Your browser does not support JavaScript!
 09 Oct 2019    11:00 WIB
Deteksi HIV Dari Gejala-Gejala Di Mulut
Apakah HIV dan AIDS itu? HIV atau Human immunodeficiency virus  adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Virus HIV merusak daya tahan tubuh dengan menyerang sistem kekebalan/imunitas dengan  menghancurkan sel-sel darah putih tertentu secara progresif dan menyebabkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome).AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sindrom atau kumpulan gejala penyakit yang timbul akibat virus HIV yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Dengan rusaknya sistem kekebalan akan mempermudah semua jenis virus masuk ke tubuh manusia tanpa takut diserang oleh imun tubuh lagi.   Bagaimana penularan HIV ? Melalui hubungan seks tanpa menggunakan kondom sehingga memungkinkan cairan mani atau cairan vagina yang mengandung virus HIV masuk ke dalam tubuh pasangannya Dari seorang ibu hamil yang HIV positif kepada bayinya selama masa kehamilan, waktu persalinan dan/atau waktu menyusui. Melalui transfusi darah/produk darah yang sudah tercemar HIV. Lewat pemakaian alat suntik yang sudah tercemar HIV, yang dipakai bergantian tanpa disterilkan, terutama terjadi pada pemakaian bersama alat suntik di kalangan pengguna narkoba suntik. Apa saja gejala-gejala HIV di mulut ? Gejala-gejala di mulut seringkali merupakan tanda awal infeksi HIV. Infeksi jamur Infeksi jamur kandida (candidiasis) adalah salah satu tanda yang paling awal dan paling umum ditemukan pada penderita HIV/AIDS. Secara klinis candidiasis tampak sebagai bercak putih atau kombinasi bercak putih dan kemerahan yang dapat terjadi di bagian manapun di rongga mulut. Terkadang bercak ini mudah berdarah dan terdapat daerah kemerahan di bawah bercak putih, disertai rasa sakit dan rasa seperti terbakar. Infeksi virus Kondisi imun yang melemah juga membuka kesempatan yang lebih lebar bagi infeksi virus, yang paling umum adalah virus herpes dan human Papillomavirus (HPV)biasanya menyerang bibir dan sisi lidah. Selain itu juga dapat terjadi lesi oral yang mengarah kepada keganasan, yang paling sering adalah sarcoma Kaposi. Mulut Kering (xerostomia)Penderita HIV/AIDS umumnya mengalami kondisi mulut kering (dry mouth/xerostomia) karena obat-obatan yang dikonsumsi maupun karena penyakitnya itu sendiri. Dikombinasi dengan penurunan sistem imun, mulut yang kering membuat penderita lebih mudah untuk mengalami karies dentis dan penyakit periodontal HIV. Peyakit periodontal HIV Penyakit periodontal sebetulnya dapat terjadi pada siapa saja, namun khusus pada pasien dengan gangguan sistem imun seperti HIV/AIDS, memiliki tampilan yang khas. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, pada gusi kondisi ini dahulu disebut HIV-gingivitis dan kini disebut linear gingival erythema (LGE), terlihat sebagai lesi merah seperti pita di daerah gusi. LGE dapat terasa sakit dan mudah berdarah, dan dapat berkembang menjadi penyakit periodontal yang khas yaitu necrotizing ulcerative periodontitis (NUP) yang dahulu disebut HIV-periodontitis, di mana tulang dan jaringan lunak mengalami kerusakan yang sangat cepat dan progresif. Umumnya berujung dengan kehilangan gigi, dan seringkali disertai rasa sakit yang berat dan mudah berdarah.   Baca Juga: Mencegah HIV Dengan Pengobatan Truvada   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.
 11 Jan 2018    08:00 WIB
Apa Sajakah Gejala Busung Lapar?
Tahukah Anda bahwa tubuh Anda hanya dapat bertahan selama 5-10 menit tanpa oksigen dan dapat bertahan selama 2-8 hari tanpa air? Akan tetapi, ternyata tubuh manusia dapat bertahan hidup cukup lama, bahkan beberapa minggu, tanpa makanan. Bagaimana hal ini dapat terjadi dan apakah gejala seseorang telah mengalami kelaparan? Tubuh manusia sebenarnya memiliki pertahanan fisiologis dan metabolisme, yang dapat membuat tubuh Anda bertahan hidup selama memungkinkan bila Anda tidak memiliki akses terhadap makanan. Intinya adalah Anda tidak akan langsung mati bila tidak makan selama beberapa hari.   Apa yang Terjadi di Dalam Tubuh Saat Anda Kelaparan? Berbeda dengan mobil yang langsung mati bila tidak memiliki bensin, tubuh Anda dapat bertahan hidup cukup lama tanpa makan, terutama bila Anda masih dapat minum. Proses ini sebenarnya merupakan cara tubuh mengenali bahwa sekarang ini sudah tidak ada makanan atau makanan sangat sedikit. Tubuh akan mulai menggunakan sumber dayanya dengan lebih bijak, untuk mempersiapkan diri tidak makan selama beberapa lama. Dengan kata lain, tubuh Anda memberikan Anda kesempatan untuk mencari makanan. Busung lapar atau kelaparan disebabkan oleh kurangnya nutrisi, misalnya saat Anda tidak mengkonsumsi makanan sehat atau saat Anda hanya mengkonsumsi kalori kosong. Gejala biasanya berlangsung secara perlahan, selama beberapa hari, minggu, atau bulan. Anda bahkan dapat mengalami kelaparan tanpa merasa lapar. Bahkan bila Anda makan secara teratur, Anda dapat mengalami kelaparan bila Anda tidak mengkonsumsi makanan yang tepat. Tubuh Anda memerlukan nutrisi yang sesuai untuk pertumbuhannya dan menjaganya tetap sehat. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa gejala kelaparan.   Perubahan Status Mental Atau Perilaku Tahap awal dari kelaparan biasanya akan mempengaruhi perilaku dan status mental Anda. Anda mungkin akan menjadi mudah marah, kesulitan berkonsentrasi, fatigue, dan memikirkan mengenai makanan. Anda mungkin merasa lemas dan perhatian mudah teralihkan.   Menurunnya Daya Tahan Tubuh Kelaparan juga dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh Anda. Luka akan menjadi lebih lama sembuh dan tubuh Anda menjadi lebih sulit melawan infeksi. Pada kulit juga dapat timbul bercak kemerahan. Hal ini terjadi karena tubuh Anda sedang "sibuk" mengarahkan nutrisi untuk menjaga agar organ-organ tubuh Anda tetap berfungsi.   Gejala Fisik Saat kelaparan terus berlangsung, maka Anda akan mulai mengalami gejala fisik. Kapan gejala fisik dimulai tergantung pada keadaan kesehatan Anda sebelum kelaparan terjadi, berat badan, dan usia Anda. Gejala fisik biasanya mulai timbul beberapa hari atau beberapa minggu setelah kelaparan dimulai. Gejala fisik yang mungkin ditemukan adalah: Merasa haus Badan terasa lemah Sembelit Napas dangkal dan lambat Denyut jantung meningkat Diare, kadang-kadang Selain itu, mata Anda juga akan tampak berkaca-kaca dan cekung. Otot-otot tubuh Anda akan tampak lebih kecil dan proses pengecilan otot sudah dimulai. Gejala kelaparan yang paling jelas pada anak-anak adalah mulai membengkaknya perut. Kulit akan menjadi pucat dan kendur. Anda juga dapat mengalami pembengkakan pada kaki dan pergelangan. Gejala lain dari kelaparan yang mungkin ditemukan adalah berhentinya menstruasi atau menstruasi menjadi tidak teratur pada wanita dan ditemukannya batu empedu.   Baca juga: Berbagai Gangguan Kesehatan Akibat Buruknya Nutrisi Pada Remaja   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: medhealthdaily