Your browser does not support JavaScript!
 18 Apr 2019    18:00 WIB
Berbagai Penyebab Keguguran dan Janin Tidak Berkembang
Sebagian besar (60%) keguguran yang terjadi pada trimester pertama kehamilan tetap tidak diketahui penyebabnya. Para ahli menduga bahwa hal ini berhubungan dengan faktor genetika, di mana kromosom tidak berkembang dengan sebagaimana mestinya. Banyak orang mengira bahwa sesuatu hal yang baru saja terjadi seperti penyakit, jatuh, atau paparan terhadap suatu hal yang menyebabkan terjadinya keguguran. Akan tetapi, hal ini jarang sekali benar karena saat diagnosa keguguran telah ditegakkan dokter, maka bayi di dalam kandungan Anda sebenarnya telah lama meninggal. Sebenarnya ada banyak hal lain yang dapat menyebabkan terjadinya keguguran dan janin tidak berkembang. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal tersebut.   Hormon Bila disebabkan oleh gangguan hormon, maka Anda mungkin akan mengalami keguguran dalam waktu kurang dari 10 minggu. Karena setelah itu, plasenta (ari-ari) akan mengambil alih produksi hormon dan kadar hormon Anda yang sedikit rendah biasanya tidak akan berpengaruh. Rendahnya kadar hormon progesteron merupakan masalah yang paling sering terjadi dan keadaan ini juga bukan merupakan hal yang mudah untuk diobati. Hal ini dikarenakan pemberian suplemen progesterone, walaupun cukup sering diberikan, tampaknya tidak terlalu membantu dan justru seringkali menyebabkan janin tidak berkembang bertahan lebih lama daripada seharusnya. Satu-satunya keadaan di mana pemberian suplemen progesteron terbukti bermanfaat adalah bila Anda menderita kelainan korpus luteum, di mana korpus luteum tidak memproduksi cukup banyak hormon yang diperlukan untuk menjaga kelangsung kehamilan. Bagi sebagian besar wanita, keadaan ini tidak terjadi setiap bulan. Gangguan dapat membaik dengan sendirinya pada pembentukan sel telur dan korpus luteum berikutnya. Hal ini akan menimbulkan masalah bila berubah menjadi hal yang permanen. Untuk mencegah terjadinya keguguran, maka pemberian progesteron sudah harus dimulai dalam waktu 48 jam setelah ovulasi. Karena bila hormon progesteron baru diberikan setelah Anda terlambat menstruasi, maka kehamilan Anda kemungkinan besar sudah tidak dapat diselamatkan. Rendahnya kadar progesteron sendiri sebenarnya merupakan gejala dari janin yang tidak berkembang dan bukanlah penyebabnya. Para dokter sering memberikan suplemen progesteron bagi para pasiennya bila kadar hormon tersebut rendah. Gangguan hormon lainnya mungkin akan terjadi bila Anda memiliki gangguan kelenjar tiroid yang tidak diobati. Anda dapat dengan mudah memeriksa fungsi kelenjar tiroid Anda melalui pemeriksaan darah dan gangguan ini pun dapat diobati.   Kelainan Kromosom Ada banyak hal yang dapat mempengaruhi proses pembuahan (penyatuan antara sel telur dan sperma) dan pembentukan embrio. Bahkan bila sel telur dan sperma memiliki kromosom yang sempurna, akan tetapi proses pembelahan awal dapat mengalami kelainan. Kelainan kromosom dapat menyebabkan sel telur yang telah dibuahi mati. Kelainan kromosom merupakan penyebab terjadinya keguguran yang paling sering, yaitu sekitar 60%. Anda dapat mengetahui apakah jabang bayi Anda benar mengalami kelainan kromosom dengan memeriksa jaringan janin yang keluar saat keguguran. Hal ini harus dilakukan SEGERA setelah jaringan keluar atau sel-sel tersebut tidak dapat bertumbuh sehingga pemeriksaan pun gagal. Jika Anda baru pertama kali mengalami keguguran, maka Anda kemungkinan besar tidak perlu melakukan pemeriksaan ini. Sangat sedikit dokter yang akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan ini dan diagnosa biasanya dilakukan tanpa melakukan pemeriksaan. Hal ini dikarenakan bahkan walaupun jaringan bayi Anda dikirim segera setelah proses kuretase selesai dilakukan, masih ada kemungkinan bahwa pemeriksaan gagal. Akan tetapi, walaupun bila keguguran Anda memang disebabkan oleh kelainan kromosom, ingatlah bahwa kemungkinan berulangnya hal ini amat sangat kecil. Resiko terjadinya hal ini akan kembali meningkat saat Anda berusia 35 tahun. Hal ini dikarenakan sel telur Anda pun telah mengalami penuaan dan kemungkinan terjadinya keguguran akibat kelainan kromosom akan meningkat dengan cukup drastis. Setelah usia kehamilan Anda memasuki trimester kedua, maka kemungkinan terjadinya keguguran akibat kelainan kromosm akan menurun hingga kurang dari 10%. Jika Anda mengalami keguguran berulang kali secara berturut-turut, maka kemungkinan semua keguguran tersebut disebabkan oleh kelainan kromosom sangatlah kecil, yaitu hanya sekitar 7%.   Gangguan Fisik Pada Rahim Atau Leher Rahim Beberapa wanita memiliki rahim dengan bentuk yang tidak biasanya. Sementara itu, sejumlah wanita lain memiliki leher rahim yang melemah akibat berbagai hal seperti sering melakukan tindakan kuretase atau karena ibut mereka mengkonsumsi DES saat hamil. Kedua hal ini dapat menyebabkan terjadinya persalinan dini, biasanya pada saat usia kehamilan mencapai 12-24 minggu. Gangguan pada rahim dan leher rahim ini menyebabkan sekitar 12% kasus keguguran. Hal ini dikarenakan seiring dengan pertumbuhan bayi, terutama saat bayi mengalami pertumbuhan yang cukup pesat di usia kehamilan ini (12-24 minggu), maka rahim dengan bentuk yang abnormal mungkin tidak dapat membesar sebagaimana mestinya atau leher rahim yang lemah akan mulai membuka dan menyebabkan bayi dapat keluar dari dalam rahim. Untuk mengatasinya, terdapat beberapa pengobatan yang cukup efektif, seperti tindakan pembedahan untuk memperbaiki bentuk rahim dan penjahitan leher rahim untuk menjaganya tetap tertutup. Ingatlah bahwa keguguran akan kembali terjadi bila kedua hal ini tidak segera diobati.   Gangguan Imunitas Antibodi antifosfolipid dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah di dalam plasenta (ari-ari) yang menyebabkan penyumbatan atau berkurangnya aliran darah ke dalam bayi, yang menyebabkan gangguan pertumbuhan janin, yang dapat berujung pada kematian janin. Untuk mencari tahu apakah Anda memiliki antibodi ini, Anda dapat melakukan pemeriksaan darah anticardiolipin. Pemeriksaan ini biasanya tidak terlalu mahal dan dapat dilakukan walaupun Anda baru pertama kali mengalami keguguran. Jika kadar antibodi dianggap terlalu tinggi sehingga dapat mempengaruhi kehamilan Anda, maka pengobatannya dapat dilakukan dengan pemberian obat pengencer darah. Pada kasus yang jarang, seorang wanita dapat mengetahui bahwa dirinya ternyata menderita lupus, yang mungkin ringan sehingga tidak menimbulkan gejala apapun, tetapi perlu segera diobati untuk mencegah berulangnya keguguran. Walaupun gangguan kehamilan atau keguguran dapat terjadi pada usia kehamilan berapa pun, akan tetapi seringkali bayi dapat bertahan hidup hingga melewati trimester pertama. Sekitar 10-15% kasus keguguran berulang disebabkan oleh adanya antibodi ini. Antibodi antinuclear timbul akibat adanya gangguan sistem kekebalan tubuh seperti pada lupus atau lupus like syndrome, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel tubuh yang sehat. Pengobatannya biasanya adalah dengan pemberian obat golongan kortikosteroid untuk mengatasi proses radang di dalam tubuh. Akan tetapi, terdapat beberapa efek samping yang mungkin timbul bila Anda mengkonsumsi obat golongan kortikosteroid dalam jangka waktu lama seperti pembengkakan pada tubuh dan wajah, memar pada wajah, dan rasa tidak enak badan.   Ketuban Pecah Dini dan Kelahiran Prematur Banyak kasus keguguran dimulai dengan kram perut dan berbagai gejala persalinan lainnya, akan tetapi ketuban pecah dini dan kelahiran prematur biasanya terjadi pada saat usia kehamilan Anda telah mencapai trimester kedua atau ketiga. Adanya tanda-tanda persalinan prematur biasanya diatasi dengan mengkonsumsi obat-obatan yang berfungsi untuk membuat rahim menjadi lebih rileks dan Anda biasanya akan diminta untuk bed rest, baik di rumah atau pun di rumah sakit. Walaupun demikian, kadangkala, bayi tetap lahir dan akhirnya meninggal. Keadaan ini tidak disebut sebagai keguguran tetapi lahir mati karena kehamilan telah berusia lebih dari 20 minggu. Ketuban pecah dini merupakan suatu keadaan di mana ketuban Anda telah pecah walaupun kehamilan Anda belum berusia 37 minggu. Sebagian besar wanita yang mengalami hal ini biasanaya akan diberikan terapi antibiotik dan diharuskan untuk dirawat di rumah sakit karena resiko terjadinya infeksi sangat tinggi (yang membuat bayi harus segera dilahirkan bila infeksi terjadi). Agar mampu bertahan hidup, seorang bayi harus memiliki berat badan lahir minimal 500 gram. Para ahli menduga sebagian besar kasus ketuban pecah dini disebabkan oleh infeksi atau peradangan rahim atau peradangan kantong amnion. Sayangnya, hingga saat ini para ahli masih belum mengetahui bagaimana infeksi ini terjadi atau bagaimana infeksi dapat memicu terjadinya ketuban pecah dini. Pemeriksaan panggul dan infeksi jamur pada kemaluan biasanya tidak akan meningkatkan resiko terjadinya ketuban pecah dini. Karena ketuban pecah ini cenderung berulang, maka diperlukan langkah pencegahan untuk menghindari berulangnya keadaan ini di kehamilan berikutnya. Walaupun ketuban pecah dini tidak selalu dapat diobati atau dicegah, akan tetapi sebagian besar bayi biasanya dapat bertahan hidup cukup lama.   Infeksi, Usia, dan Penyakit Kronik Berbagai jenis infeksi dapat menyebabkan terjadinya keguguran. Berbagai jenis infeksi yang dimaksud adalah sifilis, mikoplasma, toksoplasmosis, AIDS, campak jerman, dan malaria. Infeksi saluran pernapasan atas, batuk pilek, dan infeksi jamur pada kemaluan (umum terjadi pada wanita hamil) biasanya tidak akan menyebabkan terjadinya keguguran. Selain berbagai penyakit di atas, ada penyakit lain yang juga dapat menyebabkan terjadinya keguguran atau kelainan bawaan pada janin bila Anda baru pertama kali mengalaminya saat hamil. Penyakit tersebut adalah cacar air. Selain itu, infeksi yang menyebabkan Anda mengalami demam tinggi (38 derajat Celcius) juga harus segera diobati karena demam yang berlangsung lama mungkin dapat mempengaruhi kesehatan bayi Anda. Peranan usia pada kehamilan adalah pengaruh proses penuaan terhadap kromosom. Karena seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, maka sel telur dan sperma Anda pun akan bertambah. Selain kelainan kromosom, usia juga dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan lain seperti keadaan kesehatan yang buruk, menderita penyakit tertentu, atau mengalami gangguan keseimbangan hormonal yang akan membuat kehamilan Anda lebih sulit untuk dipertahankan. Berbagai resiko ini biasanya baru akan Anda temui bila Anda telah berusia lebih dari 40 tahun. Berbagai gangguan kesehatan yang dialami ibu juga dapat mengganggu kehamilannya. Menderita diabetes, gangguan jantung, dan gangguan kelenjar tiroid sebelum hamil dapat menyebabkan timbulnya berbagai komplikasi selama kehamilan berlangsung. Akan tetapi, bukan berarti Anda pasti akan mengalami keguguran bila menderita salah satu dari 3 gangguan kesehatan tersebut. Anda hanya perlu lebih berhati-hati dan memastikan obat yang Anda konsumsi dapat disesuaikan selama hamil. Selain ketiga hal di atas, kecelakaan juga dapat menyebabkan terjadinya keguguran, walaupun jarang. Hal ini dikarenakan bayi telah dilindungi dengan baik oleh kantong amnion dan cairan ketuban sehingga pukulan keras pada perut Anda pun biasanya hanya akan membuat kantong dan cairan di dalamnya berguncang sedikit. Sebagian besar bayi di dalam kandungan wanita hamil yang mengalami kecelakaan atau trauma tertentu tetap baik-baik saja.   Penyebab yang Tidak Diketahui Memang benar bahwa tidak mengetahui apa yang menyebabkan Anda mengalami keguguran merupakan suatu hal yang menakutkan dan juga traumatis. Akan tetapi, bukan berarti bahwa Anda pasti akan mengalami keguguran kembali. Anda hanya perlu berusaha untuk hamil kembali dan menikmati kehamilan Anda.   Baca juga: 7 Tanda Anda Mengalami Keguguran   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: pregnancyloss
 03 Apr 2019    16:00 WIB
Ketahui Lebih Dalam Keguguran (Penyebab dan Gejala)
Keguguran adalah salah satu pengalaman paling menyakitkan secara emosional yang bisa dialami seorang wanita, bukankah begitu teman-teman!...mereka yang sedang menunggu kelahiran anak pertama ataupun sudah beberapa kali mengalaminya pasti merasa putus asa dan bersedih hati. Karena itu sahabat setia Dokter.ID, secara medis kita perlu memperhatikan hal ini. Dokter.ID hari ini akan membahas detail seputar keguguran, saya yakin ini informasi ini sangat berguna, khususnya bagi para kaum hawa, yuk para adam ikut pelajari. Keguguran didefinisikan sebagai kehilangan spontan janin sebelum dapat berkembang sempurna. Istilah medis untuk keguguran adalah "aborsi spontan." Keguguran adalah salah satu komplikasi paling umum yang terkait dengan kehamilan dini. Sayangnya, sekitar seperempat dari semua kehamilan menyebabkan keguguran. Sebagian besar keguguran terjadi selama beberapa bulan pertama kehamilan. Seorang wanita mungkin mengalami keguguran sebelum dia tahu dia hamil. Meskipun keguguran relatif sering terjadi, ini bisa menjadi pengalaman yang sangat traumatis dan menghancurkan. Seberapa sering keguguran terjadi? Studi yang dilakukan oleh American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) mengungkapkan bahwa sekitar 10% kehamilan yang diakui secara klinis berakhir dengan keguguran awal (yaitu 300.000 dari 3 juta); 80% dari semua kehilangan kehamilan terjadi dalam trimester pertama. Meskipun sebagian besar wanita yang mengalami keguguran tidak pernah mengalami keguguran lainnya, dengan setiap keguguran, peluang kita untuk mengalami keguguran meningkat. Mengapa keguguran bisa terjadi? Menurut ACOG, sekitar 50% dari kehilangan kehamilan dini adalah akibat dari kelainan kromosom pada janin atau embrio. Kelainan kromosom adalah ketika jumlah, atau kesehatan, kromosom yang dibutuhkan untuk perkembangan janin, tidak terpenuhi. Sebagian besar dari ini adalah kejadian secara kebetulan. Beberapa penyebab keguguran lainnya meliputi: Masalah Kesehatan Hormon dan Kesehatan Ibu. Infeksi. Kerusakan pada rahim atau plasenta. Paparan Zat Beracun (mis. Radiasi). Implantasi Telur yang Tidak Benar. Cacat genetik Bapa dan sperma cacat. Sindrom ovarium polikistik (PCOS). Gaya hidup yang tidak sehat. Diabetes yang tidak terkontrol. Penyakit tiroid. Lupus. Trauma maternal, seperti kecelakaan mobil, terjatuh dll… Beberapa wanita sama sekali tidak mengalami gejala keguguran; namun, kemungkinan tanda keguguran selain pendarahan meliputi: Kejang ringan sampai berat. Nyeri di punggung atau perut kita. Kehilangan gejala kehamilan, seperti mual atau muntah. Abnormal Discharge (mis. Lewat jaringan dan bahan seperti gumpalan). Pendarahan - Merah Terang atau Coklat. Kram Berat - Sering kali cukup menyakitkan untuk melumpuhkan seorang wanita (Kemungkinan Kontraksi). Jenis keguguran: Ada banyak jenis keguguran. Dari tahap keguguran dan kehamilan kita, dokter akan mengklasifikasikan kondisi kita sebagai: Blighted ovum, tempat sel telur yang telah dibuahi ditanamkan ke dinding rahim kita, tetapi perkembangan janin tidak pernah dimulai. Keguguran total, di mana produk konsepsi dikeluarkan dari tubuh kita. Keguguran tidak lengkap, di mana selaput ketuban pecah, dan leher rahim kita menempel atau menipis. Kehilangan keguguran, di mana embrio mati tanpa sepengetahuan kita. Keguguran berulang, di mana kita mengalami tiga kali keguguran berturut-turut trimester pertama. Keguguran ektopik, di mana implan telur berada di tempat lain selain rahim kita, biasanya di tuba falopi kita. Keguguran ancaman, di mana perdarahan dan kram menunjukkan kemungkinan keguguran yang akan terjadi. Dan ketika kita mengalami keguguran, biasanya dokter akan menyarankan kita untuk menjalani operasi kecil yang disebut 'dilatasi dan kuretase' (juga disebut D&C atau kuret). Prosedur ini sering dianjurkan jika kita mengalami pendarahan hebat, rasa sakit yang signifikan, atau tanda-tanda infeksi. Mungkin juga direkomendasikan jika kehamilan atau manajemen medis telah gagal. Prosedur ini dilakukan di bawah anestesi umum di ruang operasi. Diperlukan 5-10 menit setelah kita dianestesi. Dokter membuka serviks dan mengangkat jaringan kehamilan yang tersisa. Disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter setelah proses dilakukan. Untuk terus mengontrol kesehatan kita. Keguguran biasanya merupakan kejadian satu kali. Sebagian besar wanita yang keguguran melanjutkan kehamilan yang sehat setelah keguguran. Sejumlah kecil perempuan - 1 persen - akan mengalami dua atau lebih keguguran. Perkiraan risiko keguguran pada kehamilan berikutnya tetap sekitar 14 persen setelah satu keguguran. Setelah dua keguguran, risiko keguguran lain meningkat menjadi sekitar 26 persen, dan setelah tiga keguguran, risiko keguguran lain adalah sekitar 28 persen. Keguguran bisa menyebabkan perasaan kehilangan yang hebat. Kita dan pasangan kita mungkin juga mengalami kemarahan, kesedihan, atau rasa bersalah. Jangan terburu-buru dalam proses berduka. Biasanya, seks tidak dianjurkan selama dua minggu setelah keguguran untuk mencegah infeksi. Bicaralah dengan penyedia layanan kesehatan kita tentang rekomendasi atau batasannya. Haid kita kemungkinan akan kembali dalam enam minggu; Namun, mungkin untuk hamil jika kita berhubungan seks sebelum menstruasi kembali. Setelah kita merasa siap untuk hamil setelah keguguran, mintalah bimbingan dari dokter kita. Juga pertimbangkan pedoman ini jika kita sudah: 1 keguguran. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa wanita yang hamil dalam enam bulan setelah mengalami keguguran pada kehamilan pertama mereka memiliki lebih sedikit komplikasi dibandingkan dengan mereka yang menunggu lebih lama untuk hamil. Jika kita sehat dan merasa siap, mungkin tidak perlu menunggu untuk hamil setelah keguguran. 2 atau lebih keguguran. Jika kita mengalami dua atau lebih keguguran, bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan kita. Ia mungkin merekomendasikan tes untuk menentukan masalah yang mendasarinya, serta perawatan yang mungkin, sebelum mencoba kehamilan lain.   Sumber : www.medicalnewstoday.com, www.webmd.com, www.healthline.com, www.pregnancybirthbaby.org.au
 27 Feb 2019    18:00 WIB
Jenis-Jenis Aborsi dan Efek Samping Bagi Tubuh
Aborsi, wah! Ini salah satu praktek yang sebenarnya dilarang di Negara kita. Selain melanggar hukum, dan berdosa, hal ini juga dapat merusak kesehatan si ibu. Sebagian besar aborsi di Indonesia dilakukan secara tidak aman karena memang tidak ada pelayanan aborsi yang legal. Nah sekarang mari kita bahas masalah medisnya bersama. Pertama-tama kita harus mengerti definisi dari aborsi. Kata aborsi berasal dari bahasa Latin abortio, yang berarti menggugurkan, keguguran, melahirkan sebelum waktunya. Kata Latin abortus berarti "keguguran, prematur, kelahiran sebelum waktunya". Dalam kedokteran, aborsi berarti mengakhiri kehamilan sebelum waktunya. Aborsi dapat terjadi secara spontan sebagai akibat komplikasi selama kehamilan, atau dapat diinduksi. Abortus yang diinduksi dilakukan untuk menjaga kesehatan ibu (gravida) adalah aborsi terapeutik. Aborsi yang dilakukan karena alasan lain disebut aborsi elektif. Untuk prosedur aborsi, seorang wanita dengan periode 10 minggu atau lebih ke kehamilannya, dia tidak lagi memenuhi syarat untuk aborsi medis. Wanita dengan periode 15 minggu kehamilan dapat melakukan aborsi aspirasi, sedangkan aborsi D&E biasanya dilakukan pada 15 minggu atau setelahnya. Detailnya inilah tipe-tipe aborsi: Aborsi aspirasi. Aborsi aspirasi, juga disebut aspirasi vakum, adalah jenis aborsi bedah yang paling umum. Selama prosedur ini, kita akan diberi obat penghilang rasa sakit, yang bisa termasuk obat mati rasa yang disuntikkan ke serviks. Kita juga dapat diberikan obat penenang, yang akan memungkinkan kita untuk tetap terjaga tetapi menjadi sangat santai. Dokter kita terlebih dahulu akan memasukkan spekulum dan memeriksa rahim kita. Leher rahim kita akan meregang terbuka dengan dilator baik sebelum atau selama prosedur. Dokter kita akan memasukkan tabung melalui serviks ke dalam rahim, yang melekat pada alat pengisap. Ini akan mengosongkan rahim. Banyak wanita akan merasakan kram ringan hingga sedang selama prosedur ini. Kram biasanya berkurang setelah tabung diangkat dari uterus. Segera setelah prosedur, dokter kita dapat memeriksa rahim kita untuk memastikan bahwa rahimnya benar-benar kosong. Kita akan diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi. Prosedur aspirasi yang sebenarnya membutuhkan waktu sekitar lima hingga 10 menit, meskipun mungkin dibutuhkan lebih banyak waktu untuk pelebaran. D&E. Aborsi D&E biasanya digunakan setelah minggu ke-15 kehamilan. Prosedur ini memakan waktu antara 10 dan 20 menit, dengan lebih banyak waktu yang berpotensi diperlukan untuk pelebaran. Prosedur ini dimulai dengan cara yang sama seperti aborsi aspirasi, dokter memberikan obat penghilang rasa sakit, memeriksa rahim kita, dan melebarkan serviks kita. Seperti aborsi aspirasi, dokter memasukkan tabung yang melekat pada mesin isap ke rahim melalui serviks dan, dikombinasikan dengan alat medis lainnya, itu akan dengan lembut mengosongkan rahim. Setelah tabung diangkat, dokter akan menggunakan alat kecil berbentuk lingkaran logam yang disebut kuret untuk mengangkat jaringan yang tersisa yang melapisi rahim. Ini akan memastikan bahwa rahim benar-benar kosong. Pasti di benak kita ada pertanyaan, apakah Aborsi dapat meningkatkan risiko masalah pada kehamilan berikutnya. Berikut adalah pernyataan dari Yvonne Butler Tobah, M.D. Secara umum, aborsi elektif tidak dianggap menyebabkan masalah kesuburan atau komplikasi pada kehamilan berikutnya. Namun, beberapa penelitian menunjukkan hubungan yang mungkin, antara penghentian kehamilan dan peningkatan risiko kelahiran prematur dan berat lahir rendah. Risiko dapat tergantung pada jenis aborsi yang dilakukan sebelumnya. Segera setelah prosedur dan selama periode pemulihan, kita mungkin mengalami beberapa efek samping. Efek samping umum dari aborsi bedah meliputi: pendarahan, termasuk pembekuan darah kram mual dan muntah berkeringat merasa lemah Setelah penyedia layanan kesehatan Anda memastikan kesehatan Anda stabil, Anda akan dipulangkan ke rumah. Sebagian besar wanita mengalami pendarahan dan kram vagina mirip dengan siklus menstruasi selama dua hingga empat hari. Beberapa efek samping adalah gejala kondisi yang berpotensi muncul. kita harus menghubungi klinik kita atau mencari pertolongan medis segera jika kita mengalami gejala-gejala berikut: melewati gumpalan darah yang besar-besar selama lebih dari dua jam pendarahan yang cukup berat sehingga kita harus mengganti pembalut kita dua kali dalam satu jam selama dua jam berturut-turut keputihan berbau busuk demam rasa sakit atau kram yang semakin parah bukannya lebih baik, terutama setelah 48 jam Sementara aborsi biasanya sangat aman dan sebagian besar wanita tidak memiliki komplikasi di luar efek samping yang umum, kemungkinan komplikasi meningkat sedikit ketika periode kehamilan meningkat. Komplikasi potensial dari aborsi bedah meliputi: Infeksi: bisa serius dan mungkin memerlukan rawat inap. Gejalanya meliputi demam, sakit perut, dan keputihan yang tidak sedap. Kemungkinan infeksi meningkat jika kita memiliki infeksi menular seksual. Robekan atau laserasi serviks. Perforasi uterus: yang dapat terjadi ketika instrumen menusuk dinding rahim. Pendarahan: yang dapat menyebabkan perdarahan yang cukup sehingga diperlukan transfusi darah atau rawat inap. Reaksi alergi atau efek samping terhadap obat-obatan: termasuk obat penghilang rasa sakit, obat penenang, anestesi, antibiotik, dan / atau obat pelebaran. jadi intinya bagi para sahabat setia Dokter.ID jangen pernah melakukan aborsi yah. Karena sebenarnya secara medis selalu ada resiko tinggi untuk para wanita yang melakukannya. Kalaupun diantara kita ada yang mengalami gangguan medis karena pernah melakukan aborsi sebelumnya, bisa datang ke dokter untuk segera berkonsultasi. Salam sehat!!!   Sumber : www.webmd.com, www.healthline.com, www.medicalnewstoday.com
 29 Aug 2018    18:00 WIB
Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Mengalami Keguguran ?
Kehilangan jabang bayi yang ada dalam kandungan memang hal yang menyakitkan. Kondisi ini terkadang bisa membuat calon ibu menjadi tertekan. Tapi bila Anda mengalami hal ini jangan biarkan kondisi ini berlarut-larut karena ada beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk mempersiapkan kehamilan berikut. Saat seorang ibu hamil mengalami perdarahan yang keluar dari jalan lahir, kemudian melihat seperti ada jaringan tubuh, cairan, atau gumpalan darah keluar dari jalan lahir. Maka kemungkinan seorang ibu hamil mengalami keguguran. Hal ini bisa saja dialami siapa saja dan mungkin temasuk Anda. Pada saat seperti ini apa yang harus dilakukan? Segera memeriksakan diri ke dokter Dokter akan segera memeriksa diri Anda, yaitu melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk melihat kondisi janin di dalam rahim Anda. Ada baiknya bila Anda menemukan jaringan yang keluar dari jalan lahir Anda ambil dan taruh dalam wadah. Saat bertemu dengan dokter berikan kepadanya. Dokter akan memeriksa untuk menentukan apakah itu memang benar merupakan jaringan tubuh janin Dokter juga akan meminta Anda melakukan tes darah untuk mengukur kadar hormon-hormon Anda. Ikuti petunjuk dokter Apakah memang mengalami keguguran atau tidak? Apabila tidak terjadi keguguran maka dokter akan menyuruh Anda untuk istirahat total dan diberikan beberapa macam obat untuk menguatkan kandungan Anda. Tapi bila terjadi keguguran maka dokter akan memeriksa apakah sudah bersih berarti tidak ada perlu dilakukan tindakan. Namun, apabila terjadi keguguran tapi masih ada sisa jaringan maka perlu dilakukan tindakan. Dalam kondisi ini biasanya dokter akan memberikan pilihan apakah: Anda mengonsumsi obat-obatan untuk membantu tubuh mendorong sisa jaringan keluar. Pengobatan ini bisa dengan minum obat atau langsung pada miss V Anda. Tapi bila ada kemungkinan infeksi maka dokter akan melakukan tindakan untuk mengeluarkan sisa jaringan dengan tindakan kuretase atau yang dikenal dengan kuret. Ketahui dan pahami penyebab keguguran yang sering terjadi Agar kejadian ini terjadi lagi saat Anda hamil maka Anda harus mengetahui apa penyebab keguguran seperti: Adanya kelainan genetik pada janin. Hal ini bisa karena faktor keturunan atau kelainan pada sel telur atau sperma yang membentuk si janin. Diabetes gestasional atau kencing manis pada saat hamil Terjadinya infeksi, seperti infeksi TORCH yaitu TOxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Risiko darah kental pada ibu hamil Hormon kehamilan yang tidak seimbang Gangguan kelenjar tiroid Gangguan pada rahim Turunkan risiko keguguran kandungan berikutnya Keguguran kandungan tidak dapat sepenuhnya dicegah, namun ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko keguguran kandungan, seperti Merokok Mengonsumsi minuman beralkohol. Menggunakan narkoba Pola makan yang buruk Bila perlu Anda bisa melakukan beberapa pemeriksaan penting seperti Tes amniocentesis yaitu tes untuk mengetahui kelainan genetik pada janin dengan memeriksa cairan ketuban atau cairan amnion Tes Chorionic Villus Sampling/CVS yaitu tes untuk mendeteksi ketidaknormalan kromosom pada janin Tes TORCH untuk mengetahui apakah ada infeksi TOxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Tes kekentalan darah yaitu pemeriksaan ANA dan ACA Semua pemeriksaan harus berdasarkan saran dari dokter Memulihkan kondisi Anda kembali Sangat dimengerti bahwa Anda pasti ingin segera memiliki momongan sehingga ingin segera hamil. Tapi Anda harus memulihkan kondisi tubuh Anda terlebih dahulu. Perlu Anda ketahui siklus menstruasi akan kembali normal, sehingga kemungkinan bisa hamil kembali. Jadi ada baiknya Anda menggunakan alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan. Selain memulihkan fisik, Anda juga perlu memulihkan kondisi psikologis Anda. Apabila kondisi psikologis Anda sudah siap, maka Anda tidak akan mudah stres dan siap menanti kehamilan.  Keguguran memang menyakitkan tapi Anda harus melakukan semua cara diatas agar kehamilan yang berikut lebih sehat dan aman. Baca juga: Para Ibu Hamil Jangan Depresi, Karena Anak Yang Anda Kandung Akan...   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 18 Oct 2016    15:00 WIB
Perkembangan Kehamilan Anda (Minggu 9-12)
Minggu 9Bayi: bayi anda sudah sebesar kacang. Kepalanya sudah lebih tegak dan leher telah lebih berkembang. Pada pemeriksaan USG anda dapat melihat pergerakan bayi anda, walaupun anda belum dapat merasakan pergerakannya.Ibu: rahim anda terus membesar dan anda mungkin sudah mulai merasakan perut anda mulai membesar. Akan tetapi, kehamilan anda masih belum terlihat. Berat badan anda belum banyak bertambah, terutama karena anda mengalami penurunan nafsu makan, mengidam, dada terasa terbakar, ganggguan pencernaan, mual, dan perut kembungMakanlah makanan yang banyak mengandung kalsium, seperti keju, ikan sarden, dan brokoli. Minggu 10Bayi: bayi anda masih sangat kecil, tetapi sudah terlihat dan bergerak seperti bayi. Tangan dan kakinya sudah bertambah panjang dan dapat menekuk pada bagian siku dan lutut.Ibu: rahim anda sekarang sudah sebesar jeruk bali. Perut anda belum terlihat terlalu besar, tetapi anda mulai merasa lebih nyaman menggunakan baju-baju yang longgar. Anda mulai merasa mudah lelah dan mood anda mudah berubah-ubah. Mulailah membeli bra khusus ibu hamil dan ibu menyusui. Minggu 11Bayi: bayi anda masih terus bertumbuh. Denyut jantung bayi samar-samar mulai dapat terdengar pada pemeriksaan dengan Doppler. Alat kelamin sudah mulai berkembang, tetapi masih belum dapat dibedakan jenis kelaminnya.Ibu: mulai tampak pengaruh dari hormon-hormon kehamilan pada tubuh anda. Rambut, kuku jari tangan, dan kuku jari kaki tumbuh lebih cepat. Selain itu, kulit anda juga tampak lebih berminyak dan mulai timbul jerawat.Periksakanlah kesehatan gigi dan gusi anda ke dokter gigi setidaknya satu kali selama kehamilan. Gusi anda mungkin menjadi lebih mudah berdarah karena pengaruh hormone kehamilan dan peningkatan volume darah, gunakanlah sikat gigi yang lebih lembut. Minum suplemen kalsium untuk tetap menjaga keutuhan gigi anda. Minggu 12Bayi: seluruh bagian tubuh bayi anda sedang berkembang, mulai dari tonjolan gigi sampai kuku jari kaki. Bayi anda akan terus membesar. Pada akhir minggu ini, kemungkinan terjadinya keguguran menurun drastis.Ibu: anda merasa lebih bersemangat sekarang. Berat badan anda telah bertambah sekitar 1-3 kg. Pasangan anda juga mungkin mulai merasakan gejala-gejala kehamilan seperti mual, nyeri perut, perubahan nafsu makan, dan peningkatan berat badan.Jangan khawatir tentang stretch mark yang mulai timbul pada payudara, perut, pinggul, dan bokong selama kehamilan. Stretch mark ini akan memudar setelah melahirkan. Penggunaan krim anti stretch mark tidak akan mengurangi atau menghilangkannya. Seberapa jelas stretch mark terlihat tergantung pada elastisitas kulit anda. Bulan 3 KehamilanPada akhir bulan ketiga kehamilan, bayi anda telah terbentuk sempurna, dengan kaki, tangan, jari-jari tangan dan kaki. Tangan kecilnya dapat membuka dan menutup. Jari-jari tangan dan kaki mulai bertumbuh, dan telinga mulai terlihat. Gigi mulai terbentuk. Organ reproduksi bayi anda mulai berkembang, tetapi jenis kelaminnya masih belum dapat ditentukan pada pemeriksaan USG. Sirkulasi dan sistem saluran kemih mulai berfungsi, dan hati juga mulai memproduksi cairan empedu.  Baca juga: Perkembangan Kehamilan Anda (Minggu ke 1-4) Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd  
 01 Jan 2015    09:00 WIB
Apa Itu Keguguran ?
Keguguran atau abortus merupakan keluarnya janin atau bagian janin secara spontan, tanpa provokasi, sebelum kehamilan berusia 20 minggu. Sebagian besar keguguran terjadi pada 3 bulan pertama kehamilan. Kasus keguguran lebih jarang terjadi setelah kehamilan berusia di atas 20 minggu.   Penyebab Keguguran Tidak semua penyebab keguguran dapat diketahui. Sebagian besar keguguran yang terjadi pada trimester pertama (3 bulan pertama) kehamilan disebabkan oleh kelainan kromosom pada bayi. Kromosom merupakan suatu struktur di dalam sel-sel tubuh yang membawa berbagai gen. Gen merupakan penentu beberapa hal berikut ini seperti jenis kelamin, warna rambut dan mata, dan golongan darah. Sebagian besar kelainan kromosom terjadi secara kebetulan dan tidak berhubungan dengan status kesehatan anda atau pasangan anda. Beberapa hal lainnya yang dapat menyebabkan terjadinya keguguran adalah: Infeksi Paparan terhadap lingkungan atau zat berbahaya seperti radiasi tinggi atau zat beracun lainnya Gangguan hormon Kelainan rahim Leher rahim yang tidak kompeten, di mana leher rahim melebar dan membuka terlalu cepat, di tengah waktu kehamilan tanpa adanya tanda-tanda persalinan Gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, mengkonsumsi alkohol, atau penggunaan obat-obatan terlarang Gangguan sistem imunitas, seperi pada penyakit lupus Penyakit ginjal berat Kelainan jantung kongenital Diabetes yang tidak terkontrol Gangguan kelenjar tiroid Radiasi Obat-obatan tertentu Malnutrisi berat Selain itu, resiko keguguran semakin meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Berdasarkan suatu penelitian, wanita berusia 20 tahun memiliki resiko keguguran sebanyak 12-15%, sedangkan wanita berusia 40 tahun memiliki resiko keguguran sebanyak 25%. Keguguran yang disebabkan oleh kelainan kromosom meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Akan tetapi, stress, kegiatan fisik tertentu, maupun aktivitas seksual belum terbukti dapat menyebabkan terjadinya keguguran.   Gejala Keguguran Berbagai gejala yang dapat ditemukan saat anda mengalami keguguran adalah: Keluarnya darah dari kemaluan dari ringan sampai berat Nyeri perut hebat Kram perut Demam Badan terasa lemah Nyeri punggung atau pinggang Jika anda mengalami gejala di atas, segera hubungi dokter anda untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan secepatnya.   Apakah Saya Keguguran ? Perdarahan dan rasa tidak nyaman di perut merupakan gejala umum keguguran. Jika anda mengalami perdarahan, demam, menggigil, atau nyeri perut, segera hubungi dokter anda. Dokter akan melakukan pemeriksaan vagina dan USG perut untuk memastikan apakah anda benar-benar mengalami keguguran.   Pengobatan yang Dapat Dilakukan Jika keguguran terjadi secara menyeluruh (seluruh janin dan plasenta telah keluar) dan rahim kosong, maka tidak diperlukan penanangan selanjutnya. Akan tetapi, bila rahim belum kosong dan masih terdapat bagian janin atau plasenta di dalam rahim maka diperlukan tindakan kuretase untuk mengeluarkan seluruh bagian janin dan plasenta dari dalam rahim. Jika anda mengalami beberapa gejala keguguran, akan tetapi belum ada bagian janin yang keluar dari dalam rahim, maka dianjurkan untuk tirah baring sealam beberapa hari di rumah sakit. Pengukuran kadar HCG di dalam darah diperlukan untuk menentukan progresifitas keguguran yang terjadi. Bila anda mengalami keguguran lebih dari dua kali berturut-turut, maka dokter biasanya akan menganjurkan pemeriksaan darah, genetika, dan berbagai pemeriksaan lainnya untuk mencari penyebab keguguran.   Hamil Kembali Setelah Keguguran Anda dapat kembali hamil setelah mengalami keguguran. Keguguran bukan berarti anda tidak subur. Bila anda mengalami keguguran lebih dari dua kali secara berturut-turut, hubungi dokter anda untuk mencari penyebabnya. Dokter biasanya menyarankan agar anda menunggu 1-3 bulan sebelum kembali hamil.   Pencegahan Keguguran Keguguran biasanya tidak dapat dicegah dan sering terjadi bila kehamilan tidak normal (kelainan kromosom). Jika keguguran disebabkan oleh suatu hal tertentu, maka pengobatan terhadap hal tersebut dapat mencegah terjadinya keguguran pada kehamilan selanjutnya. Memperbaiki status kesehatan ibu juga dapat mencegah terjadinya keguguran pada kehamilan berikutnya.   Sumber: webmd
 25 Jul 2014    10:00 WIB
Apakah Keguguran Berhubungan Dengan Terjadinya Kanker Payudara?
Kanker Payudara dan Hormon Resiko terjadinya berbagai jenis kanker payudara pada seorang wanita berhubungan dengan kadar hormon tertentu di dalam tubuh. Pada umumnya, pertumbuhan sel-sel payudara dipengaruhi oleh beberapa jenis hormon, yaitu estrogen, progesteron, dan prolaktin. Kadar ketiga jenis hormon ini dapat berubah-ubah di sepanjang kehidupan seorang wanita. Terjadinya kanker payudara berhubungan dengan berbagai hal yang mempengaruhi kadar ketiga hormon di atas. Misalnya seorang wanita yang lebih banyak mendapat menstruasi di sepanjang hidupnya karena tidak pernah hamil memiliki resiko menderita kanker payudara sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan seorang wanita yang pernah hamil. Selain itu, penggunaan pil KB untuk mencegah kehamilan atau memperbaiki siklus menstruasi juga dapat sedikit meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara pada seorang wanita. Akan tetapi, resiko ini pun akan menurun seiring dengan penghentian penggunaan pil KB. Di sisi lain, menyusui merupakan salah satu cara bagus untuk menurunkan resiko terjadinya kanker payudara.   Kanker Payudara dan Kehamilan Seorang wanita yang pernah hamil dan melahirkan sebelum berusia 20 tahun memiliki resiko kanker payudara yang lebih rendah dibandingkan dengan seorang wanita yang tidak pernah hamil atau pernah hamil tetapi mengalami keguguran atau hamil dan melahirkan pada usia 30-35 tahun. Resiko kanker payudara akan menurun seiring dengan semakin bertambahnya jumlah persalinan. Akan tetapi, resiko kanker payudara pada seorang wanita yang baru hamil pada usia lebih dari 30 tahun tetap lebih tinggi bila dibandingkan dengan seorang wanita yang tidak pernah hamil. Para ahli masih tidak mengetahui dengan jelas mengapa berbagai perubahan ini dapat mempengaruhi resiko terjadinya kanker. Para ahli menduga hal ini dikarenakan selama kehamilan sel-sel payudara menjadi matang untuk memproduksi ASI dan mempengaruhi kecenderungan sel-sel ini untuk berubah menjadi keganasan. Selain itu, kehamilan juga dapat menurunkan jumlah siklus menstruasi seorang wanita, yang mungkin juga mempengaruhi resiko terjadinya kanker payudara. Akan tetapi, para ahli masih tidak mengetahui mengapa usia seorang wanita pada kehamilan pertamanya dapat mempengaruhi resiko terjadinya kanker payudara.   Kanker Payudara dan Keguguran Kekhawatiran adanya hubungan antara keguguran dan kanker payudara timbul karena keguguran diduga dapat mengganggu siklus normal hormon selama kehamilan. Beberapa orang ahli menduga bahwa hal ini mungkin dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara pada seorang wanita. Berdasarkan sebuah penelitian di tahun 2003 dan 2004, para peneliti menemukan bahwa keguguran tidak berhubungan dengan peningkatan resiko terjadinya kanker payudara.   Sumber: cancer