Your browser does not support JavaScript!
 12 Aug 2019    16:00 WIB
Mengapa Konsumsi Daging Merah Dapat Meningkatkan Resiko Terjadinya Penyakit Jantung?
Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa konsumsi daging merah mungkin dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung Anda. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa bakteri di dalam usus dapat mengubah L-carnitine, sejenis nutrisi yang terdapat di dalam daging merah, menjadi berbagai jenis zat yang dapat memicu terjadinya aterosklerosis (penumpukkan lemak di dalam dinding pembuluh darah yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung). Memiliki kadar L-carnitine yang terlalu tinggi di dalam tubuh dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung. Penelitian sebelumnya bahkan menemukan bahwa L-carnitine merupakan prediktor yang lebih baik untuk menemukan kemungkinan terjadinya penyakit jantung daripada kadar kolesterol di dalam darah. Akan tetapi, para peneliti juga mengingatkan bahwa L-carnitine bukanlah satu-satunya penyebab timbulnya masalah ini, akan tetapi juga bakteri di dalam usus Anda. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apa yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan resiko penyakit jantung pada orang yang sering mengkonsumsi daging merah. Untuk saat ini, para peneliti menyarankan agar para pembaca membatasi konsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung L-carnitine, terutama daging merah. Selain itu, minuman energi, beberapa jenis suplemen tertentu, ikan, dan ikan juga mengandung L-carnitine, walaupun dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan daging merah.  Baca juga: Apel Mampu Cegah Serangan Jantung dan Stroke  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang. Sumber: womenshealthmag
 28 Jul 2019    08:00 WIB
6 Makanan Enak Tapi Musuh Bebuyutan Jantung
Siapa yang tidak suka makan makanan yang enak, rasanya yang gurih mampu menggugah selera Anda. Makanan yang enak biasanya akan membuat Anda ketagihan dan ingin terus tambah dan tambah. Namun Anda harus berhati-hati karena makanan-makanan yang enak tersebut memang bersahabat dengan lidah tapi tidak dengan kesehatan tubuh Anda. Dewasa ini makin banyak penyakit yang dialami karena pengaruh makanan yang tidak sehat seperti kencing manis, gangguan ginjal, hati dan yang paling sering penyakit jantung. Karena penyebab kematian di Indonesia paling banyak adalah penyakit jantung. Maka akan dibahas mengenai makanan enak namun merusak kinerja jantung Anda. Untuk mencegah agar Anda tidak terserang penyakit seperti penyakit jantung, salah satunya cara adalah harus mengurangi makanan perusak jantung tersebut. Berikut ini adalah 6 jenis makanan yang enak tapi tanpa sadar merusak jantung Anda: 1.      Sosis Siapa yang tidak suka dengan makanan yang satu ini, entah dibakar atau digoreng rasanya memang enak. Mudah dibuat bahkan ada yang siap untuk dimakan langsung. Namun Anda harus berhati-hati dengan makanan yang satu ini. Sosis mengandung lemak jenuh, natrium berlebih, dan bumbu yang tidak sehat. Apabila Anda mengkonsumsi sosis terlalu banyak, maka bahan-bahan yang berbahaya dalam sosis akan merusak jantung. Sehingga jantung mudah lelah dan mudah terkena penyakit. 2.      Minuman bersoda Sambil makan sosis biasanya ditemani dengan minuman soda, rasanya yang menggoda dan menggugah selera. Terlebih saat udara sedang panas, pasti rasanya sangat menyegarkan. Namun harus Anda ketahui minuman bersoda mengandung zat pemanis buatan, pewarna serta pengawet. Semua zat itu berbahaya bagi tubuh. Konsumsi soda berlebihan dapat mengganggu kesehatan jantung, makin lama jantung akan semakin melemah. 3.      Pop corn Pop corn merupakan camilan wajib saat menonton film. Rasanya sangat menyenangkan saat menonton film kesukaan kemudian ditemani camilan yang satu ini. Kandungan perfluorooctanoic acid (PFOA) dalam makanan kemasan seperti popcorn yang dimasak dalam microwave dapat memicu penyakit jantung. 4.      Kentang goreng Makanan yang juga menggoda selera yaitu kentang goreng. Makanan yang satu ini memiliki rasa yang enak dan gurih membuat semua orang menyukainya dan merasa ketagihan. Namun perlu Anda ketahui bahwa kentang goreng mengandung lemak jenuh dan natrium yang juga bisa memicu menurunnya kesehatan jantung. Jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus, kesehatan jantung Anda akan terancam. Terlebih biasanya orang Indonesia mempunyai kebiasaan mengonsumsi kentang goreng dengan nasi sehingga Anda terlalu banyak konsumsi karbohdirat yang memicu penyakit kencing manis. 5.      Pizza Siapa yang tidak suka dengan makanan yang satu ini. Rasanya yang enak terlebih bila dimakan saat panas ditambah dengan irisan keju membuat makanan ini menjadi makanan favorit semua orang. Namun perlu Anda ketahui bahwa sepotong irisan pizza mengandung 9,8 gram lemak dengan 4,4 gram lemak jenuh, dan 551 mg natrium. Maka dapat dipastikan bahan-bahan tersebut akan merusak jantung, apalagi biasaya orang masih merasa kurang bila hanya makan satu iris pizza. 6.      Pasta atau Spaghetti Bila makan pizza maka menu pendampingnya adalah pasta atau spaghetti. Namun tahukah Anda bahwa pasta yang dihidangkan secara cepat saji direstoran mengandung 1430 kalori, 81 gram lemak dan 41 gram lemak jenuh dan 4540 natrium. Bisa dibayangkan berapa banyak bahan-bahan jahat yang masuk dalam tubuh Anda, saat mengonsumsi sepiring pasta. Makanan yang disebutkan diatas memang makanan enak yang bisa menggoyang lidah Anda. Namun perlu Anda perhatikan, bahwa makanan tersebut dapat mengancam kesehatan jantung Anda. Bila merasa sayang dengan jantung Anda, maka mulai sekarang batasi konsumsi makanan tersebut... Baca juga: Ketahui Empat Gejala Awal Jantung yang Tidak Sehat Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: boldsky
 29 Apr 2019    08:00 WIB
Merasa Sangat Lelah? Hati-hati Dampaknya Pada Jantung Anda!
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa orang yang secara keseluruhan tampak sehat tetapi selalu merasa kelelahan lebih beresiko untuk mengalami penyakit jantung. Para peneliti menemukan bahwa orang yang mengalami kombinasi dari kelelahan berat dan mudah marah dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung hingga 36%. Pada zaman modern sekarang ini, banyak hal yang dapat membuat seseorang mengalami stress dan bila stress ini tidak diatasi dalam waktu lama, maka stress ini pun dapat mengganggu kesehatan fisik dan psikologis orang tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelelahan fisik ternyata juga merupakan faktor resiko terjadinya gangguan jantung seperti halnya berbagai gangguan psikologis seperti gangguan depresi dan cemas. Kelelahan fisik ini bukan hanya suatu kelelahan berat. Keadaan ini terjadi saat stress yang telah berlangsung lama mulai mengganggu kemampuan seseorang untuk pulih dari rasa lelah. Bila seseorang mengalami hal ini, maka ia mungkin terus merasa sangat lelah dan tidak bertenaga bahkan saat ia telah tidur nyenyak dan cukup di malam hari, walaupun ia tidak menderita gangguan kesehatan apapun. Dengan adanya rasa lelah yang berkepanjangan, maka orang tersebut sangat mudah marah atau tersinggung. Pada penelitian ini, para peneliti mencari tahu hubungan di antara kelelahan fisik dengan terjadinya gangguan jantung dengan menganalisa 11 data penelitian, yang meneliti lebih dari 60.000 orang yang tidak menderita gangguan jantung apapun yang diamati selama 6.5 tahun. Setelah menyingkirkan berbagai faktor resiko terjadinya gangguan jantung yang lain, kelelahan fisik tetap saja dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung pada seseorang, hingga sepertiganya. Rasa stress dan lelah dapat mempengaruhi kesehatan jantung dengan 2 cara. Rasa stress dan lelah dapat mempengaruhi kadar hormon stress seperti adrenalin dan serotonin di dalam tubuh. Kedua hormon ini dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh seseorang dan menyebabkan terjadinya proses inflamasi (radang) di dalam tubuh. Selain itu, stress dan lelah juga dapat mempengaruhi keadaan psikologis seseorang yang membuatnya melakukan berbagai hal seperti merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol atau makanan tiddak sehat lainnya, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung pada orang tersebut. Untuk mengatasi kelelahan fisik ini, para ahli menganjurkan para penderita untuk berolahraga, mengkonsumsi diet sehat, dan melakukan berbagai aktivitas fisik yang dapat membantu mengurangi rasa stress seperti yoga dan meditasi. Baca juga: Apakah Nyeri Dada Berarti Serangan Jantung? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 11 Apr 2019    16:00 WIB
10 Cara Mengoptimalkan Nutrisi dan Melindungi Jantung
Tips kesehatan kali ini akan menyampaikan tentang beberapa memilih makanan yang bernutrisi dan melindungi jantung. Tahukah Anda memilih makanan untuk dimakan dapat berpengaruh pada kesehatan jantung Anda? Dan memilih makanan yang tepat dapat membantu mengontrol tekanan darah dan kadar kolestrol juga. Di sini saya akan membantu Anda memilih makanan yang bergizi dan lezat untuk membantu menjaga kesehatan Anda. Selain makanan yang baik untuk kesehatan jantung Anda, makanan tersebut juga harus bisa membantu mengontrol kadar kolestrol darah, tekanan darah, glukosa dan trigliserida, karena itu semua adalah faktor terjadinya penyakit jantung dan ketika hal tersebut tidak seimbang resiko terkena penyakit jantung dapat meningkat. Untuk kesehatan jantung sangat penting untuk melakukan olahraga, berhenti merokok bagi yang merokok dan memakai obat yang dianjurkan dokter. Makanan yang baik juga bagian yang penting untuk merawat kesehatan jantung Anda. Berikut 10 Cara Mengoptimalkan Nutisi dan Melindungi Jantung. 1. Perhatikan porsi Jika Anda makanan terlalu banyak mengandung kalori, Anda akna menambah berat badan yang dapat meningkatkan masalah kesehatan jantung. Jika Anda sudah memiliki berat badan yang ideal maka pertahankanlah dengan tetap makan makanan yang sehat dan jika Anda memiliki kelebihan berat badan, cobalah untuk mengurangi jumlah kalori yang anda makan. Minumlah air putih untuk membantu mengontrol kalori Anda. 2. Perbanyak makan buah dan sayur Meningkatkan asupan buah-buahan dan sayur-sayuran adalah cara yang baik untiuk menjaga kesehatan jantung Anda, karena buah dan sayur tinggi akan vitamin, antioksidan, mineral dan serat, jadi dengan makan sebanyak setengah piring buah dan sayur dapat membantu mengendalikan berat badan Anda. Makanlah makanan yang kaya akan kalium untuk menjaga tekana darah Anda, contohnya seperti bayam, pepaya, pisang, mangga, ubi jalar, melon dan lain-lain. 3. Pilihlah biji-bijian Semua biji-bijian menyediakan energi yang dibutuhkan tubuh. Biji-bijian seperti beras merah dan gandum mengandung 3 unsur nutrisi penting yaitu vitamin, serat, dan endosperm. biji-bijian tersebut lebih baik dimakan dalam keadaan utuh (tidak dijadikan tepung karena jika dijadikan tepung banyak nutrisi yang terbuang). Makanlah 3-6 ons sehari biji-bijian. Jika Anda bosan dengan gandum utuh atau beras merah anda bisa mencoba yang lain, seperti soba, millet atau barley yang sangat baik untuk Anda yang memiliki kolestrol tinggi, karena bahan-bahan tersebut mengandung serat larut. Sarapan merupakan waktu yang tepat untuk menambah asupan biji-bijian untuk hari Anda. 4. Pilih susu rendah lemak atau bebas lemak Pilihlah susu yang bebas lemak atau rendah lemak. Jika anda membeli susu lihatlah pada label yang bertuliskan rendah lemak atau bebas lemak. Produk susu yang mengandung lemak jenuh tinggi dan lemak trans dapat meningkatkan kadar kolestrol. Mengonsumsi 3 porsi susu rendah lemak dapat membantu melindungi serangan darah tinggi. Jenis susu yang mengandung kalsium, magnesium, kalium, vitamin D dan protein sangat baik untuk penderita tekanan darah tinggi. 5. Pilih Ikan Makanlah ikan setidaknya 2 kali seminggu. Ikan salmon atau ikan trout banyak mengandung omega 3 yang dapat menstabilkan tingkat trigliserida dan mengurangi resiko detak jantung yang tidak normal, nikmati ikan dengan cara dipanggang, dibakar, direbus, atau dipepes agar lebih sehat. Bila tidak dapat menemukan ikan bisa diganti dengan daging rendah lemak atau ayam tanpa kulit. 6. Pilihlah kacang-kacangan Mengkonsumsi kacang seperti kacang polong, lentil dapat membantu menurunkan kadar kolestrol. Kacang mengandung serat larutdan kaya akan nutrisi yang dapat membuat jantung lebih sehat. Kacang mengandung campuran nutrisi komplek, senyawa tanaman yang bermanfaat, serat dan lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda. Cobalah makan 4 porsi seminggu untuk makan ini. Tapi ingat kacang merupakan sumber kalori yang terkonsentrasi, jadi nikmati 1/4 cangkir saja alam sehari. 7. Pilih lemak baik Dalam melakukan diet lemak juga masih dibutuhkan untuk menjaga kesehatan. Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda memiliki efek positif pada kesehatan Anda. Lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda dapat membantu mengurangi kolestrol, trigleserida dalam darah dan menurunkan resiko penyakit jantung. makan yang mengandung lemak tak jenuh diantaranya alpukat, ikan, dan kacang-kacangan, Anda juga bisa mencoba produk yang dibuat dari minyak nabati, seperti salat dan mayones. Lemak jenuh dan trans dapat meningkatkan kadar kolestrol, sehingga kurangi konsumsi makan yang mengandung lemak jenuh dan trans seperti gorengan dan olahan makanan yang dibuat dengan minyak terhidrogenasi parsial dan biasanya terdapat dalam susu dan daging. lemak jenuh ditemukan dalam makanan seprti keju, makanan penutup, mentega dan daging berlemak. 8. Kurangi sodium Dengan mengurangi atau tidak menggunakan garam sebenarnya itu hanya mengurangi zat sodium sebesar 5%. Sekitar 75% sodium berasal dari makanan olahan seperti saus, makanan beku, bumu, keju olahan dan makanan penutup yang terbuat dari gandum. Mengurangi asupan sodium akan membantu menurunkan tekanan darah. Makanlah makanan yang mengandung sodium kurang dari 1.500 mg per hari. Ketika membeli makanan kemasan lihat pada label dan pilihlah yang mengandung 140 mg sodium per porsi atau tanpa garam. 9. Kurangi konsumsi gula Makanan olahan sering dikemas denga gula. seperti permen, es krim dan produk roti. Gula banyak mengandung kalori yang bisa berakibat buruk terhadap kesehatan jantung. Diet gula dapat mengurangi kadar trigleserida tinggi. Batasi penggunan gula, disarankan sekitar 100 kalori (6 sendo teh) untuk perempuan dan 150 kalori (9 sendok teh) untuk laki-laki. 10. Hindari/ kurangi alkohol Untuk yang satu ini harus benar-benar dihindari, walaupun penelitian terbaru menunjukan dengan mengonsumsi alkohol moderat menawarkan beberapa perlindungan terhadp penyakit jantung pada sebagian orang namun hal ini belum jelas. Namun mengkonsumsi alkohol walaupun hanya sedikit dapat berbahaya dan menyebabkan resiko yang serius. Kelebihan alkohol dapat mengakibatkan meningkatnya tekanan darh tinggi, kadar trigleserida naik dan resiko mengalami struk. Inilah 10 Cara Mengoptimalkan Nutisi dan Melindungi Jantung Anda agar tetap sehat, semoga dengan artikel ini anda dapat tetap menjaga kesehatan dan dapat menjalankan aktifitas sehari-hari dengan lancar. Terima kasih semoga bermanfaat.
 11 Feb 2019    16:00 WIB
Gagal Jantung (Gejala dan Pengobatan)
Apakah gagal jantung itu? Gagal Jantung (Heart Failure)adalah suatu keadaan yang serius, dimana jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung) tidak mampu memenuhi kebutuhan normal tubuh akan oksigen dan zat-zat makanan. Kadang orang salah mengartikan gagal jantung sebagai berhentinya jantung. Sebenarnya istilah gagal jantung menunjukkan berkurangnya kemampuan jantung untuk mempertahankan beban kerjanya.  Apa gejala dari gagal jantung? Penderita gagal jantung yang tidak terkompensasi akan merasakan lelah dan lemah jika melakukan aktivitas fisik karena otot-ototnya tidak mendapatkan jumlah darah yang cukup.  Pembengkakan juga menyebabkan berbagai gejala. Selain dipengaruhi oleh gaya gravitasi, lokasi dan efek pembengkakan juga dipengaruhi oleh sisi jantung yang mengalami gangguan. Gagal jantung kanan cenderung mengakibatkan pengumpulan darah yang mengalir ke bagian kanan jantung. Hal ini menyebabkan pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, tungkai, hati dan perut. Gagal jantung kiri menyebabkan pengumpulan cairan di dalam paru-paru (edema pulmoner), yang menyebabkan sesak nafas yang hebat. Pada awalnya sesak nafas hanya terjadi pada saat melakukan aktivitas; tetapi sejalan dengan memburuknya penyakit, sesak nafas juga akan timbul pada saat penderita tidak melakukan aktivitas. Kadang sesak nafas terjadi pada malam hari ketika penderita sedang berbaring, karena cairan bergerak ke dalam paru-paru.  Penderita sering terbangun dan bangkit untuk menarik nafas atau mengeluarkan bunyi mengi. Duduk menyebabkan cairan mengalir dari paru-paru sehingga penderita lebih mudah bernafas. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya penderita gagal jantung tidur dengan posisi setengah duduk. Pengumpulan cairan dalam paru-paru yang berat (edema pulmoner akut) merupakan suatu keadaan darurat yang memerlukan pertolongan segera dan bisa berakibat fatal. Apa pengobatan untuk gagal jantung? Pengobatan dilakukan agar penderita merasa lebih nyaman dalam melakukan berbagai aktivitas fisik, dan bisa memperbaiki kualitas hidup serta meningkatkan harapan hidupnya. Pendekatannya dilakukan melalui 3 segi, yaitu mengobati penyakit penyebab gagal jantung, menghilangkan faktor-faktor yang bisa memperburuk gagal jantung dan mengobati gagal jantung.  Mengobati penyebab gagal jantung Pembedahan bisa dilakukan untuk:   memperbaiki penyempitan atau kebocoran pada katup jantung  memperbaiki hubungan abnormal diantara ruang-ruang jantung  memperbaiki penyumpatan arteri koroner  yang kesemuanya bisa menyebabkan gagal jantung.  Pemberian antibiotik untuk mengatasi infeksi.  Kombinasi obat-obatan, pembedahan dan terapi penyinaran terhadap kelenjar tiroid yang terlalu aktif.  Pemberian obat anti-hipertensi. Menghilangkan faktor yang memperburuk kondisi jantung: Merokok, garam, kelebihan berat badan dan alkohol akan memperburuk gagal jantung.  Dianjurkan untuk berhenti merokok, melakukan perubahan pola makan, berhenti minum alkohol atau melakukan olah raga secara teratur untuk memperbaiki kondisi tubuh secara keseluruhan.  Perubahan gaya hidup dapat Anda buat untuk membantu mencegah gagal jantung meliputi: Tidak merokok  Mengendalikan kondisi tertentu, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes  Tetap aktif secara fisik  Makan makanan yang sehat  Menjaga berat badan yang sehat  Mengurangi dan mengelola stress Baca juga: Banyak Makan Sosis Tingkatkan Resiko Gagal Jantung Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: bbc
 20 Aug 2018    08:00 WIB
Jenis Olahraga Untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung
Anda tidak perlu menjadi seorang atlit untuk memiliki jantung yang sehat. Berolahraga dengan intensitas sedang secara teratur dapat menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung dan berbagai penyakit kronik lainnya dengan cukup signifikan, juga dapat membantu meningkatkan stamina, kekuatan, dan fleksibilitas. Apapun aktivitas fisik yang Anda lakukan selalu memberikan dampak positif pada kesehatan Anda secara keseluruhan. Akan tetapi, berapa lama Anda harus berolahraga untuk menjaga kesehatan jantung Anda? Para ahli menganjurkan Anda untuk melakukan berbagai jenis aktivitas fisik seperti aerobik dengan intensitas sedang selama setidaknya 150 menit atau 75 menit setiap minggunya. Anda dapat melakukan berbagai jenis olahraga dalam 1 hari, jadi tidak harus melakukan olahraga yang sama pada waktu yang bersamaan. Kuncinya adalah Anda berolahraga secara teratur. Olahraga yang baik bagi kesehatan jantung adalah olahraga yang menyebabkan peningkatan laju pernapasan dan denyut jantung Anda, yang membuat jantung harus bekerja lebih keras sehingga jantung pun menjadi lebih kuat. Di bawah ini terdapat 5 jenis olahraga yang dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung Anda.   1.      Berjalan Cepat Tubuh manusia diciptakan untuk berjalan, jadi baik Anda berpergian dengan berjalan kaki atau berjalan kaki di atas treadmill, maka hal ini pun terhitung sebagai olahraga. Gunakanlah sepatu yang nyaman dan suportif sebelum berolahraga. Usahakanlah untuk berjalan cepat setiap kali Anda berjalan sehingga Anda pun dapat melakukan olahraga dengan intensitas sedang setiap kali Anda berjalan.   2.      Berlari Selain berjalan kaki atau berjalan cepat, tubuh manusia juga diciptakan untuk dapat berlari. Berlari juga merupakan salah satu olahraga yang sangat baik untuk membakar kelebihan kalori Anda. Seseorang dengan berat badan 75 kg dapat membakar 100 kalori per 1.6 km saat berlari. Bila Anda baru saja mulai melakukan olahraga lari, maka mulailah dengan berjalan cepat selama 5 menit kemudian lanjutkan dengan berlari selama 1-2 menit. Seiring dengan peningkatan stamina tubuh Anda, maka Anda pun dapat meningkatkan jumlah waktu yang Anda gunakan untuk berlari hingga nantinya Anda bahkan tidak perlu berjalan lagi.   3.      Berenang Berenang ternyata juga dapat membantu "melatih" otot jantung Anda yaitu dengan cara meningkatkan kekuatan dan tonus otot. Berenang merupakan pilihan olahraga yang aman bila Anda memiliki gangguan pada daerah persendian yang terasa nyeri saat berjalan atau berlari.   4.      Bersepeda Aktivitas fisik lainnya yang baik bagi jantung dan persendian selain berenang adalah bersepeda. Gunakanlah sepeda untuk berpergian bila Anda tidak memiliki cukup waktu untuk berolahraga. Pergi ke pasar atau ke kantor dengan menggunakan sepeda juga dapat melatih otot kaki dan otot perut Anda.   5.      Olahraga Campuran Jika hanya melakukan 1 jenis olahraga membuat Anda merasa bosan, maka lakukanlah berbagai jenis olahraga, misalnya setiap 3 menit berjalan kaki atau berjalan cepat berlarilah selama 1 menit atau melakukan olahraga angkat beban selama 1 menit. Intinya adalah pastikan Anda melakukan berbagai jenis olahraga tersebut secara bergantian tanpa berisitirahat sehingga denyut jantung Anda tetap tinggi. Melakukan berbagai jenis olahraga pada saat yang bersamaan tidak hanya dapat membantu mengusir rasa bosan Anda, tetapi juga dapat membantu meningkatkan kekuatan otot, meningkatkan stamina, dan meningkatkan kesehatan jantung.   Sumber: sheknows
 19 Jul 2018    16:00 WIB
Jantung Anda Bisa Semakin Sehat Dengan 7 Makanan Ini...
Dalam dunia yang serba cepat di mana kebanyakan orang lebih mencari sesuatu yang mudah dan praktis. Mulai dari kebutuhan hidup sampai makanan yang dikonsumsi sehari-hari, sehingga banyak orang yang memilih makanan yang siap saji. Padahal makanan yang siap saji adalah makanan yang tinggi kalori, tinggi kolesterol dan memiliki gizi yang baik sehingga bisa merusak organ tubuh terutama adalah jantung Anda. Sebelum masalah penyakit jantung merenggut kesehatan Anda, jagalah kondisi jantung Anda dari sekarang.   Untuk membantu menjaga kesehatan jantung Anda, perhatikan pola hidup dan makanan yang Anda makan. Selain itu ada makanan yang memang baik untuk jantung Anda yaitu: 1.      Semangka Buah manis berwarna merah ini memiliki kalori yang rendah, tinggi serat dan sumber antioksidan. Seorang ahli jantung dari Legacy Heart Center di Dallas-Fort Worth Metroplex mengatakan "semangka adalah sumber likopen yang luar biasa dan dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan kanker," kata Samaan. "Semangka juga memasok citrulline, yang dapat meningkatkan kesehatan pembuluh darah dan bahkan mungkin memiliki manfaat bagi orang-orang yang memiliki disfungsi ereksi dan kencing manis." Semangka juga merupakan sumber vitamin C dan A, serta kalium dan magnesium. 2.      Yogurt Untuk mendapatkan sesuatu yang manis dan gurih tapi tidak akan menyumbat pembuluh darah  Anda, pilihlah secangkir yogurt, yang akan melindungi jantung Anda kata Dr Andrea Paul, seorang dokter dan kepala medis di Boardvitals.com, sebuah online medis yang terkenal.  "Yogurt melindungi terhadap penyakit gusi, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung," katanya. Selain mengurangi risiko penyakit jantung, menurut Paul ketika Anda makan yogurt rendah lemak, Anda juga menyerap antioksidan, vitamin, serat dan probiotik yang bermanfaat untuk kesehatan Anda secara keseluruhan, menjaga saluran pencernaan. 3.      Tomat Tomat mengandung vitamin C seperti semangka, kaya akan likopen, antioksidan dan vitamin C yang akan membantu  melindungi sel-sel Anda dari kerusakan akibat radikal bebas. Tapi perlu Anda ketahui untuk mendapatkan manfaat likopen secara maksimal, adalah dengan cara dimasak. 4.      Alpukat Alpukat penuh asam lemak tak jenuh tunggal yang sehat dan merupakan sumber kalium, mineral juga dikenal untuk mengendalikan tekanan darah. Kemudian alpukat merupakan sumber vitamin C, serat dan karotenoid. Karotenoid telah dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular. Selain itu kandungan serat alpukat telah terbukti membantu tubuh menyerap antioksidan lain ketika dimakan dengan sayuran seperti bayam dan wortel, 5.      Buah beri Buah beri mengandung antioksidan tinggi yang baik untuk jantung. Buah beri membantu meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kolesterol jahat, menurunkan tekanan darah Anda. Selain itu buah beri rendah kalori, bebas lemak, mengandung nutrisi yang meningkatkan pertumbuhan tulang dan membantu mengubah lemak menjadi energi. Kandungan polifenol, yang terbukti meningkatkan kadar oksida nitrat, sebuah molekul yang menyebabkan pembuluh darah menjadi lebih lentur. 6.      Kacang-kacangan Hanya setengah cangkir kacang sehari akan menjaga jantung Anda dengan optimal, menurut ahli gizi. Serat larut adalah alasan utama mengapa kacang yang bermanfaat bagi jantung Anda. Serat mengikat kolesterol. Selain itu kandungan asam folat, magnesium, kalsium, asam lemak omega-3 dan vitamin B-kompleks – semua ini adalah nutrisi penting untuk menjaga jantung Anda sehat. 7.      Salmon Menurut studi menunjukkan mengonsumsi ikan secara teratur setiap minggu dikaitkan dengan risiko penyakit jantung koroner dalam jangka panjang yang menurun sekitar 30%. Terutama ikan air dingin, seperti salmon, mengandung asam lemak omega-3 yang membantu menurunkan tekanan darah dan dapat membantu mencegah irama jantung yang tidak teratur, sementara itu mengurangi peradangan di seluruh tubuh. Jantung adalah organ penting yang harus Anda jaga, jadi sebelum terlambat mengapa tidak dari sekarang Anda menjaganya.   Baca juga: Gejala Jantung Tidak Beraturan   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: livestrong
 24 Jun 2018    18:00 WIB
Kabar Gembira, Sikap Saling Mencintai Akan Membuat Jantung Makin Sehat!!!
Tiada kebahagian lain yang bisa menyaingi kebahagian perasaan saling mencintai. Anda mencintai dia, dan diapun membalas perasaan Anda. Sikap saling mencintai ini akan membuat Anda yakin untuk berkomitmen dan menjalin hubungan yang lebih serius. Bukan saja hal ini membuat Anda bahagia namun ada efek lain yang juga luar biasa yaitu membuat jantung Anda semakin sehat. Mengapa rasa saling mencintai bisa membuat jantung Anda lebih sehat? Berikut alasannya: 1.      Terhindar dari kebiasaan buruk Saat masih sendiri, mungkin banyak orang yang kurang peduli pada kesehatan tubuhnya. Seperti merokok, minum alkohol, bekerja sampai larut malam, terlalu sering bepergian dan beberapa hal lain yang mungkin sering dilakukan saat masih sendiri. Hal-hal tersebut dapat merusak jantung Anda. Berbeda halnya bila Anda sudah memiliki pasangan, akan ada seseorang yang mengingatkan Anda untuk terus hidup sehat. perasaan cinta yang Anda miliki akan mendorong Anda untuk menuruti hal-hal baik yang disarankan olehnya. 2.      Terhindar dari stres Saat seseorang mengalami stres, tubuhnya akan mengeluarkan hormon kortisol yang menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku. Hormon norepinephrine akan diproduksi tubuh saat menderita stres, yang akan mengakibatkan naiknya tekanan darah. Kehidupan dan masalah yang dihadapi akan membuat orang sering merasa stres. Namun akan berbeda bila Anda sudah memiliki pasangan. Anda bisa membagi setiap masalah yang Anda hadapi, akan ada seseorang yang mendengarkan keluh kesah Anda, membantu mencari solusi dan memberi dorongan semangat agar Anda bisa terus berdiri tegak menghadapi semua masalah yang ada. Hal-hal ini yang akan membuat Anda terhindar dari stres. 3.      Mendapatkan banyak pelukan Rasa saling mencintai akan membuat Anda dan pasangan saling memberikan pelukan. Pada saat Anda berpelukan dengan pasangan anda, jantung Anda akan berdetak lebih lambat dan akan terasa lebih rileks. Berpelukan juga bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Pelukan juga membantu memproduksi hormon oksitosin dan endorfin yang akan menurunkan tingkat stres dan membuat Anda merasa lebih bahagia. Begitu banyak manfaat hebat yang didapat dari rasa saling mencintai. Jadi tunggu apalagi bersiaplah untuk jatuh cinta lagi untuk Anda yang masih sendiri dan terus cintai pasangan Anda bagi yang sudah menemukan belahan jiwa... Baca juga: 10 Manfaat Seks Bagi Kesehatan Anda dan Pasangan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 05 Aug 2017    12:00 WIB
3 Hal yang Dapat Menurunkan Resiko Kanker dan Penyakit Jantung
Penyakit jantung dan kanker merupakan 2 jenis penyakit yang menjadi penyebab utama kematian pada pria sekarang ini, yang diikuti oleh stroke dan infeksi kronik saluran pernapasan bawah.  Terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya berbagai penyakit di atas, salah satunya adalah dengan mengubah gaya hidup Anda menjadi gaya hidup sehat. Anda dapat memulai hidup lebih sehat dengan cara mengkonsumsi diet sehat dan seimbang, aktif secara fisik (berolahraga secara teratur), atasi stress, dan menghindari berbagai kebiasaan tidak sehat seperti merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol.  Di bawah ini terdapat beberapa hal tidak terduga yang dapat membantu menurunkan resiko terjadinya berbagai penyakit di atas.   Tertawa dan Mendengarkan Lagu Banyak orang harus mengkonsumsi obat-obatan atau mengubah pola makannya seperti mengurangi konsumsi garam untuk menurunkan tekanan darahnya. Akan tetapi, ternyata mendengarkan lagu atau tertawa juga dapat membantu menurunkan tekanan darah Anda. Pada sebuah penelitian di Jepang, para peneliti menemukan bahwa para peserta penelitian yang kehidupannya dipenuhi oleh musik atau tawa memiliki tekanan sistoik yang lebih rendah (sebanyak 5-6 poin) dalam waktu 3 bulan dibandingkan dengan peserta penelitian lainnya yang kehidupannya tidak dipenuhi oleh musik dan tawa.  Menurut para ahli, penurunan tekanan darah seperti di atas sama seperti yang terjadi pada orang yang mengkonsumsi diet rendah garam atau mengalami penurunan berat badan sebanyak 5 kg. Tekanan darah normal yang dianjurkan adalah kurang dari 120/80 mmHg.   Diet Sehat dan Seimbang Meskipun tampak sederhana, banyak orang lupa bahwa apa yang mereka konsumsi merupakan apa yang digunakan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi organ. Kurangilah konsumsi makanan siap saji, makanan kemasan, junk food, dan berbagai jenis makanan tidak sehat lainnya yang rendah nutrisi tetapi kaya bahan kimia dan hormon yang dapat berdampak negative pada kesehatan Anda. Pilihlah makanan segar daripada makanan siap saji. Memasak untuk diri sendiri dan keluarga Anda dapat membantu menjaga kesehatan Anda dan seluruh keluarga Anda.   Atasi Stress Stress dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, baik kesehatan fisik seperti tekanan darah tinggi maupun kesehatan psikologis yakni depresi. Stress dapat membuat Anda merasa sangat lelah, kurang bersemangat, merasa depresi, makan atau minum terlalu banyak, dan sebagainya. Selain itu, stress juga dapat menurunkan gairah seksual Anda, membuat jantung Anda bekerja lebih keras, dan bahkan membuat Anda mudah marah.  Terdapat berbagai cara untuk mengatasi stress, mulai dari melakukan berbagai hal yang dapat membuat Anda merasa lebih rileks seperti menarik napas dalam-dalam, meditasi, berolahraga, melakukan hobi Anda, berpergian ke luar kota, atau bahkan berada bersama orang-orang yang Anda cintai juga dapat membantu menurunkan tekanan darah dan denyut jantung Anda, mengurangi stress, serta membuat Anda lebih mampu menghadapi berbagai tekanan dalam hidup.   Baca juga: Buah Delima Untuk Mencegah Penyakit Jantung Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womenlately
 30 Sep 2016    15:00 WIB
Obat Anti Nyeri Dapat Menimbulkan Gangguan Irama Jantung
Obat anti nyeri yang sangat populer penggunaannya saat ini terjadi dapat meningkatkan resiko timbulnya gangguan irama jantung seperti atrial fibrilasi. Studi terbaru yang diterbitkan di BMJ Open, Belanda, telah melakukan penelitian yang melibatkan 8.432 orang dengan usia rata-rata 69 tahun, mempunyai irama jantung yang normal pada awal dimulainya penelitian. Penelitian berlangsung selama 13 tahun dan sebanyak 87 orang mengalami atrial fibrilasi.Secara keseluruhan, para peneliti menemukan bahwa orang dewasa yang mengkonsumsi obat Anti nyeri dari golongan nonsteroidal anti-inflammatory drugs (Nsaids) mengalami peningkatan resiko terkena atrial fibrilasi sebanyak 80%. Apa yang menjadi penyebab dari atrial fibrilasi memang belum jelas, tetapi teori dari peneliti adalah obat anti nyeri menyebabkan peningkatan tekanan darah dan retensi cairan. Kedua hal tersebut akan mempengaruhi fungsi dari jantung. Obat nonsteroidal anti-inflammatory drugs (Nsaids) seperti ibuprofen dan aspirin juga telah lama diasosiasikan dengan peningkatan resiko penyakit jantung koroner dan serangan jantung. Dr. Bruno H. Stricker, seorang profesor pharmaco-epidemiology di Erasmus University Medical Center in Rotterdam mengatakan agar orang-orang yang sudah berusia lanjut agar lebih berhati-hati saat memilih dan menggunakan obat anti nyeri. "Sebaiknya mereka tidak melakukan apa-apa untuk meredakan nyeri. Nyeri memang mengganggu, tetapi menjadi sekarat akan lebih mengganggu." Baca juga: Tips Mencegah Penyakit Jantung dan Stroke  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.Sumber: foxnews