Your browser does not support JavaScript!
 02 Nov 2019    11:00 WIB
Cacar Ular, Mungkinkah Kembali Terjadi?
Jika Anda pernah mengalami serangan herpes atau yang biasa dikenal dengan istilah cacar ular, maka Anda mungkin tidak akan mengalaminya kembali. Akan tetapi, hal ini bukan berarti infeksi tidak dapat kembali terjadi. Infeksi berulang jarang sekali terjadi. Herpes terjadi saat virus herpes zoster yang merupakan penyebab terjadinya cacar air kembali aktif dan menyerang suatu kumpulan saraf perifer pada tubuh penderita.   Siapa yang Beresiko? Para ahli tidak mengetahui secara pasti mengapa seseorang dapat terinfeksi herpes lebih dari 1 kali. Para ahli hanya mengetahui bahwa infeksi berulang biasanya lebih sering terjadi pada orang dengan daya tahan tubuh yang lemah. Akan tetapi, bila Anda memiliki daya tahan tubuh yang sehat, maka kemungkinan Anda untuk kembali menderita infeksi herpes sangatlah rendah. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang berusia lebih dari 60 tahun hanya memiliki kemungkinan sebayak 1% untuk menderita infeksi herpes dalam waktu 3 tahun. Jadi, bila Anda pernah terinfeksi oleh herpes, maka resiko Anda untuk terkena kembali pun menjadi semakin rendah. Sebuah penelitian lainnya menunjukkan bahwa dalam waktu 7 tahun, kemungkinan untuk mengalami infeksi herpes kembali akan meningkat hingga hampir 6% pada orang yang berusia 22 tahun dan lebih. Seseorang akan menjadi lebih rentan terhadap infeksi herpes ulangan bila: Pernah mengalami nyeri hebat akibat infeksi herpes yang berlangsung lebih dari 30 hari Berjenis kelamin perempuan Berusia 50 tahun atau lebih saat pertama kali mengalami infeksi herpes Memiliki daya tahan tubuh yang lemah karena menderita suatu gangguan kesehatan tertentu seperti leukemia, limfoma, HIV, atau karena mengkonsumsi obat-obatan yang menurunkan daya tahan tubuh   Apakah Infeksi Akan Berulang di Tempat yang Sama? Bila Anda pernah menderita serangan herpes di daerah wajah, maka serangan herpes berikutnya kemungkinan besar tidak akan kembali terjadi di tempat yang sama. Secara keseluruhan, serangan herpes paling sering terjadi pada bagian tubuh atau wajah. Jadi, bila Anda pernah mengalami serangan herpes di bagian kanan perut, maka serangan berikutnya mungkin akan terjadi pada tubuh bagian kiri atau wajah atau dada atau leher atau punggung.   Apa Saja Gejalanya? Infeksi herpes biasanya tampak seperti suatu kumpulan jerawat yang terasa nyeri. Jika daya tahan tubuh Anda lemah, maka gejala dapat timbul pada beberapa bagian tubuh. Gejala infeksi herpes yang perlu Anda waspadai adalah: Nyeri, gatal, atau kesemutan; yang terjadi beberapa hari sebelum munculnya gejala pada kulit Nyeri kepala Demam Menggigil Gangguan pencernaan   Apakah Vaksin Dapat Membantu Mencegah Terjadinya Infeksi Berikutnya? Bila Anda telah berusia 60 tahun atau lebih, maka dianjurkan agar Anda menerima vaksin herpes. Akan tetapi, bila Anda berusia kurang dari 60 tahun dan ingin menerima vaksin, maka berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter Anda. Apakah Anda tetap perlu menerima vaksin bila Anda pernah mengalami infeksi herpes sebelumnya? Para ahli mengatakan bahwa vaksin dapat membantu mencegah terjadinya infeksi herpes berulang. Dianjurkan agar Anda juga menerima vaksin bila Anda memiliki daya tahan tubuh yang lemah atau sedang hamil.   Sumber: webmd
 13 Nov 2018    11:00 WIB
Ini Dia Perbedaan Antara Jerawat dan Herpes
BentukJerawat biasanya terlihat seperti bisul yang tampak seperti suatu benjolan yang berisi nanah. Sementara itu, herpes tampak seperti suatu benjolan yang berisi cairan jernih (seperti lepuhan). Jerawat biasanya tidak tumbuh berkelompok, sementara herpes biasanya tumbuh berkelompok. LokasiCara lain untuk membedakan jerawat dan herpes adalah lokasi tempat mereka biasa timbul. Jerawat dapat timbul pada daerah wajah, leher, dan bahkan punggung. Akan tetapi, herpes biasanya timbul di dekat daerah mulut, mata, hidung, dan kemaluan dengan bentuk yang menyerupai jerawat.Pada fase awal herpes, kulit anda dapat terasa seperti terbakar, kesemutan atau merasa geli, dan gatal. Daerah kulit yang terkena pun dapat menjadi pecah-pecah. Jerawat jarang menimbulkan rasa nyeri dan gatal bila tidak disentuh. Berkonsultasilah dengan dokter kulit anda bila anda tidak dapat membedakan keduanya.PenyebabJerawat seringkali terjadi akibat adanya minyak yang terjebak di bawah kulit anda. Minyak yang terjebak ini kemudian akan bersatu dan membentuk suatu benjolan atau lepuhan. Jerawat akan membuat kulit berwarna kemerahan dengan bintik putih pada bagian tengah atau atasnya. Herpes dapat terjadi pada daerah mulut (herpes oral) maupun pada daerah kemaluan (herpes genital) yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual (termasuk seks oral yang dapat menyebabkan terjadinya herpes oral). Keduanya disebabkan oleh infeksi virus herpes. PengobatanUntuk mengatasi jerawat, bersihkanlah wajah anda secara teratur untuk mengangkat kotoran dan minyak yang merupakan penyebab jerawat. Jangan memencet jerawat anda karena dapat menyebabkan infeksi berat. Jangan menggunakan riasan bila anda sedang berjerawat. Riasan anda dapat mengiritasi kulit anda dan membuat jerawat anda membengkak semakin besar. Jika anda memiliki jerawat pada daerah punggung, maka jangan menggunakan pakaian ketat. Jangan menyentuh wajah anda dengan tangan yang kotor (cucilah tangan anda terlebih dahulu sebelum menyentuh wajah anda). Untuk mengatasi herpes, anda perlu berkonsultasi dengan dokter. Dokter anda mungkin akan memberikan anda sabun cuci wajah khusus, salep, dan obat-obatan oral (diminum melalui mulut). Herpes lebih sulit diobati daripada jerawat. Jerawat dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan bila anda mencuci wajah anda secara teratur, akan tetapi herpes membutuhkan pertolongan medis (penggunaan obat-obatan).Sumber: differencebetween
 18 Nov 2017    16:00 WIB
Pemicu Kambuhnya Infeksi Herpes Pada Kemaluan
1.  Hubungan SeksualBeberapa penderita menemukan bahwa gesekan saat berhubungan seksual dapat mengiritasi kulit di daerah kemaluan dan menyebabkan terjadinya kekambuhan infeksi herpes.Gunakanlah pelumas berbahan dasar air untuk membantu mengurangi iritasi pada kulit. Jangan menggunakan pelumas atau kondom yang mengandung spermisida nonoksinol-9. Nonoksinol-9 dapat mengiritasi lapisan mukosa pada vagina.Hindari juga penggunaan pelumas berbahan dasar minyak karena dapat melemahkan lateks sehingga kondom lebih mudah bocor.Walaupun gesekan saat berhubungan seksual dapat memicu timbulnya gejala (kekambuhan), akan tetapi hal ini mungkin tidak akan menyebabkan terjadinya kekambuhan setiap kali anda berhubungan seksual.   2.  Udara Dingin dan Sinar MatahariUdara dingin dan sinar matahari merupakan pemicu terjadinya kekambuhan herpes oral (infeksi herpes pada mulut), walaupun belum ada bukti bahwa kedua hal ini juga dapat memicu terjadinya kekambuhan herpes genital (infeksi herpes pada kemaluan). Hindarilah paparan langsung terhadap udara dingin maupun sinar matahari untuk mencegah terjadinya kekambuhan.   3.  Perubahan HormonalBerbagai perubahan hormonal, seperti saat menstruasi dapat menyebabkan kekambuhan herpes genital. Para ahli masih tidak mengetahui mengapa perubahan hormonal ini dapat memicu kekambuhan.   4.  Tindakan PembedahanBerbagai trauma pada tubuh, seperti saat anda melakukan tindakan pembedahan, dapat membuat gejala infeksi herpes kembali muncul (kambuh).   5.  Sistem Kekebalan Tubuh yang LemahMemiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat membuat infeksi herpes lebih sering kambuh, misalnya penderita HIV lebih sering mengalami kekambuhan infeksi herpes daripada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang berfungsi dengan baik.   6.  StressRasa stress dapat membuat infeksi herpes lebih sering kambuh, bahkan rasa khawatir akan infeksi herpes yang anda alami juga dapat memicu kekambuhan. Walaupun stress berat dapat menyebabkan terjadinya kekambuhan, adanya rasa stress ringan dalam kehidupan anda sehari-hari tampaknya tidak memicu terjadinya kekambuhan.   7.  Pemicu LainnyaMerokok dan mengkonsumsi alkohol secara berlebihan diduga juga dapat memicu terjadinya kekambuhan. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki pemicu yang berbeda. Sumber: webmd
 06 Feb 2015    09:00 WIB
Bagaimana Mengobati Herpes Saat Kambuh?
Seperti halnya serangan herpes pertama, pemberian obat antivirus dapat membantu mengatasi gejala dan mengurangi rasa nyeri. Untuk mengatasi rasa gatal Anda dapat mengompres hangat daerah kulit yang terkena atau menggunakan bedak atau losion anti gatal. Jika Anda mengalami nyeri hebat, maka dokter Anda dapat memberikan obat anti depresan atau obat anti kejang untuk membantu mengatasi nyeri. Pengobatan herpes termasuk obat antivirus akan bekerja paling baik saat Anda memulainya sesegera mungkin. Oleh karena itu, jangan ragu untuk menghubungi dokter Anda bila Anda mengalami berbagai gejala yang Anda duga sebagai herpes. Memperoleh pengobatan secepatnya dapat membantu proses penyembuhan berlangsung lebih cepat dan dapat membantu mencegah terjadinya berbagai komplikasi, seperti gangguan penglihatan bahkan kebutaan bila gejala herpes terjadi di bagian wajah. Selain itu, pengobatan sedini mungkin juga dapat membantu mencegah atau mengatasi nyeri hebat. Jika Anda memiliki daya tahan tubuh yang lemah dan tidak pernah menerima vaksin, maka pengobatan sedini mungkin merupakan pertahanan terbaik terhadap herpes. Kadangkala, gejala herpes dapat menyerupai dengan gejala infeksi herpes simpleks, yang merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual. Walaupun lebih sering terjadi di sekitar mulut atau kemaluan, infeksi herpes simpleks juga dapat terjadi di bagian tubuh manapun. Karena keduanya memiliki cara pengobatan yang berbeda, maka akan lebih baik bila Anda berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan jenis virus sebelum memulai pengobatan.   Sumber: webmd
 30 Jan 2015    16:00 WIB
Miss V Anda Terasa Nyeri? Cari Tahu Penyebabnya!
1.      Herpes Menurut CDC, sekitar 1 di antara 6 orang dewasa di Amerika akan mengalami penyakit menular seksual yang satu ini. Jika Anda memiliki benjolan yang berbentuk seperi jerawat dan terasa sangat nyeri, maka Anda mungkin menderita herpes. Walaupun hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat mengatasi herpes, akan tetapi dokter Anda dapat memberikan berbagai jenis obat-obatan yang dapat mengurangi nyeri dan frekuensi kekambuhan.  2.      Infeksi Jamur Walaupun infeksi jamur pada kemaluan biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri, akan tetapi beberapa orang dapat mengartikan rasa gatal dan kering di daerah vagina sebagai nyeri. Hampir sebagian besar orang, terutama wanita akan mengalami infeksi jamur pada kemaluannya di sepanjang hidupnya. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Anda sehingga Anda dapat memperoleh pengobatan yang tepat.  3.      Vagina Kering Bila Anda mengira kekeringan pada vagina hanya dialami oleh para wanita yang telah memasuki masa menopause, maka perkiraan Anda pun salah. Vagina kering yang dialami oleh para wanita muda dapat disebabkan oleh pil KB yang mengandung kadar estrogen yang rendah. Vagina kering ini dapat membuat hubungan seks terasa tidak nyaman dan bahkan nyeri.  4.      Ukuran Penis Pasangan Anda Apakah Anda hanya merasa nyeri di daerah vagina saat penis pasangan Anda memasuki liang vagina Anda? Hal ini mungkin dikarenakan ukuran penis pasangan Anda yang terlalu besar.  5.      Endometriosis atau Radang Panggul Kronik Jika Anda merasakan nyeri selama penetrasi (masuknya penis ke liang vagina) dan saat menstruasi, maka Anda mungkin mengalami endometriosis (jaringan rahim tumbuh di luar rahim) atau radang panggul kronik (infeksi organ reproduksi wanita). Gejala lain yang mungkin Anda alami selain nyeri adalah perdarahan berlebihan. Segera hubungi dokter spesialis kandungan Anda untuk memastikan penyebab dari rasa nyeri di vagina Anda.  6.      Vulvodinia Sekitar 9% wanita akan mengalami hal ini. Vulvodinia merupakan suatu keadaan di mana rasa nyeri pada vagina hanya terjadi saat penetrasi atau saat Anda memasukkan tampon ke dalam liang vagina. Akan tetapi, pada beberapa orang wanita, rasa nyeri dapat timbul secara spontan dan tidak berhubungan dengan seks atau sentuhan pada daerah vagina.     Sumber: womenshealthmag
 10 Dec 2014    12:00 WIB
Bagaimana Perjalanan Infeksi Virus Herpes Simpleks?
Tahukah Anda bahwa stress ternyata juga dapat memicu terjadinya herpes simpleks pada daerah bibir? Di bawah ini Anda dapat melihat bagaimana perjalanan virus herpes simpleks mulai dari pertama kali masuk ke dalam tubuh hingga timbulnya gejala.   1.      Virus Masuk ke Dalam Tubuh Infeksi herpes simpleks tidak disebabkan oleh infeksi virus flu, tetapi oleh virus herpes simpleks tipe 1. Anda dapat tertular penyakit ini saat Anda berciuman dengan seorang penderita. Hal ini dikarenakan membran mukosa pada bibir Anda merupakan tempat masuk kuman.   2.      Virus Masuk ke Dalam Sel Setelah masuk ke dalam tubuh melalui sel-sel kulit , maka DNA virus akan memperbanyak dirinya di dalam inti sel, sehingga virus dapat menyebar ke dalam lebih banyak sel-sel tubuh. Pada akhirnya, infeksi virus ini pun akan mencapai ujung saraf Anda dan masuk ke dasar saraf trigeminal.   3.      Antibodi Terbentuk dan Menyerang Virus Dalam fase ini, tubuh Anda pun telah mengetahui bahwa telah terdapat virus di dalam tubuh. Hal ini dikarenakan sel-sel tubuh yang terinfeksi virus akan mengirimkan sinyal pada kelenjar getah bening terdekat, yang memicu pergerakan sel-sel darah putih (limfosit) sebagai bentuk perlawanan tubuh terhadap virus. Akan tetapi, pada saat ini limfosit Anda hanya mampu menampung virus dan tidak menghancurkannya.   4.      Stress Membuat Daya Tahan Tubuh Melemah Di saat Anda merasa stress, maka kadar hormon kortisol akan meningkat, yang dapat melemahkan kekuatan sistem kekebalan tubuh Anda.   5.      Gejala Tampak Pada Bibir Setelah sang virus mengetahui bahwa limfosit tidak lagi banyak, maka ia pun akan mencoba “kabur” dan akan melanjutkan perjalanannya di dalam sel-sel saraf dan menyerang sel-sel kulit Anda. Pada saat inilah Anda telah dapat merasakan berbagai gejala infeksi virus herpes simpleks pada bagian bibir dan dibutuhkan waktu sekitar 10-14 hari bagi sistem kekebalan tubuh Anda untuk menghentikan virus.     Sumber: menshealth