Your browser does not support JavaScript!
 08 Jan 2019    11:00 WIB
Suplemen Zinc Baik Untuk Kencing Manis
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa zinc merupakan elemen yang penting untuk penderita kencing manis. Zinc biasanya terikat dengan insulin dan membantu meningkatkan kontrol gula darah pada penyakit kencing manis tipe I (tergantung insulin) dan penyakit kencing manis tipe II (tidak tergantung insulin). Zinc terlibat dalam metabolisme gula dan merangsang produksi insulin. Sehingga Zinc dapat membantu untuk penderita kencing manis. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Jayawardena mengenai efek Zinc untuk penderita kencing manis yang diterbitkan dalam Jurnal "Diabetology and Metabolic Syndrome". Para ahli menyatakan bahwa zinc memberikan efek penurunan yang signifikan kepada tekanan darah sistolik dan diastolik. Suplemen zinc efektif dalam mengendalikan kadar gula dalam darah dan meningkatkan kolesterol HDL.   Kebutuhan tubuh akan zinc meningkat sesuai dengan pertambahan usia. Dengan meningkatkan asupan vitamin dan zinc, Anda dapat meningkatkan produksi insulin Anda dan mempertahankan kadar normal gula darah Anda. Sumber zinc adalah ikan, ayam, kuning telur, keju, biji-bijian, dll Para peneliti menyarankan apabila Anda menderita kencing manis, sebaiknya Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum konsumsi suplemen zinc. Karena suplemen ini tidak berfungsi untuk menggantikan obat kencing manis yang biasa diresepkan dokter namun sebagai pendamping untuk membantu dalam pengobatan kencing manis Sumber: medindia
 30 Nov 2018    11:00 WIB
Sering Merasa Gatal-gatal? Waspada Adanya Gangguan Organ Dalam
Apakah Anda sering merasa gatal-gatal? Saat seseorang merasa gatal mungkin berpikir hanya permasalahan iritasi yang hanya terbatas pada daerah kulit saja. Timbulnya rasa gatal dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti: Gatal psikogenik Stres dan gangguan emosional dapat membuat rasa gatal semakin memburuk, tidak peduli apa penyebab yang mendasari. Apabila masalah emosional adalah alasan utama timbulnya rasa gatal, kondisi ini dikenal sebagai gatal psikogenik. Gangguan organ dalam Gatal yang terjadi pada seluruh tubuh dapat menunjukkan beberapa kelainan kondisi medis seperti kencing manis, penyakit hati, gagal ginjal, sakit kuning, gangguan tiroid, atau bahkan kanker. Kelainan darah seperti leukemia dan gangguan limfatik seperti penyakit Hodgkin kadang-kadang menyebabkan timbulnya rasa gatal juga. Alergi obat Pada beberapa orang akan timbul reaksi alergi obat yang menimbulkan rasa gatal, timbul ruam kulit yang berwarna kemerahan. Obat-obatan yang sering menimbulkan reaksi alergi obat seperti penisilin Gatal akibat gigitan serangga Gatal akibat gigitan serangga, selain itu larva cacing tambang yang menembus kulit Saat Anda merasa sering gatal-gatal, kapan Anda harus menghubungi dokter: Apabila Anda merasakan gatal pada seluruh tubuh Timbulnya ruam yang cukup banyak Demam Ada tanda-tanda infeksi Gatal yang diikuti rasa nyeri Karena rasa gatal dapat disebabkan oleh berbagai hal maka yang harus Anda lakukan: Pemeriksaan fisik lengkap dan riwayat medis akan membantu mendiagnosa masalah mendasar. Melakukan berbagai pemeriksaan penunjang untuk membantu dokter untuk menentukan penyebab utama timbulnya rasa gatal. Penanganan Konsumsi antihistamin seperti difenhidramin dapat membantu mengurangi rasa gatal yang disebabkan karena kelainan pada kulit tapi tidak akan mengurangi rasa gatal dari penyebab lain. Pengobatan spesifik tergantung pada kondisi medis yang mendasari terjadinya rasa gatal tersebut. Untuk menghindari rasa ingin menggaruk, Anda dapat menggunakan losion atau kompres dingin. Sabun sering menyebabkan iritasi pada kulit dan dapat membuat makin gatal sehingga sebaiknya dihindari kecuali benar-benar dibutuhkan Krim atau salep yang mengandung kortison dapat membantu mengontrol rasa gatal akibat gigitan serangga, dermatitis kontak, atau eksim. Krim kortison tidak dapat dioleskan pada wajah kecuali atas saran dokter. Sumber: healthofchildren
 11 Oct 2018    11:00 WIB
Jangan Salah Paham, Kenali Dulu Penyakit Kencing Manis Disini
Penyakit kencing manis saat ini tidak bisa lagi dianggap remeh. Jumlah penderita kencing manis yang semakin hari semakin meningkat makin mengkhawatirkan..Penyakit kencing manis adalah penyakit yang cukup serius, karena penyakit ini bisa merusak seluruh sel dan pembuluh darah yang ujung-ujungnya dapat menyebabkan kerusakan seluruh organ tubuh.Untuk mengetahui apa itu kencing manis, Anda harus benar-benar mengerti karena ada beberapa pendapat keliru yang dapat membuyarkan pengetahuan Anda.Berikut adalah pendapat keliru mengenai kencing manis yang wajib Anda mengerti: 1.      Kencing manis bukan penyakit yang seriusApakah Anda pernah mendengar, saat ada beberapa orang tua yang sedang berbicara "sakit saya hanya kencing manis". Dimana kadar gula berlebihan dapat merusak seluruh tubuh mulai dari ujung kepala hingga kaki. Banyak orang yang menderita kencing manis mengalami penyakit mematikan seperti stroke, jantung, ginjal yang berakibat dengan kematian. Selain itu kencing manis juga bisa menyebabkan ketakutan yang luar biasa yaitu kebutaan dan luka tidak kunjung sembuh yang berakhir dengan amputasi. 2.      Kencing manis terbagi dua tipeKebanyakan orang mengganggap bahwa jenis kencing manis di bagi tipe basah dan tipe kering. Dimana luka yang dialami basah atau kering. Istilah diabetes kering digunakan bagi penderita kencing manis yang tidak mengalami luka atau infeksi, sedangkan tipe basah digunakan pada penderita kencing manis yang lukanya basah dan tidak kunjung sembuh.Padahal tipe kencing manis yang benar adalah:Diabetes tipe 1: suatu keadaan dimana terjadi akibat kerusakan pada pankreas. Organ penghasil insulinDiabetes tipe 2: terjadi akibat berkurangnya produksi insulin atau sel-sel tubuh menjadi kurang peka atau resistensi terhadap insulinInsulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas dan yang mengatur tingkat glukosa,  gula sederhana yang memberikan energi dalam darah. Tubuh manusia memerlukan glukosa sepanjang hari, dan glukosa yang berasal dari makanan yang orang makan. 3.      Penyebab kencing manis hanyalah gulaBanyak pendapat yang mengatakan bahwa bila Anda penderita kencing manis, hindari gula. Padahal penyebab meningkatnya kadar gula dalam tubuh tidak hanya gula. Namun beberapa zat makanan lain yang dapat diubah menjadi gula darah saat didalam tubuh yaitu karbohidrat. Konsumsi karbohidrat sederhana seperti nasi putih, kentang, mie merupakan penyebab utama kenaikan kadar gula darah Anda. 4.      Orang tua tidak menderita kencing manis maka Anda tidak akan menderita kencing manis.Kencing manis tipe 1 memang biasanya disebabkan karena keturunan, bila Anda memiliki salah satu orang tua yang memiliki kencing manis maka Anda berisiko mengalami kencing manis sekitar 23% dan bila kedua orang tua maka risiko meningkat menjadi 46%.Namun yang tidak pernah disadari oleh kebanyakan orang bahwa kencing manis yang bisa mengintai siapa saja adalah diabetes tipe 2, dimana keadaan ini bisa disebabkan pola hidup yang buruk. Seperti jarang olahraga, terlalu banyak makan makanan junkfood, merokok. 5.      Penderita kencing manis harus disuntik insulinPenderita diabetes tipe 1 memang harus disuntik insulin, karena adanya gangguan produksi hormon insulin.Namun untuk penderita diabetes tipe 2. Biasanya dokter akan menerapkan 4 pilar kencing manis seperti diatur pola makan, olahraga teratur dan pemberian obat-obatan yang membantu mengurangi zat gula dalam darah dan meningkatkan kemampuan insulin dalam bekerja. Namun bila obat-obatan minum sudah tidak mampu menurunkan kadar gula darah baru dokter akan memberikan insulin.Sekarang Anda sudah mengertikan pendapat mengenai  kencing manis yang keliru. Jangan biarkan informasi salah justru merusak pengetahuan Anda. Anda boleh menyebarkan informasi bila informasi tersebut benar dan berguna.. Baca juga: Pola Makan Sehat Untuk Penderita Kencing Manis Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: prevention
 10 Apr 2018    08:00 WIB
Mengapa Penderita Diabetes Lebih Rawan Penyakit Jantung?
Diabetes mellitus adalah kondisi kronis yang dapat menyebabkan komplikasi dari waktu ke waktu. Komplikasi ini bisa meliputi penyakit jantung koroner yang dapat menyebabkan serangan jantung, penyakit cerebro-vaskular yang dapat menyebabkan stroke, retinopati (penyakit pada mata) yang dapat menyebabkan kebutaan, nefropati (penyakit ginjal) yang dapat menyebabkan gagal ginjal. dan seringnya perlu hemodialisis, dan neuropati (penyakit saraf) yang bisa menyebabkan ulserasi pada kaki yang mungkin memerlukan amputasi. Banyak dari komplikasi ini tidak memberikan gejala pada tahap awal, dan sebagian besar dapat dicegah atau diperkecil dengan kombinasi perawatan medis yang rutin dan pemantauan gula darah.   Penyakit jantung, terutama penyakit jantung koroner (PJK) merupakan komplikasi utama penderita Diabetes Mellitus. Sejumlah besar pasien mungkin bahkan tidak tahu bahwa mereka memiliki penyakit jantung - suatu kondisi yang disebut silent emyocardial ischmia. Diabetes Tipe 2 dianggap setara dengan penyakit arteri koroner karena efek buruknya sama buruknya dengan penyakit jantung. Salah satu penelitian terbesar untuk jantung, The Framingham Heart Study, menyatakan bahwa kehadiran diabetes meningkatkan risiko penyakit jantung dua kali pada pria dan tiga kali pada wanita.   Diabetes tetap menjadi faktor risiko kardiovaskular utama bahkan bila dibandingkan dengan beberapa faktor pencetus lain seperti bertambahnya usia, hipertensi, merokok, hiperkolesterolemia, dan pembesaran jantung. Hal ini karena pasien yang menderita diabetes memiliki kejadian penyumbatan kompleks yang signifikan lebih tinggi dan membuat mereka rentan terhadap risiko jantung.   Seorang penderita diabetes rentan mengalami penyakit jantung, hal ini dikarenakan adanya kadar gula tinggi dalam pembuluh darah, gula cenderung merusak lapisan dalam pembuluh darah dan membuat darah lebih tebal, yang pada gilirannya membuat pasien lebih rentan terhadap penyakit jantung. Sehingga seseorang yang menderita diabetes perlu mengatur gula darah untuk mengendalikan risiko penyakit jantung.   Bagaimana Cara Mencegah Diabetes? Berhenti merokok: Perubahan gaya hidup paling penting. Seseorang perlu berhenti merokok. Ini adalah satu-satunya aspek terpenting dalam mencegah penyakit jantung bagi penderita diabetes. Olahraga teratur direkomendasikan: Penting untuk mengidentifikasi jenis latihan yang harus dilakukan dan dilakukan dengan teratur. Sudah terbukti dengan baik bahwa memulai olahraga dengan tiba-tiba untuk seseorang yang telah lama tidak melakukan olahraga justru memicu terjadinya serangan jantung. Tekanan Darah Tinggi harus dikontrol: Dengan modifikasi gaya hidup atau pengobatan, maka tekanan darah tinggi bisa dikendalikan. Sejumlah besar obat tekanan darah tersedia namun beberapa jenis obat tertentu memiliki efek yang lebih bermanfaat pada pasien diabetes. Kolesterol yang buruk membuat Anda lebih rentan terhadap masalah jantung: Kolesterol darah kadang kala tidak normal pada penderita diabetes. Sangat penting untuk melakukan tes darah untuk mengukur kadar kolesterol dan trigliserida dan memodifikasi makanan jika diperlukan.   Penyakit jantung, terutama penyakit jantung koroner (PJK) merupakan komplikasi utama penderita diabetes mellitus. Jadi rubah pola hidup Anda dengan baik sejak sekarang, jangan menunda.   Baca juga: Mengalami Kencing Manis Bukan Berarti Hidup Anda Berakhir, Ini Anjuran Yang Dapat Diikuti Agar Selalu Sehat   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur  Tanya dokter sekarang     Sumber: food.ndtv.com
 27 Feb 2018    16:00 WIB
Bahaya, Seseorang Yang Mengalami Kencing Manis Berisiko Lebih Tinggi Mengalami Kanker
Penyakit kencing manis atau dikenal dengan diabetes mellitus berisiko memiliki komplikasi dan mengalami beberapa penyakit seperti penyakit jantung, penyakit pada ginjal, mata dan lain-lain. Sekarang ini dikatakan bahwa mereka juga memiliki risiko mengalami kanker.   Apakah Hal Ini Benar atau Tidak? Menurut penemuan terbaru di Toronto, Kanada yang mengatakan bahwa seseorang yang memiliki diabetes tipe 2 mungkin berisiko tinggi terkena. Temuan menunjukkan bahwa risiko tertinggi muncul segera setelah diagnosis diabetes. Kejadian kanker juga meningkat secara signifikan pada penderita diabetes dalam tiga bulan pertama setelah diagnosis. Hal ini sebagian dapat dijelaskan oleh peningkatan kunjungan perawatan kesehatan dan tes skrining setelah diagnosis diabetes. Selanjutnya, individu dengan diabetes adalah 1,23 kali lebih mungkin didiagnosis menderita kanker dalam 10 tahun sebelum diagnosis diabetes dibandingkan dengan individu tanpa diabetes. Ini mendukung hipotesis yang ada sehingga faktor risiko bersama dapat berkontribusi terhadap diagnosis kanker dan diabetes. Hal diduga berdasarkan teori bahwa kadar insulin tinggi meningkatkan pertumbuhan sel kanker, yang pada gilirannya merangsang terbentuknya pembuluh darah baru. Pembuluh darah baru kemudian memberikan nutrisi pada sel kanker sehingga mempercepat pertumbuhan kanker. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang dengan diabetes tipe 2 mungkin memiliki risiko tinggi untuk mengembangkan beberapa jenis kanker. Meningkatnya epidemi diabetes dapat menyebabkan meningkatnya beban kanker menurut koran yang dipublikasikan secara online di jurnal Cancer. Diabetes dapat dicegah, dan juga, perubahan metabolik yang menyebabkan diabetes juga bisa dibalik dengan perubahan gaya hidup. Demikian pula, intervensi diet dan olahraga juga telah terbukti dapat mengurangi risiko kanker dan memperbaiki hasilnya. Untuk penelitian ini, tim melihat kejadian kanker di lebih dari 1 juta orang dewasa di berbagai titik waktu dan menunjuk pada kebutuhan akan pemahaman yang lebih baik tentang kaitan antara diabetes dan kanker.   Baca juga: Mengalami Kencing Manis Bukan Berarti Hidup Anda Berakhir, Ini Anjuran Yang Dapat Diikuti Agar Selalu Sehat   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: ndtv
 10 Jun 2017    15:00 WIB
Puasa Aman Untuk Si Pengidap Penyakit Kencing Manis
Bulan Ramadhan adalah bulan yang dinantikan semua umat muslim. Namun bagaimana untuk yang mengidap penyakit kencing manis. Kadar gula yang turun naik dapat menghambat seseorang untuk menjalankan  ibadah puasa. Apakah berbahaya bila si pengidap kencing manis berpuasa? Ternyata untuk yang mengidap penyakit kencing manis masih diperbolehkan untuk berpuasa. Pengidap kencing manis yang boleh berpuasa adalah  pengidap kencing manis yang masih dapat mengontrol kadar gula darah dengan perencanaan makan, olahraga dan obat-obatan. Namun bagi pengidap kencing manis yang membutuhkan suntikan insulin, penderita yang sudah memiliki komplikasi berat seperti gagal ginjal maupun gagal jantung tidak diperbolehkan berpuasa Berikut adalah tips yang dapat diikuti untuk pengidap kencing manis dan dapat menikmati ibadah puasa: Konsultasikan dengan dokter Anda  Apakah keadaan tubuh Anda cukup sehat dan dapat melakukan ibadah puasa. Cara minum obat Tanyakan kepada dokter cara mengkonsumsi obat penurun gula darah agar bisa disesuaikan dengan waktu berbuka dan waktu sahur. Contoh golongan obat metformin yang harusnya diminum 3 kali 500 mg dapat diminum  2 tablet saat berbuka dan 1 tablet saat sahur Pola makan Sesuaikanlan  jadwal dan jumlah  makanan saat sahur dan berbuka puasa. Makan tidak terlalu banyak saat berbuka boleh konsumsi teh manis dengan kurma, setelah sholat maghrib baru makan menu utama yang terdiri dari karbohidrat, protein. Setelah sholat tarawih boleh konsumsi 1 buah singkong rebus. Saat sahur Anda mengkonsumsi menu lengkap karbohidrat, protein, buah dan minum yang cukup  Olahraga Tetap berolahraga dan pilih yang gerakannya ringan, dan lakukan usai salat tarawih.  Selalu kontrol kadar gula darah Jika terlalu tinggi ataupun terlalu rendah, sebaiknya tidak berpuasa. Seorang pengidap kencing manis yang ingin berpuasa sebaiknya memiliki kadar gula darah terkontrol dibawah normal selama tiga bulan.   Pemantauan kadar gula darah juga bisa menghindari pasien dari ancaman hipoglikemia (kekurangan kadar gula dalam darah).  Dengan mengikuti tips di atas semoga Anda tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar
 01 Jun 2017    11:00 WIB
Pecinta Es Teh Manis, Berhati-Hatilah Terhadap Penyakit yang Satu Ini!
Bagi kebanyakan orang Indonesia, khususnya orang Jawa, es teh manis pastinya bukan suatu hal yang baru.  Minuman ini telah menjadi favorit sejak zaman dahulu kala, baik sebagai pelepas dahaga ataupun sebagai teman saat makan.   Baca Juga: Efek Samping Dari Terlalu Banyak Mengkonsumsi Teh Oolong   Akan tetapi, tahukah Anda bahwa minuman nikmat yang satu ini ternyata sangat berbahaya bagi kesehatan Anda?  Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Loyola University Medical Center di Chicago, Amerika Serikat; es teh ternyata dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal bila dikonsumsi secara berlebihan.   Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan teh mengandung oksalat yang lama-kelamaan akan menyatu dan membentuk suatu kristal atau batu kecil di dalam ginjal. Batu ini dapat terus membesar dan menyumbat saluran kemih seseorang.   Selain dipengaruhi oleh makanan dan minuman yang biasa Anda konsumsi, terbentuknya batu ginjal juga dapat dipengaruhi oleh beberapa hal seperti: Jenis kelamin. Batu ginjal berkembang 4 kali lebih cepat pada pria dibandingkan pada wanita Usia. Orang yang berusia lebih dari 40 tahun memiliki resiko menderita batu ginjal yang lebih tinggi Pernah menderita batu ginjal. Orang yang pernah menderita penyakit batu ginjal memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami hal yang sama Memiliki riwayat keluarga. Orang yang memiliki anggota keluarga yang pernah menderita batu ginjal akan memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki anggota keluarga yang menderita penyakit ini   Untuk mencegah terbentuknya batu ginjal, batasilah konsumsi teh Anda setiap hari. Ingatlah bahwa minuman paling sehat adalah air putih. Oleh karena itu, pastikan Anda mengkonsumsi setidaknya 2 liter air putih setiap harinya untuk membantu menjaga kesehatan ginjal Anda.   Selain itu, kurangilah konsumsi garam Anda dan konsumsilah suplemen kalsium, yang dapat membantu mengurangi penyerapan oksalat di dalam tubuh. Sitrat yang terdapat di dalam lemon juga dapat membantu mencegah terbentuknya batu di dalam ginjal.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: everydayhealth