep 2015    18:00 WIB
Wow! Ada Kondom Dengan Rasa Ini?!
Tahukah Anda bahwa kondom ternyata bukan sekadar alat pengaman saat bercinta? Ternyata, kondom juga dapat menjadi bagian dari foreplay yang Anda lakukan sehingga suasana bercinta pun menjadi berbeda. Sekarang ini, telah tersedia berbagai jenis dan bahkan berbagai aroma kondom. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis kondom yang telah beredar di pasaran.   KONDOM EKSTRA TIPIS Kondom ini berbahan karet dan sangat tipis. Kondom jenis ini dapat membuat Anda dan suami dapat bercinta tanpa merasakan adanya kondom.   KONDOM EKSTRA PENGAMAN Kondom jenis ini mengandung semacam spermisida (pembunuh sperma) yang selain dapat membantu melumasi vagina juga dapat membantu mencegah terjadinya kehamilan dengan lebih efektif.   Baca Juga: Tips Memilih Kondom yang Tepat   KONDOM GETAR Kondom jenis ini dilengkapi dengan cincin getar di bagian ujungnya. Kondom ini memerlukan penggunaan baterai khusus untuk menggerakkan cincin getarnya. Kondom ini bisa bertahan hingga 30 menit.   KONDOM BAGGY Kondom tipe ini bentuknya agak membesar di bagian ujung serta memiliki ulir di bagian badannya, untuk memaksimalkan gerakan saat bercinta.   KONDOM BERULIR Kondom yang satu ini memiliki keunikan pada bentuknya yang berulir untuk menambahkan kenikmatan pada Anda dan pasangan saat bercinta.   KONDOM RASA Sekarang ini telah tersedia kondom dalam berbagai rasa seperti pisang, durian, coklat, dan mint. Anda dapat memilih salah satu rasa kesukaan Anda dan pasangan untuk membuat hubungan intim terasa lebih nikmat.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: hancurlebur
 26 Aug 2014    08:00 WIB
Bingung Pilih Kondom? Ikuti Tips Berikut
Kondom yang dijual di pasaran terdiri dari berbagai macam ukuran, ketebalan dan rasa. Kebanyakan kondom terbuat dari bahan lateks dan poliisoprene. Pemilihan kondom yang baik juga bermanfaat untuk meningkatkan kehidupan seks Anda. Berikut adalah tips untuk memilih kondom: Ukuran • Apabila Anda membeli kondom dengan ukuran yang terlalu kecil akan membuat tidak nyaman dan menyebabkan rasa sakit karena terlalu sempit. • Apabila Anda membeli kondom dengan ukuran yang kebesaran akan menyisahkan ruang dan tidak terpasang dengan baik. Hal ini akan menimbulkan slip saat berhubungan seks dan akan membuat penis Anda terlihat kecil. Dengan ukuran yang pas akan membuat lebih nyaman. • Untuk ukuran, sebaiknya Anda baca di kemasan kondom yang dibeli, hal ini akan memberikan informasi yang tepat saat Anda membeli kondom Bentuk kondom Macam-macam bentuk kondom : • Kondom berulir, kondom yang satu ini memiliki keunikan di bentuknya yang berulir yang dapat menambah kenikmatan Anda dan pasangan saat berhubungan seks • Kondom ekstra tipis, kondom ini berbahan karet dengan ukuran yang sangat tipis. Sehingga saat Anda dan suami bercinta seakan-akan tidak menggunakan kondom. • Kondom bintik, kondom ini memiliki bintik-bintik di sekitarnya yang bisa menimbulkan efek mengejutkan bagi wanita. • Kondom yang menyala, untuk Anda yang ingin merasakan sensasi yang berbeda saat berhubungan seks. Warna dan rasa Kondom juga tersedia dalam berbagai warna dan rasa. Kondom yang mempunyai rasa berguna untuk seks oral. Tapi bisa juga digunakan untuk penetrasi. Pelumas Biasanya kondom memiliki pelumas. Namun Anda mungkin membutuhkan pelumas tambahan karena bahan lateks cenderung menempel pada kulit. Gunakan pelumas berbahan dasar air atau silikon untuk mencegah lateks menempel pada kulit. Sumber: healthmeup