Your browser does not support JavaScript!
 07 Apr 2019    11:00 WIB
Air Dingin Bisa Bikin Makin Cantik ?
Di saat cuaca yang panas memang paling enak minum yang dingin-dingin selain rasanya yang menyegarkan dapat menghilangkan dahaga Anda.Ternyata air putih es yang dingin tidak hanya untuk diminum, namun Anda bisa menggunakan air dingin dengan cara lain dan memberikan manfaat hebat untuk penampilan Anda.  Ayo apa saja manfaatnya. Silahkan disimak ulasan dibawah ini! 1.      Membantu menjaga kesehatan kulitApabila Anda bertanya air apa yang cocok untuk mencuci wajah maka hal ini tergantung pada jenis kulit Anda.Apabila Anda memiliki kulit yang berminyak maka Anda bisa mencuci wajah dengan air panas, air panas akan membantu membuka pori-pori kulit wajah, sehingga membantu membersihkan komedo dari wajah dan menyingkirkan minyak berlebihan diwajah. Namun bila wajah Anda cenderung kering maka lebih cocok menggunakan air dingin, air dingin akan membantu melembabkan, mengetatkan kulit dan membuatnya lebih supel dan kenyal. 2.      Membuat rambut menjadi lebih cerah dan berkilauBila Anda ingin menjaga kilau rambut Anda maka gunakan air dingin untuk mencuci rambut Anda. Mencuci rambut dengan air dingin akan mengunci kutikula, membuat rambut jadi licin dan berkilau. 3.      Menghilangkan stresApabila Anda mengalami stres maka hal ini tidak baik untuk kesehatan dan kulit Anda, terutama kulit wajah Anda akan mudah berkeriput.Saat Anda sedang menghadapi masalah yang cukup berat di kantor atau dimana saja. Untuk membantu meredakan stres, segeralah pergi ke kamar mandi. Anda bisa membasuh wajah Anda dengan menggunakan air dingin. Cara ini dapat membantu menurunkan stres, membuat Anda merasa lebih rileks dan mampu menghadapi masalah yang Anda hadapi. Air dingin membantu meregulasi suhu tubuh, memperlambat denyut jantung. 4.      Mengeringkan cat kuku dengan cepatSetelah menggunakan cat kuku, bila tidak cepat kering dapat membuatnya mudah terkelupas sehingga terlihat kurang bagus. Untuk membantu mengeringkan cat kuku tersebut Anda dapat merendam tangan di mangkok berisi air yang sangat dingin dalam waktu 3 menit. Cara ini akan membantu mengeringkan cat kuku dan membuat kuku terlihat berkilau. 5.      Menghindar dari kantukSaat Anda menghadapi saat yang penting berhadapan dengan klien dan tiba-tiba terserang kantuk yang luar biasa. Maka basuhlah wajah Anda dengan menggunakan air dingin. Seperti yang Anda lihat tantangan ice bucket challenge akan membuat Anda benar-benar tersadar. Hal ini dikarenakan dibawah kulit Anda mengandung ribuan sensor kecil yang berhubungan dengan otak. Apabila terkena air dingin maka akan membuat Anda terjaga, terhindar dari kantuk dan memiliki wajah yang segar kembali. Banyak kan manfaat dari air dingin. Sekarang Anda bisa mencobanya dan mendapatkan penampilan yang maksimal. Selamat mencoba! Baca juga: Makanan Anti Galau  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: prevention, organicmedic
 26 Mar 2019    18:00 WIB
Posisi Jerawat Bisa Menandakan Penyakit Yang Dialami
Tahukah Anda bahwa kulit ternyata merupakan "iklan berjalan" bagi keadaan kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan? Jerawat merupakan salah satu cara tubuh "memberitahu" apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam tubuh Anda. Jadi, jerawat bukanlah suatu gangguan kulit yang timbul di sembarang tempat yang disukainya. Jerawat dapat merupakan petunjuk mengenai kesehatan dan kebersihan tubuh Anda. Di bawah ini Anda dapat melihat apa sebenarnya arti jerawat pada wajah Anda berdasarkan pada tempat di mana ia tumbuh.   Jerawat Pada Dagu, Rahang, dan Leher Penyebab timbulnya jerawat pada daerah wajah ini adalah karena Anda akan segera mendapat menstruasi. Hal ini dikarenakan kadar hormon testosteron akan mengalami fluktuasi selama Anda menstruasi dan membuat kelenjar minyak di wajah Anda memproduksi lebih banyak minyak, yang tentu saja dapat menyebabkan pori-pori kulit Anda tersumbat dan terbentuklah jerawat.   Jerawat Pada Hidung dan Dahi Penyebab timbulnya jerawat pada daerah wajah ini adalah karena Anda sedang merasa stress. Saat stress tubuh Anda akan menghasilkan adrenalin, yang akan meningkatkan produksi minyak dan memicu timbulnya jerawat.   Baca juga: Ini Dia Diet Anti Jerawat!   Jerawat Pada Garis Rambut Penyebab timbulnya jerawat pada daerah wajah ini adalah karena Anda menggunakan produk perawatan rambut secara berlebihan. Saat Anda ingin menggunakan gel rambut, pastikan Anda tidak mengoleskannya hingga ke kulit wajah Anda. Selain itu, cucilah tangan Anda hingga bersih sebelum Anda menyentuh kulit wajah Anda setelah menggunakan gel pada rambut karena dapat membuat pori-pori kulit Anda tersumbat.   Jerawat Pada Pipi Penyebab timbulnya jerawat pada daerah wajah ini adalah karena Anda sering menyentuh pipi Anda dengan tangan yang kotor atau kulit bertempelan dengan telepon genggam yang kotor. Benda apapun yang menempel cukup lama pada kulit wajah Anda dapat menyebabkan pori-pori kulit Anda tersumbat oleh kotoran dan bakteri.   Jerawa di Sekitar Mulut Penyebab timbulnya jerawat pada daerah wajah ini adalah karena makanan yang Anda konsumsi. Sisa makanan yang berasal dari makanan asam dapat mengiritasi kulit Anda dan memicu terjadinya peradangan. Selain itu, makanan yang digoreng pun juga dapat memicu timbulnya jerawat pada kulit Anda karena akan menyumbat pori-pori kulit.   Jerawat Pada Dada dan Punggung Penyebab timbulnya jerawat pada daerah wajah ini karena Anda menggunakan bra atau pakaian yang salah. Pakaian berbahan katun memang dapat membantu menyerap keringat Anda, tetapi juga membuat keringat tersebut terus melekat pada kulit Anda. Oleh karena itu, bila Anda berolahraga dengan mengenakan pakaian berbahan katun, maka hal ini akan membuat kulit Anda lembab. Daerah lembab merupakan daerah yang paling baik bagi perkembangbiakan bakteri penyebab jerawat.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cosmopolitan
 24 Feb 2019    16:00 WIB
Apa Beda Stress dan Depresi?
Tahukah anda apa perbedaan antara stress dan depresi? Sebagian besar orang mungkin menganggap bahwa keduanya merupakan hal yang sama. Akan tetapi, terdapat suatu perbedaan besar antara stress dan depresi.Terdapat berbagai hal yang dapat menyebabkan terjadinya stress dan depresi. Baik stress maupun depresi dapat mempengaruhi kesehatan anda, baik fisik, emosional, maupun jiwa anda. Apa Itu Stress?Stress merupakan suatu respon terhadap berbagai kejadian atau hal yang membuat anda menyebabkan perubahan atau mengancam kehidupan anda. Stress terjadi akibat pikiran anda dan apa yang anda rasakan mengenai suatu hal. Stress biasanya dicirikan dengan adanya suatu rasa kewalahan. Hal ini dapat diakibatkan oleh telah terlewatinya batas ketahanan anda atau akibat tertekan dalam waktu yang terlalu lama. Kadangkala, rasa stress dapat membantu anda menyelesaikan berbagai pekerjaan atau hal yang harus anda lakukan, akan tetapi terlalu banyak rasa stress yang anda rasakan juga dapat membuat anda merasa tertekan dan kelelahan.Apa Itu Depresi?Depresi merupakan suatu gangguan mood. Diagnosa depresi seringkali ditegakkan saat anda mengalami suatu perasaan sedih dan putus asa pada sebagian besar waktu yang seringkali juga diikuti dengan hilangnya minat untuk melakukan sesuatu hal yang biasanya anda sukai. Anda juga mungkin mengalami gangguan tidur, perubahan nafsu makan, merasa bersalah, tidak ada motivasi hidup, dan menarik diri dari lingkungan. Depresi yang terjadi dapat bervariasi, dari ringan hingga berat (psikosis). Depresi juga dapat terjadi dalam jangka waktu pendek (sebentar) atau dalam waktu lama (gangguan jiwa jangka panjang).Depresi merupakan gangguan yang lebih berat dan berlangsung lebih lama daripada stress, dan memerlukan penanganan yang berbeda.Beda Depresi dan StressBaik depresi maupun depresi memiliki gejala yang hampir mirip. Akan tetapi, gejala depresi biasanya jauh lebih berat dan berlangsung selama setidaknya 2 minggu. Depresi juga menyebabkan perubahan besar pada mood, seperti merasa sangat sedih dan putus asa. Anda juga dapat merasa lelah dan tidak dapat melakukan pekerjaan apapun. Gejala StressBeberapa gejala stress yang dapat ditemukan adalah:•  Sulit tidur•  Merasa kewalahan•  Gangguan daya ingat•  Kesulitan berkonsentrasi•  Perubahan kebiasaan makan•  Merasa gugup atau cemas•  Merasa marah, mudah tersinggung, atau mudah merasa frustasi•  Merasa sangat lelah akibat belajar atau tugas sekolah•  Merasa anda tidak dapat mengatasi berbagai kesulitan di dalam kehidupan anda•  Kesulitan mengikuti pelajaran di dalam kelas atau menjalani kehidupan anda sehari-hari Gejala DepresiBeberapa gejala depresi yang dapat ditemukan adalah:•  Menarik diri dari pergaulan atau lingkungan•  Merasa sedih dan putus asa•  Merasa tidak bertenaga, kurang semangat dan kekurangan motivasi•  Kesulitan membuat keputusan•  Merasa gelisah, mudah marah, dan mudah tersinggung•  Makan lebih banyak atau lebih sedikit daripada biasanya•  Tidur lebih banyak atau lebih sedikit daripada biasanya•  Kesulitan berkonsentrasi•  Gangguan daya ingat•  Merasa bersalah atau merasa diri sangat buruk•  Dipenuhi oleh amarah•  Merasa bahwa anda tidak dapat mengatasi berbagai kesulitan atau masalah di dalam kehidupan anda•  Kesulitan mengikuti pelajaran di dalam kelas atau menjalani kehidupan anda sehari-hari•  Adanya pikiran  untuk bunuh diri Baca juga: Hobi Tepat Atasi Stress Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: mentalhealthamerica, kayefrank
 28 Nov 2018    08:00 WIB
Wow Stress Bisa Bikin Otak Menyusut
Stres dapat menjadi bagian yang tak terhindarkan dari kehidupan kita sehari-hari, tetapi ketika kita merasa stres dan tetap tertekan, itu bukan sesuatu yang nyaman. Ketika kita mengalami stress, mungkin di pekerjaan kita, dalam kehidupan rumah tangga atau di kehidupan keluarga, dsb. Sadarkah terkadang kita jadi lebih sulit dalam berpikir dan mengambil keputusan, sulit untuk mengingat sesuatu dan berkonsentrasi bahkan untuk hal sederhana sekalipun. Pada saat itu, mungkin rasanya seperti alam semesta berkonspirasi melawan kita. Tetapi ada alasan ilmiah, yaitu apa yang akan terjadi jika kita sering stres: Stres memiliki kemampuan untuk secara fisik mengecilkan otak Anda. Ketika kita merasa stres, tubuh kita melepaskan kortisol, alias hormon stres. Dalam stress yang ringan, ini bukan hal yang buruk. Kortisol memiliki kekuatan untuk menurunkan tekanan darah Anda, mengelola gula darah Anda, dan mengurangi peradangan di dalam tubuh. Para peneliti di University of California di Berkeley, menemukan bahwa ketika tikus laboratorium terkena peristiwa stres singkat, sel-sel induk di otak mereka benar-benar mekar menjadi sel-sel saraf baru. Hasilnya, kinerja mental tikus meningkat. Tetapi stres kronis - yaitu, tingkat stres yang berulang-ulang dan berkepanjangan, berbeda hasilnya dengan stress ringan. Dalam jangka waktu yang lama, peningkatan kadar kortisol dapat mendorong kita menjadi penderita obesitas, penyakit jantung, depresi, tekanan darah tinggi, dan perilaku gaya hidup yang tidak sehat. "Tingkat kortisol yang tinggi disekresikan karena kerusakan stres dan mengurangi volume otak," kata Dr Janette Nesheiwat, dokter keluarga dan pengobatan darurat di New York City. "Kita bisa membuktikan dan melihat hal ini pada scan otak." Dua area yang terkena adalah hippocampus (yaitu, bagian dari otak besar yang terletak di lobus temporal. Manusia memiliki dua hippocampus, yakni pada sisi kiri dan kanan. Hipokampus merupakan bagian dari sistem limbik dan berperan pada kegiatan mengingat (memori) dan navigasi ruangan). yang memainkan peran sentral dalam pembelajaran dan ingatan, dan korteks prefrontal, yang mengatur pikiran, emosi, dan tindakan dengan "berbicara" ke daerah otak lainnya. Dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan online di jurnal Neurology, peneliti memeriksa kadar kortisol dalam darah 2.231 orang setengah baya yang sehat. Mereka juga menilai ingatan dan kemampuan berpikir mereka dan mengambil gambar otak mereka. Ditemukan pada tiap orang, terutama wanita, memiliki kadar kortisol yang tinggi dalam darah mereka, dinyatakan dalam tes memori dan kognitif nya lebih payah. Seiring waktu, mereka juga tampak kehilangan volume otak. "Volume otak dan kinerja memori yang sedikit lebih rendah dari ukuran yang terlihat dalam penelitian ini dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih tinggi 10 hingga 20 tahun kemudian," kata Dr. Sudha Seshadri, salah satu penulis dan direktur studi dari Glenn Biggs Institute for Alzheimer. dan Neurodegenerative Diseases di UT Health San Antonio. Dr. Monica Starkman, seorang psikiater fakultas di Universitas Michigan Medical School, mengamati fenomena "penyusutan" serupa pada pasien dengan penyakit Cushing aktif,  Ini adalah kondisi langka di mana terlalu banyak kortisol diproduksi di dalam tubuh. (Cushing adalah penyakit yang timbul ketika kelenjar adrenal pada tubuh terlalu banyak memproduksi hormon kortisol, yang dikenal sebagai simtoma hiperkortisolisme). "Ketika kami menggunakan [sebuah] MRI untuk memeriksa otak mereka, kami menemukan bahwa memang, hippocampus berkurang ukurannya dibandingkan dengan norma-norma untuk subyek manusia," kata Starkman. Namun sebelum kita menekankan tentang otak kita yang menyusut, perlu diingat bahwa tidak jelas apakah perubahan ini permanen atau tidak. Ketika pasien Starkman diteliti satu tahun setelah perawatan mereka untuk penyakit Cushing (yang biasanya terdiri atas operasi pituitari), kadar kortisol mereka turun dan volume hippocampus meningkat. "Skor mereka dalam belajar meningkat juga," kata Starkman. Bagaimana menghadapi rasa stres kita: Hindari hal-hal yang membuat kita mudah stress, sifat lekas marah atau mudah sedih cenderung memicu stres, tetapi itu tidak selalu begitu jelas. "Tanda-tanda kognitif stres dapat mencakup kehilangan memori, kesulitan berpikir, konsentrasi, dan sulit dalam mengambil keputusan," kata Nesheiwat. Stres dapat bermanifestasi sebagai gejala fisik juga. Misalnya, Anda mungkin mengalami kelelahan, penurunan berat badan, sakit kepala, masalah pencernaan, nyeri tubuh, dan nyeri sendi. Ini adalah tips-tips yang dapat membantu kita melawan stress: 1. Lakukan gerakan. Seperti berjalan cepat 10 menit dapat membantu kita merasa lebih siap untuk menghadapi semua yang ada di depan. "Latihan mensekresi endorfin, hormon yang meningkatkan pikiran, konsentrasi, dan suasana hati kita," kata Nesheiwat. Beberapa orang menemukan bahwa latihan rutin mengurangi kecemasan mereka sama seperti obat-obatan. Bahkan lebih baik: Ada bukti bahwa latihan aerobik teratur dapat membantu mempertahankan ukuran dan fungsi otak saat kita bertambah tua. 2. Jangan meremehkan kekuatan tidur. "Tubuh kita menyembuhkan dan beregenerasi ketika kita beristirahat," kata Nesheiwat. Ditambah lagi, jika kita tidak cukup menutup mata, tubuh kita sebenarnya akan meningkatkan output hormon stresnya. Bidik tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam. 3. Makan dengan baik. "Apa yang kita makan merupakan bahan bakar atau tenaga untuk tubuh," kata Nesheiwat. Pilihlah biji-bijian utuh, buah-buahan, dan sayuran, yang mengandung karbohidrat kompleks yang meningkatkan produksi serotonin, neurotransmitter yang membantu meratakan suasana hati kita. Jangan lupa untuk mendapatkan cukup vitamin C. dan segelas jus jeruk murni karena vitamin C dapat menurunkan kortisol. 4. Jagalah kesehatan tubuh. Stres kadang-kadang disebabkan bukan apa yang terjadi di sekitar kita, tetapi tekanan internal, seperti depresi atau diabetes. "Dapatkan evaluasi medis menyeluruh," kata Dr. Santosh Kesari, seorang ahli saraf, ketua dan profesor dari departemen neurosciences translasi dan neuroterapeutik di John Wayne Cancer Institute di Providence Saint John's Health Center di Santa Monica , California. 5. Jangkau teman-teman. Ketika kita bersosialisasi dan merasa didukung, tubuh kita menghasilkan lebih banyak oksitosin. Hormon "merasa baik" ini mengurangi kecemasan dan membangkitkan rasa tenang, juga memiliki kekuatan untuk mengurangi tingkat kortisol yang mengganggu itu. 6. Berikan otak kita istirahat. Latihan penuh perhatian seperti yoga, relaksasi, dan meditasi tidak akan secara ajaib membuat stres kita menghilang, tetapi dapat membantu kita menghadapinya dengan lebih baik.   Sumber : www.healthline.com
 20 Nov 2018    16:00 WIB
10 Tanda Tersembunyi Mengalami Stress Kronik
Merasa enggan masuk kerja atau stress di hari Senin merupakan hal yang normal dan pasti pernah dialami oleh setiap orang. Akan tetapi, bila Anda terus merasa stress dalam jangka waktu lama (stress kronik), misalnya akibat pekerjaan yang sangat sibuk atau karena kehidupan pribadi yang tidak berjalan sesuai dengan kemauan Anda, maka gejala stress yang Anda alami mungkin berbeda dengan orang lain yang hanya mengalami stress sesekali. Bila Anda mengalami salah satu dari gejala stress kronik di bawah ini, maka luangkanlah waktu sejenak untuk berjalan kaki atau mematikan telepon genggam Anda dan menikmati waktu Anda. Dengan demikian, rasa stress Anda mungkin akan sedikit berkurang.   Sakit Kepala di Akhir Pekan Stress dapat menyebabkan terjadinya migrain atau sakit kepala. Untuk mengatasi dan mencegah terjadinya serangan migrain kembali, dianjurkan agar Anda tidur cukup setiap harinya dan makan dengan teratur.   Nyeri Perut Hebat Saat Menstruasi Wanita yang sedang stress biasanya akan mengalami nyeri menstruasi 2 kali lipat lebih parah dibandingkan dengan wanita yang tidak stress. Para ahli menduga hal ini dikarenakan stress menyebabkan gangguan keseimbangan kadar hormonal di dalam tubuh. Berolahraga dapat membantu mengatasi kram perut dan stress karena olahraga akan mengurangi aktivitas sistem saraf simpatik.   Rahang Terasa Nyeri Rahang yang terasa nyeri dapat merupakan akibat dari kebiasaan menggeretakkan gigi (bruxism), yang biasanya terjadi saat Anda tidur. Bruxism dapat semakin parah bila Anda sedang stress. Untuk mencegah kerusakan gigi, buatlah mouth guard. Sekitar 70% orang yang menggunakan mouth guard di malam hari lebih jarang atau bahkan tidak lagi mengalami bruxism.   Mengalami Mimpi Aneh Mimpi biasanya akan semakin indah saat Anda tidur, sehingga Anda akan terbangun dengan mood yang lebih baik dibandingkan dengan saat Anda akan tidur malam sebelumnya. Akan tetapi, saat Anda sedang stress, maka Anda akan lebih sering terbangun dan membuat mimpi buruk terus terjadi sepanjang malam. Untuk menghindari hal ini, tidurlah selama 7-8 jam setiap malamnya dan jangan mengkonsumsi minuman berkafein atau beralkohol berdekatan dengan waktu tidur.   Gusi Berdarah Menurut analisis dari berbagai penelitian, orang yang sedang merasa stress memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai gangguan gusi. Kadar hormon stress yang terus tinggi dalam waktu lama dapat mengganggu kerja sistem kekebalan tubuh dan membuat bakteri dapat masuk ke dalam gusi. Untuk mengatasinya, atasilah stress Anda.   Jerawat Muncul Mendadak Stress dapat meningkatkan resiko terjadinya peradangan, yang akan memicu terbentuknya jerawat. Untuk mengatasinya, Anda dapat mengoleskan salep berisi asam salisilat atau benzoil peroksida atau antibiotik pada jerawat. Pastikan juga kulit Anda tidak terlalu kering karena hal ini juga dapat memicu timbulnya jerawat.   Baca juga: Tips Untuk Mengatasi Stress di Tempat Kerja   Ngidam Makanan Manis Selain akan menstruasi, stress juga dapat membuat Anda ingin mengkonsumsi makanan manis atau cokelat.   Kulit Gatal Sebuah penelitian yang dilakukan di Jepang menemukan bahwa gatal kronik (pruritis) lebih sering terjadi pada orang yang sedang stress. Merasa cemas dan stress juga dapat memperburuk gejala dermatitis, eksim, dan psoriasis. Hal ini kemungkinan dikarenakan respon stress oleh tubuh akan mengaktivasi serat-serat saraf dan menyebabkan timbulnya rasa gatal.   Gejala Alergi Semakin Parah Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2008 oleh para ahli dari Ohio State University College of Medicine, reaksi alergi akan semakin parah bila penderita sedang merasa stress. Hal ini dikarenakan hormon stress dapat menstimulasi pembentukan IgE, suatu protein yang dapat memicu timbulnya reaksi alergi.   Sakit Perut Cemas dan stress dapat menyebabkan nyeri perut, sakit kepala, nyeri punggung, dan insomnia. Sebuah penelitian menemukan bahwa stress dapat membuat resiko seseorang untuk mengalami sakit perut meningkat hingga 3 kali lipat. Hingga saat ini para ahli belum dapat menentukan penyebab pastinya, akan tetapi mereka menduga bahwa hal ini dikarenakan otak dan usus dipersarafi oleh jalur saraf yang sama. Jadi, bila otak merasa stress, maka usus pun akan mengalami hal yang sama.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: prevention
 25 Oct 2018    08:00 WIB
Tingkatkan Kekebalan Tubuh Dengan Cara Berikut
Kekebalan tubuh atau disebut juga sistem imunitas merupakan pasukan yang berfungsi untuk melawan berbagai bakteri, virus, dan parasit yang memasuki tubuh anda. Gangguan pada sistem kekebalan tubuh anda dapat membuat kesehatan anda tergganggu. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat menjaga sistem kekebalan tubuh anda tetap dalam kondisi prima.   Diet Kaya Sayuran dan Buah-buahan Mengkonsumsi banyak sayur dan buah-buahan telah terbukti dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh anda. Berbagai vitamin, mineral, dan nutrisi lainnya yang terdapat dalam buah dan sayuran dapat membantu kekebalan tubuh anda melawan bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh anda.   Tidur yang Cukup Walaupun belum ditemukan hubungan pasti antara tidur yang cukup dengan peningkatan kekebalan tubuh, namun tidur yang cukup memang mempunyai peranan penting bagi kesehatan anda. Yang dimaksud dengan tidur yang cukup adalah tidur nyenyak atau tidur yang membuat anda merasa segar dan siap beraktivitas kembali di pagi hari. Kebutuhan tidur setiap orang bervariasi. Pada umumnya orang dewasa memerlukan sekitar 7-8 jam setiap harinya. Anak-anak memerlukan waktu tidur yang lebih banyak, remaja biasanya memerlukan 9-10 jam, sedangkan anak-anak yang lebih kecil membutuhkan sekitar 10-12 jam.   Berpikir Positif Anda tentunya telah sering mendengar bahwa pikiran anda dapat mempengaruhi kesehatan anda. Saat anda stress, kekebalan tubuh anda dapat ikut menurun dan menyebabkan anda mudah sakit. Mulailah berpikir positif, hal ini akan membantu meningkatkan kekebalan tubuh anda.   Tertawa Berdasarkan penelitian, tertawa dapat membuat kekebalan tubuh anda meningkat walaupun belum diketahui bagaimana hal ini terjadi. Seks Berhubungan seksual ternyata juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh anda. Saat anda berhubungan seksual terbentuk suatu antibodi (immunoglobulin A)yang dapat membantu anda melawan berbagai bakteri dan virus.   Atasi Stress Stress dapat mengganggu kesehatan anda bila berlangsung dalam waktu lama. Stress juga dapat menurunkan kekebalan tubuh anda. Mengatasi stress dapat meningkatkan kekebalan tubuh anda sekaligus menjaga kesehatan tubuh anda.
 06 Sep 2018    16:00 WIB
Apakah Saya Stress ?
Stress merupakan suatu keadaan yang dapat dialami oleh setiap orang, bahkan anak-anak. Akan tetapi, banyak orang yang tidak mengetahui bahwa mereka sedang stress. Sakit kepala berulang, nyeri perut, rasa lelah, mudah marah, dan sulit tidur dapat merupakan tanda-tanda bahwa anda sedang stress.   Apa Sajakah Gejala Stress ? Stress dapat mempengaruhi berbagai hal dalam diri anda, mulai dari pikiran, perasaan, perilaku, dan bahkan kesehatan anda. Stress berkepanjangan yang tidak ditangani dapat mengganggu kesehatan anda dan merupakan salah satu faktor resiko dari berbagai penyakit, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan bahkan obesitas. Stress dapat menimbulkan berbagai gejala pada tubuh anda, emosi anda, dan bahkan perilaku anda. Gejala stress yang dapat ditemukan pada tubuh anda adalah: Sakit kepala Nyeri otot Nyeri dada Rasa lelah Gangguan pencernaan Rasa tidak enak di perut Sulit tidur Penurunan gairah seksual Gejala stress yang dapat ditemukan pada emosi anda adalah: Rasa cemas dan gelisah Berkurangnya kemampuan untuk memusatkan perhatian Menurunnya motivasi atau keinginan untuk melakukan sesuatu Mudah marah Mood berubah-ubah Rasa sedih yang lama-kelamaan dapat menyebabkan depresi Selain beberapa gejala di atas, stress juga dapat mempengaruhi nafsu makan anda. beberapa orang mengalami penurunan nafsu makan, sedangkan yang lainnya mengalami peningkatan nafsu makan. Oleh karena itu, stress seringkali berhubungan dengan obesitas, yang pada akhirnya dapat mengganggu kesehatan anda. Rasa stress juga dapat memperburuk kebiasaan merokok dan minum alkohol. Saat anda stress, anda akan merokok dan minum lebih banyak daripada biasanya untuk membuat anda melupakan permasalahan yang ada. Pada remaja dan pemuda; tekanan hidup, pergaulan, dan kurangnya perhatian orang tua dapat membuat anak terjerumus ke dalam penggunaan obat-obatan terlarang.   Apa yang Harus Saya Lakukan ? Olahraga, tidur yang cukup, diet sehat, atau melakukan kegiatan yang anda sukai dapat membantu anda mengurangi stress. Bila rasa stress anda tidak berkurang setelah mencoba beberapa hal yang telah disebutkan sebelumnya, berkonsultasilah dengan dokter anda untuk mencari penyebab dan bagaimana cara mengatasinya. Bila anda mengalami nyeri dada, ada beberapa hal lainnya yang perlu anda perhatikan saat nyeri dada terjadi, karena hal ini dapat merupakan tanda serangan jantung dan bukan hanya gejala stress. Beberapa hal yang harus diperhatikan tersebut adalah: Kapan nyeri dada terjadi, saat istirahat atau beraktivitas Apakah nyeri dada tersebut menjalar ke tangan kiri, bahu, punggung, leher, atau rahang Apakah disertai dengan sesak napas, mual, berkeringat banyak, atau pusing Berapa lama nyeri dada berlangsung Bila anda mengalami nyeri dada disertai gejala lainnya di atas, segeralah hubungi dokter anda. Baca juga: Stres Bisa Membuat Orang Cuek
 24 Jul 2018    11:00 WIB
Hati-hati! Stres Bisa Memicu Nafsu Makan Berlebihan!
Pada umumnya orang kalau lagi stress justru tidak ada nafsu makan. Tetapi guys, ternyata ada sebagian orang yang justru kalau lagi stress, nafsu makan semakin bertambah atau dengan kata lain makanan menjadi pelampiasannya. Saat bosan, kripik berbungkus-bungkus bisa habis dimakan sendiri. Kalau lagi kesal makanan atau kue yang ada bisa dihabiskan. Tentu hal ini bukanlah jalan untuk menenangkan emosi kita yang baik. Sebaliknya kebiasaan seperti ini justru akan berpengaruh negatif kepada kesehatan dan tentu berat badan kita. Stress bukanlah satu-satunya yang menyebabkan emosi kita untuk makan, namun ada pemicu lainnya seperti: Kebosanan : ini adalah pemicu umum kita melampiaskan emosi atau kebosanan dengan makan terutama mereka yang biasa aktif dan bersemangat dalam aktifitas. Kebiasaan : ini didasari atau didorong dari kebiasaan masa kecil. Misalnya makan es krim setelah nilai di raport sekolah baik atau membuat kue bersama nenek. Kelelahan : ini terjadi kapankala kelelahan terjadi karena melakukan sesuatu atau tugas yang tidak menyenangkan. Pengaruh sosial : entah sedang atau setelah mengalami keadaan sulit atau merayakan hari bahagia, teman-teman mengajak kita untuk keluar makan. Biasanya kalau rame-rame makan kita bisa banyak betul tidak? Srategi mengatasinya Langakah pertama tentu sobat harus mengenali atau mengidentifikas apa yang menjadi pemicu emosi yang kita membuat kita ingin makan tapi bukan karena lapar. Sobat bisa mencatatnya di buku harian, journal atau gadget yang sobat punya. Langkah berikutnya sobat coba cari ide-ide baru sebagai pelampiasan emosi yang dirasakan selain ke makanan. Bisa saja sobat temukan atau membangun hobi yang baru dan menyenangkan bahkan menantang. Sobat bisa menenangkan diri dengan membaca buku, kegiatan out door, ataupun olah raga. Mereka yang makan karena emosi bisa jadi bukan hanya karena mereka tidak bisa mengendalikan diri mereka namun juga ada faktor lainnya : Perkembangan pada masa kanak-kanak Untuk sebagian orang, makan yang disebabkan emosi bisa jadi karena kebiasaan yang dipelajari dari kecil. Orang tua untuk menghibur atau menenangkan anak seringkali menggunakan media makanan. Selain itu juga makanan bisa menjadi hadiah atau reward karena berlaku baik. Ketika dewasa akhirnya tertanam di dalam setelah melewati hari yang berat atau melelahkan maka untuk melapaskan hal itu atau sebagai rewardnya lari kepada makanan. Dampak fisik dari stress Stres dan emosi yang kuat dapat menyebabkan seseorang untuk makan berlebihan juga bisa disebabkan oleh faktor fisik berikut ini : Tingkat kortisol yang tinggi:  Awalnya, stres menyebabkan nafsu makan menurun sehingga tubuh dapat menghadapi situasi yang dihadapi. Namun jika stressnya tidak berhenti, hormon lain yang disebut kortisol dilepaskan. Kortisol meningkatkan nafsu makan dan dapat menyebabkan seseorang ingin makan berlebihan. Mengidam: kadar kortisol yang tinggi dari stres dapat meningkatkan keinginan makanan untuk makanan manis atau berlemak. Stres juga dikaitkan dengan peningkatan hormon kelaparan, yang juga dapat berkontribusi untuk mengidam makanan yang tidak sehat. Jenis Kelamin: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih cenderung menggunakan makanan untuk mengatasi stres dibandingkan pria, sementara pria lebih cenderung merokok atau minum minuman alkohol dibandingkan wanita. Perbedaan ingin makan karena lapar atau karena emosi Waktu terjadinya : rasa lapar karena emosi munculnya tiba-tiba dan terasa mendesak sedangkan lapar fisik munculnya perlahan kecuali memang sudah lama belum makan. Jenis makanan : lapar emosi biasanya ingin makan junk food atau sesuatu yang tidak sehat dan makanan yang diinginkan spesifik misal kentang goreng atau pizza. Sedangkan kalau lapar fisik makanan apa saja yang ada dimakan. Sumbernya : lapar emosi dari kepala alias terpikir ingin sesuatu yang ingin di makan. Kalau lapar fisik dari perut seperti perat berasa keroncongan. Jadi sobat sehat kalau mengalami hal ini semoga bisa mengendalikan nafsu makan yang berlebih karena emosi. Kalau makanan yang kita makan secara berlebihan tersebut tidak sehat tentu akan menambah masalah  kesehatan yang kita hadapi, sehingga bukannya tambah tenang yang ada malah tambah stress di kemudian hari. Jika sobat sehat merasa kesulitan untuk mengendalikan emosi atau makanan yang dimakan, ada baiknya sobat segera temui dokter yang berkompeten. Stay cool, stay healthy Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber : www.medicalnewstoday.com
 07 Jul 2018    11:00 WIB
Manfaat dan Bahaya Massage
Massage, kadang disebut juga urut atau pijat merupakan salah satu cara yang sering digunakan orang untuk meredakan rasa pegal dan nyeri pada berbagai bagian tubuh. Arti massage sendiri adalah suatu tindakan menekan dan atau mendorong kulit, otot, tendon, dan ligament anda. Massage biasanya dilakukan oleh seorang terapis atau ahli pijat. Massage dapat dilakukan dengan menggunakan tangan, siku, dan bahkan kaki.   Manfaat Massage Pijat atau urut telah menjadi salah satu pilihan terapi alternatif untuk mengatasi nyeri badan akibat kelelahan atau cedera tertentu, seperti terkilir. Pijat atau urut ini memang telah terbukti dapat mengurangi rasa nyeri, mengurangi ketegangan otot, dan bahkan mengurangi stress. Berdasarkan berbagai penelitian, pijat atau urut juga diduga bermanfaat untuk mengatasi beberapa hal di bawah ini, yaitu: Mengurangi rasa cemas Gangguan pencernaan Fibromialgia (suatu penyakit yang menyebabkan rasa nyeri di beberapa otot sekaligus) Nyeri kepala Insomnia yang disebabkan oleh stress Nyeri otot akibat cedera Nyeri otot akibat cedera saat berolahraga Walaupun pijat atau urut dapat membantu mengurangi nyeri otot dan berbagai hal lainnya, disarankan agar anda tetap berkonsultasi dengan dokter anda bila keluhan tidak berkurang atau tetap ada.   Kontraindikasi Massage Walaupun pijat atau urut memiliki berbagai manfaat yang baik, tetapi terdapat beberapa kondisi tertentu di mana pijat atau urut tidak boleh dilakukan. Beberapa kondisi tersebut adalah: Mempunyai kelainan pembekuan darah Mengkonsumsi obat pengencer darah Terdapat luka bakar pada kulit Adanya luka terbuka atau luka yang belum sembuh pada kulit Trombosis vena dalam (adanya sumbatan pada pembuluh vena dalam yang diakibatkan oleh gumpalan darah) Mengalami patah tulang Menderita osteoporosis berat (pengeroposan tulang yang berat) Trombositopenia berat (kadar trombosit di dalam darah sangat rendah)   Bahaya Massage Pijat atau urut pada umumnya tidak membahayakan, akan tetapi penekanan yang terlalu berlebihan dapat membahayakan. Beberapa hal yang dapat terjadi akibat penekanan berlebihan tersebut adalah: Perdarahan organ dalam Kerusakan saraf Kelumpuhan sementara Reaksi alergi akibat minyak atau krim pijat Sumber: mayoclinic
 29 May 2018    08:00 WIB
Persiapan Untuk Liburan Yang Sehat
Saat bepergian untuk wisata adalah saat yang menyenangkan. Anda dapat melupakan sejenak rutinitas harian. Tidak peduli kemanapun Anda pergi, kapanpun Anda pergi dengan siapa Anda pergi satu hal yang paling penting adalah kesehatan. Apabila Anda berwisata dalam keadaan sakit tentu Anda tidak dapat menikmati perjalanan Anda.   Berikut adalah tips persiapan yang dapat dilakukan untuk Anda agar tetap sehat selama perjalanan: 1. Periksa kesehatan Anda Sebelum Anda melakukan perjalanan wisata Anda, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.   2. Bawa resep Anda Apabila Anda mengkonsumsi obat rutin pastikan untuk membawa obat Anda, agar cukup selama perjalanan Anda. Sebaiknya Anda membawa resep Anda apabila Anda kehabisan obat tersebut masih dapat membeli di tempat wisata Anda, tanyakan kepada dokter ataupun apoteker obat yang diresepkan mengandung apa, apabila di tempat wisata tidak ada obat dengan merek yang sama Anda dapat mengganti dengan obat yang kegunaannya sama Ada baiknya Anda membawa laporan medis Anda yang penting, yang mungkin dibutuhkan.   3. Periksa Asuransi perlindungan perjalanan Anda Pastikan Anda membawa polis asuransi Anda, kartu dan formulir klaim. Cek pada perusahaan asuransi Anda apakah akan menanggung biaya saat Anda jatuh sakit atau cedera diluar negeri Bila perlu mungkin Anda membeli asuransi tambahan.   4. Pastikan untuk membawa kotak P3K   Baca juga: Sulam Bibir, Aman atau Tidak?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: webmd