Your browser does not support JavaScript!
 05 Dec 2019    16:00 WIB
Pertumbuhan Gigi Geraham Bungsu yang Bermasalah
Pertumbuhan gigi bungsu yang terjadi pada usia 18-21 tahun sering bermasalah. Salah satu gangguan yang paling sering terjadi adalah impaksi. Apakah impaksi itu?Gigi yang Impaksi adalah suatu kondisi pada gigi geligi yang ditandai dengan munculnya sebagian daripada gigi dari gusi. Meskipun kondisi ini mungkin terjadi pada gigi manapun, kondisi ini cenderung berkaitan dengan gigi geraham bungsu. Gigi ini merupakan gigi terakhir yang tumbuh dan biasanya muncul pada remaja yang berusia 17 sampai 21 tahun. Kondisi ini sangat sering terjadi dimana gigi geraham bungsu terjebak didalam gusi. Pada beberapa kasus, kemungkinan ukuran rahang terlalu kecil untuk menampung gigi geraham bungsu dan akibatnya terjadi penumpukan gigi geligi ketika gigi ini mulai tumbuh keluar dari gusi, sehingga gigi menjadi impaksi. Gigi yang hanya muncul sebagian dapat menyebabkan terjebaknya makanan, plak di gusi, menyebabkan terjadinya peradangan dan rasa nyeri pada gusi. Biasanya, kondisi ini dapat diatasi dengan mencabut gigi geraham bungsu tersebut Apa saja gejala dari impaksi gigi geraham?Gejala Gigi yang Impaksi yang mungkin timbul:-  Gusi bengkak-  Gusi berdarah-  Gusi yang terasa sakit-  Kelenjar getah bening bengkak-  Memiliki kesulitan membuka mulut anda-  Rasa sakit pada rahang-  Sakit gigi Apakah penyebab dari gigi geraham impaksi?Penyebab Gigi yang Impaksi adalah:-  Memiliki gigi yang tumpang tindih-  Menderita Maloklusi Gigi Gelig-  Ruang bagi gigi geraham (geraham ketiga) yang tidak memadai untuk tumbuh dengan normal Apakah pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengobati impaksi gigi geraham?Tidak semua orang yang memiliki gigi impaksi memiliki gangguan kesehatan yang berkaitan dengan gigi impaksinya tersebut, tetapi gigi impaksi sering menimbulkan masalah bagi kebanyakan individu. Penanganan dan pengobatan Gigi yang Impaksi dapat berbeda tergantung pada kondisi pasien dan penyakit yang dideritanya. Pilihan pengobatan adalah: -  Analgesik-  Obat Pereda Rasa Sakit-  Pencabutan Gigi-  Pencabutan Gigi Geraham-  Sinar-X Gigi Ingin mengetahui lebih lagi mengenai impaksi gigi geraham? Silahkan baca di sini.
 30 Oct 2019    08:00 WIB
Pentingnya Perawatan Gigi Selama Kehamilan
Kehamilan dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut ibu, di mana dapat terjadi pembengkakan gusi dan gusi berdarah. Selain itu, hormon yang diproduksi selama kehamilan juga dapat membuat gigi anda lebih mudah terserang plak. Perawatan Gigi Sebelum Hamil Periksakanlah kesehatan gigi anda sebelum kehamilan. Dengan demikian, anda dapat mengetahui keadaan kesehatan gigi anda dan berbagai gangguan kesehatan yang ada sehingga anda dapat mengatasi berbagai masalah tersebut sebelum kehamilan terjadi. Perawatan Gigi Selama Kehamilan Beberapa hal yang harus anda lakukan dalam merawat kesehatan gigi anda selama kehamilan adalah: Beritahukanlah pada dokter gigi anda bahwa anda sedang hamil dan jangan melakukan pemeriksaan gigi pada trimester pertama kehamilan dan pada saat kehamilan anda telah berusia 30 minggu karena saat-saat ini merupakan saat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi anda. Anda dapat melakukan pemeriksaan gigi rutin pada trimester kedua. Semua tindakan pencabutan atau penambalan atau tindakan lainnya yang tidak perlu dilakukan dengan segera dapat ditunda hingga anda telah melahirkan Beritahukan pada dokter gigi anda setiap obat yang anda konsumsi Hindari melakukan foto rontgen apapun selama kehamilan Hindari penggunaan obat kumur yang mengandung alkohol Lakukanlah pemeriksaan gigi secara teratur selama trimester kedua kehamilan karena kehamilan menyebabkan perubahan hormonal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai gangguan pada gusi Perhatikan setiap perubahan pada gusi anda selama kehamilan Jagalah kebersihan mulut dan gigi anda untuk mencegah dan atau mengurangi berbagai gangguan kesehatan mulut Jika rasa mual dan muntah di pagi hari membuat anda sulit menyikat gigi anda, gantilah pasta gigi anda dengan pasta gigi yang tidak berasa selama kehamilan. Anda juga dapat mencoba membersihkan mulut anda dengan air dan tunggulah sekitar 1 jam sebelum mulai menyikat gigi Hal lainnya yang perlu anda perhatikan adalah agar anda menghindari berbagai makanan manis. Keinginan atau mengidam makanan manis sering terjadi selama kehamilan. Akan tetapi, ingatlah bahwa semakin banyak anda memakan makanan tersebut maka semakin besar pula resiko kerusakan gigi anda. Sebuah penelitian menemukan bahwa bakteri yang menyebabkan kerusakan gigi juga dapat ditularkan dari ibu pada anak. Konsumsilah makanan sehat dan seimbang selama kehamilan. Gigi bayi anda akan mulai berkembang saat kehamilan anda telah memasuki usia 3 bulan. Konsumsilah berbagai makanan kaya kalsium dan vitamin D seperti susu dan produknya, keju, dan yogurt bagi perkembangan gigi, gusi, dan tulang bayi anda.   Perawatan Gigi Setelah Melahirkan Bila anda mengalami gangguan kesehatan mulut apapun, baik pada gigi dan gusi, segera periksakan diri anda setelah melahirkan untuk memperoleh penanganan yang mungkin tidak dapat dilakukan selama kehamilan.    Baca juga: Gangguan Tidur Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 24 Oct 2019    16:00 WIB
Menggertakkan Gigi Saat Tidur (Bruxism) ? Apa Penyebabnya ?
Apa itu bruxism?Bruxism adalah kebiasaan buruk berupa menggesek-gesek gigi-gigi rahang atas dan rahang bawah, bisa timbul pada masa anak-anak maupun dewasa. Biasanya tindakan ini dilakukan pada saat tidur di malam hari dan penderita tidak menyadari bahwa ia memiliki kebiasaan buruk tersebut. Bruxism lebih sering dimiliki oleh kaum wanita dibandingkan pria. Apa saja gejala dan tanda dari bruxism?Pada saat tidur di malam hari, biasanya penderita akan mengeluarkan suara gigi-gigi yang beradu. Bila dilihat secara klinis, tampak adanya abrasi pada permukaan atas gigi-geligi rahang atas dan rahang bawah. Bila lapisan email yang hilang cukup banyak dapat timbul rasa ngilu pada gigi-gigi yang mengalami abrasi. Kadang terlihat adanya jejas atau tanda yang tidak rata pada tepi lidah. Apa saja perawatan yang dapat dilakukan untuk bruxism?Biasanya kasus-kasus bruxism terlambat didiagnosa karena penderita tidak menyadari bahwa mereka memiliki kebiasaan tersebut. Untuk perawatan kasus ini dokter gigi akan membuatkan alat tertentu yang didesain dan dibuat khusus sesuai dengan susunan gigi-geligi pasien, alat ini disebut night-guard dan digunakan saat tidur pada malam hari.  Alat ini akan membentuk batas antara gigi-gigi rahang atas dan rahang bawah sehingga tidak akan saling beradu. Pemakaian alat ini akan mencegah kerusakan yang lebih jauh pada gigi-geligi dan membantu pasien dalam menghentikan kebiasaan buruknya.Bila penyebab utama dari bruxism adalah stres, maka melakukan konsultasi dengan psikolog merupakan salah satu hal yang dapat membantu dalam menghilangkan kebiasaan buruk ini. Apa yang menyebabkan bruxism?Pada anak-anak, kadang kebiasaan ini timbul pada masa gigi-geligi sedang tumbuh. Pada orang-orang dewasa biasanya bruxism timbul karena adanya maloklusi (hubungan yang tidak baik antara gigi-gigi rahang atas dan rahang bawah), stres, rasa marah, rasa sakit, atau frustasi. Apa saja akibat dari bruxism?Bruxism dapat menyebabkan abrasi (aus) permukaan gigi-gigi pada rahang atas dan rahang bawah, baik itu gigi susu maupun gigi permanen.  Lapisan email (lapisan terluar dari gigi) yang melindungi permukaan atas gigi hilang, sehingga dapat timbul rasa ngilu pada gigi-gigi tersebut. Bila kebiasaan ini berlanjut terus dan berlangsung dalam waktu lama, dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan periodontal (jaringan penyangga gigi), maloklusi, patahnya gigi akibat tekanan yang berlebihan, dan kelainan pada sendi Temporo Mandibular Joint (sendi yang menghubungkan rahang bawah dan tulang kepala).   Ingin mengetahui lebih dalam mengenai bruxism? Silahkan baca di sini Sumber: cek gejala penyakit
 13 Oct 2019    08:00 WIB
Manfaat Anggur Merah bagi Kesehatan
Anggur merah merupakan salah satu jenis minuman alkohol yang dihasilkan dari buah anggur. Saat ini terdapat berbagai variasi minuman anggur yang diproduksi dari berbagai jenis buah anggur. Secara umum anggur merah merupakan jenis minuman anggur yang paling banyak diminum karena rasanya dan berbagai manfaat kesehatan yang dimilikinya. Anggur jenis ini mempunyai banyak sekali manfaat untuk tubuh, dan bila diminum dalam jumlah yang tepat dipercaya dapat memperpanjang harapan hidup. Anggur merah biasanya diminum saat makan siang atau makan malam karena rasanya yang unik dan manis. Sekarang mari kita lihat manfaat anggur merah terhadap kesehatan. Kandungan nutrisi anggur merahPada dasarnya anggur merah terdiri dari alkohol dan karbohidrat. Anggur merah memiliki kandungan 100 kalori pada setiap 100 ml nya. Banyaknya anggur yang  direkomendasikan untuk meminum adalah 120 ml setiap harinya. Anggur merah dalam jumlah yang tepat akan memberikan manfaat yang baik untuk jantung Anggur merah baik untuk otot jantungMengkonsumsi anggur merah setiap hari dalam jumlah sedikit akan menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah. Anggur merah membantu pengenceran darah arteri sehingga aliran darah akan lebih lancar. Anggur merah juga kaya akan polyphenol yang langsung melindungi otot jantung. Selain itu polyphenol juga dapat melindungi dinding pembuluh darah agar lebih kuat.Anggur merah juga mengandug resveratrol yang melindungi pembuluh darah dan menurunkan kadar kolesterol darah. Anngur merah juga dapat mencegah terjadinya bekuan darah. Mencegah terjadinya kankerAnggur merah diketahui memiliki kandungan antioksidan yang sangat kuat. Kandungan guercetin didalam anggur merah diketahui dapat mencegah pertumbuhan sel kanker didalam tubuh. Sejauh ini anggur merah diketahui dapat mencegah terjadinya kanker paru-paru. Resveratrol juga merupakan jenis antioksidan yang dapat mengurangi proses pertumbuhan sel tumor. Manfaat anggur merah untuk kesehatan gigiAnggur merah dapat mencegah gigi tanggal karena anggur merah dapat memperkuat enamel gigi. Kandungan polyphenol pada anggur merah juga berfungsi memperkuat gusi. Anggur merah dapat memperkuat daya ingatDengan rutin mengkonsumsi anggur merah dalam jumlah sedikit akan dapat memperkuat daya ingat dan fungsi otak. Anggur merah diketahui dapat mencegah penyakit alzheimer dan demensia. Anggur merah juga mengandung asetilkolin yang dapat meningkatkan kerja sel-sel otak dan mepertahankan daya ingat lebih baik. Memperbaiki sistem pencernaanKonsumsi alkohol dalam jumlah yang semestinya akan sangat baik untuk pencernaan. Alkohol mempunyai sifat anti-bakteri yang akan membantu fungsi pencernaan berjalan dengan baik. Berbagai variasi dan iritasi pada pencernaan dapat dicegah dengan mengkonsumsi anggur merah. Pembentukan batu empedu juga dapat dicegah dengan konsumsi anggur merah. Tulang lebih kuatMengkonsumsi anggur merah secara rutin juga dapat memperkuat tulang karena anggur merah dapat meningkatkan kepadatan tulang.Sumber: foodtofitness
 29 Aug 2019    18:00 WIB
Cegah Gigi Berlubang Dengan Tips Berikut!
Gigi berlubang adalah lubang yang terjadi di antara dua lapisan gigi, yaitu enamel dan dentin. Enamel merupakan lapisan gigi terluar yang berwarna putih dan keras. Dentin adalah lapisan berwarna kuning yang terletak tepat di bawah enamel. Kedua lapisan ini berfungsi untuk melindungi lapisan gigi terdalam yang disebut dengan pulpa. Pada lapisan pulpa terdapat banyak pembuluh darah dan saraf. Gigi berlubang merupakan hal yang sering terjadi dan mengenai hampir 90% populasi. Lubang yang kecil dapat tidak menyebabkan nyeri dan seringkali tidak disadari oleh penderita. Lubang yang lebih besar dapat membuat makanan tersangkut di dalamnya dan bagian pulpa gigi yang berlubang dapat teriritasi oleh racun bakteri atau makanan yang dingin, panas, asam, atau manis sehingga menimbulkan rasa nyeri.   Penyebab Gigi Berlubang Bakteri penyebab gigi berlubang yang terdapat di dalam mulut anda akan mencerna karbohidrat sederhana dan mengubahnya menjadi plak asam. Plak asam ini berbeda dengan plak pada gigi yang menyebabkan penyakit gusi. Plak asam yang dihasilkan oleh bakteri ini menyebabkan lapisan anorganik keras pada enamel dan dentin melunak. Lapisan yang melunak ini kemudian akan larut ke dalam air liur dan terbentuklah lubang pada gigi. Jika lubang ini tidak segera ditambal oleh dokter gigi anda, maka lubang ini akan terus mengerosi gigi dan merusak lapisan pulpa gigi anda. Kerusakan pada pulpa dapat menyebabkan kematian pulpa, infeksi, dan abses gigi. Pulpa yang rusak ini menyebabkan gigi perlu diangkat atau memerlukan penggantian pulpa gigi dengan suatu zat tertentu. Enamel pada gigi susu belum terbentuk sempurna dan berongga. Setelah 7 tahun maka enamel ini akan digantikan oleh enamel yang sempurna, keras, kuat, dan berkilau. Oleh karena itu, anak-anak lebih mudah mengalami gigi berlubang daripada orang dewasa. Bakteri penyebab gigi berlubang sulit dihilangkan karena bakteri ini sangat mirip dengan bakteri mulut lainnya yang tidak berbahaya. Terdapat banyak bakteri penyebab gigi berlubang, yaitu: Lactobacillus acidophilus yang terdapat di dalam lubang dan celah pada bagian atas permukaan gigi. Bakteri ini dapat menyebabkan pembusukan gigi pada anak-anak berusia 3-12 tahun, menyebabkan gigi berlubang pada bayi, dan gigi geraham permanen pertama yang mulai terbentuk pada usia 6 tahun 6 jenis bakteri Streptococcus yang menyerang permukaan lunak pada bagian samping gigi. Biasanya terjadi pada daerah yang bersentuhan dengan gigi lainnya. Lubang yang terjadi pada bagian ini sulit terlihat oleh mata sehingga membutuhkan foto rontgen Odontomyces viscoses yang hidup pada bagian belakang lidah dan  menyerang lapisan semen gigi yang tidak terlindungi. Lapisan semen merupakan bagian keras dan terluar dari akar gigi (dua pertiga bagian gigi yang biasanya terdapat di dalam tulang gigi). Pada lansia dan penderita penyakit gusi, akar gigi dan semen menjadi tidak terlindungi dan rentan terhadap infeksi bakteri   Pencegahan Gigi Berlubang Konseling Nutrisi Mengurangi konsumsi gula sederhana (sukrosa atau gula pasir) dapat mengurangi jumlah asam yang dihasilkan oleh bakteri di dalam mulut. Selain itu, mengkonsumsi kalsium, fosfor, vitamin A, D, dan C yang cukup dapat meningkatkan kesehatan dan kekuatan enamel. Kebersihan Rongga Mulut Menyikat gigi secara teratur dan sering dapat mengurangi pembentukan plak asam yang dapat merusak enamel gigi. Membersihkan gigi dengan benang (dental floss) dapat mengangkat plak asam dari permukaan lunak di antara gigi. Bila anda tidak dapat menyikat dan membersihkan gigi anda segera setelah makan, anda dapat mengunyah makanan yang dapat membersihkan gigi dan mulut anda pada akhir waktu makan. Makanan tersebut adalah apel dan seledri yang dapat membantu membersihkan sisa-sisa makanan dan plak. Mengunyah permen karet tanpa gula selama beberapa menit setelah makan juga dapat membantu. Jangan Terlalu Banyak Mengemil Kurangilah mengemil di antara waktu makan. Setiap makanan dapat menyebabkan terbentuknya plak asam pada gigi anda. Oleh karena itu, mengemil sepanjang hari dapat membuat gigi anda terpapar oleh plak asam ini. Fluoride Fluoride dapat memperkuat lapisan enamel dan dentin anak-anak sebelum gigi permanen keluar. Fluoride topikal (dioleskan langsung pada gigi) dapat mengisi rongga-rongga pada enamel yang belum terbentuk sempurna dan menutup lubang gigi yang kecil serta mengurangi pembentukan lubang pada gigi permanen. Penutup Gigi (Sealant) Penutup gigi atau sealant merupakan suatu lapisan plastik yang diletakkan pada lubang dan celah di bagian atas permukaan gigi belakang (gigi geraham). Penutup gigi sangat efektif dalam mencegah terbentuknya lubang dan direkomendasikan untuk dipasang pada seluruh gigi geraham permanen pada anak-anak. Penutup gigi ini juga digunakan untuk mengurangi pembentukan lubang pada gigi bayi dan orang dewasa yang mudah berlubang. Tindakan ini merupakan tindakan sederhana, tidak menimbulkan nyeri, dan tidak membutuhkan pembiusan.  Baca juga : Menghilangkan Plak pada gigi Sumber: webmd
 27 Aug 2019    18:00 WIB
Gangguan Gigi Pada Penderita Diabetes
Penderita diabetes lebih rentan terhadap infeksi berbagai kuman yang hidup di dalam mulut. Akibatnya, penderita diabetes lebih mudah mengalami gangguan gigi, infeksi gusi (gingivitis), dan gangguan tulang serta jaringan yang menyangga gigi (gangguan periodontal). Diabetes juga menyebabkan penurunan aliran darah ke gusi, yang membuatnya menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit. Selain itu, kadar gula darah yang tinggi juga dapat menyebabkan mulut menjadi kering (xerostomia) dan membuat gangguan gusi yang ada semakin memburuk. Penurunan jumlah air liur dapat menyebabkan peningkatan jumlah bakteri penyebab gigi berlubang dan pembentukan plak pada gigi.Gejala Jika anda menderita diabetes, beberapa gejala gangguan gigi yang dapat ditemukan adalah peradarahan, luka pada gusi, sering mengalami infeksi gusi, dan bau mulut.PencegahanUntuk mencegah berbagai gangguan gigi dan gusi pada penderita diabetes, menjaga kebersihan mulut anda merupakan salah satu cara pencegahan terbaik. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah berbagai gangguan gigi tersebut adalah:•    Periksakan gigi anda ke dokter gigi secara teratur•    Tanyakan pada dokter gigi mengenai bagaimana cara merawat gigi dan gusi anda, terutama bila anda menderita diabetes•    Sikatlah gigi anda setidaknya 2 kali sehari•    Lakukanlah dental floss setidaknya 2 kali sehari•    Berhenti merokok•    Jaga kadar gula darah anda tetap dalam batas normal Jika anda mengalami gangguan gusi yang sangat berat, maka tindakan pembedahan mungkin dapat menyelamatkan gigi anda. Akan tetapi, bila tindakan pembedahan tidak dapat dilakukan, maka gigi anda mungkin harus dicabut untuk mencegah infeksi menyebar dan menghancurkan tulang di sekitar gigi anda tersebut.Sumber: webmd
 13 Jul 2019    08:00 WIB
5 Kebiasaan Buruk Pembentuk Plak Pada Gigi
Apa Itu Plak Pada Gigi? Plak merupakan suatu perpaduan antara bakteri dengan zat yang dihasilkannya, yaitu mukopolisakarida yang merupakan suatu zat kimia lengket. Bakteri kemudian hidup pada lapisan plak gigi ini (biofilm).Pada awalnya, lapisan berlendir ini rapuh dan mudah dihilangkan dengan menyikat gigi. Akan tetapi, bila anda tidak menyikat gigi secara teratur, maka bakteri yang terdapat di dalam plak gigi ini akan melepaskan zat asam yang dapat merusak email gigi dan membuat gigi berlubang. Jika plak terus dibiarkan, maka lama-kelamaan plak ini akan mengeras dan membentuk karang gigi. Karang gigi merupakan plak gigi yang tidak dapat dihilangkan dengan menyikat gigi. Anda membutuhkan bantuan dokter gigi untuk menghilangkannya. Karang gigi yang terdapat pada gusi dapat menyebabkan terjadinya peradangan gusi (gingivitis) atau gangguan gusi lainnya.Untuk menghindari pembentukan plak dan karang gigi, hindarilah beberapa kebiasaan buruk di bawah ini.1.  Jarang Sikat GigiWalaupun orang lain mungkin tidak mengetahui apakah anda telah menyikat gigi anda, gigi anda mengetahuinya. Sikatlah gigi anda setidaknya 2 kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride. Untuk membantu membersihkan plak dari gigi anda, terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan, yaitu:•    Sikatlah seluruh bagian gigi anda dengan sikat dan pasta gigi dengan suatu gerakan memutar beberapa kali, pada seluruh bagian gigi dan gusi. Lakukanlah gerakan ini baik pada bagian depan maupun belakang gigi•    Untuk membersihkan daerah di antara gigi depan anda, maka luruskan (vertikal) sikat gigi anda dan sikatlah gigi anda dengan gerakan memutar•    Bersihkanlah juga lidah anda untuk mengurangi bau mulut dan menyingkirkan lebih banyak bakteri sehingga mulut anda lebih bersih2.  Jarang Melakukan Flossing GigiMenyikat gigi saja tidak dapat membersihkan sela-sela gigi anda di mana plak seringkali berada. Lakukanlah flossing (membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang) setiap harinya untuk mencegah kerusakan gigi akibat penumpukkan plak. Flossing juga dapat membersihkan plak pada gusi dan berbagai daerah lainnya yang tidak dapat dicapai oleh sikat gigi. Plak yang terdapat pada gusi dapat menyebabkan berbagai gangguan gusi.3.  Jarang Pergi ke Dokter GigiBahkan bila anda rajin menyikat gigi dan melakukan flossing gigi setiap harinya, masih ada plak yang terlewatkan oleh anda. Setelah beberapa waktu, plak yang terlewatkan ini akan mengeras dan membentuk karang gigi, yang hanya dapat dibersihkan oleh dokter gigi anda. Hal ini dapat mengurangi resiko terjadinya gigi berlubang atau bahkan kehilangan gigi.4.  Tidak Mengkonsumsi "Sikat Gigi" AlamiTerdapat beberapa jenis makanan yang dapat membersihkan plak pada gigi anda. Makanan ini berupa sayuran atau buah-buahan tanpa kulit seperti wortel, apel, timun, dan sebagainya. Selain itu, mengkonsumsi banyak sayuran dan buah-buahan dapat membantu mencegah terjadinya obesitas, penyakit jantung, dan kanker.5.  Sering Mengkonsumsi Makanan atau Minuman ManisBakteri menyukai berbagai jenis karbohidrat, termasuk gula. Mengkonsumsi permen atau meminum minuman soda yang manis membuat gula menempel pada gigi anda dan memberi makanan bagi bakteri. Bakteri ini akan membentuk suatu lapisan plak dan mengubah gula yang menempel pada gigi anda menjadi suatu zat asam yang dapat merusak gigi. Berbagai jenis permen dan makanan siap saji dapat menyebabkan terbentuknya plak pada gigi. Pencegahan Plak, Karang Gigi, dan Gigi Berlubang Obat KumurPenggunaan obat kumur anti bakteri dapat membantu menjaga kebersihan mulut dan gigi anda. Selain itu, obat kumur juga dapat mencegah bau mulut dan membantu mengangkat sisa-sisa makanan. Akan tetapi, anda tetap harus menyikat gigi dan melakukan flossing gigi walaupun telah menggunakan obat kumur. Permen Karet Tanpa GulaMengunyah permen karet bebas gula setelah makan juga dapat membantu mencegah kerusakan gigi. Mengunyah permen karet membuat mulut anda memproduksi lebih banyak air liur, yang mencegah pembentukan asam di dalam mulut anda setelah anda makan dan minum. Akan tetapi, ingatlah untuk tidak mengunyah permen karet secara berlebihan karena dapat menyebabkan gigi terlalu sering bergesekkan satu dengan yang lainnya atau menyebabkan gangguan sendi rahang. Sumber: webmd
 17 Jun 2019    09:00 WIB
Bagaimana Mencegah Gigi Patah?
Gigi patah atau gigi retak sering menimbulkan masalah untuk kesehatan mulut. Jika Anda sudah mengkonsumsi cukup kalsium tetapi gigi Anda patah, berarti ada sesuatu yang salah Anda lakukan.  Penyebab utama dari gigi yang patah biasanya karena mengkonsumsi makanan yang panas atau dingin berganti-ganti. Kemudian masalah kebersihan gigi juga dapat menyebabkan patahnya gigi. Patahnya gigi dapat disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal. Faktor internal dari gigi patah Ada banyak penyebab dari patahnya gigi. Berbagai faktor internal yang menyebabkan gigi patah misalnya defisiensi kalsium pada enamel gigi, pembentukan matriks gigi yang tidak baik yang menyebabkan gigi mudah pecah dan berlubang sehingga penyebabkan gangguan enamel dan menimbulkan keretakan pada gigi. Faktor eksternal dari gigi patah Faktor eksternal yang bisa menyebabkan gigi patah misalnya kecelakaan, kebiasaan meggertakkan gigi saat tidur, terlibat perkelahian. Mencegah terjadinya gigi patah Ada beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari gigi patah. Untuk orang yang memiliki kebiasaan menggertakkan gigi saat stress atau saat tidur, disarankan untuk menggunakan pelincung gigi. Dan juga harus dilakukan tindakan pencegahan supaya anak-anak dan orangtua tidak mudah jatuh. Saat melakukan olahraga yang berkaitan dengan fisik juga disarankan untuk memakai pelindung gigi. Hindari mengunyah atau menggigit benda yang keras seperti pinsil, pulpen, kukutangan dan lain sebagainya. Hal yang paling penting adalah menemui dokter gigi yang dapat memberikan Anda saran yang lebih tepat sesuai kondisi gigi Anda untuk mencegah gigi patah. Baca juga: 7 Hal yang Perlu Anda Ketahui Seputar IUD (Spiral) Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.  Sumber: healthmeup
 15 Sep 2018    18:00 WIB
5 Kesalahan Membersihkan Sikat Gigi
Pernahkan Anda membayangkan berapa banyak kuman yang ada di sikat gigi Anda? 10 milyard! Ya sebanyak itulah mikroba yang hidup di sikat gigi Anda. Sikat gigi dapat menjadi rumah untuk berbagai bakteri dan virus, bahkan beberapa jamur dapat timbuh subur didalamnya. Tipe bakteri yang terkandung didalamnya juga berbagai macam dari yang menguntungkan sampai yang menimbulkan penyakit digigi dan gusi Anda. Berikut adalah kesalahan yang sering Anda lakukan saat membersihkan sikat gigi:Menyimpan sikat gigi Anda dengan jarak kurang 2 meter dari toiletKarena kebanyakan orang melakukan sikat gigi didalam kamar mandi, maka lebih mudah untuk menyimpan sikat gigi di kamar mandi bukan? Apakah Anda ingin gas pembuangan dari toilet berada di mulut Anda? Tentu saja tidak. Jauhkanlah tempat penyimpanan sikat gigi Anda jauh dari toilet, paling tidak lebih dari 2 meter. Menyimpan sikat gigi di wadah plastikCara penyimpanan sikat gigi juga sangat berpengaruh terhadap kebersihan sikat gigi Anda dan bagaimana mikroba berkembang di dalamnya. Dengan menyimpan sikat gigi Anda dalam wadah plastik akan sangat berbahaya. Tetapi menyimpan sikat gigi dengan meletakkannya di gelas dan membiarkannya terbuka juga bukan metode penyimpanan yang baik. Simpanlah sikat gigi Anda didalam wadah yang terbuat dari kain. Kain ini akan menyerap sisa air liur yang tertinggal di sikat gigi juga menyerap kelembaban sikat gigi. Dengan cara ini Anda telah mencegah timbulnya bakteri baru di sikat gigi. Mensterilkan sikat gigi di microwaveAda beberapa orang yang menaruh sikat giginya di mocrowave dengan tujuan untuk mensterilkan. Tetapi kebanyakan sikat gigi terbuat dari plastik, silikon, nilon, dan microwave akan menghancurkannya. Dengan memanaskan sikat gigi dalam microwave akan menyebabkan pelepasan bisphenol-A (BPA) yang ada pada plastik sikat gigi. BPA ini sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan infertilitas dan berbagai jenis kanker. Untuk membersihkan sikat gigi Anda dapat mencucinya dibawah air mengalir menggunakan sabun kemudian tutup sikat gigi menggunakan bahan dari kain. Juga jangan lupa mengganti sikat gigi Andaminimal 4 kali dalam setahun. Anda pikir pasta gigi dapat membersihkan sikat gigi dari kuman?Pasta gigi yang normal tidak memiliki pengaruh terhadap bakteri dalam sikat gigi. Pada dasarnya didalam mulut kita terdapat milyaran mikroba baik yang dikenal dengan nama microbiome yang melindungi mulut dari virus dan bakteri jahat. Tetapi microbiome ini dapat menjadi bakteri baik karena penggunaan pasta gigi yang menggunakan deterjen atau cairan pencuci mulut yang menggunakan alkohol. Pasta gigi Anda mengandung banyak bahan kimiaHindari penggunaan pasta gigi yang mengandung bahan kimia seperti sodium laurel sulfate atau triclosan copolymer karena zat ini dapat mengiritasi mulut dan dapat melukai bagian dalam mulut. Sumber: foxnews