Your browser does not support JavaScript!
 22 Jul 2019    11:00 WIB
Kemana Saja Sel Kanker Payudara Dapat Menyebar?
Jika dokter Anda memberitahu Anda bahwa kanker payudara ynag Anda derita telah menyebar ke bagian tubuh lain, hal ini berarti bahwa kanker Anda telah memasuki stadium lanjut, di mana sel-sel kanker tidak hanya ditemukan di dalam payudara Anda tetapi juga di bagian tubuh lainnya. Seberapa jauh penyebaran sel kanker tersebut merupakan salah satu hal yang menjadi pertimbangan dokter saat menentukan stadium kanker Anda. Kanker payudara dianggap sudah mengalami metastasis bila sel kanker telah menyebar jauh dari payudara Anda. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa bagian tubuh yang seringkali menjadi tempat "tujuan" lain dari sel-sel kanker payudara Anda.   Kelenjar Getah Bening Kelenjar getah bening yang terdapat pada bagian ketiak, payudara, dan sekitar tulang selangka merupakan tempat pertama yang biasa "dikunjungi" oleh sel-sel kanker payudara. Jika sel kanker telah menyebar lebih jauh daripada kelenjar-kelenjar getah bening ini, maka kanker pun dianggap telah mengalami metastasis. Oleh karena itu, bila Anda didiagnosa menderita kanker payudara, maka dokter Anda biasanya akan memeriksa kelenjar getah bening di sekitar payudara Anda untuk mencari tahu apakah sel-sel kanker telah menyebar ke dalamnya. Anda mungkin tidak akan merasakan gejala apapun walaupun sel kanker Anda telah menyebar ke dalam kelenjar getah bening di sekitar payudara Anda.   Tulang Bila sel kanker telah menyebar ke dalam tulang Anda, maka nyeri merupakan gejala awal yang biasanya ditemukan. Sel kanker dapat mengenai tulang mana pun di dalam tubuh Anda, termasuk tulang belakang, tulang lengan, dan tulang kaki. Kadangkala tulang akan menjadi rapuh sehingga mudah patah, tetapi pengobatan kanker biasanya dapat mencegah terjadinya hal ini. Jika sel kanker telah menyebar hingga ke medulla spinalis, maka Anda mungkin akan mengalami kesulitan untuk menahan keinginan untuk buang air kecil atau besar (inkontinensia).   Baca juga: Tanda dan Gejala Kanker Payudara Pada Pria   Hati Jika sel kanker telah menyebar ke dalam hati Anda, maka Anda mungkin akan mengalami nyeri perut yang menetap atau perut terasa kembung atau penuh. Selain itu, Anda mungkin juga akan mengalami penurunan berat badan karena menghilangnya nafsu makan. Kulit dan bagian putih mata Anda mungkin akan menjadi kekuningan (jaundice). Hal ini terjadi karena hati Anda tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.   Paru-paru Sel kanker dapat menyebar ke dalam paru-paru atau ruangan di antara paru-paru dan tulang dada, yang akan menyebabkan air berkumpul di sekitar paru-paru Anda. Gejala yang biasa ditemukan adalah sesak napas, batuk yang tidak kunjung sembuh, dan nyeri dada. Beberapa penderita juga dapat mengalami penurunan nafsu makan dan berat badan.   Otak Walaupun terletak cukup jauh, sel kanker dari dalam payudara tetap dapat menyebar ke dalam otak. Hal ini akan membuat Anda mengalami nyeri kepala yang cukup hebat sehingga Anda pun sulit menjaga keseimbangan tubuh dan membuat Anda lebih mudah terjatuh. Selain itu, Anda mungkin juga akan mengalami mati rasa atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh Anda. Anda mungkin akan mengalami perubahan perilaku atau merasa bingung atau mengalami kejang.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 18 Jun 2019    18:00 WIB
Kenali Benjolan Di Tubuh yang Dapat Mematikan!
Apakah Anda menemukan adanya benjolan pada tubuh Anda? Khawatir bila benjolan tersebut merupakan tanda keganasan alias kanker? Sebenarnya, selain sebagai suatu tanda adanya keganasan, benjolan juga dapat merupakan suatu tumor jinak atau tanda adanya proses peradangan di dalam tubuh.   Seperti halnya tahi lalat, benjolan dapat terbentuk di bagian tubuh mana pun, tetapi biasanya lebih sering ditemukan pada payudara, leher, dan daerah kemaluan. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis benjolan yang mungkin tumbuh pada tubuh manusia.   Getah Bening Benjolan yang terbentuk pada daerah ketiak dan leher; misalnya di bawah rahang, belakang telinga, dan dasar tengkorak, serta di selangkangan biasanya merupakan suatu pembesaran kelenjar getah bening. Pembesaran kelenjar getah bening ini biasanya terjadi karena adanya infeksi bakteri atau virus pada bagian tubuh di dekatnya.   Pembesaran kelenjar getah bening ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 3 minggu. Bila benjolan tetap ada selama lebih dari 3 minggu, maka segera periksakan diri Anda ke dokter terdekat.   Nodul Tiroid Benjolan kecil yang teraba keras di leher bagian depan bawah biasanya disebabkan oleh pembesaran kelenjar tiroid, yang merupakan suatu tumor jinak. Akan tetapi, untuk memastikannya dianjurkan agar Anda segera berkonsultasi dengan dokter terdekat.   Fibroadenoma Fibroadenoma atau tumor jinak di daerah payudara biasanya mengenai wanita yang berusia antara 20-30 tahun. Benjolan biasanya berbentuk bulat, sangat mudah digerakkan, dan sebagian besar tidak berbahaya. Akan tetapi, jika benjolan terus membesar dan membuat Anda merasa khawatir, segera periksakan diri Anda ke dokter terdekat.   Kista Kista dapat tumbuh di berbagai bagian tubuh, termasuk di daerah payudara dan daerah kemaluan. Kista dapat terasa sangat lembut dan berisi cairan. Kompres kista dengan air hangat dan oleskan krim antibiotik. Jika benjolan menetap selama lebih dari 1 bulan, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri Anda ke seorang dokter.   Lipoma Benjolan yang terdiri dari jaringan lemak ini dapat terjadi di bagian tubuh mana pun, termasuk pada kaki, tangan, dan batang tubuh. Bentuknya biasanya berupa benjolan bulat yang mudah digerakkan. Penyebabnya biasanya merupakan faktor genetika atau diturunkan dalam keluarga. Benjolan ini biasanya hanya berupa tumor jinak dan tidak berbahaya.   Baca Juga: Apakah Arti Benjolan Pada Payudara Anda?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: penyakitkulit
 23 Apr 2019    18:00 WIB
Pentingnya Kembang Kol untuk Pencegahan Kanker
Kembang kol termasuk dalam sayuran dari jenis cruciferous. Dari berbagai hasil penelitian terbukti sayuran kembang kol memiliki banyak manfaat bagi kesehatan terutama sebagai bahan makanan pencegah berbagai penyakit atau protective food. Selain kaya dengan berbagai vitamin, mineral, antioksidan dan serat, kembang kol juga mengandung senyawa fitokimia yang mampu mencegah beberapa jenis penyakit seperti kanker dan serangan jantung. Berikut adalah manfaat dari kembang kol: Kanker ususKembang kol merupakan sumber serat yang sangat baik dan mampu memperbaiki proses pencernaan karena mengandung glucoraphin. Glucoraphin akan melindungi usus dan mengurangi resiko terkena kanker usus dan penyakit lain yang bermanifestasi di usus. Kanker prostatKembang kol mampu mengurangi terjadinya inflamasi dan meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh terutama area prostat. Kembang kol juga kaya akan antioksidan yang mempu memerangi radikal bebas dan menjadi penyebab utama terjadinya kanker. Kanker payudaraKembang kol mengandung senyawa fitokimia seperti sulforaphane, sterol yang penting dalam pencegahan pertumbuhan kanker. Kanker mulut rahimKembang kol mampu mencegah timbulnya kanker mulut rahim karena mengandung kombinasi senyawa fitokimia, plant sterol, antioksidan dan vitamin C. Kembang kol terbukti merupakan sayuran yang mampu menjaga kesehatan wanita terutama dalam pencegahan kanker. Kanker indung telurKanker indung telur memang tidak segera memunculkan gejala-gejala, tetapi Anda dapat mencegahnya dengan mengkonsumsi kembang kol. Resiko kanker indung telur lebih tinggi terjadi pada wanita yang tidak memiliki anak, wanita yang menggunakan terapi hormon replacement, mengidap kanker payudara atau kanker usus dan secara teratur mengkonsumsi obat-obatan fertilitas.Sumber: healthmeup
 15 Feb 2019    08:00 WIB
Ketahui Kanker Payudara Melalui USG Payudara dan Mammografi
Tahukah Anda mengenai bahaya kanker payudara? Iya, kanker payudara adalah penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita. Namun bahaya dari kanker payudara mempunyai kemungkinan lebih besar untuk disembuhkan apabila dilakukan pengobatan pada stadium awal Ada banyak rumah sakit yang menawarkan pemeriksaan deteksi dini kanker payudara, seperti USG payudara dan mammografi. Mungkin Anda bertanya pemeriksaan mana yang tepat untuk Anda. Apa itu USG Payudara? USG payudara adalah pemeriksaan payudara dengan menggunakan alat khusus yang menggunakan gelombang suara. USG payudara efektif untuk menermukan adanya benjolan di payudara yang masih padat sehingga alat ini efektif digunakan untuk wanita usia dibawah 35 tahun Siapa yang memerlukan USG Payudara? Wanita dari semua golongan usia yang memiliki kelainan pada payudara atau memiliki faktor risiko kanker payudara. Apa itu Mammografi? Mammografi adalah pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar rontgen untuk menermukan tumor payudara sedini mungkin. Mammografi menggambarkan dengan jelas perbedaan kepadatan tumor dan jaringan sekitarnya sehingga kanker payudara ukuran kecil sekalipun dapat dideteksi  Mammografi efektif digunakan pada wanita usia diatas 35 tahun Siapa yang memerlukan Mammografi?  Wanita usia diatas 35 tahun (tidak sedang hamil/ menyusui) Memiliki kelainan pada payudara atau memiliki faktor risiko kanker payudara Wanita diatas 35 tahun dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mammografi setahun sekali walaupun tidak mempunyai keluhan di payudara   Untuk pemeriksaan mana yang terbaik, disesuaikan dengan kondisi dan usia Anda. Pemeriksaan deteksi yang baik untuk usia diatas 35 tahun adalah menggabungkan antara pemeriksaan mammografi dan USG payudara.   Sumber: dharmais
 19 Dec 2018    18:00 WIB
Benarkah Akupuntur Dapat Mengurangi Nyeri Akibat Kanker Payudara?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa penderita kanker payudara yang mengalami nyeri dan pembengkakan akibat pengobatan yang harus dilakukannya (kemoterapi atau radiasi) mungkin dapat membaik dengan olahraga dan akupuntur. Pada sebuah penelitian lainnya, para peneliti menemukan bahwa akupuntur dapat membantu mengurangi nyeri sendi hingga 40%. Sementara itu, sebuah penelitian lainnya menemukan bahwa akupuntur juga cukup efektif untuk mengatasi berbagai gejala seperti nyeri sendi, rasa lelah, dan gangguan tidur. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 41 orang wanita yang berhasil selamat dari kanker payudara dan membagi mereka menjadi 3 kelompok yaitu kelompok yang menerima pengobatan akupuntur palsu, kelompok yang menerima pengobatan akupuntur sebenarnya (elektroakupuntur), dan kelompok yang tidak menerima pengobatan apapun. Para peserta penelitian tidak mengetahui apakah mereka menerima pengobatan akupuntur palsu atau asli. Para wanita ini mengeluh bahwa mereka mengalami kekakuan sendi, yang merupakan efek samping yang biasa dialami oleh orang yang menerima terapi hormon untuk mengatasi kanker payudara. Para peneliti menemukan bahwa pada kelompok peserta penelitian yang menerima pengobatan akupuntur asli, keberhasilan pengobatan tidaklah didapatkan berdasarkan pada keyakinan penderita akan pengobatan tersebut. Sedangkan, pada kelompok peserta penelitian yang menerima pengobatan akupuntur palsu, para peneliti mennemukan bahwa keberhasilan pengobatan tampaknya dipengaruhi oleh harapan peserta akan keberhasilan pengobatan akupuntur tersebut. Para peserta penelitian yang menerima pengobatan akupuntur asli mengalami pengurangan rasa sakit yang konsisten yaitu sekitar 40%. Sementara itu, para peserta penelitian yang menerima pengobatan akupuntur palsu mengalami pengurangan rasa sakit sesuai dengan keyakinan mereka, di mana bila mereka hanya memiliki harapan yang kecil, maka rasa sakit pun tidak mengalami perbaikan. Sedangkan, peserta yang sangat berharap bahwa pengobatan akupuntur yang mereka terima akan berhasil, mengalami pengurangan rasa sakit hingga 80%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengobatan akupuntur asli memang dapat membantu mengurangi rasa nyeri pada penderita, baik sang penderita mempercayai pengobatan tersebut atau tidak.     Sumber: webmd
 27 Nov 2018    16:00 WIB
Apa Penyebab Kanker Payudara Pada Wanita dan Pria ?
Apa saja sih Faktor Risiko Kanker Payudara terkait gaya hidup? Faktor risiko adalah segala sesuatu yang mempengaruhi peluang kita terkena penyakit, seperti kanker payudara. Faktor-faktor ini bisa menjadi pemicunya. Minum alcohol.  Minum alkohol jelas terkait dengan peningkatan risiko kanker payudara. Risiko meningkat dengan jumlah alkohol yang dikonsumsi. Dibandingkan dengan non-peminum, wanita yang memiliki 1 minuman beralkohol dalam sehari memiliki peningkatan risiko yang sangat kecil. Mereka yang memiliki 2 hingga 3 gelas sehari memiliki risiko sekitar 20% lebih tinggi dibandingkan wanita yang tidak minum alkohol. Konsumsi alkohol yang berlebihan diketahui dapat meningkatkan risiko kanker lainnya juga.   Kelebihan berat badan atau obesitas. Kelebihan berat badan atau obesitas setelah menopause meningkatkan risiko kanker payudara. Sebelum menopause, indung telur Anda membuat sebagian besar estrogen Anda, dan jaringan lemak hanya menghasilkan sedikit. Setelah menopause (ketika ovarium berhenti memproduksi estrogen), sebagian besar estrogen wanita berasal dari jaringan lemak. Memiliki lebih banyak jaringan lemak setelah menopause dapat meningkatkan kadar estrogen dan meningkatkan peluang Anda terkena kanker payudara. Juga, wanita yang kelebihan berat badan cenderung memiliki tingkat insulin darah yang lebih tinggi. Tingkat insulin yang lebih tinggi telah dikaitkan dengan beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara. Berat badan mungkin juga memiliki efek yang berbeda pada berbagai jenis kanker payudara. Sebagai contoh, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kelebihan berat badan sebelum menopause dapat meningkatkan risiko kanker payudara triple-negatif.   Tidak aktif secara fisik. Bukti berkembang bahwa aktivitas fisik secara teratur mengurangi risiko kanker payudara, terutama pada wanita yang melewati masa menopause. Persisnya bagaimana aktivitas fisik dapat mengurangi risiko kanker payudara tidak jelas, tetapi mungkin karena efeknya pada berat badan, peradangan, hormon, dan keseimbangan energi.   Tidak punya anak. Wanita yang belum memiliki anak atau yang memiliki anak pertama setelah usia 30 tahun memiliki risiko kanker payudara sedikit lebih tinggi secara keseluruhan. Memiliki banyak kehamilan dan menjadi hamil pada usia dini mengurangi risiko kanker payudara.   Tidak menyusui. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menyusui mungkin sedikit menurunkan risiko kanker payudara, terutama jika dilanjutkan selama 1 ½ hingga 2 tahun. Tetapi ini sulit dipelajari, terutama di negara-negara seperti Amerika Serikat, di mana menyusui selama ini jarang terjadi. Penjelasan untuk efek yang mungkin ini adalah bahwa menyusui mengurangi jumlah siklus menstruasi seumur hidup wanita (sama dengan memulai periode menstruasi pada usia lanjut atau mengalami menopause dini).   KB. Beberapa metode pengendalian kelahiran menggunakan hormon, yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Sebagian besar penelitian menemukan bahwa wanita yang menggunakan kontrasepsi oral (pil KB) memiliki risiko kanker payudara yang sedikit lebih tinggi daripada wanita yang tidak pernah menggunakannya. Setelah pil dihentikan, risiko ini tampaknya kembali normal dari waktu ke waktu. Wanita yang berhenti menggunakan pil KB lebih dari 10 tahun yang lalu tampaknya tidak memiliki peningkatan risiko kanker payudara.   Suntikan KB, Depo-Provera adalah bentuk progesteron suntik yang diberikan setiap 3 bulan sekali untuk pengendalian kelahiran. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa wanita yang saat ini menggunakan gambar kontrol kelahiran tampaknya memiliki peningkatan risiko kanker payudara, tetapi tampaknya tidak ada peningkatan risiko pada wanita 5 tahun setelah mereka berhenti mendapatkan suntikan.   Implan KB, alat kontrasepsi dalam rahim (IUD), bercak kulit, cincin vagina: Bentuk-bentuk pengendalian kelahiran ini juga menggunakan hormon, yang secara teori dapat memicu pertumbuhan kanker payudara.   Implan payudara. Implan payudara silikon dapat menyebabkan jaringan parut terbentuk di payudara. Implan membuat jaringan payudara lebih sulit untuk dilihat pada mammogram standar. Beberapa jenis implan payudara dapat dikaitkan dengan jenis kanker langka yang disebut limfoma sel anaplastik besar (ALCL). Ini kadang-kadang disebut sebagai limfoma sel besar anaplastik terkait payudara (BIA-ALCL). Limfoma ini tampaknya lebih sering terjadi pada implan dengan permukaan bertekstur (kasar) daripada permukaan yang halus. Jika ALCL muncul setelah implan, ia dapat muncul sebagai benjolan, kumpulan cairan dekat implan, nyeri, pembengkakan atau asimetri (payudara yang tidak rata).   Sumber : www.cancer.org
 26 Nov 2018    16:00 WIB
Waspada! Pria Juga Bisa Terkena Kanker Payudara (Part 1)
Hai guys, kalau dengar kata kanker pasti mengerikan yah, banyak orang bilang kanker payudara itu penyakit ganas yang menyerang wanita, ternyata tidak juga, karena penyakit ini juga bisa dialami seorang pria loh. Sebelum membahas lebih dalam, mari kita kenali anatomi payudara terlebih dahulu. Payudara normal terdiri dari kelenjar penghasil susu yang terhubung ke permukaan kulit di puting oleh saluran sempit. Kelenjar dan saluran ini didukung oleh jaringan ikat yang terdiri dari bahan lemak serat. Pembuluh darah, saraf, dan saluran limfatik ke kelenjar getah bening membentuk sebagian besar sisa jaringan payudara. Anatomi payudara ini berada di bawah kulit dan di atas otot dada. Seperti dalam semua bentuk kanker, jaringan abnormal yang membentuk kanker payudara adalah sel-sel pasien sendiri yang telah berkembang biak tak terkendali. Sel-sel itu juga dapat melakukan perjalanan ke lokasi di dalam tubuh di mana mereka biasanya tidak ditemukan. Ketika itu terjadi, kanker disebut metastasis (penyebaran sel kanker). Kanker payudara berkembang di jaringan payudara, terutama di saluran susu (ductal carcinoma) atau kelenjar (karsinoma lobular). Kanker payudara biasanya dimulai dengan pembentukan tumor kecil (lump), atau sebagai deposit kalsium (microcalcifications) dan kemudian menyebar melalui saluran di dalam payudara ke kelenjar getah bening atau melalui aliran darah ke organ lain. Tumor dapat tumbuh dan menyerang jaringan di sekitar payudara, seperti kulit atau dinding dada. Berbagai jenis kanker payudara tumbuh dan menyebar pada tingkat yang berbeda - beberapa tahun memakan waktu untuk menyebar ke luar payudara sementara yang lain tumbuh dan menyebar dengan cepat. Beberapa benjolan bersifat jinak (bukan kanker), namun beberapa di antaranya dapat bersifat pramaligna. Satu-satunya cara aman untuk membedakan benjolan jinak dan kanker adalah dengan memeriksa jaringan oleh dokter melalui biopsi. Pria juga bisa terkena kanker payudara, tetapi hanya sekitar satu persen dari semua kasus kanker payudara. Di antara wanita, kanker payudara adalah kanker yang paling umum dan penyebab utama kedua kematian akibat kanker setelah kanker paru-paru. Dua pertiga wanita dengan kanker payudara berusia di atas 50 tahun, dan sebagian besar sisanya antara usia 39 dan 49. Gejala kanker payudara pada pria mirip dengan wanita. Kebanyakan kanker payudara pria didiagnosis ketika seorang pria menemukan benjolan di dadanya. Tetapi tidak seperti wanita, pria cenderung menunda pergi ke dokter sampai mereka memiliki gejala yang lebih parah, seperti perdarahan dari puting. Pada saat itu, kanker mungkin sudah menyebar. Meskipun pria tidak memiliki payudara seperti wanita, mereka memiliki sedikit jaringan payudara. "Payudara" pria dewasa mirip dengan payudara seorang gadis sebelum pubertas. Pada anak perempuan, jaringan ini tumbuh dan berkembang, tetapi pada pria, tidak. Namun karena masih jaringan payudara, pria bisa terkena kanker payudara. Pria mendapatkan jenis kanker payudara yang sama dengan yang dilakukan wanita, tetapi kanker yang melibatkan bagian-bagian yang membuat dan menyimpan susu jarang terjadi. Dokter dulu berpikir bahwa kanker payudara pada pria lebih parah daripada pada wanita, tetapi sekarang tampaknya itu hampir sama. Masalah utama adalah bahwa kanker payudara pada pria sering didiagnosis lebih lambat dari kanker payudara pada wanita. Ini mungkin karena pria cenderung tidak curiga terhadap sesuatu yang aneh di area itu. Selain itu, jaringan payudara mereka yang sedikit lebih sulit dirasakan, sehingga lebih sulit untuk menangkap kanker ini sejak dini. Ini juga berarti tumor dapat menyebar lebih cepat ke jaringan sekitarnya. Lalu laki-laki mana yang lebih mungkin terkena kanker payudara? Sangat jarang seorang pria di bawah usia 35 tahun menderita kanker payudara. Kesempatan seorang pria untuk mendapatkan kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Sebagian besar kanker payudara terjadi pada pria yang berusia antara 60 dan 70 tahun. Hal-hal lain yang meningkatkan peluang untuk kanker payudara pria meliputi: Kanker payudara pada kerabat dekat wanita Riwayat paparan radiasi pada dada Pembesaran payudara (disebut ginekomastia) dari obat atau perawatan hormon, atau bahkan beberapa infeksi dan racun Mengambil estrogen (hormon seks wanita) Kondisi genetik langka yang disebut sindrom Klinefelter Penyakit hati yang parah, yang disebut sirosis Penyakit testis seperti gondok orchitis, cedera testis, atau testis tidak turun   Sumber : www.webmd.com
 13 Sep 2018    11:00 WIB
Mengenal Kanker Payudara dan Penyebabnya
Payudara normal terdiri dari kelenjar susu yang terhubungkan dengan permukaan kulit pada puting susu melalui suatu saluran kecil. Kelenjar dan saluran ini disanggah oleh jaringan ikat yang terbentuk dari lemak dan fibrosa. Pembuluh darah, saraf, dan kelenjar limfe juga terdapat di dalam payudara. Jaringan payudara ini terletak di bawah kulit dan di atas otot dada. Seperti halnya kanker lainnya, jaringan abnormal yang menyebabkan terjadinya kanker payudara berasal dari sel anda sendiri yang membelah diri secara tidak terkontrol. Sel-sel ini juga dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya dan disebut dengan kanker metastasis. Kanker payudara berkembang pada jaringan payudara, terutama pada saluran atau kelenjar susu. Kanker payudara biasanya berawal dari pembentukan benjolan kecil dengan batas tegas atau suatu deposit kalsium (mikrokalsifikasi) dan kemudian menyebar dari dalam payudara ke kelenjar limfe atau melalui darah ke berbagai organ tubuh lainnya. Benjolan ini dapat tumbuh dan menginvasi jaringan di sekitar payudara, seperti pada kulit atau dinding dada. Terdapat berbagai jenis kanker payudara dengan kecepatan penyebaran yang berbeda-beda pula. Beberapa jenis kanker payudara memerlukan waktu bertahun-tahun untuk menyebar ke bagian tubuh lainnya, sedangkan yang lainnya dapat menyebar dalam waktu singkat. Tidak semua benjolan pada payudara anda merupakan sel kanker. Benjolan ini dapat merupakan sebuah tumor jinak, akan tetapi dapat pula merupakan suatu lesi pra kanker (dapat berubah menjadi keganasan setelah beberapa lama). Cara terbaik untuk menentukan apakah benjolan pada payudara anda merupakan suatu keganasan atau tumor jinak adalah melalui pemeriksaan biopsi (dokter akan mengambil sedikit jaringan dari benjolan di payudara anda untuk kemudian memeriksanya di bawah mikroskop).   Siapa Saja yang Beresiko? Kanker payudara tidak hanya dapat terjadi pada wanita, pria pun dapat mengalaminya walaupun jarang (hanya sekitar 1% dari seluruh penderita kanker payudara). Pada wanita, kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling sering terjadi dan merupakan penyebab kematian kedua tersering setelah kanker paru-paru. Sekitar dua pertiga wanita mengalami kanker payudara setelah berumur 50 tahun dan sisanya menderita kanker payudara pada usia 39-49 tahun. Selain itu, wanita Afrika-Amerika memiliki resiko mengalami kanker payudara yang lebih tinggi sebelum menopause daripada wanita Kaukasia.   Penyebab Penyebab pasti dari kanker payudara masih belum diketahui. Beberapa faktor resiko terjadinya kanker payudara adalah: Usia Adanya anggota keluarga yang mengalami kanker payudara Memiliki benjolan atau tumor jinak pada payudara Pernah menderita kanker payudara atau kanker endometrium atau kanker ovarium (indung telur) atau kanker usus besar (kanker colon) sebelumnya Seorang wanita yang ibu atau saudara perempuannya atau anaknya menderita kanker payudara memiliki resiko menderita kanker payudara 2-3 kali lebih tinggi, terutama bila lebih dari 1 anggota keluarga dekat menderita kanker payudara. Keadaan ini biasanya menyebabkan terjadinya kanker payudara saat anda memasuki masa pramenopause atau mengalami kanker payudara pada kedua payudara. Terdapat dua gen yang dapat menyebabkan terjadinya kanker payudara pada anggota keluarga yang sama, yaitu BRCA 1 dan BRCA 2. Gen ini meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara dan kanker ovarium. Selain itu, gen ini juga berhubungan dengan terjadinya kanker pankreas, melanoma (kanker kulit), kanker payudara pada pria (gen BRCA 2). Selain gen BRCA 1 dan BRCA 2, terdapat beberapa gen lainnya yang juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara, yaitu gen PTEN, gen ATM, gen TP53, dan gen CHEK 2.   Hormon dan Kanker Payudara Sementara itu, semakin sering anda terpapar dengan hormon estrogen maka semakin tinggi resiko terjadinya kanker payudara. Estrogen menyebabkan pembelahan sel, semakin banyak pembelahan sel terjadi, maka semakin tinggi kemungkinan pembelahan sel ini menjadi abnormal (keganasan). Paparan estrogen dan progesteron tergantung pada beberapa hal, seperti: Usia saat pertama kali mendapat menstruasi Usia saat terjadinya menopause Berapa lama jarak di antara menstruasi Usia saat melahirkan anak pertama Seorang wanita memiliki resiko menderita kanker payudara yang lebih tinggi bila: Menstruasi pertama kali terjadi sebelum berusia 12 tahun Melahirkan anak pertamanya di usia lebih dari 30 tahun Berhenti mengalami menstruasi setelah berusia lebih dari 55 tahun Tidak menyusui anaknya Hubungan antara pil KB dan terjadinya kanker payudara masih kontroversial. Beberapa penelitian menemukan bahwa penggunaan pil KB tidak meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara dan bahkan melindungi anda terhadap terjadinya kanker payudara. Akan tetapi, beberapa penelitian lainnya menemukan bahwa penggunaan pil KB dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. Hal ini tidak tergantung dari berapa lama anda telah menggunakan pil KB. Beberapa penelitian menemukan bahwa terapi sulih atau terapi penggantian hormon estrogen dan progesteron juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara.   Radiasi dan Kanker Payudara Radiasi dosis tinggi seperti paparan nuklir atau terapi radiasi yang biasa digunakan untuk mengatasi kanker kelenjar limfe (limfoma Hodgkin) juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara setelah berusia 15-20 tahun.   Makanan dan Kanker Payudara Obesitas, terutama saat anda menopause merupakan salah satu faktor resiko terjadinya kanker payudara. Obesitas menyebabkan perubahan pada metabolisme estrogen anda. Selain itu, mengkonsumsi minuman beralkohol, terutama bila lebih dari 1 gelas sehari juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. Beberapa penelitian menemukan bahwa wanita yang memiliki pola makan tinggi lemak, baik lemak yang berasal dari daging atau susu memiliki resiko kanker payudara yang lebih tinggi. Diet rendah lemak dapat mencegah terjadinya kanker payudara.   Pengobatan Pada Kanker Payudara Kanker payudara dapat diatasi bila diketahui sedini mungkin. Kanker yang belum menyebar biasanya dapat diatasi dengan tindakan pembedahan. Apabila sel kanker telah menyebar ke orang tubuh lainnya, maka pengobatan pun menjadi lebih sulit. Tingkat kekambuhan kanker payudara pun cukup tinggi.   Sumber: webmd  
 28 Aug 2018    16:00 WIB
Waspada! Pria Juga Bisa Terkena Kanker Payudara
Walaupun jarang sekali ada pria yang didiagnosa menderita kanker payudara, akan tetapi bukan berarti mereka tidak mungkin menderita kanker yang satu. Pria juga dapat menderita kanker payudara lho! Hal ini dikarenakan pria juga memiliki jaringan payudara. Beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara pada pria adalah mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dan mengalami obesitas. Hal ini dikarenakan keduanya dapat meningkatkan kadar hormon wanita, yaitu estrogen, di dalam tubuh pria. Kadar hormon yang abnormal inilah yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara pada pria.   Baca juga: Pilihan Terapi Kanker Payudara Stadium 0   Gejala Kanker Payudara Pada Pria Kanker payudara stadium awal biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Gejala awal yang paling sering ditemukan adalah adanya benjolan yang tidak nyeri pada payudara atau ketiak. Saat benjolan ini semakin berkembang, maka dapat terjadi perubahan bentuk dan struktur payudara. Oleh karena itu, sangat penting bagi para pria untuk segera memeriksakan dirinya bila mereka menemukan adanya benjolan pada payudaranya. Selain benjolan, beberapa gejala kanker payudara lain yang dapat ditemukan pada pria adalah: Keluarnya cairan dari puting susu Puting susu terasa gatal Puting susu tampak kemerahan dan bersisik Puting susu tertarik ke dalam Kulit payudara tampak mengkerut Perubahan ukuran dan bentuk payudara Kulit payudara tampak seperti kulit jeruk   Kanker Payudara Lebih Mudah Dideteksi Pada Pria Daripada Wanita Karena ukuran payudara pria yang lebih kecil, maka adanya benjolan pada payudara pria biasanya dapat lebih mudah disadari. Akan tetapi, banyak pria yang sering tidak menghiraukan berbagai gejala kanker payudara di atas. Apalagi, para dokter yang memeriksa juga seringkali tidak menduga adanya benjolan pada payudara pria sebagai sebuah sel kanker. Selain itu, pada sebagian besar kasus, kanker payudara yang diderita oleh para pria adalah kanker payudara yang cukup ganas (sub tipe luminal B), yang dapat sangat berbahaya bila terlambat didiagnosa. Oleh karena itu, segera periksakan diri Anda bila Anda menemukan adanya benjolan pada payudara Anda. Memang benar bahwa resiko terjadinya kanker payudara akan meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, memiliki anggota keluarga yang menderita kanker payudara, dan memiliki gaya hidup yang tidak sehat. Akan tetapi, langkah terpenting untuk mengatasi kanker payudara adalah mendeteksinya sedini mungkin dengan cara mengetahui bagaimana keadaan payudara Anda yang normal dan tahu kapan harus mencari pertolongan medis.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: sheknows