Your browser does not support JavaScript!
 07 Sep 2019    16:00 WIB
Sindrom Mulut Terbakar(Burning Mouth Syndrome)
Apakah sindrom mulut terbakar itu?Sindrom mulut terbakar (juga disebut oral dysesthesia) sangat sering terjadi pada wanita setelah menopause. Bagian mulut yang paling sering terkena adalah lidah (nyeri pada lidah disebut glossodynia). Rasa terbakar yang menyakitkan bisa mengenai seluruh mulut (terutama lidah, bibir, dan langit-langit mulut [palate]) atau hanya lidah. Apa saja gejala dari sindrom mulut terbakar itu?Rasa terbakar mungkin dirasakan terus menerus atau hanya sebentar-sebentar disertai rasa kering pada mulut, dan haus yang berubah-ubah. Keadaan ini dapat berdampak pada perubahan seseorang dalam kebiasaan makan, menjadi lekas marah, depresi, dan penghindaran pada orang lain. Apa penyebab dari sindrom mulut terbakar ituSindrom mulut terbakar tidak sama dengan rasa tidak nyaman sementara yang kebanyakan orang alami setelah makan makanan yang mengiritasi atau makanan asam. Penyebab umum sindroma mulut terbakar adalah : •  Penggunaan antibiotik. Penggunaan antibiotika dapat mengubah keseimbangan bakteri di dalam mulut, selain itu juga dapat menyebabkan jamur candida mudah berkembangbiak di dalam mulut.•  Pemakaian gigi palsu yang tidak pas•  Alergi terhadap bahan-bahan gigi•  Penggunaan obat kumur dan semprotan mulut yang berlebihan•  Pemakaian zat-zat yang dapat membuat mulut kering, seperti alkohol atau penggunaan tembakau, dan berbagai pengobatan lainnya •  Sensitivitas terhadap makanan tertentu dan pewarna makanan, terutama sekali asam sorbic dan asam benzoat (bahan pengawet makanan), propylene glycol (ditemukan sebagai moustirising agen pada makanan, obat-obatan, dan kosmetik), chicle (ditemukan pada beberapa permen karet), dan kayu manis•  Kekurangan zat gizi seperti vitamin B12, asam folat, vitamin B-kompleks, dan zat besi Apa pengobatan untuk sindrom mulut terbakar?Keadaan tersebut dapat didiagnosa oleh dokter tetapi lebih sulit untuk diobati. Sering minum air atau mengunyah permen karet bisa membantu mulut tetap lembab. Antidepresan, seperti nortriptyline, atau obat-obat anti cemas, seperti clonazepam, kadangkala sangat membantu, meskipun obat-obatan ini bisa membuat gejala-gejala memburuk dengan menyebabkan mulut kering. Kadangkala gejala-gejala timbul tanpa pengobatan tetapi bisa kembali kemudian.   Ingin mengetahui lebih dalam mengenai sindrom mulut terbakar? Silahkan baca di sini Sumber: cek gejala penyakit
 09 Jul 2018    08:00 WIB
Tidak PD Karena Bau Mulut ? Cari Tahu Penyebabnya
Tentu kita tidak nyaman ketika kita dapati ternyata bau mulut kita tidak sedap. Apalagi sampai orang yang kita ajak bicara jaga jarak atau lebih lagi tutup hidungnya. Mungkin kita sediakan permen atau mouth spray untuk mengatasi hal ini. Namun cara yang terbaik adalah kita perlu mengenali sumber masalah bau mulut kita. Secara umum bau mulut terjadi ketika bakteri alami di mulut kita memecah makanan yang ada di antara gigi, sepanjang gusi dan terutama lidah kita. Nah, yang bikin bau adalah ketika melakukan ini bakteri alami tersebut melepaskan senyawa yang baunya tidak sedap yang disebut sebagai halitosis Jadi sobat sehat, artikel kali ini membahas penyebab bau mulut kita. Ada daftar yang selama ini kita tidak duga ternyata menjadi penyebab hal yang tidak menyenangkan ini. 1.         Baru bangun tidur             Tentu kita merasakan sendiri ketika bangun, bau mulut kita tidak sedap. Ini disebabkan karena ketika kita tidur, produksi air liur melambat sehingga bakteri bisa lebih bebas. Para peneliti menyebutnya sebagai "halitosis pagi". 2.         Nafas pakai mulut             Guys, mulut jangan sering terbuka untuk nafas. Ini dikarenakan ketika kita bernafas menggunakan mulut kita membuat air liur kita menguap sehingga mulut menjadi kering sehingga kemampuan mulut kita untuk membersihkan atau membilas partikel makanan yang masih ada menjadi berkurang. Ada orang yang ketika tidur bernafas dengan mulutnya. Nggak heran ketika tidur mulutnya terbuka. Biasanya juga ketika selesai olahraga dan nafas terengah-engah kita bernafas tidak hanya lewat hidung tapi juga lewat mulut. 3.         Makan makanan yang baunya tidak sedap             Untuk yang satu ini tentu tidak asing lagi bagi kita. Makanan seperti bawang putih, bawang merah termasuk kubis, bunga kol dan lobak bisa jadi penyebab bau mulut kita. Sekalipun bau menyengat dari makanan itu bisa memudar namun juga bisa balik lagi. Menurut seorang dokter gigi dari New York, bau tidak sedap tidak hanya berasal dari mulut kita namun juga bisa berasal makanan yang ada di saluran pencernaan. Ini dikarenakan unsur kimia pada makanan yang kita cerna akhirnya diserap ke dalam aliran darah dan masuk ke paru-paru yang sewaktu-waktu bisa keluar. 4.         Belum makan seharian             Makan bau, tidak makan ternyata bikin lebih bau lagi. Ini ternyata dikarenakan ketika kita tidak atau melewatkan makan maka mulut kita tidak menghasilkan banyak air liur. Sedangkan air liur tidak hanya berfungsi membersihkan partikel makanan, namun juga menghancurkan makanan dan membuatnya meluncur dengan mudah ke dalam tenggorokan kita. 5.         Merokok             Merokok tidak hanya meningkatkan jumlah senyawa yang menghasilkan bau yang tidak sedap ke dalam paru-paru kita, namun juga menmbuat mulut kita kering. Menurut penelitian yang di lakukan dari Hong Kong, ini dikarenakan karena merokok menyebabkan produksi air liur kita lebih rendah. 6.         Obat-obatan yang menyebabkan mulut kering             Obat-obatan tertentu memiliki efek samping yang bisa menyebabkan menurunkan produksi air liur kita seperti antihistamin, diuretik, antipsikotik,dsb. Ketika kita dalam masa pengobatan yang mengharuskan kita meminum obat tersebut maka kita perlu membersihkan lidah kita dengan menggunakan sikat gigi atau sikat lidah. Ini dikarenakan menurut American Dental Association sebagian besar bakteri yang menyebabkan bau nafas berada di lidah.   Inilah sebagian dari penyebab bau mulut kita. Intinya adalah bahwa kita perlu memperhatikan kesehatan mulut kita dan jangan sampai mulut kita kering. Jika masih belum bisa diatasi, sobat sehat bisa datang kepada dokter yang bersangkutan sehingga bau mulut kembali segar dan percaya diri.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber : www.health.com
 30 May 2018    13:00 WIB
Mulut Segar Tanpa Mahal, Ini Cara Buat Mouthwash Sendiri Yang Bikin Napas Segar Dari Bahan Alami
Tidak tahu apakah Anda suka menggunakan mouthwash, biasanya ada beberapa orang yang tidak menyukainya karena kandungan alkohol yang menimbulkan rasa panas seperti terbakar saat berkumur. Selain itu karena memiliki kandungan alkohol maka dapat menyebabkan perubahan warna gigi. Bila Anda merasa malas berkumur dengan mouthwash yang ada, namun tetap merasa membutuhkannya maka Anda bisa membuat sendiri mouthwash dari bahan alami. Yang tentu saja bebas bahan kimia, membuat gigi dan gusi yang sehat, nafas bau mint yang segar sepanjang hari, dan biayanya yang murah.   Jadi tunggu apa lagi! Berikut Cara Membuat Mouthwash Dari Bahan Alami: Bahan utama termasuk di sini adalah bubuk cengkeh, minyak peppermint dan cuka sari apel. Dikemas dengan sifat antiseptik, antimikroba dan antivirus, cengkeh dapat mengobati masalah gigi, membunuh bakteri, dan mengurangi penumpukan karang gigi. Kandungan menthol dalam minyak peppermint akan membuat napas Anda berbau mint segar sepanjang hari. Dan bahan terakhir dalam resep obat kumur ini adalah cuka sari apel, mengandung asam asetat dan asam malat yang menghilangkan bakteri di dalam mulut penyebab bau mulut.   Berikut Cara Membuatnya: Ambil toples. Tambahkan 1 cangkir air suling atau disaring. Jika Anda menambahkan air mendidih, pastikan untuk biarkan dingin dahulu dengan suhu suam-suam kuku, sebelum menambahkan bahan-bahan lainnya. Tambahkan setengah cangkir cuka sari apel. Asam cuka tidak hanya akan menetralisir bakteri jahat, tetapi juga memecah karang gigi. Ambil 3-4 siung cengkeh dan giling menjadi bubuk halus. Tambahkan satu sendok teh bubuk cengkeh ke dalam larutan dan aduk dengan baik dengan sendok. Berikutnya, tambahkan lima tetes minyak peppermint untuk obat kumur. Selain membuat napas bau mint yang segar, minyak peppermint juga akan menenangkan. Anda juga dapat menambahkan beberapa tetes air perasan lemon ke dalam campuran. Kaya asam sitrat, air perasan lemon akan menghilangkan noda apapun pada gigi Anda, dan membuat gigi menjadi lebih putih. Tutup toples, tempatkan di tempat yang sejuk dan kering dan biarkan selama seminggu. Kemudian, menggunakan kain tipis dan saring. Saat menggunakannya, kocok toples baik. Cukup seteguk kemudian kumur dengan baik.   Hindari jangan sampai menelan larutan tersebut. Kesimpulan bila digunakan secara teratur, setiap hari, tidak hanya akan membersihkan mulut, memberantas bau buruk, tetapi juga mencegah penumpukan karang gigi.   Baca juga: 5 Rahasia Agar Gigi Lebih Putih   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang       Sumber: boldsky
 18 Mar 2017    15:00 WIB
Mengenali Tanda Bahaya Dari Penyakit Mulut
Pikirkanlah: mulut Anda merupakan bagian tubuh yang paling sering Anda gunakan. Mulai dari bernafas, berbicara, makan, tersenyum, bernyanyi, menguap, semua dilakukan oleh mulut. Berbagai tindakan pencegahan yang kita lakukan seperti menyikat gigi, membersihkan gigi dengan benang gigi atau dental floss dan pengaturan diet merupakan langkah terbaik yang kita lakukan untuk menjaga kesehatan gigi, gusi dan mulut Anda secara keseluruhan dan mencegah munculnya rasa sakit atau masalah lainnya di mulut. Tetapi saat ada sesuatu yang salah, Anda tidak boleh mengabaikannya begitu saja. Segera konsultasikan ke dokter gigi Anda jika Anda mengalami gejala-gejala sebagai berikut:    •    Rasa nyeri pada mulut atau mulut berdarah yang tidak dapat diatasi dengan segera    •    Perdarahan pada mulut dan gusi ketika menggosok gigi atau membersihkan gigi dengan benang gigi    •    Perdarahan spontan dari gusi    •    Perubahan warna kulit di bagian dalam pipi    •    Munculnya benjolan, kulit bersisik, noda putih dan berbagai perubahan lain di gusi atau di bagian dalam pipi    •    Nyeru du mulut, rahang atau bibir    •    Rasa kebas di mulut atau bibir    •    Kesulitan berbiicara, mengunyah, menelan, membukan mulut atau menggerakkan lidah    •    Kemerahan, pembengkakan dan nyeri di gusi    •    Nanah disekitar gusi    •    Gigi mudah tanggal    •    Perubahan dalam cara gigi menggigit makanan atau perubahan pada cara gigi palsu menggigit makananSumber: healthline
 22 Nov 2016    18:00 WIB
Dampak Buruk Gula Bagi Kesehatan
Gula dapat ditemukan pada banyak makanan. Gula seringkali digunakan untuk menambah rasa, mengawerkan makanan, dan untuk membentuk tekstur tertentu. Batasilah konsumsi gula anda hanya sebanyak 6-9 sendok teh setiap harinya untuk tetap sehat. Di bawah ini terdapat beberapa dampak buruk gula bagi tubuh dan kesehatan anda.1.  Meningkatkan Berat BadanSatu sendok teh gula mengandung 15 kalori, yang dapat menambahkan banyak kalori pada konsumsi kalori harian anda. Seiring dengan berlalunya waktu, tambahan kalori ini dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Minuman bersoda dan berbagai makanan manis tidak mengandung cukup protein atau serat sehingga tidak dapat memuaskan rasa lapar anda. Hal ini akan membuat anda makan dalam jumlah berlebihan yang menyebabkan peningkatan konsumsi kalori yang dapat menyebabkan peningkatan berat badan.2.  Menyebabkan Kerusakan GigiGandum, buah-buahan, dan sayuran mengandung berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh anda untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi anda. Berbagai makanan manis tidak mengandung berbagai nutrisi penting ini dan juga dapat berdampak negatif bagi kesehatan gigi anda. Bakteri yang terdapat di dalam mulut anda akan bereaksi terhadap gula yang anda konsumsi dan menghasilkan suatu asam. Asam ini dapat menghancurkan enamel gigi anda dan menyebabkan gigi berlubang bahkan rusak. Semakin banyak gula yang anda konsumsi, maka semakin tinggi resiko terjadinya kerusakan gigi anda.3.  Menyebabkan Berbagai Gangguan KesehatanMengalami terlalu banyak peningkatan berat badan akbiat mengkonsumi makanan manis dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi, diabetes, depresi, dan beberapa jenis kanker. Mengkonsumsi terlalu banyak gula juga dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung. Diet tinggi gula dapat meningkatkan kadar trigliserida anda. Berdasarkan sebuah penelitian di tahun 2002, mengkonsumsi terlalu banyak gula dapat menurunkan manfaat baik dari kolesterol HDL. Selain itu, diet tinggi gula juga dapat menyebabkan anda mengalami berbagai kekurangan nutrisi karena mengkonsumsi makanan manis membuat anda kenyang sehingga tidak dapat mengkonsumsi berbagai jenis makanan kaya nutrisi.Sumber: healthyeating.sfgate
 22 Sep 2016    08:00 WIB
Perawatan Gigi Untuk Orang Dengan Penyakit Jantung
Mereka yang mengidap penyakit jantung memiliki kebutuhan khusus saat harus melakukan perawatan gigi.  Jika Anda adalah salah satu penderita penyakit jantung, dan memiliki masalah pada gigi sehingga harus mengunjungi dokter gigi, berikut adalah tips untuk Anda. Perawatan gigi setelah serangan jantung Tunggulah minimal enam bulan setelah serangan jantung sebelum melakukan pengobatan gigi apapun. Katakan kepada dokter gigi Anda apakah Anda mengkonsumsi obat antikoagulan atau tidak. Obat ini dapat menyebabkan perdarahan berat saat melakukan operasi gigi atau prosedur gigi lainnya. tanyakan pada dokter gigi Anda apakah tersedia oksigen dan nitrogliserin di klinik apabila terjadi keadaan gawat darurat.  Tekanan darah tinggi (hipertensi) Beberapa jenis obat tekanan darah tinggi dapat menyebabkan mulut kering dan mengubah indera perasa Anda. Calcium channel blockers biasanya menyebabkan jaringan pada gusi membengkak dan tumbuh secara berlebihan, menyebabkan kesulitan dalam mengunyah. Jika Anda mengalami masalah pertumbuhan gusi yang berlebihan, dokter gigi Anda akan memberikan instruksi detail mengenai cara membersihkan gigi dan mungkin akan meminta Anda datang beberapa kali lagi untuk prosedur membersihkan gigi. Pada beberapa kasus, bedah gusi dapat menghilangkan jaringan gusi yang berlebihan, disebut gingivectomy. Hal tersebut dilakukan jika memang diperlukan. Jika tindakan dokter Anda memerlukan anestesi, tanyakan pada dokter Anda apakah obat anestesi yang digunakan mengandung epinefrin atau tidak. Epinefrin merupakan zat tambahan yang biasa digunakan pada obat anestesi lokal. Penggunaan epinefrin pada penderita darah tinggi dapat menghasilkan perubahan jantung dan pembuluh darah, termasuk perubahan yang berbahaya pada tekanan darah, nyeri dada, serangan jantung dan gangguan irama jantung sehingga harus digunakan lebih hati-hati. Stroke Jika Anda pernah mengalami stroke di masa lalu, katakan pada dokter gigi Anda apakah Anda mengkonsumsi obat antikoagulan atau tidak. Seperti yang dikatakan diatas, obat antikoagulan dapat menyebabkan perdarahan hebat. Jika penyakit stroke menyebabkan gangguan pada produksi air liur, dokter Anda akan merekomendasikan penggunaan air liur buatan. Jika stroke mempengaruhi wajah, lidah atau tangan yang dominan Anda gunakan, maka dokter Anda akan merekomendasikan penggunaan gel flouride yang, sikat gigi modifikasi atau tehnik membersihkan dengan benang gigi untuk memudahkan Anda membersihkan gigi.   Sumber: webmd