Your browser does not support JavaScript!
 10 Nov 2016    18:00 WIB
Ini Dia Cara Bertengkar yang ADIL Setelah Menikah
Semua pasangan yang sudah menikah pasti pernah bertengkar. Hal ini merupakan hal yang normal. Akan tetapi, bagaimana cara Anda dan pasangan bertengkarlah yang sangat menentukan bisa tidaknya kehidupan rumah tangga Anda bertahan hingga maut memisahkan. Bertengkar dengan adil sambil masih saling menghormati satu sama lain merupakan kemampuan penting yang harus dipelajari oleh setiap pasangan yang telah menikah. Jika dilakukan dengan cara yang benar, pertengkaran yang sehat dan adil justru dapat membuat ikatan pernikahan Anda dan pasangan menjadi lebih kuat.   Baca juga: Tips Mengatasi Pertengkaran Dalam Pernikahan   Cara bertengkar yang adil setelah Anda dan pasangan menikah adalah: Jangan terus menahan rasa kesal Anda hingga Anda "meledak" dan bertengkar hebat dengan pasangan. Hal ini bukanlah pertengkaran yang adil dalam pernikahan Jika Anda sedang marah pada pasangan Anda karena sesuatu hal dan tidak pernah memberitahu atau membahasnya dengan pasangan Anda dalam waktu 48 jam, maka lupakanlah. Jika tidak, pertengkaran yang terjadi bukanlah pertengkaran yang adil Jika pasangan Anda tidak ingin langsung membahas permasalahan yang timbul, buatlah perjanjian dengannya dalam waktu 24 jam berikutnya untuk bertengkar dengan adil. Masih merasa kesal saat tidur boleh-boleh saja karena Anda tetap butuh tidur. Pastikan saja masalah yang ada diselesaikan besok Tidur dalam keadaan marah dapat memberikan kedua belah pihak cukup waktu untuk berpikir jernih, tidur, dan melanjutkan pertengkaran di keesokan hari. Selain itu, ada beberapa hal lain yang perlu Anda dan pasangan ketahui mengenai cara bertengkar yang adil seperti: Bertengkar dengan adil berarti Anda dan pasangan tahu apa permasalahannya dan kedua belah pihak hanya membahas masalah tersebut (tidak melebar ke hal lain) Jadikan pertengkaran Anda hanya di antara Anda dan pasangan. Jangan bawa pihak ketiga ikut masuk, baik itu ibu Anda, ibu mertua Anda, teman baik Anda, atau pun anak Anda Bertengkar dengan adil berarti kedua belah pihak tidak membahas masa lalu Bertengkar dengan adil berarti kedua belah pihak tidak saling menggunakan kata-kata kasar dan mengatai Benar-benar saling mendengarkan satu sama lain selama Anda bertengkar, termasuk memperhatikan bahasa tubuh dan jangan alihkan pandangan mata Anda dari pasangan saat berbicara Jangan menginterupsi pasangan Anda saat ia sedang berbicara Jangan saling menuduh dan saling menyalahkan Cobalah menggunakan kata "Aku" daripada kata "Kamu" Jika Anda dan pasangan sama-sama tidak marah besar, cobalah untuk berpegangan tangan sambil berbicara Jangan malu untuk meminta maaf dan jangan ragu untuk memaafkan Walaupun mungkin terasa sulit dan berat bagi Anda untuk memaafkan pasangan Anda, akan tetapi tidak memaafkan akan berpengaruh lebih buruk pada kesehatan emosional dan fisik Anda dan pernikahan Anda. Selain itu, ingatlah pertengkaran yang terjadi bukan bertujuan untuk menjadikan Anda sebagai pemenang tetapi untuk mempertahankan pernikahan Anda. Jadi, jangan keraskan hati Anda dan belajarlah untuk berkompromi. Saat bertengkar dengan pasangan, jangan pernah gunakan kata "tidak pernah" dan "selalu" saat mengungkapkan suatu pernyataan. Jangan berteriak, membentak, atau mengancam pasangan Anda. Hal penting lainnya yang Anda dan pasangan butuhkan untuk dapat bertengkar dengan adil adalah keinginan untuk menempatkan kelanggengan kehidupan pernikahan di urutan pertama, keinginan untuk memaafkan, kemampuan untuk mendengar, sikap saling menghormati satu sama lain, dan mengetahui kapan harus meminta maaf.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: about
 09 Nov 2016    12:00 WIB
9 Kalimat Mematikan yang Bisa Buat Anda dan Pasangan Berpisah!
Jika Anda telah menikah atau telah berpacaran cukup lama dengan pasangan, Anda harus belajar untuk tidak mengatakan semua hal karena kata-kata ini dapat membahayakan hubungan asmara Anda bila salah sasaran. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa kalimat "mematikan" yang sebaiknya tidak pernah Anda katakan pada pasangan Anda bila Anda ingin hubungan Anda dan pasangan tetap langgeng.   1.      "Kapan Kamu Bakal Cuci Piring? Jangan Terus Membiarkannya di Sana!" Menuduh pasangan Anda dengan menggunakan kata "tidak pernah" atau "selalu" biasanya akan berakhir sama, yaitu pertengkaran. Daripada demikian, akan lebih baik bila Anda menerima bahwa semua orang pasti pernah lupa melakukan berbagai hal di dalam hidupnya. Oleh karena itu, berikanlah kelonggaran pada pasangan Anda saat ia melupakan beberapa tugasnya sehingga Anda pun tidak mengeluarkan kata tuduhan yang tidak seharusnya ia terima.   2.      "Perilakumu Sama Saja Seperti Ibumu" Saat Anda dan pasangan bertengkar, fokuskanlah hanya pada diri Anda dan pasangan. Jangan membandingkan pasangan Anda dengan mertua Anda. Hal ini justru akan membuat pertengkaran menjadi semakin buruk.   3.      "Kamu Menganggap Dirimu Lebih Baik Daripada Orang Lain" Jangan memberikan gagasan yang salah pada pasangan Anda karena Anda tidak pernah tahu apa sebenarnya yang sedang ia rasakan atau pikirkan saat itu. Jadi jangan beritahu asumsi Anda padanya. Pernyataan ini justru dapat membuat pertengkaran Anda dan pasangan semakin sengit karena ia merasa diperlakukan dengan tidak adil. Apa yang Anda katakan menunjukkan bahwa Anda tidak menghargai pasangan Anda. Hal ini akan memberikan rasa sakit hati ganda pada pasangan Anda.   4.      "Apakah Aku Terlihat Cantik?" Berbagai pertanyaan seputar berat badan dan penampilan merupakan penyebab tersering dari pertengkaran dalam kehidupan pernikahan, sejak zaman dahulu. Kecantikan tidak akan bertahan lama, jadi jangan pernah mengkritik mereka bila mereka tidak lagi secantik dan setampan dulu. Satu hal yang perlu diingat adalah kecantikan akan menghilang seiring dengan berlalunya waktu, tetapi tidak dengan kepribadian baik yang dimilikinya.   5.      "Aku Rasa Kamu Bertambah Gemuk" Perkataan negatif mengenai penampilan pasangan Anda merupakan hal yang tabu. Jika Anda menyadari bahwa pasangan Anda mengalami peningkatan berat badan, bantu mereka kembali kurus dan sehat kembali, misalnya dengan mengajaknya berolahraga. Bukannya mengkritik mereka hingga membuat mereka menjadi depresi.   Baca juga: Obati Patah Hati Dengan Mengkonsumsi Empat Makanan Ini   6.      "Kamu Tidak Pandai Dalam Pekerjaanmu" Memberitahu pasangan Anda bahwa mereka tidak pandai dalam pekerjaannya, baik sebagai orang tua atau karyawan atau kekasih sangatlah salah. Kata-kata ini akan terdengar lebih kejam (bagi mereka) daripada yang Anda maksudkan. Hal ini dapat benar-benar menghancurkan pasangan Anda, tidak hanya perasaannya tetapi juga jati dirinya. Pernyataan ini juga menunjukkan bahwa Anda tidak menghargai pasangan Anda dan usaha yang dilakukannya.   7.      "Aku Paling Tidak Suka Kamu Melakukan Itu (terutama di hadapan orang lain)" Menghina pasangan Anda di hadapan orang lain merupakan hal paling tabu yang tidak boleh Anda lakukan. Hal ini akan membuat mereka merasa dipermalukan. Jika Anda benar-benar mencintai pasangan Anda, maka Anda akan menghargai dan bahkan membela pasangan Anda, terutama di masa-masa sulit. Walaupun tidak tampak demikian, pasangan Anda sangat mengandalkan Anda untuk membelanya di hadapan orang lain. Akan tetapi, bukan berarti Anda harus menyukai setiap hal yang dilakukan oleh pasangan Anda. Namun, bukan berarti Anda boleh menghina mereka, apalagi di hadapan orang lain.   8.      "Berhenti Merasa Seperti Itu" Apapun yang pasangan Anda rasakan adalah suatu hal yang nyata baginya, jadi Anda tidak dapat serta merta menyuruhnya untuk berhenti untuk membuat mereka merasa lebih baik. Hal ini tidak akan berpengaruh baik bagi kelangsungan pernikahan Anda.   9.      "Kamu Tidak Perlu Menungguku" Sesekali tidur pada waktu yang berbeda mungkin tidak akan mengganggu pernikahan Anda, namun bila hal ini terus terjadi, maka dapat berpotensi menimbulkan bahaya. Bila Anda dan pasangan seringkali tidak tidur di waktu yang sama, hal ini dapat berdampak buruk pada keintiman di antara Anda dan pasangan. Jadi, bila pasangan Anda ingin menunggu Anda untuk tidur bersama, biarkanlah, hal ini juga merupakan salah satu caranya untuk menunjukkan rasa cintanya pada Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: datingtime
 09 Nov 2016    11:00 WIB
12 Jenis Seks yang Pasti Pernah Dialami Oleh Semua Orang
 Seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, maka Anda pun akan memiliki semakin banyak pengalaman dalam hal percintaan dan tentu saja seks. Berbagai pengalaman tersebut dapat menjadi guru yang membuat Anda dapat belajar dari kesalahan. Di bawah ini Anda dapat melihat 12 jenis seks yang pasti pernah dialami oleh semua orang yang telah aktif secara seksual.   1.      Seks Pertama yang Canggung Semua orang pasti pernah mengalami jenis seks yang satu ini. Pengalaman pertama yang canggung dan bahkan mungkin memalukan tersebut merupakan langkah penting bagi kelanjutan kehidupan seksual Anda, di mana Anda dapat memperoleh banyak pelajaran berharga mengenai seks, pria, dan diri Anda sendiri.   2.      Pertama Kali Anda Tahu Apa yang Anda Lakukan Setelah Anda dan pasangan berhubungan intim beberapa kali, maka pada akhirnya Anda dan pasangan pun akan menjadi lebih ahli dan tahu apa yang Anda inginkan, apa yang Anda sukai, serta apa yang pasangan Anda sukai.   3.      Seks Tanpa Batas Seks tanpa batas merupakan seks yang terjadi saat Anda benar-benar melepaskan "kekang" dari diri Anda. Pada saat ini Anda mungkin akan mencoba berbagai hal yang belum pernah Anda coba dan membuat baik Anda maupun pasangan menjadi sangat "liar".   4.      Seks Perdamaian Anda bahkan mungkin tidak akan ingat lagi apa penyebab pertengkaran Anda dengan pasangan setelah merasakan seks yang luar biasa. Akan tetapi, berhati-hatilah agar Anda tidak menjadikannya alasan untuk bertengkar minggu depan.   5.      Seks yang Sangat Memuaskan Hingga Anda Tanpa Sadar Merusak Barang Seks jenis ini merupakan seks yang sangat memuaskan hingga Anda tidak lagi dapat mengendalikan benda apa yang Anda genggam atau tendang dan menyebabkan berbagai kerusakan di sekitar Anda.   6.      Seks di Pagi Hari, Penyebab Anda Terlambat Kerja Seks di pagi hari tidak hanya dapat membuat Anda terlambat kerja, tetapi juga dapat membuat mood Anda sangat baik di sepanjang hari lho.   7.      Seks Penyesalan Baik bagi Anda yang suka berpetualang atau tidak, hampir sebagian besar orang pasti pernah mengalami seks penyesalan, di mana mereka tidak percaya mereka melakukannya, misalnya berhubungan intim di tempat umum, atau menggunakan seks toys, atau threesomes.   Baca juga: Ukuran Penis dan Hubungannya Dengan Kepuasan Seksual Seorang Wanita   8.      Seks Percobaan yang Gagal Setiap pasangan pasti ingin mencoba gaya bercinta atau posisi bercinta baru, di mana mereka mungkin akan terluka saat melakukannya. Akan tetapi, bukan berarti Anda tidak boleh mencobanya. Dengan mencobanya, Anda mungkin akan menemukan posisi bercinta baru yang sangat luar biasa atau menertawai diri Anda sendiri dan pasangan karena gagal.   9.      Seks yang Sangat Berisik Hubungan intim Anda bersama pasangan sangat "panas" malam ini hingga membuat tetangga marah? Jangan khawatir, hampir semua orang pernah mengalaminya. Satu-satunya resiko adalah tetangga Anda akan melihat Anda dengan pandangan yang berbeda di esok hari.   10.  Seks Perpisahan Jenis seks yang satu ini biasanya terjadi saat pasangan Anda harus bertugas cukup lama di luar kota atau Anda akan berpisah dengan pasangan.   11.  Seks Tanpa Usaha Memang benar bahwa seks yang nikmat membutuhkan kerja sama yang baik di antara Anda dan pasangan, akan tetapi setidaknya sekali dalam hidup Anda, Anda mungkin ingin merasakan seks nikmat tanpa perlu berusaha. Pastikan saja Anda "membalas" pasangan Anda.   12.  Seks Penuh Cinta Saat Anda dan pasangan baru saja menikah, maka rasa cinta yang ada akan terasa begitu besar, hingga rasanya Anda dan pasangan tidak dapat dipisahkan. Selain itu, saat Anda dan pasangan begitu saling mencintai, Anda berdua biasanya akan lebih sering berhubungan intim.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 07 Nov 2016    18:00 WIB
7 Hal yang Wajib Dibahas Para Pasangan Sebelum Menikah
Jika Anda dan pasangan sudah berencana untuk menikah, maka ada kemungkinan Anda dan pasangan akan bertengkar setelah hidup berumah tangga. Hal ini dikarenakan sangat mustahil Anda dan pasangan dapat selalu sepakat mengenai semua hal. Untuk menghindari pertengkaran yang berujung pada terjadinya perceraian, di bawah ini ada beberapa hal yang wajib dibahas para pasangan sebelum mereka memutuskan untuk menikah.   1.      Harapan dan Tujuan Seksual Mungkin saat Anda masih berpacaran, Anda dan pasangan selalu ingin untuk berdekatan dan bercumbu. Akan tetapi, hal ini mungkin akan mengalami perubahan setelah Anda dan pasangan menikah. Keadaan ini merupakan hal yang normal. Baik Anda maupun pasangan tidak dapat selalu sama-sama merasa bergairah. Oleh karena itu, sangat penting untuk membicarakan harapan dan tujuan seksual sebelum Anda dan pasangan memutuskan untuk menikah. Beritahu pasangan Anda mengenai berbagai fantasi atau kesukaan Anda. Jangan hanya berdiam diri dan berharap pasangan Anda akan tahu apa yang Anda inginkan. Anda harus memintanya!   2.      Kebiasaan Berbelanja Hal ini merupakan hal yang paling sering dipertengkarkan oleh pasangan suami istri. Uang merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan, apalagi setelah Anda menikah. Jika salah satu pihak merupakan orang yang suka menabung sedangkan pihak yang lain merupakan orang yang suka berbelanja, maka diskusikanlah mengenai bagaimana Anda dan pasangan akan berkompromi mengenai kebiasaan masing-masing untuk memenuhi seluruh kebutuhan rumah tangga Anda.   3.      Hubungan Dengan Keluarga Anda dan pasangan dibesarkan oleh keluarga yang berbeda, dengan orang tua dan saudara yang berbeda, dan mungkin tempat tinggal yang berbeda. Jadi, baik Anda dan pasangan pun akan memiliki hubungan yang berbeda dengan anggota keluarga masing-masing. Akan tetapi, setelah Anda dan pasangan menikah bagaimana interaksi Anda dengan anggota keluarga Anda yang lain dapat menyebabkan terjadinya pertengkaran atau ketidaknyamanan. Jika Anda dan pasangan memiliki keinginan yang berbeda mengenai seberapa banyak waktu yang perlu dihabiskan bersama anggota keluarga dan seberapa banyak informasi yang boleh diketahui anggota keluarga, maka hal ini dapat menyebabkan Anda dan pasangan bertengkar. Hal ini biasanya akan menjadi lebih sulit saat anak hadir di antara Anda dan pasangan. Jadi pastikan Anda dan pasangan memiliki pemikiran yang sama dan telah menemukan jalan keluar yang sesuai bagi Anda berdua.   Baca juga: Menikah Membuat Anda Gemuk?   4.      Pembagian Kewajiban Setelah Anda menikah, pengaturan rumah Anda mungkin tidak akan sama lagi seperti saat Anda masih single. Oleh karena itu, putuskan terlebih dahulu siapa yang akan menjalankan kewajiban rumah tangga yang sama. Jika Anda merupakan orang yang sangat rapi sedangkan pasangan merupakan orang yang sangat berantakan, maka hal ini dapat menyebabkan masalah besar saat Anda dan pasangan menikah nantinya. Untuk mengatasinya, berdiskusilah dan carilah jalan keluar terbaik mengenai bagaimana nantinya setelah Anda dan pasangan menikah. Bila Anda dan pasangan tidak dapat hidup bersama, maka kemungkinan besar pernikahan Anda pun tidak akan bertahan.   5.      Keseimbangan Pekerjaan dan Keluarga Sebelum Anda dan pasangan menikah, ada baiknya bila Anda dan pasangan berdiskusi mengenai waktu kerja dan waktu keluarga. Hal ini dapat menghindari terjadinya berbagai pertengkaran tidak perlu saat salah satu pihak terlambat pulang. Pastikan pekerjaan tidak menjadi penghalang di antara Anda dan pasangan. Bicarakan juga mengenai bagaimana jika salah satu pihak ingin pindah tempat kerja ke luar kota, apakah pihak lain bersedia untuk meninggalkan pekerjaan atau keluarganya. Mencari jawaban dari setiap pertanyaan dapat membantu Anda dan pasangan di masa depan saat situasi yang sama muncul.   6.      Memiliki dan Cara Membesarkan Anak Sebelum menikah, pastikan Anda dan pasangan telah berdiskusi mengenai keinginan untuk memiliki anak. Bila Anda dan pasangan sama-sama ingin memiliki anak, maka diskusikan juga mengenai cara mendidik, mendisiplinkan, dan bagaimana cara menghadapi pertengkaran di antara anak-anak Anda.   7.      Kehidupan Pernikahan Secara Keseluruhan Hal lain yang tidak kalah penting adalah mencari tahu apa sebenarnya arti pernikahan bagi Anda dan pasangan. Kedua belah pihak harus saling memberitahu apa yang ia inginkan dan harapkan dari sebuah pernikahan. Hal ini dapat membantu menentukan apakah benar Anda dan pasangan memang berjodoh atau tidak.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag    
 03 Nov 2016    15:00 WIB
Apa Artinya Bila Si Dia Terus Saja Mengkritik Tindakan Anda???
Anda mungkin harus menghadapi kritikan di sepanjang hari, baik di tempat kerja, dari keluarga, dan mungkin paling banyak dari diri Anda sendiri. Jadi, saat Anda pulang dan mendengar pasangan Anda juga melakukan hal yang sama, hal ini dapat membuat siapa saja merasa sangat kesal. Walaupun tidak ada hubungan asmara yang sempurna, akan tetapi hidup bersama dengan seseorang yang selalu mengkritik Anda dapat sangat mengganggu dan bahkan menurunkan rasa kepercayaan diri Anda. Pada suatu hubungan asmara yang ideal, Anda dan pasangan biasanya akan berusaha untuk meluangkan waktu untuk dihabiskan bersama dan dapat menjadi diri sendiri tanpa perlu merasa khawatir akan dihakimi oleh pasangan. Jadi, bila Anda tidak dapat melakukannya, maka hal ini dapat menjadi penghancur ikatan di antara Anda dan pasangan. Sebagian besar pasangan biasanya mengalami hal ini saat mereka baru saja menikah. Hal ini dikarenakan mereka masih harus saling menyesuaikan diri dan menggabungkan 2 gaya hidup yang berbeda. Selain itu, harapan salah satu pihak mengenai hidup bersama dapat berbeda dengan pihak lainnya. Jadi, saat harapannya tersebut tidak terwujud, maka salah satu pihak dapat merasa kecewa dan memicu terjadinya pertengkaran.   Baca juga: 4 Alasan Mengapa Anda Sebaiknya Tidak Memperdulikan Komentar Orang Lain   Penyebab Pasangan Selalu Saja Mengomentari Anda Memiliki Harapan/Ekspektasi yang Terlalu Tinggi Jika pasangan Anda terus saja mengomentari bagaimana cara Anda mengurus rumah tangga, misalnya membuang sampah atau merapikan ranjang, maka si dia mungkin tidak menyadari bahwa caranya belum tentu benar. Artinya si dia harus belajar untuk menerima bahwa Anda mungkin tidak dapat memenuhi semua ekspektasinya. Merasa Insecure Selain karena ekspektasi atau harapan yang terlalu tinggi, ia mungkin meremehkan Anda karena ia merasa insecure dalam hubungannya bersama Anda. Jika si dia berkata "Kamu tidak pernah punya waktu untukku, kamu sangat egois", maka hal ini mungkin berarti si dia takut kehilangan Anda tetapi ia tidak tahu bagaimana cara memberitahu Anda. Hal ini juga berarti bahwa si dia tidak mampu berkomunikasi dengan baik. Memang Merupakan Seseorang yang Impulsif Alasan lain mengapa pasangan Anda seringkali mengkritik Anda adalah karena mereka memang merupakan seseorang yang impulsif. Mereka tidak dapat berhenti memikirkan sesuatu hal sebelum hal tersebut dikatakannya.   Apa Artinya Bila Anda Tetap Membiarkan Pasangan Terus Mengkritik Anda? Jika Anda diam saja saat ia melakukan berbagai tindakan tidak menyenangkan tersebut, maka hal ini mungkin dikarenakan rasa percaya diri Anda telah menjadi sangat rendah hingga Anda pun mulai menyetujui berbagai tuduhan yang diajukan pasangan terhadap Anda. Alasan lainnya adalah karena Anda takut hidup sendirian atau berpikir bahwa kebiasaan buruk tersebut tidak cukup berarti untuk mengakhiri kehidupan pernikahan yang telah Anda dan pasangan bangun bersama.   Bagaimana Cara Menghentikan Kebiasaannya Mengkritik Anda? Untuk membuat pasangan Anda berhenti meremehkan Anda, buatlah suatu batasan. Beritahu dia bahwa ia tidak boleh lagi menggunakan kata-kata kasar atau menyalahkan Anda karena hal itu membuat Anda merasa tidak senang. Kemudian, cobalah untuk mencari tahu mengapa ia terus saja berusaha membully Anda. Untuk melakukannya, mintalah pasangan Anda untuk berhenti dan berpikir sejenak mengenai mengapa ia mengatakan berbagai hal menyakitkan tersebut. Jika pasangan Anda bersedia mengakui bahwa ia memang menyebalkan dan ingin berubah, maka Anda dan pasangan dapat melatih strategi ini hingga menjadi suatu kebiasaan. Jika si dia tidak dapat mengubah perilakunya dengan cukup cepat, bertanyalah pada diri Anda sendiri hingga berapa lama lagi Anda dapat menghadapi perilaku buruknya tersebut sebelum akhirnya Anda memutuskan untuk pergi. Beritahu pada pasangan Anda bahwa Anda hanya akan memberikan waktu …(sebut jangka waktu yang Anda tetapkan) sebelum Anda akhirnya memutuskan untuk pergi atau melakukan konseling.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 02 Nov 2016    15:00 WIB
Mantan Pengen Jadi Temen??? Hati-hati Ia Mungkin Seorang Psikopat!
Jika Anda baru saja mengalami perpisahan yang penuh dengan gejolak dan kemudian mantan Anda tersebut justru memaksa Anda untuk "tetap berteman" dengannya, maka segera jauhkan diri Anda darinya! Menurut sebuah penelitian baru, sejumlah orang yang memiliki kepribadian "kelam" seperti narsisistik dan psikopat, seringkali ingin menjaga hubungan "dekat" dengan mantannya bagi kepentingannya sendiri. Beberapa penelitian terdahulu dan analisa para ahli menunjukkan bahwa orang-orang dengan kepribadian "kelam" seperti psikopat hanya melakukan sesuatu hal dan menjalin hubungan asmara bila kedua hal tersebut menguntungkan bagi mereka. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Oakland University, para ahli menyimpulkan bahwa tidak semua orang yang ingin tetap berteman dengan mantannya memiliki tujuan yang baik, apalagi bila ia memiliki kepribadian "kelam" di atas.   Baca juga: Mantan Pacar Terus Mengganggu Anda? Coba Tips Berikut Ini!   Selain itu, bila seseorang dan mantannya tidak putus dengan baik-baik, maka kemungkinan besar salah satu pihak memiliki agendanya sendiri bila ia tetap ingin berteman dengan mantannya tersebut. Akan tetapi, bukan berarti semua mantan merupakan orang jahat yang hanya ingin memanfaatkan Anda bagi kepentingannya sendiri. Banyak mantan yang justru dapat menjadi teman yang baik bagi Anda. Namun, bila Anda tidak merasa ingin berteman dengan mantan atau hubungan Anda dan mantan tidak terasa seperti hubungan pertemanan atau bila perpisahan tidak terjadi secara baik-baik; maka akan lebih baik bila Anda tidak menjalin hubungan pertemanan dengan mantan Anda tersebut.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.