Your browser does not support JavaScript!
 12 Oct 2019    18:00 WIB
Gangguan Tidur Akibat Jadwal Kerja Malam
Gangguan tidur akibat jadwal kerja adalah suatu keadaan di mana anda mengalami gangguan tidur akibat jadwal kerja di malam hari atau jam kerja yang terus berubah-ubah. Anda juga dianggap mengalami gangguan tidur bila anda mengalami kesulitan tetap terbangun pada waktu kerja. Anda juga mungkin mengalami kesulitan tidur sepanjang hari dan merasa lelah akibat waktu tidur anda yang tidak teratur. Gangguan tidur akibat jadwal kerja anda ini berhubungan dengan irama sirkadian tubuh anda, yang mengatur waktu pada tubuh anda. Siang dan malam membantu tubuh anda mengetahui kapan waktunya bekerja dan kapan waktunya beristirahat. Siang merupakan petanda bagi tubuh anda untuk bangun, sedangkan malam memberitahu tubuh anda saatnya beristirahat. Bila anda memiliki jam kerja di malam hari dan tidur di siang hari, maka hal ini membuat tubuh anda harus mengatur ulang irama sirkadiannya. Terkadang hal ini sulit dilakukan. Gangguan tidur ini dapat mengenai orang yang bekerja pada: Malam hari Subuh Jadwal kerja yang terus berubah-ubah, di mana anda harus bekerja di siang hari selama beberapa hari kemudian berganti harus bekerja di malam hari selama beberapa hari Banyak orang yang memiliki jadwal kerja pada malam hari tetap dapat mencukupi kebutuhan tidurnya di siang hari. Jadi memperoleh tidur yang cukup walaupun harus bekerja di malam hari bukanlah suatu hal yang tidak mungkin. Hubungi dokter anda bila anda mengalami kesulitan untuk tetap terjaga di saat anda harus bangun dan bekerja atau mengalami kesulitan untuk tidur.   Apakah Saya Mengalami Gangguan Tidur Akibat Jadwal Kerja ? Untuk mendiagnosa hal ini, dokter anda memerlukan beberapa informasi dari anda, seperti: Jadwal kerja anda Berapa lama waktu tidur anda Kapan anda dapat tidur Apa yang anda rasakan saat terbangun Apakah anda merasa lelah saat terbangun atau apakah anda pernah tertidur saat bekerja Selain itu, dokter anda mungkin akan meminta anda untuk mencatat mengenai pola tidur anda setiap harinya, seperti berapa lama anda tertidur, kapan waktu tidur anda, dan apa yang anda rasakan saat terbangun. Catatan anda ini akan sangat membantu anda dan dokter anda dalam menentukan diagnosa dan penanganan yang tepat bagi anda.   Sumber: webmd    
 07 Oct 2019    11:00 WIB
Efek dari Tidur Berlebihan
Tidur yang cukup merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kesehatan anda, akan tetapi tidur berlebihan justru dapat mengganggu kesehatan anda. Tidur berlebihan telah banyak dihubungkan dengan berbagai gangguan kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung, dan peningkatan angka kematian.   Apa yang Dimaksud Dengan Tidur Berlebihan ? Kebutuhan setiap orang berbeda-beda tergantung pada usia, aktivitas, keadaan kesehatan, dan gaya hidup anda. Pada saat kesehatan anda terganggu maka anda mungkin membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak. Walaupun demikian, para ahli berpendapat bahwa setiap orang dewasa memerlukan waktu tidur sekitar 7-9 jam setiap harinya.   Penyebab Hipersomnia Salah satu penyebab tidur berlebihan adalah hipersomnia, yaitu suatu gangguan yang menyebabkan rasa kantuk berlebihan di siang hari yang biasanya tidak dapat diatasi dengan tidur siang. Selain itu, hipersomnia juga menyebabkan anda untuk tidur lebih lama di malam hari. Penderita hipersomnia biasanya juga mengalami kecemasan, kekurangan tenaga, dan gangguan daya ingat akibat kekurangan tidur dalam waktu lama. Sindrom Tidur Apnea Merupakan suatu gangguan yang menyebabkan seseorang berhenti bernapas sementara saat tidur yang dapat menyebabkan peningkatan kebutuhan tidur. Hal ini juga dapat mengganggu siklus tidur normal akibat sering terbangun saat tidur. Penyebab Lainnya Tidak setiap orang yang tidur berlebihan disebabkan oleh suatu gangguan tidur. Penyebab lain dari tidur berlebihan adalah penggunaan zat-zat tertentu seperti alkohol dan obat-obatan tertentu. Selain itu, depresi juga dapat membuat anda tidur terus-menerus. Akan tetapi, juga ada orang yang memang memiliki waktu tidur yang lebih lama daripada orang lainnya.   Berbagai Gangguan Kesehatan yang Berhubungan Dengan Tidur Berlebihan Diabetes Berdasarkan penelitian, terlalu banyak tidur atau kurang tidur dalam waktu lama dapat meningkatkan resiko diabetes. Obesitas Tidur terlalu banyak atau terlalu banyak dapat membuat berat badan anda bertambah. Berdasarkan suatu penelitian, orang yang tidur selama 9-10 jam setiap malam, memiliki resiko 21% lebih tinggi untuk mengalami obesitas dalam kurun waktu 6 tahun daripada orang yang hanya tidur selama 7-8 jam setiap malamnya. Obesitas yang diakibatkan oleh lama tidur ini tetap dapat terjadi walaupun tidak ada perubahan pada jumlah makanan yang anda konsumsi dan olahraga yang anda lakukan. Nyeri Kepala Pada beberapa orang yang sering mengalami nyeri kepala, tidur berlebihan dapat menyebabkan timbulnya nyeri kepala. Para ahli menduga bahwa hal ini berhubungan dengan suatu neurotransmiter pada otak, termasuk serotonin. Selain itu, orang yang terlalu banyak tidur di siang hari dapat mengganggu waktu tidur anda di malam hari dan menyebabkan timbulnya nyeri kepala pada pagi harinya. Nyeri Punggung Tidur terlalu lama dapat menyebabkan timbulnya nyeri punggung. Oleh karena itu, saat ini dokter tidak lagi menganjurkan anda untuk tidur lebih lama daripada biasanya bila anda mengalami nyeri punggung. Depresi Walaupun insomnia merupakan gangguan tidur yang lebih sering terjadi pada penderita depresi, akan tetapi sekitar 15% penderita depresi justru tidur lebih banyak. Hal ini justru dapat memperburuk keadaan depresi mereka karena irama tidur yang normal sangat penting bagi proses penyembuhan mereka. Selain itu, mengurangi waktu tidur juga dapat berfungsi sebagai obat anti depresi sementara. Penyakit Jantung Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang tidur selama 9-11 jam setiap malam memiliki resiko penyakit jantung yang lebih tinggi hingga 38% daripada wanita yang tidur selama 8 jam setiap malamnya. Akan tetapi, saat ini para ahli tidak lagi menghubungkan antara tidur berlebihan dan penyakit jantung. Kematian Berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur selama 9-11 jam setiap malamnya memiliki angka kematian yang lebih tinggi daripada orang yang tidur selama 8 jam setiap harinya. Penyebab pasti dari hal ini tidak diketahui. Akan tetapi, para ahli menduga bahwa depresi dan kemiskinan dapat membuat seseorang tidur lebih lama dan keadaan ini jugalah yang menyebabkan peningkatan angka kematian.   Manfaat Tidur Cukup dan Tidak Berlebihan Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gangguan tidur atau justru terlalu banyak tidur. Jika tidur berlebihan yang anda alami disebabkan oleh konsumsi alkohol atau obat-obatan tertentu, maka menghentikan atau mengurangi dosis obat mungkin dapat membantu. Akan tetapi, konsultasikan hal ini terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengurangi dosis atau bahkan menghentikan penggunaan obat yang anda konsumsi saat ini. Bila tidur berlebihan yang anda alami disebabkan oleh gangguan kesehatan tertentu, maka penanganan terhadap gangguan kesehatan tersebut dapat mengembalikan kebiasaan tidur anda. Selain itu, para ahli menyarankan agar anda memiliki waktu tidur dan bangun yang sama setiap harinya, hindari mengkonsumsi alkohol atau kafein berdekatan dengan waktu tidur, dan berolahragalah secara teratur.   Sumber: webmd  
 01 Oct 2019    11:00 WIB
Tips Hilangkan Kantuk Saat Bekerja
Pernahkah anda mengantuk saat bekerja? Di bawah ini terdapat beberapa tips yang dapat membantu anda menghilangkan rasa kantuk tersebut. Kopi dan Teh Kafein yang terdapat di dalam kopi, teh, dan beberapa minuman energi lainnya dapat membantu anda menghilangkan rasa kantuk. Kafein dapat meningkatkan produksi adrenalin dan menghambat zat kimia penyebab kantuk. Akan tetapi, konsumsi kafein yang berlebihan dapat berbahaya bagi kesehatan jantung anda. 200 mg kafein atau 3 cangkir kopi per hari adalah batas maksimal konsumsi kafein anda setiap harinya.   Makanan Tinggi Protein, Rendah Karbohidrat Memakan makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat sebagai cemilan anda di saat bekerja dapat membantu anda mengurangi rasa kantuk. Protein dapat merangsang otak untuk mengirimkan impuls listrik sehingga membuat rasa kantuk berkurang. Hindari cemilan tinggi karbohidrat, karena kadar karbohidrat yang tinggi justru dapat membuat anda mengantuk.   Bergerak dan Musik Duduk dalam waktu lama di kantor dapat membuat anda merasa lelah dan akhirnya mengantuk. Di saat rasa kantuk dan lelah ini muncul, lakukanlah peregangan atau berjalanlah di dalam kantor anda untuk mengurangi rasa kantuk. Selain itu, berdasarkan penelitian, mendengarkan musik sambil bekerja dapat meningkatkan konsentrasi anda dan mengusir rasa jenuh dan kantuk.   Sinar Matahari Paparan sinar matahari yang cukup dapat mengurangi rasa kantuk anda.   Olahraga dan Tidur Olahraga ringan seperti lari pagi sebelum bekerja dapat membuat anda tetap bersemangat dan tidak mengantuk selama bekerja. Selain itu, salah satu hal yang paling penting untuk menghilangkan rasa kantuk adalah tidur yang cukup. Kurang tidur tentu saja akan membuat anda lelah, tidak segar, dan mengantuk saat bangun di pagi hari.    
 05 Aug 2019    11:00 WIB
Hati-hati! Kurang Tidur Bisa Kacaukan Hormon di Dalam Tubuh
Kurang tidur sebenarnya merupakan hal yang biasa terjadi pada semua orang, apalagi pada zaman modern seperti sekarang ini. Akan tetapi, apapun alasannya, kurang tidur akan berdampak buruk pada kesehatan Anda secara keseluruhan, termasuk pada keseimbangan kadar hormonal di dalam tubuh. Hormon merupakan zat kmia yang berfungsi sebagai penyampai pesan bagi berbagai jenis fungsi tubuh, yang turut berperan dalam proses pertumbuhan, metabolisme, dan reproduksi. Kadar hormon di dalam tubuh manusia sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan sekitar seperti perubahan siang (cahaya) dan malam (gelap) serta cukup tidaknya waktu tidur seseorang. Banyak penelitian telah menemukan adanya hubungan antara kurang tidur dan gangguan metabolisme tubuh. Penelitian yang dilakukan pada tahun 1999 menemukan bahwa peserta penelitian yang hanya tidur selama 4 jam setiap harinya selama 1 minggu mengalami perubahan metabolisme tubuh. Para ahli menemukan para peserta mengalami gangguan intoleransi glukosa, yang merupakan faktor resiko terjadinya diabetes, dan perubahan kadar hormonal yang berhubungan dengan terjadinya peningkatan berat badan dan tekanan darah tinggi. Untungnya, berbagai perubahan menakutkan ini bersifat reversible saat peserta kembali memiliki waktu tidur yang cukup. Sebuah penelitian lain yang dilakukan pada tahun 2004 menemukan bahwa kurang tidur juga dapat mengubah keseimbangan kadar hormonal yang mengatur rasa lapar dan nafsu makan, terutama hormon leptin, yang berfungsi untuk menekan nafsu makan (kadar hormon leptin mengalami penurunan sebanyak 18%). Hormon lainnya yang juga ikut terpengaruh oleh sedikitnya waktu tidur manusia adalah hormon ghrelin, yang berfungsi untuk meningkatkan nafsu makan. Kadar hormon ini akan meningkat sebanyak 28% saat seseorang kurang tidur. Selain itu, para peserta penelitian yang kurang tidur juga cenderung memilih makanan yang mengandung banyak kalori. Kombinasi dari ketiga hal ini tentu saja dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan. Kurang tidur, baik yang terjadi pada anak-anak dan orang dewasa, juga akan mempengaruhi kelenjar tiroid. Waktu tidur yang kurang tampaknya dapat meningkatkan pelepasan hormon tiroid, yang membuat tubuh membutuhkan lebih banyak energi.   Baca juga: 4 Cara Hormon Mempengaruhi Berat Badan Anda   Akan tetapi, ada beberapa jenis hormon lain yang tampaknya tidak dipengaruhi oleh berapa banyak waktu tidur Anda setiap harinya, termasuk hormon seks. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis hormon yang tidak dipengaruhi oleh lama waktu tidur Anda setiap hari: Kortisol (hormon stress) Adrenalin (fight or flight response hormone, yang juga dikenal dengan nama epinefrin) Katekolamin (epinefrin dan norepinefrin) LH (Luteinizing Hormone yang berfungsi untuk menstimulasi fungsi indung telur dan buah zakar) FSH (Follicle-Stimulating Hormone, yang berfungsi untuk menstimulasi fungsi indung telur dan buah zakar) Testosteron (menstimulasi produksi sperma pada pria) Progesteron (berfungsi untuk menjaga kehamilan pada wanita) Untuk mencegah terjadinya berbagai efek samping tidak menyenangkan dari kurang tidur, pastikan Anda tidur cukup setiap malamnya. Jika Anda menderita insomnia atau memiliki kualitas tidur yang buruk, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang.   Sumber: about
 21 May 2019    16:00 WIB
Susah Tidur Selama Hamil ?
Wanita hamil seringkali mengalami gangguan tidur di malam hari dan merasa sangat lelah di siang hari pada trimester pertama dan ketiga kehamilan. Pada trimester pertama kehamilan, seringnya buang air kecil dan rasa mual muntah di pagi hari dapat mengganggu tidur anda. Pada saat kehamilan anda mulai membesar, mimpi buruk dan rasa tidak nyaman pada tubuh anda dapat membuat anda sulit tidur dengan nyenyak. Setelah melahirkan, bayi anda yang baru lahir atau depresi paska melahirkan juga dapat mengganggu tidur anda.   Penyebab Gangguan Tidur Selama Kehamilan Gangguan tidur pada saat kehamilan biasanya disebabkan oleh perubahan hormonal dan rasa tidak nyaman pada tubuh anda. Kedua hal ini dapat mempengaruhi kualitas tidur anda. Anda mungkin sulit menemukan posisi tidur yang nyaman atau di saat telah menemukan posisi tidur yang nyaman, anda ingin buang air kecil.   Gangguan Tidur Pada Trimester I Kehamilan (1-12 Minggu) Beberapa hal yang menyebabkan gangguan tidur pada saat awal kehamilan anda adalah: Sering terbangun karena ingin buang air kecil Rasa tidak nyaman pada tubuh atau stress secara emosional selama kehamilan Waktu tidur siang yang lebih lama   Gangguan Tidur Pada Trimester II Kehamilan (13-27 Minggu) Kualitas tidur anda akan membaik begitu anda memasuki trimester kedua kehamilan anda karena berkurangnya keinginan untuk buang air kecil di malam hari. Hal ini terjadi karena bayi anda telah semakin membesar dan bergerak ke atas sehingga tekanan pada kandung kemih anda menjadi berkurang. Akan tetapi, anda tetap dapat mengalami gangguan tidur akibat rasa tidak nyaman pada tubuh anda atau akibat stress emosional.   Gangguan Tidur Pada Trimester III Kehamilan (28-40 Minggu)   Tidur anda akan sangat terganggu saat anda memasuki trimester ketiga kehamilan anda. Hal ini dapat disebabkan oleh: Rasa tidak nyaman karena perut anda yang besar Adanya rasa seperti terbakar di dada, kram pada kaki, dan tersumbatnya sinus Sering buang air kecil di malam hari karena posisi bayi anda kembali berubah dan kembali menekan kandung kemih anda   Baca juga: Tanda Bahaya Saat Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 12 Apr 2019    16:00 WIB
Tidur Terganggu Akibar Dari Nyeri Fibromialgia
Fibromialgia adalah suatu nyeri otot kronik, di mana nyeri bertambah dengan penekanan. Penyebab pastinya belum diketahui, namun diduga berhubungan dengan faktor psikologis, genetika, neurobiologis, dan lingkungan. Nyeri otot ini seringkali menyebabkan penderitanya mengalami gangguan tidur. Akibatnya, penderita biasanya tetap merasa lelah walau telah tidur lebih dari 8 jam setiap harinya. Berdasarkan penelitian, fibromialgia menyebabkan penderitanya sering terbangun saat tidur. Hal ini dapat menyebabkan berbagai gangguan pada tubuh dan kesehatan anda. Salah satunya adalah mengganggu produksi hormon pertumbuhan. Akibat gangguan produksi hormon pertumbuhan dan tidur yang tidak nyenyak, maka otot dan berbagai neurotransmiter (serotonin) sulit pulih kembali. Hal ini menyebabkan penderita fibromialgia merasa sangat lelah saat terbangun. Bila hal ini berlangsung terus-menerus, maka tubuh sulit pulih kembali setelah beraktivitas seharian dan menyebabkan peningkatan sensitivitas tubuh terhadap nyeri.  Berbagai gejala fibromialgia yang biasa ditemukan adalah: Nyeri otot yang menjalar Gangguan tidur Rasa cemas Depresi Kelelahan Kesulitan untuk mengingat atau gangguan daya ingat Insomnia yang terjadi dapat berupa: Kesulitan untuk memulai tidur Sering terbangun dari tidur Sulit tidur kembali setelah terbangun Bangun terlalu pagi keesokan harinya Mengatasi gangguan tidur dan membantu penderita tidur dengan lebih nyenyak dapat membuat tubuh pulih kembali. Hal ini dapat sangat membantu mengurangi rasa nyeri akibat fibromialgia. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membuat anda tidur lebih nyenyak adalah: Mandilah dengan air hangat Pijatlah bagian tubuh yang terasa sakit Lakulanlah olahraga peregangan dan yoga untuk membantu relaksasi otot Dengarkan lagu yang menenangkan Meditasi juga dapat membantu menenangkan pikiran yang mengganggu dan mengurangi ketegangan Matikanlah lampu kamar anda saat tidur Jaga ketenangan kamar tidur anda Aturlah suhu kamar tidur anda senyaman mungkin Hindarilah berbagai makanan dan minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, minuman bersoda, coklat Tidak ada satu pengobatan yang dapat mengatasi nyeri akibat fibromialgia. Pengobatan untuk mengurangi rasa nyeri akibat fibromialgia biasanya merupakan suatu terapi kombinasi antara obat anti nyeri, obat anti depresan, olahraga, dan mengurangi stress. Berkonsultasilah dengan dokter anda bila anda masih mengalami gangguan tidur dan rasa nyeri yang tidak mengganggu tidur dan aktivitas anda sehari-hari.
 05 Apr 2019    18:00 WIB
Kebiasaan Mendengkur Bisa Menggambarkan Kondisi Kesehatan Sebenarnya
Mendengkur mengacu pada suara ngorok yang terjadi pada saat tidur. Masalah ini umum terjadi pada siapa saja, pada kelompok usia manapun dan jenis kelamin apa saja. Mendengkur sesekali ketika tidur memang bukanlah masalah serius, walaupun cukup mengganggu bagi orang yang tidur di dekat anda. ternyata mendengkur sangat berhubungan dengan beberapa kondisi medis.   ObesitasMendengkur sering disebabkan karena adanya sumbatan di saluran nafas yang membuat aliran udara sulit lewat. Dalam kondisi obesitas, terutama dengan timbunan lemak di sekitar leher akan meningkatkan sumbatan di jalan nafas. Kondisi ini diperburuk lagi saat orang dengan obesitas berbaring terlentang, udara akan semakin terjepit dan suara ngorok akan semakin kencang.   Penyakit jantungPenelitian terbaru mengungkapkan bahwa mendengkur merupakan faktor resiko terbesar dari serangan jantung dan stroke. Penelitian tersebut melaporkan jika mengorok dapat merusak arteri karotis yang merupakan jalan darah terpenting untuk mengantar oksigen ke otak.   Asam lambungPenelitian melaporkan bahwa 75% kasus yang dilaporkan oleh mereka yang mengalami penyakit asam lambung kronis atau gastroesophageal reflux disease (GERD) juga memiliki gejala mendengkur. Hal ini terjadi karena GERD menyebabkan sumbatan jalan nafas yang menimbulkan suara ngorok.   SinusOrang-orang yang memiliki kcenderungan mengalami sinus ternyata juga cenderung mengorok saat tidur karena adanya hambatan pada sistem turbin di jalur nasal.   Sindrom tidur apneuSuara ngorok yang keras dan berkepanjangan merupakan salah satu gejala dari sindrom tidur apneu. Mereka yang menderita sindrom ini tidak akan mengetahui seberapa berat problem pernafasannya sampai seseorang mengenalinya melalui suara ngorok yang keras.   Anda ingin mengetahui tentang Sindrom tidur apneu? Silahkan baca di sini Sumber: healthmeup
 15 Mar 2019    18:00 WIB
Cegah Rapuhnya Sistem Imun Tubuh Dengan Menjauhkan 4 Kebiasaan Ini
Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa kurang berolahraga dan sering mengkonsumsi makanan berlemak tinggi dapat mengganggu kesehatan Anda, akan tetapi tahukah Anda bahwa berbagai kebiasaan lain yang sering Anda lakukan sehari-hari juga berdampak buruk bagi kesehatan Anda ?   Di bawah ini Anda dapat melihat 4 hal yang mungkin Anda lakukan setiap hari dan ternyata berbahaya bagi kesehatan Anda.   DUDUK TERLALU LAMA Tahukah Anda bahwa duduk terlalu lama ternyata berbahaya bagi kesehatan Anda? Tidak hanya dapat memicu timbulnya varises atau pelebaran pembuluh darah vena yang akan membuat kaki Anda terus merasa pegal, tetapi duduk lama ternyata juga dapat membuat Anda lebih gampang sakit lho!   Hal ini dikarenakan duduk terlalu lama dapat memperlambat proses metabolisme tubuh sehingga penyerapan berbagai nutrisi penting yang diperlukan tubuh pun melambat. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh Anda pun akan menurun.   Baca juga: 5 Hal Tak Terduga yang Dapat Membuat Anda Tampak Lelah     POLUSI Tinggal di lingkungan yang dikelilingi oleh udara yang terkontaminasi berbagai zat berbahaya (polusi) dapat mengganggu kesehatan dan menurunkan efektivitas sistem imun tubuh Anda. Polusi akan membuat Anda lebih rentan terhadap berbagai jenis gangguan saluran pernapasan seperti flu, batuk, dan bronkitis.   KURANG TIDUR Saat Anda kurang tidur, maka tubuh Anda pun tidak akan memproduksi cukup banyak melatonin. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh Anda pun tidak dapat memproduksi cukup banyak sel darah putih yang berfungsi untuk melawan berbagai bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh Anda.   Selain membuat daya tahan tubuh menurun, kurangnya produksi melatonin ini juga akan membuat tubuh kesulitan memperbaiki sel-selnya yang telah mengalami kerusakan.   TERLALU BANYAK PROTEIN Kelebihan protein di dalam tubuh, khususnya protein hewani, akan membuat tubuh memproduksi hormon IGF1 lebih banyak dari yang seharusnya. Hormon ini merupakan hormon yang berfungsi untuk mempercepat proses penuaan di dalam tubuh. Selain mempercepat timbulnya garis-garis halus pada kulit, proses penuaan juga akan membuat daya tahan tubuh seseorang menurun sedikit demi sedikit seiring dengan semakin bertambahnya usia orang tersebut.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang.   Sumber: healthy
 24 Nov 2018    11:00 WIB
Apa Penyebab Tidur Ngorok dan Bagaimana Cara Mengatasinya ?
Mendengkur. Duh! Kalau mendengar kata ini pasti bagi golongan orang yang tidak mendengkur sangat menyebalkan, nah bagi golongan orang yang mendengkur cari tahu yuk kenapa kita bisa mendengkur dan apa solusinya. Jika kita mendengkur, itu karena jaringan rileks di tenggorokan kita bergetar ketika udara yang kita hirup dengan cepat melewati tenggorokan. Sekitar setengah dari orang dewasa warga Amerika Serikat melakukannya dari waktu ke waktu. Hal-hal seperti berat badan kita, kesehatan kita, dan bentuk mulut kita dapat membuat kita lebih mungkin untuk mendengkur. Bagaimana kita tahu jika kita mendengkur? Jika cukup keras untuk membangunkan pasangan kita, kita mungkin pernah mendengarnya. Jika kita tidak percaya atau tidur sendiri dan ingin tahu pasti, gunakan saja perekam suara yang diaktifkan sebelum kita tertidur. Apa pun yang menghentikan kita bernapas melalui hidung dapat membuat kita mendengkur, seperti jika kita terkena pilek, flu, atau alergi. Kalau terganggu akan hal itu obat-obatan yang dijual bebas atau nasal strip dapat membantu membuka saluran udara ke hidung, tapi jika kita masih mendengkur selama beberapa minggu dan mulai menggangu orang lain, konsultasikan lagi dengan dokter kita yah. Tidur dengan posisi terlentang bisa membuat kita mendengkur bahkan terdengar lebih buruk. Tidur dengan posisi menyamping lebih baik. Bentuk Hidung kita juga dapat mempengaruhi, seperti septum nasal, fungsinya membagi lubang hidung kiri dan kanan menjadi dua ruang yang sama besarnya. Septum nasal dapat mengalami deviasi atau pembengkokan yang dapat dipicu oleh cedera yang keras sehingga mengubah posisi septum. Ada pula yang terlahir dengan kondisi septum nasal yang tidak normal. Bentuk mulut kita juga mempengaruhi. Jika bagian atas mulut atau langit-langit lunak kita lebih rendah dan tebal, itu dapat mempersempit saluran napas kita dan membuat kita mendengkur. Mendengkur juga bisa terjadi jika Uvula (yaitu potongan kecil jaringan yang menggantung di langit-langit lunak mulut kita yang fungsinya untuk menghentikan makanan naik ke hidung kita ketika kita menelan makanan). Bentuknya lebih panjang dari biasanya. Obat penenang, obat tidur dan obat anti depresi juga dapat membuat kita mendengkur. Sleep Apnea (henti napas merupakan suatu kondisi berhentinya proses pernafasan dalam waktu singkat selama beberapa detik hingga satu atau dua menit tetapi dapat juga terjadi dalam jangka panjang). Ini adalah dengkuran serius yang menghentikan pernapasan kita saat kita tidur. Ini bisa membuat kita megap-megap atau membangunkan kita ketika kita tidur. Tanda-tanda apnea termasuk mulut kering, sakit kepala, atau sakit tenggorokan di pagi hari. Hal ini terkait dengan penyakit stroke, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung, jadi temui dokter segera jika kita berpikir kita mungkin mengalami sleep apnea. Bagaimana dengan anak-anak, tidak biasa bagi anak-anak untuk mendengkur, karena kasus mendengkur biasanya tejadi pada orang dewasa, tapi jika terjadi pada anak-anak, itu biasanya karena mereka mengalami demam atau alergi. Namun dalam beberapa kasus, itu bisa menjadi tanda infeksi di sinus, tenggorokan, paru-paru, saluran udara, atau mungkin sleep apnea. Bagaimana dengan ibu hamil. Ibu hamil cenderung mendengkur karena saluran hidung mereka dapat membengkak dan membuatnya lebih sulit untuk bernafas. Kenaikan berat badan selama kehamilan juga dapat mendorong diafragma (yaitu otot yang berada di bagian dasar internal skeletal antara rongga dada dengan rongga perut yang berperan dalam proses pernafasan), yang membantu memindahkan udara masuk dan keluar dari paru-paru kita. Apa yang dapat kita lakukan jika kita mendengkur : Perhatikan Berat Badan kita, terutama jika leher kita lebih dari 17 inci. Maka itu berat badan kita harus normal; Kurangi minuman beralkohol. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: www.webmd.com
 10 Nov 2018    18:00 WIB
Wah Kurang Tidur Ternyata Berbahaya Bagi Kehidupan Seksual
Menurut sebuah penelitian baru, tidur lebih lama selama satu malam dapat meningkatkan gairah seksual dan kemungkinan untuk bercinta di keesokkan harinya bagi seorang wanita. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati 171 orang mahasiswi (yang tidak mengkonsumsi obat anti depresi karena obat ini dapat mempengaruhi gairah seksual seseorang) selama 2 minggu. Melalui penelitian ini para ahli menemukan bahwa rata-rata peserta penelitian tidur selama 7 jam 22 menit setiap malamnya, di mana gairah seksual para peserta yang mengkosumsi pil KB lebih tinggi dibandingkan dengan mereka tidak menggunakannya dan gairah seksual peserta akan menurun selama menstruasi. Selain itu, para ahli juga menemukan bahwa semakin lama waktu tidur peserta, maka semakin tinggi gairah seksualnya di keesokkan harinya. Akan tetapi, waktu dan kualitas tidur yang lebih baik tampaknya tidak berpengaruh pada seberapa sering seorang wanita mencapai orgasme. Hal mengejutkan lain yang ditemukan pada ahli adalah bahwa semakin lama seorang wanita tidur maka vaginanya justru akan menjadi semakin kering.   Baca juga: Efek Samping Menakutkan dari Kurang Tidur   Para peneliti menduga peningkatan gairah seksual yang berhubungan dengan waktu tidur ini disebabkan oleh perubahan kadar hormonal seorang wanita. Akan tetapi, masih dibutuhkan penelitain lebih lanjut mengenai hal ini karena setiap orang memiliki kebutuhan tidur yang berbeda-beda. Intinya adalah memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas telah terbukti sangat penting bagi keadaan mood, kesehatan, dan berbagai hal lain dalam kehidupan setiap orang. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu memiliki waktu tidur yang cukup setiap harinya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: foxnews