Your browser does not support JavaScript!
 10 Oct 2019    11:00 WIB
Dengan Cara Ini, Kanker Tak Lagi Menghantui Anda!
Kanker merupakan salah satu penyakit yang paling sering terjadi saat ini. Berbagai jenis kanker dapat terjadi kapan saja dan pada siapa saja. Sampai saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan kanker, terutama bila kanker itu mengenai seluruh tubuh, seperti leukemia dan limfoma atau bila sel-sel kanker telah menyebar ke tempat lainnya. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa salah satu hal yang dapat mencegah terjadinya kanker adalah gaya hidup sehat. Perubahan gaya hidup, mulai dari perubahan kebiasaan, perubahan pola makan, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup dapat memberikan pengaruh besar terhadap penurunan resiko terjadinya kanker.   Berhenti Merokok Merokok merupakan salah satu faktor resiko dari berbagai penyakit. Penyakit jantung, aterosklerosis, dan kanker sangat dipengaruhi oleh kebiasaan merokok. Perokok aktif maupun perokok pasif mempunyai resiko yang sama. Berbagai jenis kanker yang dapat disebabkan oleh rokok adalah kanker paru, ginjal, kandung kemih, dan bahkan kanker rahim. Menghentikan kebiasaan merokok memang tidak mudah, namun bukan berarti tidak mungkin. Bila anda mengalami kesulitan menghentikan kebiasaan merokok anda, anda dapat meminta bantuan pada dokter anda mengenai apa yang harus dilakukan untuk membantu anda menghentikan kebiasaan anda tersebut.   Diet Sehat Walaupun anda memilih untuk tidak memakan makanan tertentu dan memakan makanan lainnya yang lebih sehat tidak menjamin bahwa anda tidak akan terkena kanker, tetapi peubahan pola makan menjadi lebih sehat tetap dapat menurunkan resiko anda terkena kanker. Yang termasuk diet sehat adalah diet tinggi sayuran dan buah-buahan, serta rendah lemak. Selain itu, kacang-kacangan dan gandum juga dapat menjadi bagian dari menu sehat anda. Satu hal lainnya yang juga perlu diingat adalah alkohol. Alkohol mempunyai peranan penting dalam menurunkan resiko kanker, terutama kanker hati. Selain itu, alkohol juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker paru, usus besar, ginjal, dan payudara. Seberapa banyak alkohol yang anda minum dan berapa lama anda telah mengkonsumsi alkohol mempengaruhi resiko anda terkena kanker. Olahraga Berolahraga dapat membuat anda tetap bugar dan dapat membantu anda menjaga berat badan. Obesitas meningkatkan resiko terjadinya kanker terutama kanker usus besar, payudara, paru, prostat, dan ginjal. Selain itu, obesitas juga meningkatkan resiko diabetes. Dianjurkan agar anda berolahraga selama 30 menit setiap harinya selama minimal 5 hari dalam seminggu.   Hindari Matahari Salah satu kanker yang disebabkan oleh paparan sinar matahari adalah kanker kulit. Mengurangi paparan sinar matahari, terutama antara pukul 10.00 sampai pukul 16.00 adalah salah satu tindakan pencegahan yang baik. Sinar ultraviolet yang terdapat dalam sinar matahari dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker kulit. Bila anda harus bekerja di lapangan dan banyak terpapar dengan sinar matahari, gunakanlah baju lengan panjang dan celana panjang, yang dapat menutupi bagian tubuh anda sebanyak mungkin.   Imunisasi Satu lagi cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan resiko terkena kanker adalah dengan imunisasi. Imunisasi hepatitis B adalah salah satunya. Imunisasi ini dapat mencegah anda terkena hepatitis B, yang merupakan suatu penyakit kronis yang disebabkan oleh virus hepatitis B yang menginfeksi hati yang menyebabkan peradangan kronis pada hati, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kanker hati. Selain itu, imunisasi HPV juga mulai banyak dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker serviks yang disebabkan oleh infeksi virus HPV pada leher rahim.   Perubahan Perilaku Seks bebas dan pemakaian obat-obatan terlarang juga dapat meningkatkan resiko anda terkena kanker, selain HIV dan penyakit menular seksual. Berganti-ganti pasangan untuk berhubungan seksual dapat meningkatkan resiko anda terkena HIV dan HPV. Penderita HIV mempunyai resiko terkena kanker anus, hati, dan paru yang lebih tinggi daripada yang bukan penderita. HPV sendiri meningkatkan resiko terkena kanker serviks, dan juga kanker anus, vulva, vagina, penis, dan kerongkongan. Pemakaian jarum suntik secara bergantian pada para pengguna obat terlarang meningkatkan resiko infeksi HIV dan hepatitis B dan C, yang meningkatkan resiko terkena kanker hati.
 02 Oct 2019    11:00 WIB
Tips Mengatasi Kecanduan Merokok
Rokok merupakan salah satu kebiasaan yang paling sulit dihilangkan. Dibutuhkan tekad dan kemauan yang kuat untuk menghentikan kebiasaan ini. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang mungkin dapat membantu anda menghentikan kebiasaan merokok anda, walaupun memang sulit.   Tunggu Setiap kali anda merasa ingin merokok, katakanlah pada diri anda untuk menunggu selama 10 menit dan lakukanlah hal lainnya. Hal ini pada akhirnya akan membuat anda melupakan keinginan anda tersebut. Lakukan dan ulangilah hal ini sesering mungkin.   Jangan Tergoda Buanglah jauh-jauh pikiran bahwa anda hanya akan merokok satu batang saja. Bila anda tergoda dan akhirnya mulai merokok, maka akan sangat sulit bagi anda untuk berhenti. Dari satu batang rokok, anda dapat meneruskannya menjadi beberapa batang hingga satu bungkus, yang pada akhirnya membuat anda kembali merokok.   Kenali Pemicu Anda Setiap orang mempunyai kebiasaan yang berbeda mengenai kapan mereka biasa merokok. Bila anda terbiasa merokok setelah makan atau saat menonton televisi, maka pada saat-saat inilah anda akan merasakan keinginan yang kuat dan sulit ditahan untuk merokok. Pada saat-saat seperti ini, sebaiknya anda melakukan hal lainnya. Setelah makan, anda dapat mengunyah permen untuk menghentikannya. Saat menonton televisi, anda dapat menggantikan kebiasaan merokok anda dengan mengisap permen atau memakan buah-buahan.   Olahraga Berolahraga dan tetap menyibukkan diri anda dapat membuat anda melupakan keinginan anda untuk merokok. Berolahragalah selama 30 menit setiap harinya, hal ini dapat membantu anda mengurangi keinginan merokok. Bila anda tidak menyukai olahraga, anda dapat melakukan kegiatan lain yang anda sukai, seperti membaca, menulis, menjahit, atau hal lainnya yang dapat membuat anda sibuk sepanjang hari dan melupakan keinginan anda untuk merokok.   Terapi Pengganti Nikotin Saat ini telah banyak obat dan berbagai hal lainnya yang dapat digunakan sebagai pengganti nikotin pada rokok yang membuat anda merasa terus ingin merokok. Berbagai jenis koyo nikotin atau permen dapat digunakan sebagai pengganti rokok.   Kunyahlah Sesuatu Mengunyah permen karet atau menghisap permen dapat membantu anda di saat keinginan untuk merokok terasa sangat kuat. Untuk membantu perokok menghentikan kebiasaan diperlukan kesadaran perokok akan akibat buruk dari rokok bagi dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Selain itu, diperlukan dukungan keluarga dan orang-orang terdekat untuk terus menyemangati dan mendukung perokok untuk menghentikan kebiasaannya. Setiap kali anda berhasil melawan keinginan untuk merokok, maka semakin cepat anda dapat menghentikan kebiasaan merokok tersebut. Baca juga: Tips Membantu Remaja Berhenti Merokok Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang sumber: webmd
 14 Jul 2019    16:00 WIB
Penyakit Paru Akibat Gangguan Pada Kantong Udara (Alveolus)
Jalan napas pada akhirnya akan bercabang-cabang menjadi saluran-saluran kecil (bronkiolus) dan membentuk suatu kantong udara (alveolus) di bagian akhir. Sebagian besar jaringan paru terdiri dari kantong-kantong udara ini. PneumoniaMerupakan penyakit yang terjadi akibat infeksi pada alveolus, yang biasanya disebabkan oleh bakteri.TuberkulosisMerupakan pneumonia progresif lambat yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini sangat mudah menular, terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang lemah seperti pada penderita diabetes, HIV/AIDS, dan anak-anak.EmfisemaMerupakan penyakit yang disebabkan oleh kerusakan pada jaringan penghubung antar alveolus. Keadaan ini biasanya disebabkan oleh kebiasaan merokok. Emfisema juga dapat menghambat aliran udara, sehingga menyebabkan terjadinya gangguan pada jalan napas.Edema ParuMerupakan suatu keadaan di mana cairan merembes keluar dari pembuluh darah kecil paru ke dalam kantong udara dan daerah di sekitarnya. Edema paru dapat terjadi akibat kerusakan pada jaringan paru yang menyebabkan perembesan cairan, gagal jantung, dan tekanan balik pada pembuluh darah paru. Kanker ParuKanker paru mempunyai banyak jenis dan dapat terjadi di bagian paru manapun. Akan tetapi, sel kanker paling sering ditemukan pada bagian utama paru, yaitu di dalam atau di sekitar kantong udara. Pengobatan kanker paru ditentukan berdasarkan pada jenis, lokasi, dan penyebaran kanker paru.Acute Respiratory Distress SyndromeMerupakan suatu keadaan yang disebabkan oleh kerusakan parah dan berat dari jaringan paru akibat suatu penyakit berat. Penggunaan ventilasi mekanik biasanya diperlukan untuk menunjang kehidupan sampai jaringan paru kembali normal.Pneumoconiosis Merupakan suatu keadaan yang terjadi akibat menghirup suatu zat tertentu yang dapat merusak jaringan paru. Debu batu bara dan debu asbes merupakan dua zat yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan paru dan menyebabkan terjadinya "black lung" dan asbestosis.Sumber: webmd
 12 Jul 2019    08:00 WIB
Apa Perbedaan Antara Kanker Paru dan Bronkitis
Dengan semakin banyaknya polusi udara dan perokok, maka kasus kanker paru pun semakin meningkat. Selain kanker paru, para perokok kronik juga beresiko untuk menderita bronkitis.   Kanker Paru Kanker paru merupakan suatu keadaan di mana terjadi pertumbuhan berlebihan dari jaringan paru yang tidak dapat dikendalikan dan tidak terkoordinasi. Kanker dapat terjadi pada bagian paru manapun. Secara perlahan, sel-sel kanker ini akan mengambil berbagai nutrisi yang diperlukan oleh sel-sel sehat paru untuk menjalankan fungsinya dengan baik, yang menyebabkan timbulnya gejala kanker. Penyebab pasti dari kanker paru masih tidak diketahui, akan tetapi iritasi berulang pada sel-sel paru karena berbagai kebiasaan tidak sehat seperti merokok, menghisap narkotika, menghirup gas beracun saat bekerja, dan lain sebagainya merupakan berbagai faktor resiko terjadinya kanker paru.   Bronkitis Bronkitis merupakan suatu inflamasi (radang) saluran napas paru. Berbagai penyebab bronkitis adalah merokok, menghirup uap beracun, polusi udara, infeksi bakteri atau virus atau jamur, dan kekurangan enzim (sangat jarang).   Perbedaan Gejala Batuk merupakan gejala yang dapat terjadi baik pada kanker paru maupun pada bronkitis. Selain itu, beberapa gejala lain yang dapat ditemukan pada kanker paru adalah penurunan berat badan, tidak nafsu makan, badan terasa lemah. Beberapa gejala spesifik kanker paru adalah batuk yang terjadi dalam waktu lama (kronik atau lebih dari 2 minggu) yang terus memburuk baik dengan maupun tanpa dahak, adanya darah pada dahak, nyeri dada, sesak napas baik saat beristirahat maupun beraktivitas, dan adanya benjolan pada kerongkongan yang membuat penderita sulit menelan makanan. Gejala bronkitis dapat berupa batuk hebat yang seringkali disertai dengan dahak, demam, kesulitan bernapas saat berbicara atau tertawa, dan nyeri tenggorokan. Kadang penderita dapat merasa nyeri dada saat batuk.   Perbedaan Pengobatan Kanker paru diobati dengan pengangkatan sel-sel kanker melalui tindakan pembedahan, kemoterapi, dan radiasi. Sementara itu, bronkitis diatasi dengan pemberian obat anti inflamasi, antibiotika, ekspektroan, dan penekan batuk. Berhenti merokok merupakan salah satu hal yang dapat membantu proses penyembuhan.   Baca juga: Penyakit Paru Akibat Gangguan Jalan Napas   Sumber: differencebetween
 28 Mar 2019    18:00 WIB
9 Gejala Kanker Paru yang Perlu Diwaspadai
Kanker paru mungkin tidak akan menimbulkan gejala apapun pada stadium awal. Sekitar 40% penderita kanker paru baru mengetahui bahwa mereka menderita kanker paru setelah penyakit mencapai stadium lanjut. Di bawah ini terdapat beberapa gejala kanker paru yang perlu diwaspadai.   1.      Batuk yang Tidak Kunjung Sembuh Batuk yang disebabkan oleh flu atau infeksi saluran pernapasan biasanya akan sembuh dalam waktu 1-2 minggu. Akan tetapi, bila batuk Anda tidak juga sembuh, maka hal ini dapat merupakan gejala kanker paru. Oleh karena itu, segera hubungi dokter Anda bila batuk Anda tidak kunjung sembuh.   2.      Perubahan Pola Batuk Perhatikanlah ada tidaknya perubahan pada batuk Anda, terutama bila Anda merupakan seorang perokok. Jika Anda merasa bahwa batuk Anda menjadi lebih sering atau membuat suara Anda menjadi serak atau batuk disertai dengan darah atau lebih banyak lendir daripada biasanya; maka sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter terdekat.   3.      Sesak Napas Sesak napas atau mudah kehabisan napas juga dapat merupakan salah satu gejala kanker paru. Gejala ini biasanya timbul bila kanker telah menghalangi atau membuat saluran pernapasan menjadi lebih sempit atau karena adanya cairan di dalam dada akibat tumor. Jika Anda mengalami sesak napas atau mudah kehabisan napas setelah melakukan suatu aktivitas fisik yang biasanya dengan mudah dapat Anda lakukan, maka segera periksakan diri ke dokter.   4.      Nyeri Dada Kanker paru dapat menyebabkan nyeri di daerah dada, bahu, atau punggung. Rasa nyeri ini juga mungkin tidak berhubungan dengan batuk. Nyeri dada ini mungkin diakibatkan oleh pembesaran kelenjar getah bening atau metastasis (penyebaran) sel kanker ke dinding dada, pleura (lapisan pembungkus paru), atau tulang rusuk.   5.      Mengi Saat saluran pernapasan tersumbat atau meradang, maka akan terdengar suara mengi atau seperti suara tiupan peluit saat Anda bernapas. Selain kanker paru, mengi dapat disebabkan oleh berbagai gangguan kesehatan lain yang dapat diobati.   6.      Suara Berubah Menjadi Serak Jika Anda merasa suara Anda berubah atau jika orang lain mengatakan bahwa suara Anda terdengar lebih dalam, kasar, atau serak; maka segera hubungi dokter Anda, terutama bila perubahan suara ini telah berlangsung selama lebih dari 2 minggu. Suara penderita kanker paru dapat menjadi serak karena tumor telah mengenai saraf yang mengatur laring atau pita suara.   7.      Penurunan Berat Badan Tanpa Penyebab yang Jelas Bila Anda mengalami penurunan berat badan hingga 5 kg atau lebih tanpa penyebab yang jelas, maka hal ini dapat merupakan gejala dari kanker paru atau kanker lainnya. Penurunan berat badan dapat terjadi karena sel-sel kanker menggunakan energi di dalam tubuh atau akibat perubahan dari cara tubuh menggunakan energi yang diperolehnya melalui makanan.   8.      Nyeri Tulang Kanker paru yang telah menyebar hingga ke tulang dapat menyebabkan timbulnya nyeri di daerah punggung atau daerah tubuh lainnya. Nyeri ini biasanya akan semakin memburuk di malam hari saat Anda sedang tidur terlentang. Selain itu, kanker paru juga dapat menyebabkan terjadinya nyeri bahu, nyeri lengan, atau nyeri leher walaupun lebih jarang.   9.      Nyeri Kepala Nyeri kepala dapat merupakan pertanda bahwa kanker paru telah mencapai otak atau karena tumor telah menekan pembuluh darah besar yaitu vena kava superior.   Untuk membantu mendeteksi adanya sel kanker paru sedini mungkin, maka dianjurkan agar setiap orang yang beresiko tinggi untuk melakukan pemeriksaan foto rontgen dada atau CT scan dada. Orang-orang yang termasuk memiliki resiko tinggi menderita kanker paru adalah: Merokok 30 bungkus  atau lebih setiap tahunnya Berusia 55-79 tahun Telah merokok selama 15 tahun terakhir   Sumber: healthline
 07 Oct 2018    11:00 WIB
Mengenal Kanker Paru dan Pencegahannya
Apa Itu Kanker Paru ? Kanker paru biasanya terjadi setelah paparan jangka panjang pada berbagai zat kimia yang dapat menyebabkan kanker. Merokok atau paparan asbes dapat merusak sel-sel paru dan menyebabkan mutasi genetik. Kerusakan pada sel selama bertahun-tahun dapat menyebabkan sel kehilangan kendali dan kemudian bertumbuh, bertambah banyak, dan terdapat di berbagai organ lainnya. Pada akhirnya hal ini akan menyebabkan gangguan fungsi tubuh.   Faktor Resiko Kanker Paru Jika anda tidak pernah merokok, maka anda memiliki resiko yang lebih rendah untuk menderita kanker paru. Jika anda merupakan perokok, terutama pada perokok berat, maka anda memiliki resiko menderita kanker paru 30 kali lebih tinggi daripada orang yang tidak merokok. Sekitar 90% penderita kanker paru memiliki riwayat merokok. Selain itu, berapa lama dan seberapa banyak rokok yang telah anda konsumsi juga mempengaruhi resiko terjadinya kanker paru. Berbagai faktor resiko kanker paru lainnya adalah: Paparan terhadap gas radon yang merupakan suatu gas radioaktif yang tidak berwarna dan tidak berbau, yang ditransmisikan oleh tanah dan batu Paparan terhadap asbes, terutama pada buruh yang bekerja pada pabrik asbes Memiliki anggota keluarga dekat yang menderita kanker paru Perokok pasif   Kelompok Resiko Tinggi Anda dianggap beresiko tinggi menderita kanker paru bila: Berusia 55-74 tahun dengan riwayat merokok sebanyak 30 bungkus atau lebih setiap tahunnya atau telah berhenti merokok selama 15 tahun Berusia 50 tahun atau lebih dengan riwayat merokok sebanyak 20 bungkus atau lebih setiap tahunnya dan memiliki satu faktor resiko lainnya seperti radiasi dada   Pengobatan Kanker Paru Bila kanker ditemukan pada stadium dini, maka dapat dilakukan tindakan pembedahan untuk mengangkat bagian paru yang terkena. Selain tindakan pembedahan ini, kanker paru dapat ditangani dengan kemoterapi dan radiasi. Hanya sekitar 15% dari penderita kanker paru yang dapat bertahan hidup, oleh karena itu deteksi dini dan menghindari berbagai faktor resiko merupakan langkah pencegahan kanker paru yang terbaik.   Pencegahan Kanker Paru Berhenti Merokok Jika anda merupakan perokok, segeralah berhenti merokok. Berdasarkan penelitian, setiap orang yang berhenti merokok sebelum berusia 50 tahun dapat menurunkan resiko kematian sampai selama 15 tahun daripada orang terus merokok. Bila anda merupakan perokok, hindari mengkonsumsi suplemen yang mengandung beta karoten karena hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker paru pada perokok. Jika anda tidak merokok, maka hindarilah asap rokok. Hindari Paparan Radon Baik perokok atau bukan, hindarilah paparan terhadap radon. Radon dapat terbentuk pada rumah-rumah, terutama pada rumah yang sering terpapar oleh cuaca dingin. Olahraga dan Diet Sehat Berolahraga dan diet kaya sayur serta buah-buahan merupakan salah satu perubahan gaya hidup sehat yang dapat membantu menjaga kesehatan anda, bahkan juga dapat membuat anda terhindar dari berbagai jenis kanker, diabetes, dan penyakit jantung.   Sumber: webmd  
 24 May 2018    11:00 WIB
9 Pekerjaan yang Mengganggu Kesehatan Paru-Paru
Paru-paru anda bekerja sangat keras, sebagian besar orang dewasa bernapas lebih dari 20.000 kali per hari. Bahan-bahan kimia, kuman, asap rokok, kotoran, serat, debu, dan bahkan hal-hal yang anda pikir tidak berbahaya ternyata dapat menyebabkan kerusakan pada saluran pernapasan dan membahayakan paru-paru anda. Pajanan yang berasal dari pekerjaan dan lingkungan anda dapat menyebabkan jaringan parut atau fibrosis, asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), infeksi, dan bahkan kanker.  Perbaikan ventilasi, penggunaan alat perlindungan diri (masker), perubahan cara kerja, dan mempelajari hal-hal yang berbahaya tersebut dapat membantu anda mengurangi resiko terkena penyakit paru karena pekerjaan anda.   Bartender dan Pelayan Telah diketahui bahwa perokok pasif merupakan salah satu resiko kanker paru. Bartender dan pelayan adalah contoh pekerjaan yang banyak sekali terpapar oleh asap rokok dan menyebabkan anda menjadi perokok pasif setiap harinya.   Pembantu Rumah Tangga dan Cleaning Service Pernahkah anda merasa sesak napas atau terbatuk-batuk saat anda sedang membersihkan kamar mandi dengan cairan pembersih di rumah anda? Hal ini disebabkan oleh bahan kimia yang terdapat di dalam cairan pembersih mengandung bahan yang tidak hanya bereaksi dengan kotoran, tetapi juga bereaksi dengan sel-sel paru anda. Reaksi berbahaya ini bahkan dapat menyebabkan gangguan pernapasan kronik (asma) dan alergi. Oleh karena itu, bukalah pintu kamar mandi saat anda sedang membersihkannya, sehingga sirkulasi udara menjadi lebih baik.   Pelayan Kesehatan Para pelayan kesehatan seperti dokter, perawat, dan orang-orang yang bekerja di rumah sakit, klinik, atau rumah merupakan orang-orang dengan resiko tinggi terkena penyakit paru-paru. Sebagian besar penyakit paru ditularkan melalui udara, oleh karena itu, makin sering anda berkontak dengan penderita penyakit paru, maka makin tinggi resiko anda juga terkena penyakit paru tersebut. Tindakan pencegahan seperti pemberian vaksinasi flu, pengunaan masker dan sarung tangan dapat membantu anda mencegah penularan penyakit paru ini.   Pegawai Salon Tahukah anda bahwa obat pelurus rambut anda mengandung zat karsinogenik? Formaldehida yang terdapat di dalam obat pelurus rambut merupakan zat karsinogenik, suatu zat yang dapat memicu terjadinya kanker. Selain itu, formaldehida juga dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, tenggorokan, dan paru-paru anda.   Buruh Pabrik Para buruh seringkali terpapar oleh berbagai jenis bahan berbahaya selama bekerja, seperti logam, silika, atau pasir halus. Berbagai bahan berbahaya ini bila terhirup dan masuk ke dalam paru-paru anda, dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut pada paru-paru anda, serta meningkatkan resiko terkena kanker paru. Pemakaian masker dan perbaikan ventilasi di tempat anda bekerja dapat membantu mencegah terhirupnya bahan-bahan tersebut.   Pekerja Konstruksi Orang-orang yang bekerja menghancurkan bangunan atau merenovasi bangunan dapat terpapar dengan asbes yang digunakan untuk melapisi pipa-pipa atau pada lantai. Bahkan pajanan yang sedikit saja dapat menyebabkan berbagai penyakit paru, salah satunya adalah mesothelioma yang merupakan salah satu bentuk dari kanker paru. Pajanan terhadap asbes juga dapat meningkatkan resiko kanker paru dan juga dapat menyebabkan asbestosis atau menyebabkan terbentuknya jaringan parut pada paru.   Petani dan Peternak Pneumonitis hipersensitivitas adalah penyakit paru yang jarang terjadi, yang dapat disebabkan oleh paparan berkepanjangan dari gandum atau jerami yang terinfeksi jamur. Penyakit ini dapat menyebabkan peradangan kantong udara (alveolus) di paru dan terbentuknya jaringan parut. Gandum yang disimpan di tempat penyimpanan yang terbuat dari logam dapat ditumbuhi dengan jamur. Jika debu dari gandum ini terhirup maka dapat menyebabkan demam, menggigil, dan gejala-gejala lainnya yang menyerupai flu yang disebut dengan organic dust toxic syndrome. Para petani juga seringkali mengeluh batuk dan dada terasa berat. Selain itu, orang-orang yang bekerja di peternakan ayam dan babi kadang-kadang dapat menderita sesak seperti asma. Debu dan kadar ammonia yang tinggi adalah salah satu faktor resikonya. Oleh karena itu, jagalah agar gandum tidak lembab, ventilasi adekuat, dan gunakan alat perlindungan diri seperti masker.   Pemadam Kebakaran Saat memadamkan api, para pemadam kebakaran tidak hanya terpajan oleh api, tetapi juga oleh berbagai material lainnya, termasuk plastik yang terbakar dan bahan-bahan kimia lainnya. Pemadam kebakaran dapat mengurangi resiko terkena penyakit paru dengan menggunakan "self contained breathing apparatus" (SCBAs). Alat ini juga sebaiknya digunakan saat pembersihan tempat yang terbakar tersebut.   Pekerja Tambang Para penambang beresiko terhadap banyak penyakit paru, mulai dari bronkitis sampai pneumoconiosis atau biasa disebut "black lung". Hal ini merupakan suatu kondisi kronis yang disebabkan oleh menghirup debu batu bara dalam waktu lama. Debu batu bara ini kemudian mengendap di dalam paru-paru dan menyebabkan pengerasan paru-paru sehingga menjadi sulit bernapas. Pajanan ini menyebabkan fibrosis progresif menyeluruh dan dapat menyebabkan kematian. Penggunaan alat perlindungan diri berupa masker merupakan salah satu cara pencegahan terbaik.    
 13 Mar 2018    11:00 WIB
Kanker Paru, Berikut Cara Memastikannya...
Kanker paru merupakan salah satu jenis kanker yang cukup sering ditemukan di Indonesia. Dokter dapat mencurigai seseorang menderita kanker paru bila ia menemukan beberapa gejala di bawah ini saat melakukan pemeriksaan fisik rutin: Pembesaran kelenjar getah bening di atas tulang selangka Napas lemah Terdengar suara abnormal dari paru-paru Pupil berukuran tidak sama Kelopak mata menurun Kelemahan pada satu sisi tangan Pelebaran pembuluh darah di daerah tangan, dada, atau leher Pembengkakan pada wajah Beberapa jenis kanker paru akan meningkatkan kadar hormon atau zat tertentu seperti kalsium. Kanker paru yang berasal dari paru dapat menyebar ke bagian tubuh lain seperti tulang, hati, kelenjar adrenal, atau otak. Kanker paru mungkin justru ditemukan saat sudah menyebar jauh. Saat kanker paru sudah menimbulkan gejala, maka biasanya akan terlihat pada hasil pemeriksaan foto rontgen dada. Kadangkala kanker paru juga dapat ditemukan secara tidak sengaja saat penderita melakukan pemeriksaan untuk gangguan kesehatan lain.   Baca juga: 9 Gejala Kanker Paru yang Perlu Diwaspadai   Walaupun pemeriksaan dahak dan cairan paru dapat menunjukkan adanya sel kanker, akan tetapi diagnosis kanker paru biasanya dikonfirmasi melalui biopsi jaringan paru. Bila hasil pemeriksaan biopsi positif, maka biasanya perlu dilakukan pemeriksaan lain seperti CT scan atau PET scan atau scan tulang untuk menentukan seberapa jauh sel kanker telah menyebar.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 24 Aug 2016    15:00 WIB
Hindari 4 Hal Ini Untuk Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru
Kanker adalah salah satu penyakit yang saat ini menjadi momok dalam masyarakat. Pola kehidupan yang semakin buruk, polusi yang semakin meningkat, terlalu sering mengkonsumsi makanan junk food dapat meningkatkan risiko terjaidnya kanker. Salah satu penyakit kanker yang sekarang ini mengalami jumlah peningkatan adalah kanker paru-paru Untuk Anda yang ingin menghindari risiko kanker paru-paru maka sebaiknya Anda hindari beberapa hal berikut ini: Merokok Seperti yang kita ketahui rokok mengandung banyak bahan berbahaya yang dapat memicu sel kanker berkembang dengan pesat. Perokok pasif Jangan pernah merasa meski Anda bukan seorang perokok maka Anda aman dari risiko kanker paru-paru. Seorang perokok pasif juga mempunyai risiko yang sama besarnya dengan perokok aktif. Paparan asbes Untuk para pekerja yang sering terpapar asbes. Hal ini juga bisa meningkatkan terjadinya risiko kanker paru-paru. Paparan mesin diesel Mereka yang bekerja sebagai sopir angkutan umum, yang sering berada di daerah lalu lintas sarat asap mesin diesel, atau bekerja sebagai pengontrol lalu lintas di jalan-jalan dapat meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru. Oleh karena itu gunakan selalu masker yang sudah disiapkan oleh perusahaan untuk membantu menjaga kondisi paru-paru Anda. Baca juga: Makanan Sehat Untuk Paru-paru Yang Sehat Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: palingaktual