Your browser does not support JavaScript!
 13 Jul 2019    18:00 WIB
Perbedaan Orgasme Pada Pria Dan Wanita?
Pada pria Pada pria, lebih mudah terlihat saat mengalami orgasme biasanya akan diikuti dengan pengeluaran sperma. Saat mengalami orgasme pria akan mengalami rasa euforia dan kepuasan. Faktor lain yang membedakan orgasme seorang pria dari wanita adalah bahwa, laki-laki biasanya membutuhkan masa pemulihan yang signifikan antara dua kali orgasme. Hal ini dikarenakan ketika seorang pria mengalami orgasme satu tubuh melepaskan serangkaian hormon seperti oksitosin serotonin dan prolaktin yang memberikan sensasi relaksasi, yang membuat mereka merasa mengantuk. Pada wanita Untuk melihat orgasme pada wanita jauh lebih rumit. Meskipun wanita tidak ejakulasi seperti laki-laki, namun mereka mengalami sensasi. Ketika seorang wanita mengalami orgasme akan terjadi klitoris yang menegang seperti penis dan menjadi lebih sensitif. Wanita akan  merasakan perasaan seperti kesemutan yang kuat dan perasaan yang menyenangkan dalam tubuhnya Sensasi tersebut menimbulkan serangkaian kontraksi yang inten dalam vagina dan rahim mereka, membuat mereka sangat sensitif terhadap sentuhan. Akhirnya ketika mereka mengalami orgasme akan terjadi pengeluaran berbagai hormon yang meningkatkan rasa senang. Menariknya seorang wanita mampu mengalami orgasme berkali-kali dalam satu sesi seks. Baca juga: 7 Alasan Mengapa Wanita Berpura-pura Mencapai Orgasme Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: thehealthsite
 10 Jul 2019    16:00 WIB
Apa Sebenarnya Dampak Menopause Pada Tubuh ?
Pada sejumlah wanita, terjadinya menopause hanya ditandai oleh sesekali mengalami hot flush dan mudah lelah. Akan tetapi, pada sejumlah wanita lainnya, gejala menopause yang timbul bisa sangat banyak, baik gejala fisik maupun psikologis, yang membuat mereka sangat menderita. Namun, karena banyak gejala menopause seperti bau mulut, kulit gatal, dan bahkan irritable bowel syndrome tidak memiliki hubungan langsung dengan hormon; maka banyak wanita tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya sedang mengalami gejala menopause. Kabar baiknya adalah perubahan gaya hidup sederhana sekalipun dapat membantu mengurangi sebagian besar gejala menopause, kecuali gejala yang paling berat. Di bawah ini Anda apa sebenarnya dampak menopause pada tubuh Anda dan gejala apa saja yang ditimbulkannya.   Otak Depresi, Gangguan Cemas, Perubahan Mood Estrogen berfungsi untuk membantu meningkatkan kadar serotonin dan dopamin, yang berfungsi untuk mengatur mood. Kadar estrogen yang rendah dapat menyebabkan mood seseorang menjadi buruk dan mempengaruhi kemampuannya untuk menghadapi situasi penuh tekanan, lebih mudah gelisah, mulut kering, napas cepat, denyut jantung cepat, dan sesak napas. Pusing Pusing mungkin disebabkan oleh serangan cemas atau panik (napas cepat dan denyut jantung cepat dapat mengurangi aliran darah dan oksigen ke dalam otak). Gangguan Tidur Gangguan tidur mungkin terjadi akibat berkeringat pada malam hari, tetapi juga dapat disebabkan oleh penurunan kadar hormon estrogen. Estrogen juga berfungsi untuk mengatur kadar magnesium di dalam tubuh. Magnesium berfungsi untuk membantu melemaskan otot yang akan membuat seseorang tertidur. Rendahnya kadar hormon estrogen akan membuat otot-otot leher menjadi kendur dan membuat wanita menjadi mendengkur. Brain Fog Sering lupa, sulit berkonsentrasi, dan tidak mampu menemukan kata-kata yang tepat dapat berhubungan dengan penurunan kadar hormon estrogen. Hal ini dikarenakan tidak hanya estrogen tidak hanya dapat membantu otak menjalankan fungsinya, tetapi juga turut mengatur aliran darah yang masuk ke dalam otak. Gejala ini biasanya hanya berlangsung sementara dan kemampuan berpikir biasanya akan kembali normal setelah menopause. Fatigue/Mudah Lelah Hormon membantu mengatur bagaimana sel-sel tubuh Anda menggunakan energi, jadi saat kadarnya turun, maka kadar energi Anda pun akan ikut turun. Banyak wanita yang baru memasuki masa menopause mengeluhkan badan terus terasa lemas, mudah lelah, dan apatis; walaupun sudah cukup tidur setiap harinya. Akan tetapi, karena gejala yang satu ini juga dapat merupakan gejala dari gangguan tiroid atau kekurangan zat besi, maka ada baiknya bila Anda segera memeriksakan diri ke seorang dokter. Rambut Penurunan kadar hormon estrogen akan menyebabkan penurunan kolagen, protein alami di dalam rambut; sehingga rambut pun akan menjadi rapuh dan mudah rontok. Kecepatan rambut rontok pun akan meningkat, baik pada rambut di kepala maupun pada bagian tubuh lain. Hal ini dikarenakan folikel rambut membutuhkan estrogen untuk proses pertumbuhan rambut. Mulut Hormon estrogen juga penting untuk melumasi membran mukosa seperti mulut. Kadar estrogen yang rendah akan membuat mulut menjadi kering, sehingga bakteri pun lebih mudah berkembang biak dan menyebabkan kerusakan gigi serta gusi berdarah. Hal ini juga dapat merusak tonjolan lidah yang berfungsi sebagai indra perasa, menyebabkan bau mulut, rasa seperti terbakar pada lidah, atau rasa tidak enak pada lidah. Jantung Kekurangan estrogen juga akan menyebabkan stimulasi berlebihan pada saraf dan sistem sirkulasi, yang akan membuat jantung berdenyut lebih cepat dan tidak teratur. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter untuk menyingkirkan kemungkinan adanya gangguan jantung. Paru-paru Karena hormon dan sistem kekebalan tubuh memiliki hubungan yang erat, maka penurunan kadar hormon estrogen dapat membuat gejala alergi semakin memburuk atau Anda mungkin akan mulai mengalami alergi untuk pertama kalinya, terutama asma dan dermatitis. Payudara Kadar hormon yang tidak seimbang dapat menyebabkan hormon progesteron menjadi dominan untuk sesaat. Hal ini dapat memicu terjadinya retensi cairan, yang akan membuat payudara menjadi kencang. Suhu Tubuh Seiring dengan menurunnya kadar hormon estrogen, maka kelenjar hipotalamus (pengatur suhu di dalam tubuh) dapat "ditipu" dan menyangka bahwa tubuh Anda sedang kepanasan, sehingga ia pun akan memicu pembentukan keringat dan hot flushes untuk menurunkan suhu tubuh. Pada hot flushes, Anda mungkin akan merasa panas atau kulit tampak merah secara mendadak. Hot flushes biasanya dimulai pada wajah, leher, atau dada dan kemudian menyebar. Keringat pun akan mulai keluar. Denyut jantung Anda mungkin akan meningkat atau Anda mungkin akan merasa berdebar-debar.   Baca juga: Menopause Pada Pria   Perut/Pencernaan Peningkatan Berat Badan Anda mungkin akan mengalami kesulitan untuk menjaga berat badan tetap ideal karena tubuh Anda akan "berjuang" untuk menyimpan lebih lemak terutama di daerah perut karena lemak berfungsi untuk memproduksi estrogen. Selain itu, karena kadar hormon testosteron juga menurun, maka laju metabolisme tubuh Anda juga akan ikut menurun. Jadi, seorang wanita harus mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsinya bila mereka tidak ingin menjaga berat badannya tetap ideal saat memasuki masa menopause. Perut Kembung Estrogen sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara jumlah air dan empedu di dalam tubuh Anda. Jadi, saat kadarnya menurun, tubuh Anda pun akan cenderung menyimpan lebih banyak air, yang akan membuat Anda merasa kembung. Selain itu, karena tubuh Anda akan memproduksi lebih sedikit empedu, maka Anda pun tidak dapat mencerna lemak dengan baik, yang akan menyebabkan Anda lebih sering buang gas. Berbagai perubahan yang terjadi di dalam usus akan membuat makanan lebih lama tinggal di dalam usus, yang mengakibatkan lebih banyak gas yang terbentuk. Perut kembung saat memasuki masa menopause lebih sering dialami oleh wanita yang juga mengalami hal ini saat mereka masih menstruasi dulu (menunjukkan bahwa usus Anda sensitif terhadap perubahan kadar hormonal). Irritable Bowel Syndrome Otot-otot usus memiliki reseptor estrogen, jadi penurunan kadar hormon estrogen dapat menurunkan tonus otot, melambatkan pergerakan usus, dan memicu terjadinya diare, mual, atau sembelit. Kram Perut Kadar hormon yang sangat fluktuatif dapat menyebabkan terjadinya nyeri perut bawah seperti saat menstruasi.   Kulit/Kuku Tubuh membutuhkan estrogen untuk memproduksi kolagen (protein yang berfungsi untuk menjaga kulit tetap kenyal) dan untuk lubrikasi. Jadi, penurunan kadar hormon estrogen akan membuat kulit menjadi kering, bersisik, dan gatal. Kulit kering dapat membuat Anda merasa seperti ada sesuatu yang berjalan di atas kulit Anda. Kulit juga akan menjadi lebih tipis. Kehilangan kolagen biasanya paling cepat pada awal masa menopause. Kurangnya lubrikasi alami juga akan membuat kuku lebih mudah pecah-pecah.   Otot/Sendi Nyeri dan Kelemahan Otot Estrogen memiliki efek menenangkan bagi tubuh. Jadi penurunan kadar estrogen, akan membuat efek hormon kortisol, hormon stress, menjadi dominan, yang akan membuat otot menjadi kencang dan lelah. Karena semua otot memiliki reseptor estrogen, maka penurunan kadar hormon estrogen akan memicu terjadinya nyeri otot dan mempengaruhi tonus otot. Nyeri Sendi Estrogen juga akan mempengaruhi persendian Anda. Kadar hormon estrogen yang rendah saat menopause dapat menyebabkan rasa nyeri sendi semakin menjadi atau memicu terjadinya nyeri sendi untuk pertama kalinya, yang dikenal dengan nama artritis menopause.   Rahim/Kandung Kemih Perdarahan Hebat Gangguan keseimbangan kadar hormonal dapat menyebabkan perubahan volume darah (darah menstruasi yang keluar dapat menjadi lebih banyak atau lebih sedikit daripada biasanya dan mungkin akan ditemukan bekuan darah) dan frekuensi menstruasi (siklus menstruasi menjadi lebih panjang, lebih pendek, atau tidak teratur). Pada keadaan normal, estrogen akan membuat dinding rahim menebal dan karena tidak ada sel telur yang dikeluarkan (sel telur akan melepaskan hormon progesterone yang berfungsi untuk mengurangi efek penebalan ini), maka dinding rahim yang menebal ini akan menyebabkan volume darah menstruasi menjadi lebih banyak daripada biasanya. Inkontinensia Berkurangnya kolagen karena penurunan kadar hormon estrogen akan menyebabkan jaringan di sekitar kandung kemih menjadi lebih tipis dan tidak terlalu elastis. Jaringan di sekitar otot-otot panggul juga akan melemah, yang akan menyebabkan air kemih "bocor" saat Anda batuk, tertawa, bersin, atau membuat Anda menjadi lebih sering buang air kecil, atau sering mengalami infeksi saluran kemih.   Seks Penurunan Gairah Seksual Penurunan kadar hormon estrogen akan membuat sensitivitas di daerah vagina berkurang dan juga akan mempengaruhi kemampuan seorang wanita untuk mencapai orgasme. Kadar hormon progesteron yang menurun juga akan menyebabkan gairah seksual menurun, karena progesteron berfungsi untuk menstimulasi produksi hormon testosteron, yang merupakan hal penting bagi gairah seksual. Vagina Kering Membran mukosa pada dinding vagina akan menjadi kering; yang akan membuat vagina terasa gatal, panas, atau terasa seperti terbakar, dan mungkin terasa nyeri saat berhubungan intim.   Pemeriksaan Apa yang Dapat Dilakukan Untuk Mendeteksi Menopause? Walaupun tidak ada pemeriksaan yang dapat menentukan apakah Anda memang sudah memasuki masa menopause atau belum, akan tetapi ada beberapa pemeriksaan darah yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah Anda sudah menuju masa menopause atau belum. Pemeriksaan darah yang dimaksud adalah pemeriksaan kadar FSH (follicle stimulating hormone). Hormon ini diproduksi oleh tubuh untuk menstimulasi indung telur untuk memproduksi sel telur. Karena indung telur tidak lagi bekerja sebagaimana mestinya saat seorang wanita mulai memasuki masa menopause, maka tubuh Anda meningkatkan produksi FSH di dalamnya untuk membuat indung telur kembali "bekerja" dengan baik. Karena kadar FSH sangat fluktuatif dari bulan ke satu ke bulan berikutnya, maka pemeriksaan kadar FSH biasanya dilakukan 2 kali dengan jarak 6 minggu. Bila dari 2 pemeriksaan yang dilakukan kadar FSH lebih dari 25 (kadar normal FSH adalah 4.7-21.5), maka hal ini menunjukkan bahwa Anda telah mulai memasuki masa menopause. Beberapa orang dokter mungkin juga akan menganjurkan Anda untuk memeriksa kadar hormon estrogen. Kadar hormon estrogen normal adalah antaa 30-400. Kadar hormon estrogen yang kurang dari 30 menunjukkan bahwa Anda telah mulai memasuki masa menopause. Pemeriksaan lainnya yang dapat membantu mendeteksi menopause adalah mengukur kadar Anti-Mullerian Hormone (AMH), yang dapat memberikan perkiraan berapa jumlah sel telur yang masih tersisa. Selain itu, dokter Anda mungkin juga akan menganjurkan Anda untuk melakukan pemeriksaan fungsi tiroid karena gangguan pada kelenjar tiroid juga dapat menyebabkan terjadinya berbagai gejala yang mirip dengan gejala menopause seperti berdebar-debar, perubahan mood, dan badan lesu. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: dailymail
 06 Jul 2019    18:00 WIB
Kenapa Wanita Bisa Memiliki Bulu Seperti Pria?
Sama seperti pria, wanita juga memiliki rambut di daerah wajah. Biasanya wanita memiliki bulu yang lebih sedikit dan lebih halus dibandingkan dengan pria. Namun ada beberapa wanita yang memiliki bulu rambut gelap dan tebal. Mengapa hal ini bisa terjadi: Ada beberapa penyebab mengapa wanita memiliki bulu yang lebih banyak dan berwarna lebih gelap, seperti: Keturunan: Jika ibu Anda memiliki kelebihan rambut wajah maka Anda cenderung akan mengalami hal yang sama. Genetika memainkan peran penting. Stres: Stres menyebabkan perubahan hormonal di dalam tubuh. Perubahan hormonal memiliki dampak negatif pada kesehatan secara keseluruhan dan juga dapat menyebabkan terjadinya pertumbuhan rambut berlebih. Perubahan hormonal: Perempuan memiliki perubahan hormon dalam tubuh mereka pada berbagai tahap kehidupan. Perubahan hormon terjadi selama masa remaja, kehamilan dan menopause. Hal ini dapat menyebabkan kelebihan rambut pada daerah wajah. Pertumbuhan rambut juga bisa disebabkan oleh adanya tumor pada kelenjar yang mengontrol hormon. Seperti tumor di kelenjar adrenal dan ovarium dapat menyebabkan perubahan hormonal. Gangguan hormonal seperti jerawat dan berat badan berlebih juga bisa memicu pertumbuhan rambut wajah. Menopause: Hormon androgen atau hormon laki-laki dalam darah dapat meningkat setelah menopause menyebabkan rambut wajah menjadi banyak dan tebal. Krim steroid: Kadang-kadang krim steroid dapat menyebabkan pertumbuhan rambut berlebih. Biasanya krim pemutih mengandung bahan ini. Ras atau etnis: Wanita dari kelompok etnis tertentu memiliki risiko mengalami pertumbuhan rambut yang lebat pada wajah dan bagian lain dari tubuh. Perempuan dari Timur Tengah, Asia Selatan dan keturunan Mediterania rentan terhadap pertumbuhan rambut berlebih. Baca juga: Minyak Rambut Herbal Untuk Rambut Sehat Sumber: stylecraze
 04 Jun 2019    18:00 WIB
Bagaimana Cara Agar Kadar Esterogen Tetap Stabil ?
Estrogen adalah hormon alami yang dimiliki oleh pria dan wanita. Estrogen akan menjaga seseorang untuk menjadi lebih sehat terutama wanita. Wanita adalah mahkluk yang luar biasa, kadar estrogen dalam dirinya yang tinggi akan selalu menjaga tubuhnya dan menghindari dirinya dari berbagai macam penyakit. Hal inilah yang menyebabkan seorang wanita mudah mengalami beberapa penyakit seperti penyakit jantung, osteoporosis dan beberapa penyakit lain saat sudah mengalami menopause. Pada masa ini maka kadar hormon estrogen dalam tubuh wanita akan menurun dratis. Untuk membantu menjaga tubuh Anda para wanita, maka ada beberapa hal yang harus dilakukan terutama untuk Anda yang sedang menjelang masa menopause dan sudah mengalami masa menopause. Selain terapi estrogen yang diberikan oleh dokter, ada beberapa cara yang dapat membantu untuk menjaga kadar hormon estrogen dalam tubuh Anda. Berikut adalah cara menjaga kadar hormon estrogen dalam tubuh: Berhenti merokok Anda mungkin sudah banyak mendengar kampanye yang meminta Anda untuk berhenti merokok. Iya, hal ini memang benar karena rokok tidak hanya memicu banyak penyakit namun juga memiliki efek buruk pada kadar hormon estrogen. Kandungan nikotin dan bahan kimia lain dalam rokok memiliki pengaruh buruk terhadap sistem endokrin, serta menghambat kemampuan tubuh untuk menghasilkan estrogen secara efektif. Sehingga seorang wanita perokok lebih mudah mengalami gangguan menstruasi, mengalami kemandulan dan menoupause dini. Olahraga teratur Tidak bosan-bosannya Kami mengingatkan pentingnya melakukan olahraga dengan teratur. Estrogen dibutuhkan oleh tubuh namun bila jumlahnya berlebihan maka bisa meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita, sehingga untuk menjaga kadar hormon estrogen tetap stabil dalam tubuh adalah dengan melakukan olahraga secara teratur yaitu 3 kali dalam seminggu dan minimal 30 menit dalam sehari. Diet sehat Agar sistem endokrin Anda dapat bekerja dengan baik, maka membutuhkan kadar estrogen yang normal. Untuk menjaga kadar hormon estrogen untuk tetap stabil adalah dengan banyak mengkonsumsi makanan sehat seperti: Kacang kedelai dan produk yang terbuat dari kacang kedelai Produk berbahan kacang kedelai, terutama tahu mengandung genistin, yang merupakan senyawa tanaman dengan efek menyerupai estrogen. Selain itu kandungan isoflavon juga merangsang produksi estrogen dalam tubuh. Satu cangkir kedelai mengandung 24 mg isoflavon atau 103.920 mcg fitoestrogen per 100 g . Biji rami Biji rami mengandung fitoestrogen yang disebut dengan lignan. Biji rami mengandung fitoestrogen paling tinggi: 379.380 mcg per 100 g, dan sekitar 85,5 mg lignan dalam satu ons biji rami. Tahu Tahu dibuat dari kedelai yang tinggi fitoestrogen atau yang disebut isoflavon. 3 ons tahu menawarkan 20 mg isoflavon atau sekitar 27,150.1 mcg fitoestrogen per 100 g . Biji wijen Biji wijen juga mengandung fitoestrogen yang dikenal dengan lignan. Satu ons biji wijen mengandung 11,2 mg lignan, atau 8008.1mcg fitoestrogen 100 g. Buncis Kacang buncis memberikan 993 mcg fitoestrogen per 100 gr. Jaga terus kesehatan Anda dengan melakukan hal-hal diatas, ingat menjaga kesehatan Anda sebelum penyakit datang adalah hal yang terbaik yang dapat Anda lakukan. Dan hal diatas bukan hanya harus dilakukan oleh wanita yang menjelang masa menopause saja, namun bisa dimulai dari usia muda. Baca juga: Berapakah Kadar Estrogen yang Normal? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: wikihow
 15 May 2019    11:00 WIB
5 Hormon Yang Menyebabkan Perubahan Pada Wanita Setiap Bulannya
Perubahan keseimbangan hormonal merupakan hal yang dialami oleh semua wanita setiap bulannya. Berbagai perubahan ini dapat mempengaruhi menstruasi, kesuburan, gairah seks, keadaan mental, siklus tidur, dan bahkan nafsu makan seorang wanita. Di bawah ini Anda dapat melihat 5 jenis hormon yang mengalami perubahan setiap bulannya, apa dampaknya pada tubuh Anda, dan bagaimana cara mengatasinya.  1.      Estrogen Estrogen atau estradiol merupakan hormon yang berfungsi untuk menyiapkan rahim untuk penempelan embrio (kehamilan). Kadar estrogen yang stabil dapat meningkatkan gairah seksual dan juga menguatkan sistem kekebalan tubuh. Karena estrogen mengirimkan sinyal "bertumbuh" ke setiap sel tubuh Anda, mulai dari payudara hingga tulang, maka berapa banyak kadar estrogen di dalam tubuh dapat menimbulkan beberapa perbedaan. Kadar estrogen yang terlalu tinggi dapat menyebabkan timbulnya gejala premenstrual berat, gangguan kesuburan, dan bahkan kanker payudara. Akan tetapi, kadar estrogen yang terlalu rendah justru dapat menyebabkan terjadinya osteoporosis (pengeroposan tulang). Untuk menjaga kestabilan kadar estrogen, maka hal penting yang perlu Anda lakukan adalah menjaga berat badan Anda. Terlalu kurus dapat mengganggu proses pembentukan estrogen, sedangkan terlalu gemuk dapat membuat sel-sel lemak ekstra tersebut menghasilkan suatu jenis estrogen yang mengganggu fungsi estradiol. Oleh karena itu, pastikan indeks massa tubuh Anda berada di antara 18.5-30.  2.      Progesteron Progesteron berfungsi untuk membentuk dinding rahim setiap bulannya. Jika tidak terjadi pembuahan atau kehamilan, maka kadar progesteron pun akan menurun dan memicu terjadinya menstruasi. Selain itu, progesteron juga memiliki efek sedatif ringan yang dapat membuat tidur Anda lebih nyenyak di malam hari. Akan tetapi, progesteron juga dapat menyebabkan air tertahan di dalam tubuh (retensi cairan), perut kembung, dan sembelit. Untuk menjaga keseimbangan kadar hormon ini selama kehamilan, maka Anda tidak perlu mengkonsumsi obat-obatan tertentu, bermeditasi selama 5 menit saja setiap harinya dapat membantu.  3.      Testosteron Testosteron ternyata bukan hanya dimiliki oleh kaum pria, tetapi juga para wanita. Hormon ini turut berperan dalam pengaturan ovulasi dan gairah seksual. Memiliki kadar testosteron yang berlebihan dapat menyebabkan timbulnya jerawat, ketombe, dan tumbuhnya bulu di wajah atau tempat lainnya. Akan tetapi, kadar testosteron yang rendah dapat menyebabkan penurunan gairah seksual. Seperti halnya estrogen, kadar testosteron yang berlebihan telah banyak dihubungkan dengan obesitas. Oleh karena itu, pastikan Anda menjaga berat badan Anda tetap dalam batas normal. Jika kadar testosteron di dalam tubuh Anda rendah, maka konsumsilah makanan yang mengandung banyak seng yang dapat membantu meningkatkan kadar testosteron Anda.  4.      Prolaktin Prolaktin merupakan hormon yang dihasilkan di otak, yang berfungsi untuk mengatur pelepasan sel telur dan menstimulasi produksi ASI pada wanita yang baru melahirkan. Walaupun sangat jarang terjadi, kadar prolaktin yang terlalu tinggi dapat menyebabkan penurunan gairah seksual dan menimbulkan berbagai gejala seperti menopause. Kadar prolaktin yang sedikit meningkat dapat mengganggu proses ovulasi (menghambat proses ovulasi). Kadar prolaktin yang normal setelah melahirkan dapat mempercepat proses penurunan berat badan. Untuk mencegah peningkatan kadar hormon prolaktin, pastikan Anda memiliki waktu tidur yang cukup karena kurang tidur dapat menyebabkan peningkatan kadar hormon stress seperti kortisol dan prolaktin. Untuk memperoleh tidur yang cukup, pastikan Anda tidur selama 7-8 jam setiap malamnya.  5.      FSH/LH Hormon FSH berfungsi untuk membuat sel-sel telur di dalam organ reproduksi Anda matang, sedangkan hormon LH berfungsi untuk membantu pelepasan sel-sel telur yang telah matang tersebut. Kadar hormon FSH/LH yang normal dapat membantu menjaga keseimbangan kadar hormon progesteron, sedangkan peningkatan kadar hormon FSH telah banyak dihubungkan dengan terjadinya gangguan daya ingat, insomnia, dan jerawat. Untuk menjaga keseimbangan kadar kedua hormon ini, pastikan Anda membatasi konsumsi minuman beralkohol Anda, terutama bila Anda ingin segera hamil dalam waktu dekat. Mengkonsumsi lebih dari 2 gelas minuman beralkohol setiap harinya dapat mengganggu keseimbangan kadar kedua hormon tersebut.     Sumber: womenshealthmag
 29 Mar 2019    16:00 WIB
Bangun Tidur Keringat Menetes Deras ? Ini Dia Penyebabnya
Bingung mengapa selama beberapa hari terakhir Anda selalu terbangun dengan baju basah kuyup padahal Anda tidak melakukan sesuatu hal yang membuat Anda dapat berkeringat deras? Menurut sebuah penelitian, berkeringat di malam hari merupakan suatu hal yang sangat sering terjadi. Akan tetapi, apakah hal ini merupakan hal yang normal terjadi atau ada gangguan kesehatan lain yang menyebabkannya?   Perubahan Kadar Hormonal Pada wanita, penyebab tersering dari berkeringat di malam hari adalah rendahnya kadar hormon estrogen atau kadar hormon estrogen yang sedang berfluktuasi. Perubahan kadar hormonal ini biasanya terjadi pada wanita yang baru saja melahirkan, mengkonsumsi pil KB, sedang memasuki masa perimenopause, dan telah memasuki masa menopause. Berbagai keadaan di atas dapat memicu seorang wanita berkeringat di malam hari, baik ringan maupun sangat ekstrim hingga pakaiannya basah kuyup di malam hari. Bila Anda terus saja berkeringat di malam hari, maka hal ini dapat membuat kelenjar adrenal Anda "stress", yang justru akan membuat Anda merasa sangat lelah, mengalami depresi, dan bahkan mengalami peningkatan berat badan. Untuk mengatasinya, dianjurkan agar Anda berkonsultasi dengan seorang dokter spesialis kandungan. Terapi hormon biasanya dapat membantu mengatasi keringat berlebih tersebut.   Baca juga: 8 Penyebab Timbulnya Keringat dan Cara Mengatasinya   Obat-obatan Obat-obatan merupakan penyebab lain dari keringat pada malam hari. Sekitar 22% orang yang mengkonsumsi obat anti depresi berkeringat di malam hari.   Kadar Gula Darah Rendah Kadar gula darah yang rendah juga dapat membuat tubuh Anda menghasilkan lebih banyak keringat daripada biasanya. Keadaan ini biasanya ditemukan pada orang-orang yang mengkonsumsi insulin atau obat anti diabetes oral. Bila Anda mengalami hal ini, segera periksakan diri ke dokter Anda sehingga dokter dapat mengatur kembali dosis obat Anda atau mengganti jenis obat yang digunakan sehingga kadar gula darah Anda tidak terlalu rendah di malam hari dan membuat Anda berkeringat deras.   Hiperhidrosis Hiperhidrosis merupakan suatu keadaan di mana tubuh Anda memproduksi lebih banyak keringat daripada seharusnya walaupun tidak ditemukan penyebab medis tertentu. Penderita biasanya berkeringat lebih banyak hanya di beberapa bagian tubuhnya sementara bagian tubuh lainnya kering. Beberapa bagian tubuh yang biasanya lebih banyak berkeringat adalah telapak tangan, telapak kaki, ketiak, dan kepala. Akan tetapi, hiperhidrosis tidak hanya terjadi di malam hari. Keringat berlebih ini biasanya terjadi di sepanjang hari.   Infeksi Penyebab lain yang lebih serius dari keringat malam hari adalah adanya infeksi atau penyakit lain seperti infeksi bakteri, tuberkulosis, HIV, leukemia, dan kanker (terutama limfoma atau kanker kelenjar getah bening). Bila disebabkan oleh berbagai gangguan kesehatan tersebut, selain keringat di malam hari, penderita biasanya juga akan mengalami penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas dan demam.   Apa yang Dapat Anda Lakukan Untuk Mencegah Berkeringat di Malam Hari? Mulailah dengan menyesuaikan suhu kamar tidur Anda, gunakan pakaian tidur yang lebih tipis, dan hindari berbagai jenis pemicu keringat seperti makanan pedas dan minuman beralkohol. Selain itu, mengatasi stress biasanya juga dapat membantu mengurangi keparahan keringat. Akan tetapi, bila Anda terus saja berkeringat di malam hari atau ada gejala lain yang menyertainya, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 11 Mar 2019    18:00 WIB
Manfaat Hormon Oksitosin Dalam Tubuh
Hai guys! pernah dengar nama hormon Oksitosin? Ada yang bilang ini "hormon cinta"; ada juga yang bilang ini "hormon pelukan" bahkan tidak sedikit orang bilang ini "hormon ibu yang akan melahirkan", hmm…yang benar yang mana nih. Untuk jelasnya, mari kita bahas bersama. Apa sih Hormon Oksitosin sebenarnya? Oksitosin diproduksi di hipotalamus dan disekresikan ke dalam aliran darah oleh kelenjar hipofisis posterior. Sekresi tergantung pada aktivitas listrik neuron di hipotalamus - dilepaskan ke dalam darah ketika sel-sel ini bersemangat. Dua tindakan utama oksitosin dalam tubuh adalah kontraksi rahim selama proses persalinan dan menyusui. Oksitosin merangsang otot uterus untuk berkontraksi dan juga meningkatkan produksi prostaglandin, yang meningkatkan kontraksi lebih lanjut. Oksitosin yang diproduksi terkadang diberikan untuk menginduksi persalinan jika belum dimulai secara alami atau dapat digunakan untuk memperkuat kontraksi untuk membantu persalinan. Selain itu, oksitosin yang diproduksi sering diberikan untuk mempercepat pengiriman plasenta dan mengurangi risiko perdarahan berat dengan berkontraksi rahim. Selama menyusui, oksitosin mendorong pergerakan ASI ke payudara, sehingga dapat dikeluarkan melalui puting susu. Oksitosin juga ada pada pria, berperan dalam pergerakan sperma dan produksi testosteron oleh testis. Baru-baru ini, oksitosin telah disarankan untuk menjadi pemain penting dalam perilaku sosial. Di otak, oksitosin bertindak sebagai pembawa pesan kimia dan telah terbukti penting dalam perilaku manusia termasuk gairah seksual, pengakuan, kepercayaan, kecemasan, dan ikatan ibu-bayi. Akibatnya, oksitosin disebut sebagai 'hormon cinta' atau 'bahan kimia peluk'. Bagaimana cara mengontrol oksitosin? Oksitosin dikendalikan oleh mekanisme umpan balik positif di mana pelepasan hormon menyebabkan tindakan yang merangsang lebih banyak pelepasannya sendiri. Ketika kontraksi uterus mulai, misalnya, oksitosin dilepaskan, yang merangsang lebih banyak kontraksi dan lebih banyak oksitosin yang akan dilepaskan. Dengan cara ini, kontraksi meningkatkan intensitas dan frekuensi. Ada juga umpan balik positif yang terlibat dalam refleks pengeluaran air susu. Ketika bayi mengisap payudara ibunya, stimulasi menyebabkan sekresi oksitosin ke dalam darah, yang kemudian menyebabkan ASI diturunkan ke dalam payudara. Oksitosin juga dilepaskan ke otak untuk membantu merangsang sekresi oksitosin lebih lanjut. Proses-proses ini membatasi diri; produksi hormon dihentikan setelah bayi dilahirkan atau ketika bayi berhenti menyusui. Apa yang terjadi jika kita memiliki terlalu banyak oksitosin? Saat ini, implikasi dari memiliki terlalu banyak oksitosin tidak jelas. Kadar tinggi telah dikaitkan dengan hiperplasia prostat jinak, suatu kondisi yang mempengaruhi prostat pada lebih dari setengah pria di atas usia 50 tahun. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam buang air kecil. Dimungkinkan untuk mengobati kondisi ini dengan memanipulasi kadar oksitosin; Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum perawatan yang mungkin tersedia. Apa yang terjadi jika kita memiliki oksitosin terlalu sedikit? Demikian pula, itu tidak sepenuhnya dipahami saat ini jika ada implikasi dari memiliki oksitosin terlalu sedikit dalam tubuh. Kurangnya oksitosin pada ibu menyusui akan mencegah refleks pengeluaran ASI dan mencegah menyusui. Kadar oksitosin yang rendah telah dikaitkan dengan autisme dan gangguan spektrum autis (mis. Asperger syndrome) - elemen kunci dari gangguan ini adalah fungsi sosial yang buruk. Beberapa ilmuwan percaya oksitosin dapat digunakan untuk mengobati gangguan ini. Selain itu, oksitosin rendah telah dikaitkan dengan gejala depresi dan telah diusulkan sebagai pengobatan untuk gangguan depresi. Tetapi pada umumnya hal ini digunakan untuk terapi kejiwaan. Oksitosin telah diusulkan sebagai pengobatan yang mungkin untuk fobia sosial, autisme, dan depresi pascapersalinan. Para ilmuwan telah mengusulkan bahwa itu mungkin membantu meningkatkan kesejahteraan interpersonal dan individu, dan bahwa itu dapat memiliki aplikasi untuk orang dengan beberapa gangguan neuropsikiatri. Mereka percaya itu bisa membantu kita yang menghindari interaksi sosial, dan kita yang mengalami ketakutan yang terus-menerus dan ketidakmampuan untuk mempercayai orang lain. Anak-anak dengan autisme dapat mengambil manfaat dari oksitosin, kata beberapa peneliti. Pada 2013, sebuah penelitian kecil menunjukkan bahwa kadar oksitosin di otak mempengaruhi bagaimana 17 anak merasakan serangkaian gambar sosial dan non-sosial. Oksitosin juga dapat berperan dalam manajemen kemarahan. Penelitian telah menunjukkan bahwa polimorfisme tertentu dari gen reseptor oksitosin (OXTR) dikaitkan dengan kecenderungan yang meningkat untuk bereaksi dengan marah terhadap situasi. Secara khusus, perbedaan dalam ekspresi gen OXTR tampaknya mempengaruhi pengaturan hubungan antara alkohol dan perilaku agresif. So guys, demikianlah penjelasan tentang hormon Oksitosin. Moga artikel hari ini sangat membantu kita semua untuk lebih memahami hormon Oksitosin yang terdapat dalam tubuh kita sendiri. Melepaskannya dan mengendalikannya secara bijaksana. Salam sehat!!!   Sumber : www.livescience.com, psychcentral.com, www.medicalnewstoday.com, www.healthline.com, www.sciencedirect.com, www.worldofmolecules.com, 
 15 Jan 2019    18:00 WIB
Ternyata Ini Manfaat Masturbasi Pada Wanita
Masturbasi sering dianggap sebagai topik tabu dan wanita yang melakukan masturbasi selalu dianggap melakukan hal tidak etis dan tidak bermoral. Namun, ternyata masturbasi pada wanita memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Berikut adalah alasan mengapa keuntungan wanita melakukan masturbasi: Masturbasi akan meningkatkan percaya diri Masturbasi akan memberikan sensasi perasaan yang bebas dan membuat Anda merasa lebih baik. Masturbasi akan membuat Anda merasakan orgasme sehingga membantu Anda mengontrol tubuh Anda. Secara keseluruhan akan membantu meningkatkan kepercayaan diri dan seksual. Membantu Anda mengerti akan tubuh Anda dan titik-titik rangsangan di tubuh Anda Masturbasi akan membuat pikiran Anda ke alam fantasi Anda. Ini akan membantu Anda mengetahui tentang keinginan Anda. Hal ini membantu Anda untuk lebih mengerti tentang tubuh Anda dan titik-titik ditubuh Anda yang akan menimbulkan rangsangan yang hebat. Meningkatkan kesehatan mental Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa masturbasi dapat membantu meredakan ketegangan dan stress. Bahan kimia yang dilepaskan selama aktivitas yang menyenangkan ini membantu meredakan depresi secara alami. Masturbasi juga memicu pelepasan hormon dopamin dan epinefrin yang membantu meningkatkan mood seseorang. Meningkatkan kesehatan seksual Selama melakukan masturbasi, tindakan ini akan membuat rahim berkontraksi. Kegiatan ini memperkuat otot vagina. Hal ini menyebabkan vagina mengeluarkan cairan lubrikasi yang membilas bakteri jahat penyebab infeksi, sehingga membantu menjaga kesehatan vagina. Membuat Anda tidur lebih nyenyak Masturbasi juga bertindak sebagai obat alami untuk dapat tidur lebih nyenyak. Ketika Anda masturbasi, ada sejumlah hormon yang dikeluarkan, hormon tersebut membantu menenangkan Anda dan membantu untuk mudah tertidur. Sumber: healthmeup
 27 May 2018    08:00 WIB
Mengapa Mr. P Selalu Ereksi Saat Bangun Tidur???
Bagi para pria, ereksi saat bangun tidur bukanlah suatu hal yang baru. Bila keadaan kesehatan mereka cukup baik, maka mereka pasti akan mengalami hal ini. Akan tetapi, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa ereksi bisa terjadi walaupun tidak ada stimulasi seksual apapun?   Ereksi di pagi hari atau yang juga dikenal dengan nama nocturnal penile tumescence (NPT) merupakan ereksi spontan yang terjadi saat seorang pria tidur atau terbangun. Keadaan ini akan dialami oleh setiap pria yang tidak mengalami disfungsi ereksi. NPT biasanya terjadi sebanyak 3-5 kali selama tidur.   Yang unik adalah NPT ini sebenarnya sudah mulai terjadi saat seorang pria masih berada di dalam kandungan ibunya, yang akan terus berlangsung hingga seumur hidup. Seperti halnya pria, para wanita pun mengalami ereksi klitoris dan pembengkakan vagina saat mereka tidur. Bahkan, beberapa hewan mamalia juga mengalami NPT.   Hingga saat ini para ahli masih belum mengetahui apa penyebab pasti dari terjadinya NPT. Walaupun demikian, mereka memiliki beberapa dugaan penyebab. Karena NPT dan ereksi klitoris berhubungan dengan fase tidur REM (rapid eye movement), maka para ahli menduga bahwa NPT dan ereksi klitoris terjadi akibat penurunan aktivitas sel-sel noradrenergik (sel saraf yang berfungsi untuk melepaskan noradrenalin). Karena sel-sel ini berfungsi untuk menghambat ereksi penis, maka penurunan aktivitasnya diduga dapat memicu terjadinya ereksi.   Teori lainnya adalah bahwa terjadinya NPT dipicu oleh pelepasan nitrit oksida. Nitrit oksida dilepaskan oleh sel-sel yang berada di dalam dinding pembuluh darah, yang akan membuat otot-otot halus menjadi rileks dan pembuluh darah melebar. Karena pelebaran pembuluh darah ini, maka aliran darah yang masuk ke dalam penis pun akan meningkat, sehingga ereksi pun terjadi. Pelepasan nitrit oksida ini diduga berlangsung pada fase tidur REM karena meningkatnya aktivitas otak di daerah pons.   Baca juga: Para Pria Dengan Alat Kelamin Teraneh di Dunia   Akan tetapi, mengapa hal ini (ereksi saat tidur dan terbangun) perlu terjadi? Para ahli menduga hal ini justru berguna bagi kesehatan penis para pria. Ereksi akan membuat jaringan erektil (corpora cavernosa) membengkak, yang akan meningkatkan pasokan oksigen jaringan tersebut. Proses oksigenasi ini berfungsi untuk menjaga kelangsungan hidup jaringan erektil tersebut dan membantu mencegah terjadinya fibrosis cavernosa, suatu keadaan yang pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi.   Teori lainnya adalah bahwa ereksi spontan ini diperlukan untuk mencegah seorang pria mengompol saat tidur. Sebenarnya ada 2 jenis ereksi, yaitu ereksi psikogenik dan ereksi refleks. Ereksi psikogenik terjadi saat seorang pria mengalami stimulasi seksual, baik yang berasal dari pikirannya sendiri atau stimulasi dari luar.   Sementara itu, ereksi refleks merupakan proses yang tidak disadari, yang terjadi tanpa adanya pikiran tentang seks dan diduga dapat dipicu oleh penuhnya kandung kemih. Hal ini dikarenakan saraf yang berfungsi untuk mengatur ereksi juga dapat terstimulasi oleh penuhnya kandung kemih. Dan karena seorang pria akan sulit buang air kecil saat penisnya mengeras, maka banyak ahli menduga ereksi spontan ini bertujuan untuk mencegah seorang pria mengompol saat tidur. Walaupun demikian, banyak ahli yang meragukan teori yang satu ini karena tubuh memiliki banyak cara lainnya untuk mencegah seorang pria dari mengompol saat tidur daripada dengan berereksi, lagipula keinginan untuk buang air kecil di malam hari juga dialami oleh para wanita.   Oleh karena itu, tampaknya NPT ini memang berfungsi untuk menjaga kesehatan penis para pria. Jadi, daripada merasa terganggu, bersyukurlah bahwa Anda mengalaminya. Hal ini merupakan pertanda bahwa penis Anda masih berada dalam kondisi prima.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.     Sumber: iflscience
 20 Apr 2018    11:00 WIB
Kenali Hormon Penting Dalam Tubuh Dan Bagaimana Cara Menjaga Agar Kadarnya Selalu Seimbang
Tubuh kita adalah ekosistem yang rapuh dan harus dijaga dengan baik. Apapun yang kita makan dan kebiasaan baik atau buruk semuanya mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan termasuk kadar hormon kita. Hormon berperan penting dalam tubuh apabila berlebihan atau kekurangan dapat berdampak pada tubuh.   Untungnya, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan setiap hari yang bisa membantu agar kadarnya selalu seimbang: Testosteron Hormon laki-laki yang paling terkenal, testosteron, bukan hanya mempengaruhi kejantanan seorang pria namun juga mempengaruhi kekuatan tulang dan otot, sangat penting bagi perkembangan pria selama masa pubertas dan saat dewasa dibutuhkan pria untuk memproduksi sperma. Kadarnya yang cukup akan mempengaruhi libido dan energi untuk melakukan hubungan intim.   Cara Menjaga Agar Seimbang: Makanan memainkan peran besar dalam kadar testosteron. Menurut Men's Fitness, produk kedelai seperti edamame dan tahu, tepung putih atau terlalu banyak alkohol semuanya bisa mengurangi kadar hormone testosterone. Sedangkan anggur, tuna, delima dan telur sebagai makanan yang meningkatkan kadar testosteron. Estrogen Hormon wanita yang mengatur siklus haid dan mempengaruhi pertumbuhan payudara sekaligus melindungi tulang. Hormon estrogen adalah hormon yang menjadi pelindung wanita, bila kadar hormon estrogen seimbang maka dapat melindungi Anda dari berbagai macam penyakit seperti sakit jantung, masalah pada sendi dan lain-lain.   Cara Menjaga Agar Seimbang: Makanan juga berpengaruh pada hormon estrogen Menstabilkan berat badan Anda dapat membantu mempertahankan kadar estrogen, karena kekurangan berat badan dapat mengurangi produksi hormon tubuh, menurut Livestrong, sementara kadar estrogen tinggi, terkait dengan kanker payudara dan obesitas. Untuk menjaga kadarnya tetap stabil maka disarankan Anda untuk konsumsi biji-bijian, kedelai, buah-buahan dan sayuran segar yang dapat membantu mempertahankan kadar estrogen yang sehat, terutama brokoli, kembang kol dan kol. Adrenalin Hormon ini terkait dengan stres, memberi kita energi selama situasi "melawan"  dengan membuka saluran udara kita, mendorong darah ke otot  dan yang paling penting meningkatkan kekuatan. Tapi bila kadar hormon adrenalin meningkat namun tidak dalam keadaan tubuh bekerja maka bisa menyebabkan pusing, mudah tersinggung, gelisah dan gejala terkait kegelisahan lainnya. Salah satu cara terbaik untuk mengendalikan adrenalin adalah dengan mengatur stres.   Cara Menjaga Agar Seimbang: Beberapa cara alami untuk mengurangi stres meliputi meditasi dan aktivitas fisik. Latihan melatih pikiran juga telah ditunjukkan untuk mengurangi kecemasan, memfokuskan kembali indra ke lingkungan sekitar. Latihan tersebut bisa mencakup napas dalam-dalam, minum minuman panas atau hanya mendengarkan suara di sekitar Anda. Kortisol Ini adalah hormon lain yang terkait dengan stres. Kortisol "menjaga keseimbangan cairan dan tekanan darah," menurut Huffington Post. Di luar situasi yang penuh tekanan tersebut, juga mempengaruhi libido, kekebalan tubuh dan saluran pencernaan. Tapi bila kadar terlalu berlebihan secara kronis dapat menekan sistem kekebalan tubuh, menurunkan gairah seks dan meningkatkan tekanan darah, sekaligus berkontribusi terhadap perubahan fisik seperti jerawat dan obesitas.   Cara Menjaga Agar Seimbang: Mengelola stres Anda seperti Anda akan mengatur adrenalin akan memiliki efek serupa pada kortisol. Insulin Hormon yang membantu mengatur kadar gula darah dalam tubuh. Apabila seseorang mengalami penurunan fungsi insulin maka bisa mengalami peningkatan kadar gula darah yang berujung pada kencing manis. Olahraga yang tepat dapat bermanfaat untuk menjaga kadar insulin, terutama untuk penderita diabetes, karena meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin dan insulin dapat bekerja dengan baik.   Cara Menjaga Agar Seimbang: Dengan melakukan pola hidup yang baik, perhatikan makanan yang dimakan dan melakukan olahraga teratur. Bagi penderita diabetes, kuncinya adalah mengawasi kadar insulin, gula darah dan tidak berolahraga terlalu banyak. Terlalu banyak aktivitas fisik tanpa menyesuaikan kadar gula darah seperti hanya mengonsumsi makanan ringan dapat menyebabkan hipoglikemia, yaitu saat gula darah turun terlalu rendah dan berpotensi menyebabkan masalah kesehatan yang serius.   Baca juga: Apakah Orang Yang Mengalami Kencing Manis Boleh Puasa?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: medicaldaily