Your browser does not support JavaScript!
 26 Mar 2019    11:00 WIB
4 Alasan Yang Dapat Merusak Masa Depan Keuangan
Untuk mencapai kesuksesan maka diperlukan kerja keras, kerja keras yang dilakukan akan berpengaruh pada karir dan kesuksesan yang nantinya juga akan berpengaruh pada keuangan Anda. Masa depan keuangan Anda adalah hal yang penting, tetapi seringkali ada beberapa orang yang membuat alasan-alasan tertentu yang akhirnya mengganggu keuangannya alias bekerja lelah tetapi tidak ada hasil. Apabila tidak hati-hati dalam menjaga keuangan sejak muda, bukan tidak mungkin uang Anda tidak akan terkumpul untuk masa tua Anda. Berikut adalah 4 alasan yang sering dibuat oleh orang-orang mengenai kondisi keuangan mereka: 1.      Tidak punya cukup uang untuk disimpan Sebenarnya besar kecilnya pendapatan Anda tidak menjadi alasan untuk menyimpan uang Anda. Karena bila Anda tidak berniat, maka sebesar apapun gaji Anda rasanya akan habis begitu saja. Bila Anda ingin menyimpan maka tidak perlu banyak, sedikit saja tidak menjadi masalah asal Anda kumpulkan dengan rutin. Ingatlah dengan pepatah "sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit". Lakukan kebiasaan menyimpan dari tanggal awal Anda menerima gaji. Simpan dalam tabungan yang berbeda agar Anda tidak bisa mengotak-gatiknya. 2.      Pasangan Anda boros Oke, untuk kondisi ini Anda harus membedakan dia pasangan resmi Anda atau bukan. Misalkan Anda seorang pria dan memiliki pacar adalah seorang wanita yang boros. Anda perlu berhati-hati dan tidak perlu terlalu memanjakannya. Karena meski dia pacar Anda ingat dia bukan pasangan resmi Anda, Anda tidak memiliki kewajiban sedikitpun untuk membiayai kehidupannya. Yang menjadi tanggung jawab Anda adalah istri dan anak Anda kelak. Jadi lebih baik Anda biasakan menabung untuk istri dan anak Anda kelak. 3.      Berhati-hati dengan kartu kredit Anda Untuk jaman sekarang sepertinya hampir semua orang memiliki kartu kredit. Kartu kredit sebenarnya memiliki manfaat karena akan membantu Anda saat ini bila Anda tidak memiliki uang cash. Namun yang menjadi masalah adalah karena Anda bisa menggunakannya terlebih dahulu, ada banyak diskon dengan menggunakan kartu kredit membuat Anda tergoda untuk belanja, belanja dan belanja lagi. Bila sudah begini bukan tidak mungkin akan membuat hutang Anda jadi menumpuk? 4.      Memiliki banyak cicilan Sekarang ini keinginan memiliki barang-barang bermerk bukanlah yang sulit lagi, ada beberapa barang mahal yang bisa dibeli dengan mencicil. Misal adalah hp, barang gadget lain, tas dan beberapa barang lain. Bila Anda menggunakan gaji Anda untuk mencicil rumah atau apartemen maka ini akan menjadi investasi bagi Anda, tetapi bila Anda menghabiskan gaji Anda hanya untuk gonta-ganti hp atau barang gadget lain, ini yang akan menjadi masalah. Bukan tidak mungkin tabungan dan gaji Anda akan terkuras habis. Menata keuangan haruslah dimulai dari usia muda, karena bisa menjadi modal untuk masa depan Anda. Maka itu berhati-hatilah dan tinggalkan alasan-alasan yang membuat masa depan keuangan Anda terpuruk. Baca juga: Kenapa Anda Alami Kesulitan Keuangan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womanitely
 30 Nov 2017    18:00 WIB
7 Kesalahan yang Dilakukan Banyak Orang Saat Menggunakan Kartu Kredit
Saat digunakan dengan bertanggung jawab, kartu kredit dapat memudahkan Anda dalam berbelanja. Akan tetapi, bila disalahgunakan, kartu kredit dapat menghancurkan keadaan keuangan Anda dan membuat Anda tidak dapat membeli rumah, mobil, dan bahkan bekerja. Jika Anda ingin menghindari masalah, Anda perlu berhati-hati dalam pengeluaran dan pembayaran kartu kredit Anda. Di bawah ini Anda dapat melihat 7 kesalahan menggunakan kartu kredit yang harus Anda hindari bila ingin terbebas dari masalah keuangan.   Marah-marah Saat Ada Masalah Bila Anda memiliki masalah dengan kartu kredit Anda, misalnya telat mendapatkan lembar tagihan hingga Anda harus membayar denda yang tidak seharusnya, jangan langsung marah-marah. Bersikaplah tenang dan bila Anda merasa masalah yang Anda hadapi tidak ditangani dengan baik, Anda dapat melaporkannya ke badan keuangan terkait.   Malu Mencari Bantuan Profesional Malu memiliki banyak hutang kartu kredit? Bila Anda merasa bingung bagaimana caranya menyelesaikan permasalahan hutang kartu kredit Anda, jangan malu atau merasa gengsi untuk mencari bantuan.   Membeli Hal yang Tidak Diperlukan Hanya Karena Bisa Hal terpenting yang harus Anda lakukan saat sudah memiliki kartu kredit adalah tahan keinginan untuk berbelanja hal-hal yang tidak Anda butuhkan hanya karena Anda memiliki batasan kredit yang mencukupi. Bila Anda tidak dapat melakukannya, tanpa Anda sadari, Anda hanya dapat melakukan pembayaran minimum setiap bulannya, yang akan membuat tagihan Anda terus melonjak akibat bunga setiap bulannya. Jadi, belilah hanya apa yang Anda perlukan dan selalu bayar seluruh tagihan kartu kredit Anda.   Baca juga: 5 Alasan Mengapa Anda Mengalami Kesulitan Keuangan   Serakah Anda tidak membutuhkan banyak kartu kredit. Aturan utama dalam perkreditan adalah jangan memiliki lebih dari 2 kartu kredit. Memiliki lebih dari 2 kartu kredit adalah seperti mencari masalah.   Terbawa Nafsu Jangan hanya karena ingin memiliki gadget terbaru, maka Anda pun segera membelinya tanpa berpikir. Ingatlah bahwa saat Anda menggunakan kartu kredit, Anda sedang berhutang pada bank. Jika Anda tidak memiliki cukup uang di dalam rekening bank Anda, maka jangan membeli gadget baru tersebut.   Ingin Memiliki Kartu Kredit Dengan Limit Tinggi Apakah Anda iri karena teman Anda memiliki kartu kredit super eksklusif dan Anda tidak? Sekali-kali jangan! Di luar sana ada banyak kartu kredit yang juga baik bagi Anda. Yang terpenting adalah bank yang mengeluarkan kartu kredit tersebut memiliki tingkat keamanan yang cukup baik sehingga Anda pun tidak dirugikan.   Tidak Mencatat Jadwal Pembayaran Saat Anda memiliki kartu kredit, apalagi bila memiliki lebih dari 2 kartu kredit, pastikan Anda selalu mencatat kapan Anda perlu membayar dan apakah Anda sudah membayar tagihan Anda setiap bulannya. Dengan demikian, Anda tidak akan melupakan pembayaran yang perlu dilakukan dan tidak kurang dalam membayar hingga terkena bunga di bulan berikutnya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
 27 Nov 2017    18:00 WIB
10 Permasalah Keuangan yang Bisa Hancurkan Rumah Tangga Anda
Saat Anda dan pasangan jatuh cinta pertama kali, pikiran Anda pasti dipenuhi oleh pasangan Anda. Masalah keuangan seringkali menjadi masalah terakhir yang Anda pikirkan karena Anda dan pasangan terlalu sibuk merencakan kehidupan masa depan bersama. Akan tetapi, setelah proses pernikahan selesai, kenyataan pun mulai meresapi piikiran Anda. Anda mulai menyadari betapa banyaknya tagihan yang harus dibayar dan kebutuhan hidup sehari-hari yang harus dibeli. Setelah menikah, uang dapat menjadi prioritas utama dalam kehidupan Anda dan pasangan, di mana uang memang diperlukan untuk bertahan hidup dan menghidupi keluarga Anda. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda dan pasangan untuk mendiskusikan masalah keuangan ini bersama-sama. Bila tidak ditangani dengan baik, masalah keuangan yang semula kecil ini dapat menjadi semakin besar, yang membuat pernikahan Anda berakhir. Masalah keuangan merupakan salah satu cara tercepat untuk menghancurkan pernikahan dan hubungan asmara yang paling baik sekalipun. Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa pasangan yang berdebat mengenai uang memiliki resiko bercerai yang lebih tinggi. Jadi, bila Anda ingin agar pernikahan Anda langgeng, Anda perlu mengetahui bagaimana caranya mengatasi berbagai permasalahan keuangan yang sering muncul setelah menikah. Di bawah ini Anda dapat melihat 10 masalah keuangan yang perlu diwaspadai karena dapat menghancurkan pernikahan Anda dan pasangan.   Pasangan Anda Tidak Dapat Mencari Nafkah Dengan Baik Anda memang mencintai pasangan Anda, akan tetapi perasaan cinta ini dapat dengan cepat hilang saat Anda dan pasangan dihadapkan pada masalah keuangan. Hal ini terutama diperparah bila pasangan tidak memiliki pekerjaan, hanya bekerja serabutan, atau hanya memiliki gaji yang kecil. Sesekali, Anda mungkin akan berusaha menutupi pengeluaran keluarga dengan gaji Anda, akan tetapi hal ini tidak boleh terus berlangsung. Pasangan Anda harus berusaha untuk mencari nafkah agar dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Jangan terus "memanjakan" pasangan Anda dengan mengatakan tidak apa-apa dan terus membantunya membayar tagihan.   Pasangan Anda Terlalu Boros Salah satu cara untuk mencegah pasangan Anda menghabiskan seluruh uang Anda adalah dengan memiliki rekening bank sendiri. Jangan biarkan uang Anda tetap berada pada rekening gabungan dengan pasangan bila ia tidak dapat menahan diri untuk berbelanja.   Anda Menikah Dengan Seseorang yang Matre Bila pasangan Anda tidak hanya boros, tetapi ternyata juga matre, maka Anda sedang dalam masalah besar. Bila Anda menyadari bahwa pasangan Anda hanya menikahi Anda karena harta Anda, maka hal ini dapat merupakan tanda bahwa pernikahan Anda dan pasangan tidak akan bertahan lama. Pasangan tipe ini biasanya sudah akan menunjukkan "belangnya" pada masa awal berpacaran. Akan tetapi, bila si dia cukup ahli, maka si dia mungkin dapat "menipu" Anda hingga selesai berbulan madu.   Pasangan Anda Berbohong Mengenai Berapa Jumlah Pengeluarannya Saat pasangan Anda mengalami kesulitan keuangan, si dia mungkin akan berusaha untuk menyembunyikan pengeluarannya atau bahkan berbohong mengenai harga barang yang dibelinya. Hal ini seringkali menjadi penyebab terjadinya perceraian.   Pasangan Anda Tidak Mau Bekerja Tidak dapat bekerja sangat berbeda dengan tidak mau bekerja. Bila pasangan Anda merasa trauma, Anda mungkin dapat memberinya waktu beberapa hari. Akan tetapi, bila si dia tetap saja tidak berusaha mencari pekerjaan setelah beberapa bulan atau tahun, maka sudah saatnya Anda bertindak tegas. Bila si dia tidak juga mau berubah dan berusaha mencari pekerjaan, maka keputusan berada di tangan Anda apakah masih ingin hidup bersamanya atau tidak.   Pasangan Anda Memiliki Hutang yang Cukup Banyak Memiliki hutang yang cukup besar dapat membuat Anda dan pasangan tidak dapat membeli rumah atau mobil. Kurangnya rasa tanggung jawab dalam hal keuangan ini dapat memicu terjadinya pertengkaran dan permasalahan dalam pernikahan Anda dan pasangan.   Baca juga: 5 Alasan Mengapa Anda Mengalami Kesulitan Keuangan   Pasangan Anda Memiliki Anggota Keluarga yang Terus Saja "Menguras" Uangnya Memang merupakan hal baik bila pasangan Anda ingin membantu anggota keluarganya yang sedang kesusahan. Akan tetapi, berbeda halnya bila "bantuan" ini justru mengganggu keadaan keuangan keluarga Anda. Jika Anda tidak dapat memaksa pasangan Anda untuk berhenti memberikan uang pada keluarganya, mintalah ia untuk mengurangi jumlahnya atau nasehatilah ia bahwa tidak baik terus memberikan uang pada seseorang yang tidak berusaha untuk mencari nafkah sendiri.   Pasangan Anda Sama Sekali Tidak Mengerti Bagaimana Caranya Mengatur Keuangan Kecuali pasangan Anda merupakan sarjana keuangan, maka sebagian besar orang pasti tidak pernah mendapatkan pendidikan keuangan secara formal. Akan tetapi, sebagian besar orang pasti tahu dasar-dasarnya. Jika pasangan Anda benar-benar "buta" mengenai hal keuangan, ada baiknya bila Anda membantunya mengurus pengeluaran keluarga atau bila si dia setuju, Anda boleh mengambil alih pengaturan keuangan keluarga.   Baik Anda Maupun Pasangan Tidak Tahu Kemana Saja Uang Dihabiskan Kadangkala, Anda tidak menyadari kemana saja uang yang Anda hasilkan menghilang, akan tetapi jika Anda dan pasangan tidak tahu kemana saja uang yang didapatkan selama ini, maka sekaranglah waktu yang tepat untuk berdiskusi. Buatlah suatu anggaran pendapatan dan pengeluaran setiap bulan atau setiap tahunnya.   Pasangan Anda Iri Dengan Kesuksesan Keuangan dan Karir Anda Anda seharusnya dapat berbagi sukacita dan kesuksesan Anda pada pasangan. Akan tetapi, kadangkala pasangan dapat merasa rendah diri dan insecure karena penghasilan atau karir Anda lebih baik darinya. Jika Anda mengalami hal ini, ada baiknya bila Anda mengingatkan kembali pasangan Anda bahwa Anda dan pasangan adalah sebuah tim, yang akan tetap menghargai satu sama lain, tidak peduli penghasilan dan karir yang telah dicapainya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
 28 Oct 2015    09:00 WIB
Sebelum Nikah, Coba Bicarakan Hal Ini Dengan Pasangan
Jatuh cinta adalah sebuah perasaan yang indah, namun untuk bertahan membutuhkan sebuah perjuangan Setiap pasangan memerlukan kemampuan berkomunikasi untuk dapat terus mempertahankan hubungan. Terlebih lagi untuk Anda yang ingin menjalani hubungan yang lebih serius yaitu pernikahan. Agar pernikahan Anda selalu langgeng atau beberapa hal yang harus Anda bicarakan dengan pasangan. Terkadang banyak pasangan yang merasa enggan untuk membicarakan hal yang sifatnya terlalu pribadi. Padahal ini penting untuk langgengnya hubungan pernikahan Anda dengan pasangan. Berikut adalah lima topik yang harus diskusikan dengan pasangan sebelum mengikat janji sehidup semati: 1.      Uang Bagaimana cara Anda berdua dalam mengelola keuangan? Siapa yang akan membayar tagihan?  Siapa yang akan mengelola keuangan? Apakah memiliki tabungan bersama? Apakah memegang uang masing-masing? Bagaimana rencana pengeluaran? Apakah akan hidup sederhana atau lebih royal? Aset apa saja yang dimiliki? Berapa gaji yang di dapat? Apakah ada pekerjaan tambahan? Uang adalah topik besar yang harus dibicarakan antar pasangan. Jangan sampai Anda berdua mengabaikan hal ini dan kemudian menyesal. Karena banyak pasangan yang bercerai karena masalah yang satu ini. 2.      Anak Berapa banyak anak yang ingin Anda berdua miliki? Bagaimana cara merawat mereka? Siapa yang mengurus mereka nantinya? Apakah Anda dan pasangan bergantian dalam menjaga anak? Seperti apa gaya Anda sebagai orang tua nantinya? Pendidikan apa yang akan ditempuh anak? Bagaimana cara menjaga kedisplinan anak? Apa yang akan Anda berdua lakukan bila banyak hal yang diinginkan pada anak namun tidak tercapai? Anak juga merupakan hal yang penting untuk dibahas, karena salah satu tujuan utama dari pernikahan adalah memiliki penerus dalam keluarga. Anak adalah anugerah, namun bisa menjadi masalah untuk hubungan pernikahan bila tidak berjalan dengan baik. 3.      Kerja dan Karir Apakah Anda berdua akan bekerja? Jam kerja seperti apa? Apakah tidak apa-apa bila hanya Anda atau pasangan yanng bekerja? Apabila Anda atau pasangan ditawarkan kesempatan berkarir di lokasi yang jauh dari keluarga, apakah Anda akan mengikutinya? Seperti apa tingkat ambisi Anda dalam mencapai puncak karir, sama atau berbeda/ Apakah ada masalah apabila ambisi tersebut berbeda? Apabila sama, apakah akan menyebabkan persaingan di antara Anda berdua dan bagaimana Anda mengatasi hal ini? Kerja dan karir adalah bagian penting dan besar dalam hidup Anda, karena hampir kebanyakan orang menghabiskan waktunya di tempat kerja, sehingga sangat penting bagi Anda berdua memahami hal ini dan hasilnya nanti untuk kehidupan Anda bersama di masa depan. 4.      Seks dan Keintiman Apakah Anda atau pasangan pernah berhubungan seks sebelumnya? Apakah seks merupakan hal yang sangat penting atau tidak? Apakah Anda atau pasangan memiliki masalah dalam fantasi seksual? Perlukan Anda dan pasangan memamerkan hubungan Anda berdua ke publik? Meski hubungan seks adalah salah satu masalah yang sering tabu untuk dibicarakan. Namun hal ini merupakan hal yang sangat penting. Dalam berhubungan seks maka Anda dan pasangan dapat menyampaikan perasaan dan menunjukkan cinta kasih yang dimiliki. Sehingga Anda dan pasangan bisa mengatakan apa yang diinginkan dan tidak diinginkan mengenai hubungan seks. Sehingga antar dan pasangan akan ada kejujuran dan tidak ada rasa keterpaksaan. 5.      Kebiasaan buruk Apakah Anda merokok, peminum alkohol ataukah sering berjudi? Bila iya, apakah hal ini menjadi masalah untuk Anda dan pasangan? Apakah Anda atau pasangan memiliki gangguan kesehatan mental atau penyakit keturunan? Kebiasaan buruk lain apa yang sering dilakukan? Jangan menganggap remeh mengenai kebiasaan buruk karena terkadang sulit untuk merubah kebiasaan yang sudah sejak lama dilakukan oleh seseorang. Ketika Anda memberikan begitu banyak pertanyaan pada pasangan. Usahakan untuk melakukan di tempat dan suasana yang memadai. Karena dalam hal ini dibutuhkan kejujuran dan kemampuan untuk menerima kenyataan dari setiap jawaban yang ada, meski hal ini pahit. Semua pembicaraan yang Anda lakukan ini bukan untuk memicu pertengkaran namun untuk mendapatkan jawaban dan solusi yang terbaik untuk Anda dan pasangan. Baca juga: Ingin Menikah? Baca dulu Hal-hal berikut! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: yourtango
 01 Oct 2014    08:00 WIB
5 Alasan Mengapa Anda Mengalami Kesulitan Keuangan
• Tidak Menabung Saat Anda pertama kali menerima gaji Anda, maka pastikan Anda menyisihkan sejumlah gaji Anda untuk ditabung. Ambillah 5-10% dari gaji Anda untuk ditabung setiap bulannya.    Tidak Berpikir Terlebih Dahulu Jika Anda seringkali tidak berpikir atau membuat rencana pembelanjaan terlebih dahulu, maka uang Anda dapat habis untuk membeli berbagai barang yang sebenarnya tidak Anda butuhkan. Mengubah gaya hidup Anda, dapat membantu mencegah Anda menghabiskan uang lebih banyak daripada yang Anda dapatkan.   Tidak Menetapkan Suatu Tujuan Jika Anda terus bekerja tanpa memikirkan masa depan dan terus menghabiskan uang Anda dengan cara yang sama setiap minggunya, maka Anda tidak akan pernah dapat melunaskan hutang Anda.  Jangan berharap situasi Anda akan berubah jika Anda sendiri tidak berubah. Oleh karena itu, mulailah menyusun suatu rencana atau anggaran belanja sehingga Anda mengetahui dengan jelas ke mana saja uang Anda digunakan dan berapa yang dapat Anda tabung.   Anda Mudah Tertipu Saat Anda makan, berbelanja, atau memperbaiki mobil di bengkel akan lebih baik bila Anda mengecek bon sebelum membayarnya untuk mengetahui apakah Anda membayar sesuai dengan yang seharusnya.   Takut Berinvestasi Banyak orang takut berinvestasi dan merasa lebih aman bila hanya menabung uangnya. Berinvestasi dapat membuat Anda memperoleh lebih banyak keuntungan dibandingkan dengan bunga bank sekarang ini. Akan tetapi, pastikan Anda menginvestasikan uang Anda di tempat yang aman dan berhati-hatilah saat berinvestasi agar tidak tertipu.     Sumber: lifezap