Your browser does not support JavaScript!
 27 Apr 2019    18:00 WIB
Apa Saja Faktor Risiko Penyakit Kencing Manis?
Dewasa ini banyak orang yang mengalami penyakit kencing manis. Tanpa mereka sadari mereka mengidap penyakit kencing manis. Hal ini dapat diakibatkan karena seringnya orang mengkonsumsi makanan junk food, minuman bersoda, merokok, minum alkohol, kurang olahraga.  Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Insulin adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh pankreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah/kadar gula dalam darah dan insulin dibutuhkan untuk merubah (memproses) karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang diperlukan tubuh manusia. Hormon insulin berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah. Penyakit kencing manis adalah penyakit yang dapat merusak sel dan pembuluh darah sehingga dapat menimbulkan komplikasi dari ujung kepala sampai ujung kaki seperti kebutaan, penyakit jantung, gangguan ereksi, luka yang tak kunjung sembuh yang berakhir dengan amputasi. Untuk itu kita harus mengetahui apa saja faktor risiko penyakit kencing manis sebelum terjadinya komplikasi. Faktor risiko penyakit  kencing manis: Usia > 45 tahun Berat badan berlebih, dilihat dari Indeks massa tubuh > 23 Ukur lingkar perut. Batas lingkar perut. Wanita: Tekanan darah tinggi >= 140/90 mmhg Riwayat kencing manis dalam garis keturunan Riwayat keguguran berulang, melahirkan bayi cacat, atau BB lahir bayi > 4000 gram Riwayat kencing manis selama kehamilan Penderita penyakit jantung koroner, tuberkulosis (TBC), hipertiroidisme Kolesterol HDL =< 35 mg/dl. Dengan menghindari faktor risiko diharapkan dapat terhindar dari penyakit kencing manis, atau untuk seseorang yang sudah mengidap penyakit kencing manis tidak sampai terjadi komplikasi. Sumber:  papdi
 18 Sep 2018    08:00 WIB
Waspada! Ini Efek Jika Anak Sering Mengkonsumsi Junk Food
Junk food bisa menarik siapa saja untuk memakannya karena rasanya yang gurih, harga yang terjangkau dan mudah didapat. Bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun menyukainya. Bagi anak-anak, yang tidak selalu mengerti konsekuensi kesehatan dari kebiasaan makan mereka, junk food memang makanan yang mudah untuk diminati.   Berikut Adalah Efek Dari Junk Food: Energi dan Fokus Menurut Women’s and Children’s Health Network, makanan yang dimakan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kebiasaan belajar anak-anak. Junk food dan makanan dengan kandungan gula tinggi menghabiskan tingkat energi dan kemampuan berkonsentrasi untuk waktu yang lama. Energi dan kemampuan untuk fokus sangat penting bagi anak usia sekolah. Masa kanak-kanak adalah masa yang penting karena akan menjadi tiang yang akan mempengaruhi perkembangan dari sang anak.  Apabila anak rutin menyantap junk food dimana tidak memberikan nutrisi yang dibutuhkan anak-anak oleh anak, sehingga anak tidak mendapatkan energi yang cukup dalam melakukan aktivitas fisik. Kurangnya aktivitas fisik berbahaya bagi kesehatan fisik dan mental. Risiko Obesitas Sebuah studi yang diterbitkan dalam " Pediatrics" pada tahun 2004 menemukan bahwa konsumsi makanan cepat saji pada anak dikaitkan dengan risiko mengalami obesitas. Menurut penelitian ini, anak-anak yang mengonsumsi makanan cepat saji dan cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori, lemak, karbohidrat, dan gula tambahan dalam satu makanan cepat saji berisiko mengalami kegemukan dibandingkan dengan anak yang cenderung mengonsumsi serat, susu dan buah-buahan dan sayuran. Selain itu menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh jurnal "Nature Neuroscience" pada tahun 2010, makanan berkalori tinggi bisa menjadi adiktif, menyebabkan anak-anak yang makan makanan cepat saji akan memiliki pola makan yang bermasalah. Penyakit kronis Menurut Prevention Institute, para ahli menyalahkan junk food karena meningkatnya tingkat diabetes, tekanan darah tinggi dan stroke. Dan apabila anak memiliki kebiasaan konsumsi junk food maka hal ini akan terus menjadi kebiasaan saat dewasa dan risiko penyakit yang lebih meningkat nantinya. Harga Diri dan Depresi Harga diri dan kepercayaan diri sendiri sangat penting untuk menumbuhkan pribadi anak yang baik dan kebiasaan makan junk dapat berdampak negatif pada harga diri dan kepercayaan diri. Hal ini dikarenakan dengan konsumsi junk food biasanya akan menyebabkan gangguan pertumbuhan dan meningkatkan berat badan. Saat anak mengalami obesitas maka harga diri dan kepercayaan diri akan menurun.   Efek yang ditimbulkan oleh junk food memang tidak baik untuk kesehatan, oleh karena itu Anda sebagai orang tua bantu untuk mengawasi pola makan anak agar anak tumbuh dengan baik secara fisik dan mental.   Baca juga: Doyan Junk Food Yang Bikin Penyakit??? Harus Hentikan Segera Dengan Cara Ini   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: healthyeating.sfgate
 28 Aug 2018    08:00 WIB
6 Bahaya Mengkonsumsi Junk Food Saat Hamil
Apakah Anda ngidam junk food saat sedang hamil? Akan tetapi, apakah aman terus mengkonsumsi berbagai jenis junk food selama hamil? Jawabannya adalah tidak. Saat Anda hamil, ada berbagai perubahan yang terjadi pada tubuh Anda, seperti berat badan Anda, kadar gula darah, tekanan darah, mood, dan makanan yang Anda konsumsi. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja bahaya dari mengkonsumsi junk food saat hamil.   Tekanan Darah Meningkat dan Kaki Anda Menjadi Bengkak Tahukah Anda bahwa mayonnaise terbuat dari telur mentah? Dan karena ibu hamil tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan mentah, maka Anda sebaiknya menghindari berbagai jenis mayonnaise. Selain itu, junk food biasanya juga mengandung banyak garam, yang dapat berpengaruh buruk pada tekanan darah dan bahkan membuat kaki Anda membengkak karena retensi cairan di dalam tubuh Anda.   Membuat Anda Mengalami Sembelit Serat merupakan nutrisi penting yang diperlukan untuk membentuk energi dan juga dapat membuat pergerakan usus Anda menjadi lebih lancar, sehingga Anda pun tidak mengalami sembelit, yang sering terjadi pada ibu hamil. Dan karena junk food hanya mengandung sedikit atau sama sekali tidak mengandung serat, maka hal ini akan membuat keluhan sembelit Anda semakin buruk. Oleh karena itu, dianjurkan agar Anda mencukupi kebutuhan serat Anda dengan mengkonsumsi buah dan sayuran setiap hari selama hamil.   Robeknya Selaput Ketuban Saat hamil, sembelit parah dapat menyebabkan peningkatan tekanan, yang dapat memicu robeknya selaput ketuban Anda, yang akan mengakibatkan Anda melahirkan sebelum waktunya.   Kekurangan Nutrisi Penting Junk food biasanya hanya mengandung sedikit sayuran atau daging dan sebagian besar hanya terdiri dari lemak, yang berarti kurang bernutrisi. Hal ini dapat mempengaruhi jumlah nutrisi penting yang masuk ke dalam tubuh Anda.   Menyebabkan Perubahan Mood dan Diabetes Gestasional Banyak ibu hamil ngidam cokelat dan bahkan memakannya pada waktu yang tidak wajar, misalnya pada pagi atau malam hari. Mengkonsumsi makanan manis dapat membuat Anda menjadi lebih mudah marah dan membuat mood Anda lebih mudah berubah. Selain itu, mengkonsumsi banyak gula juga dapat mempengaruhi kadar gula darah Anda atau bahkan meningkatkan resiko terjadinya diabetes gestasional (kencing manis saat hamil).   Bayi Lahir Dengan Berat Badan Berlebih Terlalu sering mengkonsumsi junk food yang penuh dengan lemak, gula, dan garam dapat mempengaruhi bayi Anda, yang akan membuat mereka lahir dengan berat badan berlebih, yang dapat membuat bayi Anda lebih mudah mengalami obesitas saat dewasa nanti.   Baca juga: Apakah Aman Berhubungan Seks Saat Hamil?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 14 Sep 2016    15:00 WIB
Bagaimana Menjaga Tekanan Darah Tetap Konstan?
Tekanan darah adalah sesuatu yang dapat naik turun karena tekanan, stress, dan kesibukan. Dengan kemajuan tehnologi kehidupan yang Anda jalani dapat menjadi semakin mudah, tetapi juga malah menjadi semakin rumit. Selain gaya hidup, yang juga menentuka tekanan darah salah satunya adalah faktor usia. Anda akan mengalami tekanan darah tinggi begitu Anda mencapai usia tertentu, misalnya saja usian 45 tahun. Tekanan darah tinggi memang bisa menjadi masalah untuk kesehatan Anda, tetapi tekanan darah rendah juga dapat memberikan masalah untuk Anda. Tekanan darah rendah dapat menurunkan performa Anda. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mempertahankan tekanan darah tetap konstan.  Berjalan kaki pagi hari Tidak ada olahraga yang lebih baik dari jalan pagi. Anda akan merasakan kehangatan pagi hari yang akan membuat Anda merasa bahagia dan sehat. Saat Anda memulai jalan pagi, mulailah pada saat pagi-pagi sekali dan lakukan 15 menit berjalan sendiri dan Anda akan lihat perbedaan pada tubuh Anda. berolahraga dapat memberikan efek baik untuk kesehatan Anda, terutama untuk tekanan darah Anda. Turunkan berat badan Jika Anda sedang mengalami kelebihan berat badan, maka Anda harus mencari cara untuk membuang berat badan ekstra tersebut. Tekanan darah sangat dipengaruhi oleh berat dan kadar kolesterol. Jadi jika Anda mengalami peningkatan berat badan supaya Anda tetap pada kondisi sehat dan tekanan darah tetap stabil. Diet sehat Pola makan yang sehat akan menjaga tubuh Anda tetap sehat. tekanan darah tidak stabil bisa disebabkan oleh pola makan yang tidak baik. Jika Anda banyak memakan makanan yang digoreng dan junk fodd, maka Anda akan lihat tekanan darah Anda meningkat. Anda harus menjalankan pola diet yang sehat dan seimbang untuk memastikan tubuh Anda mendapat nutrisi yang baik. Memonitor tekanan darah Saat Anda memonitor tekanan darah secara konsisten, Anda akan menjadi lebih berhati-hati mengenai segala hal. Jadi pastikan Anda selalu mengontrol tekanan darah Anda.  Baca juga: Kekurangan Vitamin D Tingkatkan Resiko Terjadinya Tekanan Darah Tinggi? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: boldsky
 29 Dec 2015    18:00 WIB
Dampak Makanan Siap Saji atau "Junk Food" Pada Tubuh Anda
Makanan siap saji atau "junk food" sebaiknya hanya mengisi sedikit bagian dari menu makan anda karena makanan siap saji mengandung banyak lemak, natrium, dan gula; yang dapat menyebabkan terjadinya obesitas dan berbagai gangguan kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung, dan radang sendi.Membuat Anda Merasa Lelah Berkepanjangan dan Kurang BertenagaMakanan siap saji tidak mengandung banyak nutrisi yang diperlukan oleh tubuh anda untuk membuatnya tetap sehat. Akibatnya, anda akan merasa lelah berkepanjangan (kronik) dan kurang bertenaga untuk menjalankan aktivitas anda sehari-hari. Tingginya kandungan gula pada makanan siap saji dapat menyebabkan metabolisme anda tertekan, karena saat anda mengkonsumsi gula olahran, pankreas anda harus menghasilkan lebih banyak insulin untuk mencegah peningkatan kadar gula darah yang berbahaya. Karena makanan siap saji tidak mengandung cukup protein dan karbohidrat baik, maka kadar gula darah anda akan turun dengan cepat dan mendadak beberapa jam kemudian, yang membuat anda merasa lelah, merasa tidak enak (mood buruk), dan ingin mengkonsumsi sesuatu yang manis.Penurunan Fungsi Kognitif dan ObesitasMakanan siap saji mengandung banyak lemak dan saat lemak berkumpul di dalam tubuh anda, maka anda akan mengalami peningkatan berat badan dan mengalami obesitas. Semakin banyak peningkatan berat badan yang anda alami, maka semakin tinggi resiko berbagai gangguan kesehatan yang anda alami seperti diabetes, penyakit jantung, dan radang sendi. Anda bahkan dapat mengalami serangan jantung. Tingginya kadar lemak dan natrium di dalam makanan siap saji dapat menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah atau hipertensi. Konsumsi banyak natrium (garam) juga dapat berdampak negatif pada fungsi ginjal anda, yang dapat menyebabkan gangguan ginjal. Dalam jangka pendek, tingginya kadar lemak dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif. Anda juga akan merasa lelah dan sulit berkonsentrasi karena tubuh anda mungkin tidak memperoleh cukup oksigen.Merusak Jantung dan HatiTingginya kadar lemak dan natrium di dalam makanan siap saji dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung dengan cara meningkatkan kadar kolesterol di dalam darah anda yang menyebabkan terjadinya penumpukkan plak (lemak) pada dinding pembuluh darah arteri anda. Tingginya kadar asam lemak trans di dalam berbagai jenis makanan siap saji dapat menyebabkan terjadinya perlemakkan hati yang bila berlangsung lama dapat menyebabkan disfungsi hati dan penyakit hati.Memicu DiabetesSeiring dengan berlalunya waktu, tingginya kadar gula dan karbohidrat sederhana di dalam makanan siap saji dapat menyebabkan terjadinya diabetes tipe 2. Hal ini dapat terjadi karena mengkonsumsi terlalu banyak gula menyebabkan metabolisme tubuh anda kewalahan. Saat anda mengkonsumsi banyak gula putih olahan dan karbohidrat sederhana, tubuh anda harus memproduksi lebih banyak insulin untuk mencegah peningkatan kadar gula darah yang dapat berbahaya bagi kesehatan anda. Karena makanan siap saji tidak mengandung cukup banyak protein atau karbohidrat kompleks yang diperlukan oleh tubuh anda untuk menjaga kestabilan kadar gula darah anda, maka kadar gula darah anda dapat turun secara tiba-tiba tidak lama setelah makan, yang membuat anda ingin makan makanan manis dan makan lebih banyak makanan siap saji. Bila berlangsung dalam waktu lama, maka tekanan ini dapat menyebabkan gangguan pada kemampuan tubuh anda untuk memproduksi insulin (gangguan fungsi pankreas). Diet sehat dapat membantu menjaga sensitivitas berbagai organ tubuh anda terhadap insulin. Mengkonsumi terlalu banyak makanan siap saji dalam waktu singkat juga dapat membuat anda merasa tidak nyaman, yang dapat menyebabkan mood berubah-ubah dan terjadinya sembelit, menurunkan stamina anda sehingga membuat anda enggan berolahraga untuk membakar kelebihan kalori anda. Baca juga: Hati-hati Aktivitas di Media Sosial Mampu Picu Perceraian Lho! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: fitday
 28 Nov 2014    08:00 WIB
5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Anda Ingin Mengkonsumsi Junk Food
Makan Tidak Teratur Orang yang sering melewatkan waktu makan alias makan tidak teratur merupakan kelompok orang yang cenderung memiliki kadar gula darah yang rendah, yang meningkatkan keinginan tidak tertahankan untuk mengkonsumsi beberapa jenis makanan untuk memperoleh energi dalam waktu singkat. Saat Anda melewatkan waktu makan dan kadar gula darah menurun, maka tubuh Anda pun akan “mendesak” Anda untuk mengkonsumsi berbagai jenis karbohidrat olahan yang dapat memberikan Anda energi dalam waktu singkat. Akan tetapi, hal ini hanya akan membuat Anda kembali merasa lapar dalam waktu singkat. Untuk mencegah hal ini, konsumsilah berbagai jenis makanan yang mengandung protein, gandum, sayur, dan lemak sehat setiap 5 jam atau lebih. Makanan dengan kandungan ini lebih sulit dicerna dan membuat kadar gula darah Anda tetap stabil, sehingga Anda pun merasa kenyang lebih lama. Selain itu, Anda juga dapat mengkonsumsi cemilan sehat di antara waktu makan bila diperlukan.   Selalu Kelelahan Rasa lelah akibat kurang tidur dan padatnya aktivitas harian dapat membuat tekad Anda untuk berdiet pun menurun. Kurang tidur dapat membuat Anda lebih ingin mengkonsumsi berbagai jenis makanan tidak sehat.   Berpergian Saat Stress Jika Anda sedang mengalami stress akibat pekerjaan atau sedang memiliki masalah lainnya, maka Anda pun lebih beresiko untuk ingin mengkonsumsi berbagai jenis makanan tidak sehat. Daripada mengikuti emosi Anda, akan lebih baik bila Anda mengatasi stress dengan latihan pernapasan, mendengarkan musik, berolahraga, dan lain sebagainya.   Marah Banyak orang dewasa mengkonsumsi berbagai jenis junk food sebagai salah satu cara untuk melampiaskan kemarahannya. Untuk mengatasi keinginan mendesak yang Anda rasakan, cobalah untuk mengalihkan perhatian Anda selama 5-10 menit dengan melakukan berbagai hal lain.   Membeli Junk Food Selain harus memiliki tekad yang kuat, dukungan dari lingkungan sekitar juga diperlukan bagi kesuksesan diet Anda. Oleh karena itu, pastikan Anda tidak pergi ke berbagai tempat yang dapat membuat Anda tergoda untuk membeli atau mengkonsumsi junk food.   Sumber: womenshealthmag
 28 Aug 2014    11:00 WIB
Efek Berbahaya Dari Junk Food Untuk Kesehatan
Siapa yang tidak pernah makan junk food? Hampir semua orang pernah memakan makanan yang satu ini, rasanya yang enak, gurih dan disajikan dengan menarik dapat membuat semua orang menyukainya. Namun ada berbagai efek buruk yang didapat apabila konsumsi junkfood secara berlebihan, seperti: 1. Konsumsi rutin junk food merupakan salah satu faktor yang bertanggung jawab terjadinya obesitas/ kegemukan. 2. Konsumsi minuman ringan (yang mengandung gula) telah dikaitkan dengan terjadinya berat badan yang berlebihan dan meningkatkan risiko untuk terkena kencing manis tipe 2. 3. Kolesterol tinggi akibat sering konsumsi junk food memberikan beban berlebihan kepada hati, yang akan menyebabkan kerusakan jangka panjang untuk organ penting ini. 4. Konsumsi junkfood merupakan penyebab utama terjadinya penyakit pada jantung 5. Penelitian telah menunjukkan bahwa diet tinggi lemak juga dapat merusak fungsi otak yang penting, sepert kemampuan untuk konsentrasi dan memori. 6. Makanan junk food terlalu penuh dengan gula dan garam. Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi atau kolesterol, makanan ini akan memperburuk kesehatan Anda. 7. Junk food tidak mengandung nutrisi penting, meskipun jumlahnya banyak tetap saja tidak memberi energi pada Anda dan akan membuat Anda merasa lemah. 8. Kurangnya mengandung nutrisi dan protein yang dibutuhkan oleh sel-sel otak Anda 9. Gorengan memang enak, namun makanan ini sangat mengerikan. Terutama makanan yang digoreng dalam minyak lemak terhidrogenasi parsial atau trans. Minyak ini menurunkan kolesterol baik dan meningkatkan kolesterol jahat. Sumber: ndtv
 20 May 2014    14:00 WIB
Apakah Junk Food Dapat Menyebabkan Depresi?
Sudah banyak orang tahu jika pola diet orang Amerika dapat menyebabkan diabetes, penyakit jantung dan kanker, tetapi hanya beberapa orang saja yang menyadari hubungan antara apa yang Anda makan dengan apa yang Anda pikir. Menurut  National Institute of Mental Health, hampir seperempat dari penduduk Amerika menderita gangguan jiwa yang dapat didiagnosa pada tahun lalu saja, dan penelitian terbaru mengatakan pola diet mungkin berperan dalam menyebabkan gangguan mental. Hungungan antara diet dan gangguan mental merupakan bahan baru yang diselidiki, tetapi sudah banyak penelitian yang menunjukkan adanya hubungan yang erat antara kedua topik tersebut. Hasil penelitian tersebut secara konsisten menunjukkan bahwa makan makanan yang banyak mengandung tepung, makanan yang tidak diproses, sayuran yang diperkaya dengan nutrisi, buah, ikan, daging dan gandum utuh berhubungan erat dengan rendahnya angka kejadian gangguan mental atau masalah mental. Sementara pola diet yang banyak mengkonsumsi junk food (makanan yang digoreng, makanan yang melalui proses, makanan manis) sangat berhubungan dengan peningkatan gangguan mental. Sangat penting untuk dicatat bahwa sejauh ini perbedaan yang didapatkan baru sebatas korelasi, dan bukan hubungan sebab-akibat. Bahkan sampai saat ini para peneliti belum mengetahui secara pasti bagaimana makanan dapat mempengaruhi kesehatan mental. Saat ini banyak penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana kaitan antara usus dan otak dan peranannya dalam menyebabkan gangguan mental. Berikut adalah mekanisme yang mungkin penghubung antara makanan dan gangguan mental: mikroba (apakah itu mikroba yang baik maupun yang jahat) yang tinggal di saluran pencernaan dipercaya para ilmuwan menajdi sarana komunikasi langsung antara usus dan otak dan mikroba ini memiliki peranan penting dalam menentukan kesehatan fisik maupun mental kita. Saat Anda memakan makanan yang tidak sehat dapat menyebabkan tumbuhnya bakteri jahat yang dapat merusak keseimbangan bakteri didalam usus. Penelitian yang dilakukan terhadap tikus menunjukkan bahwa rusaknya keseimbangan mikroba dapat menimbulkan berbagai gangguan seperti perubahan kimia di otak, perubahan mood dan perilaku yang dapat berakhir menjadi depresi dan gangguan kecemasan (anxiety).Sumber: foxnews
 20 May 2014    09:00 WIB
Dampak “Junk Food” Pada Otak Anda
Sebagian besar orang telah mengetahui bahwa junk food berdampak buruk pada kesehatan anda, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya. Akan tetapi, entah mengapa anda terus ingin mengkonsumsinya, bahkan setelah anda mengetahui bahwa mengkonsumsi junk food juga telah berhubungan dengan peningkatan resiko terjadinya depresi.Mengapa Anda Ingin Terus Mengkonsumsi Junk Food?Terdapat 2 hal yang menyebabkan seseorang ingin terus mengkonsumsi suatu jenis makanan tertentu. Hal pertama adalah sensasi yang anda rasakan saat anda mengkonsumsi makanan tersebut seperti rasa asin, manis, gurih, dan sebagainya; bagaimana baunya, dan bagaimana rasa makanan tersebut di dalam mulut anda. Atau dengan kata lain membuat otak anda mengingat bagaimana rasa makanan tersebut dan betapa menyenangkannya hal tersebut. Hal kedua adalah komposisi makanan tersebut, yaitu berapa jumlah protein, lemak, dan karbohidrat yang terdapat di dalamnya. Pada junk food, para pembuatnya meneliti berapa kombinasi sempurna dari garam, gula, dan lemak yang dapat menyenangkan otak anda sehingga anda ingin terus mengkonsumsi makanan tersebut.Bagaimana Membuat Anda Kecanduan Makanan? Kontras DinamikKontras dinamik merupakan adanya suatu kombinasi berbeda pada suatu makanan saat anda mengunyahnya di dalam mulut anda. Berbagai perbedaan sensasi inilah yang membuat otak anda tertarik dan membuat anda ingin terus mengkonsumsinya. Respon Saliva (Air Liur)Pengeluaran air liur merupakan bagian dari proses pencernaan makanan. Semakin banyak suatu makanan membuat anda mengeluarkan air liur, maka semakin membuat makanan tersebut tersebar merata ke seluruh mulut dan mengenai hampir seluruh indra pengecap anda, yang merangsang otak anda dan membuat makanan tersebut terasa lebih nikmat. Beberapa makanan yang dapat menciptakan sensasi seperti ini adalah mentega, coklat, mayonaise, thousand island, dan es krim. Kecepatan Pelarutan atau Pencairan MakananBerbagai jenis makanan yang dapat meleleh dengan cepat di dalam mulut anda dapat membuat otak anda mengira anda tidak makan sebanyak yang sebenarnya anda konsumsi. Dengan kata lain, makanan ini membuat otak anda mengira bahwa anda belum merasa kenyang walaupun anda sebenarnya telah mengkonsumsi banyak kalori. Respon Sensorik SpesifikOtak anda menyukai keberagaman. Hal ini menyebabkan anda tidak lagi mengalami rasa senang atau nikmat yang sama saat anda mengkonsumsi makanan yang sama terus-menerus. Dengan kata lain, respon sensorik spesifik anda terhadap suatu makanan akan berkurang seiring dengan berlalunya waktu atau bahkan hanya dalam beberapa menit. Makanan junk food telah dirancang untuk menghindari respon sensorik spesifik ini. Makanan junk food dirancang untuk membuat otak anda tidak merasa bosan tetapi juga tidak terlalu nikmat hingga membuat respon anda menumpul. Hal inilah yang membuat anda dapat mengkonsumsi beberapa bungkus keripik kentang tanpa merasa bosan. Jumlah KaloriMakanan junk food dirancang untuk menyakinkan otak anda bahwa tubuh anda telah memperoleh cukup nutrisi dengan mengkonsumsinya, tetapi tidak membuat anda merasa kenyang. Berbagai reseptor di dalam mulut dan lambung anda memberitahu otak anda bahwa apa yang anda makan mengandung protein, lemak, dan karbohidrat seperti makanan lainnya yang sebenarnya telah cukup bagi tubuh anda. Akan tetapi, makanan junk food sebenarnya hanya memiliki cukup kalori untuk membuat otak anda menganggap bahwa anda telah memperoleh cukup banyak energi, tetapi sebenarnya tidak sebanyak itu hingga membuat anda berpikir bahwa anda telah kenyang. Hal ini membuat anda dapat mengkonsumsi banyak makanan junk food tersebut sebelum merasa kenyang karenanya. Ingatan Akan Betapa Nikmatnya Makanan TersebutSaat anda mengkonsumsi suatu makanan yang terasa enak, maka otak anda pun akan menyimpan ingatan tersebut. Oleh karena itu, bila suatu saat anda melihat makanan tersebut, mencium bau makanan tersebut, atau bahkan membaca tentang makanan tersebut; maka otak anda akan membuat anda kembali mengingat pengalaman anda saat mengkonsumsi makanan tersebut sehingga membuat mulut anda dipenuhi dengan air liur. Hal ini akan membuat anda ingin kembali mengkonsumsi makanan tersebut.Sumber: huffingtonpost