Your browser does not support JavaScript!
 15 Sep 2019    18:00 WIB
Mengapa Kehamilan Ektopik Bisa Terjadi ?
Kehamilan ektopik merupakan kehamilan yang terjadi saat telur yang telah dibuahi menempel di luar rahim, biasanya pada saluran telur (tuba falopii).PengobatanPada tahap awal terjadinya kehamilan ektopik, terutama bila gejala yang timbul hanya bersifat ringan, maka terdapat kemungkinan bahwa telur yang telah dibuahi tersebut akan mati dengan sendirinya dan diserap oleh tubuh dan tidak memerlukan tindakan lebih lanjut. Pemberian ObatSebuah suntikan obat methotrexate dapat diberikan untuk menghentikan pertumbuhan embrio. Akan tetapi, terapi ini tidak dapat dilakukan pada semua wanita hamil dan hanya dapat dilakukan bila saluran telur belum robek serta saat kehamilan belum berlangsung terlalu lama. Tindakan PembedahanTindakan pembedahan bertujuan untuk mengeluarkan embrio dari dalam saluran telur bila saluran telur masih utuh. Akan tetapi, bila saluran telur telah robek, maka saluran telur ini pun mungkin harus ikut diangkat.Jika saluran telur diduga telah robek, maka diperlukan tindakan pembedahan segera untuk menghentikan perdarahan yang terjadi. Pada beberapa kasus, saluran telur dan indung telur mungkin telah hancur dan harus diangkat.Setelah pengobatan kehamilan ektopik, anda biasanya harus melakukan pemeriksaan darah untuk memastikan bahwa saluran telur yang berisi embrio telah diangkat seluruhnya. Pemeriksaan darah ini bertujuan untuk memeriksa kadar HCG (suatu hormon yang dihasilkan selama kehamilan berlangsung).Hamil Kembali Setelah Mengalami Kehamilan Ektopik, Sulitkah?Sebagian besar wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik dapat kembali hamil dan memiliki kehamilan serta persalinan yang normal. Jika salah satu saluran telur telah diangkat, anda masih dapat hamil karena saluran telur lainnya masih berfungsi dengan normal. Sekitar 65% wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik dapat kembali hamil dalam waktu 18 bulan setelah terjadinya kehamilan ektopik.Dapatkah Kehamilan Ektopik Dicegah?Kehamilan ektopik tidak selalu dapat dicegah, akan tetapi seorang wanita dapat mengurangi resiko kehamilan ektopik dengan melindungi dirinya dari infeksi penyakit menular seksual. Berhenti merokok juga dapat mengurangi resiko terjadinya kehamilan ektopik. Baca juga: Stretch Mark Akibat Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 23 Aug 2019    08:00 WIB
Minum Teh Saat Hamil? Boleh, Asal Pilih Yang Aman Seperti
Saat sedang hamil, wanita seringkali ingin makanan atau minuman yang sedang diinginkan. Istilah yang sering digunakan adalah sedang ngidam. Banyak wanita hamil yang ingin makan dan minum ini itu, salah satunya adalah minum teh. Apakah minum teh dilarang untuk ibu hamil?Ternyata menurut seorang ahli minuman herbal mengatakan bahwa minum teh boleh saja asal minum teh heh herbal dan tidak berlebihan. Minum teh herbal selama kehamilan tentu saja merupakan pilihan bijak bila dibandingkan dengan minuman berkafein Minuman berkafein memiliki efek diuretik, mengurangi penyerapan gizi. Sementara itu, teh herbal memberikan nutrisi untuk tubuh. Selain itu teh herbal biasanya juga mengandung antioksidan yang mengurangi rasa cemas dan stres. Bahkan beberapa jenis teh herbal dapat membantu mengurangi gejala mual muntah. Jadi teh apa saja yang bisa Anda minum saat hamil? Berikut adalah daftar teh yang dapat Anda minum saat hamil: 1.      Teh jaheTeh jahe akan membantu mengurangi rasa mual atau morning sickness. Membantu menjaga sistem pencernaan dan mengurangi masalah pencernaan.Cara membuat cukup tambahkan empat atau lima potong jahe segar kedalam secangkir air direbus dan minum maksimal tiga cangkir sehari2.      Daun teh raspberryTeh ini membantu mempersiapkan rahim untuk proses persalinan dan membantu mencegah perdarahan paska melahirkan. Teh ini kaya akan kalsium dan magnesium, aman dikonsumsi setelah trimester kedua dan setelahnya.Anda bisa minum satu cangkir per hari dari kehamilan 24 minggu, kemudian tambahkan menjadi  dua cangkir pada kehamilan 30 minggu, tiga cangkir pada kehamilan 36 minggu dan tiga sampai empat cangkir saat kehamilan 37 minggu.3.      Daun teh dandelionDaun teh dandelion berguna untuk menjaga retensi cairan pada masa kehamilan. Daun teh ini mengandung kalium tinggi. Namun daun teh dandelion biasanya akan memiliki rasa sedikit pahit.4.      Daun teh peperminDaun teh ini baik untuk otot perut sehingga mengurangi rasa sakit, mual, muntah pada awal kehamilan.Meski teh herbal dikatakan aman, ada baiknya Anda bertanya terlebih dahulu kepada dokter spesialis kandungan yang mengetahui kondisi tubuh Anda dan menentukan apakah aman Anda minum teh tersebut atau tidak. Baca juga: Bolehkan Minum Teh Hijau Saat Hamil Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: bellybelly
 31 Jul 2019    16:00 WIB
Kesal Karena Sembelit Saat Hamil? Cegah Dengan Cara Ini
Pada saat hamil, ada beberapa kendala yang terjadi seperti mual-mual di pagi hari seperti timbul rasa kelelahan, tidak nafsu makan, mengidam ini itu. Selain itu ada kendala lain yang cukup mengganggu yaitu sembelit atau sulit buang air besar.Bila sudah seperti ini, maka akan terasa tidak nyaman. Untuk membantu Anda mengatasi sembelit maka Anda harus mengetahui dahulu penyebabnya dan cara mengatasinya seperti ulasan dibawah ini:Mengapa ibu hamil sering mengalami sembelit?Saat hamil akan terjadi peningkatan hormon progesteron. Hormon ini berguna untuk memperkuat otot dinding rahim agar mampu menahan perkembangan janin selama dalam kandungan. Namun hormon ini juga mengakibatkan kelambatan gerak peristaltik otot-otot saluran pencernaan, sehingga proses buang air besar akan terganggu.Pembesaran rahim akan menyebabkan usus besar bagian bawah tertekan sehingga menyebabkan terjadinya sembelit. Rasa cemas dan stres takut akan mengalami keguguran membuat ibu hamil takut untuk buang air besar dan mengalami sembelit. Namun biasanya semakin besar usia kandungan maka masalah sembelit secara berangsur akan menghilang.Nah bagaimana cara untuk mengatasi sembelit pada ibu hamil? 1.      Usahakan untuk tidak menahan buang air besar Kebiasaan menahan keinginan untuk buang air besar dapat menyebabkan penumpukan feses dalam usus hingga menyebabkan feses akan mengeras. Terutama untuk ibu hamil yang memiliki riwayat wasir. Segera pergi ke kamar mandi saat ingin buang air besar. 2.      Minum air putih yang cukup Kecukupan cairan dalam tubuh akan membantu dalam proses meperlunak tinja, sehingga tinja akan lebih mudah dikeluarkan. Jadi perbanyak minum air putih minimal 8 gelas perhari ditambah banyak konsumsi makanan berkuah, jus buah dan jus sayuran. 3.      Mengonsumsi makanan kaya serat Ibu hamil harus memberikan nutrisi untuk janin dan dirinya sendiri sehingga harus memperhatikan asupannya sehari-hari. Harus seimbang dan bergizi, salah satunya yang harus diperhatikan adalah asupan serat..Serat yang cukup pada makanan akan membuat tinja menjadi lebih lunak dan licin sehingga mudah melewati usus. Usahakan untuk mengonsumsi makanan kaya serat sekitar 25-30 gram perhari. Jadi makanlah buah dan sayuran segar yang berwarna warni seperti pepaya mengkal, jambu merah matang, bayam, brokoli, kacang-kacangan seperti kacang tanah, buncis, beras merah, gandum juga merupakan sumber karbohidrat dan kaya akan serat yang mampu mengatasi masalah sembelit. 4.      Hindari makanan instan Makanan instan termasuk menu cepat saji merupakan jenis makanan olahan rendah serat dan nutrisi, namun kaya akan kandungan lemak. Makanan instan lain seperti mie instan cenderung mengandung berbagai bahan kimia seperti pengawet, pemutih, penyedap buatan dan lain-lain. makanan tersebut tidak mudah dicerna oleh usus dan lambung karena makanan tersebut rendah serat dan cairan. 5.      Banyak gerak Saat sedang hamil bukan berarti Anda harus bermalas-malasan. Usahakan untuk banyak bergerak seperti melakukan pekerjaan rumah, boleh juga melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, senam kehamilan,Tubuh akan menjadi lebih segar dan juga lebih sehat dan juga dapat membantu mengatasi sembelit. Berolahraga secara teratur dapat menurunkan resiko mengalami sembelit sampai 2 kali lipat. 6.      Perhatikan suplemen yang dikonsumsi Beberapa suplemen yang diberikan dokter untuk ibu hamil seperti zat besi untuk mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil. Namun suplemen ini biasanya dapat mengakibatkan sembelit.Jadi bila Anda konsumsi suplemen ini usahakan untuk banyak minuam air putih untuk mencegah terjadinya sembelit.Masalah sembelit saat hamil memang sangat mengganggu semoga tips diatas dapat membantu para ibu hamil untuk mengatasi sembelit. Namun bila sembelit yang Anda rasakan masih sangat mengganggu ada baiknya Anda melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan resep yang tepat dan aman untuk para ibu hamil. Baca juga: Ibu Hamil Banyak Jalan Kaki Yuk, Supaya....... Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: lifehack
 10 Jul 2019    18:00 WIB
Manfaat dan Resiko Mengkonsumsi Air Lemon Saat Hamil
Saat hamil, tentu ada banyak sekali pantangan yang perlu Anda lakukan, baik berdasarkan pada fakta atau mitos. Di bawah ini Anda dapat melihat apa sebenarnya manfaat dan resiko dari mengkonsumsi air lemon atau buah lemon saat hamil.   Manfaat Konsumsi Air Lemon Saat Hamil Mengatasi Morning Sickness Menurut the American Pregnancy Association, lemon dapat membantu mengatasi mual yang berhubungan dengan morning sickness pada trimester pertama kehamilan Anda. Lemon dapat mengatasi kelebihan cairan empedu dan lendir yang berkumpul di dalam saluran pencernaan Anda, sehingga mencegah terjadinya penyumbatan. Lemon juga diketahui dapat membantu mengatasi bau mulut. Mengendalikan Tekanan Darah Vitamin yang terdapat di dalam lemon dapat menguatkan pembuluh darah dengan menjaganya tetap lembut dan lentur. Hal ini dapat membantu mencegah terjadinya peradarahan internal dan memiliki peranan penting dalam mengatasi tekanan darah tinggi. Lemon juga diketahui dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Mengatasi Gangguan Pencernaan Banyak wanita hamil mengalami gangguan pencernaan saat hamil. Air lemon dapat sangat membantu dalam mengatasi gangguan pencernaan ini. Mengatasi Sembelit Sembelit juga merupakan hal yang sering terjadi pada wanita hamil. Mengkonsumsi segelas air lemon setiap harinya dapat membantu mencegah terjadinya sembelit. Hal ini dikarenakan lemon akan menstimulasi hati dan meningkatkan gerakan usus, sehingga membantu mengeluarkan tinja dari dalam tubuh. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Air lemon juga dapat membantu mencegah terjadinya berbagai infeksi seperti flu, batuk, pilik, dan demam. Hal ini dikarenakan lemon mengandung banyak vitamin C yang dapat membantu meningkatkan daya tahan alami tubuh dalam melawan bakteri dan virus. Menjaga Kesehatan Tulang Anda dan Bayi Anda Air lemon mengandung banyak magnesium dan kalsium, yang dapat membantu menjaga kesehatan tulang Anda dan perkembangan tulang bayi Anda. Lemon juga mengandung kalium yang dapat membantu menutrisi sel-sel otak dan saraf . Membantu Mencegah Infeksi Saluran Kemih Air lemon juga memiliki efek diuretik dan dapat membantu menjaga kesehatan fungsi ginjal serta mencegah terjadinya infeksi saluran kemih pada ibu hamil. Membuat pH Tubuh Menjadi Basa Air lemon dapat menjaga kadar pH tubuh dan membuatnya tetap basa sehingga oksigen pun dapat beredar dengan lebih baik ke seluruh sel-sel tubuh. Membantu Mengatasi Pembengkakan Kaki Pembengkakan pada kaki juga merupakan hal yang sering ditemukan pada wanita hamil, terutama pada mereka yang sudah memasuki trimester ketiga. Dengan mencampurkan 1 sendok makan sari buah lemon dengan air hangat dan meminumnya, Anda dapat mengatasi keluhan ini. Menghidrasi Tubuh Sari buah lemon juga dapat membantu Anda tetap terhidrasi yang penting bagi ibu hamil untuk mencegah terjadinya berbagai komplikasi seperti mual, sakit kepala, bengkak, kram, dan pusing. Sumber Antioksidan Karena lemon mengandung banyak antioksidan, maka mengkonsumsi air lemon secara teratur dapat membantu membuang racun dari dalam tubuh Anda, sehingga dapat membantu mencegah terjadinya berbagai infeksi selama Anda hamil. Memperlancar Proses Persalinan Melahirkan merupakan proses yang menyakitkan dan melelahkan, yang dapat membuat Anda merasa stress. Mengkonsumsi air lemon yang dicampur dengan madu dapat membantu mengatasi rasa stress ini. Hal ini dapat bermanfaat bila Anda mulai mengkonsumsi air lemon sejak usia kehamilan Anda mencapai 5 bulan hingga saatnya melahirkan. Berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum melakukan hal ini. Manfaat Lainnya Beberapa manfaat lain dari air lemon adalah untuk membantu mengatasi demam, pilek, asma, dan scurvy. Selain itu, asam sitrat yang terdapat di dalam lemon juga dapat membunuh cacing-cacing di dalam saluran pencernaan dan mencegah terjadinya berbagai gangguan pencernaan.   Resiko atau Efek Samping Mengkonsumsi Air Lemon Saat Hamil Walaupun secara keseluruhan lemon baik dikonsumsi saat hamil, akan tetapi ada beberapa efek samping yang mungkin terjadi seperti di bawah ini. Heartburn atau Gangguan Pencernaan Pada trimester akhir kehamilan, sebagian besar ibu hamil biasanya akan mengalami heartburn atau gangguan pencernaan lainnya. Dan keasaman dari lemon dapat memicu timbulnya gejala gangguan pencernaan ini. Jika Anda mengalami gangguan pencernaan, hindari konsumsi lemon hingga gejala mereda. Gangguan Gigi Tulang dan gigi Anda sangat mudah mengalami dekalsifikasi saat Anda hamil dan asam sitrat di dalam lemon dapat berperan sebagai pemicu, yang akan merusak email gigi. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan gigi. Oleh karena itu, jangan mengkonsumsi air lemon dalam jumlah banyak setiap harinya. Menyebabkan Flu dan Batuk Mengkonsumsi air lemon dingin dapat menyebabkan terjadinya flu dan batuk pada ibu hamil. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu mengkonsumsi air lemon hangat atau pada suhu ruangan selama hamil, terutama bila cuaca sedang dingin.   Baca juga: 8 Manfaat Mengkonsumsi Almond Saat Hamil   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 23 Jun 2019    08:00 WIB
Apa Manfaat Mendengarkan Musik Bagi Bayi di Dalam Kandungan?
Musik membawa perbedaan dalam kehidupan manusian, bahkan sejak manusia didalam rahim ibunya. Ya musik membawa perbedaan dalam perkembangan janin didalam masa kehamilan. Ada banyak sekali keuntungan dan efek yang diberikan musik selama masa kehamilan. Tetapi hal ini tergatung pada jenis musik yang Anda dengarkan. Pada artikel ini kami mencoba membahas beberapa efek yang dihasilkan jika Anda mendengarkan musik pada masa kehamilan dan mendengarkan musik melalui earphones. Saat masa kehamilan Anda seharusnya mendengarkan musik yang menenangkan. Dengan mendengarkan musik yang menenangkan akan membuat si ibu dan janin yang dikandungnya menjadi lebih rileks. Berikut adalah keuntungan mendengarkan musik saat hamil:Meningkatkan kemampuan mendengarMendengarkan musik menggunakan earphone saat masa kehamilan dikatakan dapat meningkatkan kemampuan mendengar dan konsentrasi janin. Hal ini memang belum dibuktikan, tetapi para peneliti percaya ini. Setelah dilahirkan, bayi dapat menerima gelombang suara dengan baik dan bereaksi terhadap suara tersebut. Meningkatkan reaksi janinBanyak penelitian mengatakan saat si ibu mendengarkan musik, si janin bereaksi dan bergerak. Untuk itu cobalah dengarkan musik saat Anda sedang hamil karena dapat membuat bayi Anda lebih reaktif dan meningkatkan gerakannya. Saat mendengarkan musik, janin akan bergerak berkesinambungan dan hal ini sangat baik. Anda bisa menggunakan earphone untuk mendengarkan musik agar mendapatkan efek yang lebih baik. Kepribadian Dengan mendengarkan musik saat hamil, Anda akan meningkatkan personalitas janin Anda. Walaupun belum bisa dibuktikan, tetapi kepribadian anak Anda akan terbentuk dengan baik saat Anda mendengarkan musik. Pembentukan kepribadian anak Anda mungkin tergantung pada jenis musik yang Anda dengarkan. Mendengarkan musik yang tenang akan membuat anak Anda lebih tenang. Mendengarkan musik dansa mungkin membuat anak Anda menjadi seorang pedansa hebat. Semua efek yang dihasilkan oleh musik saat hamil memang terlihat seperti mitos, tetapi Anda tidak akan pernah tahu kebenarannya jika tidak mencobanya bukan? Efek setelah kelahiranTerdapat beberapa efek dari mendengarkan musik saat hamil. Dikatakan saat bayi mendengar musik yang biasa didengar ibunya saat kehamilannya, akan membuat bayi tersebut lebih tenang. Musik tersebut bisa menjadi lagu pengantar tidurnya. Jadi pastikan Anda mendengarkan musik klasik yang bagus atau musik yang menenangkan untuk merangsang perkembangan otak janin Anda. Baca juga: Gangguan Tidur Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarangSumber: boldsky
 21 May 2019    16:00 WIB
Susah Tidur Selama Hamil ?
Wanita hamil seringkali mengalami gangguan tidur di malam hari dan merasa sangat lelah di siang hari pada trimester pertama dan ketiga kehamilan. Pada trimester pertama kehamilan, seringnya buang air kecil dan rasa mual muntah di pagi hari dapat mengganggu tidur anda. Pada saat kehamilan anda mulai membesar, mimpi buruk dan rasa tidak nyaman pada tubuh anda dapat membuat anda sulit tidur dengan nyenyak. Setelah melahirkan, bayi anda yang baru lahir atau depresi paska melahirkan juga dapat mengganggu tidur anda.   Penyebab Gangguan Tidur Selama Kehamilan Gangguan tidur pada saat kehamilan biasanya disebabkan oleh perubahan hormonal dan rasa tidak nyaman pada tubuh anda. Kedua hal ini dapat mempengaruhi kualitas tidur anda. Anda mungkin sulit menemukan posisi tidur yang nyaman atau di saat telah menemukan posisi tidur yang nyaman, anda ingin buang air kecil.   Gangguan Tidur Pada Trimester I Kehamilan (1-12 Minggu) Beberapa hal yang menyebabkan gangguan tidur pada saat awal kehamilan anda adalah: Sering terbangun karena ingin buang air kecil Rasa tidak nyaman pada tubuh atau stress secara emosional selama kehamilan Waktu tidur siang yang lebih lama   Gangguan Tidur Pada Trimester II Kehamilan (13-27 Minggu) Kualitas tidur anda akan membaik begitu anda memasuki trimester kedua kehamilan anda karena berkurangnya keinginan untuk buang air kecil di malam hari. Hal ini terjadi karena bayi anda telah semakin membesar dan bergerak ke atas sehingga tekanan pada kandung kemih anda menjadi berkurang. Akan tetapi, anda tetap dapat mengalami gangguan tidur akibat rasa tidak nyaman pada tubuh anda atau akibat stress emosional.   Gangguan Tidur Pada Trimester III Kehamilan (28-40 Minggu)   Tidur anda akan sangat terganggu saat anda memasuki trimester ketiga kehamilan anda. Hal ini dapat disebabkan oleh: Rasa tidak nyaman karena perut anda yang besar Adanya rasa seperti terbakar di dada, kram pada kaki, dan tersumbatnya sinus Sering buang air kecil di malam hari karena posisi bayi anda kembali berubah dan kembali menekan kandung kemih anda   Baca juga: Tanda Bahaya Saat Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 27 Mar 2019    18:00 WIB
Mengenal Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)
Hai para ladies! Kembali lagi di Dokter.ID, hari ini kita akan membahas tentang penyakit bernama Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). Anyway…kalian pasti tahu instruktur senam yang kerap muncul di televisi, Jillian Michaels, ternyata menderita Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) loh! Sebagai salah satu instruktur senam ternama di acara 'The Biggest Loser' ini, Michaels mengumumkan ke pada publik bahwa dirinya mengidap penyakit PCOS. Hal tersebut didorong oleh banyaknya kritikan masyarakat padanya sesaat ia menyatakan lebih menyukai mengadopsi anak daripada mengandung secara alami. Akibat dari penyakit yang dideritanya, kini ia tidak dapat mengandung, seperti dilansir The New York Times tahun 2011. Hingga kini, Michaels menerapkan pola makan yang sehat, dengan mengonsumsi makanan organik dan berolahraga setiap harinya. Lalu apa sih sebenarnya Polycystic ovary syndrome (PCOS), PCOS juga dikenal sebagai sindrom ovarium polikistik, adalah masalah kesehatan umum yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon reproduksi. Ketidakseimbangan hormon menciptakan masalah dalam ovarium. Ovarium membuat telur yang dikeluarkan setiap bulan sebagai bagian dari siklus menstruasi yang sehat. Dengan PCOS, telur mungkin tidak berkembang sebagaimana mestinya atau mungkin tidak dilepaskan selama ovulasi sebagaimana mestinya. PCOS dapat menyebabkan menstruasi yang terlewat atau tidak teratur. Periode tidak teratur dapat menyebabkan: Infertilitas (ketidakmampuan untuk hamil). Faktanya, PCOS adalah salah satu penyebab infertilitas paling umum pada wanita. Perkembangan kista (kantung kecil berisi cairan) di ovarium. PCOS adalah masalah dengan hormon yang memengaruhi wanita selama masa subur mereka (usia 15 hingga 44). Antara 2,2 dan 26,7 persen wanita dalam kelompok usia ini memiliki PCOS. Banyak wanita memiliki PCOS tetapi tidak mengetahuinya. Dalam satu penelitian, hingga 70 persen wanita dengan PCOS belum didiagnosis. Wanita dari semua ras dan etnis berisiko terhadap PCOS. Risiko PCOS kita mungkin lebih tinggi jika kita memiliki obesitas atau jika kita memiliki ibu, saudara perempuan, atau bibi dengan PCOS. Penyebab pasti PCOS tidak diketahui. Sebagian besar ahli berpikir bahwa beberapa faktor, termasuk genetika berperan, juga karena tingkat androgen yang tinggi dan tingkat insulin yang tinggi. Kita juga perlu mengenal dengan jelas beberapa gejala PCOS seperti: Siklus menstruasi tidak teratur. kita dengan PCOS mungkin kehilangan menstruasi atau memiliki periode yang lebih sedikit (kurang dari delapan dalam setahun). Atau, haid kita dapat datang setiap 21 hari atau lebih sering. Beberapa wanita dengan PCOS berhenti mengalami menstruasi. Terlalu banyak rambut di wajah, dagu, atau bagian tubuh tempat pria biasanya memiliki rambut. Ini disebut "hirsutisme." Hirsutisme mempengaruhi hingga 70% wanita dengan PCOS. Jerawat di wajah, dada, dan punggung atas. Menipisnya rambut atau rambut rontok di kulit kepala; kebotakan pola pria. Berat badan bertambah atau sulit menurunkan berat badan. Kulit menjadi gelap, terutama di sepanjang lipatan leher, di selangkangan, dan di bawah payudara. Tag kulit, yang merupakan lipatan kecil kulit berlebih di area ketiak atau leher. Penyakit ini bisa didiagnosa dengan cara: Pemeriksaan fisik. Ujian panggul. Ultrasonografi panggul (sonogram). Tes darah. Tidak ada obat untuk PCOS, tetapi kita dapat mengelola gejala PCOS. Kita dan dokter kita akan mengerjakan rencana perawatan berdasarkan gejala kita, rencana kita untuk memiliki anak, dan risiko masalah kesehatan jangka panjang seperti diabetes dan penyakit jantung. Banyak wanita akan membutuhkan kombinasi perawatan, termasuk: Obat-obatan, seperti: Pengendalian kelahiran hormonal, termasuk pil, tempelan, suntikan, cincin vagina, dan alat kontrasepsi hormon (IUD). Dan Obat-obatan anti-androgen. Perubahan gaya hidup yang sehat. Penurunan berat badan. Menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala. So ladies, bagi kita yang mengalami gangguan PCOS, segeralah konsultasi ke dokter yah, dan tetapi hidup sehat. Wassalam.    Sumber : www.myvmc.com, www.everydayhealth.com, www.healthline.com, youngwomenshealth.org, kumparan.com
 10 Mar 2019    18:00 WIB
Bercinta Saat Hamil Dan Mengalami Perdarahan? Bahaya Nggak Sih?
Hamil bukan berarti Anda harus mengucapkan selama tinggal untuk berhubungan intim dengan suami, Anda masih bisa menikmati sesi-sesi bercinta dengan pasangan Anda pada trimester pertama, kedua bahkan trimester ketiga. Tapi bagaimana jika Anda mengalami keluarnya darah dari jalan lahir setelah berhubungan seksual? Hal ini bisa saja langsung membuat Anda merasa takut, Anda bisa saja berpikir yang macam-macam. Apakah janin Anda baik-baik saja atau tidak? Berikut adalah ulasan mengenai hal tersebut agar Anda menjadi lebih tahu. Mengapa Keluar Darah Setelah Melakukan Hubungan Intim Saat Hamil? Pendarahan setelah berhubungan seks selama masa kehamilan bukanlah hal yang langka. Hal ini bisa sering terjadi selama trimester kedua dan ketiga. Hal ini bisa terjadi karena: Peningkatan Suplai Darah Selama masa kehamilan, suplai darah ke vagina dan leher rahim akan meningkat. Oleh karena itu, peningkatan tekanan selama berhubungan seksual dapat menyebabkan keluarnya bercak atau perdarahan ringan Peningkatan Jumlah Kapiler Selama masa kehamilan, banyak pembuluh darah terbentuk untuk memenuhi peningkatan permintaan oksigen dan nutrisi bagi janin dan ibu. Terlebih kapiler yang terbentuk di daerah vagina dan leher rahim. Kapiler ini sangat halus yang dengan mudah dapat robek selama berhubungan intim Pelunakan Leher Rahim Leher rahim menjadi lembut selama masa kehamilan dan bisa dengan mudah teriritasi. Hal ini dapat mengakibatkan pendarahan, terutama setelah melakukan seks yang kasar yang kuat Polip Serviks Karena peningkatan hormon estrogen, polip serviks umum terjadi dalam proses kehamilan. Keluarnya bercak darah setelah berhubungan intim bisa karena alasan ini Polip Serviks. Dapatkah Seks Selama Masa Kehamilan Menyebabkan Keguguran? Sebenarnya kemungkinan mengalami keguguran yang dipicu karena berhubungan intim adalah hal yang jarang. Hal ini karena janin dengan aman ditempatkan di kantung ketuban, diisi dengan cairan ketuban, dan disegel oleh lendir. Cairan ketuban bertindak sebagai bantal dan sok breker. Namun, jika Anda memiliki riwayat keguguran, dokter mungkin akan meminta Anda untuk menghindari berhubungan intim selama trimester pertama untuk berjaga-jaga. Bagaimana Cara Menghindari Terjadinya Perdarahan Saat Berhubungan Intim Selama Masa Kehamilan? Dengan semua kapiler dan leher rahim yang melunak, tidak ada langkah-langkah yang 100 % dapat mencegah terjadinya perdaraha setelah berhubungan seks. Namun, langkah-langkah berikut dapat membantu untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya pendarahan. Pilih Posisi Yang Nyaman dan Aman Selama Berhubungan Intim Posisi seksual tertentu mampu memicu terjadinya perdarahan  atau keluarnya bercak darah. Hindari posisi-posisi yang meningkatkan tekanan pada daerah vagina. Oleh karena itu, Anda dan suami dapat mencoba posisi yang aman seperti spooning, doggy style dimana memberikan sedikit tekanan pada daerah vagina Hindari Seks Yang Kasar Pada saat ini ada baiknya Anda dan suami melakukan hubungan intim yang lembut, hindari hubungan intim yang kasar dan kuat. Beberapa wanita juga lebih suka memiliki saat-saat yang nyaman seperti mandi, berpelukan dan berciuman yang membuat Anda merasa dekat dengan pasangtapi tidak menyebabkan tekanan pada rahim. Pastikan Anda berbicara dengan  pasangan Anda tentang keinginan Anda Gunakan Pelumas Untuk mengurangi gesekan dan ketidaknyamanan saat berhubungan seks, lebih baik menggunakan pelumas berbasis air. Hal ini akan mengurangi kemungkinan iritasi leher rahim sehingga, kemungkinan pendarahan juga menurun. Minyak kelapa adalah pelumas alami yang baik, dan bebas dari bahan pengawet apapun sehingga bisa menjadi pilihan yang tepat. Hindari pelumas yang mengandung gliserin, karena dapat menyebabkan luka pada vagina. Apa Yang Harus Dilakukan Bila Mengalami Perdarahan Paska Berhubungan Intim? Meski bukan tanda bahaya, ada baiknya Anda tetap melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kandungan yang merawat Anda untuk menjaga keamanan Anda harus segera ke dokter apabila: Jika keputihan berisi gumpalan atau jaringan Jika kram atau sakit parah muncul di perut Jika perdarahan terus menerus dengan atau tanpa rasa sakit Jika kontraksi uterus yang muncul sebagai akibat dari seks atau orgasme tetap ada Jika terasa pusing Jika mengalami suhu tinggi dengan atau tanpa menggigil Kapan Hubungan Intim Saat Kehamilan Benar-benar Dilarang? Inkompetensi Serviks Jika Anda mengalami inkompetensi serviks, suatu kondisi di mana leher rahim tidak tertutup sepenuhnya, karena berisiko mengalami persalinan prematur dan keguguran. Hubungan intim harus benar-benar dihindari selama masa kehamilan Plasenta Previa Dimana sebagian atau seluruh plasenta menutupi leher rahim, kemungkinan keguguran sangat tinggi jika Anda mencoba melakukan hubungan intim meski melakukan hubungan intim dengan  posisi aman. Oleh karena itu, hindari melakukan hubungan intim jika Anda mengalami kondisi ini Kehamilan Kembar Membawa lebih dari satu bayi itu sendiri menempatkan Anda dalam kategori risiko tinggi kehamilan. Hindari melakukan hubungan intim, karena Anda lebih rentan mengalami keguguran. Penjelasan diatas adalah penjelasan mengenai perdarahan paska melakukan hubungan intim selama masa kehamilan, ada baiknya Anda memang bertanya kepada dokter spesialis kandungan yang merawat Anda kapankah waktu yang tepat untuk berhubungan intim karena beliau lebih mengetahui kondisi kesehatan Anda dan janin. Baca juga: Makan Yogurt Saat Hamil? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: beingtheparent
 20 Feb 2019    08:00 WIB
Depresi Saat Hamil, Tingkatkan Resiko Gangguan Mood Pada Anak
Tahukah Anda bahwa mood Anda selama hamil ternyata juga dapat mempengaruhi bagaimana keadaan mood anak Anda di usia remaja? Sebuah penelitian menemukan bahwa anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang menderita depresi selama hamil memiliki resiko 1.5 kali lebih tinggi untuk menderita gangguan depresi di usia remaja. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati lebih dari 4.500 orang pasien dan anaknya. Hasilnya adalah anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang menderita depresi ternyata memiliki resiko yang lebih tinggi untuk juga menderita gangguan depresi saat mereka telah berusia 18 tahun. Walaupun faktor genetika merupakan salah satu hal yang turut berperan dalam terjadinya gangguan depresi, akan tetapi para peneliti menduga bahwa menderita gangguan depresi saat hamil mungkin dapat mempengaruhi perkembangan otak janin. Gangguan depresi saat hamil mengenai sekitar 10-15% wanita. Angka ini sebenarnya sama dengan banyaknya wanita yang terkena depresi paska melahirkan. Pada keadaan normal, wanita hamil memang seringkali mengalami perubahan emosional yang cukup drastis di sepanjang hari karena perubahan kadar hormonal, akan tetapi bila perubahan mood ini cukup berat, maka keadaan ini mungkin disebabkan oleh depresi. Beberapa gejala depresi yang mungkin ditemukan adalah merasa sedih, merasa tidak berdaya, merasa sangat lelah, menangis berlebihan, merasa tidak bertenaga, kehilangan minat untuk melakukan berbagai hal yang dulu disenangi, atau menarik diri dari lingkungan atau pergaulan sosial. Terapi sedini mungkin untuk mengatasi gangguan depresi yang dialami oleh wanita hamil dapat membantu mencegah timbulnya berbagai efek samping pada anak di masa mendatang. Konseling atau terapi perilaku kognitif dapat membantu mengatasi gejala depresi.   Sumber: healthline