Your browser does not support JavaScript!
 10 Aug 2019    11:00 WIB
Apa Itu Kanker Anus ?
Kanker anus merupakan suatu jenis keganasan yang jarang terjadi, yang biasanya bermulai di dalam anus. Sekitar setengah kanker anus terdiagnosa sebelum keganasan ini tersebar jauh ke bagian tubuh lainnya. Sementara itu, 13-25% kasus kanker anus terdiagnosa setelah jaringan kanker menyebar ke kelenjar getah bening, sedangkan 10% kasus terdiagnosa setelah jaringan kanker menyebar ke organ lainnya yang jauh (metastasis). Bila ditemukan pada stadium awal, kanker anus dapat diobati. Secara keseluruhan, 60% pria dan 71% wanita dapat bertahan hidup selama 5 tahun setelah terdiagnosa kanker anus. Bila ditemukan pada stadium awal, maka sekitar 82% penderitanya dapat bertahan hidup selama 5 tahun. Akan tetapi, bila kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening, maka angka ini menurun hingga 60%. Bila kanker telah mengalami metastasis ke organ jauh maka hanyasekitar 1 dari 5 orang penderita yang dapat bertahan hidup hingga 5 tahun atau lebih.   Siapa yang Beresiko Menderita Kanker Anus ? Resiko menderita kanker anus meningkat pada: Orang berusia di atas 60 tahun Pada pria, kanker anus lebih sering terjadi pada usia kurang dari 35 tahun Pada wanita, kanker anus lebih sering terjadi pada usia lebih tua dari 50 tahun Pria yang tidak menikah memiliki resiko menderita kanker anus 6 kali lebih tinggi daripada pria yang menikah Orang yang berhubungan seksual melalui anus Infeksi anus oleh HPV (human papilloma virus) yang menyebabkan timbulnya kutil pada kemaluan Penderita berbagai penyakit yang dapat menurunkan daya tahan tubuh, seperti penderita HIV Gardasil, yaitu vaksin yang digunakan untuk mencegah kanker serviks juga merupakan salah satu cara pencegahan kanker anus.   Gejala Kanker Anus Gejala kanker anus yang paling sering ditemukan adalah perdarahan melalui anus. Selain itu, penderita juga sering mengeluh gatal pada daerah anusnya. Karena kedua gejala tersebut mirip dengan wasir, kanker anus seringkali terlambat didiagnosis. Gejala lainnya yang dapat ditemukan adalah: Nyeri atau rasa tertekan pada daerah anus Keluarnya cairan yang tidak biasanya dari anus Benjolan pada anus Berubahnya pola buang air besar   Apakah Saya Menderita Kanker Anus ? Kanker anus biasanya tidak sengaja terdiagnosa saat dilakukan pemeriksaan anus atau saat pengangkatan wasir. Selain itu, kanker anus juga dapat terdeteksi melalui pemeriksaan anoskopi, proktoskopi, atau USG endorektal. Jika benjolan diduga merupakan jaringan kanker, maka dokter akan menyarankan anda untuk melakukan pemeriksaan biopsi. Untuk menentukan derajat kanker, maka diperlukan beberapa pemeriksaan di bawah ini, yaitu: CT scan panggul atau MRI panggul untuk melihat kelenjar getah bening di daerah panggul Foto rontgen dada Pemeriksaan fungsi hati   Pengobatan Kanker Anus Pengobatan kanker anus biasanya dilakukan melalui kombinasi antara kemoterapi dan radiasi. Tindakan pembedahan biasanya hanya dilakukan bila kemoterapi dan radiasi gagal.   Sumber: webmd
 10 Apr 2019    16:00 WIB
Apa Penyebab Kanker Dubur (Anal) ?
Hai sahabat! Kita berjumpa lagi dengan pembahasan tentang artikel kesehatan yang tidak kalah menarik dengan yang sebelumnya. Hari ini kita akan membahas perihal penyakit kanker dubur. Wah kalau mendengar kata penyakit kanker seram memang, tapi kanker dubur ini seperti apa sih? Biar gak penasaran langsung kita bahas yah. Kanal anal adalah tabung pendek di ujung rektum tempat tinja meninggalkan tubuh kita. Kanal anal dikelilingi oleh 2 otot sfingter yang menjaga anus tetap tertutup dan mencegah kebocoran tinja. Sedangkan Kanker dubur adalah jenis kanker yang tidak biasa yang terjadi di saluran anus. Kanker Anal adalah penyakit langka, yang menyerang sekitar 1.200 orang per tahun di Inggris (Cancer Research UK). Ini sedikit lebih umum pada wanita daripada pada pria, dengan rasio pria: wanita dari kasus 10:18. Prospek untuk kanker dubur seringkali lebih baik daripada kanker usus tipe lain, terutama ketika terserang kanker stadium dini. The American Cancer Society memperkirakan bahwa 7.210 kasus kanker dubur akan didiagnosis pada tahun 2014 dan sekitar 950 kematian akan terjadi pada tahun itu karena kanker dubur. Kanker dubur sering dibagi menjadi 2 kelompok, yang kadang-kadang diperlakukan berbeda: Kanker kanal anal (di atas ambang anal). Kanker margin anal (di bawah ambang anal). Terkadang kanker dubur meluas dari satu area ke area lain, jadi sulit untuk mengetahui dengan pasti di mana mereka mulai. Ada berbagai bentuk kanker dubur, masing-masing ditentukan oleh jenis tumor yang berkembang. Tumor adalah pertumbuhan abnormal dalam tubuh. Tumor bisa jinak atau ganas. Tumor ganas dapat menyebar ke bagian tubuh lain dari waktu ke waktu, jika tidak diobati. Contoh tumor termasuk: Tumor jinak. Tumor yang jinak adalah tumor yang bukan kanker. Dalam anus, ini dapat mencakup polip, tag kulit, tumor sel granular, dan kutil kelamin (kondiloma). Kondisi prakanker. Ini merujuk pada tumor jinak yang dapat menjadi ganas seiring berjalannya waktu, yang sering terjadi pada anal intraepithelial neoplasia (AIN) dan anal squamous intraepithelial neoplasia (ASIL). Karsinoma sel skuamosa. Kanker sel skuamosa adalah jenis kanker anal yang paling umum di Amerika Serikat. Menurut American Cancer Society, itu menyumbang 9 dari 10 kasus. Tumor ganas di anus ini disebabkan oleh sel skuamosa abnormal (sel yang melapisi sebagian besar saluran anus). Penyakit Bowen. Kondisi ini, juga dikenal sebagai karsinoma sel skuamosa in situ, ditandai oleh sel-sel abnormal pada jaringan permukaan anus yang belum menginvasi lapisan yang lebih dalam. Karsinoma sel basal. Karsinoma sel basal adalah jenis kanker kulit yang umumnya mempengaruhi kulit yang terpapar sinar matahari. Karena itu, ini adalah bentuk kanker anal yang sangat langka. Adenokarsinoma. Ini adalah bentuk kanker langka yang muncul dari kelenjar di sekitar anus. Lalu apa sebenarnya penyebab kanker dubur (anal) ini. Kanker anal terbentuk ketika mutasi genetik mengubah sel-sel normal dan sehat menjadi sel-sel abnormal. Sel-sel sehat tumbuh dan berkembang biak pada tingkat yang ditentukan, akhirnya mati pada waktu yang ditentukan. Sel abnormal tumbuh dan berkembang biak di luar kendali, dan mereka tidak mati. Akumulasi sel abnormal membentuk massa (tumor). Sel-sel kanker menyerang jaringan di dekatnya dan dapat terpisah dari tumor awal untuk menyebar di tempat lain di tubuh (bermetastasis). Dan kanker dubur terkait erat dengan infeksi menular seksual yang disebut human papillomavirus (HPV). Bukti HPV terdeteksi pada sebagian besar kanker dubur. HPV dianggap sebagai penyebab paling umum dari kanker dubur. Berikut adalah gejala umum yang terkait dengan kanker dubur, yaitu: Pendarahan. Gatal dubur juga bisa menjadi gejala kanker, banyak orang awalnya mengaitkan perdarahan dan gatal-gatal dengan wasir. Ini dapat menunda diagnosis kanker dubur. Nyeri atau tekanan di daerah anus. Benjolan dekat anus. Perubahan dari dubur dan anus. Luka di sekitar anus yang tidak kunjung sembuh. Tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker dubur. Tetapi ada caranya untuk mengurangi risiko kanker dubur: Lakukan hubungan seks yang lebih aman, gunakan kondom. Tidak melakukan hubungan seks atau melakukan hubungan seks yang aman dapat membantu mencegah HPV dan HIV, dua virus yang ditularkan secara seksual yang dapat meningkatkan risiko kanker dubur. Dapatkan vaksinasi terhadap HPV. Dua vaksin - Gardasil dan Cervarix - diberikan untuk melindungi dari infeksi HPV. Baik anak laki-laki dan perempuan dapat divaksinasi HPV. Berhenti merokok. Merokok meningkatkan risiko kanker dubur. Jangan mulai merokok. Hentikan jika kita punya kebiasaan merokok. Dan jika kita curiga terkena penyakit ini, segera pergi ke rumah sakit atau dokter untuk diperiksa dan Kanker dapat dideteksi dengan prosedur yang lebih invasif seperti anoskopi, proktoskopi, atau USG endorektal. Jika diduga kanker, biopsi harus dilakukan dan spesimen diperiksa oleh ahli patologi. Pemeriksaan stadium dapat mencakup CT scan abdomen dan panggul, pemindaian MRI panggul untuk menilai kelenjar getah bening panggul, rontgen dada, dan studi fungsi hati. Pemindaian PET kadang dilakukan. Dan jika kita dinyatakan positif kanker dubur. Kanker dubur terutama diobati dengan kombinasi kemoterapi dan radiasi. Pembedahan biasanya dilakukan untuk pasien yang gagal dengan basis terapi. So guys, demikianlah artikel kesehatan kita tentang kanker dubur (anal) hari ini, informasinya sangat membantu sekali bukan. Nah untuk lebih detail bisa hubungi petugas kesehatan yah, sampai jumpa dan salam sehat!   Sumber : www.geni.com, www.healthcommunities.com, www.ncbi.nlm.nih.gov, www.cancer.org, www.mayoclinic.org, www.healthline.com
 25 Sep 2015    18:00 WIB
Sehat Atau Enggak Bisa Dilihat Dari Tinja Lho!
Selain seks, hal lainnya yang juga merupakan hal yang sangat privasi bagi setiap orang adalah saat buang air besar! Akan tetapi, tahukah Anda bahwa sisa makanan Anda tersebut ternyata juga dapat memberitahu berbagai gangguan kesehatan yang Anda miliki? Adanya perubahan pada bentuk, konsistensi, dan frekuensi pembuangan zat sisa Anda tersebut; dapat merupakan gejala dari beberapa penyakit seperti penyakit Crohn, irritable bowel syndrome, kanker usus besar, atau penyumbatan (obstruksi) usus. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal mengenai tinja yang ternyata ada hubungannya dengan keadaan kesehatan Anda secara keseluruhan.   Baca juga: Perubahan Warna Pada Tinja, Berbahayakah?   BAB yang Lancar Adalah Sebuah Berkah Sebenarnya berapa kali buang air besar yang normal setiap harinya? Menurut para peneliti di Jepang, rata-rata pria sehat buang air besar 1 kali sehari. Akan tetapi, bukan berarti setiap orang sehat pasti hanya buang air besar 1 kali setiap harinya, Hal ini dikarenakan aktivitas sistem pencernaan setiap orang berbeda. Karena pergerakan usus besar setiap orang sedikit berbeda, maka frekuensi normal BAB setiap orang pun dapat bervariasi, mulai dari 3 kali sehari hingga 3 kali seminggu. Yang perlu dikhawatirkan adalah bila kebiasaan buang air besar Anda tiba-tiba berubah, baik dalam hal konsistensi, bentuk, maupun frekuensi. Bentuk dan konsistensi tinja yang normal adalah berbentuk seperti rangkaian sosis lunak. Tinja yang lebih keras atau lebih lunak daripada ini dapat merupakan tanda adanya suatu gangguan pada pencernaan Anda seperti irritable bowel syndrome, penyakit Crohn, obstruksi usus, kanker usus besar, atau bahkan kanker lambung.   Diare Dapat Disebabkan Oleh Banyak Hal Segala sesuatu, mulai dari makanan hingga berbagai jenis obat-obatan dapat memicu terjadinya perubahan kadar hormonal dan refleks saraf yang dapat mengaktivasi kerja usus Anda (membuat usus Anda bergerak lebih cepat). Bila Anda langsung mengalami diare saat mengkonsumsi suatu makanan tertentu, maka hal ini dapat merupakan pertanda bahwa Anda mengalami suatu reaksi alergi terhadap makanan tersebut. Selain itu, merasa stress juga dapat memicu terjadinya peningkatan kerja usus, yang membuat Anda lebih sering buang air besar alias diare.   Jangan Remehkan Rasa Nyeri di Bokong Berbeda dengan beberapa bagian tubuh lainnya yang dapat mengalami gangguan tanpa menimbulkan gejala apapun, bokong Anda pasti menimbulkan suatu gejala bila ada suatu gangguan di dalamnya. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan anus (dubur) dan area sekitarnya merupakan bagian paling sensitif pada tubuh Anda, di mana anus harus dapat membedakan antara gas, cairan, dan benda padat untuk menentukan mana yang boleh dikeluarkan dan mana yang tidak boleh dikeluarkan.   Tinja yang Tidak Berwarna Kecoklatan Tidaklah Normal Warna tinja yang sedikit berubah biasanya masih termasuk normal, terutama bila masih berada dalam kisaran warna kecoklatan. Akan tetapi, bila warnanya berubah menjadi warna lainnya, maka Anda pun perlu mengingat-ingat makanan apa saja yang telah Anda makan sehingga warna tinja Anda berubah. Beberapa jenis makanan yang dapat mengubah warna tinja Anda adalah bit, bayam, buah naga, dan berbagai jenis makanan lainnya yang mengandung pewarna makanan. Akan tetapi, warna tinja Anda mungkin tidak akan sama dengan warna makanan yang Anda konsumsi karena adanya campuran dari enzim pencernaan yang dapat mengubah warna. Selain makanan, beberapa jenis obat-obatan juga dapat mengubah warna tinja Anda seperti antasida, beberapa jenis antibiotika, dan pengobatan tuberkulosis. Akan tetapi, perubahan warna pada tinja ini juga dapat disebabkan oleh suatu gangguan kesehatan seperti radang usus besar, perdarahan lambung, penyakit Crohn, atau bahkan kanker usus besar. Oleh karena itu, perhatikanlah bentuk, warna, konsistensi, dan frekuensi buang air besar Anda setiap harinya.   Posisi BAB yang Salah Picu Sembelit Anda tentunya telah sering melihat desain toilet modern sekarang ini bukan? Sekarang ini, kloset jongkok telah banyak digantikan oleh kloset duduk untuk alasan kenyamanan. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa hal tersebut justru membuat proses buang air besar Anda menjadi lebih sulit? Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Jepang, orang yang buang air besar dengan posisi jongkok dapat melakukan kegiatan pribadinya tersebut dengan lebih baik dan tidak terlalu sulit dibandingkan dengan orang yang melakukan hal tersebut dalam posisi duduk. Hal ini dikarenakan pada posisi jongkok, posisi usus besar Anda akan menjadi lurus sehingga tinja pun lebih mudah dikeluarkan.   Sering Menahan Keinginan BAB Justru Sebabkan Sembelit Tahukah Anda bahwa saat Anda menahan keinginan Anda untuk buang air besar, maka rektum, suatu bagian usus besar akan mengembalikan tinja yang sebenarnya akan dikeluarkan tersebut ke dalam usus sigmoid, di mana proses penyerapan cairan dari dalam tinja akan kembali terjadi sehingga tinja pun menjadi lebih keras. Oleh karena itu, pastikan Anda tidak menahan keinginan Anda untuk BAB bila memungkinkan sehingga resiko terjadinya wasir, robekan anus, dan divertikulosis pun dapat menurun.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: menshealth