Your browser does not support JavaScript!
 27 Oct 2019    18:00 WIB
Penyebab Gangguan Kesuburan Pada Pria
Memiliki momongan adalah impian setiap pasangan. Namun hal ini menjadi sulit apabila pasangan tersebut mempunyai masalah dengan kesuburan. Gangguan kesuburan tidak hanya dialami wanita namun juga oleh pria. Infertilitas/ kemandulan dapat didefinisikan sebagai kegagalan dimana seorang wanita tidak dapat hamil setelah melakukan hubungan seks yang teratur tanpa kondom/ tanpa menggunakan kontrasepsi apapun setidaknya selama enam bulan sampai satu tahun. Infertilitas dibagi dalam: Infertilitas primer adalah kegagalan untuk mencapai kehamilan yang pertama Infertilitas sekunder adalah kegagalan untuk mencapai kehamilan yang berikutnya. Infertilitas primer dapat terjadi pada satu dari tujuh atau sekitar 15 persen pasangan yang mencoba untuk mempunyai keturunan. Ada sekitar 15 persen dari pasangan yang gagal memiliki keturunan disebabkan adanya masalah kesuburan pada pria dan sekitar 25 persen permasalahan yang terjadi pada kedua pasangan.Mengapa seorang pria dapat mengalami gangguan masalah kesuburan? Ada beberapa penyebab gangguan kesuburan pada pria, yaitu: Masalah obstruktif (penyumbatan dalam tabung pembawa sperma) Penyakit dan cedera testis Varikokel (varises pada organ genital pria) Gangguan sperma Kelainan genetik Adanya masalah dengan ereksi dan ejakulasi Gangguan hormonal Beberapa jenis penyakit yang dapat mengurangi kesuburan Obat-obatan yang mengurangi kesuburan Racun lingkungan dan radiasi. Sumber: netdoctor  
 11 Dec 2018    18:00 WIB
Penyakit Menular Seksual Mengakibatkan Kemandulan?
Penyakit Menular Seksual (PMS) dapat menyebabkan gangguaan kesuburan pada pria dan wanita. PMS dapat ditularkan melalui kontak seksual dengan pasangan yang terinfeksi melalui oral (mulut), anal (anus), atau vaginal. PMS yang paling umum terjadi pada remaja dan dewasa muda usia 15 sampai 24 tahun. Klamidia dan gonore adalah penyakit menular seksual akibat bakteri yang paling umum terjadi. Seringkali seseorang yang mengalami Klamidia dan gonore tidak memiliki gejala pada awalnya. Klamidia dan gonore apabila tidak diobati dapat mempengaruhi kesuburan pria dan wanita. Pada wanita, gonore dan klamidia dapat menyebabkan servisitis (radang serviks/ leher rahim) atau uretritis (radang uretra). Apabila tidak ditangani dengan baik. Sekitar 10 sampai 15 persen dari infeksi klamidia akan menyebabkan infeksi saluran kelamin bagian atas dalam rahim atau saluran tuba. Infeksi pada saluran kelamin bagian atas disebut penyakit radang panggul. Gejala yang terjadi seperti nyeri panggul, cairan vagina abnormal, perdarahan vagina, mual dan demam. Penyakit radang panggul adalah kondisi yang sangat serius karena secara permanen dapat merusak rahim dan saluran tuba. Seseorang yang mengalami PMS, apabila tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan terjadinya jaringan parut pada saluran tuba yang dapat mencegah sel telur dan sperma bertemu, sehingga menghambat pembuahan. Jaringan parut ini juga meningkatkan risiko kehamilan ektopik, kehamilan di dalam saluran tuba. Kehamilan ektopik berpotensi mengancam nyawa. Tanpa operasi darurat, seorang wanita dapat mengalami kematian karena pendarahan. Gonore dan klamidia juga menyebabkan uretritis pada pria, yang sebagian besar juga tidak menunjukkan gejala apapun. Apabila tidak diobati, infeksi dapat menyebar sampai saluran genital dan menyebabkan epididimitis, yaitu peradangan pada epididimis. Epididimitis kronis, yang dapat menyebabkan kemandulan karena dengan merusak pergerakan sperma, fungsi dan jumlah sperma. Sumber: livestrong
 11 Nov 2018    18:00 WIB
Hati-hati! Varikokel Pada Pria Bisa Bikin Mandul
Hai, sahabat! Kita pasti bertanya-tanya apa itu varikokel dan apa hubungannya dengan ketidak suburan pada pria. Yuk kita bahas! Pertama-tama kita harus tahu bahwa Varikokel adalah pembesaran vena di dalam skrotum. Skrotum adalah kantung yang tertutup kulit yang memegang testis pria. Ini juga mengandung arteri dan vena yang mengantarkan darah ke kelenjar reproduksi. Vena-vena ini disebut pleksus pampiniformis. Kelainan vena pada skrotum dapat menyebabkan varikokel. Varikokel hanya terjadi di skrotum dan sangat mirip dengan varises yang dapat terjadi di kaki. Varikokel dapat menyebabkan penurunan produksi dan kualitas sperma, yang pada beberapa kasus dapat menyebabkan infertilitas (kemandulan). Hal ini juga bisa mengecilkan testis seorang pria. Varikokel seringkali terjadi, khususnya dapat ditemukan pada pria dewasa sebanyak 15 persen dan sekitar 20 persen pada remaja laki-laki. Dan lebih sering terjadi pada laki-laki berusia 15 hingga 25 tahun. Varikokel umumnya terbentuk selama masa pubertas dan lebih sering ditemukan di sisi kiri skrotum pria. Anatomi sisi kanan dan kiri skrotum pria tidak sama. Varikokel bisa ada di kedua sisi, tetapi sangat jarang. Tidak semua varikokel mempengaruhi produksi sperma. Apa yang menyebabkan varikokel ? Tali spermatika menahan setiap testis. Tali ini juga mengandung vena, arteri, dan saraf yang mendukung kelenjar. Dalam pembuluh darah yang sehat di dalam skrotum, katup satu arah memindahkan darah dari testikel ke skrotum, dan kemudian mereka mengirimnya kembali ke jantung. Kadang-kadang darah tidak bergerak melalui pembuluh darah seperti seharusnya dan mulai menggenang di pembuluh darah, hingga menyebabkan pembesaran, Varikokel berkembang perlahan seiring waktu. Tidak ada faktor risiko yang ditetapkan terjadinya varikokel, dan penyebab pastinya tidak jelas. Tetapi kita bisa kenali mengenai gejala-gejala varikokel : Adanya benjolan di salah satu buah zakar pria; pembengkakan di skrotum pria, vena yang terlihat membesar atau terpelintir di skrotum pria, yang sering digambarkan tampak seperti sekantong cacing, nyeri tumpul dan berulang di skrotum pria. Kondisi ini dapat berdampak pada kesuburan. Varikokel ditemukan pada 35 hingga 44 persen pria dengan infertilitas primer dan pada 45 hingga 81 persen pria dengan infertilitas sekunder. Infertilitas primer umumnya terjadi pada pasangan yang tidak memiliki anak setelah setidaknya satu tahun mencoba. Sedangkan infertilitas sekunder terjadi pada pasangan yang telah hamil, setidaknya sekali, tetapi tidak bisa hamil lagi. Bagaimana varikokel didiagnosis? Dokter biasanya mendiagnosa kondisi pasien setelah pemeriksaan fisik. Varikokel tidak bisa selalu dirasakan atau terlihat ketika pasien berbaring. Dokter kemungkinan besar akan memeriksa testis pasien dalam keadaan berdiri dan berbaring. Dokter akan melakukan USG skrotum. Ini membantu mengukur vena spermatika dan memungkinkan dokter yang memeriksa  mendapatkan gambaran kondisi yang mendetail dan akurat. Bagaimana cara Pengobatannya? Tidak semua varikokel membutuhkan perawatan. Itu sebagian besar dilakukan jika: kita kesakitan ,kita memiliki masalah kesuburan, testis kiri tumbuh lebih kecil dari pada yang kanan. Pada dasarnya tidak ada obat untuk mencegah varikokel. Jika kita sakit, dokter mungkin meminta kita untuk mengambil ibuprofen untuk rasa sakit. Tetapi jika kita memang membutuhkan perawatan, Kita mungkin harus menjalani salah satu operasi ini: 1. Varicocelectomy (Bedah Terbuka Konvensional). Ini adalah prosedur yang paling umum. Dalam varicocelectomy konvensional dokter membuat sayatan dua atau tiga inci di bawah area selangkangan atau di perut. masuk dan mengikat pembuluh darah yang bermasalah. 2. Bedah Mikro. Mikro (Ligasi mikro) adalah prosedur di mana sayatan yang lebih kecil dibuat. Dokter hanya memotong kulit dan jaringan lemak. Karena dia tidak memotong otot, ada lebih sedikit rasa sakit dan pemulihan lebih cepat. Dokter mengidentifikasi varikokel (vena bengkak) melalui mikroskop operasi. Varikokel besar dipotong dan dijepit tertutup. Varikokel yang lebih kecil dipotong dan dijepit. Operasi membutuhkan waktu kurang dari satu jam dan waktu pemulihan singkat. 3. Laproscopy. Ini mirip dengan bedah terbuka konvensional dan sayatan biasanya dilakukan di perut. 4. Coil Embolization, Occlusion Radiologic Balloon atau Radiologic Ablation (Non-Bedah) Ini disebut sebagai prosedur minor atau prosedur non-bedah. Hal ini tidak terlalu umum dilakukan. Kumparan baja atau kateter balon silikon dimasukkan ke vena pada kaki di bawah selangkangan dan dilewatkan di bawah bimbingan sinar X ke vena testis. Intinya, pembedahan hanya diperlukan jika varikokel menyebabkan kita sakit atau jika kita mencoba memiliki anak. Nah, guys!…ada baiknya kan kita berkonsultasi ke dokter ahli yang tepat.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.\ Sumber : www.healthline.com, www.nyfertility.org
 26 May 2014    10:30 WIB
Benarkah Kemandulan Dapat Menyebabkan Kematian Dini Pada Pria?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa pria yang mengalami kemandulan akibat adanya kelainan pada air mani dan spermanya lebih sering mengalami kematian dini daripada pria yang memiliki air mani normal. Penelitian ini menemukan bahwa dalam waktu sekitar 8 tahun, pria yang memiliki 2 atau lebih kelainan pada air maninya memiliki resiko kematian yang lebih tinggi (lebih dari 2 kali lipat) daripada pria yang memiliki air mani yang sehat.  Pada penelitian ini, para peneliti memeriksa rekam medis sekitar 12.000 pria yang berusia di antara 20-50 tahun yang melakukan pemeriksaan kesuburan di the Stanford University School of Medicine atau the Baylor College of Medicine di Houston, Amerika. Pada kedua tempat tersebut, para dokter telah mencatat berbagai informasi, mulai dari kualitas air mani pasien, yang mencakup volume air mani, jumlah sperma, serta pergerakan dan bentuk sperma.  Para peneliti kemudian membandingkan data ini dengan data kematian para peserta, sambil tetap mempertimbangkan berbagai gangguan kesehatan yang dapat mempengaruhi kualitas air mani. Para peneliti menemukan bahwa seorang pria yang hanya memiliki 1 kelainan pada air maninya tidak mengalami peningkatan resiko kematian dini, akan tetapi terjadi peningkatan resiko kematian dini sebanyak 2.3 kali lipat pada pria yang memiliki 2 atau lebih kelainan pada air maninya dibandingkan dengan pria yang tidak memiliki kelainan apa pun pada air maninya. Semakin banyak kelainan pada air mani, maka semakin tinggi resiko kematian dini yang mungkin dialami. Beberapa hal yang berhubungan dengan peningkatan resiko kematian dini adalah: Jumlah air mani  Konsentrasi sperma atau jumlah sperma  Aktivitas sperma Jumlah total sperma Jumlah total sperma yang aktif Bentuk sperma yang abnormal tampaknya tidak memiliki hubungan dengan peningkatan resiko kematian selama waktu pengamatan. Satu hal yang perlu diingat bahwa penelitian ini tidak membuktikan bahwa kelainan air mani dapat menyebabkan peningkatan resiko kematian, tetapi hanya menunjukkan bahwa adanya suatu hubungan antara kelainan air mani dengan kematian dini. Para peneliti menduga bahwa terdapat beberapa hal yang mungkin menjadi penyebab mengapa buruknya kualitas air mani memiliki hubungan dengan kematian dini, seperti: Jika tubuh Anda tidak dapat menghasilkan air mani yang normal, maka mungkin tubuh Anda juga tidak dapat menjalankan fungsi lainnya dengan normal Kelainan sperma juga dapat disebabkan oleh rendahnya kadar testosteron di dalam tubuh. Berbagai penelitian telah menemukan adanya hubungan antara testosteron dengan panjang umur Berdasarkan berbagai penelitian, pria yang memiliki anak biasanya memiliki umur yang lebih panjang dan angka kematian yang lebih rendah Walaupun penelitian ini hanya menyelidiki hubungan antara kemandulan pada pria dengan kematian dini, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa wanita pun memiliki resiko yang sama.   Sumber: newsmaxhealth