Your browser does not support JavaScript!
 02 Aug 2019    16:00 WIB
5 Makanan Yang Harus Dihindari Penderita Kencing Manis
Diet diabetes adalah pola diet yang dilakukan oleh para pengidap kencing manis untuk mempertahankan kadar gula darah tetap normal. Ada beberapa makanan yang mungkin menggoda seperti permen dan kue-kue manis yang akan menyebabkan terjadinya lonjakan kadar gula darah pada pengidap kencing manis. Apabila seorang pengidap kencing manis sedang mengontrol kadar gula darah, berhenti konsumsi makanan berikut: Buah kering Buah umumnya sehat dan membantu mengurangi konstipasi (sulit buang air besar). Selain itu juga dapat meningkatkan energi. Namun buah kering dapat meningkatkan gula darah. Biasanya buah kering sedikit mengandung air, protein dan lemak sehingga dapat menyebabkan terjadinya lonjakan darah Susu utuh Susu yang mengandung lemak jenuh dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi insulin. Suatu keadaan dimana hormon insulin tidak dapat menurunkan kadar gula darah dengan baik. Selain itu lemak jenuh memiliki efek buruk terhadap jantung dan arteri  Jus buah Jus buah merupakan sumber buah-buahan yang sehat, namun untuk Anda yang mengidap kencing manis sebaiknya memakan buah utuh karena masih mengandung serat, yang diperlukan oleh tubuh.  Roti putih Roti putih merupakan karbohidrat sederhana yang dapat meningkatkan kadar gula darah, terlebih saat seseorang mengkonsumsi roti putih biasanya akan ditambahkan dengan margarin dan selai yang akan semakin meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Jauh lebih baik konsumsi roti gandum.  Kentang goreng Kentang goreng dan makanan berminyak lainnya dapat meningkatkan kadar gula darah. Karena pada beberapa orang sering konsumsi kentang goreng dengan nasi. Selain makanan yang digoreng akan menyebabkan gangguan pada jantung.  Sumber: healthmeu
 26 Jun 2019    18:00 WIB
Hubungan Antara Kencing Manis Dengan Perut Buncit
Dewasa ini banyak orang selalu merasa kuatir dengan penyakit kencing manis yang dianggap sebagai penyakit keturunan. Sehingga berpikir selama tidak ada riwayat keturunan penyakit kencing manis, maka seseorang tidak akan terkena penyakit kencing manis, akhirnya makan dengan sembarang dan melakukan pola hidup yang tidak sehat. Ternyata hampir 90% penyebab kencing manis disebabkan karena perubahan gaya hidup seperti seringnya mengkonsumsi makanan siap saji, minuman bersoda, kegemukan atau obesitas, kurang olahraga dan merokok. Dan hanya 10% saja yang disebabkan karena keturunan. Obesitas/kegemukan  adalah  keadaan terdapatnya timbunan  lemak yang berlebih didalam tubuh sehingga akan  membuat insulin tidak dapat masuk ke dalam sel tubuh. Terutama lemak yang bertumpuk didaerah perut/ perut buncit.  Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh tubuh. Fungsinya antara lain memasukkan gula dari dalam darah  ke dalam sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai sumber energi.  Pada orang yang gemuk atau mempunyai perut buncit  lemak akan menutup reseptor insulin sehingga menurunkan sensitivitas insulin. Terlebih lemak di daerah perut yang dekat dengan organ-organ tubuh yang penting. Akibatnya gula sulit masuk kedalam  sel dan gula akan tetap berada didalam darah.  Bila hal ini terjadi terus menerus akan menyebabkan peningkatan kadar gula darah di dalam tubuh. Kerja insulin semakin berat dan akhirnya terjadi gangguan proses kerja insulin. Lama kelamaan akan menjadi penyakit kencing manis.  Untuk itu apabila Anda seseorang yang mempunyai perut buncit, sering merokok, pola hidup yang santai, sering konsumsi makanan  junk food. Maka Anda akan berisiko menderita penyakit kencing manis. Sebelum semua terjadi ada baiknya Anda mengubah pola hidup yang sehat dan menghindari penyakit kencing manis.
 29 May 2019    11:00 WIB
Wow Ini Dia Makanan Berlemak Pengganti Donat
Saat mendengar kata lemak, banyak orang yang memiliki reaksi negatif yag spontan. Lemak jahat memang akan menimbulkan banyak penyakit, salah satunya penyakit jantung Namun lemak yang baik tetap dibutuhkan oleh tubuh yang dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung, membuat merasa kenyang dan membantu mencegah penurunan fungsi kognitif. Semua makanan dibawah ini mengandung lemak yang lebih banyak dibanding donat (yang mengandung lemak sebanyak 14 gram). Namun bukan berarti Anda tidak boleh mengkonsumsi makanan tersebut, berikut adalah alasannya: Alpukat Setiap setengah buah alpukat mengandung 15 gram lemak, namun 10 gram yang ada merupakan lemak tak jenuh tunggal yang dapat membantu menurunkan lemak LDL (kolesterol jahat yang dapat membentuk plak dan mengakibatkan sumbatan di pembuluh darah). Selain itu lemak yang terdapat dalam alpukat tersebut dikatakan dapat mencegah penumpukan lemak di perut berdasarkan penelitian yang diberitakan oleh Diabetes Care.  Dua sendok makan selai kacang Apabila Anda membatasi diri Anda konsumsi dua sendok makan selai kacang. Maka Anda akan mengkonsumsi lemak sekitar 16 gram. Separuhnya mengandung lemak tak jenuh tunggal. Selain itu Anda mendapatkan 4 gram lemak tak jenuh ganda, yang akan membantu mengurangi risiko diabetes/ kencing manis tipe 2 dan penyakit jantung.  3 telur berukuran besar  Anda akan mendapatkan sekitar 14 gram lemak apabila Anda mengkonsumsi tiga telur berukuran besar. Kadar lemak yang didapat cukup merata antara lemak jenuh, lemak tak jenuh tunggal, dan lemak tak jenuh ganda.  12 buah zaitun Meskipun 12 buah zaitun mengandung 15 gram lemak, namun sebagian besar mengandung lemak tak jenuh tunggal. Selain itu zaitun juga mengandung nutrisi lain yang bermanfaat. Sehingga Anda tidak dapat menyamakannya dengan donut    Sumber: womenshealthmag
 27 May 2019    16:00 WIB
Kenali Berbagai Penyebab Rasa Gatal
Rasa gatal yang sering mengganggu dapat disebabkan oleh berbagai hal. Hal apa sajakah yang dapat menimbulkan rasa gatal: Kulit kering Saat seseorang memiliki kulit yang kering, maka akan mudah timbul rasa gatal. Kulit kering biasanya terjadi akibat faktor lingkungan seperti cuaca panas atau dingin dengan kelembaban yang rendah, penggunaan AC yang berlebihan, mandi terlalu lama dan terlalu sering Kondisi kulit dan ruam Banyak kelainan pada kulit yang menimbulkan rasa gatal, termasuk eksim (dermatitis), psoriasis, kudis, kutu, cacar air. Rasa gatal biasanya diikuti dengan berbagai keluhan lain dan, seperti timbul warna merah, kulit yang teriritasi, timbul benjolan dan lecet. Kelainan kondisi medis Termasuk kencing manis, penyakit hati, malabsorpsi gandum (penyakit celiac), gagal ginjal, anemia defisiensi besi, masalah tiroid dan kanker, termasuk leukemia dan limfoma. Gatal biasanya mempengaruhi seluruh tubuh. Gangguan saraf Kondisi yang mempengaruhi sistem saraf - seperti multipel sklerosis, kencing manis, saraf terjepit dan herpes zoster (cacar ular) juga dapat menimbulkan rasa gatal-gatal. Iritasi dan reaksi alergi Wol, bahan kimia, sabun dan zat lainnya dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan rasa gatal-gatal. Kadang-kadang beberapa zat, bahan alergi dalam kosmetik, produk perawatan kecantikan dapat menyebabkan reaksi alergi. Alergi makanan juga dapat menyebabkan kulit gatal. Obat Reaksi terhadap obat, seperti antibiotik, obat antijamur atau obat narkotika, dapat menimbulkan ruam yang luas dan gatal-gatal. Kehamilan Selama kehamilan, beberapa wanita mengalami kulit gatal, terutama pada bagian perut, paha, payudara dan lengan. Selain itu kondisi kulit gatal, seperti dermatitis, dapat memperburuk rasa gatal selama kehamilan. Sumber: mayoclinic
 01 May 2019    11:00 WIB
5 Tanda Penyakit Kencing Manis Yang Perlu Diwaspadai
Penyakit kencing manis adalah penyakit yang dapat menjangkit siapa saja, tidak terkait gender. Bisa terkena pada wanita maupun pria. Namun wanita rentan terkena penyakit kencing manis pada saat kehamilan. Berikut adalah tanda penyakit kencing manis pada wanita: Berat badan turun naik Salah satu penyakit kencing manis adalah perubahan berat badan yang cukup signifikan.  Bisa tiba-tiba mengalami penurunana berat badan dikarenakan gangguan yang terjadi pada sistem metabolisme. Ataupun berat badan yang tiba-tiba meningkat untuk seorang yang baru terkena penyakit kencing manis dimana nafsu makan akan meningkat Rasa haus yang ekstrim Tanda yang lain adalah rasa haus yang ekstrim. Seorang yang menderita kencing manis akan selalu merasa haus dan harus memuaskan dahaganya. Bahkan ada rasa tidak perlu makan asalkan bisa mendapatkan minuman yang cukup. Apabila Anda merasakan haus secara berlebihan walaupun tidak melakukan aktivitas yang berlebihan ada baiknya Anda.  Sering merasa lelah Sering merasa lelah adalah gejala awal yang terjadi pada penderita penyakit kencing manis. Kelelahan yang dirasakan sangat mengganggu bahkan tubuh merasa tidak ada energi sama sekali. Kelelahan yang dirasakan membuat Anda tidak akan mampu melakukan pekerjaan fisik untuk jangka waktu yang panjang. Kelelahan juga dapat menyebabkan stres dan ketegangan. Sering pipis Dengan buang air kecil, ini adalah cara tubuh untuk membuang racun ataupun bahan-bahan yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh. Namun bila Anda sering buang air kecil meskipun tidak mengkonsumsi air putih terlalu banyak dan dimalam hari Anda sampai terbangun hanya untuk buang air kecil. Ini merupakan hal yang perlu diwaspadai. Sering buang air kecil tidak baik karena menyebabkan situasi yang tidak nyaman dan kehilangan energi. Apabila Anda mengalami hal ini segera konsultasikan dengan dokter Anda. Penyembuhan luka yang lama Pada penderita kencing manis proses penyembuhan luka biasanya lebih lama.  Jika luka tidak sembuh untuk waktu yang lama, itu bisa menjadi tanda penyakit kencing manis yang tidak boleh diabaikan.  Tanda-tanda diatas merupakan tanda awal yang dialami oleh penderita penyakit kencing manis. Untuk mencegah terjadinya komplikasi yang disebabkan oleh penyakit kencing manis suatu saat nanti. Adanya baiknya Anda konsultasikan masalah tersebut dengan dokter Anda. Sumber: boldsky
 27 Apr 2019    18:00 WIB
Apa Saja Faktor Risiko Penyakit Kencing Manis?
Dewasa ini banyak orang yang mengalami penyakit kencing manis. Tanpa mereka sadari mereka mengidap penyakit kencing manis. Hal ini dapat diakibatkan karena seringnya orang mengkonsumsi makanan junk food, minuman bersoda, merokok, minum alkohol, kurang olahraga.  Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Insulin adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh pankreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah/kadar gula dalam darah dan insulin dibutuhkan untuk merubah (memproses) karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang diperlukan tubuh manusia. Hormon insulin berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah. Penyakit kencing manis adalah penyakit yang dapat merusak sel dan pembuluh darah sehingga dapat menimbulkan komplikasi dari ujung kepala sampai ujung kaki seperti kebutaan, penyakit jantung, gangguan ereksi, luka yang tak kunjung sembuh yang berakhir dengan amputasi. Untuk itu kita harus mengetahui apa saja faktor risiko penyakit kencing manis sebelum terjadinya komplikasi. Faktor risiko penyakit  kencing manis: Usia > 45 tahun Berat badan berlebih, dilihat dari Indeks massa tubuh > 23 Ukur lingkar perut. Batas lingkar perut. Wanita: Tekanan darah tinggi >= 140/90 mmhg Riwayat kencing manis dalam garis keturunan Riwayat keguguran berulang, melahirkan bayi cacat, atau BB lahir bayi > 4000 gram Riwayat kencing manis selama kehamilan Penderita penyakit jantung koroner, tuberkulosis (TBC), hipertiroidisme Kolesterol HDL =< 35 mg/dl. Dengan menghindari faktor risiko diharapkan dapat terhindar dari penyakit kencing manis, atau untuk seseorang yang sudah mengidap penyakit kencing manis tidak sampai terjadi komplikasi. Sumber:  papdi