Your browser does not support JavaScript!
 12 Jun 2019    16:00 WIB
Mengapa Darah Menstruasi Hanya Sedikit ?
Hipomenorea merupakan suatu keadaan di mana darah menstruasi yang keluar sangat sedikit, yaitu lebih sedikit daripada normal. Penyebabnya dapat bermacam-macam, mulai dari yang ringan sehingga tidak membutuhkan pengobatan hingga cukup berat sehingga membutuhkan pengobatan segera. Beberapa penyebab ringan dari hipomenorea adalah: Faktor genetika Penggunaan pil KB Pernah melakukan operasi untuk memperkecil rahim   Faktor Genetika Yang dimaksud dengan faktor genetika adalah beberapa orang wanita memang normalnya hanya mengeluarkan sedikit darah saat menstruasi dan hal ini tidak menyebabkan gangguan pada kesuburannya serta tidak menyebabkan gangguan lainnya. Bila demikian, biasanya tidak dibutuhkan pengobatan.   Penggunaan Pil KB Pil KB dan alat kontrasepsi hormonal lainnya dapat menyebabkan volume darah menstruasi menjadi lebih sedikit.   Tindakan Pembedahan Rahim Tindakan pembedahan rahim yang menyebabkan ukuran rahim berkurang tentu saja akan menyebabkan volume darah menstruasi menjadi lebih sedikit. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada masalah lain yang terjadi akibat tindakan pembedahan.   Baca juga: 5 Cara Mengatasi Kram Perut Saat Menstruasi   Stress dan Gangguan Makan Selain penyebab ringan di atas, ada beberapa hal lain yang dapat menyebabkan terjadinya hipomenorea. Salah satunya adalah tingkat stress yang sangat tinggi. Mengalami gangguan makan atau berdiet terlalu ketat juga dapat menyebabkan penurunan volume darah menstruasi. Bila hipomenorea disebabkan oleh kedua hal di atas, maka gejala biasanya hanya berlangsung sementara, misalnya hanya selama 1-2 bulan. Segera periksakan diri ke dokter bila gejala semakin memburuk akibat stress berkepanjangan atau karena Anda mengalami kekurangan nutrisi berat.   Gangguan Keseimbangan Kadar Hormonal Penyebab lain dari hipomenorea yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dan pengobatan adalah gangguan keseimbangan kadar hormonal. Hormon yang terganggu dapat beragam, misalnya hormon seksual seperti estrogen dan progesteron atau hormon tiroid. Pemeriksaan darah biasanya diperlukan untuk mengetahui berapa kadar hormon di dalam tubuh Anda. Kadangkala, gangguan keseimbangan kadar hormonal ini akan membuat kehamilan lebih sulit terjadi karena tubuh tidak dapat membentuk lapisan rahim yang mencukupi untuk mempertahankan kehamilan setiap bulannya.   Satu hal yang perlu Anda ingat adalah segera periksakan diri Anda ke seorang dokter spesialis kandungan bila Anda mengalami hipomenorea, terutama bila hipomenorea juga disertai oleh berbagai gejala lain atau bila menstruasi benar-benar berhenti. Jangan menunggu terlalu lama, terutama bila Anda masih ingin memiliki momongan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: wisegeekhealth
 10 Mar 2019    08:00 WIB
Ketahui 6 Penyebab Utama Haid Datang Terlambat
Ladies tentu merasakan kalau mengalami datang bulan terlambat menjadi harap-harap cemas, apalagi mereka yang tidak mengharapkan kehamilan terlebih dahulu. Nah, artikel kali ini akan membahas mengenai penyebab seorang mengalami terlambat datang bulan. Stress Mengalami stress dalam waktu yang cukup lama bisa mempengaruhi siklus menstruasi wanita, bisa lebih pendek atau lebih lama. Sebab itu agar haid lancer perlu menghindari situasi yang menyebabkan kita stress dengan melakukan kegiatan seperti olah raga teratur dan tidur yang cukup. Jika mengalami stress yang parah, ladies disarankan untuk menemui dokter atau konselor. Perimenopause Seorang mulai mengalami menopause sekitar usia 52 tahun dimana dia tidak mengalami haid lagi. Banyak wanita mengalami gejala dini menauposue 10 hingga 15 tahun sebelum menopause. Masa ini disebut sebagai perimenopause dimana kadar estrogen mulai berfluktuasi. Kadar estrogen yang tidak teratur atau berfluktuasi inilah yang menyebabkan seorang wanita mengalami haid tidak teratur. Turun berat badan Turun berat badan cukup banyak yang disebabkan karena olahraga bisa menyebabkan haidnya tidak teratur bahkan tidak mengalami haid bulan itu. Ini disebabkan karena kehilangan berat badan atau lemak tubuh mengakibatkan perubahan tingkat hormon reproduksi. Kelebihan berat badan atau obesitas Ladies, bukan hanya berat badan turun bisa mempengaruhi siklus haid. Namun kelebihan atau obesitas juga mempengaruhi siklus haid. Ini dikarenakan obesitas bisa merupakan suatu tanda seseorang mengalami kondisi polycystic ovary syndrome (PCOS). PCOS merupakan salah satu gangguan hormonal dimana kadar hormonnya tidak normal. Selain PCOS menyebabkan obesitas, ternyata juga dapat menyebabkan kista kecil berkembang pada ovarium, jerawat, kelebihan rambut wajah dan tubuh. Untuk memastikan hal ini ladies perlu datang ke dokter agar dilakukan evaluasi. Dokter mungkin merekomendasikan tes darah atau ultrasound untuk melihat indung telur agar didapatkan diagnosis yang benar. Tidak adanya menstruasi dalam masa subur jika tidak diobati bisa menyebabkan kanker endometrium. So, ladies jangan ragu-ragu datang ke dokter untuk memastikan hal ini. Kondisi hormonal Ketidakseimbangan hormon jelas bisa mempengaruhi sesorang tidak mengalami atau terlambat datang bulan. Untuk memastikan hal ini tentu harus dilakukan tes darah. Hormon yang menyebabkan hal ini terutama adalah hormon prolactin atau thyroid. Hamil Yang terakhir tentu kalau kita mengalami terlambat datang bulang, bisa jadi kita sedang hamil. Untuk memastikan saat ini banyak alat untuk mengetes kehamilan atau bisa juga pergi ke dokter kandungan untuk memastikan Jadi ladies kiranya kita tidak galau atau susah hati ketika kita mengalami terlambat haid. Sebaliknya kita perlu memastikan kondisi kita berdasarkan keterangan di atas. Jika ladies mengalami terlambat bulan berturut-turut, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter yang bersangkutan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: www.medicalnewstoday.com
 02 Dec 2018    16:00 WIB
Nyeri Payudara Sebelum Menstruasi, Normalkah?
Nyeri yang terjadi di payudara merupakan sesuatu yang dikeluhkan oleh wanita. Nyeri payudara paling sering terjadi pada masa sebelum menstruasi dan saat masa menstruasi. Nyeri dada juga bisa terjadi setelah masa menstruasi juga. Tetapi apakah nyeri payudara itu normal? Nyeri payudara merupakan hal normal yang terjadi pada wanita dan merupakan bagian dari  premenstrual syndrome (PMS). Sindrom pada PMS juga termasuk nyeri pada perutbawah, perubahan mood yang tiba-tiba dan kesulitan beritirahat. Pada artikel ini kita akan membahas apakah nyeri payudara itu normal dan kondisi apakah yang menyebabkan nyeri payudara ini menjadi kondisi yang serius dan berat. Fluktuasi hormonal Alasan utama mengapa tidak terjadi nyeri payudara adalah karena peningkatan sekresi dari hormon esterogen. Estrogen ini merupakan salah satu hormon yang paling penting untuk tubuh. Keluarnya hormon esterogen yang terlalu banyak akan menyebabkan terjadinya kekakuan pada jaringan payudara, dan payudara menjadi lebih keras. Oleh karena itu tidak munculnya nyeri payudara sebelum masa menstruasi merupakan hal yang normal. Hal tersebut biasanya terjadi pada hari ke 21 siklus menstruasi. Oleh karena itu tanda ini sering sekali terjadi pada banyak wanita sebelum masuk masa menstruasi. Jika nyeri payudara yang muncul tidak terlalu berat dan mengganggu seharusnya tidak perlu membuat Anda khawatir. Mengamati Pada kebanyakan wanita, gejala nyeri payudara menjelang masa menstruasi merupakan hal sering sekali terjadi. Anda tidak perlu menjadi tegang dan khawatir mengenai nyeri payudara yang Anda alami. Kecuali nyeri payudara yang Anda alami sangat berat dan tidak bisa ditoleransi maka Anda tidak harus menganggapnya serius. Efek samping Terkadang pada wanita yang sudah menikah sering mengkonsumsi pil kb untuk mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan. Tetapi ketika mereka berhenti mengkonsumsinya, keseimbangan hormon menjadi kacau dengan tiba-tiba dan dapat memunculkan nyeri payudara. Hal ini merupakan kondisi yang sepenuhnya normal. Jika Anda khawatir dengan gejala ini maka Anda dapat menghubungi dokter kandungan Anda. Obesitas Berat badan berlebih dan gaya hidup yang tidak sehat dapat menimbulkan keluhan nyeri payudara. Hal ini tidak berbahaya karena penyebab utama dari nyeri payudara disebabkan oleh peningkatan berat badan. Untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan nyeri payudara ini maka Anda harus menjaga pola makan yang sehat dan menurunkan berat badan Anda. Meminum banyak air putih juga dapat menurunkan nyeri payudara yang Anda rasakan.   Perubahan menjadi wanita dewasa Nyeri payudara sangat mungkin dialami seorang gadis muda, terutama saat mulai mendapat menstruasi. Nyeri dada merupakan hal yang normal terjadi pada seorang gadis mda. Untuk itu Anda tidak harus khawatir jika mengalami nyeri payudara saat pertama kali mendapat menstruasi.   Sumber: boldsky
 02 Nov 2018    16:00 WIB
Ketahui 11 Penyebab Tidak Teraturnya Menstruasi
Bingung mengapa menstruasi Anda sangat tidak teratur, kadang banyak, kadang sedikit, kadang lama, kadang cepat? Bila ya, maka di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang mungkin menjadi penyebabnya.   Menderita PCOS (Sindrom Ovarium Polikistik) Sindrom ovarium polikistik atau PCOS merupakan salah satu penyebab gangguan keseimbangan kadar hormonal yang sering ditemukan, yang akan menggganggu proses ovulasi. Menstruasi dapat berhenti atau menjadi tidak teratur atau bahkan tidak pernah mendapat menstruasi sama sekali. Gejala PCOS lain yang mungkin ditemukan adalah pertumbuhan rambut di tempat yang tidak biasanya, seperti di atas bibir dan di dagu; kesulitan menurunkan berat badan, dan berjerawat. Untuk mengatasinya, dokter dapat memberikan pil KB dan atau metformin (salah satu obat anti diabetes) untuk membantu membuat menstruasi Anda kembali teratur. Jika Anda memiliki berat badan berlebih, dokter dapat membantu merencanakan program diet untuk Anda karena penurunan berat badan sebanyak 10% dapat membuat menstruasi menjadi lebih teratur dan mengurangi berbagai gejala PCOS lainnya.   Sedang Hamil Menstruasi Anda terlambat atau mengalami perubahan pola menstruasi? Hal ini mungkin disebabkan oleh kehamilan. Pada bebarapa kasus, wanita hamil dapat mengalami "menstruasi" biasa, walaupun tidak ada gangguan pada janinnya. Pada kasus lainnya, perdarahan dapat disebabkan oleh keguguran atau kehamilan ektopik. Jadi, bila Anda sudah aktif secara seksual, segera periksakan diri Anda saat menstruasi Anda terlambat.   Memasuki Masa Perimenopause Masa perimenopause merupakan beberapa bulan atau beberapa tahun sebelum seorang wanita memasuki masa menopause. Masa menopause merupakan suatu masa di mana seorang wanita tidak lagi mendapat menstruasi selama 12 bulan setelah mereka berusia lebih dari 40 tahun. Pada masa perimenopause ini, menstruasi biasanya menjadi tidak teratur, volume darah menjadi lebih banyak atau lebih sedikit, spotting, dan disertai oleh gejala lain seperti hot flashes, keringat malam, dan mood yang berubah-ubah. Sejumlah wanita mungkin akan berhenti menstruasi selama 6 bulan, baru kemudian kembali menstruasi. Jika Anda mengalami hal ini, segera berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda. Dokter dapat memberikan obat atau tindakan pembedahan atau perubahan gaya hidup untuk membantu mengatasi gejala.   Menderita Gangguan Kelenjar Tiroid Gangguan keseimbangan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid merupakan hal yang sangat sering menyebabkan terjadinya spotting. Saat kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon, maka menstruasi Anda akan menjadi tidak teratur. Jadi, bila Anda mengalami berbagai gejala gangguan tiroid seperti merasa amat sangat lelah, depresi, mudah lupa (hipotiroidisme) atau mudah merah, gelisah, dan merasa lemah (hipotiroidisme), dan mengalami peningkatan atau penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas; segera periksakan diri Anda ke seorang dokter. Sebagian besar kasus gangguan tiroid dapat diatasi dengan pengobatan yang tepat, yang juga akan membuat menstruasi Anda kembali teratur.   Menderita Prolatinoma Prolaktinoma merupakan tumor jinak kecil di dalam kelenjar pituitari, yang biasa ditemukan pada wanita dan jarang menimbulkan gejala. Akan tetapi, bila tumor mulai mensekresikan hormon prolaktin, maka hal ini dapat mempengaruhi hormon lain yang menyebabkan menstruasi Anda terlambat atau berhenti. Selain itu, prolaktinoma juga dapat menyebabkan keluarnya cairan seperti susu dari payudara Anda karena prolaktin memang merupakan hormon yang berfungsi untuk menghasilkan ASI paska melahirkan. Penderita juga dapat mengalami perubahan penglihatan. Pemberian obat-obatan biasanya dapat membantu mengecilkan tumor dan mengembalikan siklus menstruasi Anda.   Kurang Makan Atau Olahraga Berlebihan Jika indeks massa tubh Anda kurang dari 19 atau Anda berolahraga secara berlebihan, maka menstruasi Anda dapat terhenti. Hal ini dikarenakan tubuh Anda akan berhenti berovulasi sebagai respon terhadap stress berat, misalnya kelaparan. Dengan kata lain, hal ini merupakan cara alami tubuh untuk mencegah terjadinya kehamilan saat Anda sedang stress berat. Untuk mengatasinya, dokter Anda akan berusaha untuk meningkatkan berat badan Anda hingga menjadi lebih sehat dan mengatasi berbagai gangguan lain yang mungkin mempengaruhi siklus menstruasi Anda.   Stress Berat Stress berat yang dibicarakan di sini bukanlah stress akibat pekerjaan tetapi lebih seperti pindah ke tempat baru atau baru saja kehilangan anggota keluarga. Untuk mengembalikan siklus menstruasi Anda, Anda perlu mengatasi stress, misalnya dengan berolahraga (yoga), meditasi, atau melakukan terapi konseling.   Baca juga: 5 Cara Mengatasi Kram Perut Saat Menstruasi   Ada Pertumbuhan Abnormal Pada Organ Reproduksi Kadangkala adanya pertumbuhan jaringan abnormal pada rahim Anda dapat menyebabkan menstruasi Anda menjadi tidak teratur. Beberapa pertumbuhan jaringan abnormal yang dimaksud adalah polip rahim, polip serviks, kista ovarium, mioma uteri, endometriosis, dan tumor pra kanker atau kanker. Polip Polip pada serviks atau pada rahim disebabkan oleh pertumbuhan berlebihan dinding rahim. Polip rahim cenderung menyebabkan terjadinya perdarahan di antara waktu menstruasi, sedangkan polip serviks biasanya menyebabkan terjadinya perdarahan paska hubungan intim. Penderita biasanya tidak akan mengalami gejala lain. Resiko terbentuknya polip akan meningkat bila Anda mengalami obesitas, menderita diabetes, atau menderita tekanan darah tinggi. Biasanya tidak dibutuhkan pengobatan, akan tetapi bila perdarahan yang terjadi cukup berat, dapat dilakukan tindakan pembedahan untuk mengatasinya. Kista Ovarium Kista ovarium merupakan kantong berisi cairan yang terbentuk di dalam atau pada ovarium, yang biasanya merupakan produk sampingan dari proses ovulasi. Selain menyebabkan tidak teraturnya menstruasi Anda, kista ovarium juga akan menyebabkan perut kembung dan nyeri perut. Pada sebagian besar kasus, kista ovarium tidak berbahaya dan dapat menghilang dengan sendirinya. Tergantung pada ukuran, lokasi, dan gejalanya; dokter mungkin akan meminta Anda untuk menunggu atau memberikan pil KB untuk membantu mengecilkan ukuran kista dan mengembalikan siklus menstruasi Anda. Bila dirasa perlu, dokter juga dapat melakukan tindakan pembedahan untuk mengangkat kista. Mioma Uteri Mioma uteri merupakan tumor jinak yang sering ditemukan pada wanita, biasanya pada mereka yang berusia 30-40 tahun. Banyak wanita tidak mengetahui bahwa mereka memiliki mioma. Akan tetapi, bila ukuran mioma cukup besar, maka penderita biasanya akan mengalami menstruasi yang sangat banyak, kram perut hebat, dan merasa ingin BAB terus-menerus. Biasanya dokter akan menyarankan untuk menunggu dan mengawasi tumor. Akan tetapi, bila tumor bertambah besar dengan cepat, menyebabkan nyeri hebat atau menstruasi banyak, atau mengganggu kesuburan atau mengganggu pola BAB; maka tindakan pembedahan atau embolisasi mungkin diperlukan. Endometriosis Saat dinding rahim bertumbuh di luar rahim, maka seorang wanita dapat mengalami menstruasi yang sangat banyak, yang disertai oleh kram perut hebat, nyeri usus, dan spotting di antara waktu menstruasi. Pemberian pil KB biasanya dapat membantu. Pada kasus yang berat, mungkin diperlukan tindakan pembedahan. Tumor Pra Kanker Atau Kanker Kanker atau tumor pra kanker dapat menyebabkan berbagai gejala. Dan karena keduanya lebih sering mengenai wanita yang sudah memasuki masa menopause, maka gejala yang paling sering ditemukan adalah perdarahan paska menopause. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan hal ini.   Obesitas Mengalami obesitas dapat membuat menstruasi menjadi tidak teratur. Hal ini dikarenakan jaringan lemak juga akan memproduksi estrogen, yang dapat menebalkan dinding rahim, yang dapat menyebabkan keluarnya darah di antara waktu menstruasi. Dokter mungkin akan memeriksa kelenjar tiroid Anda dan menyarankan Anda untuk menggunakan IUD agar menstruasi menjadi lebih teratur. Menurunkan berat badan juga dapat dilakukan.   Baru Mulai Menggunakan Kontrasepsi Hormonal Semua jenis pil KB, KB implan, dan KB suntik dapat menyebabkan perdarahan di luar masa menstruasi pada beberapa bulan pertama. Hal ini dikarenakan ketiga jenis KB ini mengandung hormon, yang akan sedikit mengganggu keseimbangan kadar hormonal di dalam tubuh pada awal masa pemberian. Dianjurkan untuk menunggu selama 12 minggu dan melihat apakah menstruasi kembali lancar. Bila tidak, dianjurkan agar Anda segera berkonsultasi kembali pada dokter kandungan Anda untuk mendapatkan metode kontrasepsi lain yang lebih cocok. Bila Anda menggunakan IUD, maka Anda mungkin akan mengalami spotting atau perdarahan ringan dalam jangka panjang, yang tampak seperti menstruasi yang tidak teratur. Hal ini merupakan hal yang normal.   Menderita Suatu Penyakit Menular Seksual Menderita suatu penyakit menular seksual seperti gonorea dan klamidia dapat menyebabkan terjadinya peradangan dan iritasi pada rahim dan leher rahim, yang akan menyebabkan terjadinya spotting. Perhatikan juga apakah Anda juga mengalami keputihan yang abnormal, berbau, atau berwarna (kuning atau hijau), gatal atau iritasi selain menstruasi yang tidak teratur. Bila Anda sering berganti-ganti pasangan seksual, dianjurkan untuk memeriksakan diri karena klamidia seringkali tidak bergejala. Pemberian antibiotik biasanya dapat membantu mengatasi gejala.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 21 Oct 2018    16:00 WIB
Mens Tidak Kunjung Datang, Hamil Enggak Ya ?
Sedang bertanya-tanya apakah Anda hamil atau tidak? Selain mual, sebenarnya masih ada beberapa hal lain yang dapat menjadi indikator kehamilan. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang juga merupakan tanda-tanda kehamilan selain morning sickness.  1.      Sensitivitas MeningkatSemua orang pasti memiliki semacam sensitivitas terhadap makanan dan bau tertentu. Akan tetapi, bila Anda tampaknya tidak dapat mencium bau makanan kesukaan Anda dan tiba-tiba mulai tidak menyukai bau parfum teman kantor Anda yang sebelumnya sangat Anda sukai, maka hal ini dapat merupakan pertanda bahwa Anda sedang hamil. Jika peningkatan sensitivitas ini tidak juga menghilang dalam waktu beberapa hari, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter spesialis kandungan. 2.      Terlambat atau Mendapat HaidAmenorea merupakan gangguan yang sering terjadi pada wanita dan hal ini bukanlah gejala kehamilan. Jika Anda tidak pernah berhubungan intim sebelumnya dan menstruasi Anda tidak juga datang, maka dianjurkan agar Anda segera memeriksakan diri ke seorang dokter.Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa spotting dapat merupakan salah satu tanda kehamilan. Spotting terjadi saat janin menempelkan dirinya pada dinding rahim. Spotting ini biasanya terjadi seminggu sebelum jadwal menstruasi Anda dan dapat membuat Anda mengira bahwa Anda sedang mens dan tidak hamil. Darah yang keluar biasanya berwarna kecoklatan atau merah muda dan biasanya hanya berlangsung selama beberapa jam atau hari, tetapi tidak lebih dari 3 hari. 3.      Perut KembungPerut kembung memang bukan merupakan gejala pasti dari kehamilan, akan tetapi bila perut kembung yang Anda rasakan juga disertai dengan gejala kehamilan lainnya, segera periksakan diri Anda.Pada awal masa kehamilan, tubuh Anda akan mengalami banyak perubahan, termasuk pergerakan usus Anda. Oleh karena itu, Anda mungkin akan mengalami perut kembung, sembelit, dan diare walaupun jarang. 4.      Payudara MembengkakAlasan mengapa sebagian besar wanita melewatkan tanda kehamilan yang satu ini karena payudara yang terasa nyeri dan lebih kencang juga sering ditemui beberapa hari sebelum menstruasi.Walaupun memang agak sulit membedakan pembesaran payudara yang disebabkan oleh kehamilan dengan yang disebabkan oleh menstruasi, akan tetapi pada kehamilan puting susu dan daerah di sekitarnya akan menjadi lebih gelap. 5.      Mood Berubah-UbahSelain saat hamil, seorang wanita biasanya juga memiliki mood yang berubah-ubah saat menstruasi. Perbedaannya adalah perubahan mood yang terjadi karena kehamilan biasanya lebih sering dan lebih intens. Seorang wanita yang sedang hamil dapat menjadi sangat mudah marah, cemas, panik, depresi, dan memiliki mood yang buruk. Baca juga: Tips Tetap Sehat Bagi Ibu Hamil yang Juga Menderita  Diabetes 6.      Kepala Terasa Ringan dan PingsanJika Anda merasa seolah-olah akan jatuh atau pingsan, maka hal ini dapat merupakan tanda kehamilan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Hal ini terjadi karena tubuh Anda belum siap untuk memproduksi cukup banyak darah untuk mengimbangi kerja sistem jantung dan pembuluh darah tubuh Anda yang meningkat. Akan tetapi, bila Anda tidak mengalami berbagai gejala kehamilan lainnya, rasa pusing yang Anda rasakan dapat merupakan gejala dari penyakit yang lebih serius. 7.      Frekuensi Buang Air Kecil BerubahSering buang air kecil dapat merupakan tanda kehamilan, adanya gangguan pada kandung kemih, infeksi saluran kemih, gangguan ginjal, dan diabetes. Oleh karena itu, jangan pernah mengabaikan perubahan pola buang air kecil Anda. Jika Anda menjadi lebih sering buang air kecil dan juga mengalami berbagai tanda kehamilan lainnya, maka kemungkinan besar Anda sedang hamil. 8.      Merasa Amat Sangat LelahPada zaman modern yang penuh dengan kesibukan, banyak wanita mengalami rasa lelah kronik, yang sulit dibedakan dengan mudah lelah akibat kehamilan. Akan tetapi, jika Anda terus saja merasa sangat lelah walaupun sudah tidur selama 8-10 jam setiap harinya dan Anda tidak memiliki keinginan untuk melakukan apapun, segera periksa kehamilan Anda dan atau konsultasi dengan seorang dokter. 9.      Nafsu Makan BerubahHamil dapat membuat Anda merasa lebih lapar daripada sebelumnya atau justru membuat Anda sama sekali tidak nafsu makan. Selain itu, saat makan Anda mungkin akan menyadari ada rasa seperti logam di dalam mulut Anda. Jenis makanan yang Anda sukai pun dapat berubah drastis, Anda bahkan dapat mulai mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang tidak Anda sukai sebelumnya. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: womenitely 
 30 Sep 2018    11:00 WIB
Ini Dia Penyebab Payudara Tetap Nyeri Setelah Haid Selesai
Payudara seringkali terasa nyeri sebelum masa menstruasi Anda. Hal ini biasanya terjadi akibat pembengkakan pada payudara, yang akan meningkatkan berat dan ukuran payudara. Dan karena pembesaran payudara ini, maka Anda payudara Anda pun akan terasa nyeri. Keadaan ini dapat merupakan tanda bahwa telah terjadi ovulasi. Selain itu, keadaan ini juga sering terjadi selama kehamilan akibat tingginya kadar hormon kehamilan, yaitu progesterone. Payudara juga dapat terasa nyeri selama dan setelah menstruasi. Hal ini bukanlah suatu tanda kehamilan, tetapi mungkin berhubungan dengan makanan, hormon, stress, dan berbagai hal lainnya. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat membuat payudara terasa nyeri pada waktu yang berbeda daripada biasanya.   Kafein, Nikotin, Metilxanthin, dan Lainnya Vasodilator, suatu bahan kimia yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah, yang akan membuat tubuh merasa stress. Karena efek inilah, rasa nyeri dan berbagai gejala tidak menyenangkan lainnya dapat menjadi lebih terasa. Jadi, jika Anda sering menggunakan obat ini, maka ada baiknya bila Anda mengurangi konsumsinya.   Retensi Cairan Retensi cairan akibat garam, kurang olahraga, atau menderita gangguan kesehatan tertentu dapat menyebabkan payudara menjadi lebih berat sehingga menjadi lebih sakit. Jadi, ada baiknya bila Anda mengurangi konsumsi garam. Lebih sering berolahraga juga dapat mengurangi retensi cairan.   Lemak Hewani Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa lemak hewani turut berperan dalam terjadinya nyeri payudara. Akan tetapi, para ahli masih tidak mengetahui apakah lemaknya yang menjadi penyebab atau apakah hormon yang terdapat di dalamnya yang menjadi penyebab.   Susu dan Produknya Seperti halnya lemak hewani, hubungan antara nyeri payudara dan susu masih belum diketahui secara pasti. Para ahli menduga kandungan lemak di dalam susu dan produknyalah yang menjadi penyebab nyeri payudara, atau mungkin juga dikarenakan oleh hormon dan zat kimia yang terdapat di dalamnya.   Baca juga: Variasi Payudara Berdasarkan Usia   Olahraga Olahraga berlebihan juga dapat menyebabkan nyeri payudara, terutama pada wanita yang memiliki payudara besar. Hindarilah olahraga yang menimbulkan banyak tekanan pada payudara dan gunakanlah bra khusus olahraga saat berolahraga.   Kontrasepsi dan Terapi Hormonal Walaupun dapat mencegah terjadinya kehamilan, akan tetapi kontrasepsi mungkin dapat berpengaruh besar pada produksi hormon di dalam tubuh Anda. Selain itu, terapi hormonal juga dapat menyebabkan terjadinya nyeri dan rasa tidak nyaman pada payudara. Segera beritahu dokter Anda bila Anda mengalami hal ini.   Perubahan Kadar Hormon Pubertas, sedang haid, kehamilan, dan menopause merupakan masa-masa di mana kadar progesteron dan estrogen menjadi tidak stabil. Keadaan ini dapat menyebabkan payudara terasa nyeri.   Stress Selain dapat membuat Anda sulit tidur, stress juga dapat menyebabkan payudara Anda terasa nyeri. Oleh karena itu, ada baiknya bila Anda mengurangi stress.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: medhealthdaily
 18 Sep 2018    16:00 WIB
Mengapa Menstruasi Tidak Kunjung Berhenti???
Bingung mengapa menstruasi Anda tidak juga berhenti walaupun sudah berlangsung selama lebih dari 1 minggu? Apakah yang harus Anda lakukan? Langkah awal yang diperlukan untuk mengatasinya adalah mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya. Sebenarnya ada banyak hal yang dapat menyebabkan seorang wanita mengalami menstruasi yang berkepanjangan atau bahkan tidak pernah berhenti. Beberapa hal yang dimaksud adalah gangguan keseimbangan kadar hormonal di dalam tubuh, peradangan atau infeksi pada leher rahim, penebalan dinding rahim, mioma rahim, polip rahim atau serviks, dan kanker. Ketidakseimbangan antara kadar hormon estrogen dan progesteron dapat menyebabkan penebalan dinding rahim, yang dapat menyebabkan menstruasi berlangsung lebih lama daripada biasanya. Adanya polip atau mioma rahim dapat menyebabkan perubahan pada rongga rahim dan mencegah pembuluh darah berkontraksi pada akhir masa menstruasi, sehingga menstruasi pun berlangsung lebih lama daripada biasanya. Akan tetapi, untuk mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab menstruasi Anda tidak kunjung berhenti perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Oleh karena itu, dianjurkan agar Anda segera memeriksakan diri ke seorang dokter spesialis kandungan. Dokter dapat memberikan Anda informasi mengenai keadaan Anda dan pilihan pengobatan apa saja yang tersedia untuk mengatasinya. Salah satu metode pengobatan yang sering digunakan untuk mengurangi volume darah menstruasi adalah dengan memasang IUD Mirena. IUD ini akan melepaskan hormon yang membuat dinding rahim tetap tipis, sehingga diharapkan agar perdarahan berkurang. Akan tetapi, bila perdarahan yang terjadi sangat hebat atau tidak juga membaik dengan berbagai pengobatan lainnya, maka tindakan pembedahan histerektomi (pengangkatan rahim) biasanya merupakan satu-satunya pilihan pengobatan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: sheknows
 16 Sep 2018    08:00 WIB
8 Dampak Negatif dari Olahraga Berlebihan
Saat pertama kali memulai suatu kegiatan olahraga, anda mungkin akan mengalami nyeri otot di hampir seluruh otot tubuh anda dan anda mungkin tidak ingin berolahraga lagi. Akan tetapi, seiring dengan berlalunya waktu, anda pun mulai menyukai olahraga tersebut dan merasa berolahraga 3 kali seminggu tidaklah cukup. Anda ingin berolahraga lebih lama dan lebih sering, anda bahkan dapat menjadi terobsesi pada olahraga dan merasa tidak dapat hidup tanpanya. Anda mungkin mengira bahwa apa yang anda lakukan baik bagi riri anda, akan tetapi berolahraga berlebihan justru dapat berbahaya bagi kesehatan anda. Di bawah ini terdapat 8 dampak negatif dari olahraga berlebihan.1.  Gangguan Hubungan Dengan Orang LainKecanduan olahraga dapat membuat anda terisolasi dari keluarga dan teman-teman anda. Anda bahkan mungkin akan merasa enggan untuk menghadiri suatu acara karena ingin berolahraga. Anda mungkin tidak dapat berolahraga dengan orang lain karena ketatnya jadwal olahraga anda sehingga orang lain sulit mengikutinya. Hubungan anda dengan pasangan anda juga mungkin terganggu karena anda lebih menyukai berolahraga daripada bersama pasangan anda.2.  Gangguan Pada Pekerjaan atau SekolahSaat anda mengalami kecanduan olahraga, maka berolahraga adalah prioritas utama anda. Anda mungkin lebih ingin berolahraga daripda bekerja atau belajar di sekolah. Anda mungkin merasa sulit berkonsentrasi dalam pekerjaan atau tugas anda bila anda tiak berolahraga sesuai jadwal anda setiap harinya.3.  CederaTubuh yang kelelahan lebih mudah mengalami cedera. Olahraga berlebihan dapat menyebabkan terjadinya keseleo atau patah tulang. Anda mungkin juga sering mengalami nyeri otot.4.  Gagal JantungKelelahan akibat olahraga berlebihan dapat melemahkan jantung anda. Bila anda pun tidak mengkonsumsi cukup nutrisi, maka anda pun dapat meningkatkan kerusakan pada jantung anda.5.  Melemahnya Sistem Kekebalan TubuhTubuh akan memulihkan dirinya sendiri saat anda tidur, akan tetapi bila kecanduan olahraga yang anda alami membuat anda tidak cukup beristiraha, maka hal ini dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh anda melemah. Anda lebih mudah terkena batuk, nyeri kepala, demam, dan bahkan berbagai penyakit lainnya yang lebih berat.6.  Gangguan MenstruasiOrang yang melakukan olahraga berlebihan pada akhirnya akan kehilangan terlalu banyak lemak tubuh. Bila hal ini terjadi pada wanita, maka dapat menyebabkan gangguan menstruasi, yaitu tidak mendapat menstruasi. Bila hal ini berlangsung dalam waktu lama, maka dapat menyebabkan kemandulan.7.  Sulit TidurOlahraga dalam jumlah yang cukup dapat membantu anda tidur lebih nyenyak. Akan tetapi, anda dapat mengalami insomnia atau sulit tidur bila anda berolahraga berlebihan. Berolahraga membuat tubuh anda merasa stress dan menyebabkan pengeluaran kortisol, yang membuat anda tidak mengantuk dan sulit merasa rileks, apalagi tidur.8.  DepresiJika anda merupakan orang yang sangat suka bekerja (kecanduan bekerja), maka olahraga merupakan obatnya. Anda menjadi sangat bergantung pada olahraga agar dapat melakukan pekerjaan anda dengan baik. Tanpa olahraga, mood anda akan menjadi sangat buruk dan anda bahkan dapat mengalami depresi atau tidak percaya diri. Baca juga: Dahsyat, Rajin Olahraga Bikin Hebat Di Ranjang Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: allwomenstalk
 15 Mar 2018    11:00 WIB
7 Fakta Mengejutkan Seputar Menstruasi Pertama dan Keadaan Kesehatan Anda
Apakah Anda ingat saat Anda pertama kali mendapat menstruasi? Jika tidak, cobalah mengingatnya kembali karena para ahli menemukan bahwa ada hubungan antara usia pertama kali mendapat menstruasi dengan keadaan kesehatan seorang wanita. Hingga saat ini para ahli masih belum mengetahui apa hubungan pasti di antara keduanya, akan tetapi hal ini mungkin berhubungan dengan berat badan Anda saat pertama kali mendapat menstruasi. Hal ini dikarenakan estrogen diketahui berhubungan erat dengan lemak. Di bawah ini Anda dapat melihat penyakit apa saja yang mungkin berhubungan dengan menstruasi pertama Anda.   Penyakit Jantung Menurut sebuah penelitian, wanita yang mulai menstruasi pada usia 13 tahun memiliki resiko paling rendah terhadap penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi. Sebaliknya, wanita yang mulai menstruasi pada usia 10 tahun atau kurang atau 17 tahun atau lebih, memiliki resiko paling tinggi terhadap penyakit jantung (27%), tekanan darah tinggi (20%), dan stroke (16%).   Diabetes Tipe 2 Wanita yang mulai menstruasi sebelum berusia 12 tahun memiliki resiko yang jauh lebih tinggi terhadap diabetes tipe 2 dibandingkan dengan orang yang menstruasi pada usia yang lebih tua. Hal ini dikarenakan semakin dini seorang wanita mendapat menstruasi, maka semakin tinggi resikonya mengalami resistensi insulin.   Preeklampsia Preeklampsia ditandai dengan tekanan darah tinggi dan adanya protein di dalam air kemih ibu hamil. Hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke di masa yang akan datang. Jika menstruasi pertama Anda terjadi sebelum berusia 12 tahun, maka resiko Anda mengalami preeklampsia saat hamil adalah sekitar 28% lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang menstruasi pada usia yang lebih tua.   Baca juga: Mengapa Miss V Selalu Gatal Menjelang Masa Menstruasi?   Kanker Tiroid Wanita yang mendapat menstruasi pertama sebelum berusia 12 tahun memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita kanker tiroid.   Tumor Otak Bila Anda tidak juga mendapat menstruasi pertama walaupun sudah berusia 17 tahun atau lebih, maka hal ini akan meningkatkan resiko terjadinya tumor otak.   Kepadatan Tulang Sebuah penelitian menemukan bahwa wanita yang mulai menstruasi pada usia 17 tahun atau lebih memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah dan memiliki resiko patah tulang akibat osteoporosis yang lebih tinggi.   Alergi Para ahli juga menemukan adanya hubungan antara pubertas dini dengan eksim, asma, dan rhinokonjungtivitis; terutama pada ras Afrika-Amerika dan Hispanik. Namun, hingga saat ini para ahli masih belum mengetahui apakah pubertas dini yang memicu terjadinya alergi atau sebaliknya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: prevention
 27 Aug 2016    08:00 WIB
Berbagai Hal yang Dapat Mengganggu Siklus Menstruasi Anda
Terdapat berbagai hal yang dapat mempengaruhi kemampuan tubuh anda untuk melawan infeksi dan proses penyembuhan serta siklus menstruasi anda, mulai dari gaya hidup, obat-obatan, hingga penyakit. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami beberapa hal di bawah ini.Gangguan KesehatanBeberapa gangguan kesehatan yang dapat mempengaruhi siklus menstruasi anda adalah:•  Gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia•  Kehamilan •  Kehamilan ektopik •  Menopause atau perimenopause•  Tindakan ginekologi tertentu seperti kuretase•  Kanker•  Diabetes•  Berbagai penyakit yang dapat menyebabkan gangguan keseimbangan hormonal seperti penyakit adrenal, kista ovarium, penyakit pituitari, sindrom polikistik ovarium, dan ganguan tiroid•  Infeksi HIVGaya HidupBeberapa gaya hidup tidak sehat yang dapat mempengaruhi kesehatan anda secara keseluruhan dan mungkin mengganggu siklus menstruasi anda adalah:•  Penyalahgunaan atau gejala kecanduan alkohol•  Penyalahgunaan atau gejala kecanduan obat-obatan•  Olahraga berat•  Kebiasaan merokok•  Berhubungan seks tanpa perlindunganObat-obatanBeberapa jenis obat-obatan yang dapat mempengaruhi siklus menstruasi anda adalah:•  Kortikosteroid seperti prednisone•  Obat-obatan untuk mencegah reaksi penolakan paska transplantasi organ•  Obat-obatan untuk mengobati kanker (kemoterapi)•  Terapi radiasi Baca juga: 5 Cara Mengatasi Kram Perut Saat Menstruasi Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarangSumber: webmd