Your browser does not support JavaScript!
 16 Jun 2018    13:00 WIB
Bagaimana Cara Mencegah Kematian Dini Akibat Terlalu Banyak Duduk?
Sebuah penelitian menemukan bahwa menghabiskan sebagian besar waktu Anda duduk di depan layar komputer Anda dapat berdampak sangat buruk bagi kesehatan Anda, tidak perduli seberapa banyak olahraga yang Anda lakukan. Para peneliti menemukan bahwa jika Anda duduk selam alebih dari 4 atau 5 jam setiap harinya, maka Anda pun akan memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa duduk selama berjam-jam setiap harinya dapat meningkatkan resiko terjadinya kematian dini. Hasil ini pun tampaknya tidak dipengaruhi oleh seberapa banyak seseorang telah berolahraga. Jadi, walaupun Anda telah berolahraga secara teratur, resiko Anda untuk menderita berbagai penyakit di atas tetap saja tinggi. Di bawah ini terdapat beberapa tips yang mungkin dapat membantu Anda untuk tetap sehat walaupun memiliki pekerjaan yang mengharuskan Anda untuk duduk di sebagian besar waktu kerja, yaitu: Berdiri dan bergerak atau berjalanlah selama beberapa menit setelah duduk selama 30 menit atau lebih Jika Anda sering duduk karena hobi menonton televisi, maka cobalah untuk menonton televisi sambil berdiri atau bahkan sambil meniru gerakan aktor di film yang sedang Anda tonton Ketahuilah bahwa duduk lama dapat membuat tubuh Anda terasa tidak enak Pujilah diri Anda sendiri bila Anda telah berhasil melakukan beberapa tips di atas   Sumber: sheknows
 06 Nov 2017    12:00 WIB
Tahu Kah Kamu Siapa 7 Orang Paling Tua di Dunia?
Setiap orang di dunia ini tentunya ingin memiliki umur yang panjang dan tetap sehat walaupun sudah bertambah tua seperti 7 orang paling tua di dunia berikut ini.    1.      Kamato Hongo, 116 Tahun Kamato Hongo dilahirkan pada tanggal 16 September 1887 di Jepang. Wanita ini dianggap sebagai orang tertua di dunia mulai dari bulan Maret 2002 hingga saat kematiannya. Selama hidupnya ia tinggal di Kagoshima dan baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke 116 tahun sebulan sebelum kematiannya yang disebabkan oleh pneumonia. Ia meninggal pada tanggal 31 Oktober 2003.    2.      Maria Esther Heredia Lecaro de Capovilla, 116 Tahun 347 Hari María Esther Heredia Lecaro de Capovilla atau yang lebih dikenal dengan nama Maria Capovilla dilahirkan pada tanggal 14 September 1889 di Ekuador. Ia meninggal saat usianya telah mencapai 116 tahun 347 hari pada tanggal 27 Agustus 2006. Maria merupakan putri dari seorang colonel dan hidup berkelimpahan di sepanjang hidupnya. Ia mengatakan bahwa ia tidak pernah merokok atau mengkonsumsi minuman beralkohol di sepanjang hidupnya.    3.      Elizabeth "Lizzie" Bolden, 116 Tahun 118 Hari Elizabeth "Lizzie" Bolden dilahirkan pada tanggal 15 Agustus 1890. Ia merupakan wanita keturunan Afrika Amerika yang diakui oleh Guinness World Records sebagai manusia tertua karena usianya yang mencapai 116 tahun 118 hari. Ia meninggal pada tanggal 11 Desember 2006.   Baca juga: Berdiri Membuat Usia Anda Menjadi Lebih Panjang, Benarkah?    4.      Jeanne Louise Calment, 122 Tahun 164 Hari Jeanne Louise Calment dilahirkan pada tanggal 21 Febuari 1875 di Arles, Perancis. Ia meninggal pada tanggal 4 Agustus 1997 di usianya yang ke 122 tahun 164 hari.    5.      Shigechiyo Izumi, 121 Tahun Shigechiyo Izumi dilahirkan pada tanggal 29 Juni 1865 di Jepang. Ia dinobatkan sebagai orang yang bekerja paling lama di sepanjang hidupnya, yaitu selama 98 tahun. Ia meninggal pada tanggal 21 Febuari 1986 saat berusia 121 tahun.    6.      Carrie C. White, 117 Tahun Carrie C. White dilahirkan pada tanggal 18 November 1874 dan diakui sebagai orang tertua di dunia oleh Guinness World Records saat ia berulang tahun ke 114 tahun pada tahun 1988.ia meninggal pada tanggal 14 Febuari 1991 setelah sempat didiagnosa menderita gangguan jiwa pada tahun 1909 yang membuatnya harus dirawat di rumah sakit jiwa.    7.      Tane Ikai, 166 Tahun Tane Ikai merupakan salah satu wanita Jepang tertua di dunia. Ia dilahirkan pada tanggal 18 Januari 1879 dan meninggal pada tanggal 12 Juli 1995 di usianya yang ke 166 tahun, setelah sebelumnya mengalami 2 kali serangan stroke.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: dorogists
 08 Sep 2017    18:00 WIB
Tidak Sengaja Makan Benda Ini, Jantung Seorang Pria Robek!
Seorang pria Turki berada dalam kondisi kritis setelah mengkonsumsi sebuah roti yang ternyata mengandung pisau cukur.   Osman Sariboga, 36 tahun, membeli roti mematikan tersebut dari toko roti lokal di Kocaeli, Turki Barat. Ia mengkonsumsi roti tersebut bersama dengan sejumlah ayam. Beberapa saat setelah ia mengkonsumsi makanan tersebut, darah pun muncrat keluar dari dalam mulutnya.   Baca juga: Menelan Detergen, Seorang Anak Mengalami Luka Bakar Parah   Sang istri, Dilek Sariboga, 30 tahun, mengatakan bahwa suaminya batuk darah dan tampak kesulitan bernapas serta pingsan tidak lama kemudian. Ia pun segera menelepon ambulans dan memberitahu para petugas kesehatan yang tiba di rumahnya bahwa suaminya mungkin telah menelan tulang ayam. Ia sangat terkejut saat para dokter ternyata menemukan adanya sebuah pisau cukur di dalam tubuh suaminya.   Saat ini, Dilek Sariboga sedang menuntut toko roti tempat suaminya membeli roti, yang mengaku bahwa mereka tidak lagi menggunakan pisau cukur untuk memotong roti.   Para dokter memang berhasil mengeluarkan pisau cukur tersebut dari dalam tubuh Osman, akan tetapi pisau cukur tersebut telah menyebabkan kerusakan pada jantung pria tersebut. Mereka mengatakan bahwa Osman cukup beruntung karena pada saat kejadian sang istri sedang bersamanya, karena bila tidak, ia pasti sudah meninggal.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: foxnews
 11 Mar 2017    08:00 WIB
Penelitian Tentang Kematian
Pembahasan tentang kematian tidak akan pernah habis. Peristiwa alami ini pada dasarnya akan dilalui oleh setiap manusia. Namun, sejak ribuan tahun, kematian menyimpan banyak misteri yang belum terjawab hingga saat ini. Dari jutaan misteri tentang kematian, ada 20 fakta aneh dan unik yang berhubungan dengan kematian, apa sajakah itu? Dalam waktu 3 hari setelah meninggal, enzim yang biasanya mencerna makan malam akan mulai 'memakan' tubuhmu sendiri. Sepanjang sejarah, sekitar 100 miliar manusia sudah meninggal dunia. Di New York, lebih banyak jumlah orang melakukan bunuh diri ketimbang jumlah korban pembunuhan. Ketika kamu berulang tahun, diperkirakan ada 153.000 orang yang meninggal dunia. Kesalahan membaca tulisan dokter ternyata telah membunuh sekitar 7.000 orang setiap tahunnya. Rata-rata orang kidal meninggal 3 tahun lebih cepat dibandingkan mereka yang menggunakan tangan kanan. Di Amerika Serikat, setiap satu jam sekali, setidaknya 1 orang terbunuh karena supir yang mabuk. Gunung Everest Gunung tertinggi di dunia tersebut menyimpan sekitar 200 mayat di dalamnya. Setiap 40 detik sekali, seseorang di luar sana melakukan bunuh diri. Ikan hiu membunuh 12 orang setiap tahun. Sedangkan manusia membunuh 11.417 hiu setiap jamnya. Sebuah fakta yang menyedihkan. Pembunuh berantai dari Italia, Leonarda Cianciulli, dikenal sebagai pembunuh yang kejam. Ia membuat korbannya menjadi cake teh dan menyajikannya pada para tamu. Setiap 90 menit sekali, satu wanita meninggal saat hamil atau ketika melahirkan.   Sumber Panduan Hidup Sehat
 21 Feb 2017    12:00 WIB
Tidur Siang Dapat Meningkatkan Resiko Kematian
Orang berusia dewasa dan tua yang sering tidur siang dapat meningkatkan resiko kematian. Hal ini merupakan hasil penelitian dari  England suggests. Penelitian ini melibatkan partisipan berusia 40-79 tahun yang tidur siang secara teratur lebih dari satu jam setiap harinya, ternyata sebanyak 14% akan meninggal dalam kurun waktu 13 tahun, dibandingkan mereka yang tidak tidur siang. Semakin lama waktu tidur, semakin tinggi peningkatan resiko yang dialami. Mereka yang tidur siang satu jam atau lebih ternyata 32% akan meninggal selama periode penelitian berlangsung. Penelitian ini berlangsung setelah para peneliti mengeluarkan faktor penyebab kematian lain seperi usia, indeks masa tubih, apakah mereka merokok, seberapa lama mereka olahraga dan apakah mereka memiliki penyakit kronis (seperti diabetes, kanker, asma) Secara umum, peningkatan resiko angka kematian yang berkaitan dengan tidur siang biasanya disebabkan oleh penyakit saluran nafas. Dan hubungan antara tidur siang dengan peningkatan kematian paling banyak terjadi pada kelompok usia 40-65 tahun. Kelompok usia ini dua kali lebih banyak mengalami peningkatan resiko kematian jika mereka tidur siang secara teratur dibanding mereka yang tidak tidur siang. Kaitan langsung antara tidur siang dengan peningkatan angka kematian masih belum terlihat jelas, tetapi para peneliti menduga mereka yang cenderung tidur siang mempunyai kemungkinan penyakit yang tidak terdiagnosa dan mempengaruhi resiko kematian. Penelitian ini melibatkan 16.000 orang di Inggris (dimana tidur siang bukanlah hal yang lumrah dilakukan) yang menjawab pertanyaan mengenai kebiasaan tidur siang antara tahun 1998-2000 dan diikuti selama 13 tahun. Para peneliti mengatakan "tidur siang sehat" hanya memerlukan waktu 30 menit dan akan sangat menguntungkan. Tetapi para peneliti tidak secara khusus melihat efek dari tidur siang sehat ini, karena pertanyaan yang diberikan hanyalah pola tidur siang mereka berlangsung lebih dari satu jam atau lebih.Sindrom tidur apnu atau periode henti nafas yang sering terjadi saat tidur dapat menyebabkan seseorang merasa mengantuk sepanjang hari dan juga dapat meningkatkan resiko kematian. Studi terbaru memang tidak mempertimbangkan apakah para partisipan ini memiliki sindrom tidur apnu, tetapi orang yang memiliki BMI tinggi dan yang mengkonsumsi obat tekanan darah tinggi kebanyakan akan memiliki masalah sindrom tidur apnu.Sumber: foxnews
 07 Sep 2015    09:00 WIB
Tragis! Orang Ini Mati Akibat Tertawa
Segala sesuatu yang dilakukan berlebihan ternyata memang tidak baik, bahkan tertawa sekalipun. Hal ini dikarenakan saat merasa gembira, otak akan melepaskan bahan kimia alami yaitu adrenalin, yang dapat menjadi racun bagi berbagai organ tubuh manusia, khususnya jantung.   Kondisi emosi yang sangat kuat, entah emosi yang negatif ataupun positif akibatnya bisa berbahaya bagi jantung. Pada beberapa kasus yang langka, tertawa bahkan dapat menyebabkan irama jantung menjadi abnormal, yang dapat berujung pada kematian. Kematian ini biasanya disebabkan oleh sesak napas atau gagal jantung. Berikut contoh-contoh nyata kematian mendadak yang terjadi akibat tertawa berlebihan.   FITZHERBERT Pada suatu malam di bulan April 1872, ada seorang wanita bernama Ny. Fitzherbert yang tidak dapat berhenti tertawa saat menonton sebuah pertunjukkan opera hingga membuatnya harus dikeluarkan dari dalam teater. Satu minggu setelah malam itu, Ny. Fitzherbert dikabarkan meninggal karena terserang histeria berkelanjutan.   ZEUXIS Merupakan seorang pelukis Yunani. Ia menertawai lukisan seorang wanita yang baru saja ia selesaikan. Akan tetapi, karena tertawa terlalu berlebihan, akhirnya ia sesak napas dan meninggal.   PIETRO ARETINO Setelah mendengar sebuah cerita tidak senonoh dari saudara perempuannya, seorang penulis dari Italia, Pietro Aretino tertawa hingga terjungkal dari kursinya dan kemudian mengalami kejang-kejang lalu meninggal tidak lama kemudian.   THOMAS URQUHART Pengarang eksentrik asal Skotlandia ini meninggal ketika menertawakan perbaikan singgasana raja Charles II.   ALEX MITCHELL Pada tanggal 24 Maret 1975, Alex Mitchell ditemukan meninggal akibat tertawa saat menonton tayangan TV komedi “The Goodies.” Pada episode itu, muncul karakter yang berdandan khas orang Skotlandia dan bermain kungfu. Setelah 25 menit tertawa, Alex berhenti tertawa, kemudian merosot di sofa akibat terkena serangan jantung.   Baca Juga: 4 Manfaat Tertawa Bagi Kesehatan Anda   Sumber: kumpulanberitaunik
 27 Jul 2015    09:00 WIB
Seorang Ibu Mengalami Infeksi Mematikan Setelah Meminjam Alat Riasan Temannya!
Seorang ibu berusia 27 tahun di Australia sekarang hanya dapat duduk di atas sebuah kursi roda setelah mengalami infeksi berat karena menggunakan kuas riasan milik temannya. Jo Gilchrist mengatakan bahwa ia menderita infeksi bakteri staphylococcus yang ternyata menyerang tulang punggungnya setelah menggunakan kuas riasan milik temannya untuk memperbaiki riasannya. Ia dilarikan ke Princess Alexandra Hospital pada tanggal 14 Febuari 2015 di Brisbane, di mana para dokter berusaha untuk menyingkirkan bakteri tersebut dari dalam tubuhnya. Gilchrist mengatakan bahwa ia merasa sangat kesakitan dan tidak ada obat anti nyeri yang dapat membantu mengurangi rasa nyeri yang ia rasakan. Ia mengira bahwa ia akan segera meninggal, karena rasa nyeri yang ia rasakan jauh lebih parah dibandingkan dengan rasa nyeri saat ia melahirkan anaknya. Gilchrist mengatakan bahwa ia mengalami mati rasa pertama kali di daerah lengan, yang kemudian menjalar ke bagian dadanya, yang membuat para dokter memutuskan untuk membuatnya berada di dalam keadaan koma. Ia kemudian melalui tindakan pembedahan dan para dokter pun mengatakan bahwa ia telah terinfeksi oleh MRSA (Multi Resistant Staphylococcus aureus), sejenis bakteri berbahaya yang sulit diobati karena telah mengalami resistensi terhadap berbagai jenis antibiotika. Temannya mengaku bahwa ia memang sedang mengalami infeksi staphylococcus pada wajahnya dan Gilchrist menggunakan kuas riasannya. Gilchrist mengatakan bahwa ia tidak menyangka hal ini akan terjadi. Ia mengaku telah sering menggunakan alat riasan bersama-sama dengan teman-teman wanitanya. Para dokter yang menangani Gilchrist telah memberitahunya bahwa bakteri tersebut telah menyerang tulang belakangnya sehingga ia pun terpaksa harus berada di atas kursi roda selama sisa hidupnya. Akan tetapi, Gilchrist ternyata tidak menyerang begitu saja. Ia sedang berjuang agar dapat berjalan kembali dan tampaknya usahanya ini akan segera membuahkan hasil. Ia mengatakan bahwa sekitar 2 minggu lalu, para dokternya memperkirakan bahwa ia mungkin dapat kembali berjalan selama 1-2 jam setiap harinya. Dengan demikian, ia dapat kembali pergi berbelanja, mandi, dan bahkan menjemur pakaiannya sendiri. Selain kehilangan kemampuannya untuk berjalan, infeksi bakteri berbahaya ini juga membuat Gilchrist kehilangan kemampuan untuk mengendalikan kandung kemihnya, yang membuatnya tidak dapat menahan keinginan untuk buang air kecil. Ia juga tidak dapat merasakan apapun pada tubuh bagian bawahnya, yaitu mulai dari pinggul hingga telapak kaki. Gilchrist mengatakan bahwa dirinya cukup beruntung karena bakteri tersebut justru menyerang tulang belakangnya dan bukan otaknya, karena jika demikian, maka ia mungkin telah meninggal. Selain itu, bila bakteri tersebut ternyata menyerang kakinya, maka ia mungkin harus mengamputasi kakinya. Sementara itu, Gilchrist masih harus kembali ke rumah sakit selama 3 bulan ke depan untuk menerima suntikan antibiotik untuk membunuh bakteri berbahaya yang masih ada di dalam tubuhnya tersebut.   Baca juga: Hidup Lebih Lama Dengan Mencuci Tangan   Sumber: foxnews
 09 Mar 2015    11:00 WIB
Kurang Olahraga Lebih Mematikan Daripada Obesitas, Benarkah?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa jarang berolahraga ternyata 2 kali lebih mematikan daripada obesitas. Sebuah penelitian baru di Inggris menemukan bahwa bahkan olahraga ringan sekalipun seperti berjalan cepat selama 20 menit setiap harinya, sudah mampu menurunkan resiko terjadinya kematian dini hingga 30 %. Peningkatan aktivitas fisik pada orang yang biasanya tidak aktif ternyata memiliki beberapa manfaat signifikan bagi kesehatan, baik pada orang yang memiliki berat badan normal, berlebih, dan obesitas. Para peneliti memperkirakan bahwa dengan meningkatkan aktivitas fisik, angka kematian pada populasi pun akan menurun hingga 2 kali lipat lebih banyak daripada bila obesitas berhasil diatasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berapa pun berat badan Anda, mengubah aktivitas fisik Anda dari tidak aktif menjadi aktif dapat menurunkan resiko terjadinya kematian dini. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati data dari 334.000 orang pria dan wanita selama sekitar 12 tahun. selama kurun waktu tersebut, para peneliti mengukur berat badan, tinggi badan, lingkar perut, dan aktivitas fisik setiap peserta. Para peneliti kemudian menemukan bahwa melakukan aktivitas fisik merupakan salah satu kunci untuk menurunkan resiko terjadinya kematian dini. Para peneliti memperkirakan bahwa dengan melakukan olahraga yang membakar 90-110 kalori setiap harinya dapat menurunkan resiko terjadinya kematian dini hingga 16-30%. Walaupun hasil dari peningkatan aktivitas fisik ini paling jelas terlihat pada orang dengan berat badan normal, akan tetapi orang dengan berat badan berlebih dan obesitas pun juga mendapatkan manfaat. Berolahraga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memperbaiki fungsi mental, meningkatkan tenaga dan stamina, menguatkan otot dan tulang, dan menurunkan resiko terjadinya berbagai penyakit kronik seperti gangguan jantung, kanker, dan diabetes.   Sumber: newsmaxhealth
 20 Jan 2015    16:00 WIB
Minum Susu 3 Gelas Sehari Meningkatkan Angka Kematian?
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah mengkonsumsi susu baik untuk tubuh. Sebuah tim penelitian dari Swedia melakukan penelitian pada 61.000 wanita berusia 39 sampai 74 tahun dan dipantau selama 20 tahun.  Para relawan ini mengkonsumsi susu.   Para relawan memberikan rincian tentang diet dan gaya hidup, berat badan, kebiasaan merokok, frekuensi olahraga, tingkat pendidikan dan status perkawinan. Pada akhir penelitian ditemukan ada 25.500 orang meninggal dan 22.000 menderita patah tulang. Asupan susu tinggi tidak disertai dengan rendahnya risiko patah tulang tetapi "mungkin terkait dengan tingkat kematian yang lebih tinggi", kata penelitian tersebut. Ada sekitar 180 wanita yang meninggal setiap dari 1000 wanita yang mempunyai kebiasaan konsumsi tiga gelas susu dalam sehari atau lebih, dibandingkan dengan kelompok yang tidak konsumsi susu ada sekitar 126 kematian setiap 1000 perempuan. "Wanita yang mengkonsumsi tiga gelas atau lebih per hari memiliki risiko sekitar 90 persen kematian lebih tinggi, sekitar 60 persen risiko mengalami patah tulang pinggul lebih tinggi dan sekitar 15 persen mengalami patah tulang dibagian manapun dibandingkan dengan mereka yang minum susu hanya satu gelas Risiko kematian lebih tinggi ternyata bergantung dengan jenis susu yaitu susu tinggi lemak Selain itu produk susu mengandung banyak D-galaktosa, jenis gula yang pada hewan percobaan ternyata menunjukkan dapat mempercepat penuaan dan memperpendek umur. Sumber: medindia