Your browser does not support JavaScript!
 17 Aug 2019    11:00 WIB
Berbagai Pemeriksaan yang Diperlukan Untuk Mendeteksi Suatu Kista
Tidak semua kista yang timbul pada tubuh Anda dapat terlihat secara langsung. Kista yang biasanya dapat dilihat secara langsung adalah kista pada kulit dan pergelangan tangan. Saat Anda memeriksakan diri, dokter Anda biasanya akan menanyakan beberapa pertanyaan seperti: Sejak kapan Anda menyadari adanya benjolan tersebut Seberapa cepat benjolan tersebut bertumbuh atau membesar Apakah ukuran benjolan berubah Apakah benjolan terasa nyeri Tergantung pada jenis kista, dokter Anda mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan lainnya selain pemeriksaan fisik.   Kista Pada Lutut Kista Baker seringkali dapat diketahui hanya dengan melihatnya secara langsung. Oleh karena itu, jarang diperlukan pemeriksaan lainnya seperti foto rontgen dan USG. Pada foto rontgen, yang terlihat biasanya hanya peradangan sendi yang disebabkan oleh adanya kista dan bukan kista itu sendiri. Pemeriksaan USG biasanya dilakukan bila pembengkakan telah mengenai betis. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan untuk memastikan apakah pembengkakan ini memang benar disebabkan oleh kista dan bukannya karena ada bekuan darah atau penyebab lainnya. Pemeriksaan MRI biasanya tidak diperlukan.   Kista Pada Indung Telur (Ovarium) Pemeriksaan USG perut dapat membantu menemukan lokasi kista dan apakah kista berisi cairan atau bukan. Tergantung pada jenis kista dan usia penderita, mungkin diperlukan pemeriksaan USG perut ulangan dalam waktu beberapa bulan untuk melihat apakah ukuran kista telah berkurang atau bahkan menghilang.   Kista Pada Payudara Benjolan yang terdapat pada payudara dapat merupakan suatu kista atau jaringan padat. Tergantung pada usia Anda, riwayat kesehatan Anda, dan riwayat kesehatan keluarga Anda; dokter mungkin akan meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan payudara ulangan setelah menstruasi Anda selesai.  Selain itu, dapat dilakukan pemeriksaan USG payudara untuk memastikan apakah suatu benjolan merupakan kista yang berisi cairan atau jaringan padat.  Pemeriksaan mamografi mungkin perlu dilakukan bila dokter mencurigai adanya suatu keabnormalan pada benjolan tersebut. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan sebelum pemeriksaan biopsi.   Kista Pada Vagina Untuk menentukan apakah benjolan yang terdapat pada vagina Anda merupakan suatu kista atau bukan, maka dokter akan melakukan pemeriksaan ginekologi (pemeriksaan fisik pada vagina). Kista kelenjar Bartholin biasanya terasa seperti sebuah benjolan lembut di dekat lubang vagina. Bila dokter menemukan adanya pembengkakan atau kulit yang kemerahan atau nanah pada benjolan, maka hal ini menandakan telah terjadinya infeksi pada kista.   Kista Pada Leher Rahim (Serviks) Kista pada leher rahim dapat ditemukan pada saat dokter melakukan pemeriksaan ginekologi. Kista Nabothian atau kista leher rahim biasanya tampak seperti sebuah kantong yang berisi cairan yang terdapat pada leher rahim.   Kista Pada Ginjal Kista pada ginjal dapat ditemukan melalui pemeriksaan USG perut atau CT scan perut.   Sumber: prevention
 18 Jun 2019    18:00 WIB
Kenali Benjolan Di Tubuh yang Dapat Mematikan!
Apakah Anda menemukan adanya benjolan pada tubuh Anda? Khawatir bila benjolan tersebut merupakan tanda keganasan alias kanker? Sebenarnya, selain sebagai suatu tanda adanya keganasan, benjolan juga dapat merupakan suatu tumor jinak atau tanda adanya proses peradangan di dalam tubuh.   Seperti halnya tahi lalat, benjolan dapat terbentuk di bagian tubuh mana pun, tetapi biasanya lebih sering ditemukan pada payudara, leher, dan daerah kemaluan. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis benjolan yang mungkin tumbuh pada tubuh manusia.   Getah Bening Benjolan yang terbentuk pada daerah ketiak dan leher; misalnya di bawah rahang, belakang telinga, dan dasar tengkorak, serta di selangkangan biasanya merupakan suatu pembesaran kelenjar getah bening. Pembesaran kelenjar getah bening ini biasanya terjadi karena adanya infeksi bakteri atau virus pada bagian tubuh di dekatnya.   Pembesaran kelenjar getah bening ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 3 minggu. Bila benjolan tetap ada selama lebih dari 3 minggu, maka segera periksakan diri Anda ke dokter terdekat.   Nodul Tiroid Benjolan kecil yang teraba keras di leher bagian depan bawah biasanya disebabkan oleh pembesaran kelenjar tiroid, yang merupakan suatu tumor jinak. Akan tetapi, untuk memastikannya dianjurkan agar Anda segera berkonsultasi dengan dokter terdekat.   Fibroadenoma Fibroadenoma atau tumor jinak di daerah payudara biasanya mengenai wanita yang berusia antara 20-30 tahun. Benjolan biasanya berbentuk bulat, sangat mudah digerakkan, dan sebagian besar tidak berbahaya. Akan tetapi, jika benjolan terus membesar dan membuat Anda merasa khawatir, segera periksakan diri Anda ke dokter terdekat.   Kista Kista dapat tumbuh di berbagai bagian tubuh, termasuk di daerah payudara dan daerah kemaluan. Kista dapat terasa sangat lembut dan berisi cairan. Kompres kista dengan air hangat dan oleskan krim antibiotik. Jika benjolan menetap selama lebih dari 1 bulan, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri Anda ke seorang dokter.   Lipoma Benjolan yang terdiri dari jaringan lemak ini dapat terjadi di bagian tubuh mana pun, termasuk pada kaki, tangan, dan batang tubuh. Bentuknya biasanya berupa benjolan bulat yang mudah digerakkan. Penyebabnya biasanya merupakan faktor genetika atau diturunkan dalam keluarga. Benjolan ini biasanya hanya berupa tumor jinak dan tidak berbahaya.   Baca Juga: Apakah Arti Benjolan Pada Payudara Anda?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: penyakitkulit
 14 Jun 2019    11:00 WIB
Mengenal Macam-Macam Jenis Kista dan Gejalanya
Kista dapat menimbulkan berbagai gejala, tergantung pada jenis dan lokasi kista tersebut. Di bawah ini terdapat beberapa jenis kista dan gejalanya.   Kista Pada Kulit Kista jenis ini biasanya tumbuh dengan lambat dan tidak menimbulkan nyeri. Kista pada kulit biasanya kecil, walaupun ada beberapa yang dapat tumbuh hingga sebesar bola golf. Kista pada kulit biasanya tidak menimbulkan nyeri kecuali kista pecah atau meradang. Bila kista meradang, maka kulit dapat tampak merah, membengkak, dan keras.   Kista Pada Pergelangan Tangan Kista ganglion dapa timbul secara tiba-tiba dan membesar dengan cepat. Ganglion biasanya berukuran sebesar uang logam dan teraba keras. Pada beberapa kasus, kista ganglion dapat membuat seseorang sulit menggenggam karena tangan terasa lemah atau nyeri.   Kista Pada Lutut Kista pada lutut atau kista Baker dapat terasa seperti telur rebus saat penderita menekuk lututnya. Sendi lutut dapat terasa membengkak dan kaku. Jika kista ini pecah, maka dapat menimbulkan rasa nyeri pada bagian belakang lutut atau pada betis. Jika ukuran kista cukup besar, maka kista dapat menyebabkan pembengkakan pada betis dan kaki.   Kista Pada Ovarium (Indung Telur) Kista ovarium yang pecah biasanya menimbulkan rasa nyeri hebat mendadak pada salah satu sisi perut bagian bawah atau pada bagian atas panggul. Kista ovarium biasanya menyebabkan menstruasi tidak teratur atau spotting (adanya darah yang keluar dari vagina di luar masa menstruasi, yang biasanya hanya sedikit).   Kista Pada Payudara Sebagian besar kista payudara tidak menimbulkan gejala apapun. Beberapa kista payudara mungkin teraba keras. Ukuran dan sensitivas kista dapat berubah selama masa menstruasi.   Kista Pada Vagina Kista kelenjar Bartholin dapat menyebabkan terbentuknya suatu benjolan yang berulang pada salah satu sisi lubang vagina. Kadangkala, kista ini dapat mengalami infeksi dan menimbulkan rasa nyeri dan menyebabkan terbentuknya nanah di dalamnya.   Kista Pada Leher Rahim (Serviks) Kista Nabothian merupakan kista yang timbul pada leher rahim. Kista ini biasanya tidak menimbulkan gejala apapun.   Kista Pada Ginjal Kista ginjal biasanya ditemukan secara tidak sengaja pada saat melakukan pemeriksaan radiologi untuk alasan lainnya. Kadangkala, kista ginjal dapat menimbulkan rasa nyeri pinggang. Jika kista tumbuh cukup besar, maka kista ini dapat memicu terjadinya nyeri perut. Kista ginjal juga dapat menyebabkan ditemukannya darah pada air kemih. Penyakit ginjal polikistik merupakan suatu penyakit herediter (diturunkan dalam keluarga) yang dapat menyebabkan terjadinya gagal ginjal.   Sumber: prevention
 06 Jun 2019    16:00 WIB
Cara Mengecilkan Tumor dan Kista Secara Alami
Pada zaman sekarang ini, kasus mioma uteri (tumor jinak rahim) dan kista indung telur, merupakan hal yang cukup sering ditemui pada wanita, terutama saat mereka berada pada usia produktif. Secara keseluruhan, kedua hal ini biasanya tidak menimbulkan gejala apapun, walaupun pada beberapa orang wanita ketidakseimbangan kadar hormonal dapat menyebabkan terjadinya nyeri perut dan perut kembung. Jika Anda mengalami berbagai keluhan yang berhubungan dengan mioma uteri dan kista indung telur, maka di bawah ini ada beberapa hal yang dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman Anda secara alami. Selain itu, berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum memulai pengobatan apapun, baik pengobatan alami ataupun medis.   Ganti Jenis Karbo yang Anda Konsumsi Gantilah berbagai jenis makanan yang mengandung karbohidrat sederhana seperti tepung putih dengan berbagai jenis makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti buah, sayuran, dan gandum utuh. Menurut Mayo Clinic, sebagian besar wanita yang menderita sindrom ovarium polikistik juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita diabetes. Jadi, mengganti pilihan karbo Anda dengan jenis yang lebih sehat juga dapat membantu menurunkan resiko terjadinya diabetes. Selain itu, para ahli juga menyebutkan bahwa wanita yang menderita mioma uteri biasanya juga memiliki pola makan yang tidak sehat, yang membuat kadar gula darahnya tinggi.   Pilih Makanan Dengan Indeks Glikemik Rendah Walaupun makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi seperti jagung dan kentang seringkali dianggap sebagai makanan sehat, akan tetapi tidak demikian halnya bagi wanita yang menderita mioma atau kista. Hal ini dikarenakan makanan yang mengandung indeks glikemik yang tinggi akan menyebabkan terjadinya peningkatan kadar insulin yang lebih tinggi dibandingkan dengan makanan yang memiliki indeks glikemik yang rendah. Selain itu, menurut the National Uterine Fibroids Foundation, obesitas juga telah diketahui berhubungan dengan terjadinya mioma uteri. Menurut Mayo Clinic, mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang memiliki indeks glikemik yang rendah seperti sayuran berdaun hijau dan kacang-kacangan juga dapat membantu mengatasi gejala sindrom ovarium polikistik.   Baca juga: 6 Makanan Musuh Bebuyutan Jantung…   Berolahraga Secara Teratur Berolahragalah selama setidaknya 30 menit 5 hari seminggu. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2006 menemukan bahwa wanita yang berolahraga teratur lebih jarang mengalami kekambuhan mioma uteri. Selain itu, menurut mayo clinic berolahraga teratur juga dapat membantu menstabilkan kadar gula darah Anda, yang sangat penting bagi seorang wanita yang menderita sindrom ovarium polikistik. Berolahraga juga dapat membantu menurunkan berat badan Anda dan menjaga berat badan Anda tetap ideal, yang menurunkan resiko terjadinya obesitas, mioma uteri, dan kista.   Tingkatkan Konsumsi Protein Sehat Perbanyaklah konsumsi berbagai jenis protein sehat seperti ikan, kacang-kacangan, dan produk susu rendah lemak daripada daging merah atau daging unggas berwarna gelap (bebek). Menurut the National Uterine Fibroids Foundation, salah satu faktor resiko dari mioma uteri adalah konsumsi daging sapi dan daging merah lainnya. Hal ini dikarenakan daging merah dan daging unggas berwaran gelap cenderung memiliki lebih banyak lemak di dalamnya yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan dan obesitas. Karena obesitas dan peningkatan kadar insulin merupakan faktor resiko dari terjadinya mioma uteri dan sindrom ovarium polikistik, maka mengurangi konsumsi keduanya tentu dapat membantu mengecilkan tumor dan kista serta menurunkan resiko terjadinya kekambuhan.   Hindari Minuman Berkafein Menurut seorang ahli di Amerika Serikat, minuman berkafein mengandung suatu zat yang disebut dengan metilxanthin yang dapat mengganggu kerja berbagai jenis enzim di dalam tubuh, yang akan memicu terjadinya penumpukkan zat beracun di dalam tubuh. Berbagai jenis racun yang menumpuk di dalam tubuh ini akan membentuk kista atau mioma uteri. Menurut beberapa penelitian, terbentuknya mioma uteri telah diketahui berhubungan dengan konsumsi berlebihan dari metilxanthin. Oleh karena itu, daripada mengkonsumsi minuman lain, konsumsilah setidaknya 1.5 L air putih setiap harinya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: livestrong
 30 Apr 2019    18:00 WIB
Awas, Tumor Ini Sering Sekali Muncul di Tangan!
Pernahkah Anda mendengar istilah kista ganglion? Kista ganglion adalah sebuah tumor jinak yang seringkali tumbuh pada bagian tangan, terutama pada daerah pergelangan tangan. Kista ganglion terbentuk karena adanya kebocoran pada pembungkus cairan sendi sehingga terbentuklah suatu gelembung seperti kapsul. Selain pada pergelangan tangan, kista ganglion juga dapat tumbuh pada pergelangan kaki. Kista ganglion biasanya berbentuk bulat atau oval dan berisi cairan kental seperti gel. Ukurannya dapat bervariasi mulai dari sebesar kacang polong hingga sebesar bola ping pong (diameter 2.5 cm). Kista ganglion dapat terasa nyeri jika kista menekan saraf di dekatnya. Karena terletak pada daerah persendian, kista dapat menyebabkan gangguan pergerakan sendi.   Apa Penyebabnya? Hingga saat ini para peneliti masih belum mengetahui apa penyebab pasti dari kista ganglion. Kista ganglion biasanya terjadi akibat pemakaian atau pergerakan sendi yang berlebihan, misalnya karena seseorang terlalu banyak mengetik atau terlalu banyak menggunakan sendi di daerah pergelangan tangan. Hal lainnya yang juga seringkali meningkatkan resiko terbentuknya kista ganglion adalah trauma atau benturan pada daerah pergelangan tangan. Kista ganglion dapat terjadi pada pria dan wanita, tetapi paling sering mengenai wanita yang berusia antara 20-30 tahun.   Apa Saja Gejalanya? Untuk membedakan kista ganglion dari berbagai jenis kista lainnya, di bawah ini Anda dapat melihat beberapa gejala dari kista ganglion, yaitu: Kista biasanya berbentuk bulat atau oval dan berdiameter sekitar 1-2 cm. Ukuran kista dapat membesar bila sendi yang terkena terus melakukan gerakan berulang Teraba kenyal Kista dapat bertambah besar dan menjadi keras Tumbuh di sekitar persendian, terutama di daerah pergelangan tangan  dan tangan. Kista juga dapat tumbuh di daerah pergelangan kaki dan kaki atau persendian lainnya Tidak terasa nyeri. Akan tetapi, bila kista menekan saraf, maka kista dapat menyebabkan timbulnya rasa nyeri, kesemutan, mati rasa, atau kelemahan otot   Pengobatan yang Dapat Dilakukan Kista ganglion sendiri biasanya tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya, misalnya saat terbentur, kista dapat pecah dan cairan di dalamnya pun akan kembali diserap oleh tubuh sehingga kista pun tampak menghilang dengan sendirinya. Akan tetapi, bila dirasa mengganggu kista dapat diangkat melalui tindakan pembedahan atau dengan mengeluarkan cairan di dalam kista dengan menggunakan jarum suntik.   Baca Juga: Apa Itu Kista dan Di Mana Kista Biasa Tumbuh?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: mayoclinic
 20 Feb 2019    16:00 WIB
Berbagai Jenis Kista yang Dapat Terbentuk di Dalam Indung Telur
Seorang wanita dapat memiliki kista pada indung telur (ovarium) nya kapan pun di sepanjang hidupnya, bahkan sejak ia masih berada di dalam kandungan ibunya. Ada 3 macam kista yang dapat terbentuk di dalam ovarium.   Kista Fisiologis Kista fisiologis merupakan salah satu jenis kista yang paling sering ditemukan. Kista ini merupakan hal yang normal ditemukan karena kadar hormonal yang cukup fluktuatif di dalam tubuh wanita. Kista fisiologis biasanya tidak membutuhkan pengobatan karena mereka biasanya akan menghilang dengan sendirinya dan tidak memiliki resiko apapun.   Kista Non Kanker Tingginya kadar hormon di dalam tubuh wanita saat hamil dapat membuat bayi perempuan yang dikandungnya memiliki kista ovarium bahkan sebelum ia dilahirkan. Sebagian besar kista ovarium yang terbentuk di dalam janin akan menghilang sebelum bayi lahir dan sekitar 90% kista yang masih ada saat bayi dilahirkan akan menghilangkan dengan sendirinya saat bayi berusia 3 bulan. Setiap bulan, siklus menstruasi normal akan menyebabkan terjadinya perubahan kadar hormonal di dalam tubuh seroang wanita. Pada fase folikular dari siklus menstruasi, dapat terbentuk kista jinak yang berasal dari kopus luteum, kapsul pembungkus folikel yang berisi sel telur yang telah matang. Kista jinak yang terbentuk dapat berupa kista sederhana atau kista kompleks. Kista sederhana biasanya hanya berisi cairan, sementara kista kompleks mengandung jaringan padat. Hal terpenting yang perlu Anda ingat mengenai sebagian besar kista ovarium adalah bahwa mereka tidak membutuhkan terapi pembedahan. Waktu dan kadang obat-obatan merupakan pilihan pengobatan terbaik. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai hal ini.   Baca juga: Mengidap Gangguan Pada Indung Telurnya, Seorang Wanita Memiliki Janggut Lebat   Kanker Ovarium Kanker ovarium merupakan penyebab kematian tersering pada wanita. Cara terbaik untuk mendiagnosisnya adalah dengan melakukan USG panggul. Masalah utama yang harus dihadapi penderita adalah sebagian besar kanker ovarium terlambat dideteksi, biasanya baru ditemukan saat kanker telah memasuki stadium 3 atau 4. Walaupun tidak ada faktor resiko pasti yang dapat memicu terjadinya kanker ovarium, akan tetapi pil KB tampaknya dapat membantu mencegah terjadinya kanker ovarium. Mengkonsumsi pil KB selama 10 tahun berturut-turut dapat menurunkan resiko terjadinya kanker ovarium hingga 60%. Selain itu, semakin banyak anak yang dimiliki oleh seorang wanita maka semakin rendah resikonya untuk menderita kanker ovarium. Mengkonsumsi minuman beralkohol tampaknya tidak mempengaruhi resiko Anda untuk menderita kanker ovarium. Tetapi, menderita kanker payudara tampaknya dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker ovarium. Selain itu, genetika tampaknya juga berperanan dalam terjadinya kanker ovarium. Bila Anda memiliki gen kanker, BRCA1 atau BRCA2, maka resiko mereka untuk mengidap kanker ovarium adalah sebesar 15% dan 40%. Intinya adalah deteksi dini dapat membantu meningkatkan angka ketahanan hidup penderita kanker ovarium. Baca juga: Pengobatan Kista  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: livestrong
 31 Jan 2019    11:00 WIB
Endometriosis, Si Penyebab Nyeri Haid!
Endometriosis merupakan penyakit kornik. Endometriosis merupakan pertumbuhan jaringan dinding rahim di luar rahim. Endometriosis dapat tumbuh pada indung telur, saluran telur, dinding luar rahim, usus, atau berbagai organ lain di dalam perut. Pada kasus yang jarang, endometriosis juga dapat menyebar hingga ke luar perut. Saat seorang wanita yang menderita endometriosis mengalami menstruasi, maka endometriosis juga akan mengalami pertumbuhan, kehancuran, dan perdarahan seperti halnya dinding rahim saat menstruasi. Keadaan inilah yang membuat penderita merasakan nyeri perut beberapa hari sebelum waktu menstruasi dan nyeri ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya saat menstruasi selesai. Akan tetapi, bila endometriosis tumbuh di area tubuh yang sensitif, maka hal ini dapat menyebabkan nyeri konstan atau nyeri saat melakukan beberapa aktivitas seperti saat berhubungan intim, berolahraga, atau pergerakan usus. Beberapa orang wanita yang menderita endometriosis dapat tidak mengalami gejala apapun. Sementara sejumlah wanita lainnya mungkin akan mengalami gejala ringan hingga berat atau bahkan mengalami kemandulan. Sayangnya, tidak ada hal yang dapat dilakukan untuk memprediksi apakah endometriosis akan semakin memburuk, membaik, atau tetap sama hingga seorang wanita memasuki masa menopause.   Gejala Endometriosis Sejumlah wanita yang menderita endometriosis dapat tidak menunjukkan gejala apapun. Tetapi, sejumlah wanita lainnya mungkin dapat mengalami gejala ringan hingga berat. Gejala endometriosis yang biasa ditemukan adalah: Nyeri yang dapat berupa nyeri panggul, kram perut hebat saat menstruasi, nyeri pinggang 1-2 hari sebelum menstruasi dimulai (atau lebih cepat), nyeri saat berhubungan intim, nyeri di daerah anus, dan nyeri perut saat ada pergerakan usus Gangguan kesuburan Perdarahan abnormal, seperti adanya darah di dalam air kemih atau tinja, perdarahan per vaginam di sebelum masa menstruasi dimulai, dan perdarahan per vaginam paska hubungan intim Berbagai gejala ini paling sering memburuk tepat sebelum dan selama masa menstruasi berlangsung. Gejala biasanya akan membaik saat masa menstruasi selesai. Akan tetapi, sejumlah wanita, khususnya para remaja, dapat mengalami nyeri di sepanjang waktu. Ada beberapa gangguan kesehatan lain yang dapat menimbulkan gejala yang sama dengan endometriosis. Gangguan kesehatan lain tersebut adalah menstruasi yang memang nyeri, adenomiosis, dan mioma uteri.   Gangguan Kesuburan Sekitar 20-40% wanita yang mengalami gangguan kesuburan atau kemandulan menderita endometriosis. Hingga kini para ahli masih tidak mengetahui secara pasti mengapa endometriosis dapat menyebabkan gangguan kesuburan. Para ahli menduga hal ini mungkin disebabkan oleh 2 hal, yaitu: Dapat terbentuk jaringan parut pada daerah tempat endometriosis tumbuh dan perubahan bentuk atau fungsi indung telur, saluran telur, atau rahim Endometriosis dapat mengubah susunan zat kimia dan hormon di dalam cairan yang mengelilingi organ di dalam rongga perut. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya perubahan siklus menstruasi atau mencegah terjadinya kehamilan   Gangguan Indung Telur Komplikasi yang paling sering ditemukan pada endometriosis adalah terbentuknya kista pada indung telur. Kista berisi darah ini biasanya disebut dengan kista endometrial. Ukuran kista ini dapat bervariasi mulai dari 1 mm hingga lebih dari 8 cm. gejala kista indung telur ini biasanya sama dengan gejala endometriosis. Selain itu, resiko terjadinya kanker indung telur sedikit lebih tinggi pada wanita yang menderita endometriosis. Kanker indung telur jenid ini paling sering ditemukan pada wanita yang berusia lebih dari 60 tahun.   Baca juga: 5 Penyebab Paling Umum Nyeri Panggul Pada Wanita Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 23 Oct 2018    16:00 WIB
Pengobatan Herbal Bagi Kista Indung Telur
Wanita pada usia berapa pun tetap memiliki resiko untuk menderita kista indung telur (ovarium). Kista indung telur merupakan hal yang cukup sering ditemukan dan sebagian besar dapat menghilang dengan sendirinya dan tidak menimbulkan gejala apapun. Bila kista bertambah besar dan tidak menghilang, maka kista dapat menimbulkan gejala berupa nyeri perut atau nyeri saat berhubungan intim. Jika Anda mengalami gejala ini disertai oleh demam dan menggigil, segera cari pertolongan medis. Banyak ahli menduga kista ovarium terjadi akibat gangguan keseimbangan kadar hormonal di dalam tubuh, terutama pada wanita yang mengkonsumsi obat kesuburan. Jika kista ovarium Anda tidak dapat menghilang dengan sendirinya, maka Anda dapat menggunakan beberapa jenis tanaman herbal di bawah ini untuk membantu mengecilkan kista. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum mulai mengkonsumsi tanaman herbal di bawah ini.   Baca juga: Mengidap Gangguan Pada Indung Telurnya, Seorang Wanita Memiliki Janggut Lebat   Chasteberry Chasteberry merupakan tanaman herbal yang cukup sering digunakan untuk membantu menyeimbangkan kadar hormon estrogen dan progesteron serta untuk mengecilkan kista ovarium dan mioma uteri. Chasteberry sebaiknya dikonsumsi di pagi hari, segera setelah Anda bangun, dan sekitar 1 jam sebelum waktu sarapan untuk mendapatkan manfaat yang maksimal. Dianjurkan untuk mengkonsumsi 20-40 mg chasteberry setiap harinya. Akan tetapi, perlu diingat bahwa efeknya tidak cepat, dibutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk mendapatkan hasilnya. Chasteberry dapat menyebabkan timbulnya efek samping ringan seperti gangguan pencernaan, diare, atau mulut kering.   Red Clover Red clover mengandung banyak fitoestrogen, yang memiliki fungsi yang menyerupai dengan estrogen di dalam tubuh manusia. Red clover telah diketahui dapat membantu menyeimbangkan kadar hormon wanita dan seringkali ditemukan dalam bentuk teh. Red clover tidak hanya dapat digunakan untuk mengatasi kista ovarium, tetapi seringkali juga digunakan untuk memperbaiki siklus menstruasi seorang wanita.   Uterine Herb Tea Uterine herb tea merupakan teh yang mengandung berbagai tanaman herbal yang diketahui dapat mempengaruhi hormon wanita. Teh ini cukup efektif untuk mengatasi kista ovarium. Teh ini dipercaya dapat membantu mengeluarkan sisa-sisa kotoran di dalam rahim setelah penggunaan chasteberry. Cara membuatnya adalah campurkan 1 sendok teh cramp bark, motherwort, akar burdock dan akar ubi liar dengan ½ sendok teh akar jahe, daun mullein, daun cleaver, dan prickly ash bark.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: livestrong
 12 Aug 2016    08:00 WIB
Pengobatan Kista Sesuai Dengan Jenisnya
  Apakah suatu kista perlu pengobatan dan jenis pengobatan apa yang harus dilakukan tergantung pada jenis kista, lokasi kista, dan gejala yang Anda alami. Jika kista tidak menimbulkan gejala apapun atau mengganggu kesehatan Anda, maka Anda mungkin tidak memerlukan pengobatan apapun. 1. Kista Pada Kulit Jika Anda memiliki kista yang besar atau meradang, maka dokter Anda mungkin akan menyarankan Anda untuk mengeluarkan isi kista. Kista pada kulit biasanya memiliki suatu lapisan luar yang disebut dengan kapsul yang juga harus diangkat untuk mencegah kekambuhan. 2. Kista Pada Pergelangan Tangan Kista ganglion yang nyeri pada pergelangan tangan dapat diatasi dengan kompres dingin dan obat anti nyeri. Jika Anda mengalami nyeri atau merasa genggaman tangan Anda melemah, dokter Anda dapat membantu mengeluarkan isi kista. Akan tetapi, bila tidak diangkat seluruhnya, kista dapat membesar kembali. Pada beberapa kasus, tindakan pembedahan mungkin perlu dilakukan untuk mengangkat kista secara keseluruhan. 3. Kista Pada Lutut Karena kista Baker merupakan jenis kista yang paling sering berhubungan dengan radang sendi lutut, maka pengobatannya pun ditujukan pada pengobatan radang sendi lutut tersebut. Jika kista sangat besar, maka dokter Anda dapat mengeluarkan isi kista tersebut dan atau menyuntikkan obat kortikosteroid ke dalam kista. 4. Kista Pada Indung Telur Sebagian besar kista ovarium merupakan kista sederhana yang tidak memerlukan pengobatan. Kista yang membesar atau robek dapat menyebabkan nyeri panggul yang dapat diobati dengan obat anti nyeri oral. Kista yang lebih kompleks mungkin memerlukan pemeriksaan tambahan selain daripada pemeriksaan USG perut atau CT scan perut, seperti laparoskopi atau biopsi. 4. Kista Pada Payudara Bila Anda memiliki benjolan berisi cairan pada payudara Anda, maka dokter mungkin dapat mengeluarkan cairan di dalam kista tersebut dengan menggunakan jarum suntik. Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan laboratorium pada cairan tersebut untuk menentukan apakah benjolan tersebut merupakan suatu keganasan atau bukan. Jika benjolan pada payudara Anda merupakan benjolan padat, maka dokter Anda mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan mamografi dan menanyakan berbagai hal seperti usia dan faktor resiko lainnya yang Anda miliki. 5. Kista Pada Vagina Dokter Anda mungkin akan menyarangkan Anda untuk melakukan kompres hangat pada daerah sekitar kista dan memberikan obat anti nyeri oral. Jika kulit Anda menjadi kemerahan atau timbul demam atau terdapat nanah di dalam kista tersebut, maka dokter Anda mungkin akan melakukan insisi kecil pada kista tersebut agar nanah di dalamnya dapat keluar dan memberikan antibiotika pada Anda. 6. Kista Pada Serviks (Leher Rahim) Kista Nabothian biasanya tidak memerlukan pengobatan. 7. Kista Pada Ginjal Kista ginjal yang berisi cairan biasanya tidak memerlukan pengobatan. Jika kista menyebabkan timbulnya berbagai gejala, maka dokter Anda dapat mengatasinya dengan mengeluarkan cairan di dalam kista dengan bantuan USG perut atau CT scan perut atau melalui tindakan bedah laparoskopi. Jika Anda mengalami penyakit ginjal polikistik, maka dokter Anda mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan fungsi ginjal secara rutin. Hal ini dikarenakan gangguan ini dapat menyebabkan terjadinya gagal ginjal yang membuat penderitanya membutuhkan tindakan dialisa atau transplantasi ginjal. Sumber: prevention