Your browser does not support JavaScript!
 26 Sep 2017    08:00 WIB
Gangguan Tidur dan Irama Sirkardian
Gangguan irama sirkardian merupakan gangguan pada irama sirkardian (jam tubuh) yang mengatur siklus biologis selama 24 jam, yang juga terdapat pada binatang dan tanaman. Aktivitas gelombang otak, produksi hormon, regenerasi sel, dan berbagai aktivitas biologis lainnya berhubungan dengan irama sirkardian. Pusat sirkardian pada manusia terletak pada nukleus suprakiasmatika, yang merupakan suatu kumpulan sel yang terletak di dalam hipotalamus. Irama sirkardian merupakan salah satu hal yang berperan penting dalam menentukan siklus tidur dan bangun seseorang.   Penyebab Terdapat beberapa hal yang dapat mengganggu irama sirkardian ini, yaitu: Giliran kerja atau waktu kerja yang tidak sama setiap harinya Kehamilan Perubahan zona waktu Efek samping obat-obatan tertentu Perubahan rutinitas   Berbagai Jenis Gangguan Irama Sirkardian Jet Lag atau Sindrom Perubahan Zona Waktu Penderita biasanya mengeluh sangat mengantuk dan berkurangnya kewaspadaan pada waktu siang hari. Hal ini biasanya terjadi pada orang yang berpergian ke tempat dengan zona waktu yang berbeda. Gangguan Tidur Akibat Pekerjaan Gangguan ini biasanya terjadi pada orang dengan waktu kerja yang berubah setiap harinya atau yang bekerja pada malam hari. Delayed Sleep Phase Syndrome (DSPS) Gangguan ini merupakan gangguan pada waktu tidur. Penderita sindrom ini biasanya tidur sangat terlambat di malam hari dan sulit bangun di pagi harinya untuk bekerja, sekolah, atau berbagai kegiatan lainnya. Advanced Sleep Phase Syndrome (ASPD) Pada gangguan ini penderitanya tertidur pada waktu lebih awal pada malam harinya dan terbangun lebih pagi dari yang diharapkan di keesokan harinya. Gangguan ini menyebabkan timbulnya rasa mengantuk di sore hari (pukul 18.00-21.00) dan terbangun lebih pagi dari yang diinginkan (pukul 01.00-05.00). Non 24 Hour Sleep Wake Disorder Pada gangguan ini, penderitanya memiliki pola tidur yang normal, akan tetapi penderita seperti memiliki waktu 25 jam setiap harinya. Setiap harinya, penderita akan mengalami insomnia yang terjadi pada waktu yang berbeda setiap harinya. Penderita biasanya memiliki waktu tidur dan bangun yang berbeda setiap harinya.   Pengobatan Pengobatannya tergantung pada jenis gangguan yang terjadi. Tujuan pengobatannya adalah untuk memperbaiki siklus tidur anda sesuai dengan kebutuhan hidup anda. Pengobatan biasanya merupakan suatu kombinasai dari waktu tidur yang benar dan stimulus dari luar, seperti terapi sinar atau kronoterapi. Kronoterapi merupakan suatu terapi perilaku di mana waktu tidur secara bertahap disesuaikan dengan waktu yang diinginkan. Sedangkan terapi sinar bertujuan untuk mengembalikan irama sirkardian anda ke tempat yang seharusnya. Kombinasi terapi ini memiliki angka keberhasilan yang cukup tinggi dalam mengatasi berbagai gangguan tidur.   Sumber: webmd
 29 Aug 2015    20:00 WIB
Ingin Sehat? Matikan Smartphone Anda
Gaya hidup manusia modern saat ini tak bisa lepas dari smartphone yang terkoneksi dengan internet, sehingga bisa berinteraksi dengan lingkungan 24 jam setiap hari. Namun jika ingin menjaga kesehatan maka dianjurkan untuk mematikan smartphone jika telah lewat 09.00 malam. Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal Organizational Behavior and Human Decision Processes, cahaya biru dari tampilan layar smartphone bisa mengakibatkan kurang tidur pada pengguna smartphone. Dilansir dari medicaldaily, sinar biru dapat mengganggu pelepasan hormone melatonin, yang membantu tubuh untuk tidur. Proses yang terganggu ini menyebabkan saraf tetap terjaga. Adanya sinar menyebabkan panjang irama sirkadian dalam tubuh menjadi 24 dan 1,5 jam. Durasi ini lebih lama dibanding irama sirkadian normal, sehingga tubuh lebih lama terjaga. Sementara orang yang terbiasa melek, memiliki durasi sirkadian lebih lama. Berbanding terbalik dengan orang yang tidak biasa begadang sirkadiannya akan usai sebelum 24 jam. Riset yang dilakukan Christopher M Barnes, Klodiana Lanaj, dan Russell Johnson dari University Washington, melakukan dua riset untuk mengetahui penggunaan smartphone setelah pukul 09.00 malam berpengaruh buruk pada tidur dan menyebabkan rasa lelah pada pagi hari. Pada riset pertama, peneliti melibatkan 82 pekerja level menengah untuk mengisi survei tiap hari selama 2 minggu. Peneliti menggunakan metode within person untuk membandingkan data responden hari ini dan esoknya. Hasilnya, penggunaan smartphone hingga larut malam memengaruhi tidur. Akibatnya, pekerja kurang perhatian dan motivasi saat kerja keesokan harinya. Riset kedua, peneliti melibatkan 161 respondel dari berbagai level pekerjaan. Namun peneliti memasukan alat lain seperti televisi, laptop, komputer, dan tablet untuk mengetahui perbedaan efek yang diberikan. Hasil efek negatif tidur akibat penggunaan smartphone lebih kuat dibanding yang lainnya. Riset ini sekaligus mendukung temuan yang dikeluarkan American Medical Association’s. Dalam riset tersebut, paparan cahaya pada malam hari, termasuk penggunaan sejumlah gadget, akan mengganggu jam dan meningkatkan gangguan tidur. Hal ini terutama terjadi pada anak dan orang dewasa. Meski smartphone menjadi perangkat yang penting, namun para pekerja bisa tidak tergantung pada smartphone, dengan mematikan ketika tubuh beristirahat penuh. Pengaturan ini memungkinkan pegawai lebih segar dan termotivasi untuk kerja pada keesokan harinya. Peneliti juga menyarankan agar perusahaan membuat aturan terkait keharusan merespons e-mail. Daripada mengharap pekerja menjawab e-mail pada malam hari, peneliti menyarankan sistem kerja yang memungkinkan e-mail baru datang pada keesokan paginya.