Your browser does not support JavaScript!
 06 Nov 2019    16:00 WIB
Pengaruh Buruk Mie Instan Terhadap Jantung Anda
Hampir setiap orang pastinya pernah mencoba mie instan. Beberapa orang bahkan menjadikan mie instan sebagai makanan favoritnya karena harganya yang murah dan waktu persiapan yang singkat. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa mie instan dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung Anda? Mengapa demikian? Sebuah penelitian baru menemukan bahwa hal ini dikarenakan mie instan dapat meningkatkan resiko terjadinya perubahan metabolisme di dalam tubuh yang berhubungan dengan terjadinya penyakit jantung dan stroke. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa para wanita di Korea Selatan yang lebih sering mengkonsumsi mie instan mentah lebih sering mengalami sindrom metabolik, tidak perduli apa makanan lain yang mereka makan atau seberapa sering mereka berolahraga.  Penderita sindrom metabolik biasanya memiliki tekanan darah tinggi atau kadar gula darah yang tinggi sehingga meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Mengapa mie instan dapat meningkatkan resiko terjadinya sindrom metabolik? Hal ini dikarenakan mie instan mengandung kadar natrium yang tinggi, lemak jenuh yang tidak sehat, dan memiliki indeks glikemik yang tinggi (semakin tinggi indeks glikemik suatu makanan, maka semakin besar pengaruh makanan tersebut terhadap kadar gula darah di dalam tubuh). Pada penelitian ini, para peneliti mengalami sekitar 11.000 orang dewasa di Korea Selatan yang berusia antara 19-64 tahun. Para peserta diminta untuk melaporkan apa saja yang mereka makan. Para peneliti kemudian mengelompokkan para peserta penelitian menjadi 2 kelompok berdasarkan jenis makanan apa yang paling sering mereka konsumsi, apakah makanan tradisional yang sehat atau makanan siap saji. Para peneliti juga mencatat seberapa sering para peserta penelitian mengkonsumsi mie instan setiap minggunya. Para wanita yang mengkonsumsi mie instan sebanyak 2 kali atau lebih setiap minggunya memiliki resiko menderita sindrom metabolik yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita lainnya yang lebih jarang mengkonsumsi mie instan atau bahkan tidak pernah sama sekali, tanpa mempertimbangkan apakah mereka lebih sering mengkonsumsi makanan tradisional atau makanan siap saji. Para peneliti juga menemukan adanya peningkatan resiko pada para wanita dengan berat badan ideal atau kurus dan yang berolahraga secara teratur. Mengapa pria tidak mengalami hal ini juga? Para peneliti menduga hal ini disebabkan oleh perbedaan jenis kelamin, yang menyebabkan perbedaan pada efek hormon reproduksi dan metabolisme tubuh. Mengapa mie instan dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda? Hal ini dikarenakan mie instan mengandung banyak lemak, garam, kalori, dan dibuat melalui berbagai proses yang memang berdampak buruk bagi kesehatan.  Mie instan sebenarnya termasuk dalam kategori makanan olahan yang memang diproses secara khusus agar dapat disimpan dalam waktu lama. Agar dapat disimpan dalam waktu lama, makanan olahan biasanya mengandung banyak gula dan garam. Salah satu trik bagi Anda yang tetap ingin mengkonsumsi mie instan tetapi tidak ingin kesehatan Anda terganggu adalah dengan cara membatasi seberapa sering Anda mengkonsumsi mie instan (jangan setiap hari) dan seberapa banyak mie instan yang Anda konsumsi setiap kali makan.       Sumber: foxnews
 07 Oct 2019    08:00 WIB
Perbedaan Serangan Jantung dan Henti Jantung
Apa Perbedaan Serangan Jantung dan Henti Jantung ? Serangan jantung merupakan suatu keadaan di mana jantung tidak dapat menjalankan fungsinya dengan normal karena gangguan pada otot jantung atau pembuluh darah jantung. Sedangkan henti jantung merupakan suatu keadaan di mana jantung berhenti berdetak yang disebabkan oleh kelainan irama jantung. Penyebab serangan jantung biasanya adalah gangguan aliran darah ke dalam jantung yang menyebabkan jantung kekurangan oksigen dan nutrisi penting yang dibutuhkannya dan mengakibatkan kerusakan otot jantung. Gangguan aliran darah tersebut dapat disebabkan oleh adanya sumbatan pada pembuluh darah koroner jantung. Henti jantung disebabkan oleh gangguan impuls listrik pada jantung yang juga berfungsi untuk mengatur kerja jantung. Gangguan impuls listrik pada jantung ini menyebabkan jantung berdenyut secara tidak teratur (aritmia) yang menyebabkan gangguan fungsi pompa jantung. Serangan jantung yang tidak segera ditangani juga dapat menyebabkan terjadinya henti jantung.   Pencegahan Pencegahan utama serangan jantung dan henti jantung adalah mencegah terbentuknya bekuan darah dan plak pada dinding pembuluh darah yang disebabkan oleh aterosklerosis. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah pembentukan plak adalah: Olahraga selama setidaknya 30 menit selama 5 hari dalam satu minggu Diet rendah lemak jenuh dan konsumsi banyak sayur dan buah-buahan Bila berat badan anda berlebih, kurangi berat badan anda Jangan merokok Kurangi dan atasi stress Kontrol kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol anda   Kapan Hubungi Dokter Serangan jantung atau henti jantung memerlukan penanganan medis segera. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, yaitu: Nyeri atar rasa tertekan atau rasa tidak nyaman pada dada Nyeri yang menjalar ke tangan, bahu, leher, atau rahang Sesak napas Keringat dingin atau berkeringat Mual Denyut jantung meningkat disertai dengan rasa mual atau pusing Pingsan Baca juga: Penyakit Jantung Dan Infeksi di Lapisan Pembungkus Jantung (Perikarditis)  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: webmd
 14 Sep 2019    08:00 WIB
Apa Perbedaan Antara Gagal Jantung Kanan dan Gagal Jantung Kiri?
Jantung merupakan organ yang harus bekerja paling keras pada tubuh seseorang. Oleh karena itu, berolahraga sangat penting untuk membantu menjaga kesehatan jantung Anda sehingga ia dapat menjalankan fungsinya (memompa darah ke seluruh tubuh) dengan baik. Jantung terbagi menjadi 4 ruangan, 2 ruangan di sebelah kanan  dan 2 ruangan di sebelah kiri. Dua ruangan di bagian atas disebut dengan atrium dan 2 ruangan di bagian bawah disebut dengan ventrikel. Setiap sisi jantung memiliki fungsinya masing-masing. Jantung sebelah kanan berfungsi untuk menerima darah (darah dengan kadar oksigen rendah) dari seluruh tubuh (atrium kanan). Ventrikel kanan jantung kemudian akan memompa darah ini ke dalam paru-paru. Dari paru-paru darah (darah dengan kadar oksigen tinggi) kembali masuk ke dalam jantung (atrium kiri) kemudian menuju ke ventrikel kiri untuk dipompakan ke seluruh bagian tubuh.   Gagal Jantung Kiri Jantung sebelah kiri berfungsi untuk menerima darah kaya oksigen dari paru-paru dan memompakan darah tersebut ke seluruh tubuh. Hal ini menyebabkan ukuran jantung bagian kiri lebih besar daripada ukuran jantung bagian kanan.  Gagal jantung kiri terjadi ketika jantung tidak memiliki cukup tenaga atau tekanan untuk memompa darah kembali ke seluruh tubuh. Keadaan ini disebut dengan kegagalan sistolik. Kegagalan diastolik terjadi ketika ventrikel kiri tidak dapat berelaksasi di antara denyut jantung sehingga ventrikel kiri tidak terisi cukup banyak darah. Baik kegagalan sistolik maupun diastolik menyebabkan darah yang dipompakan dari jantung menjadi berkurang dan darah kembali ke dalam paru-paru.   Gagal Jantung Kanan Jantung bagian kanan berfungsi untuk menerima darah rendah oksigen dari seluruh tubuh dan memompanya ke dalam paru-paru. Gagal jantung kanan biasanya terjadi akibat gagal jantung kiri. Hal ini dikarenakan jika ventrikel kiri jantung gagal memompa darah ke seluruh tubuh, maka darah di dalamnya akan kembali ke dalam paru-paru dan meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah paru. Peningkatan tekanan ini dapat menyebabkan kerusakan pada jantung bagian kanan dan menyebabkan terjadinya gagal jantung kanan. Baca juga: Apa Perbedaan Antara Gagal Jantung Kanan dan Gagal Jantung Kiri? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: differencebetween
 23 Aug 2019    11:00 WIB
4 Jenis Minyak yang Baik Bagi Kesehatan
Tahukah Anda bahwa ternyata ada 4 jenis minyak yang dapat dikonsumsi yang juga baik bagi kesehatan jantung, kulit, dan bahkan mood Anda? Di bawah ini Anda dapat melihat keempat jenis minyak tersebut dan manfaatnya bagi kesehatan Anda.   Minyak Wijen Minyak wijen dapat membantu mencegah terjadinya diabetes, gigi berlubang, dan bahkan mencegah kulit terbakar sinar matahari. Hal ini dikarenakan minyak wijen mengandung antioksidan unik dan suatu zat yang disebut dengan lignin, yang dapat membantu mengendalikan kadar gula dan menurunkan kadar kolesterol LDL. Bila Anda menggunakannya sebagai pengganti obat kumur dan berkumur dengan menggunakan minyak wijen selama 10 menit, maka hal ini dapat mencegah terbentuknya plak pada gigi. Selain itu, menggosokannya pada kulit Anda juga dapat membantu mengatasi kulit yang terbakar oleh sinar matahari, akan tetapi jangan pernah menggunakan minyak wijen sebagai pengganti tabir surya.   Minyak Alpukat Minyak alpukat ternyata dapat membantu mengatasi berbagai jenis gangguan pada sendi dan membuat kulit menjadi lebih halus. Hal ini dikarenakan minyak alpukat mengandung asam lemak tidak jenuh tunggal (MUFA) yang dapat membantu melawan berbagai reaksi radang di dalam tubuh, yang dapat membantu melindungi kulit Anda dari dalam dengan menekan efek radikal bebas di dalam tubuh. Bila Anda mengkonsumsinya secara teratur, minyak alpukat juga dapat berfungsi seperti obat anti nyeri dosis kecil, yang dapat membantu mengurangi nyeri sendi akut bila dikonsumsi bersama dengan minyak kedelai. Saat dioleskan secara langsung pada kulit, minyak alpukat dapat berfungsi sebagai pelembab untuk membantu mengatasi kulit kering.   Minyak Walnut Minyak walnut dapat membantu memperbaiki reaksi tubuh terhadap stress. Hal ini dikarenakan minyak walnut mengandung banyak asam lemak omega 3 seperti halnya minyak ikan, yaitu asam alfa linoleat (ALA), yang dapat membantu meningkatkan kekuatan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan fungsi sistem saraf. Berbagai penelitian juga telah menunjukkan bahwa minyak walnut juga dapat membantu menurunkan kadar stress dan tekanan darah, sehingga juga dapat melindungi jantung Anda.   Minyak Kelapa Minyak kelapa sangat baik bagi kesehatan Anda karena mengandung asam laurat dan asam lemak jenuh yaitu trigliserida rantai sedang (MCT). Beberapa ahli menduga bahwa karena minyak kelapa mengandung asam laurat, maka minyak kelapa dapat digunakan sebagai pengganti obat kumur dan memiliki efek antimikroba. Berbagai penelitian menemukan bahwa MCT yang terdapat di dalam minyak kelapa dapat membantu menjaga keseimbangan kadar kolesterol, membantu kerja sistem pencernaan, dan bahkan mengurangi kadar lemak perut.     Sumber: womenshealthmag
 12 Aug 2019    16:00 WIB
Mengapa Konsumsi Daging Merah Dapat Meningkatkan Resiko Terjadinya Penyakit Jantung?
Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa konsumsi daging merah mungkin dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung Anda. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa bakteri di dalam usus dapat mengubah L-carnitine, sejenis nutrisi yang terdapat di dalam daging merah, menjadi berbagai jenis zat yang dapat memicu terjadinya aterosklerosis (penumpukkan lemak di dalam dinding pembuluh darah yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung). Memiliki kadar L-carnitine yang terlalu tinggi di dalam tubuh dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung. Penelitian sebelumnya bahkan menemukan bahwa L-carnitine merupakan prediktor yang lebih baik untuk menemukan kemungkinan terjadinya penyakit jantung daripada kadar kolesterol di dalam darah. Akan tetapi, para peneliti juga mengingatkan bahwa L-carnitine bukanlah satu-satunya penyebab timbulnya masalah ini, akan tetapi juga bakteri di dalam usus Anda. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apa yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan resiko penyakit jantung pada orang yang sering mengkonsumsi daging merah. Untuk saat ini, para peneliti menyarankan agar para pembaca membatasi konsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung L-carnitine, terutama daging merah. Selain itu, minuman energi, beberapa jenis suplemen tertentu, ikan, dan ikan juga mengandung L-carnitine, walaupun dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan daging merah.  Baca juga: Apel Mampu Cegah Serangan Jantung dan Stroke  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang. Sumber: womenshealthmag
 07 Aug 2019    08:00 WIB
Angin Duduk? Benarkah Penyakit Ini Ada?
Sering kali masyarakat awam mengatakan bila terkena "angin" akan terkena penyakit angin duduk. Sebenarnya penyakit yang disebut dengan angin duduk ini adalah Angina atau Angina Pektoris adalah rasa ketidaknyamanan dada, yang disebabkan oleh pasokan oksigen berkurang ke otot jantung. Angina pektoris sering diperburuk dengan keadaan seperti cuaca dingin, oleh karena itu sering dikatakan angin duduk ini disebabkan oleh masuk "angin". Ada beberapa hal lain yang dapat memperburuk angina pektoris seperti stress yang terlalu berat, aktivitas fisik berlebihan setelah makan. Gejala Angina pektoris yang dirasakan seperti : • Nyeri diseluruh dada, terutama di belakang tulang dada • Dada terasa tertekan, berat, ketat dan terasa seperti diperas • Rasa sakit menyebar dari dada ke leher, rahang, lengan kiri dan bahu • Sesak nafas • Keringat dingin • Mati rasa dan kesemutan pada tangan   Untuk mencegah terjadinya angina pektoris ada beberapa hal yang harus Anda lakukan, seperti: • Olahraga teratur dibawah pengawasan seorang dokter dapat membantu mencegah terjadinya serangan jantung • Penurunan berat badan yang diawasi oleh dokter • Makan makanan yang sehat, kurangi makanan terlalu banyak lemak jenuh, kolesterol tinggi • Cek tekanan darah secara teratur sekitar 120/80 mmhg • Tidur dan istirahat yang cukup • Selalu membawa obat yang diresepkan oleh dokter serta membawa resepnya • Apabila terjadi serangan yang tidak dapat diredakan dengan istirahat atau terjadi serangan saat sedang istirahat, segera ambil obat Anda yaitu nitrogliserin atau isosorbid yang diberikan oleh dokter, kemudian taruh dibawah lidah • Kontrol secara teratur dengan dokter • Hindari stress Sumber: ndtv
 28 Jul 2019    08:00 WIB
6 Makanan Enak Tapi Musuh Bebuyutan Jantung
Siapa yang tidak suka makan makanan yang enak, rasanya yang gurih mampu menggugah selera Anda. Makanan yang enak biasanya akan membuat Anda ketagihan dan ingin terus tambah dan tambah. Namun Anda harus berhati-hati karena makanan-makanan yang enak tersebut memang bersahabat dengan lidah tapi tidak dengan kesehatan tubuh Anda. Dewasa ini makin banyak penyakit yang dialami karena pengaruh makanan yang tidak sehat seperti kencing manis, gangguan ginjal, hati dan yang paling sering penyakit jantung. Karena penyebab kematian di Indonesia paling banyak adalah penyakit jantung. Maka akan dibahas mengenai makanan enak namun merusak kinerja jantung Anda. Untuk mencegah agar Anda tidak terserang penyakit seperti penyakit jantung, salah satunya cara adalah harus mengurangi makanan perusak jantung tersebut. Berikut ini adalah 6 jenis makanan yang enak tapi tanpa sadar merusak jantung Anda: 1.      Sosis Siapa yang tidak suka dengan makanan yang satu ini, entah dibakar atau digoreng rasanya memang enak. Mudah dibuat bahkan ada yang siap untuk dimakan langsung. Namun Anda harus berhati-hati dengan makanan yang satu ini. Sosis mengandung lemak jenuh, natrium berlebih, dan bumbu yang tidak sehat. Apabila Anda mengkonsumsi sosis terlalu banyak, maka bahan-bahan yang berbahaya dalam sosis akan merusak jantung. Sehingga jantung mudah lelah dan mudah terkena penyakit. 2.      Minuman bersoda Sambil makan sosis biasanya ditemani dengan minuman soda, rasanya yang menggoda dan menggugah selera. Terlebih saat udara sedang panas, pasti rasanya sangat menyegarkan. Namun harus Anda ketahui minuman bersoda mengandung zat pemanis buatan, pewarna serta pengawet. Semua zat itu berbahaya bagi tubuh. Konsumsi soda berlebihan dapat mengganggu kesehatan jantung, makin lama jantung akan semakin melemah. 3.      Pop corn Pop corn merupakan camilan wajib saat menonton film. Rasanya sangat menyenangkan saat menonton film kesukaan kemudian ditemani camilan yang satu ini. Kandungan perfluorooctanoic acid (PFOA) dalam makanan kemasan seperti popcorn yang dimasak dalam microwave dapat memicu penyakit jantung. 4.      Kentang goreng Makanan yang juga menggoda selera yaitu kentang goreng. Makanan yang satu ini memiliki rasa yang enak dan gurih membuat semua orang menyukainya dan merasa ketagihan. Namun perlu Anda ketahui bahwa kentang goreng mengandung lemak jenuh dan natrium yang juga bisa memicu menurunnya kesehatan jantung. Jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus, kesehatan jantung Anda akan terancam. Terlebih biasanya orang Indonesia mempunyai kebiasaan mengonsumsi kentang goreng dengan nasi sehingga Anda terlalu banyak konsumsi karbohdirat yang memicu penyakit kencing manis. 5.      Pizza Siapa yang tidak suka dengan makanan yang satu ini. Rasanya yang enak terlebih bila dimakan saat panas ditambah dengan irisan keju membuat makanan ini menjadi makanan favorit semua orang. Namun perlu Anda ketahui bahwa sepotong irisan pizza mengandung 9,8 gram lemak dengan 4,4 gram lemak jenuh, dan 551 mg natrium. Maka dapat dipastikan bahan-bahan tersebut akan merusak jantung, apalagi biasaya orang masih merasa kurang bila hanya makan satu iris pizza. 6.      Pasta atau Spaghetti Bila makan pizza maka menu pendampingnya adalah pasta atau spaghetti. Namun tahukah Anda bahwa pasta yang dihidangkan secara cepat saji direstoran mengandung 1430 kalori, 81 gram lemak dan 41 gram lemak jenuh dan 4540 natrium. Bisa dibayangkan berapa banyak bahan-bahan jahat yang masuk dalam tubuh Anda, saat mengonsumsi sepiring pasta. Makanan yang disebutkan diatas memang makanan enak yang bisa menggoyang lidah Anda. Namun perlu Anda perhatikan, bahwa makanan tersebut dapat mengancam kesehatan jantung Anda. Bila merasa sayang dengan jantung Anda, maka mulai sekarang batasi konsumsi makanan tersebut... Baca juga: Ketahui Empat Gejala Awal Jantung yang Tidak Sehat Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: boldsky
 27 Jun 2019    18:00 WIB
10 Fakta Tentang Penyakit Silent Killer
Penyakit Silent Killer adalah penyakit yang timbul hampir tanpa adanya gejala awal namun dapat menyebabkan kematian. Penyakit pembunuh utama yang bersifat Silent Killer adalah Penyakit Jantung, Tekanan darah tinggi dan kencing manis Penyakit Silent Killer lainnya adalah kanker ginjal, kanker pankreas, hepatitis B dan hepatitis C. Penyakit Jantung adalah penyakit Silent Killer yang merupakan pembunuh nomor satu. Faktor risiko utama yang berhubungan dengan jantung adalah tekanan darah tinggi, merokok, gaya hidup tidak sehat dan gangguan kadar kolesterol. Kanker merupakan kelompok Silent Killer dan hampir menjadi kelompok pembunuh terbesar nomor dua. Perkiraan kematian dalam setahun akibat kanker adalah sekitar 6,2 juta. 1 dari 8 kematian terjadi karena kanker. Merokok merupakan faktor risiko penting untuk penyakit silent killer seperti kanker dan penyakit jantung. Merokok dapat menyebabkan 87% dari kejadian kanker paru-paru. Mesothelioma merupakan silent killer lainnya yang hampir selalu disebabkan karena  menghirup serat asbes dan saat ini tidak ada obat yang dapat mengobati kanker yang sangat mematikan ini. Mesothelioma adalah sejenis kanker langka yang terjadi pada jaringan tipis yang melapisi sebagian besar organ dalam, dapat terjadi di paru, perut dan jantung. Ada 246 juta orang dengan penyakit kencing manis di dunia dan setiap tahunnya diperkirakan sekitar 3,2 juta orang meninggal karena penyakit kencing manis dan komplikasinya.   Obstructive Sleep Apnea (OSA) atau penyumbatan aliran pernapasan selama tidur merupakan faktor risiko penyakit stroke dan kematian mendadak saat tidur. Obesitas atau kelebihan berat badan akan meningkatkan risiko dan kejadian OSA. Epidemi Penyakit Silent Killer yang berpotensi menjadi ancaman bagi dunia kesehatan yaitu penyakit hati akibat Hepatitis B dan C. Hal ini akan menyebabkan terjadinya sirosis hati, kanker hati dan kematian. Kedua virus ini telah menginfeksi hampir 530 juta orang di dunia. Setiap tahun ada 3 sampai 4 juta orang yang baru terinfeksi oleh virus. Tidak ada obat atau vaksin untuk infeksi hepatitis C kronis. Sumber: medindia
 08 Jun 2019    16:00 WIB
Nyeri Lengan Biasa Atau Akibat Serangan Jantung?
Nyeri di lengan kiri dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari tertariknya otot hingga serangan jantung. Walaupun tidak dapat selalu membedakan apakah nyeri lengan kiri yang Anda alami disebabkan oleh suatu gangguan ringan atau berat, akan tetapi di bawah ini terdapat beberapa hal yang mungkin dapat membantu Anda membedakannya.   Nyeri Dada Dengan Nyeri Lengan Kiri Walaupun tidak selalu merupakan suatu tanda bahaya, akan tetapi kombinasi antara rasa nyeri atau rasa berat di daerah dada dengan nyeri di lengan kiri merupakan suatu pertanda bahwa Anda harus segera mencari pertolongan medis untuk mengetahui secara pasti apakah gejala yang Anda alami memang benar merupakan suatu pertanda bahaya atau bukan. Berbagai gejala gangguan jantung kadangkala tidak jelas dan beberapa orang yang mengalami serangan jantung atau gangguan jantung berat justru tidak pernah merasa nyeri dada, bahkan mungkin tanpa atau sedikit gejala. Beberapa gejala gangguan jantung atau serangan jantung lainnya selain nyeri dada yang menjalar ke lengan kiri adalah sesak napas, mual, gangguan pencernaan, pusing, berkeringat yang tidak biasanya, atau peningkatan denyut jantung. Jika nyeri lengan kiri menyertai berbagai gejala ini, maka gejala tersebut dapat merupakan gejala dari suatu gangguan jantung.   Nyeri Lengan Kiri Akibat Nyeri Otot Nyeri lengan kiri yang disebabkan oleh melakukan suatu gerakan atau tekanan pada daerah yang nyeri biasanya jarang disebabkan oleh gangguan jantung. Berbagai aktivitas sederhana seperti mengangkat barang atau memindahkan perabotan rumah tangga dapat menyebabkan peradangan pada otot lengan atau persendian lengan. Nyeri yang disebabkan oleh hal ini dapat kembali terasa saat Anda melakukan gerakan sederhana, misalnya dengan menekan daerah tersebut. Selain itu, nyeri lengan juga dapat disebabkan oleh terjepitnya saraf di daerah leher dan menggerakkan leher atau memutar leher dapat menyebabkan lengan terasa nyeri. Jadi, nyeri lengan yang berhubungan dengan terjadinya gangguan jantung biasanya tidak dipengaruhi oleh pergerakkan lengan.   Nyeri Menetap Pada Lengan Kiri Jika nyeri di lengan kiri Anda terus ada (menetap) dalam waktu yang lama, maka nyeri lengan Anda mungkin juga tidak berhubungan dengan terjadinya gangguan jantung. Nyeri menetap pada lengan dapat disebabkan oleh radang persendian dan tendon yang dapat terjadi selama beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun. Selain itu, nyeri tajam dan sangat singkat pada lengan juga biasanya tidak berhubungan dengan adanya gangguan jantung, terutama bila nyeri ini timbul akibat gerakan pada lengan atau leher.   Hal yang Perlu Diperhatikan Bila nyeri di lengan kiri terus memburuk dengan aktivitas dan membaik saat Anda beristirahat, maka Anda mungkin membutuhkan pertolongan medis segera, karena hal ini dapat merupakan pertanda adanya gangguan jantung, terutama bila nyeri terasa dalam dan lengan tidak teraba keras. Nyeri lengan kiri yang terjadi secara mendadak, misalnya saat Anda sedang menonton televisi, maka hal ini dapat disebabkan oleh suatu gangguan jantung. Segera hubungi dokter Anda jika nyeri lengan kiri yang Anda alami juga disertai oleh beberapa gejala lainnya seperti nyeri dada, mual, muntah, pusing, pingsan, sesak napas, berkeringat yang tidak biasanya, perut kembung, batuk, atau mengi.  Baca juga: 5 Gejala Tersembunyi dari Serangan Jantung  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.  Sumber: livestrong