Your browser does not support JavaScript!
 21 Jan 2019    08:00 WIB
Mengapa Air Mata Keluar Saat Memotong Bawang?
Menangis saat memotong bawang? Fakta ini tentu sudah dikenal luas. kita semua pernah mengalaminya, saat mulai memotong bawang, mata kita muali terasa perih dan kemudian air mata mulai mengalir di pipi. Mengedipkan mata atau menggosoknya hanya akan membuatnya semakin buruk. Hal ini terjadi pada kita semua, tetapi pernahkan Anda bertanya mengapa? Saat Anda mengiris bawang, Anda memecah sel didalamnya. Hal tersebut membuat bawang melepaskan kandungan asam sulfenik. Asam ini tercampur dengan enzim dan kemudian menghasilkan gas yang disebut propanethiol D-oxide. Saat gas ini mencapai mata kita dan tercampur dengan air didalam mata kita maka terbentuklah asam sulfurik Asam sulfurik inilah yang akan membuat mata terasa perih dan menghasilkan air mata keluar. Semakin banyak air mata yang diproduksi, semakin banyak juga asam dihasilkan, sehingga semakin lama dapat menyebabkan iritasi. Dengan memasak bawang akan membuat enzim menjadi tidak aktof dan mata kita kembali bormal. Ada beberapa cara untuk menghindari hal tersebut terjadi, berikut adalah tipsnya.Memotong bawang dekat atau dibawah air mengalir Dengan memotong bawang didekat atau dibawah air mengalir akan membuat gas ddari bawang terserap air yang mengalir dan tidak mengenai mata Anda. tetapi cara ini tidak praktis dan tidak hemat air. Selain itu memotong di bawah air dapat mengakibatkan kecelakaan.Dinginkan terlebih dahulu Dengan mendinginkan bawang akan memperlambat pelepasan asam dari bawang. Bawang tersebut tidak perlu sampai beku, hanya dinginkan di frezeer selama 10-15 menit. Memakai pelindung mataMungkin memakai pelindung mata saat memotong bawang akan terlihat berlebihan dan bisa menjadi bahan tertawaan keluarga Anda, tetapi paling tidak Anda tidak perlu memotong bawang sambil menangis.Para tukan masak profesional menyarankan untuk memotong bawang lebih cepat sehingga gas dari bawang tidak sempat masuk ke dalam mata, tetapi ya hal tersebut memang terlihat mudah saat dilihat, tetapi sulit untuk dilakukan. Apapun metode yang Anda lakukan, ingatlah bahwa bawang sangat baik untuk tubuh, mulai dari kemampuannya menurunkan kolesterol sampai pada kandungan vitamin C yang tinggi. Jadi air mata yang Anda keluarkan cukup berharga. Baca juga: 4 Jenis Penyakit Mata yang Sering Terjadi dan Pencegahannya Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarangSumber: healthmeup
 02 Sep 2018    08:00 WIB
Cedera Pada Bola Mata
Apakah cedera bola mata itu? Kebanyakan luka di sekitar mata lebih mengenai kelopak mata dibandingkan bola mata. Luka yang mengenai bola mata, kebanyakan dangkal dan kecil. Meskipun begitu, beberapa luka mengenai bagian putih mata (sklera) atau bagian transparan pada permukaan mata (kornea), dan menembus ke bagain dalam mata. Beberapa luka dapat menyebabkan pecahnya bola mata. Bola mata juga dapat pecah akibat trauma tumpul yang keras. Beberapa luka bisa benar-benar merusak struktur yang diperlukan untuk penglihatan. Luka pada mata juga berisiko untuk mengalami infeksi di dalam mata (endophthalmitis).   Apa penyebab dari cedera bola mata? Luka pada mata dapat disebabkan oleh trauma tajam atau trauma tumpul yang keras pada bagian mata.   Apa saja gejala dari cedera bola mata? Kebanyakan orang dengan bola mata yang pecah hampir tidak bisa melihat. Mata seringkali benar-benar berubah dan pupil dapat berubah bentuk seperti tetesan air mata. Kadangkala terdapat cairan yang keluar dari mata.   Apakah pengobatan untuk cedera bola mata? Operasi perbaikan seringkali diperlukan, kecuali untuk beberapa luka yang hanya mengenai membran mukosa tipis yang melindungi kornea (konjungtiva). Sebelum operasi, antibiotik diberikan untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi di dalam mata. Antibiotik diberikan melalui pembuluh darah (intravena). Pemberian salep mata harus dihindari. Pelindung mata ditempelkan di atas mata untuk menghindari tekanan yang tidak disengaja yang bisa menekan keluar isi mata melalui luka yang ada. Jika diperlukan, obat-obat untuk menghilangkan rasa mual bisa diberikan untuk mencegah muntah. Obat tetes mata untuk melebarkan pupil diberikan untuk membantu mencegah terbentuknya jaringan parut pada bagian berwarna mata (iris). Obat-obat untuk mengatasi nyeri diberikan melalui pembuluh darah atau, jika operasi perbaikan tidak diperlukan, diberikan melalui mulut. Bahkan setelah semua terapi medis dan pembedahan yang dapat dilakukan, luka yang serius bisa menyebabkan hilangnya penglihatan sebagian atau total. Pada kasus yang sangat jarang, setelah luka serius pada bola mata (atau luka akibat operasi mata), mata yang tidak terluka menjadi meradang (sympathetic ophtalmia), yang bisa mengakibatkan hilangnya penglihatan sebagian atau bahkan kebutaan jika dibiarkan dan tidak diobati. Seringkali, kortikosteroid tetes, pil, dan suntikan bisa mencegah reaksi ini dengan efektif. Dokter mungkin akan mengangkat mata yang rusak, yang tidak dapat diperbaiki lagi (irreversible), untuk mencegah terjadinya sympathetic ophthalmia. Ingin mengetahui lebih dalam mengenai cedera bola mata? Baca juga: Lindungi Mata Anda Dari Katarak   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  
 07 Jan 2018    13:00 WIB
Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kesehatan
Letusan Gunung Merapi memberikan dampak luas bagi masyarakat sekitarnya. Hujan abu yang cukup pekat dikawatirkan memicu gangguan kesehatan, tak terkecuali pada kulit. Abu adalah partikel halus batuan vulkanik yang kelaur dari erupsi gunung. Diameternya kurang dari 2 mikrometer. Abu vulkanik yang baru saja jatuh memiliki kandungan lapisan asam yang dapat menyebabkan iritasi pada paru-paru dan mata.   Dampak abu vulkanik terhadap kesehatan dapat dibagi menjadi beberapa kategori, antara lain dampak terhadap pernapasan, penyakit mata, iritasi kulit dan dampak tidak langsung akibat abu vulkanik. Partikel abu sangat halus sehingga dapat masuk ke paru-paru ketika kita bernapas. Apabila paparan terhadap abu cukup tinggi, maka orang yang sehat juga susah bernapas. Berikut tanda gangguan pernafasan: Iritasi hidung dan pilek Iritasi dan sakit tenggorokan, kadang disertai dengan batuk kering Untuk penderita penyakit pernapasan, abu vulkanik dapat menyebabkan penyakit menjadi serius seperti tanda-tanda bronkitis akut selama beberapa hari (seperti: batuk kering, produksi dahak berlebih, mengi dan sesak napas) Iritasi saluran pernapasan bagi penderita asma atau bronkitis; keluhan umum dari penderita asma antara lain sesak nafas dan batuk Ketidaknyamanan saat bernapas   Dalam beberapa kasus, paparan jangka panjang terhadap abu vulkanik halus dapat menyebabkan penyakit paru-paru serius. Dalam hal ini, abu vulkanik harus berukuran sangat halus serta mengandung silika kristal (untuk penyakit silikosis) dan orang-orang tersebut terkena abu dalam konsentrasi tinggi selama bertahun-tahun. Para penderita asma atau masalah paru-paru lainnya seperti bronkitis dan emfisema, dan gangguan jantung parah adalah mereka yang paling berisiko. Penderita penyakit paru-paru kronis merupakan mereka yang paling rentan terhadap abu vulkanik. Kenapa? Partikel abu yang sangat halus dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan kontraksi sehingga mempersulit pernapasan, khususnya bagi mereka yang sudah memiliki permasalahan paru-paru. Abu halus juga menyebabkan lapisan saluran pernapasan menghasilkan lebih banyak sekresi yang dapat membuat orang batuk dan bernapas lebih berat. Penderita asma, khususnya anak-anak, dapat menderita serangan batuk dan sesak dada. Beberapa orang yang tidak pernah menderita asma dapat mengalami gejala seperti asma setelah hujan abu, khususnya jika mereka yang terlalu lama melakukan kegiatan di luar ruangan.   Iritasi mata merupakan dampak kesehatan umum yang sering dijumpai. Hal ini terjadi karena butiran-butiran abu yang tajam dapat merusak kornea mata dan membuat mata menjadi merah. Pengguna lensa kontak diharapkan menyadari hal ini dan melepas lensa kontak mereka untuk mencegah terjadinya abrasi kornea. Tanda-tandanya antara lain: Merasakan seolah-olah ada partikel yang masuk ke mata Mata sakit, perih, gatal atau kemerahan Mengeluarkan air mata dan lengket Kornea lecet atau tergores Mata merah akut atau kantong mata bengkak karena, mata terbakar dan menjadi sensitif terhadap cahaya.   Kulit tubuh juga bisa terkena dampak abu. Meskipun jarang ditemukan, abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi kulit untuk sebagian orang, terutama ketika abu vulkanik tersebut bersifat asam. Hal ini ditandai dengan iritasi dan kulit yang memerah. Selain itu, infeksi bisa muncul karena garukan ke kulit. Hujan abu juga dapat mengakibatkan terkontaminasinya air bersih, penyumbatan saluran air, serta kerusakan peralatan penyedia air bersih. Pasokan air terbuka seperti tangki air di rumah-rumah sangat rentan terhadap hujan abu. Sedikit saja abu yang masuk ke dalam tandon air dapat mengakibatkan permasalahan kelayakan air minum. Meskipun risiko racun rendah, tingkat keasaman air dapat berkurang atau. Selama dan setelah hujan abu, ada kemungkinan kekurangan air yang diakibatkan oleh kebutuhan air ekstra untuk bersih-bersih.   Hal ini bisa berlanjut dengan tak beroperasinya sistem sanitasi dapat menyebabkan peningkatan penyakit di wilayah yang terkena hujan abu.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: merdeka
 13 Oct 2017    18:00 WIB
Tips Untuk Melindungi Mata Dari Cedera
Cedera yang terjadi pada mata dapat berupa cedera ringan yang menyebabkan gangguan penglihatan sementara atau cedera berat yang dapat menyebabkan kebutaan. Apapun penyebabnya, kebanyakan cedera pada mata dapat dicegah.   Gunakan Pelindung Mata Gunakanlah kacamata pelindung mata saat anda akan melakukan berbagai kegiatan berbahaya. Kacamata pelindung ini dapat melindungi anda dari berbagai objek yang berterbangan, debu, atau berbagai bahan kimia.   Hati-hati Terhadap Cairan Pembersih Bacalah terlebih dahulu cara penggunaan berbagai cairan pembersih atau pemutih sebelum anda mencampurnya dengan berbagai bahan lainnya. Selain itu, jauhkan semua bahan kimia berbahaya, baik cair maupun semprot dari jangkauan anak-anak.   Awasi Anak Anda Pensil, gunting, garpu, karet, gantungan baju, dan pisau merupakan berbagai alat yang sering ditemukan pada rumah yang juga dapat menyebabkan cedera pada mata. Awasi berbagai kegiatan anak anda yang mungkin menggunakan berbagai alat tersebut.   Pilihlah Mainan Anak Anda Pilihlah berbagai jenis mainan anak anda dengan hati-hati. Jangan biarkan anak anda bermain dengan menggunakan pistol berpeluru bola plastik karena seringkali dapat melukai mata serta bagian tubuh lainnya. Hindari juga berbagai mainan lainnya yang dapat melemparkan benda, seperti busur atau ketapel.   Berhati-hatilah Terhadap Laser Pointer Hati-hatilah saat menggunakan laser pointer pada saat anda mengajar atau sedang melakukan presentasi. Jangan menyorotkan sinar laser pointer secara langsung pada mata seseorang walaupun hanya dalam waktu singkat (beberapa detik), karena hal ini dapat merusak retina secara permanen dan menyebabkan hilangnya penglihatan. Selain itu, jauhkan juga laser pointer ini dari jangkauan anak-anak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Baca juga: 4 Jenis Penyakit Mata yang Sering Terjadi dan Pencegahannya Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.  
 13 Oct 2017    11:00 WIB
WOW, Mata Ternyata Dapat Membunuh Bakteri Lho!
Tahukah Anda bahwa suatu jenis protein yang terdapat di dalam mata ternyata dapat membunuh berbagai jenis kuman penyebab penyakit? Para peneliti menemukan bahwa ada suatu bagian kecil dari protein keratin dalam mata yang memiliki peranan untuk membunuh berbagai jenis bakteri. Setelah membuat versi sintetis dari protein keratin ini, para peneliti menemukan bahwa molekul sintetis ini ternyata dapat membunuh beberapa jenis bakteri seperti: Bakteri penyebab radang tenggorokan, Streptococcus pyogenes Bakteri penyebab diare, E.coli Bakteri penyebab terjadinya infeksi kulit, Staphylococcus aureus Bakteri penyebab fibrosis kistik pada paru, Pseudomonas aeruginosa Penelitian ini sendiri dimulai saat para peneliti merasa penasaran mengapa mata manusia memiliki daya tahan infeksi yang sangat tinggi. Para peneliti pun menemukan bahwa tidak ada bakteri yang dapat hidup di permukaan mata manusia, berbeda dengan permukaan tubuh manusia lainnya. Melalui hasil kultur, para peneliti menemukan bahwa ada suatu jaringan kornea yang dapat membasmi berbagai bakteri patogen tersebut. Penelitian yang ada di dalam Journal of Clinical Investigation ini berhasil menemukan sumber "senjata" baru yang dapat membantu mengatasi infeksi yang disebabkan oleh beberapa jenis bakteri. Karena "senjata" baru ini relatif mudah dibuat, maka harganya pun tidak akan terlalu mahal. Hal lain yang juga menarik adalah karena sumbernya berasal dari dalam tubuh manusia, maka molekul ini pun pasti tidak beracun dan bersifat biocompatible (dapat diterima oleh tubuh manusia).   Baca Juga: Mengapa Air Mata Keluar Saat Memotong Bawang?   Jadi, apa sebenarnya protein keratin ajaib tersebut? Menurut para peneliti, partikel protein ini merupakan turunan dari cytokeratin 6A, salah satu protein pembentuk sitoplasma sel epitel. Selain dapat ditemukan pada sel epitel kornea mata manusia; protein ini juga dapat ditemukan pada kulit, rambut, dan kuku. Para peneliti menduga penyebab mengapa protein tersebut dapat ditemukan pada beberapa bagian tubuh tersebut adalah karena beberapa bagian tubuh tersebut merupakan bagian tubuh yang paling sering terpapar oleh berbagai jenis kuman sehingga memerlukan sistem pertahanan yang lebih.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur href="https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: berkeley
 28 May 2017    12:00 WIB
Tanda dan Gejala Cedera Mata yang Patut Diwaspadai
Cedera pada mata tidak selalu mudah dikenali, terutama pada anak-anak. Cedera mata yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan gangguan penglihatan dan bahkan kebutaan. Di bawah ini adalah beberapa gejala yang patut anda waspadai, yaitu: Nyeri pada mata Penglihatan kabur Robekan atau luka pada kelopak mata Gangguan pergerakan bola mata Salah satu mata terlihat lebih menonjol daripada mata yang lainnya Perubahan ukuran atau bentuk pupil Adanya darah pada bagian putih mata Adanya suatu benda asing pada mata atau di bawah kelopak mata yang sulit diangkat   Apa yang Dapat Anda Lakukan Bila Mengalami Cedera Mata ? Bila anda mengalami cedera pada mata baik ringan maupun berat, segera hubungi dokter anda untuk mendapatkan pemeriksaan dan pertolongan secepatnya. Terlambatnya penanganan dapat berakibat serius bagi penglihatan anda, bahkan dapat menyebabkan hilangnya penglihatan dan kebutaan. Selain itu, terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan bila mengalami cedera pada mata, yaitu: Jangan menyentuh, menggosok, atau menekan mata anda Jangan mencoba untuk mengeluarkan suatu benda yang terlihat menyangkut atau benda yang terlihat menembus mata anda Jangan memberikan salep atau obat-obatan lainnya pada mata anda sebelum berkonsultasi dengan dokter Cuci mata anda yang terpapar bahan kimia dengan air bersih yang mengalir Tutup mata anda yang mengalami cedera dengan kasa sampai anda memperoleh pengobatan selanjutnya Baca juga: Pengaruh Gula Terhadap Mata  Penanganan secepatnya pada cedera mata dapat mencegah dan mengurangi berbagai komplikasi dan gangguan penglihatan yang tidak diinginkan. Segera hubungi dokter anda untuk pemeriksaan dan penanganan secepatnya.
 12 Oct 2015    12:00 WIB
Pengaruh Polusi Terhadap Kesehatan Mata
Mata adalah salah panca indera penting dari tubuh kita. Bukan hanya itu, mata selalu menjadi titik perhatian orang lain setiap kali kita berhadapan dengan orang lain. Keindahan mata bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi seseorang. Itulah pentingnya kita manjaga kesehatan dan kebersihan mata, sehingga mata tetap menjadi hal dan bagian terindah dari wajah kita. Tetapi Polusi dapat merusak mata kita. Di kota–kota besar seperti di Jakarta tingkat polusi cukup tinggi, yang ditimbulkan oleh banyaknya pabrik-pabrik, banyaknya asap kendaraan bermotor, kurangnya tanaman hijau, dan lain sebagainya. Hal inilah yang dapat menganggu kesehatan kita seperti gangguan pernapasan dan khususnya dapat menjadi gangguan kesehatan mata, tenggorokan, bahkan organ dalam seperti jantung, paru-paru, dan lambung. Berikut merupakan bahan-bahan kimia yang terkandung dalam polusi udara dan berbahaya untuk kesehatan:•    Carbon monoksida, biasanya dihasilkan oleh emisi kendaraan bermotoy, AC, dan mesin pemanas•    Nitrogen dioxide, merupakan bahan emisi dari kendaraan bermotor dan pabrik-pabrik. Dapat menyebabkan reaksi alergi dan juga hujan asam•    Bahan partikel kecil: partikel kecil ini tersebat di atmosfir dan menyebabkan reaksi alergi.•    Sulphur dioxide, mengeluarkan bau seperti telur busuk dan biasanya dihasilkan oleh industri. Sulphur dioxide menyebabkan pandangan mata berkabut dan sangat mengiritasi kulit, mata dan salurab pernafasan.•    Bahan polutan lainnya seperti asbestos, arsenic, benzene dan lain-lain. Bahan polutan ini merusak lapisan ozon dan menyebabkan iritasi kronik pada mata dan kulit, bahkan dapat menyebabkan kanker. Pengaruh polusi udara terhadap mataTerdapat beberapa gejala pada mata yang berkaitan dengan polusi udara. Gejala dapat bervariasi mulai dari iritasi yang sederhana sampai alergi berat, katarak bahkan kanker. Gejala-gejala yang timbul misalnya:•    Mata merah•    Rasa terbakar•    Mata berair•    Rasa gatal •    Mata terasa kering•    Kesulitan melihat karena mata sangat berair•    Reaksi alergi seperti gatal-gatal yang parah, pembengkakan kelopak mata, masalah penglihatan dan resiko infeksi seperti konjungtivitis. Tatalaksana pengobatan iritasi mataYang tidak boleh dilakukan dalam pengobatan iritasi mata adalah  mengosok mata. Dengan menggosok mata kita meningkatkan resiko terkena alergi dan memperberat terjadinya infeksi.Berikut tips mengobati iritasi mata:•    Kompres dingin dengan mata tertutup•    Lubrikasi mata dengan obat tetes mata yang diresepkan dokter spesialis mata•    Gunakan kaca mata hitam saat beraktifitas luar•    Hidari penggunaan kontak lensan dan kosmetika pada mata jika mata Anda terasa nyeri.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: healthmeup
 10 Oct 2015    16:00 WIB
Telepon Genggam Merusak Penglihatan Anda, Benarkah?
Apakah Anda sebagian besar waktu Anda di depan layar komputer, tablet, televisi, dan telepon genggam Anda? Bila ya, maka Anda mungkin sedang membuat mata Anda menderita. Setelah 2 jam mengamati berbagai alat canggih tersebut, mata Anda akan mulai terasa nyeri dan lelah, yang dapat menyebabkan mata menjadi merah, tegang, dan bahkan juga dapat menyebabkan nyeri pada daerah bahu dan kepala. Apakah Anda juga menyadari bahwa segala sesuatu tampak kabur saat Anda mengalihkan pandangan Anda dari depan layar komputer Anda atau betapa merahnya mata Anda setelah menatap komputer atau telepon genggam Anda dalam waktu yang lama? Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan saat seseorang terus menatap layar, baik layar komputer, televisi, tablet, maupun telepon genggam, maka orang tersebut pun akan lebih jarang berkedip dibandingkan dengan saat orang tersebut menatap lingkungan sekitarnya atau membaca buku. Keadaan ini akan membuat mata Anda menjadi kering dan lebih tegang. Selain itu, sebenarnya merupakan suatu hal yang sulit bagi mata untuk terus memfokuskan pandangan pada layar karena layar sebenarnya miring. Tulisan dan gambar yang sangat kecil pada layar telepon genggam dan tablet juga tidak membantu mata Anda bekerja dengan lebih baik. Hal ini hanya akan membuat mata Anda harus bekerja lebih keras untuk membaca dan melihat apa yang tertulis. Cahaya biru yang terpancar dari layar juga memiliki efek negatif pada kesehatan mata Anda. Jadi bagaimana caranya menjaga kesehatan penglihatan Anda tanpa berhenti menggunakan berbagai benda elektronik tersebut? Berisitirahatlah sejenak dari layar alat elektronik Anda tersebut setiap 10-20 menit dengan cara alihkan pandangan Anda dari layar komputer atau telepon genggam Anda dan fokuskan pandangan Anda pada berbagai benda di kejauhan. Hal ini akan mengembalikan kedipan mata normal Anda dan mengembalikan kelembaban mata Anda. The vision council menganjurkan agar setiap orang yang banyak menghabiskan waktunya di depan layar komputer atau televisi untuk melakukan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit alihkan pandanan Anda dari layar kaca selama 20 detik dan fokuskan pandangan Anda pada sesuatu hal sejauh 20 kaki (6 meter). Selain itu, Anda juga dapat melakukan beberapa hal lainnya untuk mengurangi beban kerja mata Anda seperti: Aturlah layar komputer Anda sehingga berada sejauh jangkauan tangan Anda dari mata Anda seperti saat Anda sedang membaca buku Kurangi kesilauan layar komputer atau televisi atau telepon genggam Anda (jangan terlalu terang) Gantilah latar belakang layar Anda dari warna putih ke warna abu-abu Baca juga: Cara ampuh turunkan mata minus  Sumber: womenshealthmag