Your browser does not support JavaScript!
 27 Aug 2019    18:00 WIB
Gangguan Gigi Pada Penderita Diabetes
Penderita diabetes lebih rentan terhadap infeksi berbagai kuman yang hidup di dalam mulut. Akibatnya, penderita diabetes lebih mudah mengalami gangguan gigi, infeksi gusi (gingivitis), dan gangguan tulang serta jaringan yang menyangga gigi (gangguan periodontal). Diabetes juga menyebabkan penurunan aliran darah ke gusi, yang membuatnya menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit. Selain itu, kadar gula darah yang tinggi juga dapat menyebabkan mulut menjadi kering (xerostomia) dan membuat gangguan gusi yang ada semakin memburuk. Penurunan jumlah air liur dapat menyebabkan peningkatan jumlah bakteri penyebab gigi berlubang dan pembentukan plak pada gigi.Gejala Jika anda menderita diabetes, beberapa gejala gangguan gigi yang dapat ditemukan adalah peradarahan, luka pada gusi, sering mengalami infeksi gusi, dan bau mulut.PencegahanUntuk mencegah berbagai gangguan gigi dan gusi pada penderita diabetes, menjaga kebersihan mulut anda merupakan salah satu cara pencegahan terbaik. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah berbagai gangguan gigi tersebut adalah:•    Periksakan gigi anda ke dokter gigi secara teratur•    Tanyakan pada dokter gigi mengenai bagaimana cara merawat gigi dan gusi anda, terutama bila anda menderita diabetes•    Sikatlah gigi anda setidaknya 2 kali sehari•    Lakukanlah dental floss setidaknya 2 kali sehari•    Berhenti merokok•    Jaga kadar gula darah anda tetap dalam batas normal Jika anda mengalami gangguan gusi yang sangat berat, maka tindakan pembedahan mungkin dapat menyelamatkan gigi anda. Akan tetapi, bila tindakan pembedahan tidak dapat dilakukan, maka gigi anda mungkin harus dicabut untuk mencegah infeksi menyebar dan menghancurkan tulang di sekitar gigi anda tersebut.Sumber: webmd
 09 Jul 2018    08:00 WIB
Tidak PD Karena Bau Mulut ? Cari Tahu Penyebabnya
Tentu kita tidak nyaman ketika kita dapati ternyata bau mulut kita tidak sedap. Apalagi sampai orang yang kita ajak bicara jaga jarak atau lebih lagi tutup hidungnya. Mungkin kita sediakan permen atau mouth spray untuk mengatasi hal ini. Namun cara yang terbaik adalah kita perlu mengenali sumber masalah bau mulut kita. Secara umum bau mulut terjadi ketika bakteri alami di mulut kita memecah makanan yang ada di antara gigi, sepanjang gusi dan terutama lidah kita. Nah, yang bikin bau adalah ketika melakukan ini bakteri alami tersebut melepaskan senyawa yang baunya tidak sedap yang disebut sebagai halitosis Jadi sobat sehat, artikel kali ini membahas penyebab bau mulut kita. Ada daftar yang selama ini kita tidak duga ternyata menjadi penyebab hal yang tidak menyenangkan ini. 1.         Baru bangun tidur             Tentu kita merasakan sendiri ketika bangun, bau mulut kita tidak sedap. Ini disebabkan karena ketika kita tidur, produksi air liur melambat sehingga bakteri bisa lebih bebas. Para peneliti menyebutnya sebagai "halitosis pagi". 2.         Nafas pakai mulut             Guys, mulut jangan sering terbuka untuk nafas. Ini dikarenakan ketika kita bernafas menggunakan mulut kita membuat air liur kita menguap sehingga mulut menjadi kering sehingga kemampuan mulut kita untuk membersihkan atau membilas partikel makanan yang masih ada menjadi berkurang. Ada orang yang ketika tidur bernafas dengan mulutnya. Nggak heran ketika tidur mulutnya terbuka. Biasanya juga ketika selesai olahraga dan nafas terengah-engah kita bernafas tidak hanya lewat hidung tapi juga lewat mulut. 3.         Makan makanan yang baunya tidak sedap             Untuk yang satu ini tentu tidak asing lagi bagi kita. Makanan seperti bawang putih, bawang merah termasuk kubis, bunga kol dan lobak bisa jadi penyebab bau mulut kita. Sekalipun bau menyengat dari makanan itu bisa memudar namun juga bisa balik lagi. Menurut seorang dokter gigi dari New York, bau tidak sedap tidak hanya berasal dari mulut kita namun juga bisa berasal makanan yang ada di saluran pencernaan. Ini dikarenakan unsur kimia pada makanan yang kita cerna akhirnya diserap ke dalam aliran darah dan masuk ke paru-paru yang sewaktu-waktu bisa keluar. 4.         Belum makan seharian             Makan bau, tidak makan ternyata bikin lebih bau lagi. Ini ternyata dikarenakan ketika kita tidak atau melewatkan makan maka mulut kita tidak menghasilkan banyak air liur. Sedangkan air liur tidak hanya berfungsi membersihkan partikel makanan, namun juga menghancurkan makanan dan membuatnya meluncur dengan mudah ke dalam tenggorokan kita. 5.         Merokok             Merokok tidak hanya meningkatkan jumlah senyawa yang menghasilkan bau yang tidak sedap ke dalam paru-paru kita, namun juga menmbuat mulut kita kering. Menurut penelitian yang di lakukan dari Hong Kong, ini dikarenakan karena merokok menyebabkan produksi air liur kita lebih rendah. 6.         Obat-obatan yang menyebabkan mulut kering             Obat-obatan tertentu memiliki efek samping yang bisa menyebabkan menurunkan produksi air liur kita seperti antihistamin, diuretik, antipsikotik,dsb. Ketika kita dalam masa pengobatan yang mengharuskan kita meminum obat tersebut maka kita perlu membersihkan lidah kita dengan menggunakan sikat gigi atau sikat lidah. Ini dikarenakan menurut American Dental Association sebagian besar bakteri yang menyebabkan bau nafas berada di lidah.   Inilah sebagian dari penyebab bau mulut kita. Intinya adalah bahwa kita perlu memperhatikan kesehatan mulut kita dan jangan sampai mulut kita kering. Jika masih belum bisa diatasi, sobat sehat bisa datang kepada dokter yang bersangkutan sehingga bau mulut kembali segar dan percaya diri.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber : www.health.com
 30 May 2018    13:00 WIB
Mulut Segar Tanpa Mahal, Ini Cara Buat Mouthwash Sendiri Yang Bikin Napas Segar Dari Bahan Alami
Tidak tahu apakah Anda suka menggunakan mouthwash, biasanya ada beberapa orang yang tidak menyukainya karena kandungan alkohol yang menimbulkan rasa panas seperti terbakar saat berkumur. Selain itu karena memiliki kandungan alkohol maka dapat menyebabkan perubahan warna gigi. Bila Anda merasa malas berkumur dengan mouthwash yang ada, namun tetap merasa membutuhkannya maka Anda bisa membuat sendiri mouthwash dari bahan alami. Yang tentu saja bebas bahan kimia, membuat gigi dan gusi yang sehat, nafas bau mint yang segar sepanjang hari, dan biayanya yang murah.   Jadi tunggu apa lagi! Berikut Cara Membuat Mouthwash Dari Bahan Alami: Bahan utama termasuk di sini adalah bubuk cengkeh, minyak peppermint dan cuka sari apel. Dikemas dengan sifat antiseptik, antimikroba dan antivirus, cengkeh dapat mengobati masalah gigi, membunuh bakteri, dan mengurangi penumpukan karang gigi. Kandungan menthol dalam minyak peppermint akan membuat napas Anda berbau mint segar sepanjang hari. Dan bahan terakhir dalam resep obat kumur ini adalah cuka sari apel, mengandung asam asetat dan asam malat yang menghilangkan bakteri di dalam mulut penyebab bau mulut.   Berikut Cara Membuatnya: Ambil toples. Tambahkan 1 cangkir air suling atau disaring. Jika Anda menambahkan air mendidih, pastikan untuk biarkan dingin dahulu dengan suhu suam-suam kuku, sebelum menambahkan bahan-bahan lainnya. Tambahkan setengah cangkir cuka sari apel. Asam cuka tidak hanya akan menetralisir bakteri jahat, tetapi juga memecah karang gigi. Ambil 3-4 siung cengkeh dan giling menjadi bubuk halus. Tambahkan satu sendok teh bubuk cengkeh ke dalam larutan dan aduk dengan baik dengan sendok. Berikutnya, tambahkan lima tetes minyak peppermint untuk obat kumur. Selain membuat napas bau mint yang segar, minyak peppermint juga akan menenangkan. Anda juga dapat menambahkan beberapa tetes air perasan lemon ke dalam campuran. Kaya asam sitrat, air perasan lemon akan menghilangkan noda apapun pada gigi Anda, dan membuat gigi menjadi lebih putih. Tutup toples, tempatkan di tempat yang sejuk dan kering dan biarkan selama seminggu. Kemudian, menggunakan kain tipis dan saring. Saat menggunakannya, kocok toples baik. Cukup seteguk kemudian kumur dengan baik.   Hindari jangan sampai menelan larutan tersebut. Kesimpulan bila digunakan secara teratur, setiap hari, tidak hanya akan membersihkan mulut, memberantas bau buruk, tetapi juga mencegah penumpukan karang gigi.   Baca juga: 5 Rahasia Agar Gigi Lebih Putih   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang       Sumber: boldsky
 06 Aug 2016    15:00 WIB
Fakta Mengenai Sikat Gigi
Tahukah anda bahwa sikat gigi anda penuh dengan berbagai jenis kuman?? Para peneliti Inggris menemukan bahwa sikat gigi yang tidak ditutup dapat mengandung lebih dari 100 juta bakteri, termasuk bakteri E. coli yang dapat menyebabkan diare dan bakteri Staphylococci yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit anda. Akan tetapi, anda pun tidak perlu terlalu khawatir akan hal ini karena mulut anda pun bukanlah tempat yang steril. Plak yang biasanya terdapat pada gigi anda pun sebenarnya adalah bakteri. Jadi, setiap kali anda menyikat gigi anda, maka bakteri ini pun akan berpindah ke sikat gigi anda. Terdapat beratus-ratus bakteri di dalam mulut anda setiap harinya. Keadaan ini tidak akan menyebabkan gangguan kesehatan apapun pada anda kecuali bila terjadi ketidakseimbangan jumlah bakteri di dalam mulut anda. Selain itu, pertahanan tubuh anda pun menyebabkan anda tidak mudah terinfeksi oleh berbagai bakteri ini. Perlu diingat, jangan meletakkan sikat gigi anda dekat dengan kloset anda karena setiap kali anda menyiram kloset anda, maka anda pun membantu menyebarkan bakteri ke udara dan bakteri ini pun dapat hinggap pada sikat gigi anda. Oleh karena itu, letakkanlah sikat gigi anda sejauh mungkin dari kloset anda.   Tips Menyimpan Sikat Gigi Bila anda telah menempatkan sikat gigi anda sejauh mungkin dari kloset, maka di bawah ini terdapat beberapa hal lain yang dapat membantu melindungi sikat gigi anda dari paparan kuman tambahan, yaitu: Bersihkan sikat gigi anda dengan air bersih yang mengalir setiap kali menggunakannya Jagalah agar sikat gigi anda tetap kering di antara waktu menyikat gigi karena bakteri sangat menyukai lingkungan lembab. Jangan menggunakan tutup sikat gigi karena justru dapat membuat sikat gigi lebih lembab dan memudahkan pertumbuhan bakteri Letakkan sikat gigi anda pada posisi tegak lurus (vertikal), jangan meletakkannya pada posisi horizontal Jangan menggunakan sikat gigi yang sama dengan orang lain, baik keluarga maupun pasangan atau anak anda. Usahakanlah untuk tidak meletakkan sikat gigi pada satu tempat yang sama dengan sikat gigi lainnya   Kapan Saatnya Mengganti Sikat Gigi? Cara terbaik untuk membatasi jumlah bakteri pada sikat gigi anda adalah dengan menggantinya secara teratur. American Dental Association menganjurkan agar anda mengganti sikat gigi anda setiap 3-4 bulan. Selain itu, gantilah sikat gigi anda lebih sering bila bulu sikat telah rusak, anda jatuh sakit, atau bila anda memiliki kekebalan tubuh yang lemah. Bila anda menggunakan sikat gigi listrik, maka gantilah kepala sikat setiap 3-4 bulan.   Sumber: webmd