Your browser does not support JavaScript!
 10 Dec 2018    11:00 WIB
Cara Mengetahui Jenis Kelamin Bayi Dalam Kandungan
Hari bahagia yang dinanti-nantikan pasangan suami-istri adalah ketika sang istri akan melahirkan, dan ketika seorang wanita hamil, yang menjadi pertanyaan umum banyak orang, baik kerabat dekat atau sahabat kita, biasanya adalah, anak laki-laki atau anak perempuan nih? Ratusan lalu, ada sebuah studi tentang pohon keluarga, yang menunjukkan bahwa gen seorang pria memainkan peran besar dalam dirinya, untuk memiliki seorang putra atau putri. Laki-laki mewarisi kecenderungan untuk memiliki keturunan, lebih banyak seorang putra atau putri, dari orang tua mereka. Ini berarti bahwa seorang lelaki dengan banyak saudara laki-laki lebih cenderung memiliki anak laki-laki, sementara seorang lelaki dengan banyak saudara perempuan lebih cenderung memiliki anak perempuan. Corry Gellatly, seorang ilmuwan penelitian di universitas. Mengadakan sebuah studi di Universitas Newcastle, yang melibatkan ribuan keluarga, untuk membantu para calon orangtua mencari tahu, apakah mereka cenderung memiliki seorang putra atau putri. Penelitian ini melibatkan studi tentang 927 pohon keluarga, yang berisi informasi tentang 556.387 orang dari Amerika Utara dan Eropa, kembali ke tahun 1600. "Studi pohon keluarga menunjukkan bahwa, apakah kita lebih memungkinkan untuk memiliki anak laki-laki atau perempuan. Kita sekarang tahu bahwa laki-laki lebih cenderung memiliki anak laki-laki jika mereka memiliki saudara laki-laki lebih banyak tetapi lebih cenderung memiliki anak perempuan jika mereka memiliki saudara perempuan lebih banyak Namun, pada gen seorang wanita, kita tidak bisa meramalkannya, "Tuan Gellatly menjelaskan. Pria menentukan jenis kelamin bayi, tergantung pada apakah sperma mereka membawa kromosom X atau Y. Jika kromosom ayah X, berpadu dengan kromosom X ibu, akan terbentuk seorang bayi perempuan (XX) dan jika kromosom ayah Y, berpadu dengan kromosom X ibu, akan terbentuk seorang anak laki-laki (XY). Penelitian Universitas Newcastle masih belum mengetahui, gen yang mengontrol sperma pria, apakah lebih banyak mengandung kromosom X atau kromosom Y, yang mempengaruhi jenis kelamin anak-anaknya. Sebuah gen terdiri dari dua bagian, yang dikenal sebagai Alel, diwarisi satu, dari masing-masing orang tua. Dalam makalahnya, Mr Gellatly menunjukkan bahwa kemungkinan pria membawa dua jenis alel yang berbeda, yang menghasilkan, tiga kemungkinan, kombinasi dalam gen, yang mengontrol rasio sperma X dan Y. Pria dengan kombinasi pertama, yang dikenal sebagai mm, menghasilkan lebih banyak sperma Y dan memiliki lebih banyak anak laki-laki. Yang kedua, dikenal sebagai mf, menghasilkan sperma X dan Y yang rata-rata sama banyaknya dan memiliki putra dan putri yang kira-kira sama pula jumlahnya. Yang ketiga, yang dikenal sebagai ff menghasilkan lebih banyak sperma X dan memiliki lebih banyak anak perempuan. Untungnya pada jaman ini, kita tidak perlu repot melihat pohon keluarga, untuk mengetahui jenis kelamin keturunan kita. Kita juga tidak perlu menebak-nebak. Karena sekarang ada yang namanya tes DNA janin dari darah sang ibu, untuk mengetahui jenis kelamin bayi yang belum lahir dan ini sangat efektif, menurut review baru dari penelitian. "Setelah tujuh minggu kehamilan, akurasi deteksi seks janin sangat baik menggunakan darah ibu," kata peneliti Diana W. Bianchi, MD, seorang ahli genetika reproduksi dan direktur eksekutif dari Ibu dan Bayi Research Institute di Tufts Medical Center di Boston. Pada tujuh minggu, dia menemukan akurasi 95%. "Setelah 20 minggu, itu hampir sempurna." Penelitian ini melibatkan tes yang telah dilakukan oleh rumah sakit atau kelompok penelitian di seluruh dunia. Bianchi sendiri berharap, banyak orang untuk menjalani tes berbasis penelitian ini, untuk mendeteksi bayi yang belum lahir dari resiko gangguan terkait seks, seperti hemofilia, dan kelainan genetik lainnya di awal kehamilan. Dan tergantung pada kebutuhan kita sebagai orang tua, kita juga bisa menjalani tes yang lebih invasif seperti amniosentesis. Well…parents, sekarang sudah jelas kan, bagaimana kita bisa mengetahui jenis kelamin keturunan kita, dan bagaimanapun, apapun jenis kelamin anak kita kelak,  yang lebih penting dan utama, sang ibu dan bayi yang dilahirkan sehat sempurna.   Sumber : www.webmd.com, www.sciencedaily.com
 04 Sep 2014    16:00 WIB
Ingin Segera Memiliki Keturunan? Coba Kiat Berikut
Apakah Anda sedang berusaha untuk memiliki keturunan? Bila iya, mungkin kiat berikut ini dapat membantu Anda untuk segera memiliki keturunan: Berhubungan seks dengan teratur Di jaman yang sibuk seringkali suami dan istri sulit untuk bertemu karena sulit untuk mempunyai waktu untuk bersama. Untuk Anda yang sedang ingin memiliki keturunan selalu sediakan waktu untuk Anda berdua.  Mengetahui kapan masa subur anda Untuk cara yang satu ini Anda perlu memperhatikan kondisi tubuh Anda dengan baik.  Perhatikan kalender Ovulasi adalah lepasnya sel telur dari ovarium biasanya terjadi pada hari ke 14 dari hari pertama haid. Masa subur adalah rentang waktu 1-2 hari di sekitar ovulasi.  Perhatikan cairan di vagina Pada saat mendekati ovulasi, Anda dapat memeriksa cairan divagina, Anda akan mendapatkan lendir yang lebih banyak, encer, mudah diregang, mirip dengan putih telur mentah.  Cek suhu basal Anda. Suhu basal tubuh akan meningkat saat masa ovulasi. Biasanya masa subur Anda sekitar 2-3 hari sebelum suhu tubuh Anda naik. Kenaikan suhu tersebut tidak terlalu signifikan hanya sekitar 0,5 derajat celcius. Sehingga Anda harus memperhatikan dengan benar   Anda bisa mencoba menggunakan Tes kit prediksi masa ovulasi. Saat ini sudah banyak dijual test kit untuk memprediksi masa ovulasi seorang wanita. Pada saat ini akan terjadi lonjakan hormon yang terjadi sebelum ovulasi. Untuk hasil yang paling akurat, ikuti petunjuk pada label dengan hati-hati.  Berhubungan seks sebelum ovulasi Apabila Anda sudah mengetahui masa ovulasi Anda, maka sebaiknya Anda melakukan hubungan seks pada hari tersebut dan dua hari berikutnya. Angka kehamilan mencapai puncaknya dua hari sebelum ovulasi Nikmati hubungan seks Anda Yang paling penting adalah Anda dan pasangan harus menikmati seks yang Anda lakukan untuk membantu agar proses reproduksi berjalan dengan baik.  Beri waktu pada diri Anda Pasangan dikatakan tidak subur apabila sudah melakukan hubungan seks selama satu tahun dengan frekuensi 2-3 kali dalam seminggu dan tidak menggunakan alat kontrasepsi. Hindari stress Saat Anda stress hal ini juga akan mempengaruhi kadar hormon progesteron dalam tubuh Anda yang akan mempengaruhi ovulasi. Cek kesehatan Anda dan pasangan Untuk memiliki keturunan tentu Anda harus memiliki kesehatan Anda dan pasangan. Sebaiknya pemeriksaan yang dilakukan cukup lengkap selain pemeriksaan USG ditambah dengan pemeriksaan laboratorium seperti TORCH, analisa sperma dll. Sumber: parenting