Your browser does not support JavaScript!
 16 Nov 2019    11:00 WIB
Perkembangan Kehamilan Anda (Minggu ke 5-8)
Minggu 5Bayi: bayi anda masih sangat kecil. Pada saat ini terjadi pembentukan jantung, otak, saraf, otot, dan tulang. Plasenta dan kantong amnion juga masih berkembang. Mulai terbentuk tali pusar yang menghubungkan bayi anda dengan anda.Ibu: anda mulai merasakan beberapa gejala kehamilan saat ini, seperti mual, muntah, nyeri atau kesemutan pada payudara, penggelapan warna puting susu, sering berkemih (buang air kecil), dan merasa cepat lelah.Disarankan untuk mulai melakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan kehamilan anda dan mulai menjadwalkan pemeriksaan kehamilan selanjutnya. Minggu 6Bayi: bayi anda telah berbentuk seperti kecebong. Pembentukan mata dan anggota gerak telah dimulai. Pada saat pemeriksaan USG, dapat terdengar denyut jantung. Minggu ke 3 sampai minggu ke 8 merupakan saat rentan bagi bayi anda, karena di saat inilah berbagai organ penting sedang terbentuk.Ibu: berat badan anda telah bertambah atau berkurang karena mual dan muntah yang anda alami. Hal ini normal. Mulai terjadi pembesaran perut, payudara, dan kaki. Pada pemeriksaan, mulai terlihat pembesaran rahim.Disarankan untuk terus mengkonsumsi vitamin, asam folat, dan diet sehat. Berhentilah merokok dan mengkonsumsi alkohol. Minggu 7Bayi: pembentukan berbagai organ, seperti jantung, paru-paru, usus, otak, saraf, hidung, mulut, mata dan anggota gerak terus berlanjut.Ibu: anda masih mengalami mual dan muntah, serta mengalami perubahan pada payudara anda (terasa lebih keras)Jangan pernah mengosongkan lambung anda untuk mencegah rasa mual. Makanlah porsi kecil dan sering. Minggu 8Bayi: mulai terbentuk kelopak mata dan telinga. Jari-jari juga mulai terbentuk dan berselaput, yang memungkinkannya untuk berenang di dalam cairan ketuban di rahim anda.Ibu: volume darah anda meningkat dan jantung anda memompa darah setengah kali lebih banyak setiap menitnya untuk mensuplai kebutuhan bayi anda. Saat ini akan terjadi perubahan mood dan mual yang disebabkan oleh bau-bauan tertentu.Jagalah payudara anda dengan bra penyangga untuk membuat anda merasa lebih nyaman. Anda juga dapat mulai berolahraga. Bulan 2 KehamilanWajah bayi anda terus berkembang. Akan terbentuk benjolan kecil di samping kanan dan kiri wajah bayi anda, yang nantinya akan berkembang menjadi telinga. Terbentuk tonjolan kecil lainnya pada tubuh, yang nantinya akan membentuk tangan, kaki, jari tangan, dan jari kaki.Sistem saraf (otak, medulla spinalis, dan serabut saraf lain) telah terbentuk sempurna. Sistem pencernaan dan organ lainnya masih berkembang. Tulang juga mulai terbentuk menggantikan tulang rawan. Baca juga: Perkembangan Kehamilan Anda (Minggu ke 1-4) Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 15 Nov 2019    16:00 WIB
Perkembangan Kehamilan Anda (Minggu ke 1-4)
Tentunya anda merasa penasaran mengenai apa saja yang terjadi pada janin anda selama berada dalam kandungan. Selain itu, anda juga tentu ingin mengetahui hal-hal apa saja yang terjadi di pada tubuh anda. Di bawah ini, akan dijelaskan mengenai perkembangan yang akan anda alami selama kehamilan.   Minggu 1 dan 2 Bayi: bayi anda masih sangat kecil saat ini. Sulit untuk mengetahui kapan pembuahan terjadi, oleh karena itu, dokter biasanya menghitung usia kehamilan anda berdasarkan hari pertama menstruasi terakhir anda. Dengan demikian, dokter juga dapat memperkirakan kapan kira-kira anda akan melahirkan. Ibu: setiap bulannya tubuh anda menghasilkan satu buah telur yang dapat dibuahi oleh sperma. Telur ini pada mulanya tersimpan di dalam ovarium dan akan matang setiap bulannya dan kemudian bergerak ke saluran telur untuk dibuahi. Jika siklus menstruasi anda adalah 28 hari, maka waktu subur anda kira-kira adalah pada hari ke 13-15 setelah menstruasi terakhir. Bila anda berencana untuk hamil dan sedang hamil, dianjurkan untuk mengkonsumsi 400-800 mcg asam folat setiap harinya untuk mencegah terjadinya kelainan saraf bawaan (spina bifida).   Minggu 3 Bayi: pada saat ini, sudah mulai terbentuk morula, walaupun masih sangat kecil, kira-kira seujung jarum. Morula belum tampak seperti janin atau bayi, morula merupakan kumpulan sel-sel yang terus menduplikasikan diri. Lapisan luar morula nantinya akan berkembang menjadi plasenta, sedangkan bagian dalamnya akan menjadi janin. Ibu: anda tidak akan mengetahui bahwa anda sedang hamil, karena pada saat ini anda belum merasakan gejala kehamilan apapun dan menstruasi anda belum terlambat.   Minggu 4 Bayi: morula telah berkembang menjadi embrio dan bergerak menuju rahim anda untuk melakukan penempelan. Ibu: pada saat ini, anda seharusnya sudah mengalami menstruasi, tetapi bila anda hamil, maka anda tidak akan mendapat menstruasi. Menstruasi yang terlambat dapat merupakan tanda awal kehamilan. Sampai saat ini anda belum merasakan gejala kehamilan apapun, kecuali mungkin adanya bercak yang keluar dari kemaluan anda. bercak ini merupakan akibat dari penempelan embrio pada rahim anda. Pada minggu ke 4 ini, plasenta dan air ketuban sudah mulai terbentuk di dalam rahim anda.   Bulan 1 Kehamilan Pada bulan pertama kehamilan, telur yang telah dibuahi akan berkembang dan terbentuklah suatu kantong berisi cairan di sekeliling telur yang telah dibuahi ini. Kantong berisi cairan ini disebut kantong amnion, yang membantu menjaga embrio anda dari benturan. Plasenta juga mulai berkembang. Plasenta adanya suatu jaringan bulat dan datar yang berfungsi untuk mengantarkan berbagai nutrisi dari ibu kepada bayinya, serta sebagai tempat mengeluarkan berbagai hasil metabolisme janin. Embrio telah berkembang, membentuk wajah dengan lingkaran gelap yang nantinya akan menjadi mata. Mulut, rahang bawah, dan tenggorokan masih sedang berkembang. Sel darah dan sistem sirkulasi juga mulai berkembang. Pada akhir minggu ke 4, bayi anda telah berukuran sekitar 0.6 cm, lebih kecil daripada sebutir beras.  Baca juga: Belum Ingin Hamil? Bisa Dicoba Pengendali Kehamilan Tanpa Hormon Ini Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber : webmd
 08 Nov 2019    11:00 WIB
Apakah Perbedaan Tekanan di Dalam Kabin Pesawat Aman Bagi Ibu Hamil?
Selama Anda dan bayi Anda sehat serta dokter mengijinkan, maka Anda cukup aman berpergian dengan pesawat terbang. Perbedaan tekanan di dalam kabin pesawat seharusnya tidak akan menyebabkan masalah bagi Anda atua bayi Anda. Tekanan di dalam kabin pesawat komersial biasanya sudah disesuaikan agar para penumpangnya merasa nyaman. Akan tetapi, tekanan udara di dalam pesawat pasti akan lebih rendah daripada pada permukaan tanah, sehingga kadar oksigen memang akan menjadi lebih sedikit. Namun, perubahan kadar oksigen di dalam pesawat ini sangat kecil sehingga biasanya tidak akan mempengaruhi jaringan atau cairan yang mengelilingi bayi Anda. Akan tetapi, berkurangnya kadar oksigen ini pasti akan menyebabkan terjadinya perubahan fisiologis di dalam tubuh Anda, yang akan menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah dan denyut jantung.   Baca juga: Naik Pesawat Saat Hamil, Aman Enggak Sih?   Jadi, secara keseluruhan berpergian dengan pesawat komersial selama hamil cukup aman selama tidak ada masalah pada kehamilan Anda. Akan tetapi, bila Anda menderita suatu kelainan darah seperti sickle cell anemia yang cukup berat atau mudah terbentuk bekuan darah atau mengalami insufisiensi plasenta, maka tidak dianjurkan untuk berpergian dengan pesawat terbang, baik komersial atau bukan, berapa pun usia kehamilan Anda. Pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda sebelum berpergian dengan pesawat terbang saat hamil.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: babycenter
 30 Oct 2019    08:00 WIB
Pentingnya Perawatan Gigi Selama Kehamilan
Kehamilan dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut ibu, di mana dapat terjadi pembengkakan gusi dan gusi berdarah. Selain itu, hormon yang diproduksi selama kehamilan juga dapat membuat gigi anda lebih mudah terserang plak. Perawatan Gigi Sebelum Hamil Periksakanlah kesehatan gigi anda sebelum kehamilan. Dengan demikian, anda dapat mengetahui keadaan kesehatan gigi anda dan berbagai gangguan kesehatan yang ada sehingga anda dapat mengatasi berbagai masalah tersebut sebelum kehamilan terjadi. Perawatan Gigi Selama Kehamilan Beberapa hal yang harus anda lakukan dalam merawat kesehatan gigi anda selama kehamilan adalah: Beritahukanlah pada dokter gigi anda bahwa anda sedang hamil dan jangan melakukan pemeriksaan gigi pada trimester pertama kehamilan dan pada saat kehamilan anda telah berusia 30 minggu karena saat-saat ini merupakan saat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi anda. Anda dapat melakukan pemeriksaan gigi rutin pada trimester kedua. Semua tindakan pencabutan atau penambalan atau tindakan lainnya yang tidak perlu dilakukan dengan segera dapat ditunda hingga anda telah melahirkan Beritahukan pada dokter gigi anda setiap obat yang anda konsumsi Hindari melakukan foto rontgen apapun selama kehamilan Hindari penggunaan obat kumur yang mengandung alkohol Lakukanlah pemeriksaan gigi secara teratur selama trimester kedua kehamilan karena kehamilan menyebabkan perubahan hormonal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai gangguan pada gusi Perhatikan setiap perubahan pada gusi anda selama kehamilan Jagalah kebersihan mulut dan gigi anda untuk mencegah dan atau mengurangi berbagai gangguan kesehatan mulut Jika rasa mual dan muntah di pagi hari membuat anda sulit menyikat gigi anda, gantilah pasta gigi anda dengan pasta gigi yang tidak berasa selama kehamilan. Anda juga dapat mencoba membersihkan mulut anda dengan air dan tunggulah sekitar 1 jam sebelum mulai menyikat gigi Hal lainnya yang perlu anda perhatikan adalah agar anda menghindari berbagai makanan manis. Keinginan atau mengidam makanan manis sering terjadi selama kehamilan. Akan tetapi, ingatlah bahwa semakin banyak anda memakan makanan tersebut maka semakin besar pula resiko kerusakan gigi anda. Sebuah penelitian menemukan bahwa bakteri yang menyebabkan kerusakan gigi juga dapat ditularkan dari ibu pada anak. Konsumsilah makanan sehat dan seimbang selama kehamilan. Gigi bayi anda akan mulai berkembang saat kehamilan anda telah memasuki usia 3 bulan. Konsumsilah berbagai makanan kaya kalsium dan vitamin D seperti susu dan produknya, keju, dan yogurt bagi perkembangan gigi, gusi, dan tulang bayi anda.   Perawatan Gigi Setelah Melahirkan Bila anda mengalami gangguan kesehatan mulut apapun, baik pada gigi dan gusi, segera periksakan diri anda setelah melahirkan untuk memperoleh penanganan yang mungkin tidak dapat dilakukan selama kehamilan.    Baca juga: Gangguan Tidur Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 26 Sep 2019    11:00 WIB
Olahraga Saat Hamil Banyak Manfaatnya Bagi Ibu dan Bayi
Sayangnya, kebanyakan wanita hamil takut untuk berolahraga karena mereka berpikir hal ini dapat membahayakan janin. Berolahraga ketika Anda sedang hamil sebenarnya baik untuk Anda dan bayi Anda, tetapi Anda harus memperhatikan jenis latihan apa yang akan Anda lakukan. Olahraga dapat menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan risiko diabetes gestasional (kencing manis saat hamil), membantu mengendalikan hormon dan membantu Anda untuk mempersiapkan tenaga saat persalinan. Tapi, sebelum memulai program kebugaran Anda, Anda harus berbicara dengan dokter spesialis kandungan Anda tentang rencana untuk berolahraga selama masa kehamilan dan mengetahui semua informasi dan rekomendasi yang diperlukan. Berikut adalah daftar dari beberapa alasan yang baik mengapa Anda harus berolahraga saat hamil: 1.      Memperkuat tubuh dan pikiran Ketika Anda berolahraga, Anda memperkuat pikiran, tubuh dan mempersiapkan tubuh Anda untuk masa persalinan. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa olahraga selama masa kehamilan dapat mengurangi waktu persalinan. Proses persalinan yang Anda alami bisa menjadi lebih cepat begitupula dengan proses pemulihan yang lebih cepat. Jadi jika dokter sudah menganjurkan Anda untuk berolahraga, apa lagi yang Anda tunggu? 2.      Meningkatkan aktivitas otak bayi Anda Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di University of Montreal pada tahun 2013 menunjukkan bahwa 20 menit latihan ringan, 3 kali seminggu, dapat meningkatkan kekuatan otak bayi Anda. Sebelum penelitian ini, orang hanya tahu bahwa olahraga dapat meningkatkan aktivitas otak mereka, bukan otak bayi mereka. Maka ini adalah alasan penting untuk berolahraga selama kehamilan. 3.      Tidur yang lebih baik Jika Anda mengalami kesulitan untuk tidur selama masa kehamilan, terutama dalam tiga bulan terakhir kehamilan, olahraga dapat membantu Anda. Jangan khawatir kebanyakan wanita hamil memang memiliki masalah tidur dan tidak hanya Anda. Jika Anda menemukan diri Anda sulit tidur saat malam hari. Maka lakukan konsultasi dengan dokter Anda dan pertimbangkan untuk berolahraga. Dengan berolahraga akan membuat tubuh Anda menjadi lebih rileks dan lebih mudah terlelap. 4.      Meringankan nyeri punggung Nyeri punggung selama masa kehamilan sebenarnya merupakan keluhan umum dari hampir semua wanita hamil. Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengobati rasa sakit ini dan olahraga adalah salah satu caranya, Dengan berolahraga selama masa kehamilan Anda, dapat membantu mengurangi nyeri punggung atau bahkan menghilangkannya Untuk memperkuat inti tubuh Anda, Anda cukup melakukan plank. Jangan berbaring telentang saat Anda berolahraga, karena ini menurunkan aliran darah ke bayi Anda. 5.      Mengurangi risiko diabetes gestasional Pada masa kehamilan ada beberapa ibu hamil yang bisa mengalami diabetes gestasional dimana terjadi peningkatan kadar gula darah selama masa kehamilan yang bisa berujung ke masalah kencing manis. Untuk membantu menghindari hal ini, pastikan Anda makan makanan yang sehat dan berolahraga secara teratur. Tentu, tidak ada jaminan yang pasti karena diabetes gestasional dipengaruhi faktor genetik. Namun, Anda masih dapat menurunkan risiko Anda dengan menjaga berat badan Anda tetap normal untuk ibu hamil, berolahraga, dan mengonsumsi hanya makanan sehat. 6.      Lebih mudah kembali ke berat badan semula setelah melahirkan Saat hamil maka akan terjadi kenaikan berat badan yang cukup signifikan, bisa sekitar 15-20 kg atau bahkan lebih. Setelah melahirkan biasanya agak sulit untuk langsing kembali seperti semula. Tetapi bila Anda melakukan olahraga selama masa kehamilan, maka Anda mungkin mendapatkan kembali berat badan semula Anda seperti saat belum hamil. 7.      Seimbangkan hormon Anda Sejak hormon tubuh Anda berubah selama kehamilan Anda, jangan heran jika Anda merasa bahwa emosi Anda turun naik dan tidak menentu. Untuk mengurangi perubahan suasana hati Anda, cobalah berolahraga secara teratur. Latihan dapat membantu menyeimbangkan hormon Anda serta meningkatkan rasa percaya diri Anda. Seperti yang Anda lihat, olahraga tidak buruk bagi wanita hamil. Cukup ikuti panduan dokter Anda, mendengarkan tubuh Anda, dan menikmati olahraga ringan serta jangan lupa untuk minum cukup air untuk tetap terhidrasi. Baca juga: Tanda-Tanda Awal Kalau Anda Hamil Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womanitely
 23 Aug 2019    08:00 WIB
Minum Teh Saat Hamil? Boleh, Asal Pilih Yang Aman Seperti
Saat sedang hamil, wanita seringkali ingin makanan atau minuman yang sedang diinginkan. Istilah yang sering digunakan adalah sedang ngidam. Banyak wanita hamil yang ingin makan dan minum ini itu, salah satunya adalah minum teh. Apakah minum teh dilarang untuk ibu hamil?Ternyata menurut seorang ahli minuman herbal mengatakan bahwa minum teh boleh saja asal minum teh heh herbal dan tidak berlebihan. Minum teh herbal selama kehamilan tentu saja merupakan pilihan bijak bila dibandingkan dengan minuman berkafein Minuman berkafein memiliki efek diuretik, mengurangi penyerapan gizi. Sementara itu, teh herbal memberikan nutrisi untuk tubuh. Selain itu teh herbal biasanya juga mengandung antioksidan yang mengurangi rasa cemas dan stres. Bahkan beberapa jenis teh herbal dapat membantu mengurangi gejala mual muntah. Jadi teh apa saja yang bisa Anda minum saat hamil? Berikut adalah daftar teh yang dapat Anda minum saat hamil: 1.      Teh jaheTeh jahe akan membantu mengurangi rasa mual atau morning sickness. Membantu menjaga sistem pencernaan dan mengurangi masalah pencernaan.Cara membuat cukup tambahkan empat atau lima potong jahe segar kedalam secangkir air direbus dan minum maksimal tiga cangkir sehari2.      Daun teh raspberryTeh ini membantu mempersiapkan rahim untuk proses persalinan dan membantu mencegah perdarahan paska melahirkan. Teh ini kaya akan kalsium dan magnesium, aman dikonsumsi setelah trimester kedua dan setelahnya.Anda bisa minum satu cangkir per hari dari kehamilan 24 minggu, kemudian tambahkan menjadi  dua cangkir pada kehamilan 30 minggu, tiga cangkir pada kehamilan 36 minggu dan tiga sampai empat cangkir saat kehamilan 37 minggu.3.      Daun teh dandelionDaun teh dandelion berguna untuk menjaga retensi cairan pada masa kehamilan. Daun teh ini mengandung kalium tinggi. Namun daun teh dandelion biasanya akan memiliki rasa sedikit pahit.4.      Daun teh peperminDaun teh ini baik untuk otot perut sehingga mengurangi rasa sakit, mual, muntah pada awal kehamilan.Meski teh herbal dikatakan aman, ada baiknya Anda bertanya terlebih dahulu kepada dokter spesialis kandungan yang mengetahui kondisi tubuh Anda dan menentukan apakah aman Anda minum teh tersebut atau tidak. Baca juga: Bolehkan Minum Teh Hijau Saat Hamil Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: bellybelly
 18 Aug 2019    11:00 WIB
Posisi Tidur Terbaik Bagi Ibu Hamil
Wanita yang masih berada pada tahap awal kehamilannya tentu tidak akan mengalami masalah apapun dengan posisi tidur karena perutnya belum terlalu besar. Namun ketika memasuki trimester ke dua, ibu hamil akan mulai merasakan sedikit masalah dengan posisi tidurnya. Misalnya saat kehamilan memasuki usia 16 minggu, ibu hamil dianjurkan untuk tidak tidur terlentang, Pasalnya, posisi tidur ini akan meletakkan berat rahim ke bagian belakang tubuh, bagian usus, dan vena cava inferior. Selain itu, tidur dengan posisi terlentang juga dapat meningkatkan resiko terjadinya nyeri pinggang, gangguan pernapasan, gangguan pencernaan, dan wasir. Saat kehamilan memasuki trimester kedua dan ketiga, tidur terlentang juga akan mempengaruhi tekanan darah. Bahkan untuk beberapa orang wanita posisi tidur terlentang dapat menyebabkan turunnya tekanan darah dan membuatnya merasa pusing. Posisi tidur tengkurap sebenarnya merupakan posisi tidur paling aman bagi ibu hamil. Hanya saja, posisi ini tidak akan terasa nyaman lagi setelah perut seorang wanita telah membesar. Selain itu, payudara yang membesar seiring dengan semakin bertambahnya usia kehamilan juga akan menjadi sangat sensitif sehingga dapat terasa sangat nyeri bila disentuh atau bersentuhan dengan ranjang. Akan tetapi, bila Anda tetap merasa lebih nyaman tidur dengan posisi tengkurap, dianjurkan agar Anda menyokong paha Anda dengan bantal bila usia kehamilan telah memasuki usia 14 minggu. Bila kehamilan Anda telah memasuki usia 16 minggu, sangat dianjurkan untuk tidur dengan posisi miring ke kiri. Hal ini dikarenakan posisi tidur ini akan membuat aliran darah dan nutrisi ke plasenta menjadi lebih maksimal. Selain itu, posisi miring ke kiri juga dapat membantu memperlancar aliran darah balik dari tubuh bagian bawah ke jantung. Hal ini dikarenakan vena besar yang membawa darah balik ini terletak pada tubuh bagian kanan. Dengan lebih lancarnya aliran darah balik ini, maka pembengkakan yang biasa terjadi pada kaki ibu hamil pun akan berkurang.   Baca Juga: Tips Tidur Nyenyak Selama Kehamilan   Sumber: healthmeup
 31 Jul 2019    16:00 WIB
Kesal Karena Sembelit Saat Hamil? Cegah Dengan Cara Ini
Pada saat hamil, ada beberapa kendala yang terjadi seperti mual-mual di pagi hari seperti timbul rasa kelelahan, tidak nafsu makan, mengidam ini itu. Selain itu ada kendala lain yang cukup mengganggu yaitu sembelit atau sulit buang air besar.Bila sudah seperti ini, maka akan terasa tidak nyaman. Untuk membantu Anda mengatasi sembelit maka Anda harus mengetahui dahulu penyebabnya dan cara mengatasinya seperti ulasan dibawah ini:Mengapa ibu hamil sering mengalami sembelit?Saat hamil akan terjadi peningkatan hormon progesteron. Hormon ini berguna untuk memperkuat otot dinding rahim agar mampu menahan perkembangan janin selama dalam kandungan. Namun hormon ini juga mengakibatkan kelambatan gerak peristaltik otot-otot saluran pencernaan, sehingga proses buang air besar akan terganggu.Pembesaran rahim akan menyebabkan usus besar bagian bawah tertekan sehingga menyebabkan terjadinya sembelit. Rasa cemas dan stres takut akan mengalami keguguran membuat ibu hamil takut untuk buang air besar dan mengalami sembelit. Namun biasanya semakin besar usia kandungan maka masalah sembelit secara berangsur akan menghilang.Nah bagaimana cara untuk mengatasi sembelit pada ibu hamil? 1.      Usahakan untuk tidak menahan buang air besar Kebiasaan menahan keinginan untuk buang air besar dapat menyebabkan penumpukan feses dalam usus hingga menyebabkan feses akan mengeras. Terutama untuk ibu hamil yang memiliki riwayat wasir. Segera pergi ke kamar mandi saat ingin buang air besar. 2.      Minum air putih yang cukup Kecukupan cairan dalam tubuh akan membantu dalam proses meperlunak tinja, sehingga tinja akan lebih mudah dikeluarkan. Jadi perbanyak minum air putih minimal 8 gelas perhari ditambah banyak konsumsi makanan berkuah, jus buah dan jus sayuran. 3.      Mengonsumsi makanan kaya serat Ibu hamil harus memberikan nutrisi untuk janin dan dirinya sendiri sehingga harus memperhatikan asupannya sehari-hari. Harus seimbang dan bergizi, salah satunya yang harus diperhatikan adalah asupan serat..Serat yang cukup pada makanan akan membuat tinja menjadi lebih lunak dan licin sehingga mudah melewati usus. Usahakan untuk mengonsumsi makanan kaya serat sekitar 25-30 gram perhari. Jadi makanlah buah dan sayuran segar yang berwarna warni seperti pepaya mengkal, jambu merah matang, bayam, brokoli, kacang-kacangan seperti kacang tanah, buncis, beras merah, gandum juga merupakan sumber karbohidrat dan kaya akan serat yang mampu mengatasi masalah sembelit. 4.      Hindari makanan instan Makanan instan termasuk menu cepat saji merupakan jenis makanan olahan rendah serat dan nutrisi, namun kaya akan kandungan lemak. Makanan instan lain seperti mie instan cenderung mengandung berbagai bahan kimia seperti pengawet, pemutih, penyedap buatan dan lain-lain. makanan tersebut tidak mudah dicerna oleh usus dan lambung karena makanan tersebut rendah serat dan cairan. 5.      Banyak gerak Saat sedang hamil bukan berarti Anda harus bermalas-malasan. Usahakan untuk banyak bergerak seperti melakukan pekerjaan rumah, boleh juga melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, senam kehamilan,Tubuh akan menjadi lebih segar dan juga lebih sehat dan juga dapat membantu mengatasi sembelit. Berolahraga secara teratur dapat menurunkan resiko mengalami sembelit sampai 2 kali lipat. 6.      Perhatikan suplemen yang dikonsumsi Beberapa suplemen yang diberikan dokter untuk ibu hamil seperti zat besi untuk mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil. Namun suplemen ini biasanya dapat mengakibatkan sembelit.Jadi bila Anda konsumsi suplemen ini usahakan untuk banyak minuam air putih untuk mencegah terjadinya sembelit.Masalah sembelit saat hamil memang sangat mengganggu semoga tips diatas dapat membantu para ibu hamil untuk mengatasi sembelit. Namun bila sembelit yang Anda rasakan masih sangat mengganggu ada baiknya Anda melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan resep yang tepat dan aman untuk para ibu hamil. Baca juga: Ibu Hamil Banyak Jalan Kaki Yuk, Supaya....... Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: lifehack
 21 May 2019    16:00 WIB
Susah Tidur Selama Hamil ?
Wanita hamil seringkali mengalami gangguan tidur di malam hari dan merasa sangat lelah di siang hari pada trimester pertama dan ketiga kehamilan. Pada trimester pertama kehamilan, seringnya buang air kecil dan rasa mual muntah di pagi hari dapat mengganggu tidur anda. Pada saat kehamilan anda mulai membesar, mimpi buruk dan rasa tidak nyaman pada tubuh anda dapat membuat anda sulit tidur dengan nyenyak. Setelah melahirkan, bayi anda yang baru lahir atau depresi paska melahirkan juga dapat mengganggu tidur anda.   Penyebab Gangguan Tidur Selama Kehamilan Gangguan tidur pada saat kehamilan biasanya disebabkan oleh perubahan hormonal dan rasa tidak nyaman pada tubuh anda. Kedua hal ini dapat mempengaruhi kualitas tidur anda. Anda mungkin sulit menemukan posisi tidur yang nyaman atau di saat telah menemukan posisi tidur yang nyaman, anda ingin buang air kecil.   Gangguan Tidur Pada Trimester I Kehamilan (1-12 Minggu) Beberapa hal yang menyebabkan gangguan tidur pada saat awal kehamilan anda adalah: Sering terbangun karena ingin buang air kecil Rasa tidak nyaman pada tubuh atau stress secara emosional selama kehamilan Waktu tidur siang yang lebih lama   Gangguan Tidur Pada Trimester II Kehamilan (13-27 Minggu) Kualitas tidur anda akan membaik begitu anda memasuki trimester kedua kehamilan anda karena berkurangnya keinginan untuk buang air kecil di malam hari. Hal ini terjadi karena bayi anda telah semakin membesar dan bergerak ke atas sehingga tekanan pada kandung kemih anda menjadi berkurang. Akan tetapi, anda tetap dapat mengalami gangguan tidur akibat rasa tidak nyaman pada tubuh anda atau akibat stress emosional.   Gangguan Tidur Pada Trimester III Kehamilan (28-40 Minggu)   Tidur anda akan sangat terganggu saat anda memasuki trimester ketiga kehamilan anda. Hal ini dapat disebabkan oleh: Rasa tidak nyaman karena perut anda yang besar Adanya rasa seperti terbakar di dada, kram pada kaki, dan tersumbatnya sinus Sering buang air kecil di malam hari karena posisi bayi anda kembali berubah dan kembali menekan kandung kemih anda   Baca juga: Tanda Bahaya Saat Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 27 Feb 2019    18:00 WIB
Jenis-Jenis Aborsi dan Efek Samping Bagi Tubuh
Aborsi, wah! Ini salah satu praktek yang sebenarnya dilarang di Negara kita. Selain melanggar hukum, dan berdosa, hal ini juga dapat merusak kesehatan si ibu. Sebagian besar aborsi di Indonesia dilakukan secara tidak aman karena memang tidak ada pelayanan aborsi yang legal. Nah sekarang mari kita bahas masalah medisnya bersama. Pertama-tama kita harus mengerti definisi dari aborsi. Kata aborsi berasal dari bahasa Latin abortio, yang berarti menggugurkan, keguguran, melahirkan sebelum waktunya. Kata Latin abortus berarti "keguguran, prematur, kelahiran sebelum waktunya". Dalam kedokteran, aborsi berarti mengakhiri kehamilan sebelum waktunya. Aborsi dapat terjadi secara spontan sebagai akibat komplikasi selama kehamilan, atau dapat diinduksi. Abortus yang diinduksi dilakukan untuk menjaga kesehatan ibu (gravida) adalah aborsi terapeutik. Aborsi yang dilakukan karena alasan lain disebut aborsi elektif. Untuk prosedur aborsi, seorang wanita dengan periode 10 minggu atau lebih ke kehamilannya, dia tidak lagi memenuhi syarat untuk aborsi medis. Wanita dengan periode 15 minggu kehamilan dapat melakukan aborsi aspirasi, sedangkan aborsi D&E biasanya dilakukan pada 15 minggu atau setelahnya. Detailnya inilah tipe-tipe aborsi: Aborsi aspirasi. Aborsi aspirasi, juga disebut aspirasi vakum, adalah jenis aborsi bedah yang paling umum. Selama prosedur ini, kita akan diberi obat penghilang rasa sakit, yang bisa termasuk obat mati rasa yang disuntikkan ke serviks. Kita juga dapat diberikan obat penenang, yang akan memungkinkan kita untuk tetap terjaga tetapi menjadi sangat santai. Dokter kita terlebih dahulu akan memasukkan spekulum dan memeriksa rahim kita. Leher rahim kita akan meregang terbuka dengan dilator baik sebelum atau selama prosedur. Dokter kita akan memasukkan tabung melalui serviks ke dalam rahim, yang melekat pada alat pengisap. Ini akan mengosongkan rahim. Banyak wanita akan merasakan kram ringan hingga sedang selama prosedur ini. Kram biasanya berkurang setelah tabung diangkat dari uterus. Segera setelah prosedur, dokter kita dapat memeriksa rahim kita untuk memastikan bahwa rahimnya benar-benar kosong. Kita akan diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi. Prosedur aspirasi yang sebenarnya membutuhkan waktu sekitar lima hingga 10 menit, meskipun mungkin dibutuhkan lebih banyak waktu untuk pelebaran. D&E. Aborsi D&E biasanya digunakan setelah minggu ke-15 kehamilan. Prosedur ini memakan waktu antara 10 dan 20 menit, dengan lebih banyak waktu yang berpotensi diperlukan untuk pelebaran. Prosedur ini dimulai dengan cara yang sama seperti aborsi aspirasi, dokter memberikan obat penghilang rasa sakit, memeriksa rahim kita, dan melebarkan serviks kita. Seperti aborsi aspirasi, dokter memasukkan tabung yang melekat pada mesin isap ke rahim melalui serviks dan, dikombinasikan dengan alat medis lainnya, itu akan dengan lembut mengosongkan rahim. Setelah tabung diangkat, dokter akan menggunakan alat kecil berbentuk lingkaran logam yang disebut kuret untuk mengangkat jaringan yang tersisa yang melapisi rahim. Ini akan memastikan bahwa rahim benar-benar kosong. Pasti di benak kita ada pertanyaan, apakah Aborsi dapat meningkatkan risiko masalah pada kehamilan berikutnya. Berikut adalah pernyataan dari Yvonne Butler Tobah, M.D. Secara umum, aborsi elektif tidak dianggap menyebabkan masalah kesuburan atau komplikasi pada kehamilan berikutnya. Namun, beberapa penelitian menunjukkan hubungan yang mungkin, antara penghentian kehamilan dan peningkatan risiko kelahiran prematur dan berat lahir rendah. Risiko dapat tergantung pada jenis aborsi yang dilakukan sebelumnya. Segera setelah prosedur dan selama periode pemulihan, kita mungkin mengalami beberapa efek samping. Efek samping umum dari aborsi bedah meliputi: pendarahan, termasuk pembekuan darah kram mual dan muntah berkeringat merasa lemah Setelah penyedia layanan kesehatan Anda memastikan kesehatan Anda stabil, Anda akan dipulangkan ke rumah. Sebagian besar wanita mengalami pendarahan dan kram vagina mirip dengan siklus menstruasi selama dua hingga empat hari. Beberapa efek samping adalah gejala kondisi yang berpotensi muncul. kita harus menghubungi klinik kita atau mencari pertolongan medis segera jika kita mengalami gejala-gejala berikut: melewati gumpalan darah yang besar-besar selama lebih dari dua jam pendarahan yang cukup berat sehingga kita harus mengganti pembalut kita dua kali dalam satu jam selama dua jam berturut-turut keputihan berbau busuk demam rasa sakit atau kram yang semakin parah bukannya lebih baik, terutama setelah 48 jam Sementara aborsi biasanya sangat aman dan sebagian besar wanita tidak memiliki komplikasi di luar efek samping yang umum, kemungkinan komplikasi meningkat sedikit ketika periode kehamilan meningkat. Komplikasi potensial dari aborsi bedah meliputi: Infeksi: bisa serius dan mungkin memerlukan rawat inap. Gejalanya meliputi demam, sakit perut, dan keputihan yang tidak sedap. Kemungkinan infeksi meningkat jika kita memiliki infeksi menular seksual. Robekan atau laserasi serviks. Perforasi uterus: yang dapat terjadi ketika instrumen menusuk dinding rahim. Pendarahan: yang dapat menyebabkan perdarahan yang cukup sehingga diperlukan transfusi darah atau rawat inap. Reaksi alergi atau efek samping terhadap obat-obatan: termasuk obat penghilang rasa sakit, obat penenang, anestesi, antibiotik, dan / atau obat pelebaran. jadi intinya bagi para sahabat setia Dokter.ID jangen pernah melakukan aborsi yah. Karena sebenarnya secara medis selalu ada resiko tinggi untuk para wanita yang melakukannya. Kalaupun diantara kita ada yang mengalami gangguan medis karena pernah melakukan aborsi sebelumnya, bisa datang ke dokter untuk segera berkonsultasi. Salam sehat!!!   Sumber : www.webmd.com, www.healthline.com, www.medicalnewstoday.com