Your browser does not support JavaScript!
 01 Dec 2019    18:00 WIB
Mengkonsumsi Kol Untuk Kesehatan Tubuh
Kandungan Nutrisi di Dalam Kol Kol merupakan makanan rendah kalori, di mana setiap 100 gramnya hanya mengandung 25 kalori. Kol juga mengandung banyak karbohidrat dan serat. Selain itu, kol juga mengandung vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin K, kalsium, zat besi, magnesium, kalium, seng, dan fluorida.   Mencegah Kanker Kol mengandung banyak antioksidan yang dapat membantu menghambat pertumbuhan sel-sel kanker. Hal ini terutama dikarenakan adanya isotiosianat yang telah dikenal dapat meningkatkan metabolisme berbagai jenis enzim di dalam tubuh yang dapat mencegah terjadinya kanker payudara, kanker usus besar, kanker paru, dan kanker prostat.  Selain itu, kol juga mengandung lupeol dan sulforafan yang dapat menghambat pertumbuhan tumor. Kol juga mengandung indol yang merupakan suatu komponen yang dapat mengubah estrogen menjadi estradiol sehingga dapat mencegah terjadinya kanker payudara.   Menutrisi Kulit Kol mengandung banyak antioksidan yang dapat membantu melindungi kulit dari berbagai efek berbahaya radikal bebas dan mencegah proses oksidasi sehingga dapat membantu menghambat proses penuaan dan mencegah pembentukan kerutan dan noda hitam pada kulit. Kol juga mengandung vitamin C yang dapat membantu membuang racun dari dalam tubuh sehingga membuat kulit tampak lebih bersinar. Vitamin A dan D yang ada di dalam kol juga dapat membantu mengangkat sel kulit mati sehingga membuat kulit tampak lebih putih. Kol juga mengandung berbagai agen anti inflamasi (anti radang) yang dapat mencegah terjadinya berbagai gangguan kulit seperti psoriasis, jerawat, dan eksim. Daun kol juga dapat ditempelkan langsung pada luka untuk mempercepat penyembuhan luka gores maupun luka bakar.   Mencegah Penyakit Alzheimer Karena mengandung banyak antioksidan, kol juga dapat membantu mencegah terjadinya penyakit Alzheimer dengan cara membantu mengurangi penumpukkan plak amiloid pada otak yang dapat menyebabkan kerusakan sel-sel otak akibat stress oksidatif.  Kol mengandung banyak polifenol dan antosianin yang dapat membantu mengurangi stress oksidatif di dalam otak. Selain itu, vitamin B di dalam kol juga dapat membantu meningkatkan aktivitas otak.   Membantu Proses Pencernaan Kol mengandung banyak serat sehingga dapat memperlancar buang air besar. Kandungan vitamin C di dalam kol juga membuat kol dapat membantu meningkatkan fungsi organ-organ pencernaan dengan cara meningkatkan produksi berbagai enzim pencernaan sehingga membantu proses pencernaan makanan serta membantu membuang racun dari dalam tubuh. Glukosinolat, polifenol, dan glutamin merupakan beberapa antioksidan yang ada di dalam kol yang dapat membantu meningkatkan jumlah bakteri baik di dalam usus Anda.   Menjaga Kesehatan Jantung Kol hanya mengandung sangat sedikit kolesterol dan banyak serat yang menjadikan kol sebagai salah satu makanan yang baik bagi kesehatan jantung. Tiosianat, indol 3 karbinol, lutein, zeaxanthin, sulforafan, dan isotiosianat merupakan antioksidan yang terdapat di dalam kol yang dapat mencegah pembentukan plak lemak di dalam pembuluh darah dan memperlancar aliran darah. Mengkonsumsi kol dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL. Serat di dalamnya juga dapat membantu mengikat lemak dan membuangnya dari dalam tubuh.   Manfaat Lainnya Berbagai manfaat lain dari kol bagi kesehatan Anda adalah: Membantu meredakan nyeri lambung akibat ulkus lambung Membantu proses pembekuan darah (vitamin K) Menguatkan tulang dan mencegah osteoporosis (vitamin K) Mengurangi resiko terjadinya kelainan bawaan pada janin (asam folat) Meningkatkan ketajaman penglihatan (beta karoten) Mencegah terjadinya degenerasi makula akibat penuaan Membantu menurunkan berat badan (tinggi serat dan rendah kalori)   Sumber: foodtofitness