Your browser does not support JavaScript!
 09 Aug 2019    11:00 WIB
Cegah Kanker dan Penyakit Lainnya Dengan Daun Kemangi
Kandungan Nutrisi di Dalam Daun KemangiSetiap 100 gram daun kemangi mengandung sekitar 20 kalori. Daun kemangi mengandung minyak esensial yang memiliki aroma menenangkan dan bermanfaat bagi kesehatan anda. Selain itu, daun kemangi juga mengandung serat, protein, air (sebagian besar), vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin E, vitamin K, seng, kalsium, mangan, magnesium, zat besi, dan kalium.1.  Mencegah Infeksi BakteriBerbagai minyak di dalam daun kemangi seperti stragole, linalool, cineole, eugenol, sabinen, myrcene, dan limonene dapat membantu mencegah berbagai infeksi bakteri. Berbagai jenis minyak ini memiliki aroma tajam yang dapat membunuh berbagai jenis kuman di dalam tubuh anda. 2.  Meningkatkan Kesehatan Jantung dan Pembuluh DarahMagnesium di dalam daun kemangi dapat meningkatkan fleksibilitas pembuluh darah dan memperlancar aliran darah anda. Daun kemangi juga mengandung berbagai antioksidan yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dan meningkatkan kadar kolesterol HDL. Vitamin A dan beta karoten di dalam daun kemangi juga membantu melindungi sel-sel tubuh dari efek radikal bebas dan mencegah proses oksidasi darah di dalam tubuh. Antioksidan ini juga dapat mencegah pembentukan plak dan penumpukkan lemak pada dinding pembuluh darah arteri.3.  Mencegah FluDaun kemangi dapat membantu mengatasi demam dan flu. Daun kemangi seringkali ditambahkan ke dalam teh untuk membuat the lebih beraroma dan menghangatkan tubuh. Daun kemangi merupakan sumber vitamin C yang dapat membantu mengurangi produksi lendir pada saluran pernapasan dan mencegah terjadinya batuk serta infeksi tenggorokan. Selain itu, daun kemangi diduga cukup efektif untuk melawan demam berdarah  dengue dan malaria.4.  Mencegah KankerBerbagai antioksidan di dalam daun kemangi dapat mencegah pertumbuhan sel-sel kanker. Daun kemangi juga mengandung flavonoid polifenol seperti orientin dan vicenin yang dapat melindungi tubuh dari efek radikal bebas dan mencegah proses oksidasi di dalam tubuh. Hal ini dapat membantu mengurangi resiko terjadinya kanker kulit dan kanker payudara.5.  Meningkatkan Daya IngatDaun kemangi mengandung banyak kortikosteron yang dapat membantu meningkatkan daya ingat. Selain itu, daun kemangi juga dapat membantu melancarkan sirkulasi darah otak sehingga menurunkan resiko terjadinya kerusakan otak serta menguatkan sistem saraf. Daun kemangi juga dapat mengurangi rasa stress.6.  Menjaga Kesehatan KulitAgen antimikroba pada daun kemangi sangat bermanfaat bagi kesehatan kulit anda. Daun kemangi dapat digunakan untuk mengatasi bekas gigitan serangga, luka lecet, luka terbuka, jerawat, bisul, eksim, dan leukoderma. Berbagai antioksidan dan minyak esensial di dalam daun kemangi dapat membantu memperlambat proses penuaan dan pembentukan noda pada kulit serta melindungi kulit dari efek radikal bebas dan menutrisi kulit.7.  Manfaat LainnyaBerbagai manfaat lain dari daun kemangi bagi kesehatan anda adalah:•  Mencegah terjadinya rematik sendi (agen anti inflamasi/anti radang)•  Mencegah terjadinya degenerasi makula akibat penuaan pada orang lanjut usia dan mencegah efek radiasi sinar UV pada retina (zeaxanthin)•  Meningkatkan kadar hemoglobin di dalam darah (zat besi)•  Mencegah timbulnya batu ginjal dan luka terbuka pada mulut serta membantu membuang batu dari saluran kemih•  Mengatasi bau mulut dan meredakan nyeri gigi serta peradangan gusi•  Meningkatkan fungsi sel beta pankreas, memicu sekresi insulin, mengatur kadar gula darah, meredakan stress oksidasi sehingga bermanfaat bagi penderita diabetes tipe 2 (eugenol, metil eugenol, dan kariofilen) Sumber: foodtofitness
 03 Aug 2019    16:00 WIB
Berbagai Efek Samping Kemoterapi yang Perlu Diketahui
Memang benar bahwa kemoterapi dapat mengobati berbagai jenis kanker dengan cukup efektif. Akan tetapi, seperti berbagai jenis obat lainnya, kemoterapi seringkali menyebabkan terjadinya berbagai jenis efek samping.Efek samping yang terjadi dapat berbeda-beda, tergantung pada jenis kanker, lokasi, jenis obat, dosis obat, dan keadaan kesehatan Anda secara keseluruhan. Mengapa Kemoterapi Menimbulkan Efek Samping?Kemoterapi bekerja pada sel-sel tubuh yang aktif. Sel-sel tubuh yang aktif adalah sel-sel yang bertumbuh dan membelah diri. Sel-sel kanker merupakan sel aktif, tetapi begitu pula dengan sel-sel tubuh yang sehat.Sel-sel tubuh sehat yang termasuk sel-sel aktif adalah sel-sel di dalam darah, mulut, saluran pencernaan, dan folikel rambut. Efek samping terjadi saat kemoterapi merusak sel-sel aktif yang sehat ini. Apakah Efek Samping Kemoterapi Bisa Diobati?Bisa. Dokter Anda biasanya akan membantu Anda mencegah atau mengobati berbagai efek samping yang timbul. Selain itu, dokter Anda mungkin akan memberikan kombinasi obat atau menggunakan cara pengobatan tertentu sehingga efek samping yang timbul pun lebih sedikit. Obat kemoterapi yang berbeda biasanya akan memiliki efek samping yang berbeda. Segera beritahu dokter Anda bila Anda mengalami efek samping. Bagi sebagian besar jenis obat kemoterapi, efek samping tidak berhubungan dengan efektivitas pengobatan. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa efek samping kemoterapi yang cukup sering ditemukan. 1.      FatigueFatigue adalah merasa lelah atau sangat lelah hampir di sepanjang hari. Fatigue merupakan efek samping kemoterapi yang paling sering ditemukan. 2.      NyeriKemoterapi kadangkala membuat penderitanya merasa kesakitan, termasuk sakit kepala, nyeri otot, nyeri perut, nyeri akibat kerusakan saraf (rasa seperti terbakar, mati rasa, atau seperti tertusuk-tusuk) yang biasa terjadi pada jari tangan dan jari kaki.Nyeri ini biasanya akan semakin berkurang seiring dengan berlalunya waktu. Akan tetapi, sejumlah orang dapat mengalami kerusakan saraf permanen. Hal ini dapat membuat seseorang kesakitan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah pengobatan.Pengobata nyeri akibat kemoterapi yang biasanya diberikan oleh dokter adalah mengobati sumber nyeri, memberikan obat anti nyeri, dan menghambat sinyal nyeri dari saraf ke otak.  3.      SariawanKemoterapi dapat merusak sel-sel di bagian dalam mulut dan tenggorokan. Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya sariawan yang terasa sangat nyeri di kedua bagian tubuh tersebut. Keadaan ini disebut dengan mukositis.Sariawan biasanya mulai muncul pada hari ke 5-14 paska kemoterapi. Sariawan ini dapat mengalami infeksi. Mengkonsumsi makanan sehat dan menjaga kebersihan mulut dan gigi dapat menurunkan resiko terjadinya sariawan. Sariawan ini biasanya akan menghilang seluruhnya setelah pengobatan selesai. 4.      DiareSejumlah kemoterapi dapat menyebabkan diare cair. Mencegah atau mengobati diare sejak dini dapat mencegah terjadinya dehidrasi. 5.      Mual dan MuntahKemoterapi dapat menyebabkan mual dan muntah. Terjadinya efek samping ini dan seberapa buruk gejalanya tergantung pada jenis obat dan dosis obat yang digunakan. Pemberian obat yang tepat sebelum dan setelah kemoterapi biasanya dapat mencegah terjadinya mual dan muntah. 6.      SembelitKemoterapi dapat menyebabkan terjadinya sembelit. Hal ini berarti sulit atau tidak sering buang air besar. Beberapa jenis obat-obatan lain seperti obat anti nyeri juga dapat menyebabkan terjadinya sembelit. Untuk menurunkan resiko terjadinya sembelit; konsumsilah banyak air putih, makan makanan sehat, dan cukup olahraga. 7.      Gangguan Darah Sumsum tulang merupakan suatu jaringan seperti spons yang berada di dalam tulang Anda. Sumsum tulang berfungsi untuk membentuk sel-sel darah baru. Kemoterapi biasanya akan mengganggu proses ini, sehingga Anda mungkin akan mengalami berbagai gangguan kesehatan akibat kurang darah.Dokter Anda biasanya akan melakukan pemeriksaan darah rutin untuk mengetahui berapa kadar sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit di dalam darah Anda.Kekurangan sel darah merah dapat menyebabkan terjadinya anemia, dengan gejalanya berupa fatigue, pusing, dan sesak napas. Sementara itu, kekurangan sel darah putih (leukopenia) akan membuat Anda lebih mudah jatuh sakit. Kekurangan trombosit akan membuat Anda lebih mudah mengalami perdaharan dan memar daripada biasanya. Baca juga: Cara Atasi Rasa Mual Akibat Kemoterapi Sekarang ini, telah tersedia obat-obatan yang dapat mengobati berbagai jenis gangguan darah di atas dan mencegah terjadinya leukopenia pada pasien dengan resiko tinggi. Obat-obatan ini dapat membantu sumsum tulang Anda membentuk sel-sel darah baru. 8.      Gangguan Sistem SarafSejumlah obat kemoterapi dapat menyebabkan kerusakan saraf. Obat ini dapat menyebabkan timbulnya beberapa gejala seperti kesemutan, rasa seperti terbakar, kelemahan atau mati rasa pada tangan, kaki, atau keduanya; otot terasa lemah, nyeri, atau mudah lelah; hilang keseimbangan, dan gemetar.Anda mungkin juga akan mengalami kaku leher, nyeri kepala, kesulitan melihat, kesulitan mendengar, atau kesulitan berjalan dengan normal. Anda akan merasa mudah jatuh. Berbagai gejala ini biasanya akan membaik saat dosis obat kemoterapi diturunkan atau dihentikan. Akan tetapi, kadangkala kerusakan yang terjadi bersifat permanen. 9.      Perubahan Cara Berpikir dan Daya IngatSejumlah orang dapat mengalami kesulitan berpikir jernih dan berkonsentrasi setelah melakukan kemoterapi.  10.  Gangguan Seksual dan Organ ReproduksiKemoterapi dapat mempengaruhi kesuburan Anda. Bagi wanita, kemoterapi akan mempengaruhi kemampuannya untuk hamil. Sementara itu, bagi pria, kemoterapi akan mempengaruhi kemampuannya untuk membuat seorang wanita hamil.Selain itu, merasa lelah atau tidak enak badan karena menderita kanker atau karena kemoterapi juga dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk menikmati seks. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai efek samping yang satu ini sebelum Anda memulai kemoterapi.Kemoterapi juga dapat membahayakan jiwa janin, terutama bila kehamilan masih berusia kurang dari 3 bulan saat semua organ bayi masih dalam masa pembentukan. Jika Anda memiliki kemungkinan untuk hamil selama pengobatan, gunakanlah pil KB. Jika Anda hamil, segera beritahu dokter Anda. 11.  Hilangnya Nafsu MakanSaat melakukan kemoterapi, Anda mungkin akan makan lebih sedikit daripada biasanya, tidak merasa lapar sama sekali, atau merasa kenyang setelah makan sedikit. Jika hal ini terus berlangsung selama pengobatan, maka Anda mungkin akan mengalami penurunan berat badan dan kurang gizi. Anda juga mungkin akan mengalami penurunan massa otot dan kekuatan otot. Semua hal ini dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk sembuh. 12.  Rambut RontokBeberapa jenis kemoterapi dapat menyebabkan rambut rontok dari seluruh bagian tubuh. Hal ini mungkin terjadi secara perlahan atau sekaligus. Rambut rontok biasanya mulai terjadi setelah beberapa minggu pertama kemoterapi dan cenderung meningkat dalam waktu 1-2 bulan. Dokter Anda dapat memprediksi hal ini berdasarkan pada jenis obat dan dosis obat yang Anda terima. 13.  Efek Samping Jangka PanjangSebagian besar efek samping di atas akan menghilang setelah pengobatan dihentikan. Akan tetapi, sejumlah efek samping akan tetap berlanjut, kambuh, atau baru timbul kemudian. Contohnya, beberapa jenis kemoterapi dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jantung, paru-paru, hati, ginjal, atau sistem reproduksi. Dan sejumlah orang mungkin akan mengalami kesulitan berpikir, berkonsentrasi, dan mengingat selama beberapa bulan atau beberapa tahun paska kemoterapi.Kerusakan atau perubahan sistem saraf dapat terjadi paska pengobatan. Anak-anak yang menjalani kemoterapi mungkin akan mengalami efek samping yang akan berlangsung selama beberapa bulan atau beberapa tahun paska kemoterapi. Orang yang berhasil sembuh dari kanker juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita kanker lagi di kemudian hari. Pentingnya Perawatan Paska KemoterapiPerawatan saat kemoterapi telah selesai sangat penting. Dokter Anda dapat membantu Anda mengatasi berbagai efek samping jangka panjang dan memperhatikan apakah ada efek samping baru (late effects) yang timbul paska kemoterapi. Dokter Anda mungkin akan meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: cancer 
 22 Jul 2019    11:00 WIB
Kemana Saja Sel Kanker Payudara Dapat Menyebar?
Jika dokter Anda memberitahu Anda bahwa kanker payudara ynag Anda derita telah menyebar ke bagian tubuh lain, hal ini berarti bahwa kanker Anda telah memasuki stadium lanjut, di mana sel-sel kanker tidak hanya ditemukan di dalam payudara Anda tetapi juga di bagian tubuh lainnya. Seberapa jauh penyebaran sel kanker tersebut merupakan salah satu hal yang menjadi pertimbangan dokter saat menentukan stadium kanker Anda. Kanker payudara dianggap sudah mengalami metastasis bila sel kanker telah menyebar jauh dari payudara Anda. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa bagian tubuh yang seringkali menjadi tempat "tujuan" lain dari sel-sel kanker payudara Anda.   Kelenjar Getah Bening Kelenjar getah bening yang terdapat pada bagian ketiak, payudara, dan sekitar tulang selangka merupakan tempat pertama yang biasa "dikunjungi" oleh sel-sel kanker payudara. Jika sel kanker telah menyebar lebih jauh daripada kelenjar-kelenjar getah bening ini, maka kanker pun dianggap telah mengalami metastasis. Oleh karena itu, bila Anda didiagnosa menderita kanker payudara, maka dokter Anda biasanya akan memeriksa kelenjar getah bening di sekitar payudara Anda untuk mencari tahu apakah sel-sel kanker telah menyebar ke dalamnya. Anda mungkin tidak akan merasakan gejala apapun walaupun sel kanker Anda telah menyebar ke dalam kelenjar getah bening di sekitar payudara Anda.   Tulang Bila sel kanker telah menyebar ke dalam tulang Anda, maka nyeri merupakan gejala awal yang biasanya ditemukan. Sel kanker dapat mengenai tulang mana pun di dalam tubuh Anda, termasuk tulang belakang, tulang lengan, dan tulang kaki. Kadangkala tulang akan menjadi rapuh sehingga mudah patah, tetapi pengobatan kanker biasanya dapat mencegah terjadinya hal ini. Jika sel kanker telah menyebar hingga ke medulla spinalis, maka Anda mungkin akan mengalami kesulitan untuk menahan keinginan untuk buang air kecil atau besar (inkontinensia).   Baca juga: Tanda dan Gejala Kanker Payudara Pada Pria   Hati Jika sel kanker telah menyebar ke dalam hati Anda, maka Anda mungkin akan mengalami nyeri perut yang menetap atau perut terasa kembung atau penuh. Selain itu, Anda mungkin juga akan mengalami penurunan berat badan karena menghilangnya nafsu makan. Kulit dan bagian putih mata Anda mungkin akan menjadi kekuningan (jaundice). Hal ini terjadi karena hati Anda tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.   Paru-paru Sel kanker dapat menyebar ke dalam paru-paru atau ruangan di antara paru-paru dan tulang dada, yang akan menyebabkan air berkumpul di sekitar paru-paru Anda. Gejala yang biasa ditemukan adalah sesak napas, batuk yang tidak kunjung sembuh, dan nyeri dada. Beberapa penderita juga dapat mengalami penurunan nafsu makan dan berat badan.   Otak Walaupun terletak cukup jauh, sel kanker dari dalam payudara tetap dapat menyebar ke dalam otak. Hal ini akan membuat Anda mengalami nyeri kepala yang cukup hebat sehingga Anda pun sulit menjaga keseimbangan tubuh dan membuat Anda lebih mudah terjatuh. Selain itu, Anda mungkin juga akan mengalami mati rasa atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh Anda. Anda mungkin akan mengalami perubahan perilaku atau merasa bingung atau mengalami kejang.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 16 Jul 2019    08:00 WIB
13 Manfaat Timun Bagi Kesehatan
1.  Membantu Rehidrasi TubuhTimun mengandung banyak air, sekitar 90% timun merupakan air. Jika anda tidak dapat mengkonsumsi banyak air putih karena berbagai alasan, penuhilah kebutuhan cairan anda dengan mengkonsumsi timun.2.  Melawan Panas di Luar dan DalamMengkonsumsi timun dapat membantu meredakan rasa terbakar di dalam dada. Selain itu, meletakkan timun di atas kulit anda juga dapat membantu meredakan rasa panas pada kulit akibat terbakar oleh sinar matahari.3.  Membuang RacunKandungan air yang tinggi di dalam tubuh dapat membantu membuang berbagai zat sisa dari dalam tubuh anda. Mengkonsumsi timun secara teratur dapat membantu menghancurkan batu ginjal.4.  Membantu Memenuhi Kebutuhan Vitamin dan Mineral HarianTimun mengandung berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh anda, seperti vitamin A, vitamin B, vitamin C (terutama pada kulit timun), kalium, magnesium, dan silikon. Berbagai vitamin ini dapat membantu meningkatkan kerja sistem kekebalan tubuh anda. 5.  Membantu Pencernaan dan Menurunkan Berat BadanTimun dapat menjadi salah satu menu favorit anda saat ingin menurunkan berat badan, karena kandungan air yang tinggi dan kalori yang rendah. Selain itu, serat yang terdapat di dalam timun juga dapat membantu kerja sistem pencernaan anda dan membantu mengatasi sembelit kronik (dengan mengkonsumsi timun setiap hari).6.  Membantu Mengurangi Mata BengkakLetakkanlah sepotong timun dingin di atas mata anda yang bengkak untuk mengurangi kantong hitam dan bengkak pada mata karena timun mengandung zat anti inflamasi (anti radang).7.  Melawan KankerSekoisolariciresinol, lariciresinol, dan pinoresinol yang terdapat di dalam timun dapat mengurangi resiko terjadinya berbagai jenis kanker, seperti kanker ovarium (indung telur), kanker payudara, kanker prostat, dan kanker rahim.8.  Membantu Mengatasi Diabetes, Menurunkan Kolesterol, Mengendalikan Tekanan DarahTimun mengandung hormon yang diperlukan oleh sel-sel pankreas untuk memproduksi insulin sehingga bermanfaat bagi penderita diabetes. Selain itu, sterol pada timun juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.Serat, kalium, dan magnesium yang terdapat dalam timun juga dapat membantu mengendalikan tekanan darah sehingga timun sangat bermanfaat bagi penderita tekanan darah tinggi dan rendah.9.  Mengatasi Bau MulutTimun juga dapat membantu proses penyembuhan berbagai gangguan gusi dan membuat mulut terasa lebih segar (mengatasi bau mulut). Caranya adalah masukkan sepotong timun di dasar mulut anda (di bawah lidah) dan tekanlah potongan timun tersebut selama 30 detik. Zat fitokimia yang terdapat di dalam timun dapat membunuh bakteri penyebab bau mulut.10.  Melembutkan Rambut dan KukuSilika yang ada di dalam timun dapat membuat rambut dan kuku anda lebih kuat dan lebih berkilau. Selain itu, sulfur dan silika yang terdapat di dalam timun juga dapat membantu menstimulasi pertumbuhan rambut anda.11.  Mengurangi NyeriSilika juga membantu menjaga kesehatan sendi dengan cara menguatkan jaringan ikat di sekitarnya. Bila dicampurkan dengan wortel, maka timun dapat membantu mengurangi rasa nyeri sendi akibat radang sendi maupun nyeri sendi akibat gout (tingginya kadar asam urat di dalam darah). Selain itu, kombinasi ini juga dapat membantu menurunkan kadar asam urat.12.  Mengatasi Nyeri Kepala Akibat MabukUntuk menghindari nyeri kepala akibat mabuk, konsumsilah beberapa potong timun sebelum tidur. Vitamin B kompleks, gula, dan elektrolit di dalamnya dapat mengurangi nyeri kepala akibat mabuk.13.  Menjaga Kesehatan GinjalTimun dapat membantu menurunkan kadar asam urat di dalam tubuh anda yang secara tidak langsng juga dapat membantu menjaga kesehatan ginjal anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: fitnea
 03 Jul 2019    18:00 WIB
Turunkan Resiko Kanker Usus Dengan Makanan Berikut
Para peneliti telah lama menemukan bahwa sayuran memang memiliki suatu zat yang dapat melawan perkembangan sel kanker. Sekarang ini, sebuah penelitian baru menemukan bahwa sayuran dapat menurunkan resiko terjadinya salah satu jenis kanker yang sering terjadi pada orang dewasa muda, yaitu kanker usus besar (kanker kolorektal). Pada penelitian ini, para peneliti mengamati pola makan sekitar 77.000 orang dewasa, dan kemudian memeriksa berapa banyak peserta yang menderita kanker usus besar 7 tahun kemudian. Para peneliti menemukan bahwa peserta yang hanya mengkonsumsi sayuran (vegetarian) memiliki resiko kanker usus besar yang lebih rendah, yaitu hingga 20% lebih rendah dibandingkan dengan peserta lain yang masih mengkonsumsi daging. Sementara itu, peserta penelitian yang merupakan peskovegetarian (vegetarian yang masih memakan ikan) memiliki resiko kanker usus besar yang lebih rendah lagi, yaitu hingga 43% lebih rendah. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis makanan yang dapat membantu menurunkan resiko terjadinya kanker usus besar pada Anda.   Ikan Kandungan asam lemak omega 3 yang terdapat di dalam ikan seperti ikan salmon dan ikan tuna dapat mengurangi proses peradangan di dalam usus (berhubungan dengan pembentukan sel kanker).   Oatmeal Oatmeal merupakan makanan yang mengandung banyak serat. Serat dapat membantu proses pencernaan menjadi lebih lancar, sehingga Anda pun lebih jarang mengalami sembelit. Mengapa hal ini penting? Hal ini dikarenakan semakin lama zat sisa (kotoran/tinja) terdapat di dalam tubuh Anda, maka semakin banyak racun yang ikut masuk ke dalam tubuh Anda, dan semakin besar kemungkinan DNA Anda mengalami kerusakan, yang berujung pada terjadinya kanker.   Minyak Zaitun Minyak zaitun atau yang lebih dikenal dengan nama olive oil mengandung asam lemak omega 2 yang juga dapat mengurangi proses radang di dalam tubuh, sehingga resiko terjadinya kanker usus besar pun menjadi lebih rendah.   Kacang-kacangan Beberapa jenis kacang-kacangan seperti kacang hitam dan kacang merah, mengandung banyak asam folat, sejenis vitamin B yang dapat membantu memperbaiki DNA abnormal yang terdapat di dalam saluran pencernaan. Selain itu, kacang-kacangan juga mengandung serat yang dapat membantu kerja saluran pencernaan Anda.   Baca juga: 5 Makanan Penjaga Kesehatan Usus   Buah dan Sayuran Kandungan serat yang terdapat di dalam buah dan sayuran dapat membantu kerja saluran pencernaan Anda. Selain itu, buah dan sayuran juga mengandung berbagai mikronutrien yang dapat menurunkan resiko terjadinya kanker usus besar. Oleh karena itu, dianjurkan agar Anda mengkonsumsi 6-8 porsi buah dan sayuran setiap harinya untuk mencukupi kebutuhan mikronutrien penting tersebut.   Kunyit Kunyit mengandung suatu zat yang disebut dengan kurkumin, yang dapat melindungi saluran pencernaan dan mencegah atau memperlambat pertumbuhan sel kanker usus besar.   Tomat Tomat mengandung banyak likopen, yang dapat menurunkan resiko terjadinya kanker usus besar. Tomat yang telah dimasak bahkan mengandung lebih banyak likopen di dalamnya.   Selain meningkatkan konsumsi berbagai makanan di atas, terdapat 2 makanan yang perlu Anda hindari seperti yang akan dibahas di bawah ini.   Daging Olahan Daging merah telah diketahui dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai jenis kanker. Akan tetapi, daging olahan yang biasanya mengandung banyak natrium nitrat, sejenis pengawet makanan yang telah diketahui berhubungan dengan terjadinya kanker usus besar.   Gula Sukrosa merupakan sejenis gula yang banyak ditemukan di dalam gula pasir. Sukrosa akan "memaksa" pankreas untuk mengeluarkan lebih banyak insulin, yang akan mempengaruhi jumlah sejenis zat kimia yang diproduksi oleh hati yang berhubungan dengan terjadinya kanker usus besar. Oleh karena itu, gantilah gula Anda dengan madu.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 18 Jun 2019    08:00 WIB
Lawan Kanker Otak Dengan 5 Cara Ini
Kanker, saat mendengar hal ini maka akan membuat banyak orang merasa takut apabila mengalami hal ini. Meski penyebab kanker tidak jelas, namun ada beberapa faktor risiko seperti polusi, makanan yang tidak sehat, factor keturunan dan beberapa hal lain dapat menyebabkan kanker akan terjadi. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai bagaimana cara mencegah terjadinya kanker otak. Kanker otak adalah  pertumbuhan sel berlebih di otak Anda yang membentuk massa yang disebut tumor. Kanker ini berkembang dengan cepat, bisa mengganggu fungsi tubuh dan mengancam jiwa. Untuk Membantu Anda Menurunkan Risiko, Ini Hal Yang Dapat Anda Lakukan: 1.      Tidur Tidur dengan baik dapat membantu kelangsungan hidup dan kesehatan otak Anda. Jalur detoksifikasi yang dikenal sebagai sistem glymphatic menghilangkan limbah beracun yang terakumulasi secara alami di siang hari. Sistem ini sangat aktif di malam hari dan memberi mitokondria di otak kesempatan untuk menyiram racun dengan menggunakan cairan serebrospinal. Kurang tidur menghambat proses alami sistem glymphatic yang mempengaruhi fungsi kognitif. Terutama yang penting bagi pasien yang telah menjalani kemoterapi, tidur memungkinkan sel memperbaiki kerusakan dan mengembalikan jaringan. Kurang tidur bisa lebih meningkatkan gejala yang terkait dengan fenomena yang dikenal dengan chemo brain. Obat-obatan dari radiasi dan kemoterapi telah terbukti dapat mengubah fungsi kognitif pasien yang menyajikan gejala umum yang ditandai sebagai kabut otak. Efek dari kemo otak berbeda pada setiap pasien dan bervariasi dalam durasi dan tingkat keparahannya. Kejadian ini kemungkinan merupakan konsekuensi dari senyawa beracun yang menghancurkan jalur saraf dan sel otak yang sehat. 2.      Terapi Oksigen Hiperbarik Menerima terapi oksigen hiperbarik/ Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) yang dimulai pada usia muda dapat mengurangi risiko kanker otak. HBOT juga dapat memperbaiki fungsi kognitif pada survivor tumor otak. Studi yang meneliti efek HBOT menemukan bahwa sirkulasi oksigen yang membaik merangsang kemampuan penyembuhan jaringan saraf. Sukses dengan HBOT secara langsung berhubungan dengan usia otak. HBOT dapat menyebabkan sel progenitor berdiferensiasi menjadi sel baru. Sel progenitor mirip dengan sel induk dan dapat menyebabkan peningkatan kemampuan kognitif dan motorik pasien. Ruang oksigen hiperbarik dapat membantu membalikkan kerusakan yang dilakukan oleh pengobatan obat kanker dengan membentuk pembuluh darah baru, merekonstruksi kerusakan saraf, dan menstabilkan glukosa darah. 3.      Konsumsi Fitonutrisi Melawan Kanker Menggonsumsi makanan yang kaya nutrisi melawan kanker sangat penting untuk mencegah dan mengobati tumor otak. Pengobatan kanker yang dilakukan pada merusak sel tubuh sehingga Anda harus menjaga kesehatan tubuh dengan melengkapi kebutuhan antioksidan. Antioksidan untuk membatasi kerusakan sel, mengurangi peradangan otak, dan mematikan sinyal komunikasi tumor otak. Secara khusus, sayuran berdaun hijau gelap, kunyit, jahe, oregano, basil, thyme, dan teh hijau semuanya memiliki sifat melawan kanker yang kuat. 4.      Pembatasan Kalori Pembatasan diet, termasuk puasa, adalah pendekatan terapeutik dengan sifat anti-karsinogenik serupa dengan diet ketogenik. Pembatasan kalori mengurangi peradangan, mencegah penyebaran kanker, menghambat sel kanker berkembang biak, dan juga memproduksi keton untuk memicu neuron bekerja. 5.      Berhati-hatilah terhadap Perangkat Mobile Medan elektromagnetik yang dipancarkan oleh ponsel dikategorikan sebagai karsinogen manusia oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) International Agency for Research on Cancer (IARC). Radiofrekuensi berasal dari perangkat dan baterai yang telah ditemukan dalam satu studi mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup pasien tumor otak. Menghindari ponsel di zaman modern sekarang ini hampir tidak mungkin, namun ada beberapa strategi yang dapat membantu mengurangi paparan radiasi Anda: Lebih sering mengirim pesan Gunakan speakerphone Tunda memberi anak Anda ponsel Bicara hanya bila sinyal penerimaannya kuat Matikan perangkat nirkabel bila memungkinkan dan jangan pernah tidur dengan perangkat di kamar tidur, dan terutama di dekat kepala Anda Baca juga: Daging Olahan Penyebab Kanker Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: thetruthaboutcancer
 10 Jun 2019    16:00 WIB
Manfaat Kacang Polong Bagi Kesehatan
Kandungan Nutrisi di Dalam Kacang PolongSetiap 100 gram kacang polong mengandung 80 kalori. Kacang polong mengandung karbohidrat, serat, vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin E, vitamin K, seng, kalsium, magnesium, kalium, dan zat besi.1.  Membantu Menjaga Kesehatan JantungKacang polong mengandung banyak fitonutrien, yaitu saponin, asam fenolat, dan flavanol yang baik bagi kesehatan jantung. Flavanol merupakan zat anti inflamasi (anti radang) dan dapat membantu mencegah terbentuknya bekuan darah. Bekuan darah merupakan salah satu penyebab terjadinya serangan jantung dan stroke. Flavanol juga dapat membantu mencegah pembentukan plak lemak (kumpulan lemak) di dalam pembuluh darah arteri. Kacang polong juga dapat membantu menurunkan kadar homosistein karena mengandung asam folat, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, dan vitamin B6. Vitamin B3 yang terdapat di dalam kacang polong juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dan trigliserida. Omega 3 dan asam alfa linoleat di dalam kacang polong juga baik bagi kesehatan jantung anda.2.  Bermanfaat Bagi Penderita DiabetesKacang polong memiliki indeks glikemik (kemampuan suatu makanan untuk mempengaruhi kadar gula darah setelah mengkonsumsinya) yang rendah sehingga dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes. Vitamin E dan pisumsaponin 1 dan 2 serta pisomoside A merupakan agen anti inflamasi yang banyak ditemukan pada kacang polong. Konsumsi kacang polong dapat mengurangi efek oksidasi radikal bebas dan menurunkan resiko terjadinya diabetes tipe 2. Selain itu, magnesium dan seng di dalam kacang polong juga dapat menurunkan resiko terjadinya diabetes tipe 2.3.  Mencegah KankerBanyaknya antioksidan di dalam kacang polong membuatnya dapat mencegah dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Kacang polong mengandung polifenol cousmestrol yang dapat menurunkan resiko terjadinya kanker lambung. Berbagai antioksidan lainnya seperti karoten, lutein, zeaxanthin, dan berbagai zat lain seperti lektin, beta sitosterol, asam benzoat, asam sinamat, dan flavonol glikosida di dalam kacang polong dapat mencegah terjadinya kanker prostat dan kanker payudara.4.  Mencegah Penuaan DiniVitamin C dapat membantu mencegah terjadinya infeksi kuman dan membantu membuang berbagai radikal bebas di dalam tubuh. Berbagai antioksidan lain seperti flavonoid, karotenoid, asam fenoleat, dan polifenol dapat menghambat proses penuaan dan pembentukan kerutan pada kulit.5.  Membantu Kerja Saluran PencernaanKacang polong juga mengandung banyak serat yang dapat membantu mencegah terjadinya sembelit. Selain itu, konsumsi kacang polong juga dapat membantu mengatasi berbagai gejala gangguan pencernaan.6.  Manfaat LainnyaBerbagai manfaat lain dari kacang polong bagi kesehatan anda adalah:•  Membantu penyerapan kalsium (vitamin K)•  Menurunkan resiko terjadinya osteoporosis (asam folat dan vitamin B1)•  Menurunkan resiko terjadinya depresi (asam folat). Kekurangan asam folat dapat menyebabkan timbulnya berbagai gejala melankolis dari depresi•  Mencegah anemia dengan meningkatkan jumlah sel darah merah (zat besi)•  Membantu menurunkan berat badan (tinggi serat dan rendah kalori)•  Membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh (flavonoid, karotenoid, polifenol, vitamin A, vitamin C, dan omega 3)Sumber: foodtofitness
 20 May 2019    18:00 WIB
Dampak Jangka Panjang Dari Kemoterapi Pada Tubuh
Kemoterapi merupakan pengobatan kuat yang digunakan untuk membunuh sel-sel kanker, yang juga dapat menyebabkan beberapa efek samping. Obat-obatan kemoterapi merupakan suatu bahan kimia kuat yang dapat membunuh sel-sel kanker dan menghambat perkembangan serta penyebaran sel kanker ke seluruh tubuh. Walaupun obat kemoterapi ini sangat efektif dalam membunuh sel-sel kanker, akan tetapi obat ini tidak dapat memilih antara sel sehat dan sel kanker, sehingga obat ini juga membunuh sel-sel sehat beserta sel-sel kanker. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya beberapa efek samping jangka pendek seperti rasa sangat lelah, mual, muntah, sembelit, dan rambut rontok. Selain itu, beberapa gangguan kesehatan yang timbul sebagai efek samping pengobatan kemoterapi dapat menetap walaupun pengobatan telah dihentikan karena kadang-kadang obat kemoterapi ini menyebabkan perubahan permanen pada beberapa sistem tubuh Anda. Oleh karena itu, dianjurkan agar para penderita kanker yang berhasil sembuh dari kanker yang dideritanya tetap memperhatikan keadaan kesehatannya secara ketat sehingga dapat mendeteksi secara dini berbagai penyakit lain yang timbul paska kemoterapi. Keparahan efek samping yang timbul tergantung pada usia penderita dan teratur tidaknya pengobatan. Salah satu efek samping paska kemoterapi yang paling berbahaya adalah kemungkinan terjadinya keganasan sekunder.  Walaupun kemungkinannya relatif rendah, baik kemoterapi maupun terapi radiasi bersifat racun terhadap sel-sel di dalam sumsum tulang, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya leukemia (kanker darah).  Jantung dan pembuluh darah juga sangat terpengaruh oleh terapi radiasi dan kemoterapi, terutama bila menggunakan antrasiklin. Bukan hal yang jarang bila para penderita kanker yang berhasil bertahan dari kankernya justru mengalami beberapa gangguan jantung seperti pembengkakan otot jantung, penyakit jantung, dan gagal jantung kongestif. Selain itu, kemoterapi juga dapat menyebabkan kerusakan paru dalam jangka panjang dan menyebabkan terjadinya penebalan lapisan paru, inflamasi (radang) jaringan paru, dan kesulitan bernapas. Efek samping kemoterapi yang mungkin paling sering terjadi adalah penekanan sistem kekebalan tubuh. Jika hal ini berlangsung dalam waktu lama, maka lemahnya sistem kekebalan tubuh penderita dapat menyebabkan terjadinya berbagai infeksi sekunder di sepanjang kehidupan penderita.  Pengobatan kemoterapi juga dapat meninggalkan bekas pada sistem saraf, yang menyebabkan nyeri atau kelemahan saraf jari tangan dan jari kaki penderita. Walaupun sebagian besar efek samping kemoterapi telah diketahui dan biasanya dapat diatasi, para ahli khawatir mengenai suatu efek samping baru yang disebut dengan "otak kemo", yang menyebabkan beberapa perubahan pada kemampuan kognitif seseorang yang membuatnya menjadi mudah lupa dan gangguan kesadaran ringan. Akan tetapi, para peneliti di sebuah penelitian lainnya menemukan bahwa efek ini tidak terjadi pada semua orang yang menjalani pengobatan kemoterapi. Melalui pemeriksaan MRI para peneliti dapat melihat secara langsung perubahan otak akibat efek obat kemoterapi, di mana terjadi perubahan pada kemampuan daya ingat dan fungsi daya ingat.  Hal ini dikarenakan obat kemoterapi ini mempengaruhi lemak-lemak otak sehingga impuls tidak dapat dihantarkan melalui cara yang normal. Para peneliti menduga bahwa mungkin terjadi kerusakan saraf yang sama pada sel saraf otak seperti yang terjadi pada sel saraf jari tangan dan jari kaki. Walaupun sampai saat ini belum banyak hal yang diketahui seputar "otak kemo", akan tetapi para ahli meyakini bahwa fungsi kognitif akan kembali normal setelah pengobatan kemoterapi selesai dan penderita pun tidak mengalami peningkatan resiko terjadinya berbagai gangguan mental seiring dengan semakin bertambahnya usia mereka.  Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apa saja efek jangka panjang dari kemoterapi terhadap otak seseorang.   Sumber: foxnews
 19 May 2019    18:00 WIB
Mengonsumsi Alkohol Meningkatkan Resiko Kanker Pankreas
Sebuah penelitian menemukan bahwa mengkonsumsi alkohol sebanyak 3 gelas atau lebih setiap harinya dapat meningkatkan resiko anda menderita kanker pankreas. Selain alkohol, merokok, obesitas, usia, adanya anggota keluarga yang menderita kanker pankreas, dan diabetes juga dapat meningkatkan resiko kanker pankreas. Pankreas merupakan suatu kelenjar yang terletak di perut bagian belakang, tepat di belakang lambung. Pankreas berfungsi untuk memproduksi hormon insulin, glukagon, dan berbagai enzim pencernaan. Alkohol dimetabolisme sebagian di dalam pankreas dan metabolit awal alkohol ini bersifat racun bagi sel-sel pankreas. Metabolit alkohol ini dapat menyebabkan perubahan pada sel-sel pankreas seperti peradangan (inflamasi) yang dapat menyebabkan terjadinya kanker pankreas. Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada pankreas dan menyebabkan terjadinya pankreatitis, yaitu inflamasi atau peradangan pada pankreas yang dapat menyebabkan timbulnya nyeri perut hebat dan muntah. Pankreatitis kronik dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker pankreas. Selain kanker pankreas, mengkonsumsi alkohol secara berlebihan juga telah terbukti berhubungan dengan peningkatan resiko terjadinya kanker payudara, kanker usus besar, kanker hati, kanker mulut, kanker kerongkongan atau kanker tenggorokan. Mengkonsumsi alkohol dalam jumlah sedang atau secukupnya dapat menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah pada orang lanjut usia atau paruh baya. Berdasarkan American Cancer Society, batas aman mengkonsumi alkohol adalah tidak lebih dari 1 gelas sehari bagi wanita dan 2 gelas sehari bagi pria untuk tetap menjaga kesehatan anda.  Baca juga: Berbagai Penyebab dan Faktor Resiko Terjadinya Kanker Pankreas Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang