Your browser does not support JavaScript!
 29 Aug 2019    18:00 WIB
Cegah Gigi Berlubang Dengan Tips Berikut!
Gigi berlubang adalah lubang yang terjadi di antara dua lapisan gigi, yaitu enamel dan dentin. Enamel merupakan lapisan gigi terluar yang berwarna putih dan keras. Dentin adalah lapisan berwarna kuning yang terletak tepat di bawah enamel. Kedua lapisan ini berfungsi untuk melindungi lapisan gigi terdalam yang disebut dengan pulpa. Pada lapisan pulpa terdapat banyak pembuluh darah dan saraf. Gigi berlubang merupakan hal yang sering terjadi dan mengenai hampir 90% populasi. Lubang yang kecil dapat tidak menyebabkan nyeri dan seringkali tidak disadari oleh penderita. Lubang yang lebih besar dapat membuat makanan tersangkut di dalamnya dan bagian pulpa gigi yang berlubang dapat teriritasi oleh racun bakteri atau makanan yang dingin, panas, asam, atau manis sehingga menimbulkan rasa nyeri.   Penyebab Gigi Berlubang Bakteri penyebab gigi berlubang yang terdapat di dalam mulut anda akan mencerna karbohidrat sederhana dan mengubahnya menjadi plak asam. Plak asam ini berbeda dengan plak pada gigi yang menyebabkan penyakit gusi. Plak asam yang dihasilkan oleh bakteri ini menyebabkan lapisan anorganik keras pada enamel dan dentin melunak. Lapisan yang melunak ini kemudian akan larut ke dalam air liur dan terbentuklah lubang pada gigi. Jika lubang ini tidak segera ditambal oleh dokter gigi anda, maka lubang ini akan terus mengerosi gigi dan merusak lapisan pulpa gigi anda. Kerusakan pada pulpa dapat menyebabkan kematian pulpa, infeksi, dan abses gigi. Pulpa yang rusak ini menyebabkan gigi perlu diangkat atau memerlukan penggantian pulpa gigi dengan suatu zat tertentu. Enamel pada gigi susu belum terbentuk sempurna dan berongga. Setelah 7 tahun maka enamel ini akan digantikan oleh enamel yang sempurna, keras, kuat, dan berkilau. Oleh karena itu, anak-anak lebih mudah mengalami gigi berlubang daripada orang dewasa. Bakteri penyebab gigi berlubang sulit dihilangkan karena bakteri ini sangat mirip dengan bakteri mulut lainnya yang tidak berbahaya. Terdapat banyak bakteri penyebab gigi berlubang, yaitu: Lactobacillus acidophilus yang terdapat di dalam lubang dan celah pada bagian atas permukaan gigi. Bakteri ini dapat menyebabkan pembusukan gigi pada anak-anak berusia 3-12 tahun, menyebabkan gigi berlubang pada bayi, dan gigi geraham permanen pertama yang mulai terbentuk pada usia 6 tahun 6 jenis bakteri Streptococcus yang menyerang permukaan lunak pada bagian samping gigi. Biasanya terjadi pada daerah yang bersentuhan dengan gigi lainnya. Lubang yang terjadi pada bagian ini sulit terlihat oleh mata sehingga membutuhkan foto rontgen Odontomyces viscoses yang hidup pada bagian belakang lidah dan  menyerang lapisan semen gigi yang tidak terlindungi. Lapisan semen merupakan bagian keras dan terluar dari akar gigi (dua pertiga bagian gigi yang biasanya terdapat di dalam tulang gigi). Pada lansia dan penderita penyakit gusi, akar gigi dan semen menjadi tidak terlindungi dan rentan terhadap infeksi bakteri   Pencegahan Gigi Berlubang Konseling Nutrisi Mengurangi konsumsi gula sederhana (sukrosa atau gula pasir) dapat mengurangi jumlah asam yang dihasilkan oleh bakteri di dalam mulut. Selain itu, mengkonsumsi kalsium, fosfor, vitamin A, D, dan C yang cukup dapat meningkatkan kesehatan dan kekuatan enamel. Kebersihan Rongga Mulut Menyikat gigi secara teratur dan sering dapat mengurangi pembentukan plak asam yang dapat merusak enamel gigi. Membersihkan gigi dengan benang (dental floss) dapat mengangkat plak asam dari permukaan lunak di antara gigi. Bila anda tidak dapat menyikat dan membersihkan gigi anda segera setelah makan, anda dapat mengunyah makanan yang dapat membersihkan gigi dan mulut anda pada akhir waktu makan. Makanan tersebut adalah apel dan seledri yang dapat membantu membersihkan sisa-sisa makanan dan plak. Mengunyah permen karet tanpa gula selama beberapa menit setelah makan juga dapat membantu. Jangan Terlalu Banyak Mengemil Kurangilah mengemil di antara waktu makan. Setiap makanan dapat menyebabkan terbentuknya plak asam pada gigi anda. Oleh karena itu, mengemil sepanjang hari dapat membuat gigi anda terpapar oleh plak asam ini. Fluoride Fluoride dapat memperkuat lapisan enamel dan dentin anak-anak sebelum gigi permanen keluar. Fluoride topikal (dioleskan langsung pada gigi) dapat mengisi rongga-rongga pada enamel yang belum terbentuk sempurna dan menutup lubang gigi yang kecil serta mengurangi pembentukan lubang pada gigi permanen. Penutup Gigi (Sealant) Penutup gigi atau sealant merupakan suatu lapisan plastik yang diletakkan pada lubang dan celah di bagian atas permukaan gigi belakang (gigi geraham). Penutup gigi sangat efektif dalam mencegah terbentuknya lubang dan direkomendasikan untuk dipasang pada seluruh gigi geraham permanen pada anak-anak. Penutup gigi ini juga digunakan untuk mengurangi pembentukan lubang pada gigi bayi dan orang dewasa yang mudah berlubang. Tindakan ini merupakan tindakan sederhana, tidak menimbulkan nyeri, dan tidak membutuhkan pembiusan.  Baca juga : Menghilangkan Plak pada gigi Sumber: webmd
 06 Jul 2019    16:00 WIB
Ini Dia Dua Sumber Makanan yang Menjadi Penyebab Timbulnya Karang Gigi
Sebenarnya, setiap orang telah memiliki benih gigi di dalam gusinya, baik gigi susu maupun gigi dewasa. Seiring dengan semakin bertambahnya usia, setiap anak pun akan mulai mengkonsumsi berbagai jenis makanan, yang dapat meningkatkan resiko terbentuknya karang gigi. Menempelnya sisa-sisa makanan di sela-sela gigi inilah yang menyebabkan terbentuknya plak (karang gigi), yang pada akhirnya akan membuat gigi berlubang.   Makanan Manis Salah satu makanan yang telah banyak diketahui sebagai penyebab terbentuknya karang gigi dan gigi berlubang adalah gula atau makanan manis;  seperti permen, gulali, coklat, dan berbagai jenis makanan manis lainnya. Walaupun makanan manis memang dapat membantu memperbaiki mood Anda, akan tetapi mengkonsumsi terlalu banyak makanan manis juga berbahaya bagi kesehatan gigi Anda, apalagi bila Anda tidak rajin menggosok gigi. Mengapa makanan manis dapat menyebabkan gigi berlubang? Hal ini dikarenakan gula yang terdapat di dalam makanan manis akan diubah menjadi suatu zat asam oleh bakteri yang terdapat di dalam mulut. Zat asam inilah yang berbahaya bagi gigi karena dapat menimbulkan lubang-lubang mikro pada permukaan gigi.   Makanan yang Mengandung Karbohidrat Makanan yang mengandung karbohidrat juga merupakan salah satu penyebab terbentuknya karang gigi. Beberapa penelitian bahkan telah menemukan bahwa biskuit asin justru merupakan penyebab utama dari terbentuknya karang gigi dan gigi berlubang. Makanan berkarbohidrat lainnya yang juga dapat meningkatkan resiko terbentuknya karang gigi adalah nasi dan roti. Hal ini dikarenakan sisa nasi dan roti di antara sela gigi juga sulit dihilangkan walaupun Anda telah menggosok gigi. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk membersihkan gigi dengan menggunakan benang gigi, baik setelah makan maupun setelah menggosok gigi. Hal ini bertujuan untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang masih tertinggal di sela-sela gigi setelah menggosok gigi. Makanan mengandung pati, Makanan yang mengandung zat pati merupakan salah satu dari penyebab karang gigi. Bahkan ada penelitian yang mengatakan jika biskuit asin merupakan penyebab utama terbentuknya karang serta karies gigi. Nasi dan roti merupakan dua contoh dari makanan yang Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang.   Baca juga: Bahaya Tersembunyi di Dalam Produk Perawatan Gigi   Sumber: kicantik
 22 Jun 2019    16:00 WIB
5 Penyebab Tak Terduga dari Kerusakan Gigi
Anda tentunya telah mengetahui berbagai penyebab gigi berlubang seperti minuman bersoda, gula, permen, dan cara menyikat gigi yang salah atau justru jarang menyikat gigi. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ternyata terdapat beberapa hal tak terduga lainnya yang juga dapat menyebabkan gigi berlubang? Di bawah ini terdapat 5 hal yang dapat menyebabkan terjadinya gigi berlubang.   Olahraga Kardio Sebuah penelitian baru di Jerman menemukan bahwa melakukan olahraga kardio dalam waktu lama dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan gigi Anda. Pada penelitian ini, para peneliti membandingkan kesehatan gigi seorang atlet dengan orang yang tidak berolahraga dan menemukan bahwa para atlet cenderung mengalami erosi pada gigi, yaitu pengikisan lapisan email gigi. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa semakin sering mereka berlatih setiap minggunya, maka semakin besar resiko terjadinya gigi berlubang. Hal ini dikarenakan olahraga mengurangi jumlah air liur yang dihasilkan oleh seseorang. Air liur mengandung berbagai jenis mineral yang penting untuk merawat kesehatan gigi Anda dan menetralisir asam yang membuat gigi Anda tererosi dan rusak. Selain itu, mengkonsumsi berbagai jenis minuman energi yang manis selama berolahraga juga merupakan salah satu faktor resiko penyebab gigi berlubang. Untuk mengatasi hal ini, sikatlah gigi Anda sebelum Anda mulai berolahraga dan berkumurlah dengan air putih setelah mengkonsumsi minuman manis atau asam. Selain itu, mengunyah permen karet selama Anda berolahraga juga dapat membantu meningkatkan produksi air liur Anda.   Olahraga Angkat Beban Saat Anda melakukan olahraga angkat beban, maka Anda pun cenderung akan mengatupkan rahang, yang memang dapat membuat Anda mampu mengangkat beban tersebut karena peningkatan aliran darah ke bagian otak yang mengendalikan pergerakkan motoric. Akan tetapi, tekanan atau gesekan antar gigi saat Anda mengatupkan rahang dapat merusak gigi Anda dan bahkan membuatnya retak, dan menimbulkan nyeri persistem pada rahang Anda. Untuk mencegah kerusakan gigi, gunakanlah pelindung gigi saat Anda berolahraga angkat beban seperti yang digunakan oleh para petinju.   Obat-obatan Tertentu Berbagai jenis obat-obatan yang berfungsi untuk mengatasi reaksi alergi, depresi, gangguan jantung, dan tekanan darah dapat menyebabkan mulut kering, yang tentu saja dapat merusak kesehatan gigi Anda karena gigi Anda membutuhkan air liur untuk melindunginya dari asam yang dapat merusak dan mengerosi gigi. Hal ini dapat terjadi hanya dalam waktu beberapa bulan saja. Untuk mengatasi hal ini, Anda dapat mengunyah permen karet bebas gula atau permen tanpa gula untuk menstimulasi produksi air liur. Hindarilah konsumsi berbagai jenis makanan manis dan asam yang dapat memicu terjadinya erosi dan kerusakan gigi.   Refluks Asam Lambung Asam dari saluran pencernaan Anda dapat merusak gigi Anda dengan cara menghilangkan lapisan email gigi seperti halnya asam dari minuman bersoda dan minuman energi. Akan tetapi, asam dari saluran pencernaan Anda ini tentunya lebih kuat dibandingkan dengan asam dari minuman bersoda atau minuman energi tersebut. Jika dokter gigi Anda menemukan adanya erosi pada gigi bagian belakang, maka berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk mengatasi asam lambung yang terus naik ke dalam mulut Anda.   Menggosok Gigi di Saat yang Tidak Tepat Menggosok gigi setelah mengkonsumsi makanan dan minuman asam seperti jus buah, buah-buahan segar, minuman energi, anggur merah, dan minuman bersoda dapat membuat lapisan email melemah. Hal ini dapat membuat gigi menjadi kuning dan meningkatkan resiko terjadinya keretakkan pada gigi. Untuk mencegah hal ini, berkumurlah setelah mengkonsumsi makanan atau minuman manis dan tunggulah selama 40 menit sebelum mulai menggosok gigi. Selama 40 menit tersebut, kalsium yang terdapat di dalam air liur Anda dapat kembali menguatkan daerah email gigi yang telah melemah.     Sumber: menshealth
 16 Jun 2019    11:00 WIB
Ameloblastoma, Tumor Rahang yang Bisa Berubah Ganas
Ameloblastoma merupakan tumor langka yang biasanya bermula dari rahang, biasanya di dekat gigi geraham bungsu atau gigi geraham. Tumor ini terbentuk dari sel yang berfungsi untuk membentuk email gigi, yang berfungsi untuk melindungi gigi. Tumor dapat menyebabkan nyeri dan pembengkakan serta dapat mengubah bentuk wajah penderita. Jika terus dibiarkan tanpa pengobatan dalam waktu lama, maka tumor dapat berubah menjadi ganas dan menyebar  ke kelenjar getah bening atau paru-paru. Siapa saja dapat menderita tumor ini, tetapi tumor paling sering mengenai orang dewasa yang berusia antara 30-60 tahun.   Penyebab Hingga saat ini para ahli masih tidak mengetahui apa sebenarnya penyebab pasti dari ameloblastoma atau mengapa orang tertentu lebih beresiko mengalami tumor ini. Namun, para ahli menemukan bahwa tumor ini lebih sering ditemukan pada pria daripada wanita dan tampaknya gen tertentu juga turut berperan dalam terjadinya tumor. Selain itu, pernah menderita cedera pada rahang atau infeksi pada mulut juga dapat meningkatkan resiko terjadinya tumor. Sejumlah ahli menduga bahwa sejumlah virus atau kurangnya asupan protein atau mineral tertentu juga dapat meningkatkan resiko terbentuknya ameloblastoma.   Gejala Tumor ini biasanya tumbuh secara perlahan selama beberapa bulan atau bahkan tahun. Satu-satunya gejala yang mungkin dirasakan penderita adalah pembengkakan pada bagian belakang rahang. Penderita juga mungkin mengalami sakit gigi atau nyeri rahang. Namun, pada beberapa kasus, penderita sama sekali tidak mengalami gejala apapun. Tumor baru ditemukan saat mereka melakukan pemeriksaan radiologi untuk alasan lain. Kadangkala ameloblastoma dapat bertumbuh dengan cepat dan terasa sangat nyeri. Tumor bahkan dapat membuat gigi Anda tanggal atau bergeser. Tumor juga dapat menyebar hingga ke hidung, rongga mata, atau tulang tengkorak. Pada kasus yang jarang, tumor dapat menjadi sangat besar hingga menghambat saluran napas, hingga penderita kesulitan membuka dan menutup mulutnya. Tumor bahkan dapat mempengaruhi kemampuan tubuh Anda untuk menyerap nutrisi dari makanan.   Diagnosa Dokter gigi seringkali menemukan tumor melalui pemeriksaan foto rontgen, MRI, atau CT scan. Dokter mungkin juga perlu melakukan pemeriksaan biopsi dengan mengambil sedikit jaringan tumor untuk memastikan apakah benar tumor tersebut merupakan ameloblastoma. Pemeriksaan ini juga dapat membantu menemukan seberapa cepat tumor bertumbuh.   Baca juga: Penyebab dan Pengobatan Pergeseran Rahang Bawah   Pengobatan Obat-obatan dan terapi radiasi tampaknya tidak terlalu efektif untuk mengatasi ameloblastoma non kanker, jadi biasanya perlu dilakukan tindakan pembedahan utnuk mengatasinya. Untuk memastikan sel tumor tidak tumbuh kembali, dokter biasanya akan mengangkat tumor dan sejumlah jaringan sehat di sekitarnya. Pada tindakan pembedahan ini, sejumlah bagian rahang, pembuluh darah arteri, dan saraf wajah mungkin juga perlu diangkat. Oleh karena itu, paska operasi dokter biasanya akan menganjurkan tindakan pembedahan lain untuk memperbaiki bentuk rahang. Paska operasi penderita juga perlu melakukan terapi rehabilitasi untuk belajar bagaimana caranya tersenyum dan mengunyah. Paska operasi, penderita juga diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala selama 5 tahun untuk memastikan apakah tumor kembali tumbuh atau tidak. Jika tumor kembali tumbuh, maka resiko tumor berubah menjadi kanker akan menjadi lebih tinggi. Jika tumor sudah menyebar ke bagian tubuh lain, maka terapi radiasi perlu segera dilakukan untuk memperlambat atau menghentikan pertumbuhan tumor.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.     Sumber: webmd
 15 Jun 2019    16:00 WIB
5 Rahasia Alami Bisa Membuat Gigi Tampak Lebih Putih
Untuk mendapatkan gigi yang lebih putih tentu Anda harus rajin menyikat gigi, selain itu menghindari makanan atau minuman yang menghilangkan warna putih gigi seperti kafein. Alam! Kekuatan alam tampaknya selalu memberi cara dalam membantu kita memecahkan masalah kesehatan. Salah satunya adalah dapat membuat Anda semakin menawan, tentu saja karena rahasia alami ini dapat membantu membuat gigi Anda tampak lebih putih. Berikut adalah cara alami untuk membuat gigi tampak lebih putih: 1.      Buah stroberi Buah asam manis yang memiliki bentuk yang imut ini dapat membantu membuat gigi tampak lebih putih. Caranya adalah dengan menumbuk beberapa buah 3-4 stroberi sampai halus kemudian gosokkan ke gigi Anda seperti pasta gigi. Diamkan selama 5 menit kemudian bilas sampai bersih. 2.      Jeruk Buah lain yang dapat digunakan untuk memutihkan gigi adalah jeruk. Bagian dalam kulit jeruk juga baik untuk memutihkan gigi. Anda dapat menggosok kulit bagian dalam tepat di gigi Anda. Untuk membuatnya lebih efektif, gunakan campurkan perasan air jeruk dan campuran garam. Kemudian gunakan untuk kumur-kumur. Namun, pastikan setelahnya untuk membilas mulut Anda dengan baik setelah menggunakan perawatan pemutihan gigi ini. 3.      Baking soda Baking soda telah lama digunakan untuk memutihkan gigi, dan masih efektif sampai sekarang. Cara membuatnya adalah deng an mencampurkan 3 sendok makan baking soda, ditambah dengan garam kemudian campurkan dengan 1 sendok air putih. Anda bisa menggunakan campuran ini sebagai pasta gigi.Tapi perlu diingat cukup lakukan cara ini seminggu sekali, karena bisa mengikis email Anda. 4.      Kulit Pisang Caranya adalah dengan menggosokkan kulit pisang  selama dua sampai lima menit pada gigi Anda. Lalu diamkan beberapa menit kemudian sikat gigi. Anda bisa melakukan cara ini satu hingga dua minggu sekali  untuk mendapatkan hasil yang maksimal. 5.      Lemon Lemon mengandung asam sitrat yang bisa memutihkan gigi Anda.  Cara menggunakannya juga mudah, cukup potong dua buah lemon, kemudian gosokkan ke gigi Anda dan Anda akan merasakan manfaatnya. Selain dengan cara alami diatas, agar gigi Anda tampak lebih putih adalah dengan menghindari menggunakan obat kumur. Karena kandungan alkohol dalam obat kumur dapat membuat noda di gigi Anda. Baca juga: Fakta Mengenai Sikat Gigi Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: hotdatingtips
 08 Apr 2019    11:00 WIB
6 Makanan Perusak Kesehatan Gigi dan Gusi
Banyak orang sudah mengetahui beberapa jenis makanan tertentu yang dapat merusak kesehatan gigi seperti permen, minuman bersoda, dan berbagai jenis minuman energi serta berbagai jenis makanan lain yang banyak mengandung gula yang dapat menyebabkan terjadinya gigi berlubang.  Gula merupakan karbohidrat yang lengket yang membuat bakteri di dalam mulu menempel di atasnya dan menghasilkan suatu cairan asam yang dapat mengikis berbagai mineral pada gigi Anda dan merusak lapisan email gigi Anda. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ternyata terdapat berbagai jenis makanan lainnya yang juga dapat merusak gigi dengan tidak terduga? Di bawah ini terdapat beberapa jenis makanan yang ternyata juga berbahaya bagi kesehatan gigi Anda.   Buah Golongan Sitrus Vitamin C yang terdapat di dalam berbagai jenis jeruk merupakan komponen penting untuk menjaga kolagen pada gusi Anda, akan tetapi mengkonsumsinya secara berlebihan ternyata juga dapat berbahaya bagi kesehatan gigi dan gusi Anda. Jadi jika gigi Anda sering berkontak dengan buah golongan sitrus, misalnya karena Anda mengkonsumsi beberapa buah jeruk setiap harinya atau mengkonsumsi banyak air putih dengan lemon di dalamnya; maka hal ini dapat membuat lapisan email Anda menjadi lebih lunak. Lapisan email tidak dapat tumbuh kembali setelah rusak, terutama bila Anda sering mengkonsumsi lemon dan jeruk nipis. Sebuah penelitian di Inggris pada tahun 2011 menemukan bahwa jus anggur mampu merusak gigi hampir sama dengan minuman bersoda. Untuk mengatasi hal ini, minumlah segelas air putih setelah Anda mengkonsumsi jeruk atau minuman bersoda. Lalu 20 menit kemudian jangan lupa untuk menyikat gigi Anda. Akan tetapi, pastikan Anda tidak langsung menyikat gigi Anda setelah mengkonsumsi buah golongan sitrus karena hal ini justru dapat merusak lapisan email gigi Anda yang sedang melunak.   Kacang Almond Karena kacang almond cukup keras, maka kadangkala mengkonsumsi terlalu banyak kacang almond dapat membuat gigi Anda patah atau retak.  Untuk mengatasi hal ini, konsumsilah kacang almond yang telah dipotong-potong dalam bentuk kecil sehingga gigi Anda pun lebih mudah mencernanya.   Acar Acar merupakan makanan yang mengandung sangat banyak asam karena banyaknya cuka yang digunakan untuk membuatnya. Hal ini dapat membuat mineral pada lapisan email gigi Anda terurai. Selain itu, acar juga seringkali mengandung banyak gula, yang juga merupakan salah satu penyebab terjadinya gigi berlubang. Untuk mengatasi hal ini, konsumsilah keju setelah Anda mengkonsumsi acar. Hal ini dikarenakan keju tidak bersifat asam dan mengandung banyak kalsium. Keju dapat membantu menetralisir asam di dalam mulut Anda. Atau Anda dapat mengkonsumsi permen karet bebas gula yang mengandung xylitol yang juga dapat membantu menetralisir asam sambil meningkatkan jumlah air liur untuk membersihkan mulut Anda.   Buah Kering Karena kandungan air di dalam buah kering seperti kismis telah diserap seluruhnya, maka buah kering ini mengandung gula dalam jumlah yang sangat tinggi dan cenderung melekat pada gigi Anda. Hal ini dapat menyebabkan bakteri terperangkap di dalamnya dalam waktu yang cukup lama untuk menghasilkan cairan asam penyebab terjadinya gigi berlubang. Untuk mengatasi hal ini, jangan lupa untuk mengkonsumsi segelas air putih setelah mengkonsumsi buah kering dan sikatlah gigi Anda 20 menit kemudian.   Kopi Memang benar kopi mengandung banyak antioksidan, akan tetapi juga dapat menodai gigi Anda. Noda ini dapat memicu terbentuknya plak pada gigi yang dapat menyebabkan terjadinya gigi berlubang. Untuk mencegah gigi Anda menjadi berwarna kecoklatan, maka gunakanlah sedotan untuk meminimalisir kontak antara kopi dan gigi Anda. Selain itu, hindarilah menambahkan gula dan pilihlah susu sebagai penggantinya karena susu juga dapat membantu menetralisir asam.   Selai Kacang Selain mengandung banyak protein, selai kacang juga sangat lengket sehingga dapat melekat cukup lama pada gigi Anda yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gigi berlubang. Oleh karena itu, pilihlah selai kacang yang tidak mengandung gula tambahan yang membuatnya semakin lengket.       Sumber: womenshealthmag
 14 Feb 2019    08:00 WIB
Tips Menangani Nyeri Ketika Bayi Sedang Tumbuh Gigi
Salah satu proses pertumbuhan dan perkembangan bayi yang menggemaskan adalah dengan senyuman disertai dengan pertumbuhan gigi susu pertamanya.Tumbuh gigi pertama kali diawali dengan akar gigi, kemudian ujung gigi mendorong melalui gusi. Tumbuh gigi pada bayi biasanya dimulai pada usia 6-12 bulan. Gigi yang tumbuh saat itu dikenal dengan gigi susu atau gigi primer. Proses pertumbuhan gigi ini akan berlangsung secara kontinu sejak bayi berusia 6 bulan sampai 3 tahun. Biasanya proses tumbuh gigi sering dibarengi dengan timbulnya nyeri dan gejala lain yang membuat bayi merasa tidak nyaman. Dalam mengatasi ketidaknyaman anak anda pada saat tumbuh gigi susu, Anda dapat melakukan beberapa langkah. Kompres esMenggunakan es merupakan cara yang paling mudah untuk mengurangi nyeri saat tumbuuh gigi. Letakkan es pada gusi yang membengkak sebagai bahan anestetik untuk meredakan nyeri yang dirasakan bayi. Anda dapat mengoleskan es pada gusi bayi Anda atau Anda bisa membekukan jus buah menjadi es loli dan berikan kepada anak Anda. Cengkeh untuk meredakan nyeriCengkeh sudah banyak digunakan untuk meredakan sakit pada gigi dan gusi. Gunakan minyak cengkeh yang diencerkan dengan air kemudian gosokkan ke gusi anak Anda untuk meredakan nyeri yang ia rasakan. Memberikan tekanan pada gusiAnda dapat menggunakan jari tangan Anda yang sudah dibersihkan kemuadian pijat gusi anak Anda secara ringan. Pijatan ringan ini akan memberikan tekanan melawan pertumbuhan gigi dan hal ini akan memberi efek menenangkan. Anda juga dapat memberikan finger food, selain dikarenakan biasanya tumbuh gigi pada usia 6 bulan sehingga makanan pendamping asi telah diberikan. Berikan finger food dalam ukuran yang memudahkan untuk digenggam, tidak membuat tersedak dan juga teksturnya mudah lumer di mulut bayi anda. Berikan teether atau mainan untuk digigitBerikan mainan yang tidak membuatnya terluka, salah satunya teether yaitu mainan untuk digigit. Saat ini banyak tersedia berbagai macam mainan teether yang tersedia di toko. Sebaiknya anda membersihkan terlebih dahulu sehingga mengurangi kuman pada saat masuk ke dalam mulutnya. Selain itu anda dapat memasukan ke dalam lemari es terlebih dahulu, benda yang dingin ketika digigit bayi akan membuatnya nyaman.Sumber: healthmeup
 25 Jan 2019    08:00 WIB
Baikah Kandungan Xylitol Untuk Kesehatan Gigi ?
Halo sahabat setia Dokter.ID! salam sehat untuk kita semua dan terutama untuk gigi sehat kita! nah bicara soal gigi, kali ini kita akan membahas pemanis yang bernama Xylitol, pernah dengar sebuah kandungan bernama xylitol? Ya, xylitol akhir-akhir ini menjadi cukup populer karena khasiatnya dapat membalikkan persepsi orang akan efek buruk sebuah permen. Xylitol dengan khasiatnya justru membuat beberapa permen atau kembang gula tertentu yang mengandungnya menjadi ‘bersahabat’ dan dipercaya untuk menyehatkan gigi. Beberapa orang kini mulai mempertimbangkan adanya kandungan xylitol ketika memilih merek permen, ataupun tablet hisap suplemen vitamin. Sebenarnya, apa itu xylitol dan bagaimana kandungan ini bisa membantu kesehatan gigi? Pada dasarnya xylitol termasuk dalam jenis gula, namun dengan karakteristik yang berbeda dari jenis gula pada umumnya. Xylitol berasal dari ekstrak tanaman berkayu keras bernama birch yang berasal dari Finlandia. Selain birch, zat ini dapat dijumpai secara alami pada berbagai buah dan sayuran, seperti buah beri, gandum, sekam jagung, jamur, atau dapat juga diperoleh melalui ekstraksi serat jagung, raspberry, plum, dan biji jagung. Zat yang juga dikenal dengan nama gula alkohol ini biasa digunakan sebagai pemanis alami pengganti gula biasa dengan tingkat kemanisan yang hampir sama dengan gula. Meskipun tergolong jenis gula, xylitol punya sifat yang lebih eksklusif dibanding gula pada umumnya. Jenis gula biasa (sukrosa) yang masuk ke mulut akan dimetabolisme bakteri M. streptococcus menjadi asam laktat sehingga memicu gigi berlubang. Xylitol juga memiliki sifat antimikrobial yang melawan bakteri, serta menjaga fungsi air liur dalam menetralisir keasaman plak secara lebih sempurna. Sifat-sifat inilah yang melawan pertumbuhan bakteri pada gigi sekaligus menjadi alasan utama mengapa xylitol membantu menyehatkan gigi. Pada penelitian Fraga, dkk. dalam jurnal Brazilian Oral Research, sebanyak 12 orang dewasa (pria dan wanita) dicatat jumlah kandungan bakteri mutan streptococci yang dapat menyebabkan kerusakan gigi pada mulut mereka masing-masing. Setelah dicatat lalu mereka diberikan konsumsi total 1 gram xylitol per hari dalam bentuk permen karet. Terbukti setelah 30 hari, kandungan bakteri mutan streptococci dalam mulutnya berkurang hingga 69%. Ini berarti bahwa xylitol mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab kerusakan gigi. Tidak hanya orang dewasa, kesehatan gigi dan gusi pada anak pun bisa terbantu dengan pemanis ini. Xylitol dapat mencegah gingivitis atau peradangan pada gusi yang disebabkan penumpukan bakteri gingivitis. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Kandelman dan Gagnon tahun 1987 membuktikan pemberian xylitol pada anak usia 8 hingga 9 tahun yang sudah mengonsumsi beragam makanan dapat mengurangi sampai dengan 55% kerusakan gigi. Penelitian lain dalam jurnal Arch Pediatric Adolesc Medical yang menguji 100 anak berusia 9 hingga 15 bulan ikut menguatkan penelitian sebelumnya. Penelitian dilakukan dengan memberi xylitol dan sorbitol dalam bentuk sirup pada sejumlah anak tersebut. Hasilnya xylitol mampu menjaga kesehatan gusi dan mencegah terjadinya pengeroposan dini pada gigi kita. Xylitol umumnya ditoleransi dengan baik, tetapi beberapa orang dapat mengalami efek samping pencernaan ketika mereka makan terlalu banyak. Alkohol gula dapat menarik air ke usus kita atau difermentasi oleh bakteri usus. Ini dapat menyebabkan gas, kembung dan diare. Namun, tubuh kita tampaknya beradaptasi dengan sangat baik terhadap xylitol. Jika kita menambah asupan secara perlahan dan memberi waktu tubuh kita untuk menyesuaikan diri, kemungkinan kita tidak akan mengalami efek negatif apa pun. Konsumsi xylitol jangka panjang tampaknya benar-benar aman. Dalam satu studi, orang mengkonsumsi rata-rata 3,3 pon (1,5 kg) xylitol per bulan - dengan asupan harian maksimum lebih dari 30 sendok makan (400 gram) - tanpa efek negative. Orang-orang menggunakan gula alkohol untuk memaniskan kopi, teh, dan berbagai resep. Kita dapat mengganti gula dengan xylitol dalam rasio 1: 1. Dan jika kita memiliki sindrom iritasi usus besar (IBS) atau intoleransi terhadap FODMAPs, berhati-hatilah dengan alkohol gula dan pertimbangkan untuk menghindarinya sama sekali. Jadi sahabat, setelah kita mengetahu kegunaan maupun efek yang dapat terjadi pada xylitol, pada dasarnya jangan berlebihan mengkonsumsi apapun, dan selalu berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi yah.   Sumber : www.webmd.com, www.healthline.com
 15 Sep 2018    18:00 WIB
5 Kesalahan Membersihkan Sikat Gigi
Pernahkan Anda membayangkan berapa banyak kuman yang ada di sikat gigi Anda? 10 milyard! Ya sebanyak itulah mikroba yang hidup di sikat gigi Anda. Sikat gigi dapat menjadi rumah untuk berbagai bakteri dan virus, bahkan beberapa jamur dapat timbuh subur didalamnya. Tipe bakteri yang terkandung didalamnya juga berbagai macam dari yang menguntungkan sampai yang menimbulkan penyakit digigi dan gusi Anda. Berikut adalah kesalahan yang sering Anda lakukan saat membersihkan sikat gigi:Menyimpan sikat gigi Anda dengan jarak kurang 2 meter dari toiletKarena kebanyakan orang melakukan sikat gigi didalam kamar mandi, maka lebih mudah untuk menyimpan sikat gigi di kamar mandi bukan? Apakah Anda ingin gas pembuangan dari toilet berada di mulut Anda? Tentu saja tidak. Jauhkanlah tempat penyimpanan sikat gigi Anda jauh dari toilet, paling tidak lebih dari 2 meter. Menyimpan sikat gigi di wadah plastikCara penyimpanan sikat gigi juga sangat berpengaruh terhadap kebersihan sikat gigi Anda dan bagaimana mikroba berkembang di dalamnya. Dengan menyimpan sikat gigi Anda dalam wadah plastik akan sangat berbahaya. Tetapi menyimpan sikat gigi dengan meletakkannya di gelas dan membiarkannya terbuka juga bukan metode penyimpanan yang baik. Simpanlah sikat gigi Anda didalam wadah yang terbuat dari kain. Kain ini akan menyerap sisa air liur yang tertinggal di sikat gigi juga menyerap kelembaban sikat gigi. Dengan cara ini Anda telah mencegah timbulnya bakteri baru di sikat gigi. Mensterilkan sikat gigi di microwaveAda beberapa orang yang menaruh sikat giginya di mocrowave dengan tujuan untuk mensterilkan. Tetapi kebanyakan sikat gigi terbuat dari plastik, silikon, nilon, dan microwave akan menghancurkannya. Dengan memanaskan sikat gigi dalam microwave akan menyebabkan pelepasan bisphenol-A (BPA) yang ada pada plastik sikat gigi. BPA ini sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan infertilitas dan berbagai jenis kanker. Untuk membersihkan sikat gigi Anda dapat mencucinya dibawah air mengalir menggunakan sabun kemudian tutup sikat gigi menggunakan bahan dari kain. Juga jangan lupa mengganti sikat gigi Andaminimal 4 kali dalam setahun. Anda pikir pasta gigi dapat membersihkan sikat gigi dari kuman?Pasta gigi yang normal tidak memiliki pengaruh terhadap bakteri dalam sikat gigi. Pada dasarnya didalam mulut kita terdapat milyaran mikroba baik yang dikenal dengan nama microbiome yang melindungi mulut dari virus dan bakteri jahat. Tetapi microbiome ini dapat menjadi bakteri baik karena penggunaan pasta gigi yang menggunakan deterjen atau cairan pencuci mulut yang menggunakan alkohol. Pasta gigi Anda mengandung banyak bahan kimiaHindari penggunaan pasta gigi yang mengandung bahan kimia seperti sodium laurel sulfate atau triclosan copolymer karena zat ini dapat mengiritasi mulut dan dapat melukai bagian dalam mulut. Sumber: foxnews
 05 Sep 2018    18:00 WIB
11 Hal yang Diketahui Dokter Gigi Hanya Dengan Melihat Mulut Anda
Tahukah Anda bahwa dokter gigi Anda dapat mengetahui beberapa hal tentang diri Anda hanya dengan melihat keadaan mulut Anda? Kadangkala, berbagai jenis penyakit seperti kanker, anemia, dan diabetes dapat diketahui pertama kali oleh seorang dokter gigi saat melakukan pemeriksaan rutin. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja hal yang dapat diketahui oleh dokter gigi Anda hanya dengan melihat keadaan mulut Anda.   Anda Hanya Melakukan Floss Gigi Saat Akan Berkunjung ke Dokter Anda tidak dapat menipu dokter gigi Anda mengenai seberapa sering Anda melakukan floss gigi. Hal ini dikarenakan gusi orang yang hanya melakukan floss gigi tepat sebelum pemeriksaan biasanya akan berdarah atau tampak rusak.   Anda Sedang Hamil Hampir 40% wanita akan mengalami ginggivitis (peradangan gusi) saat mereka hamil. Hal ini disebabkan oleh peningkatan kadar hormon progesteron, yang akan membuat pertumbuhan bakteri menjadi lebih baik dan menyebabkan terjadinya gingivitis. Beberapa orang wanita bahkan akan mengalami pertumbuhan benjolan pada gusinya, yang disebut dengan tumor kehamilan atau granuloma piogenik. Tumor ini merupakan tumor jinak dan akan menghilang dengan sendirinya setelah seorang wanita melahirkan.   Anda Sering Menggigiti Kuku Bahkan tanpa melihat jari tangan Anda, seorang dokter gigi dapat mengetahui kebiasaan buruk Anda yang satu ini. Hal ini ditandai dengan gigi yang tampak patah dan retak, selain itu permukaan gigi biasanya juga akan menjadi rata akibat tekanan konstan pada permukaan gigi. Kebiasaan ini dapat membuat gigi Anda tampak tidak rata dan menyebabkan rahang Anda terasa nyeri dan tidak nyaman. Orang yang sering menggigiti kukunya biasanya memiliki gigi depan yang rata. Hal ini disebabkan oleh gesekan terus-menerus antara gigi atas dengan gigi bawah.   Anda Dulu Suka Menghisap Ibu Jari Sebagian besar anak yang menghisap ibu jari atau jari tangannya biasanya tidak mengalami efek jangka panjang dari kebiasaan yang satu ini. Akan tetapi, anak-anak yang masih melakukan hal ini setelah mereka berusia 7-8 tahun, akan memiliki struktur gigi yang berbeda. Kebiasaan ini biasanya akan membuat gigi depan menjadi menonjol (tonggos) dan juga dapat mempengaruhi bentuk rahang, yang dapat mempengaruhi cara mereka berbicara.   Anda Menderita Penyakit Tertentu Dokter gigi Anda dapat mengetahui penyakit yang Anda derita dari bau mulut Anda. Bau mulut seperti buah menunjukkan bahwa Anda menderita diabetes yang tidak terkendali atau diet yang terlalu ketat. Sementara itu, bau mulut seperti ikan (amis) menunjukkan bahwa Anda menderita gagal ginjal atau gagal hati. Jika bau mulut Anda sangat buruk, maka hal ini dapat menunjukkan bahwa Anda menderita refluks gastroesofageal (GERD) atau abses paru atau bronchitis atau tonsillitis.   Anda Mungkin Mengalami Gangguan Makan Bulimia dapat menyebabkan struktur gigi Anda berubah dan hal ini tentu saja akan segera diketahui oleh dokter gigi Anda. Erosi gigi biasanya hanya terjadi pada gigi depan di bagian yang menghadap kea rah lidah. Hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya lubang. Selain gangguan makan, ada beberapa hal lain yang juga dapat menyebabkan erosi pada bagian belakang gigi seperti refluks asam lambung, obat anti depresi, dan obat untuk memperbaiki mood. Hal ini dikarenakan ketiganya dapat menurunkan produksi air liur di dalam mulut, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kerusakan gigi akibat asam lambung.   Anda Menderita Infeksi Sinus Infeksi sinus, terutama yang terletak di daerah pipi dapat menyebabkan Anda menderita sakit gigi, terutama gigi rahang atas karena akar giginya terletak pada dasar sinus.   Baca juga: Lagi Sakit Gigi??? Redakan Dengan Bahan Alami Berikut Ini…   Anda Menderita Kekurangan Vitamin dan Mineral Tertentu Kekurangan vitamin dan mineral tertentu dapat menyebabkan berbagai gangguan mulut seperti sindrom lidah terbakar, jaringan luruh, peningkatan resiko infeksi, memperlambat penyembuhan, infeksi tulang, dan gusi mudah berdarah. Kekurangan zat besi merupakan salah satunya. Orang yang menderita kekurangan zat besi biasanya mengalami sudut bibir pecah-pecah atau mengalami perubahan pada lidahnya. Beberapa penderita bahkan mengalami rasa sakit seperti terbakar atau tidak ada lagi papilla pada permukaan lidahnya, yang membuat lidah tampak licin dan berkilau. Mengkonsumsi suplemen zat besi biasanya dapat membantu mengatasi hal ini.   Anda Menderita Diabetes Pada banyak kasus, tidak terkendalinya kadar gula darah dapat menyebabkan perubahan pada gusi seperti gusi tampak membengkak, berdarah, dan sensitif. Selain itu, konsistensi air liur mungkin akan berubah, yang dapat menyebabkan gigi mudah berlubang.   Anda Kecanduan Minuman Beralkohol Orang yang kecanduan minuman beralkohol biasanya memiliki gigi yang mudah berlubang karena alkohol cenderung membuat mulut menjadi kering. Mulut kering dapat menyebabkan gigi berlubang karena air liur sebenarnya berfungsi untuk menetralisir zat asam yang dapat merusak gigi di dalam mulut.   Anda Menderita Kanker Mulut Salah satu gejala awal dari kanker mulut adalah terjadinya perdarahan tanpa sebab yang jelas pada mulut, ada bercak putih atau merah atau bintik merah di dalam mulut, perubahan struktur gigi, dan adanya pembengkakan, penebalan, benjolan, atau erosi pada daerah bibir, gusi, atau daerah lain di dalam mulut.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag