Your browser does not support JavaScript!
 16 May 2019    11:00 WIB
Apakah Mengkonsumsi Obat Kembung Aman?
Kembung, sendawa, dan nyeri perut karena gas adalah peristwa yang terjadi saat gas terkumpul di usus. Tidak hanya menimbulkan nyeri, keadaan tersebut terkadang bisa menimbulkan malu. Saat ini obat-obatan yang tersedia di pasaran untuk mengobati gejala kembung berisi bahan aktof bernama simetikon. Simetikon bekerja dengan mengumpulkan semua gas yang ada di perut dan usus menjadi gelembung sehingga lebih mudah dikeluarkan dan juga dapat meredakan nyeri yang diakibatkan oleh tekanan gas di perut. Simetikon cukup aman untuk digunakan oleh bayi, anak-anak dan orang dewasa dan tidak akan menimbulkan efek samping saat dikonsumsi sesuai dosis, bahkan jika dikonsumsi setiap hari. Tetapi pencegahan adalah obat yang terbaik. Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengobati perut kembung sebelum memutuskan mengkonsumsi obat: •  Menghindari makanan yang merangsang timbulnya gas didalam perut•  Makan dan minum secara perlahan•  Hindari konsumsi permen karet dan permen lainnya•  Hindari minuman karbonasi dan bir karena kedua jenis minuman ini melepaskan karbon dioksida didalam usus Jika Anda bosan mengkonsumsi obat, Anda bisa mencoba menggunakan bahan-bahan alami untuk mengobati kembung, seperti: •  Minum segelas teh peppermint setelah makan•  Mengkonsumsi probiotik untuk kesehatan usus•  Mengkonsumsi supplemen enzim sebelum makan Penting untuk Anda ingat agar selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsi obat atau melakukan perubahan drastis pada pola diet dan gaya hidup Anda.Sumber: foxnews
 24 Feb 2019    18:00 WIB
Kenali Gejala Sederhana Terkena Kanker Rahim
Kanker rahim biasanya ditemukan pada dinding rahim. Kanker rahim merupakan salah satu kanker yang paling sering terjadi pada wanita. Sekitar 7000 wanita didiagnosa mengidap kanker rahim setiap tahunnya. kanker ini sering terjadi pada wanita berusia 50 tahun ke atas. Pada dasarnya kanker ini tumbuh di dinding rahim kemudian berkembang ke jaringan tubuh yang lain melalui jalur pembuluh darah. Mengetahui stadium awal kanker rahimSecara umum terdapat 2 jenis kanker rahim, yaitu endometrial dan ulterian. Endometrial merupakan jenis kanker rahim yang paling sering terjadi, sementara ulterian lebih jarang terjadi. Terdapat berbagai gejala awal timbulkan kanker rahim. Pada awalnya, wanita yang terdeteksi kanker rahim akan mengalami periode penyangkalan. Kebanyakan dari mereka berpikir jika kanker rahim hanya terjadi pada orang tua saja, padahal kanker rahim juga dapat terjadi pada wanita berusia muda. Berikut adalah tanda-tanda awal kanker rahim. Jika Anda mengalaminya segera hubungi dokter. Penurunan berat badan tiba-tibaPenurunan berat badan tidak dapat terjadi secara tiba-tiba bukan? Jadi jika tiba-tiba Anda kehilangan berat badan sebanyak 5kg dalam waktu misalkan 1 bulan saja, tanpa ada olahraga atau perubahan diet, artinya Anda harus waspada. Ini bisa berarti tanda munculnya kanker rahim. Segera konsultasikan ke dokter Anda. KembungJika Anda sering merasa kembung dan merasa perut terasa penuh walaupun Anda tidak makan banyak, berhati-hatilah, karena bisa saja merupakan tanda kanker rahim. Jika Anda merasa kembung kemudian diikuti nyeri di pinggul atau perut mungkin juga hal ini suatu tanda kanker rahim. Jika kejadian ini hanya terjadi 1 kali maka Anda tidak perlu takut, tetapi jika terjadi selama 1 minggu maka Anda harus segera konsultasikan dengan dokter. Perubahan pada payudaraAnda tentu mengenal payudara Anda sendiri bukan? Anda mungkin tidak memeriksanya setiap hari tetapi tentu Anda akan menyadari jika ada perubahan pada ukuran dan tekstur payudara Anda. Ada saat Anda merasa kulit payudara Anda menebal dan timbul ruam kemerahan. Terkadang Anda merasa payudara membengkak. Jika iya, kemungkinan hal tersebut merupakan tanda kanker payudara. Menstruasi yang tidak normalJika Anda megeluarkan darah saat sedang menstruasi maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tetapi jika Anda mengeluarkan darah diantara masa menstruasi, maka ini tidak normal. Anda harus memastikan bahwa tidak ada yang salah dengan tubuh Anda. Jika perdarahan ini terjadi tidak teratur dan terus menerus, segera ke dokter karena kemungkinan hal tersebut tanda dari kanker rahim. Perubahan kulitJika Anda ingin mengetahui apakah Anda terkena kanker kulit maka Anda harus memeriksa perubahan pada tahi lalat. Bahkan Anda harus memeriksa apakah terjadi perubahan pigmentasi pada kulit Anda. Tetapi jika Anda memperhatikan adanya perdarahan pada kulit dan juga kulit mengelupas, mungkin Anda terkena kanker rahim. Sumber: boldsky
 12 Nov 2018    11:00 WIB
5 Alasan Mengapa Batuk Anda Tidak Kunjung Sembuh
Bingung mengapa batuk Anda tidak juga membaik walaupun telah mengkonsumsi berbagai jenis obat batuk? Hal ini mungkin dikarenakan Anda menderita gangguan saluran pernapasan lain dan bukan hanya flu dan batuk biasa. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa gangguan medis yang menyebabkan batuk Anda tidak juga sembuh, walaupun sudah berlangsung selama lebih dari 2 minggu.   Batuk Rejan (Pertusis) Walaupun penyakit ini sudah berhasil dieradikasi karena penggunaan vaksin pada tahun 1940an, akan tetapi belakangan ini penyakit ini mulai bermunculan kembali. Pada awalnya, gejala batuk rejan biasanya ringan seperti flu dan batuk biasa, seperti hidung meler, batuk ringan, dan demam. Setelah seminggu, batuk akan menjadi semakin hebat. Bila dibiarkan tanpa pengobatan, batuk rejan dapat menyebabkan terjadinya pneumonia. Jadi, bila Anda mengalami batuk hebat dan sulit berhenti, bahkan membuat Anda muntah; segera periksakan diri Anda ke dokter. Diagnosa biasanya ditegakkan berdasarkan pada hasil pemeriksaan darah dan foto rontgen dada. Pengobatan yang biasa diberikan adalah antibiotik.   Kanker Paru Sekitar 65% penderita kanker paru mengalami batuk kronik saat didiagnosa. Seringkali, batuk kronik merupakan satu-satunya gejala dari kanker paru. Jangan langsung merasa aman karena Anda tidak pernah merokok, karena sekitar 28% penderita kanker paru adalah orang yang tidak pernah merokok. Jadi, bila batuk Anda sudah berlangsung selama lebih dari 2 minggu, terutama bila disertai oleh adanya darah pada dahak, suara serak, nyeri saat menelan, dan nyeri dada; segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Baca juga: 5 Tips Untuk Menghentikan Batuk di Malam Hari   Pneumonia Salah satu gejala utama dari pneumonia adalah batuk kering persisten, yang cenderung memburuk pada malam hari. Jadi, bila Anda mengalami batuk dan gejala seperti flu lainnya yang tidak membaik setelah 10 hari, segera periksakan diri ke seorang dokter. Bila Anda mengalami kesulitan bernapas, nyeri dada, demam lebih dari 39 derajat celcius dan atau mengeluarkan dahak berwarna hijau, kuning, atau kemerahan tidak perlu menunggu hingga 10 hari dan segera periksakan diri Anda. Diagnosa biasanya ditegakkan berdasarkan pada hasil pemeriksaan fisik, foto rontgen dada, dan kadangkala CT scan dada. Pengobatan yang biasa diberikan adalah antibiotika. Sebagian besar penderita akan mulai membaik dalam waktu beberapa hari.   Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan gangguan saluran napas yang akan membuat penderitanya kesulitan bernapas. Ada 2 jenis PPOK, yaitu bronkitis (peradangan pada bronkus) dan emfisema (suatu kondisi di mana alveolus mengalami kerusakan). Merokok dapat meningkatkan resiko terjadinya PPOK. Anda perlu mencurigai PPOK bila Anda merupakan seorang perokok atau mantan perokok yang mengalami batuk kronik, yang menghasilkan banyak dahak, terutama di pagi hari. Penderita biasanya juga akan mengalami sesak napas, mengi, dan dada terasa seperti diikat. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter karena semakin dini pengobatan maka hasilnya pun akan semakin membaik. Penderita PPOK wajib berhenti merokok.   Tuberkulosis Tuberkulosis atau TBC merupakan suatu gangguan saluran napas yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Resiko seseorang menderita TBC akan meningkat bila ia memiliki daya tahan tubuh yang lemah (misalnya karena menderita diabetes stadium lanjut, HIV, atau kanker) dan atau baru saja berpergian ke daerah resiko tinggi. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila batuk Anda sudah berlangsung selama lebih dari 3 minggu dan disertai oleh nyeri dada, penurunan berat badan, fatigue (rasa amat sangat lelah), demam, keringat malam, dan atau bila Anda mengalami batuk darah. Tanpa pengobatan TBC dapat berakibat fatal. Kuman dapat menyebar ke seluruh tubuh Anda dan merusak tulang belakang, persendian, otak, dan bahkan jantung Anda. Diagnosa ditegakkan berdasarkan pada hasil pemeriksaan kulit atau darah. Pengobatannya adalah kombinasi antibiotika yang diberikan selama 6-9 bulan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 17 Jul 2018    13:00 WIB
Apa Penyebab Perut Banyak Menyimpan Gas ?
Perut kembung, bersendawa, dan buang gas merupakan suatu hal yang normal yang kadang-kadang terjadi. Hal ini dapat disebabkan oleh udara yang masuk selama anda makan atau berbicara atau dapat juga merupakan hasil metabolisme makanan yang anda makan. Akan tetapi, bila perut kembung, sendawa, dan buang gas terjadi terus-menerus, hampir sepanjang hari dan bahkan mengganggu aktivitas anda, maka ini bukanlah suatu hal yang normal. Perut kembung dan banyaknya gas di dalam perut anda dapat merupakan suatu gejala penyakit tertentu.   Perut Kembung Saat gas di dalam perut tidak dapat keluar melalui sendawa atau buang gas, maka gas akan tetap tinggal di dalam perut dan menyebabkan perut terasa kembung. Perut kembung kadang dapat menyebabkan nyeri perut tumpul dan ringan atau nyeri perut hebat. Sendawa atau membuang gas dapat membuat perut yang kembung terasa lebih baik. Beberapa hal yang dapat membuat perut terasa kembung adalah: Makanan berlemak. Lemak menghambat pengosongan lambung yang membuat perut terasa penuh Stress atau cemas Merokok Gangguan saluran pencernaan, baik yang disebabkan oleh infeksi, peyumbatan, atau adanya penyakit tertentu Irritable bowel syndrome, suatu keadaan yang menyebabkan perut terasa nyeri dan terjadi perubahan fungsi saluran pencernaan Penyakit seliak atau intoleransi laktosa yang menyebabkan usus tidak mampu menyerap nutrisi tertentu dari makanan Beberapa jenis makanan yang dapat menyebabkan perut terasa kembung adalah: Kacang-kacangan yang dipanggang Brokoli Kol Minuman soda Kembang kol Selada Permen karet Buah-buahan, seperti apel, peach, dan pir   Sendawa Sendawa merupakan salah satu cara tubuh untuk mengeluarkan gas dari dalam lambung. Gas dapat masuk ke dalam lambung anda saat: Anda makan atau minum terlalu cepat Makan sambil berbicara Meminum minuman bersoda Mengunyah permen karet atau memakan permen Minum melalui sedotan Beberapa hal yang dapat menyebabkan sendawa adalah: GERD (refluks gastroesofageal) merupakan suatu keadaan di mana asam lambung sering naik ke kerongkongan Kebiasaan di saat cemas Gastritis atau sakit maag Ulkus peptikum Gastroparesis merupakan suatu keadaan di mana pengosongan lambung lambat Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi sendawa adalah: Jangan makan atau minum terlalu cepat Jangan menggunakan sedotan saat minum Jangan minum minuman bersoda atau bir karena keduanya menghasilkan gas karbondioksida Jangan makan permen atau permen karet Jangan merokok Berkonsultasilah dengan dokter anda untuk mendapatkan pengobatan yang tepat bila sendawa disebabkan oleh penyakit tertentu seperti GERD atau gastritis   Buang Gas Buang gas merupakan salah satu cara untuk mengeluarkan gas yang terkumpul di dalam usus besar. Gas di usus besar biasanya merupakan suatu hasil fermentasi dari makanan yang tidak dapat dicerna oleh tubuh, misalnya serat atau gluten dan gula. Berbagai hal lainnya yang dapat menyebabkan terbentuknya gas di dalam usus adalah: Sisa makanan di dalam usus besar Perubahan bakteri normal usus akibat penggunaan antibiotika atau obat-obatan lainnya Malabsorpsi karbohidrat, yaitu suatu keadaan di mana tubuh tidak mampu menyerap karbohidrat Udara yang tertelan dan kemudian sampai ke usus besar Konstipasi atau sembelit. Semakin lama sisa makanan terdapat di dalam usus anda, semakin lama proses fermentasi terjadi dan semakin banyak gas yang dihasilkan Adanya penyakit tertentu seperi intoleransi laktosa atau irritable bowel syndrome   Sumber: www.mayoclinic.com