Your browser does not support JavaScript!
 14 Sep 2019    08:00 WIB
Apa Perbedaan Antara Gagal Jantung Kanan dan Gagal Jantung Kiri?
Jantung merupakan organ yang harus bekerja paling keras pada tubuh seseorang. Oleh karena itu, berolahraga sangat penting untuk membantu menjaga kesehatan jantung Anda sehingga ia dapat menjalankan fungsinya (memompa darah ke seluruh tubuh) dengan baik. Jantung terbagi menjadi 4 ruangan, 2 ruangan di sebelah kanan  dan 2 ruangan di sebelah kiri. Dua ruangan di bagian atas disebut dengan atrium dan 2 ruangan di bagian bawah disebut dengan ventrikel. Setiap sisi jantung memiliki fungsinya masing-masing. Jantung sebelah kanan berfungsi untuk menerima darah (darah dengan kadar oksigen rendah) dari seluruh tubuh (atrium kanan). Ventrikel kanan jantung kemudian akan memompa darah ini ke dalam paru-paru. Dari paru-paru darah (darah dengan kadar oksigen tinggi) kembali masuk ke dalam jantung (atrium kiri) kemudian menuju ke ventrikel kiri untuk dipompakan ke seluruh bagian tubuh.   Gagal Jantung Kiri Jantung sebelah kiri berfungsi untuk menerima darah kaya oksigen dari paru-paru dan memompakan darah tersebut ke seluruh tubuh. Hal ini menyebabkan ukuran jantung bagian kiri lebih besar daripada ukuran jantung bagian kanan.  Gagal jantung kiri terjadi ketika jantung tidak memiliki cukup tenaga atau tekanan untuk memompa darah kembali ke seluruh tubuh. Keadaan ini disebut dengan kegagalan sistolik. Kegagalan diastolik terjadi ketika ventrikel kiri tidak dapat berelaksasi di antara denyut jantung sehingga ventrikel kiri tidak terisi cukup banyak darah. Baik kegagalan sistolik maupun diastolik menyebabkan darah yang dipompakan dari jantung menjadi berkurang dan darah kembali ke dalam paru-paru.   Gagal Jantung Kanan Jantung bagian kanan berfungsi untuk menerima darah rendah oksigen dari seluruh tubuh dan memompanya ke dalam paru-paru. Gagal jantung kanan biasanya terjadi akibat gagal jantung kiri. Hal ini dikarenakan jika ventrikel kiri jantung gagal memompa darah ke seluruh tubuh, maka darah di dalamnya akan kembali ke dalam paru-paru dan meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah paru. Peningkatan tekanan ini dapat menyebabkan kerusakan pada jantung bagian kanan dan menyebabkan terjadinya gagal jantung kanan. Baca juga: Apa Perbedaan Antara Gagal Jantung Kanan dan Gagal Jantung Kiri? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: differencebetween
 23 Aug 2019    11:00 WIB
4 Jenis Minyak yang Baik Bagi Kesehatan
Tahukah Anda bahwa ternyata ada 4 jenis minyak yang dapat dikonsumsi yang juga baik bagi kesehatan jantung, kulit, dan bahkan mood Anda? Di bawah ini Anda dapat melihat keempat jenis minyak tersebut dan manfaatnya bagi kesehatan Anda.   Minyak Wijen Minyak wijen dapat membantu mencegah terjadinya diabetes, gigi berlubang, dan bahkan mencegah kulit terbakar sinar matahari. Hal ini dikarenakan minyak wijen mengandung antioksidan unik dan suatu zat yang disebut dengan lignin, yang dapat membantu mengendalikan kadar gula dan menurunkan kadar kolesterol LDL. Bila Anda menggunakannya sebagai pengganti obat kumur dan berkumur dengan menggunakan minyak wijen selama 10 menit, maka hal ini dapat mencegah terbentuknya plak pada gigi. Selain itu, menggosokannya pada kulit Anda juga dapat membantu mengatasi kulit yang terbakar oleh sinar matahari, akan tetapi jangan pernah menggunakan minyak wijen sebagai pengganti tabir surya.   Minyak Alpukat Minyak alpukat ternyata dapat membantu mengatasi berbagai jenis gangguan pada sendi dan membuat kulit menjadi lebih halus. Hal ini dikarenakan minyak alpukat mengandung asam lemak tidak jenuh tunggal (MUFA) yang dapat membantu melawan berbagai reaksi radang di dalam tubuh, yang dapat membantu melindungi kulit Anda dari dalam dengan menekan efek radikal bebas di dalam tubuh. Bila Anda mengkonsumsinya secara teratur, minyak alpukat juga dapat berfungsi seperti obat anti nyeri dosis kecil, yang dapat membantu mengurangi nyeri sendi akut bila dikonsumsi bersama dengan minyak kedelai. Saat dioleskan secara langsung pada kulit, minyak alpukat dapat berfungsi sebagai pelembab untuk membantu mengatasi kulit kering.   Minyak Walnut Minyak walnut dapat membantu memperbaiki reaksi tubuh terhadap stress. Hal ini dikarenakan minyak walnut mengandung banyak asam lemak omega 3 seperti halnya minyak ikan, yaitu asam alfa linoleat (ALA), yang dapat membantu meningkatkan kekuatan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan fungsi sistem saraf. Berbagai penelitian juga telah menunjukkan bahwa minyak walnut juga dapat membantu menurunkan kadar stress dan tekanan darah, sehingga juga dapat melindungi jantung Anda.   Minyak Kelapa Minyak kelapa sangat baik bagi kesehatan Anda karena mengandung asam laurat dan asam lemak jenuh yaitu trigliserida rantai sedang (MCT). Beberapa ahli menduga bahwa karena minyak kelapa mengandung asam laurat, maka minyak kelapa dapat digunakan sebagai pengganti obat kumur dan memiliki efek antimikroba. Berbagai penelitian menemukan bahwa MCT yang terdapat di dalam minyak kelapa dapat membantu menjaga keseimbangan kadar kolesterol, membantu kerja sistem pencernaan, dan bahkan mengurangi kadar lemak perut.     Sumber: womenshealthmag
 12 Aug 2019    16:00 WIB
Mengapa Konsumsi Daging Merah Dapat Meningkatkan Resiko Terjadinya Penyakit Jantung?
Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa konsumsi daging merah mungkin dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung Anda. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa bakteri di dalam usus dapat mengubah L-carnitine, sejenis nutrisi yang terdapat di dalam daging merah, menjadi berbagai jenis zat yang dapat memicu terjadinya aterosklerosis (penumpukkan lemak di dalam dinding pembuluh darah yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung). Memiliki kadar L-carnitine yang terlalu tinggi di dalam tubuh dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung. Penelitian sebelumnya bahkan menemukan bahwa L-carnitine merupakan prediktor yang lebih baik untuk menemukan kemungkinan terjadinya penyakit jantung daripada kadar kolesterol di dalam darah. Akan tetapi, para peneliti juga mengingatkan bahwa L-carnitine bukanlah satu-satunya penyebab timbulnya masalah ini, akan tetapi juga bakteri di dalam usus Anda. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apa yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan resiko penyakit jantung pada orang yang sering mengkonsumsi daging merah. Untuk saat ini, para peneliti menyarankan agar para pembaca membatasi konsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung L-carnitine, terutama daging merah. Selain itu, minuman energi, beberapa jenis suplemen tertentu, ikan, dan ikan juga mengandung L-carnitine, walaupun dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan daging merah.  Baca juga: Apel Mampu Cegah Serangan Jantung dan Stroke  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang. Sumber: womenshealthmag
 07 Aug 2019    08:00 WIB
Angin Duduk? Benarkah Penyakit Ini Ada?
Sering kali masyarakat awam mengatakan bila terkena "angin" akan terkena penyakit angin duduk. Sebenarnya penyakit yang disebut dengan angin duduk ini adalah Angina atau Angina Pektoris adalah rasa ketidaknyamanan dada, yang disebabkan oleh pasokan oksigen berkurang ke otot jantung. Angina pektoris sering diperburuk dengan keadaan seperti cuaca dingin, oleh karena itu sering dikatakan angin duduk ini disebabkan oleh masuk "angin". Ada beberapa hal lain yang dapat memperburuk angina pektoris seperti stress yang terlalu berat, aktivitas fisik berlebihan setelah makan. Gejala Angina pektoris yang dirasakan seperti : • Nyeri diseluruh dada, terutama di belakang tulang dada • Dada terasa tertekan, berat, ketat dan terasa seperti diperas • Rasa sakit menyebar dari dada ke leher, rahang, lengan kiri dan bahu • Sesak nafas • Keringat dingin • Mati rasa dan kesemutan pada tangan   Untuk mencegah terjadinya angina pektoris ada beberapa hal yang harus Anda lakukan, seperti: • Olahraga teratur dibawah pengawasan seorang dokter dapat membantu mencegah terjadinya serangan jantung • Penurunan berat badan yang diawasi oleh dokter • Makan makanan yang sehat, kurangi makanan terlalu banyak lemak jenuh, kolesterol tinggi • Cek tekanan darah secara teratur sekitar 120/80 mmhg • Tidur dan istirahat yang cukup • Selalu membawa obat yang diresepkan oleh dokter serta membawa resepnya • Apabila terjadi serangan yang tidak dapat diredakan dengan istirahat atau terjadi serangan saat sedang istirahat, segera ambil obat Anda yaitu nitrogliserin atau isosorbid yang diberikan oleh dokter, kemudian taruh dibawah lidah • Kontrol secara teratur dengan dokter • Hindari stress Sumber: ndtv
 28 Jul 2019    08:00 WIB
6 Makanan Enak Tapi Musuh Bebuyutan Jantung
Siapa yang tidak suka makan makanan yang enak, rasanya yang gurih mampu menggugah selera Anda. Makanan yang enak biasanya akan membuat Anda ketagihan dan ingin terus tambah dan tambah. Namun Anda harus berhati-hati karena makanan-makanan yang enak tersebut memang bersahabat dengan lidah tapi tidak dengan kesehatan tubuh Anda. Dewasa ini makin banyak penyakit yang dialami karena pengaruh makanan yang tidak sehat seperti kencing manis, gangguan ginjal, hati dan yang paling sering penyakit jantung. Karena penyebab kematian di Indonesia paling banyak adalah penyakit jantung. Maka akan dibahas mengenai makanan enak namun merusak kinerja jantung Anda. Untuk mencegah agar Anda tidak terserang penyakit seperti penyakit jantung, salah satunya cara adalah harus mengurangi makanan perusak jantung tersebut. Berikut ini adalah 6 jenis makanan yang enak tapi tanpa sadar merusak jantung Anda: 1.      Sosis Siapa yang tidak suka dengan makanan yang satu ini, entah dibakar atau digoreng rasanya memang enak. Mudah dibuat bahkan ada yang siap untuk dimakan langsung. Namun Anda harus berhati-hati dengan makanan yang satu ini. Sosis mengandung lemak jenuh, natrium berlebih, dan bumbu yang tidak sehat. Apabila Anda mengkonsumsi sosis terlalu banyak, maka bahan-bahan yang berbahaya dalam sosis akan merusak jantung. Sehingga jantung mudah lelah dan mudah terkena penyakit. 2.      Minuman bersoda Sambil makan sosis biasanya ditemani dengan minuman soda, rasanya yang menggoda dan menggugah selera. Terlebih saat udara sedang panas, pasti rasanya sangat menyegarkan. Namun harus Anda ketahui minuman bersoda mengandung zat pemanis buatan, pewarna serta pengawet. Semua zat itu berbahaya bagi tubuh. Konsumsi soda berlebihan dapat mengganggu kesehatan jantung, makin lama jantung akan semakin melemah. 3.      Pop corn Pop corn merupakan camilan wajib saat menonton film. Rasanya sangat menyenangkan saat menonton film kesukaan kemudian ditemani camilan yang satu ini. Kandungan perfluorooctanoic acid (PFOA) dalam makanan kemasan seperti popcorn yang dimasak dalam microwave dapat memicu penyakit jantung. 4.      Kentang goreng Makanan yang juga menggoda selera yaitu kentang goreng. Makanan yang satu ini memiliki rasa yang enak dan gurih membuat semua orang menyukainya dan merasa ketagihan. Namun perlu Anda ketahui bahwa kentang goreng mengandung lemak jenuh dan natrium yang juga bisa memicu menurunnya kesehatan jantung. Jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus, kesehatan jantung Anda akan terancam. Terlebih biasanya orang Indonesia mempunyai kebiasaan mengonsumsi kentang goreng dengan nasi sehingga Anda terlalu banyak konsumsi karbohdirat yang memicu penyakit kencing manis. 5.      Pizza Siapa yang tidak suka dengan makanan yang satu ini. Rasanya yang enak terlebih bila dimakan saat panas ditambah dengan irisan keju membuat makanan ini menjadi makanan favorit semua orang. Namun perlu Anda ketahui bahwa sepotong irisan pizza mengandung 9,8 gram lemak dengan 4,4 gram lemak jenuh, dan 551 mg natrium. Maka dapat dipastikan bahan-bahan tersebut akan merusak jantung, apalagi biasaya orang masih merasa kurang bila hanya makan satu iris pizza. 6.      Pasta atau Spaghetti Bila makan pizza maka menu pendampingnya adalah pasta atau spaghetti. Namun tahukah Anda bahwa pasta yang dihidangkan secara cepat saji direstoran mengandung 1430 kalori, 81 gram lemak dan 41 gram lemak jenuh dan 4540 natrium. Bisa dibayangkan berapa banyak bahan-bahan jahat yang masuk dalam tubuh Anda, saat mengonsumsi sepiring pasta. Makanan yang disebutkan diatas memang makanan enak yang bisa menggoyang lidah Anda. Namun perlu Anda perhatikan, bahwa makanan tersebut dapat mengancam kesehatan jantung Anda. Bila merasa sayang dengan jantung Anda, maka mulai sekarang batasi konsumsi makanan tersebut... Baca juga: Ketahui Empat Gejala Awal Jantung yang Tidak Sehat Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: boldsky
 27 Jun 2019    18:00 WIB
10 Fakta Tentang Penyakit Silent Killer
Penyakit Silent Killer adalah penyakit yang timbul hampir tanpa adanya gejala awal namun dapat menyebabkan kematian. Penyakit pembunuh utama yang bersifat Silent Killer adalah Penyakit Jantung, Tekanan darah tinggi dan kencing manis Penyakit Silent Killer lainnya adalah kanker ginjal, kanker pankreas, hepatitis B dan hepatitis C. Penyakit Jantung adalah penyakit Silent Killer yang merupakan pembunuh nomor satu. Faktor risiko utama yang berhubungan dengan jantung adalah tekanan darah tinggi, merokok, gaya hidup tidak sehat dan gangguan kadar kolesterol. Kanker merupakan kelompok Silent Killer dan hampir menjadi kelompok pembunuh terbesar nomor dua. Perkiraan kematian dalam setahun akibat kanker adalah sekitar 6,2 juta. 1 dari 8 kematian terjadi karena kanker. Merokok merupakan faktor risiko penting untuk penyakit silent killer seperti kanker dan penyakit jantung. Merokok dapat menyebabkan 87% dari kejadian kanker paru-paru. Mesothelioma merupakan silent killer lainnya yang hampir selalu disebabkan karena  menghirup serat asbes dan saat ini tidak ada obat yang dapat mengobati kanker yang sangat mematikan ini. Mesothelioma adalah sejenis kanker langka yang terjadi pada jaringan tipis yang melapisi sebagian besar organ dalam, dapat terjadi di paru, perut dan jantung. Ada 246 juta orang dengan penyakit kencing manis di dunia dan setiap tahunnya diperkirakan sekitar 3,2 juta orang meninggal karena penyakit kencing manis dan komplikasinya.   Obstructive Sleep Apnea (OSA) atau penyumbatan aliran pernapasan selama tidur merupakan faktor risiko penyakit stroke dan kematian mendadak saat tidur. Obesitas atau kelebihan berat badan akan meningkatkan risiko dan kejadian OSA. Epidemi Penyakit Silent Killer yang berpotensi menjadi ancaman bagi dunia kesehatan yaitu penyakit hati akibat Hepatitis B dan C. Hal ini akan menyebabkan terjadinya sirosis hati, kanker hati dan kematian. Kedua virus ini telah menginfeksi hampir 530 juta orang di dunia. Setiap tahun ada 3 sampai 4 juta orang yang baru terinfeksi oleh virus. Tidak ada obat atau vaksin untuk infeksi hepatitis C kronis. Sumber: medindia
 08 Jun 2019    16:00 WIB
Nyeri Lengan Biasa Atau Akibat Serangan Jantung?
Nyeri di lengan kiri dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari tertariknya otot hingga serangan jantung. Walaupun tidak dapat selalu membedakan apakah nyeri lengan kiri yang Anda alami disebabkan oleh suatu gangguan ringan atau berat, akan tetapi di bawah ini terdapat beberapa hal yang mungkin dapat membantu Anda membedakannya.   Nyeri Dada Dengan Nyeri Lengan Kiri Walaupun tidak selalu merupakan suatu tanda bahaya, akan tetapi kombinasi antara rasa nyeri atau rasa berat di daerah dada dengan nyeri di lengan kiri merupakan suatu pertanda bahwa Anda harus segera mencari pertolongan medis untuk mengetahui secara pasti apakah gejala yang Anda alami memang benar merupakan suatu pertanda bahaya atau bukan. Berbagai gejala gangguan jantung kadangkala tidak jelas dan beberapa orang yang mengalami serangan jantung atau gangguan jantung berat justru tidak pernah merasa nyeri dada, bahkan mungkin tanpa atau sedikit gejala. Beberapa gejala gangguan jantung atau serangan jantung lainnya selain nyeri dada yang menjalar ke lengan kiri adalah sesak napas, mual, gangguan pencernaan, pusing, berkeringat yang tidak biasanya, atau peningkatan denyut jantung. Jika nyeri lengan kiri menyertai berbagai gejala ini, maka gejala tersebut dapat merupakan gejala dari suatu gangguan jantung.   Nyeri Lengan Kiri Akibat Nyeri Otot Nyeri lengan kiri yang disebabkan oleh melakukan suatu gerakan atau tekanan pada daerah yang nyeri biasanya jarang disebabkan oleh gangguan jantung. Berbagai aktivitas sederhana seperti mengangkat barang atau memindahkan perabotan rumah tangga dapat menyebabkan peradangan pada otot lengan atau persendian lengan. Nyeri yang disebabkan oleh hal ini dapat kembali terasa saat Anda melakukan gerakan sederhana, misalnya dengan menekan daerah tersebut. Selain itu, nyeri lengan juga dapat disebabkan oleh terjepitnya saraf di daerah leher dan menggerakkan leher atau memutar leher dapat menyebabkan lengan terasa nyeri. Jadi, nyeri lengan yang berhubungan dengan terjadinya gangguan jantung biasanya tidak dipengaruhi oleh pergerakkan lengan.   Nyeri Menetap Pada Lengan Kiri Jika nyeri di lengan kiri Anda terus ada (menetap) dalam waktu yang lama, maka nyeri lengan Anda mungkin juga tidak berhubungan dengan terjadinya gangguan jantung. Nyeri menetap pada lengan dapat disebabkan oleh radang persendian dan tendon yang dapat terjadi selama beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun. Selain itu, nyeri tajam dan sangat singkat pada lengan juga biasanya tidak berhubungan dengan adanya gangguan jantung, terutama bila nyeri ini timbul akibat gerakan pada lengan atau leher.   Hal yang Perlu Diperhatikan Bila nyeri di lengan kiri terus memburuk dengan aktivitas dan membaik saat Anda beristirahat, maka Anda mungkin membutuhkan pertolongan medis segera, karena hal ini dapat merupakan pertanda adanya gangguan jantung, terutama bila nyeri terasa dalam dan lengan tidak teraba keras. Nyeri lengan kiri yang terjadi secara mendadak, misalnya saat Anda sedang menonton televisi, maka hal ini dapat disebabkan oleh suatu gangguan jantung. Segera hubungi dokter Anda jika nyeri lengan kiri yang Anda alami juga disertai oleh beberapa gejala lainnya seperti nyeri dada, mual, muntah, pusing, pingsan, sesak napas, berkeringat yang tidak biasanya, perut kembung, batuk, atau mengi.  Baca juga: 5 Gejala Tersembunyi dari Serangan Jantung  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.  Sumber: livestrong
 15 May 2019    08:00 WIB
Cara Membersihkan Plak Pada Pembuluh Nadi
Penyakit jantung tidak mengenal usia. Bahkan beberapa deretan artis papan atas Indonesia pun ada yang meninggal karena sakit jantung di usia muda seperti Mike Mohede di tahun 2016. Salah satu penyebab utama adalah adanya plak pada pembuluh nadi atau arteri. Ini dikarenakan arteri merupakan pembuluh darah yang membawa darah dari jantung. So, kita semua perlu menjaga kesehatan jantung kita. Dalam hal ini lebih spesifik kita membahas bagaimana kita memiliki arteri yang sehat tanpa plak yang menghalangi aliran darah. Penyumbatan arteri Penyumbatan disebabkan karena adanya plak yang menempel pada dinding arteri. Plak terbentuk dari campuran lemak, kalsium, kolesterol dan limbah dari sel-sel tubuh kita. Penyumbatan yang menumpuk menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang disebut atherosclerosis. Jika ini terjadi maka darah segar tersumbat sehingga tidak bisa mencapai organ tubuh yang lain. Akibatnya orang tersebut akan beresiko terkena serangan jantung, gagal jantung, atau stroke. Tentu saja lebih baik mencegah daripada mengobati. Sebenarnya ada dua perkara yaitu makanan dan olahraga. Hindari lemak jenuh Lemak jenuh dan lemak trans mengandung LDL yang tinggi yang merupakan bahan utama yang menyebabkan plak. Lemak trans terdapat pada makanan gorengan, makanan olahan, kue, biskuit, mentega, dsb. Sedangkan untuk makanan yang lemak jenuh kebanyakan ditemukan pada produk hewani seperti daging sapi, babi, dan susu, tetapi juga dalam minyak kelapa dan minyak sawit. Makanlah lebih banyak lemak tak jenuh Lemak ini adalah lemak yang baik karena mengadung HDL yang memiliki dapat membantu mengambil kolesterol jahat dari arteri sebelum berubah menjadi plak. Lemak tak jenuh terutama ditemukan pada tumbuhan dan ikan berlemak seperti alpukat, zaitun, walnut, minyak bunga matahari, ikan trout, salmon, dsb. Minumlah teh herbal Sebuah studi dari 2011 menemukan bahwa minum 6 cangkir teh rooibos per hari selama 6 minggu membantu menurunkan jumlah kolesterol LDL dalam darah. Juga ditemukan teh hijau dan ekstraknya dapat menurunkan kolesterol LDL dalam darah, meskipun ini tidak mempengaruhi kolesterol HDL. Sedangkan teh jahe juga bagus untuk kesehatan kardiovaskular sesuai dengan hasil studi tahun 2016. Berolahragalah secara teratur Obesitas merupakan faktor risiko penumpukan plak dan penyakit jantung. Selain makan makanan yang sehat, berolahraga secara teratur dapat membantu seseorang menurunkan berat badan dan mengurangi risiko masalah jantung. Sobat bisa melakukan latihan kardiovaskular yang sederhana seperti jogging, bersepeda, berlari, jalan cepat, renang, tenis, aerobik. Untuk hasil yang baik dan meningkatkan denyut jatung, lakukanlah latihan ini 30 hingga 60 menit. Pola hidup yang sehat lainnya Berhentilah merokok karena menurut AHA (asosiasi jantung amerika) merokok bisa merusak arteri secara langsung dan membuat lemak menimbun lebih cepat dan membesar. Kurangilah stress karena ini mempengaruhi reaksi tubuh. Gunakan teknik menenangkan diri untuk menguranginya seperti yoga, meditasi, atau latihan pernapasan dapat membantu beberapa orang bersantai selama hari yang sibuk. Apa yang telah dijabarkan di atas adalah tindakan yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyumbatan. Setidaknya jika kita menerapkannya akan ada pengurangan sehingga arteri kita bisa menjadi lebih bersih dan sehat. Jika sobat mengalami masalah atau kendala terutama berkenaan dengan pola hidup seperti makanan dan olahraga, sobat bisa menghubungi dokter yang berkompeten dan ahlinya sehingga sobat bisa mendapatkan hasil yang lebih efektif. Tetaplah sehat dan jangan patah semangat.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.
 24 Apr 2019    16:00 WIB
Mengenal Lebih Dalam Tentang Aritmia (Irama Jantung Abnormal)
Apakah aritmia itu?Ritme jantung abnormal (aritmia) adalah urutan dari detak jantung yang tidak teratur, terlalu cepat, terlalu lambat, atau dilakukan melalaui jalur listrik abnormal pada jantung. Gangguan jantung adalah penyebab paling umum dari irama jantung abnormal (aritmia). Kadang-kadang orang sadar irama jantungnya abnormal, tetapai kebanyakan mereka hanya merasakan konsekuensinya seperti lesu atau pingsan.Kecepatan normal jantung biasanya 60 sampai 100 detak per menit. Namun demikian, detak jantung normal lebih rendah untuk usia muda, khususnya yang mempunyai fisik fit. Kecepatan jantung yang bervariasi adalah normal. Kecepatan jantung tidak hanya merespon kegiatan olah raga dan tidak beraktivitas tetapi juga dipengaruhi oleh nyeri dan emosi. Hanya ketika kecepatan jantung tidak wajar cepatnya (takikardi) atau lambatnya (bradikardi) atau ketika impuls elektrik bergerak dalam aliran yang abnormal sehingga detak jantung diperkirakan mempunyai irama yang abnormal (aritmia). Irama abnormal mungkin teratur atau tidak teratur. Apa saja penyebab dari aritmia? Penyebab aritmia paling umum  adalah: •  Gangguan jantung, penyakit arteri koroner khususnya, gangguan katup jantung, dan gagal jantung. •  Obat resep atau OTC termasuk yang digunakan untuk mengobati gangguan jantung, dapat menyebabkan aritmia. •  Beberapa aritmia disebebakan oelh kelainan anatomi yang ada sejak lahir (cacat lahir bawaan). •  Umur berkaitan dengan perubahan dalam system listrik jantung menyebabkan aritmia lebih mudah terjadi. • Kelenjar tiroid ynag terlalu aktif (hipertiroidisme), menghasilkan kadar hormon tiroid yang tinggi, dapat menyebabkan aritmia cepat. Kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroid), menghasilkan hormone tiroid yang rendah dapat menyebabkan aritmia lambat. •  Terkadang tidak ada penyabab aritmia yang teridentifikasi.•  Aritmia cepat (takikardi) dapat disebabkan oleh olah raga, stress emosional, konsumsi alcohol berlebih, merokok, atau menggunakan obat yang mengandung stimulant, seperti obat flu dan demam. •  Aritmia lambat (bradikardi) dapat disebabkan oleh nyeri, lapar, capai, gangguan pencernaan (seperti diare dan muntah), atau kembung, yangd apat merangsang saraf vagus berlebihan (dengan stimulasi yang cukup, walau jarang terjadi, saraf vagus dapat menyebabkan jantung berhenti) dalam sebagian besar keadaan, aritmia dapat selesai dengan sendirinya. Apa saja gejala dari aritmia? Beberapa orang yang mengalami aritmia mungkin menyadarinya. Namun kesadaran detak jantung (palpitasi) bervariasi antara setiap orang. Beberapa orang dapat merasakan detak jantung yang normal, dan kebanyakan orang bisa merasakan detak jantung saat mereka berbaring di sisi kiri mereka. Bagaimana mendiagnosa aritmia?Seringkali, penjelasan pasien mengenai gejala membantu dokter membuat diagnosis awal dan menentukan keparahan aritmia. Electrocardiography (ECG) adalah prosedur pemeriksaan  utama untuk mendeteksi aritmia dan menentukan penyebabnya. Prosedur pemeriksaan lainnya termasuk tes tekanan latihan (ECG) dan pengukuran tekanan darah sewaktu olah raga dan tes alectrofisiologi. Apakah pengobatan untuk aritmia?Bagi pasien yang mengidap aritmia yang tidak berbahaya, untuk menjamin agar tidak berbahaya dengan pengobatan yang cukup. Kadangkala aritmia menjadi berkurang terjadinya atau bahkan berhenti ketika dokter mengganti obat pasien atau mengatur ulang dosisnya. Menghindari alkohol, kafein (dalam makanan dan minuman), atau merokok mungkin juga membantu. Menghindari olah raga keras dapat membantu jika debaran terjadi hanya sewaktu berolah raga. ObatObat antaritmia berguna untuk menekan aritmia cepat yang menyebabkan gejala yang tidak bisa ditolerir atau berisiko. Tidak ada satu obatpun yang mampu mengobati semua aritmia pada setiap pasien. Kadang kala beberapa obat harus dicoba sampai responnya memuaskan Alat pacu jantungAlat pacu jantung buatan adalah sebuah alat elektronik yang beraksi di tempat jantung sendiri. Alat ini diimplan melalui operasi di bawah kulit, biasanya di bawah tulang selangka.kanan atau kiri. Alat ini dkoneksikan ke jantung dengan kabel melalui pembuluh darah. Baca juga: Konsumsi Ganja Dapat Sebabkan Komplikasi Jantung dan Kematian Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: wemd