Your browser does not support JavaScript!
 06 Oct 2019    11:00 WIB
Apa Itu Cerebral Palsy ?
Apa Itu Cerebral Palsy ? Cerebral palsy merupakan suatu kumpulan gejala gangguan neurologis yang terjadi pada tahap awal kehidupan. Kelainan ini menyebabkan gangguan permanen pada kemampuan pergerakan penderitanya. Cerebral palsy disebabkan oleh gangguan di dalam otak dan biasanya tidak progresif, dengan demikian keadaan penderitanya tidak memburuk seiring dengan semakin bertambahnya usia. Cerebral palsy merupakan suatu kelainan yang sebenarnya telah ada sejak lahir akan tetapi baru diketahui beberapa tahun kemudian.   Penyebab Cerebral palsy merupakan akibat cedera otak atau gangguan perkembangan otak. Pada sebagian besar kasus, penyebab cerebral palsy ini tidak diketahui. Kerusakan otak ini dapat terjadi saat kehamilan, persalinan, atau pada 2-3 tahun awal kehidupan anak. Berbagai penyebab cerebral palsy adalah: Kelainan genetik atau metabolik Cedera pada saat lahir Tertular infeksi tertentu seperti rubella dari ibu saat kehamilan Komplikasi kehamilan Kadar gula darah yang rendah Kelahiran prematur Cedera kepala yang terjadi pada beberapa bulan awal kehidupan Infeksi otak seperti meningitis bakterialis atau ensefalitis Tanda-tanda cerebral palsy biasanya mulai timbul sebelum anak berusia 3 tahun. Gejala cerebral palsy sangat bervariasi dan tergantung pada berat ringannya kelainan yang terjadi. Beberapa anak mengalami keterbelakangan mental, sedangkan sebagian besar anak lainnya tidak mengalami gangguan intelektual. Gejala awal cerebral palsy yang dapat ditemukan adalah: Keterlambatan perkembangan, di mana bayi dengan cerebral palsy biasanya tidak mulai belajar duduk atau berjalan pada usia seharusnya Kelainan tonus otot. Tubuh bayi biasanya terasa sangat kaku walaupun terlihat lemas Posisi atau postur tubuh yang abnormal Berbagai gejala lain yang juga dapat ditemukan adalah: Menyeret kaki saat berjalan atau gerakan tangan yang tidak sama, merupakan tanda fungsi otot yang tidak sama Ileran Kesulitan menghisap, menelan, atau berbicara Gemetar   Faktor Resiko Beberapa keadaan yang membuat bayi anda memiliki resiko tinggi menderita cerebral palsy adalah: Infeksi atau paparan terhadap zat beracun saat kehamilan Gangguan sirkulasi pada ibu selama kehamilan Rhesus darah yang tidak sesuai Berat badan lahir rendah Kelahiran prematur Kehamilan kembar Kelahiran sungsang atau komplikasi kehamilan lainnya Jaundice (kulit dan atau bagian putih mata berwarna kuning) berat atau yang tidak diobati   Pengobatan Tidak ada pengobatan untuk cerebral palsy, akan tetapi intervensi dini dapat membantu memperbaiki kemampuan anak anda. Beberapa pilihan pengobatan untuk membantu anak dengan cerebral palsy adalah: Fisioterapi yang berguna untuk meningkatkan tenaga, fleksibilitas, dan keseimbangan Terapi okupasional untuk membantu anak agar dapat hidup lebih mandiri Terapi wicara untuk meningkatan kemampuan komunikasi dan kemampuan makan serta menelan Penggunaan alat bantu dengar atau penglihatan Obat-obatan untuk mencegah kejang atau nyeri atau untuk membantu relaksasi otot Tindakan pembedahan untuk memperbaiki kelainan berat Konseling perilaku dan kemampuan beradaptasi Sumber: webmd  
 07 Mar 2019    16:00 WIB
Mengenal Penyebab, Gejala dan Pengobatan Bibir Sumbing
Apa itu bibir sumbing?Bibir Sumbing atau Celah Bibir dan Celah Langit-langit adalah suatu kelainan bawaan yang terjadi pada bibir bagian atas serta langit-langit lunak dan langit-langit keras mulut. Celah bibir (Bibir sumbing) adalah suatu ketidaksempurnaan pada penyambungan bibir bagian atas, yang biasanya berlokasi tepat dibawah hidung pada saat proses pembentukannya. Celah langit-langit adalah suatu saluran abnormal yang melewati langit-langit mulut dan menuju ke saluran udara di hidung. Apa penyebab dari bibir sumbing?Celah bibir dan celah langit-langit bisa terjadi secara bersamaan maupun sendiri-sendiri. Kelainan ini juga bisa terjadi bersamaan dengan kelainan bawaan lainnya. Penyebabnya mungkin adalah mutasi genetik atau teratogen (zat yang dapat menyebabkan kelainan pada janin, contohnya virus atau bahan kimia). Selain tidak sedap dipandang, kelainan ini juga menyebabkan anak mengalami kesulitan ketika makan, gangguan perkembangan berbicara dan infeksi telinga. Faktor resiko untuk kelainan ini adalah riwayat celah bibir atau celah langit-langit pada keluarga serta adanya kelainan bawaan lainnya. Apa gejala dari bibir sumbing?Gejalanya berupa:•  pemisahan bibir •  pemisahan langit-langit •  pemisahan bibir dan langit-langit •  distorsi hidung •  infeksi telinga berulang •  berat badan tidak bertambah •  regurgitasi nasal ketika menyusu (air susu keluar dari lubang hidung). Apa pengobatan untuk bibir sumbing?Pengobatan melibatkan beberapa disiplin ilmu, yaitu bedah plastik, ortodontis, terapi bicara dan lainnya. Pembedahan untuk menutup celah bibir biasanya dilakukan pada saat anak berusia 3-6 bulan. Penutupan celah langit-langit biasanya ditunda sampai terjadi perubahan langit-langit yang biasanya berjalan seiring dengan pertumbuhan anak (maksimal sampai anak berumur 1 tahun). Sebelum pembedahan dilakukan, bisa dipasang alat tiruan pada langit-langit mulut untuk membantu pemberian makan/susu. Pengobatan mungkin berlangsung selama bertahun-tahun dan mungkin perlu dilakukan beberapa kali pembedahan (tergantung kepada luasnya kelainan), tetapi kebanyakan anak akan memiliki penampilan yang normal serta berbicara dan makan secara normal pula. Beberapa diantara mereka mungkin tetap memiliki gangguan berbicara. Ingin mengetahui lebih dalam mengenai bibir sumbing? Silahkan baca di siniSumber: cek gejala penyakit
 03 Dec 2017    16:00 WIB
Ketegaran Seorang Ibu Dalam Merawat Anaknya yang Menderita Kelainan Langka
Kasih ibu tidak ada batasnya sehingga rela menerima anaknya dalam keadaan apapun, seperti Lacey Buchanan yang dengan besar hati menerima anaknya meskipun dalam keadaan cacat langka. Ia tetap membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang tanpa penyesalan apapun.     Usia Lacey Buchanan 21 tahun ketika menikah, Setelah 2 tahun pernikahannya Lacey akhirnya  dinyatakan positif hamil. Ia dan suaminya sangat bahagia, keinginan mereka akhirnya terwujud setelah 2 tahun mengharapkan kehadiran buah hati. Awal memeriksakan kandungannya, kondisi sang buah hati baik—baik saja. Namun, menginjak minggu ke 19, pihak rumah sakit mengabarkan janinnya berkembang dengan cara yang aneh. Lacey dan suaminya Chris sangat terkejut dan bersedih. Namun, pada saat itu mereka berdua terus  berpikir positif dan mengharapkan semua yang terbaik dari tuhan.   Baca Juga: Isac Brown, Bocah yang Tidak Pernah Merasa Sakit   Setelah 9 bulan lamanya, akhirnya pada tahun 2011 silam tepatnya pada bulan Februari Lacey melahirkan seorang bayi laki-laki (christian) yang mengidap suatu kelainan langka. Christian, menderita kondisi sumbing Tessier pada bibirnya. Akibat kelainan tersebut bentuk wajah Christian seperti tidak menyatu,  bahkan pada awalnya Christian tidak dapat menutup mulut dan tidak memiliki mata. Baru empat hari dilahirkan kedunia ini, Christian sudah harus menjalani operasi dan perawatan di ICU selama 4 minggu. Setelah dirawat selama 4 minggu lamanya, akhirnya dokter mengizinkan Lacey dan Chris suaminya membawa buah hati mereka pulang.   Perjuangan sesungguhnya baru mereka hadapi yaitu ketika Lacey membawa Christian anaknya untuk pergi jalan-jalan di taman dan di pusat perbelanjaan. Pada saat itu, hampir semua orang melihat Christian dengan tatapan yang aneh dan bahkan ada diantaranya yang bertanya pada Lacey mengapa ia tidak mengborsi Christian pada saat ia masih berada di dalam kandungan. Perlakukan publik yang demikian terhadap Christian membuat Lacey bersedih dan terpuruk.   Suatu hari keajaiban datang. Pada usia 1 tahun Christian sudah bisa tersenyum. Melihat anaknya bisa tersenyum ia sangat bahagia. Senyum anaknya tersebutlah yang menjadi inspirasi dan motivasi ia untuk terus membesarkannya dengan baik. Semenjak itu, kemanapun Lacey dan Christian pergi, Meskipun tak bisa melihat, Christian selalu melemparkan senyumannya kepada semua orang yang ada disekelilingnya. Sehingga orang yang sempat menatap aneh akhirnya tergelitik dengan tingkah lakunya dan membalas senyumannya. Melihat keadaan tersebut Lacey sangat bahagia, karena orang-orang disekitarnya sudah bisa menerima keadaan anaknya. Bahkan mereka yang melihatnya tidak ragu lagi untuk menggoda Christian dan memulai percakapan menyenangkan dengan Lacey.   Sumber: Wow Fact
 24 Jul 2015    09:00 WIB
Penyakit Langka Membuat Seorang Balita Suka Mengkonsumsi Karpet!
Jessica Knight yang baru berusia 4 tahun selalu membawa sebuah tas kecil ke mana pun ia pergi. Tas kecil tersebut ternyata berisi busa dari karpet rumahnya. Tas kecil ini digunakan oleh sang ibu, Kelly, untuk mencegah putrinya mengkonsumsi terlalu banyak busa yang dapat membahayakan kesehatannya. Jessica yang tinggal di Cambridgeshire, Inggris, menderita suatu penyakit langka yang dikenal dengan Pica, suatu gangguan yang membuat penderitanya memiliki keinginan untuk mengkonsumsi berbagai hal yang bukan makanan, seperti tanah liat, batu bara, kertas, tepung, atau kentang mentah. Pada kasus Jessica, penyakit langka yang dideritanya ini membuatnya sangat senang mengkonsumsi karpet dan berbagai perabotan rumah tangga. Penyakit ini telah diketahui paling sering terjadi pada wanita hamil dan anak-anak. Sang ibu, Kelly Knight, 36 tahun, mengaku sangat terkejut saat pertama kali melihat betapa banyaknya busa karpet yang dikonsumsi oleh putrinya tersebut. Kelly juga mengatakan bahwa tidak ada hal yang dapat menghalangi Jessica untuk mengkonsumsi berbagai benda yang sebenarnya tidak boleh dimakan tersebut. Saat ia melarang Jessica mengkonsumsi berbagai benda tersebut karena hal itu akan membuatnya jatuh sakit, Jessica mulai mengkonsumsi berbagai benda tersebut secara sembunyi-sembunyi. Ayah Jessica, Chris Knight, 40 tahun, dan istrinya tidak tahu apa yang harus dilakukan karena dokternya menyatakan bahwa ia tidak akan melakukan intervensi apapun hingga Kelly berusia 6 tahun. Karena Jessica tidak menyukai berbagai jenis makanan yang mengandung saus, maka ibunya pun hanya dapat memberikannya makanan polos tanpa saus seperti keju, sosis, roti, dan ikan goreng tepung yang tidak dibalut tepung roti. Tidak lama lagi, keluarga Jessica akan segera mengetahui hasil pemeriksaan yang bertujuan untuk mencari tahu apakah Jessica juga menderita gangguan autisme. Hal ini dikarenakan autisme telah diketahui berhubungan dengan terjadinya pica. Para dokter meminta Jessica untuk melakukan pemeriksaan ini setelah mereka menemukan bahwa ia memiliki IQ yang amat sangat tinggi.   Baca juga: Efek Samping Dari Mengkonsumsi Terlalu Banyak Teh Oolong   Sumber: foxnews