Your browser does not support JavaScript!
 17 Apr 2019    16:00 WIB
Kiat Jitu Melawan Disentri
Guys kalian pasti tahu Penyanyi lagu rakyat bernama lengkap Imam Soekarno yang akrab disapa dengan panggilan Leo Kristi, telah meninggal karena penyakit disentri. wah ternyata penyakit ini tidak boleh dianggap remeh. Lalu dari mana sebenarnya penyakit ini berasal dan kenapa manusia bisa tertular? Disentri, merupakan penyakit menular yang ditandai dengan peradangan usus, sakit perut, dan diare dengan tinja yang sering mengandung darah dan lendir. Disentri merupakan penyebab utama penyakit dan kematian pada anak-anak kecil, terutama mereka yang tinggal di negara-negara kurang berkembang. Ada dua jenis utama: disentri basiler dan disentri amuba, yang masing-masing disebabkan oleh bakteri dan amuba. Gejala disentri berkisar dari ringan hingga berat. Di negara maju, tanda dan gejala disentri cenderung lebih ringan daripada di negara berkembang atau daerah tropis. Gejala ringan meliputi: sedikit sakit perut kram diare Ini biasanya muncul dari 1 hingga 3 hari setelah infeksi, dan pasien pulih dalam waktu seminggu. Gejala disentri basiler. Gejala cenderung muncul dalam 1 hingga 3 hari infeksi. Biasanya ada sakit perut ringan dan diare, tetapi tidak ada darah atau lendir di tinja. Diare mungkin sering terjadi sejak awal. Yang lebih jarang, mungkin: darah atau lendir di tinja, sakit perut yang hebat, demam, mual, muntah. Seringkali, gejalanya sangat ringan sehingga kunjungan dokter tidak diperlukan, dan masalahnya teratasi dalam beberapa hari. Gejala disentri amuba. Seseorang dengan disentri amuba mungkin memiliki: sakit perut demam dan kedinginan mual dan muntah diare berair, yang bisa mengandung darah, lendir, atau nanah mengeluarkan tinja yang menyakitkan kelelahan sembelit yang terputus-putus Jika terowongan amoeba menembus dinding usus, mereka dapat menyebar ke aliran darah dan menginfeksi organ lain. Bisul bisa berkembang. Ini mungkin menyebabkan darah dalam tinja. Gejala dapat bertahan selama beberapa minggu. Amuba dapat terus hidup dalam inang manusia setelah gejalanya hilang. Kemudian, gejala dapat muncul kembali ketika sistem kekebalan tubuh seseorang lebih lemah. Pengobatan mengurangi risiko amuba bertahan. Disentri ditularkan melalui konsumsi makanan atau air yang telah terkontaminasi oleh kotoran pembawa manusia dari organisme infektif. Penularannya sering oleh orang yang terinfeksi yang menangani makanan dengan tangan yang tidak dicuci. Penyebaran disentri amuba sering dilakukan oleh orang-orang yang menjadi pembawa penyakit tetapi yang pada saat itu tidak menunjukkan gejala. Disentri umumnya ditemukan ketika orang-orang berkerumun bersama dan hanya memiliki akses ke fasilitas sanitasi primitif. Penyebaran penyakit dapat dikendalikan dengan: Merebus air minum dan membuang kotoran manusia secara memadai untuk menghindari kontaminasi makanan. Sering-sering mencuci tangan kita dengan sabun dan air setelah pergi ke toilet. Baca lebih lanjut tentang cara mencuci tangan. Jauhi pekerjaan atau sekolah sampai kita benar-benar bebas dari gejala apa pun selama setidaknya 48 jam (Jika memungkinkan, menjauhlah dari orang lain sampai gejala kita berhenti). Bantu anak-anak kecil untuk mencuci tangan dengan benar. Jangan menyiapkan makanan untuk orang lain sampai kita bebas dari gejala setidaknya selama 48 jam. Jangan berenang sampai kita bebas dari gejala setidaknya selama 48 jam. Cuci semua pakaian kotor, selimut, dan handuk dengan bersih dan jemur (keringkan) di hadapan matahari. Bersihkan dudukan toilet dan pegangan siram, keran dan bak cuci dengan deterjen dan air panas setelah digunakan, diikuti oleh desinfektan rumah tangga. Hindari kontak seksual sampai kita bebas dari gejala setidaknya selama 48 jam. Jika kita mengalami gejala di atas segera hubungi dokter, jangan tunggu parah. Salam sehat!!!   Sumber : www.nhs.uk, www.britannica.com, medbroadcast.com, www.medicalnewstoday.com, kompas.id
 26 Oct 2018    08:00 WIB
7 Makanan Membantu Mengatasi Gangguan Pencernaan
Gangguan pencernaan seperti nyeri perut, kram perut, mual, atau diare dapat membuat Anda sulit melakukan aktivitas harian Anda dengan baik. Di bawah ini terdapat beberapa jenis makanan yang dapat membantu mengatasi gangguan pencernaan yang Anda alami.   Pisang Pisang merupakan jenis makanan yang mudah dicerna dan tidak menimbulkan gangguan pencernaan. Buah ini justru dapat membantu mengatasi gangguan pencernaan karena mengandung pektin, yang dapat membantu memperbaiki kerja saluran pencernaan secara alami.   Pepaya Mengkonsumsi pepaya dapat membantu memperlancar pencernaan, mengurangi gejala gangguan pencernaan, dan membantu mengatasi sembelit. Hal ini dikarenakan pepaya mengandung enzim papain dan kimopapain, yang dapat membantu mencerna protein dan meredakan gangguan pencernaan dengan menjaga keseimbangan asam di dalam saluran pencernaan.    Nasi Putih Nasi putih, roti tawar, atau kentang rebus dapat menjadi menu pilihan bagi Anda yang sedang mengalami gangguan pencernaan. Selain tidak menimbulkan stress tambahan pada saluran pencernaan Anda yang memang sedang sensitif, makanan ini juga dapat membantu mengatasi diare dengan cara menyerap kelebihan cairan dan membuat tinja menjadi lebih keras.   Jahe Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa jahe merupakan salah satu bahan alami yang dapat membantu mengatasi mual dan meningkatkan kesehatan saluran pencernaan Anda secara keseluruhan.    Apel Seperti halnya pisang, apel juga mengandung pektin, yang dapat membantu mengatasi diare.   Teh Herbal Selain mampu membuat perut Anda terasa lebih baik dengan kehangatannya, baik teh pepermin maupun teh camomile dapat membantu mengatasi gangguan pencernaan. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa pepermin mampu mengaktivasi reseptor anti nyeri di dalam usus besar dan mampu mengurangi rasa mual. Oleh karena itu, pepermin banyak digunakan untuk mengurangi gejala gangguan pencernaan pada para penderita irritable bowel syndrome (IBS).  Sementara itu, pada penelitian lainnya, para peneliti menemukan bahwa camomile dapat membantu mengatasi gangguan pencernaan dan nyeri perut.   Yogurt Sebagian besar susu dan produk olahannya memang dapat memperberat gejala gangguan pencernaan yang Anda alami, kecuali yogurt. Yogurt justru dapat membantu mengatasi gangguan pencernaan yang Anda alami, yaitu bila yogurt tersebut mengandung bakteri baik di dalamnya. Bakteri baik dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman dan kembung pada perut Anda.       Sumber: shape
 18 Sep 2018    18:00 WIB
Perdarahan Pada Saluran Pencernaan
Apakah Perdarahan saluran cerna itu?Perdarahan Saluran Cerna adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan perdarahan pada saluran pencernaan. Saluran pencernaan tersebut antara lain esofagus, lambung, usus halus dan usus besar.Apakah penyebab perdarahan di saluran cerna? Penyebab perdarahan pada saluran pencernaan :1.  Kerongkongan Robekan jaringan Kanker 2.  Lambung Luka kanker atau non-kanker Iritasi (gastritis) karena aspirin atau Helicobacter pylori 3.  Usus halus Luka usus dua belas jari non-kanker Tumor ganas atau jinak 4.  Usus besar Kanker Polip non-kanker Penyakit peradangan usus (penyakit Crohn atau kolitis ulserativa) Penyakit divertikulum Pembuluh darah abnormal di dinding usus (angiodisplasia) 5.  Rektum : Kanker Tumor non-kanker 6.  Anus Hemoroid Robekan di anus (fisura anus) Apakah faktor resiko dari perdarah saluran cerna?Risiko terjangkit Perdarahan Saluran Cerna meningkat bila Anda:-  pecandu alkohol-  seorang perokok-  Usia tua-  diet yang rendah serat-  Sering menggunakan Aspirin-  Sering menggunakan Obat Anti Peradangan Non-Steroid-  Telah didiagnosa mengidap Kanker Gaster-  Telah didiagnosa mengidap Kanker Kolon Apa saja gejala dari perdarahan saluran cerna?Gejalanya bisa berupa: -  muntah darah (hematemesis) -  mengeluarkan tinja yang kehitaman (melena) -  mengeluarkan darah dari rektum (hematoskezia) Tinja yang kehitaman biasanya merupakan akibat dari perdarahan di saluran pencernaan bagian atas, misalnya lambung atau usus dua belas jari. Warna hitam terjadi karena darah tercemar oleh asam lambung dan oleh pencernaan kuman selama beberapa jam sebelum keluar dari tubuh. Sekitar 200 gram darah dapat menghasilkan tinja yang berwarna kehitaman. Penderita dengan perdarahan jangka panjang, bisa menunjukkan gejala-gejala anemia:-  mudah lelah-  pucat-  nyeri dada -  pusing. Gejala yang menunjukan adanya kehilangan darah yang serius adalah :-  denyut nadi yang cepat-  tekanan darah rendah -  berkurangnya pembentukan air kemih. -  Tangan dan kaki penderita juga akan teraba dingin dan basah. Berkurangnya aliran darah ke otak karena kehilangan darah, bisa menyebabkan:-  Bingung-  Disorientasi-  rasa mengantuk -  syok. Apakah pengobatan untuk perdarahan saluran cerna?Pada lebih dari 80% penderita, tubuh akan berusaha menghentikan perdarahan. Penderita yang terus menerus mengalami perdarahan atau yang memiliki gejala kehilangan darah yang jelas, seringkali harus dirawat di rumah sakit dan biasanya dirawat di unit perawatan intensif. Bila darah hilang dalam jumlah besar, mungkin dibutuhkan transfusi.  Untuk menghindari kelebihan cairan dalam pembuluh darah, biasanya lebih sering diberikan transfusi sel darah merah (PRC/Packed Red Cell) daripada transfusi darah utuh (whole blood).  Setelah volume darah kembali normal, penderita dipantau secara ketat untuk mencari tanda-tanda perdarahan yang berlanjut, seperti peningkatan denyut nadi, penurunan tekanan darah atau kehilangan darah melalui mulut atau anus. Perdarahan dari vena varikosa pada kerongkongan bagian bawah dapat diobati dengan beberapa cara :-  memasukkan balon kateter melalui mulut ke dalam kerongkongan dan mengembangkan balon tersebut untuk menekan daerah yang berdarah. -  menyuntikan bahan iritatif ke dalam pembuluh yang mengalami perdarahan, sehingga terjadi peradangan dan pembentukan jaringan parut pada pembuluh balik (vena) tersebut. Perdarahan pada lambung sering dapat dihentikan melalui endoskopi. Dilakukan kauterisasi pembuluh yang mengalami perdarahan dengan arus listrik atau penyuntikan bahan yang menyebabkan penggumpalan di dalam pembuluh darah. Bila cara ini gagal, mungkin perlu dilakukan pembedahan. Vasopressin dan Epinephrine diberikan untuk mengecilkan pembuluh darah (vasokonstriksi) sehingga perdarahan pada saluran cerna bagian bawah dapat berkurang   Sumber: menshealth
 04 Aug 2018    16:00 WIB
Atasi Konstipasi Dengan Garam Inggris
  Epsom salt atau yang lebih dikenal sebagai garam inggris tentu tidak asing bagi sobat sekalian. Garam inggris berupa butiran kristal seperti garam yang terbuat dari magnesium sulfat. Garam inggris sering kita gunakan sebagai obat pencahar untuk mengatasi konstipasi atau susah buang air besar. Hal ini pun diakui oleh USFDA semacam BPOM-nya Amerika. Namun sobat sehat juga perlu mengetahui bahwa penggunaan bahan ini juga memiliki resiko atau dampaknya. Sebab itu kiranya melalui artikel ini sobat sehat bisa jelas penggunaanya dan kapan harus menemui dokter Penggunaan Sobat perlu perhatikan peruntukan daripada garam inggris tersebut. Ini dikarenakan garam inggris juga diproduksi untuk keperluan mandi, pupuk, dsb. Sebab itu pastikan garam inggris yang kita gunakan adalah untuk makanan atau food-grade quality. Sobat perlu perhatikan instruksi atau cara penggunaanya karena masing-masing produsen bisa memproduksi kualitas yang berbeda sehingga cara penggunaannya juga berbeda. Setelah menggunakan garam inggris biasanya akan mengalami pergerakan dalam perut kita atau mules dalam waktu 30 menit hingga 6 jam. Jika tidak ada reaksi atau pergerakan dalam perut kita setelah mengkonsumsinya selama dua hari, maka sebaiknya dihentikan. Gunakan pencahar lainnya dan konsultasikan dengan dokter sobat. Hal yang perlu dipertimbangkan Mereka yang ada penyakit gagal ginjal tidak boleh mengkonsumsi garam inggris. Ini dikarenakan magnesium adalah salah satu elemen yang disaring oleh ginjal kita. Sehingga ketika ginjal kita tidak berfungsi dengan baik, maka yang tejadi adalah penumpukan magnesium di dalam tubuh kita. Magnesium yang berlebihan di dalam tubuh bisa menyebabkan gejala seperti kantuk, pingsan, denyut jantung lambat, dan kejang. Sebab itu perlu diperhatikan dosisnya termasuk mereka yang memiliki ginjal sehat. Nah kiranya sobat sehat semakin jelas bahwa suatu hal yang berguna namun juga memiliki aturannya. Sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan pasti akan memiliki dampak negatif. Jadi sobat sehat kalau mengalami konstipasi dan sembelit dan mencoba bahan ini namun tidak berhasil cobalah konsultasi dengan dokter. Apalagi jika sobat sehat mengalami konstipasi sudah lebih dari seminggu, wah jangan ditunda lagi untuk segera menemui dokter yang berkompetensi. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber : www.medicalnewstoday.com
 16 Mar 2018    12:30 WIB
5 Makanan yang Dihindari Oleh Para Dokter Spesialis Pencernaan
Bila Anda memiliki saluran pencernaan yang sensitif, maka Anda mungkin perlu menghindari beberapa makanan di bawah ini seperti halnya pada dokter spesialis pencernaan. Selain dapat membantu mencegah terjadinya berbagai gangguan pencernaan yang tidak diinginkan, berat badan Anda pun dapat ikut menurun. Sebuah bonus yang menyenangkan bukan?   Daging Merah Bila Anda memiliki pencernaan yang sensitif sebaiknya hindari mengkonsumsi terlalu banyak daging merah. Hal ini dikarenakan daging merah membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicerna karena mengandung lebih banyak lemak dibandingkan dengan sayuran.   Soda Selain mengandung bahan kimia berbahaya dan kalori kosong, minuman bersoda juga dapat meningkatkan dan menurunkan kadar gula darah dengan cepat. Minuman ini juga dapat membuat perut menjadi kembung. Air putih tetap merupakan minuman terbaik dan tersehat.   Susu dan Produknya Bila Anda menderita irritable bowel syndrome, maka ada baiknya bila Anda menghindari susu dan produknya karena mereka dapat membuat Anda mengalami diare dan perut kembung.   Baca juga: Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dikonsumsi Saat Sakit   Anggur Putih Selain lebih sehat, anggur merah (red wine) juga mengandung lebih banyak antioksidan dibandingkan anggur putih.   Probiotik Jika Anda memiliki saluran pencernaan yang baik dan tidak sedang mengalami diare, sembelit, atau perut kembung; maka sebenarnya Anda tidak membutuhkan probiotik karena keseimbangan bakteri pencernaan Anda sudah sangat baik.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: prevention
 29 Jan 2018    12:30 WIB
6 Tanda Tersembunyi Bahwa Anda Mengalami Gangguan Pencernaan
Karena terdiri dari banyak organ, maka bukanlah hal yang aneh bila Anda beberapa kali mengalami gangguan saluran cerna. Akan tetapi, bila gejalanya tidak jelas, maka Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda sebenarnya sedang mengalami gangguan cerna. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tanda tersembunyi yang sebenarnya merupakan gejala dari gangguan saluran cerna.   Nyeri Saat Menelan Saat Anda mulai mengalami kesulitan menelan, segera periksakan diri Anda, apalagi bila Anda merasa gejalanya semakin memburuk. Kadangkala, Anda bahkan akan sulit menelan air. Nyeri saat minum air dapat merupakan gejala gangguan saluran cerna yang berat. Bila kesulitan menelan juga disertai oleh batuk, suara serak, cegukan, atau perut terasa kenyang setelah hanya makan sedikit, maka hal ini dapat merupakan gejala dari kanker esofagus.   Gas (Kentut) yang Anda Keluarkan Sangat Berbau Buang gas atau kentut merupakan hal yang normal. Tahukah Anda bahwa rata-rata setiap orang akan mengeluarkan 2 liter gas setiap harinya? Akan tetapi, berhati-hatilah bila sering buang gas juga disertai oleh rasa tidak nyaman pada perut, perubahan pola BAB, atau penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas. Selain itu, bila kentut Anda berbau tidak sedap, maka hal ini dapat merupakan gejala dari infeksi giardia, sejenis parasit, pada usus Anda.   Celana Anda Mendadak Terasa Sempit Jika celana Anda tiba-tiba menjadi lebih sempit daripada biasanya, maka penyebabnya mungkin bukanlah peningkatan lapisan lemak pada perut Anda. Perut kembung akibat terlalu banyak gas di dalam perutlah yang menjadi penyebabnya. Hal ini dapat terjadi akibat makan berlebihan atau menelan terlalu banyak udara. Akan tetapi, bila perut kembung terjadi tanpa penyebab yang jelas dan disertai oleh nyeri perut atau adanya darah di dalam tinja, maka hal ini dapat merupakan gejala dari intoleransi laktosa atau refluks asam lambung (GERD), irritable bowel syndrome (IBS), batu empedu, sembelit, dan penyakit seliak.   Baca juga: Ulu Hati Terasa Nyeri? Mungkin Ini Penyebabnya…   Celana Anda Mendadak Terasa Longgar Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas dapat merupakan gejala dari suatu gangguan kesehatan yang lebih serius. Bila demikian, maka gangguan saluran cerna adalah hal pertama yang perlu Anda khawatirkan. Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas dapat merupakan gejala dari kanker usus besar, kanker pankreas, dan kanker lambung. Penyebab lainnya adalah penyakit seliak atau penyakit crohn, karena keduanya dapat menyebabkan gangguan pada kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi.   Ada Darah Pada Tinja Anda mungkin akan segera memeriksakan diri ke dokter bila menemukan adanya darah pada tinja Anda, akan tetapi tahukah Anda bahwa adanya darah di dalam tinja juga dapat membuat tinja menjadi berwarna hitam? Bila darah yang keluar berwarna merah segar, maka penyebabnya mungkin adalah wasir (hemoroid), di mana terjadi pembengkakan pada pembuluh darah bokong yang akan membuat bokong terasa gatal atau nyeri. Akan tetapi, bila perdarahan terus saja terjadi dan disertai oleh gejala lain atau Anda sudah berusia lebih dari 40 tahun, maka segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Badan Terasa Lemah Zat besi merupakan mineral penting yang berfungsi untuk membantu sel darah merah menghantarkan oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Jadi, saat tubuh Anda kekurangan zat besi, maka tubuh Anda akan merasa sangat lelah, sakit kepala, kulit menjadi kuning, kuku rapuh, rambut rontok, dan badan terasa lemah. Melalui pemeriksaan darah, dokter dapat mengetahui berapa kadar zat besi di dalam darah Anda dan mencari tahu apakah Anda menderita anemia. Anemia defisiensi zat besi seringkali terjadi akibat perdarahan kronik pada saluran cerna yang tidak diketahui, misalnya akibat kanker usus besar, kanker lambung, ulkus lambung, inflammatory bowel disease, atau angiodisplasia.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 14 Jan 2018    10:00 WIB
Manfaat Alpukat Bagi Kesehatan
Kandungan Nutrisi di Dalam Alpukat: Setiap 100 gram alpukat mengandung sekitar 175 kalori. Alpukat juga mengandung karbohidrat, serat, dan lemak, baik lemak jenuh maupun lemak tidak jenuh (tunggal maupun ganda). Berbagai vitamin dan mineral yang terdapat di dalam alpukat adalah vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin K, vitamin E, kalsium, zat besi, mangan, kalium, natrium, fosfor, dan seng. 1.  Membantu Menjaga Kesehatan JantungAlpukat merupakan sumber asam lemak tidak jenuh tunggal yang baik bagi kesehatan jantung. Asam lemak ini mengandung suatu fitonutrien, yaitu beta sitosterol, yang dapat menurunkan kadar kolesterol LDL dan trigliserida. Alpukat juga dapat membantu menjaga kadar homosistein karena mengandung vitamin B6 dan asam folat. Glutation (suatu jenis antioksidan) dapat membantu membuang kumpulan lemak pada dinding pembuluh darah arteri sehingga mencegah terjadinya serangan jantung. Para peneliti telah menemukan bahwa mengkonsumsi alpukat setiap harinya dapat menurunkan kadar kolesterol LDL hingga 22% dan meningkatkan kadar kolesterol HDL hingga 11%. 2.  Membantu Kerja Sistem PencernaanKandungan serat yang tinggi di dalam alpukat membuatnya sangat membantu kerja sistem pencernaan dengan mencegah terjadinya sembelit. Vitamin C yang terdapat di dalamnya juga membantu mengaktivasi enzim-enzim pencernaan sehingga dapat membantu meningkatkan kerja saluran pencernaan.Lemak yang terdapat di dalam alpukat juga dapat membantu kerja kandung empedu, pankreas, dan hati. Lemak ini juga dapat membantu mengubah beta karoten menjadi vitamin A, yang berfungsi untuk menguatkan lapisan mukosa saluran pencernaan anda.   3.  Menjaga Kesehatan Otak Alpukat juga mengandung asam lemak omega 3 yang dapat membantu kerja dan perkembangan sistem saraf. Asam folat di dalam alpukat juga dapat mencegah terjadinya gangguan otak, yang merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit Alzheimer. Alpukat juga dapat membantu meningkatkan aliran darah dan suplai oksigen di dalam otak. Mufa di dalam alpukat juga dapat membantu meningkatkan kerja astrosit di dalam sel-sel otak yang berfungsi untuk membawa impuls-impuls saraf. 4.  Membantu Mengendalikan Diabetes dan Menurunkan Berat BadanAlpukat mengandung lemak tidak jenuh tunggal yang dapat dimanfaatkan dengan baik oleh tubuh dan tidak disimpan di dalam tubuh. Kandungan serat yang tinggi juga dapat membuat orang yang mengkonsumsi alpukat merasa kenyang lebih lama. Selain itu, alpukat juga dapat membantu mengendalikan kadar gula darah dan mengurangi resistensi insulin, sehingga berbagai organ tubuh lebih sensitif terhadap insulin. 5.  Mencegah KankerKarotenoid di dalam alpukat dapat membantu menghambat pertumbuhan sel kanker, termasuk kanker payudara. Karotenoid di dalam alpukat juga lebih mudah diserap tubuh karena alpukat juga mengandung lemak tidak jenuh tunggal. Asam oleat di dalam alpukat juga dapat membantu mencegah terjadinya kanker payudara.Vitamin E pada alpukat dapat memicu terjadinya proses apoptosis, yaitu suatu proses di mana sel-sel kanker menghancurkan dirinya sendiri tanpa mengganggu sel-sel tubuh yang masih sehat. Glutation pada alpukat juga dapat membantu melawan kerusakan sel akibat proses oksidasi dan mempercepat perbaikan DNA. 6.  Manfaat LainnyaBerbagai manfaat lain dari alpukat bagi kesehatan anda adalah:•  Membantu menjaga kesehatan mata dan mencegah terjadinya katarak serta degenerasi makula (vitamin A dan karotenoid)•  Membantu mengendalikan tekanan darah tinggi (kalium, asam oleat, dan asam lemak omega 3)•  Membantu meredakan radang (agen anti inflamasi seperti flavonoid dan polifenol)•  Mencegah proses penuaan (mencegah pembentukan kerutan dan bintik hitam pada kulit), mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas, dan mencegah kanker kulit (kaya antioksidan dan vitamin C)•  Membantu perkembangan otak dan tubuh janin (asam folat) Sumber: foodtofitness
 30 Sep 2017    18:00 WIB
Dapatkah Intoleransi Gluten Membuat Anda Kekurangan Berbagai Nutrisi Penting?
Mengkonsumsi makanan bergizi merupakan salah satu hal yang penting untuk menjaga kesehatan anda, akan tetapi bila anda menderita intoleransi gluten, maka tubuh anda mungkin tidak dapat menyerap semua nutrisi yang telah anda konsumsi. Intoleransi gluten tidak selalu menyebabkan gangguan penyerapan berbagai nutrisi penting. Hal ini hanya terjadi pada beberapa keadaan tertentu.Apa Itu Intoleransi Gluten?Gluten merupakan suatu protein yang dapat ditemukan pada barley (jelai), gandum hitam, gandum, dan oat. Intoleransi gluten berarti tubuh anda tidak dapat mencerna protein ini dan membuatnya melewati usus halus anda tanpa dicerna. Usus halus merupakan bagian usus yang berfungsi untuk menyerap berbagai nutrisi penting dari makanan yang anda makan. Bila anda menderita intoleransi gluten, maka menghindari berbagai jenis makanan yang mengandung gluten dapat membuat anda terbebas dari gangguan penyerapan berbagai nutrisi dari makanan yang anda konsumsi. Akan tetapi, bila anda tetap mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung gluten, maka gluten yang tidak dapat dicerna ini akan mengiritasi usus halus anda dan membuatnya meradang, yang menyebabkan gangguan penyerapan berbagai nutrisi penting dari makanan yang anda konsumsi dan membuat anda mengalami defisiensi (kekurangan) nutrisi.Vitamin B12Kekurangan vitamin B12 merupakan salah satu kekurangna nutrisi yang sering terjadi akibat intoleransi gluten. Untuk mencapai usus halus,  vitamin B12 membutuhkan suatu protein khusus untuk membawanya ke dalam usus halus. Intoleransi gluten dapat memperlambat produksi protein khusus ini sehingga semakin sedikit vitamin B12 yang dapat mencapai usus halus. Selain itu, sedikit vitamin B12 yang berhasil mencapai usus pun tidak dapat diserap sepenuhnya karena iritasi dan peradangan di dalam usus anda.Vitamin D dan KalsiumGangguan penyerapan nutrisi di dalam usus juga berarti lebih sedikit lemak yang dapat diserap. Hal ini dapat mengganggu penyerapan berbagai vitamin larut lemak (Vitamin A, D, E, K), karena mereka membutuhkan lemak untuk proses penyerapannya. Vitamin D merupakan salah satu vitamin larut lemak yang memiliki peranan penting untuk menjaga kesehatan tulang dan diperlukan untuk berbagai fungsi tubuh lainnya. Vitamin D diperlukan untuk proses penyerapan kalsium. Akibatnya, bila anda tidak memiliki cukup vitamin D, maka anda pun akan mengalami kekurangan kalsium, yang dapat menyebabkan terjadinya osteoporosis.Tergantung pada berapa lama anda telah menderita intoleransi gluten, maka usus anda mungkin membutuhkan beberapa minggu hingga tahun untuk sembuh. Dianjurkan agar anda menghindari berbagai jenis makanan yang mengandung gluten, kemudian periksalah kadar kalsium, vitamin B12, dan vitamin K setelah anda berhenti mengkonsumsi gluten. Diare, merasa lelah, dan penurunan berat badan dapat menjadi penanda bahwa usus anda tidak dapat menyerap nutrisi dengan baik atau dapat pula diakibatkan oleh berbagai gangguan kesehatan lain. Berkonsultasilah dengan dokter anda untuk mengetahui apakah anda telah memperoleh cukup nutrisi dan apakah anda memerlukan suplemen tambahan.Sumber: healthyeating.sfgate
 21 Aug 2016    11:00 WIB
Makanan yang Harus Dihindari Saat Mengalami Gangguan Pencernaan
1.  Makanan yang DigorengMengkonsumsi makanan yang digoreng (tinggi lemak) dapat memicu terjadinya diare. Berbagai makanan berlemak lainnya seperti saus, daging berlemak, dan mentega atau makanan penutup yang mengandung banyak krim juga dapat menyebabkan terjadinya diare. Untuk menghindari terjadinya diare, pilihlah makanan yang dipanggang atau dibakar dengan saus ringan dari sayuran daripada mentega atau krim.2.  Buah Golongan CitrusKarena buah golongan citrus mengandung banyak serat, maka buah ini dapat menyebabkan gangguan pada pencernaan pada beberapa orang. Batasi konsumsi jeruk, anggur, dan buah golongan citrus lainnya jika saluran pencernaan anda sedang terasa tidak nyaman.3.  Pemanis BuatanMengkonsumsi terlalu banyak permen karet bebas gula yang mengandung sorbitol ternyata dapat menyebabkan terjadinya diare dank ram perut. Mengkonsumsi sorbitol lebih dari 50 gram setiap harinya dapat menyebabkan gangguan pada usus anda. Hal ini dikarenakan tubuh anda tidak dapat mencerna sorbitol.4.  Mengkonsumsi Terlalu Banyak Makanan BerseratMakanan yang mengandung banyak serat seperti gandum dan sayur-sayuran baik bagi pencernaan anda. Akan tetapi, bila anda mengkonsumsi terlalu banyak makanan berserat, maka sistem pencernaan anda akan sulit beradaptasi dan menyebabkan perut terasa kembung dan sering buang angin. Tingkatkan konsumsi makanan berserat anda secara bertahap sehingga sistem pencernaan anda dapat beradaptasi dengan lebih baik.Walaupun semua jenis serat dapat membantu kerja sistem pencernaan anda, serat yang terdapat pada oat dan gandum tampaknya cukup efektif untuk mencegah terjadinya diare.5.  Kacang-kacanganKandungan gula yang tidak dapat dicerna pada kacang-kacangan dapat menyebabkan perut terasa kembung dan kram. Karena tubuh anda tidak memiliki cukup banyak enzim untuk mencerna gula ini, maka bakteri di dalam usus andalah yang harus mencerna gula ini. Akan tetapi, proses pencernaan gula oleh bakteri ini menghasilkan gas yang dapat membuat perut anda terasa kembung.Untuk mengurangi kandungan gula di dalam kacang-kacangan tersebut, rendamlah kacang kering di dalam air selama setidaknya 4 jam, kemudian buang air rendaman tersebut.6.  Kol dan Sayuran SejenisKol, brokoli, dan berbagai sayuran lain yang sejenis juga mengandung gula yang tidak dapat dicerna seperti pada kacang yang membuat perut terasa kembung. Selain itu, tingginya serat pada sayuran ini juga membuat mereka lebih sulit dicerna jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Masaklah sayuran ini terlebih dahulu untuk mengurangi gangguan pada saluran pencernaan anda.7.  Makanan yang Mengandung FruktosaMakanan yang dimaniskan dengan menggunakan fruktosa seperti minuman bersoda, permen, jus buah, dan kue sulit dicerna oleh beberapa orang dan menyebabkan terjadinya diare, perut kembung, kram perut, dan berbagai gangguan pencernaan lainnya.8.  Makanan PedasBeberapa orang dapat mengalami gangguan pencernaan atau nyeri ulu hati setelah mengkonsumsi makanan pedas, terutama bila mengkonsumsi makanan pedas dalam jumlah banyak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa capsaicin yang terdapat di dalam cabai dapat memicu terjadinya nyeri ulu hari.9.  Susu dan Produk OlahannyaJika anda mengalami diare, perut kembung, dan sering buang angin setelah mengkonsumsi susu dan berbagai produk olahannya; maka anda mungkin mengalami intoleransi laktosa.Intoleransi laktosa diakibatkan oleh kurangnya enzim laktase di dalam tubuh anda, yang diperlukan untuk mencerna laktosa (suatu jenis gula yang terdapat di dalam susu dan produk olahannya).Untuk mencegah diare dan gangguan pencernaan lainnya, hindari atau batasilah konsumsi susu dan produk olahannya tersebut. 10.  PeperminPepermin dapat menyebabkan otot di bagian atas lambung berelaksasi sehingga membuat makanan di dalam lambung dapat kembali naik ke dalam kerongkongan (refluks) dan membuat dada anda terasa seperti terbakar atau panas. Hal lainnya yang juga dapat menyebabkan terjadinya refluks adalah coklat dan kopi. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk menurunkan tekanan di dalam perut dan mencegah terjadinya refluks adalah:•  Menurunkan berat badan•  Makan dalam porsi yang lebih kecil dan tidak berbaring segera setelah makan•  Hindari berbagai makanan yang mungkin memicu terjadinya refluks Diare berat dan atau diare yang telah berlangsung cukup lama dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi. Oleh karena itu, pastikan bahwa anda mengkonsumsi cukup banyak cairan (setidaknya 8 gelas air putih setiap harinya) untuk mencegah terjadinya dehidrasi.Selama diare, konsumsilah makanan lunak, rendah lemak, dan tidak pedas. Lalu makanlah seperti biasa setelah anda tidak lagi mengalami diare selama 24-48 jam untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anda. Baca juga: 7 Makanan yang Dapat Membantu Mengatasi Gangguan Pencernaan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 26 Feb 2015    16:00 WIB
3 Gangguan Pencernaan yang Sering Terjadi Saat Anda Berpergian
Sembelit Saat Anda berlibur atau berpergian, pencernaan Anda mungkin akan mengalami sedikit perubahan misalnya menjadi lebih lambat. Hal ini dikarenakan adanya perubahan pada rutinitas, gaya hidup, pola makan, dan lingkungan sekitar Anda. Anda mungkin buang air besar pada berbagai waktu yang berbeda setiap harinya atau mungkin mengalami sembelit. Menjadwalkan waktu buang air besar atau merasa nyaman buang air besar di suatu tempat baru selain rumah Anda dapat membantu membuat jadwal buang air besar Anda menjadi lebih teratur saat berpergian. Selain itu, konsumsilah lebih banyak makanan berserat sebelum dan selama Anda berpergian juga dapat membantu memperlancar buang air besar Anda.   Kambuhnya Gejala Irritable Bowel Syndrome IBS merupakan suatu gangguan pencernaan yang lebih sering terjadi pada wanita. Saat berpergian, para penderita umumnya dapat mengalami berbagai gejala umum dari IBS yaitu nyeri perut, perubahan pola buang air besar, atau perut kembung. Terjadinya berbagai gejala IBS seringkali dipicu oleh stress. Untuk membantu mengurangi rasa stress, cobalah luangkan waktu untuk berolahraga saat Anda berpergian. Yoga dan olahraga lari dapat membantu mengurangi stress dan membantu memperlancar buang air besar.   Diare Diare merupakan salah satu penyakit atau gangguan pencernaan yang paling sering terjadi selama berpergian, terutama bila Anda pergi ke luar negri. Peningkatan resiko diare tergantung pada ke mana tujuan Anda pergi. Perhatikanlah kebersihan makanan Anda dan pastikan makanan Anda telah dimasak hingga matang untuk membantu mencegah terjadinya diare. Selain itu, pastikan Anda lebih sering mencuci tangan, hindari konsumsi air kran, dan jangan membeli makanan di pinggir jalan atau tempat tidak bersih lainnya. Pastikan Anda membawa perlengkapan obat Anda, termasuk obat diare dan antibiotika sebelum Anda berpergian. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum berpergian bila Anda menderita penyakit seliak, refluks asam lambung (GERD), atau berbagai gangguan pencernaan lainnya.   Sumber: womenshealthmag